%AM, %27 %395 %2017 %08:%Sep

Efek dari Terlalu Sering Bermain “Game” pada Anak

Written by Muhamad Habib Mahasiswa STTNF
Rate this item
(0 votes)

Dari kemajuan teknologi ini, ada dua dampak yang dirasakan. Dampak pertama yaitu dampak positif, contohya kemudahan akses informasi dan komunikasi. Dampak kedua yaitu dampak negatif, contohnya kebebasan dalam menggunakan teknologi.

Game memang dibuat dan dikembangkan sebagai salah satu sarana hiburan ketika sedang merasa bosan. Namun disisi lain game bisa menjadi sesuatu yang menimbulkan kecanduan yang tinggi bagi para pemainnya. Anak-anak sangat rentan terhadap dampak candu tersebut, salah satunya disebabkan mereka yang lebih banyak memiliki waktu senggang. Berikut efek yang akan terjadi jika anak terlalu sering bermain game, diantaranya :

 

1. Perubahan sikap dan perilaku

Terlalu sering bermain game akan berdampak pada psikologis seorang anak. Dengan bermain game, emosi dari pemainnya terkadang tidak bisa terkontrol secara baik dan terlihat lebih agresif yang disebabkan dari mereka yang mengikuti alur dan pola permainan yang sedang dimainkannya. Jika game yang dimainkannya berkonotasi negatif, maka emosi yang keluar akan negatif juga dan begitu juga sebaliknya.

 

2. Gangguan kesehatan

Bermain game tanpa pengawasan bisa berdampak bagi kesehatan. Misalnya saja anak rentan mengalami sakit kepala, nyeri leher, susah tidur, hingga gangguan penglihatan.

 

3. Gangguan motorik

Bermain game dengan intesitas waktu yang cukup lama dapat menyebabkan dampak gangguan pada motorik anak. Saat bermain game si anak akan duduk diam dalam waktu yang cukup lama, sehingga kemampuan motoriknya kurang terlatih dan beresiko mengganggu kinerja dari sistem tersebut.

 

4. Obesitas

Obesitas atau kelebihan bobot berat badan, hal ini bisa terjadi dikarenakan anak hanya duduk ditempat tanpa melakukan berbagai macam aktivitas yang membakar lemak. Sehingga kekuatan dan perkembangan tubuh menjadi terhambat dan rentan terserang obesitas.

 

5. Terbengkalainya kegiatan di dunia nyata

Terlalu asik bermain game kerap membuat pemain lebih menyampingkan kegiatan lainnya. Karena merasa dunianya sudah ada di dalam game tersebut.

 

6. Berbicara kasar

Pemain game kerap kali mengekspresikan kekalahannya dalam game yang sedang dimainkannya dengan mengeluarkan kata-kata kasar.

 

7. Mendorong melakukan hal-hal negatif

Berusaha mencuri Id pemain lain dengan berbagai cara, kemudian mengambil uang atau melucuti perlengkapan mahal yang ada didalamnya. Kegiatan mencuri Id ini akan berlanjut pada pencurian akun lain, seperti facebook, email dengan menggunakan keylogger, dan software cracking dan lainnya. Bentuk pencurian ini tidak hanya sebatas pada id dan password, tetapi juga bisa menimbulkan pencurian uang secara langsung. Contohnya menyalahgunakan uang SPP sekolah untuk membeli item-item yang terdapat pada game.

 

- Semoga Bermanfaat-

 

Editor: Hbb/Uml



 

 

 

Read 2879 times Last modified on %AM, %28 %205 %2017 %03:%Sep