Sabtu, 19 April 2014
Home Akademik Aturan Akademik
Aturan Akademik / Perkuliahan PDF Cetak Surel

 

Kehadiran Dosen dan Mahasiswa

  • Kehadiran Dosen setiap semester minimal adalah 13 (tiga belas) kali pertemuan
  • Kehadiran Mahasiswa minimal 80% dari jumlah kehadiran Dosen

Evaluasi Perkuliahan

Evaluasi perkuliahan dilakukan dalam dua tahap, yaitu meliputi Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).

  1. Ujian Tengah Semester (UTS)

    Ujian Tengah Semester diselenggarakan pada pertemuan ke 7 (tujuh) atau ke 8 (delapan). Waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan Kalender Akademik pada jadwal tersendiri atau sesuai dengan Jadwal perkuliahan.

  2. Ujian Akhir Semester (UAS)

    Ujian Akhir Semester diselenggarakan pada pertemuan ke 14 (empat belas) atau ke 15 (lima belas). Waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan Kalender Akademik pada Jadwal tersendiri atau sesuai dengan Jadwal perkuliahan.

  3. Persyaratan Ujian
    1. Persyaratan Akademik
      • Kehadiran minimal 80% dari jumlah kehadiran Staf Pengajar/Dosen
      • Tidak tercatat melakukan pelanggaran
      • Mematuhi Tata Tertib Ujian
      • Khusus untuk UAS, mahasiswa ybs. telah mengikuti UTS
    2. Persyaratan Administrasi
      • Telah menyelesaikan kewajiban/melunasi biaya perkuliahan sesuai dengan yang telah ditetapkan

Tata Tertib Ujian

  1. Ketentuan Ujian.

    Mahasiswa yang berhak mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) atau Ujian Akhir Semester (UAS) adalah yang memenuhi syarat sbb.:

    1. Terdaftar sebagai mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri
    2. Tidak terkena sanksi akademik/skorsing dan sedang tidak cuti kuliah
    3. Kehadiran tidak kurang dari 80%
    4. Telah menyelesaikan pembayaran/kewajiban keuangan yang telah ditentukan (ditandai dengan diterimanya kartu ujian)
  2. Pelaksanaan Ujian
    1. Bagi mahasiswa yang tidak membawa kartu ujian, diwajibkan melapor ke Pengawas Ujian untuk mendapatkan kartu pengganti atau Surat Keterangan
    2. Bagi mahasiswa yang namanya tidak terdaftar dalam absensi ujian diwajibkan melapor ke Pengawas Ujian
    3. Jam resmi dimulainya ujian - dihitung dari saat selesainya pembagian soal konvensional atau secara On line kepada seluruh peserta ujian di kelas tsb.
    4. Keterlambatan ujian ditoleransi maksimal 25 (dua puluh lima) menit setelah ujian dimulai. Lebih dari itu tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian
    5. Mahasiswa peserta ujian yang telah menerima soal ujian atau sudah login ke soal on line sudah dianggap telah mengikuti ujian
    6. Wajib mengisi absen kehadiran ujian sebelum meninggalkan ruangan
  3. Larangan dalam Ujian
    1. Terlambat lebih dari 25 menit
    2. Mengaktifkan HP atau Telepon Seluler saat ujian
    3. Pinjam meminjam perlengkapan ujian (wajib bawa sendiri perlengkapan ujian)
    4. Membawa contekan baik berupa buku, rangkuman, diktat atau lainnya yang dianggap membantu menyelesaikan soal-soal yang ada kecuali sifat ujian openbook
    5. Membantu peserta lain atau meminta jawaban dari peserta lain
    6. Berisik dan diskusi ketika sedang ujian

  4. Sanksi bagi Pelanggaran Tata Tertib Ujian

    1. Mahasiswa yang tidak membawa kartu ujian dikarenakan keteledoran maka tidak diperkenankan mengikuti ujian
    2. Mahasiswa yang datang terlambat ujian tidak diberikan perpanjangan waktu
    3. Mahasiswa yang ketahuan menyontek atau melihat pekerjaan teman dikenai sanksi dari teguran sampai dikeluarkan dari ujian. Dan namanya akan dipublikasikan di mading Kampus dan atau di website kampus.
    4. Bagi mahasiswa yang menjadi Joki atau yang membantu pekerjaan teman dianggap telah melanggar peraturan ujian dan dikenakan sanksi mulai dari teguran, kalau lebih dari 3 x teguran maka pekerjaannya tidak akan dinilai

     

    Ujian Susulan

    Mahasiswa yang tidak mengikuti ujian (UTS, UAS) sesuai dengan Jadwal yang telah ditetapkan karena alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, dapat mengikuti Ujian Susulan - yang waktunya ditentukan oleh dosen mata kuliah ybs.

