%AM, %03 %195 %2017 %03:%Apr

Membuat Jaringan WI-FI Lebih Aman

Written by Vindy Mahasiswa STTNF
Rate this item
(0 votes)

Wireless adalah jaringan yang tanpa menggunakan kabel dan membuat kita mejadi mudah tanpa harus menggunakan kabel lagi untuk menggunakan internet yang ada dirumah, dikator, maupun sekolah dan tempat-tempat lain. Akan tetapi Jaringan Wireless ini sangat rentan terkena serangan (hacking) bila kita tidak tahu, WI-FI kita bisa diakses orang lain bahkan data kita juga bisa diakses.

Saya akan membagi beberapa cara setting jaringan metode ini agar Jaringan WI-FI Anda lebih aman :
1. Setting pada pengaturan router Anda
Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan :
• Pertama-tama akses pengaturan router nirkabel Wi-fi Anda, umumnya untuk melakukan hal ini caranya dengan mengetikkan "192.168.1.1" / "tplinkwifi.net" ke browser web Anda (apabila menggunakan perangkat dari TP-Link), setelah itu Anda masukkan nama pengguna dan password router dengan benar. Tentu ini akan berbeda untuk setiap router, sehingga periksa dulu manual router Anda.
• Lalu buat password yang sulit ditebak pada router Anda. Dimana setelah login ke router, Anda hanya perlu mengubah password bawaan router itu, sehingga ini mencegah orang lain untuk mengakses router milik Anda. Anda bisa ubah password dari pengaturan Administrasi di bagian pengaturan router.
• Ubahlah nama SSID Jaringan. SSID yaitu nama jaringan Wi-Fi dari Wireless Router, yang biasanya menggunakan nama perangkat. Mengubah nama SSID jaringan ini menjadi ide bagus.
• Aktifkan Enkripsi Jaringan, tujuannya agar mencegah perangkat lain menggunakan koneksi internet Anda, dengan cara mengenkripsi sinyal nirkabel Anda. Terdapat beberapa metode enkripsi seperti WEP, WPA, dan WPA2. Adapun enkripsi paling aman yaitu WPA2.
• Lakukan filter alamat MAC, dimana pada setiap perangkat komputer dan gadget memiliki MAC address (alamat MAC) yang unik. Sehingga perangkat yang tidak didaftarkan, maka tidak bisa tersambung dengan router internet milik Anda.


2. Penggunaan Enkripsi
Enkripsi juga memiliki peran penting dalam keamanan, tetapi banyak wireless access points (AP) yang tidak mengaktifkan enkripsi secara default. Walaupun banyak wireless access points (AP) memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan.

WEP memang tidak terlalu dapat diandalkan 100%, karena pengguna yang telah mengetahui serba-serbi trik Wi-fi masih bisa membukanya, tetapi tentu masih lebih baik dibandingkan jika tidak ada enkripsi sama sekali.

Aktifkan metode WEP authentication dengan shared key (jika pengaturannya menggunakan opsi open system maka ubah ke shared key). Dimana pada open system, access points (AP) tidak melakukan enkripsi data, tetapi hanya otentifikasi client. Anda bisa memilih WEP key dan pakai 128-bit WEP, tetapi jangan menggunakan 40-bit.

 

3. Gunakan Enkripsi Kuat
Apabila Anda kurang puas dengan WEP, Anda bisa memakai Wifi Protected Access (WPA), syarat menggunakannya yaitu Access Point (AP) harus mendukungnya, dan client juga “wajib” support WPA itu. Dimana sekarang ini hampir semua Access Point maupun client (user) telah support WPA.

 

4. Ganti Password Administrator yang standar / default
Dimana umumnya para pembuat yaitu pabrik, menggunakan password administrasi yang hampir sama untuk semua produknya, dimana default password ini umumnya dapat dengan mudah diketahui oleh hacker, sehingga ini sangat berbahaya. Untuk itu, Anda perlu konfigurasi AP, melakukan penggantian password default. Anda perlu membuat password yang unik dan sulit ditebak, tetapi juga jangan sampai lupa passwordnya karena nanti malah repot.

 

5. Matikan saja SSID Broadcasting
SSID atau Service Set Identifier yaitu nama dari wireless network milik Anda, dimana pada pengaturan secara default, SSID akan ditampilkan, maka hal ini membuat orang lain dapat dengan mudah menemukan network (jaringan Wi-fi) Anda. Karena SSID akan tampil dengan nama pada daftar pencarian Wi-fi mereka. Nah, apabila nama SSID dimatikan, maka orang lain akan kesulitan untuk menemukan jaringan Wi-fi Anda, sehingga mereka kesulitan untuk membobolnya.

 

6. Memakai MAC (Media Access Control ) Filtering.
Anda bisa membuat daftar putih, maksudnya Anda dapat membuat daftar untuk perangkat yang diperbolehkan untuk mengakses wireless network milik Anda dengan berdasarkan dari Media Access Control (MAC) ataupun alamat fisik di masing-masing perangkat. Sehingga nantinya koneksi yang tidak ada dalam daftar tersebut akan secara otomatis ditolak, sehingga mereka tidak dapat masuk.

Itulah beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan jaringan kita . Semoga bermanfaat.

Read 2986 times