%AM, %23 %199 %2017 %03:%Jan

Tren Teknologi Internet of Things (IoT)

Written by Kuati Septiani Mahasiswi STT NF
Rate this item
(1 Vote)

Pernahkah kita mendengar istilah IoT? Mungkin kita pernah mendengarnya dari teman-teman atau dosen kita sebelumnya.

IoT itu kepanjangan dari Internet of Things, yakni sebuah konsep dimana suatu objek memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan Internet.

Dengan teknologi tersebut, setiap barang yang kita miliki nantinya bisa terhubung dengan internet, sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh dengan smartphone atau bahkan dengan hanya menggunakan perintah suara. Pada tahun 2017 ini, diperkirakan akan ada 1,5 miliar perangkat baru yang terhubung dengan internet. Jumlah tersebut bahkan disebut-sebut akan meningkat hingga mencapai dua puluh miliar perangkat di tahun 2020.

Di Indonesia sendiri, telah ada beberapa perusahaan yang mencoba masuk ke bisnis IoT, seperti Dattabot dan Dycode. Selain itu, pemerintah kota seperti Jakarta dan Bandung pun turut serta mengembangkan teknologi IoT, yang mana mereka fokus kepadapemberian dukungan mengenai penerapan konsep Smart City.

internet of think

Sebenarnya kehadiran teknologi IoT sudah diprediksi sejak beberapa tahun lalu. Namun, mengapa sampai saat ini perkembangan teknologi tersebut belum mencapai puncaknya?

Salah satu yang menjadi alasan adalah kehadiran teknologi pendukung belum memadai. Selain itu, beberapa perusahaan masih belum menghadirkan solusi terintegrasi dan masih melakukannya secara terpisah.

Namun, tidak sedikit pula yang merasa gelisah dengan kehadiran teknologi IoT ini, salah satunya adalah seorang pembaca dari suatu blog, kemudian beliau menuliskan kegelisahannya tersebut dikolom komentar seperti berikut, “Hal yang saya takutkan adalah jika teknologi IoT ini dimanfaatkan oleh korporat besar untuk melihat privasi dan mengendalikan kebiasaan kita mengingat semua perangkat terhubung dengan internet, dan kemudian memanfaatkannya untuk kepentingan bisnis mereka.”

Pembaca lain bernama Agus Afif Riyadi, pun turut serta membalas komentar tersebut diatas, “Pertanyaan yang sama terlintas di benak saya. Menurut pendapat saya, hal tersebut bisa saja terjadi. Untuk itu diperlukan regulasi ataupun T&C yang jelas mengenai kebijakan privasi pengguna dari produsen IoT untuk barang-barang yang mereka ciptakan. IoT harus dipandang bukan hanya sebagai ‘barang-barang canggih dari masa depan, tapi juga perlu dipandang sebagai industri yang perlu diberi aturan-aturan tertentu untuk melindungi konsumen.”

Jelas terlihat, bahwasanya kemajuan teknologi yang semakin pesat ini tidak hanya mengundang apresiasi masyarakat, namun tidak sedikit pula yang melihatnya dari segi akibat yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi ini. Untuk itu, manfaatkan dengan sebijak mungkin teknologi yang telah ada dan berkembang saat ini.

Dapatkan Potongan Biaya Kuliah s.d 1,5 Juta di Gel 1 ( s.d 31 januari 2017)
Daftar Sekarang klik http://pmb.nurulfikri.ac.id/

Read 3175 times