Print this page
%PM, %28 %695 %2018 %15:%Apr

Khusus untuk Junior Developer - Bagaimana Memulai Karirmu

Written by Tika Ayati Mahasiswi STT-NF
Rate this item
(0 votes)

Banyak lulusan dan spesialis muda memutuskan untuk bergabung dengan komunitas IT dan menjadi Junior Developer. Ada banyak alasan untuk contoh itu seperti pertumbuhan gaji, kondisi kerja yang baik, perjalanan bisnis, pelatihan dan sertifikasi gratis, dll.

Jadi, jika Anda baru memulai karir TI, maka Anda mungkin memerlukan beberapa tip tentang cara memulai jalur Anda dan arah mana yang harus ditentukan. Berikut adalah beberapa tips yang membantu Anda menjadi seorang Junior Developer.

Tip 1: Temukan dan tentukan tempat kerja.

Lebih baik memilih pekerjaan pertama Anda di sebuah perusahaan IT dengan kantor yang dioperasikan dengan baik, daripada sebuah proyek startup yang menyewakan beberapa tempat berbagi dengan orang lain. Saat bekerja di kantor, Anda dapat belajar banyak. Sebagian besar kolega Anda akan senang membantu Anda dan membagikan beberapa tips kehidupan profesional. Juga, sebagian besar perusahaan IT memiliki pusat pelatihan untuk karyawan mereka, dan menyediakan kursus bahasa gratis. Pengalaman, yang bisa Anda dapatkan di kantor, bisa tak ternilai harganya.

Tip 2: Membiasakan Ngoding setiap saat ketika memiliki waktu luang.

Jangan membatasi diri anda dengan kerangka proyek yang sedang Anda kerjakan. Pelajari beberapa teknologi baru, bahasa pemrograman baru, framework baru. Cobalah sesuatu yang baru di proyek open source, baca berita dan artikel teknologi. Proses eksplorasi tentang bagaimana solusi yang berbeda diterapkan, akan menunjukkan kepada Anda praktik terbaik yang ada dalam arsitektur TI dan pengembangan perangkat lunak.

Tip 3: Pelajari pola pemrograman.

Pola pemrograman adalah solusi umum yang dapat digunakan kembali untuk masalah yang sering terjadi dalam pengembangan perangkat lunak yang dibuktikan oleh banyak pengembang. Pola dapat membantu Anda tidak hanya untuk memecahkan masalah tertentu secara efektif, tetapi juga untuk memahami solusi apa yang ada, ke arah mana Anda harus bergerak dalam menangani  sebuah tugas lain. Anda akan dapat menemukan beberapa jawaban atas pertanyaan yang mengkhawatirkan Anda.

Tip 4: Pelajari kode.

Lebih baik belajar kode dari semua library, tidak hanya dari dokumentasinya. Kode itu sendiri dapat menjelaskan dengan lebih baik bagaimana fungsi bekerja, bagaimana ia beroperasi dengan berbagai jenis data. Penting untuk sepenuhnya memahami apa yang Anda kerjakan termasuk detail terkecil. Jangan frustrasi, semua dokumentasi ditulis oleh orang-orang, jadi terkadang logika dokumentasi mungkin tidak mudah dipahami.

Tip 5: Baca artikel secara rekursif.

Buka artikel pertama tentang topik yang Anda minati dan baca. Setelah Anda melihat kata atau definisi yang tidak dikenal, googling artikel lain yang menjelaskan kata atau definisi tidak dikenal ini, dan letakkan artikel pertama di bookmark. Ketika di artikel kedua Anda melihat sesuatu yang tidak dikenal, letakkan di bookmark yang sama dan googling untuk artikel selanjutnya dan seterusnya. Setelah beberapa waktu, ketika Anda membaca banyak artikel, Anda akan kembali ke bookmark dan membacanya dengan pemahaman penuh tentang topik tersebut.

Sumber:
Softtheme

Read 1020 times Last modified on %PM, %24 %796 %2018 %18:%Mei

Related items