Thursday, 06 April 2017 01:36

Aku Malu Menjadi Mahasiswa Beastudi Full S1 di STT Nurul Fikri

Written by  Umul Sidikoh Mahasiswi STTNF
Rate this item
(8 votes)

Kenalin, nama lengkap aku Umul Sidikoh biasanya orang-orang panggil dengan sebutan Umul. Bisa dibilang, salah satu mahasiswa yang masih berumur sangat muda, karena di umur 19 tahun sudah memasuki semester 6 di STT Nurul Fikri. Aku lahir di Tangerang, 13 Mei 1997. Tempat tinggal aku masih di Tangerang, cuma sekarang udah mulai nge-kost di daerah Depok. Cita-cita aku sih jadi pengusaha karena sifatnya fleksibel dan tidak dituntut oleh atasan, dan menjadi penulis buku atau novel. Hobi aku pertama menulis, yang lainnya olahraga, travelling, touring, baca-baca. Kalo ditanya tentang motto hidup, ya aku jawabnya " Lakukanlah yang terbaik, atau tidak sama sekali ( Do be The Best, or Nothing) ".

Berlatar belakang Siswa SMA jurusan IPA, di salah satu Sekolah Negeri di Kota Tangerang. Sejak SMA, pelajaran yang paling disuka yaitu Kimia (Chemistry). Entah, padahal itu pelajaran lumayan sulit, dimana harus hafal ikatan-ikatan kimia, yang pasti bukan ikatan aku dan kamu *eh. Namanya juga SMA Negeri, ya pastinya pas lulus SMA maunya juga kuliah di Universitas/Kampus Negeri. Dari SD-SMA memang Sekolahnya Negeri, makanya ingin nantinya Kuliah Negeri juga. Sekolah Dasar di SDN BOJONG 04, Sekolah Menengah Pertama di MTSN Cipondoh Tangerang, dan Sekolah Menengah Atas di SMAN 9 Tangerang.

Menjelang Ujian Nasional (UN) formulir pendaftaran dan kelengkapan berkas untuk mendaftar di kampus-kampus favorit-pun disiapkan, dan pilihan jurusan pastinya jurusan kimia. Berniat menjadi seorang kimia analyst, biar bisa menemukan ramuan anti galau (eh salah, biar kesukaan terhadap pelajaran kimia lebih tersalurkan dan juga lebih dalam lagi ilmunya).

Daftar melalui jalur SNMPTN, yaitu lewat nilai Raport. Namun belum menjadi rezeki aku. Dan akhirnya mencoba dijalur SBMPTN, dan ternyata masih belum lolos juga. Melihat teman-teman pada lolos di PTN, rasanya hati gundah gulana. Tidak cuma sampai disitu, tiap PTN punya jalur untuk penerimaan mahasiswa barunya. Misalnya di Universitas Indonesia (UI) ada SIMAK UI dan dikampus lainnya tidak jauh beda. Dan akhirnya aku mencoba di UIN Syarif Hidayatullah, berangkat bareng-bareng sama temen-temen SMA. Pas di pengumuman kelulusan, kenapa mereka lolos seleksi dan aku engga? Sempet ngedrop perihal masuk PTN tersebut, dana akhirnya berniat untuk mengikuti tes di tahun berikutnya saja.

Oke, selang beberapa bulan lulus. Tidak kuliah, rasanya jadi manusia engga jelas dirumah. Dan tiba-tiba dapet info dari salah satu Ustadz, ada Beasiswa Studi Berprestasi di STT Nurul Fikri, Depok. Dan aku berfikir, mungkin ini salah satu jawaban do’a aku selama ini.

Tanpa berfikir dengan waktu yang lama, berkas-berkas yang merupakan syarat untuk lolos jadi mahasiswa BEASTUDI pun dipersiapkan. Oke, and then itu pertama kalinya ke Depok sendirian untuk serah berkas ke kampus. Selang beberapa hari, ternyata buka website nurulfikri.ac.id aku lolos seleksi berkas. Langkah selanjutnya dari seleksi berkas adalah seleksi akademik dan seleksi wawancara.

Sempat kaget sih, anak IPA tiba-tiba ketika seleksi akademik ternyata soal-soalnya jauh berbeda dengan pelajaran di SMA dahulu. Waktu tes wawancara diselingi dengan tes baca Qur’an, masih inget banget dulu yang tes Bapak Mgs Hendri (Alm), semoga beliau bahagia di Surga-Nya sekarang. Aamiin.

Langsung ke intinya, akhirnya aku Umul Sidikoh lolos Beastudi Penuh S1 di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Pokoknya bersyukur banget, ternyata Allah punya jalan-Nya sendiri biar aku bisa kuliah dan engga gundah gulana. Disaat orang-orang pusing mikirin biaya kuliah yang katanya melangit, aku udah engga pusing mikirin hal itu, yang penting aku bisa kontribusi dan jalanin apa yang ada pada surat perjanjian Beasiswa Penuh S1 tersebut.