     

    1. Persyaratan Ujian Susulan
      1. Memberitahukan kepada Ketua Program Studi, serta mempunyai alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Seperti sakit, ada tugas ke luar kota, izin ada kepentingan keluarga, dll.
      2. Telah menyelesaikan biaya perkuliahan dan memenuhi persyaratan ujian.
    2. Prosedur Pengajuan Ujian Susulan
      1. Mengisi Surat Permohonan Ujian Susulan (SPUS) yang telah disediakan oleh Bagian Administrasi Akademik & Kemahasiswaan (BAAK) atau bagian Administrasi Kampus
      2. Melampirkan berkas-berkas yang diperlukan, seperti Surat Keterangan Sakit dari dokter, surat izin dari orangtua, surat keterangan dari kantor serta menunjukkan Kartu Ujian yang masih berlaku.
      3. Menemui dosen mata kuliah yang bersangkutan dengan membawa Surat Permohonan Ujian Susulan (SPUS) yang telah ditandatangani oleh bagian BAAK atau bagian administrasi
      4. Batas waktu penyelesaian Ujian Susulan maksimal adalah 2 (dua) minggu sejak pelaksanaan UTS/UAS berakhir.
      5. Proses pengajuan Ujian Susulan di luar batas waktu yang telah ditentukan, akan dikenakan sanksi akademik dan atau administratif.

     

    Perbaikan Nilai

    Mahasiswa yang tidak lulus nilai akhir suatu mata kuliah atau mendapatkan nilai dengan grade D apalagi E, wajib melaksanakan perbaikan nilai.

     

    1. Persyaratan Perbaikan Nilai
      1. Telah menyelesaikan biaya perkuliahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
      2. Mahasiswa yang nilai akhir untuk setiap mata kuliah adalah D atau E
    2. Prosedur Pengajuan Perbaikan Nilai
      1. Mengisi Surat Permohonan Perbaikan Nilai (SPPN) yang telah disediakan oleh Bagian Administrasi Akademik & Kemahasiswaan (BAAK) atau Bagian Administrasi
      2. Menemui dosen mata kuliah yang bersangkutan dengan membawa Surat Permohonan Perbaikan Nilai (SPPN) yang telah ditandatangani oleh bagian BAAK atau Bagian Administrasi.
      3. Batas waktu penyelesaian Perbaikan Nilai maksimal adalah 1 (satu) bulan sejak nilai diumumkan
      4. Proses pengajuan Perbaikan Nilai di luar batas waktu yang telah ditentukan, akan dikenakan sanksi akademik dan atau sanksi administratif.

     

    Cuti Akademik

    Cuti akademik adalah pengunduran diri mahasiswa untuk sementara waktu dari kegiatan akademik. Cuti akademik diberikan berdasarkan permohonan dari mahasiswa yang bersangkutan dengan alasan tertentu dan ditujukan kepada Ketua Program Studi selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak awal perkuliahan pada semester ybs. Cuti akademik ini diberikan paling lama 1 (satu) tahun.

     

    1. Persyaratan Cuti Akademik
      1. Telah mengikuti perkuliahan minimal 1 (satu) bulan. Bila kurang dari satu bulan, dianggap telah mengundurkan diri dari status sebagai mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri.
      2. Memiliki alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, seperti sakit dalam waktu lama, karena bekerja, pindah rumah/kantor sehingga jauh dari lokasi kampus STT Terpadu Nurul Fikri. dll.
      3. Tidak ada lagi sangkutan pinjaman buku dari perpustakaan yang ditunjukkan dengan Surat Keterangan Bebas Pinjaman dari bagian Perpustakaan STT Terpadu Nurul Fikri.
      4. Bila telah mengikuti perkuliahan minimal satu semester, maka tidak ada lagi mata kuliah yang nilainya masih di bawah nilai kelulusan (grade D atau E).
      5. Telah menyelesaikan atau melunasi biaya perkuliahan minimal untuk satu semester sesuai dengan ketetapan yang berlaku.
    2. Prosedur Pengajuan Cuti Akademik
      1. Miminta Surat Permohonan Cuti (SPC) yang telah disediakan oleh Bagian Administrasi Akademik & Kemahasiswaan (BAAK) atau Bagian Administrasi.
      2. Mengisi SPC dan telah ditandatangani oleh mahasiswa yang bersangkutan serta diketahui oleh orangtua/wali-nya.
      3. Melampirkan berkas-berkas yang berkaitan dengan alasan permohonan Cuti Akademik.
      4. Membayar biaya administrasi yang telah ditetapkan.
 

Copyright © 2011 Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF).
Graha NF Computer, Jl. Margonda Raya No. 522 Depok, Jawa Barat 16424
Telp: (021) 7874226 Fax: (021) 7874225
Email: info[at]nurulfikri.ac.id