%AM, %07 %312 %2018 %06:%Feb

Indonesia Jadi Ujung Tombak Pengembangan Digital di Asean

Written by Habib Mahasiswa STTNF
Rate this item
(0 votes)

Pada 30 Januari 2018, Indonesia kedatangan tamu yaitu, Houlin Zhou dari Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU) untuk kepentingan kunjugan kerja, pertemuan ini berlangsung di Kementrian Komunikasi dan Informatika yang disertai General Lecture untuk melihat Stakeholders bidang TIK di Tanah Air. Houlin Zhou mengungkaplan bahwa dalam beberapa tahun ini TIK memiliki dampak yang besar terhadap kesejateraan sosial. Beliau juga melihat bahwa Indonesia terdapat upaya untuk memperluas aksesibilitas informasi, yakni dengan proyek seperti Palapa Ring dan lain-lain.

Beliau menilai bahwa Indonesia telah berhasil membangun jaringan teknologi informasi melalui proyek Palapa Ring serta satelit yang bisa menghubungkan atarpulau. "Indonesia memiliki prestasi yang luar biasa. Ini adalah pengetahuan yang baik yang perlu kita dapatkan," ungkap Houlin Zhou. Beliau juga mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan Indonesia untuk lebih aktif dalam Forum Internasional agar Indonesia dapat berkontribusi dalam diskusi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

 

Palapa

 

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan bahwa Indonesia bisa menjadi ujung tombak pengembangan digital. "Indonesia ini akan menjadi (spare head) ujung tombak pengembangan digital di Asean itu yang pertama. Kedua, jangan lupa kita punya 4 unicorn dari 7 unicorn di Asean, dan 1 unicorn yang non-Indonesia itu marketnya ada di Indonesia. Jadi mereka melihat ini akan terus tumbuh," ungkap RudiantaraLanjut lagi beliau mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbesar di dunia hal ini menuntut aksesibilitas yang tinggi untuk bisa saling terhubung. "Kita negara kepulauan paling besar di dunia. Jadi dengan memastikan bahwa aksesibilitas untuk broadband itu dari program Palapa Ring dan satelit, yang high througput satellite itu solusi buat negara seperti kita," lanjut RudiantaraKeberhasilan Indonesia yang telah membangun TIK di tanah air membuatnya dilirik oleh mata global "Ini sebenarnya yang ingin dicontek oleh ITU kepada negara lain ialah affirmative policy, kebijakan keberpihakan pemerintah melalui USO yang tidak hadir di negara lain, tapi di Indonesia ini kelihatan sekali," tuturnya. 

Dikatakan bahwa terdapat 3,5 Milyar penduduk di seluruh dunia yang belum tersentuh aksebilitas atau pemanfaatan TIK, sehingga Indonesia bisa menjadi sebuah contoh melalui USO terkait penyelesaian masalah aksesibilitas tersebut. "Menurut mereka ini unik Indonesia, ini bisa di-adopt. Ini bergantung pada affirmative policy," tambah Rudiantara. Semoga bermanfaat

Source : https://techno.okezone.com/read/2018/01/30/54/1852170/menkominfo-indonesia-jadi-ujung-tombak-pengembangan-digital-di-asean

Read 1745 times