%AM, %18 %107 %2019 %01:%Jan

Mengenal Sosok Travis Kalanick Sebagai CEO dan Pendiri Uber

Written by Aufa Bilah Putra Jazama
Rate this item
(0 votes)

Uber memang tidak pernah terdengar lagi di Indonesia pasca kalah bersaing dengan Grab dan Gojek. Tapi dibalik kegagalan Uber, ada hal menarik yang bisa kita pelajari tentang perjalanan hidup dari sosok sang pendiri. Travis Cordell Kalanick mungkin sebuah nama yang terasa sangat asing di telinga kita, namun jika terdengar kata Uber, siapa yang tidak mengenalnya? Ya, beliau adalah CEO sekaligus pendiri Uber yang kerap disapa Kalanick. Beliau lahir pada 6 Agustus 1976 di Los Angeles, California. Beliau merupakan seorang entrepreneur internet di Amerika. Selain Uber, beliau pun pernah mendirikan beberapa startup yang sukses di masanya.

Berbicara soal perjalanan bisnis, naluri bisnis Kalanick memang berawal sejak ia masih duduk sebagai mahasiswa di University of California, Los Angeles (UCLA).  Setelah lulus kuliah beliau mulai mendirikan perusahaan internet, mulai dari Scour (1998) hingga Uber (2009) yang saat ini kita gunakan sehari-hari sebagai transportasi online. Kisah Kalanick dalam memperjuangkan startup tentu tak sampai disitu saja, masih banyak sepak terjang Kalanick dalam berbisnis yang perlu kita ulik, dan berikut adalah ulasannya :


Scour
Pada tahun 1998, Travis Kalanick bersama dengan beberapa temannya dan Rodrigues, keluar dari universitas UCLA, dan mendirikan Scour, Inc. Scour adalah mesin pencari multimedia dan layanan peer to peer untuk berbagi file. Pada tahun 2000, perusahaan The Motion Picture Association of America, the Recording Industry Association of America (RIAA) dan The National Music Publishers Association (NMPA) mengajukan tuntutan hukum kepada Scour. Tuntutan tersebut berkaitan dengan pelanggaran hak cipta karya seni pada September 2000, hingga akhirnya Scour mengajukan bankrupt sebagai jalan untuk melindungi diri dari tuntutan hukum.


Red Swoosh
Pada tahun 2001, Travis Kalanick bersama tim Scour memulai perusahaan baru bernama Red Swoosh. Masih mengusung tema yang sama, Red Swoosh adalah perusahaan peer-to-peer file sharing. Red Swoosh mampu mengefisiensikan bandwidth untuk melakukan transfer file-file berukuran besar. Pada tahun 2007, Akamai Technologies mengakuisisi Red Swoosh dengan harga $19 juta.


Uber
Uber didirikan oleh Garrett Camp (pendiri StumbleUpon) dan Travis Kalanick pada tahun 2009. Perusahaan ini pertama kali mendapat pendanaan seed sebesar $200.000. Pada tahun yang sama Uber mendapat pendanaan tambahan sebesar $1,25 juta. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan aplikasi Uber dan merilis versi beta pada tahun 2010. Pada tahun 2011 layanan mobile Uber resmi dirilis di San Francisco. Pada awalnya CEO Uber diduduki oleh Ryan Graves, dan  pada tahun yang sama Kalanick menggantikan perannya. Graves berpindah posisi menjadi COO atau direktur operasional. Pada akhir tahun 2011, Uber mendapat pendanaan tambahan lagi sebesar $44,5 juta dan merubah nama UberCab menjadi Uber.
Dari kisah perjalanan berbisnis Kalanick tersebut, banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil, terutama sikap pantang menyerah. Selain itu, Kalanick sebagai seorang pengusaha juga memiliki pandangan jauh ke depan.

 

Sumber :
Finansialku
CNN Indonesia

Read 616 times Last modified on %AM, %18 %117 %2019 %01:%Jan