Awalnya aku bangga, dengan beasiswa yang aku dapatkan itu. Tapi semenjak masuk ke dunia perkuliahan, kok aku malah malu menerima beasiswa tersebut. Kesannya aku ngerasa berbeda dengan teman-teman lainnya yang bisa biaya kuliah dengan bayaran mereka sendiri. Mulai dari ngumpul-ngumpul, ngerjain tugas, ngobrol asik, dsb. Seperti ada kubu tersendiri dengan mahasiswa regular biasa dan mahasiswa beastudi.

Akhirnya kesan tak nyaman pun terasa, aku ngerasa perbedaan itu mulai muncul. Entah, apa yang melandasi hal itu sehingga timbul kubu-kubu seperti itu. Nah aku malah engga mau ambil pusing perihal hal-hal kaya gitu, jadi mulai di abaikan. Memang niatnya dikampus untuk kuliah, menimba ilmu dan berprestasi. Kenapa harus malu jadi Mahasiwa/i Beastudi? Sedangkan kamu sudah dijamin untuk kuliah tanpa harus memikirkan biaya kuliah yang kini melangit. Seharus kamu-kamu yang mendapatkan kesempatan itu, bersyukur. Karena banyak dari teman-teman kalian, yang kuliah hanya menjadi angan-angan mereka. Dan sekarang, ketika diberikan kesempatan untuk kuliah, maka maksimalkan kesempatan itu.

Di STT ada beberapa jabatan dan organisasi yang udah aku pilih dan laksanakan. Tahun 2015, aku menjabat sebagai staff Departemen Kemuslimahan LDK SENADA STT NF dan merangkap jabatan sebagai Staff Pendidikan & Keilmuan BEM STT NF 2015, aku pernah menjadi salah satu pegurus terbaik periode September-Oktober BEM STT NF 2015. Di tahun 2016, aku dapet amanah menjadi Kepala Komisi (III) Kelembagaan dan Kaderisasi DPM STT NF 2016. Dan di tahun 2017 ini, aku masih melanjutkan amanah di DPM, yaitu Kepala Komisi Kaderisasi Dewan SANUBARI DPM STT NF 2017.

Pada bulan Mei 2015, aku pernah menjadi Volunteer (Sukarelawan) di acara se-Asia yaitu GNOME. Asia Summit 2015. Dan karena acara itu penyelenggaranya dari Komunitas GLiB (GNU/Linux Bogor), aku akhirnya gabung di komunitas itu sampai sekarang.

Dan pada bulan Agustus 2015, aku jadi perwakilan kampus pada acara Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional yang dilaksanakan oleh Kemenristek Dikti tiap dua tahun sekali. Aku mewakili kampus pada cabang lomba Tilawatil Qur’an, dan masa karantina 8 hari di Makara Universitas Indonesia selama pelaksanaan lomba berlangsung.

Dan diakhir 2015, tepatnya pada bulan November. Aku mendapatkan tugas sebagai Ketua Pelaksana acara Seminar Teknologi, dimana pada acara tersebut mampu menghadirkan perwakilan dari Kominfo yaitu Pak Bambang (biasa di sapa dengan Pak Ibenk) dan StartUp E-fishery.

Pada bulan Oktober 2016, aku menjadi salah satu pembicara di acara Se-Asia yaitu OpenSUSE Asia Summit 2016, yang bertempat di Jogja. Mengangkat judul pada presentasi yang disampaikan yaitu “Women Contribution In Technology Era’s”.

Dan di tahun 2016, aku menjadi salah satu Ambassador Kampus, yaitu Baidu Campus Ambassador Batch 2. Bukan hanya itu, karena kegemaran aku dalam menulis. Pernah menjadi salah satu penulis pada tahun 2016 di Technomuslim.com dan sekarang sedang menjadi penulis paruh waktu pada salah satu dosen di kampus. Dan ketika semester 4, aku pernah menjadi Asistan Dosen Lab pada mata kuliah Basis Data 1.

Pada rilis BlankOn X Tambora, aku sebagai salah satu Tim Dokumentasi pada rilis tersebut. BlankOn apa? Itu salah satu Operating System Opensource karya para pemuda Indonesia.

Di tahun 2017 ini belum ada hal-hal berkesan dan menarik. Sekarang aku lagi sibuk mengerjakan skripsi, karena aku pengen lulus 3,5 tahun. Target aku yaitu umur 20 tahun udah punya gelar S.Kom. Setiap orang punya mimpinya masing-masing, ya salah satu mimpi aku itu. Kalo punya mimpi, yang dibuat target, dilaksanakan, jangan cuma sekedar mimpi dan angan-angan. Dan jangan lupa, do’anya juga diperkuat, karena penentu akhir dari Kuasa-Nya.

Jangan malu, kamu jangan jadi mahasiswa apa adanya. Tapi jadi mahasiswa yang ada apanya ( punya keahlian atau prestasi khusus, karena masa muda tidak bisa diulang kembali). Mahasiswa regular biasa, maupun mahasiswa beastudi, kalian semua sama. Tidak ada perbedaan derajat, terkadang hanya diri kalian yang membuat perbedaan tersebut.

Mulai-lah beraksi, dan jadikan hidup yang berarti..

Read 1957 times Last modified on Monday, 05 June 2017 16:27