Print this page
%PM, %11 %880 %2019 %20:%Apr

Tips Penting Untuk Menjadi Full Stack Developer

Written by Rizky Hidayat
Rate this item
(1 Vote)

Full Stack Developer masih terus menjadi impian bagi banyak orang. Banyak tawaran pekerjaan yang dengan jumlah nominal yang cukup lumayan yang sebagai salah satu faktor tersebut. Karena hal ini banyak lembaga khursus Developer atau sejenisnya memanfaatkan hal ini untuk mewujudkan Full Stack Developer dalam waktu singkat dan berkompeten.

Dengan itu kita harus mengetahui yang dimaksudkan dengan Full Stack, Full stack adalah sebutan bagi mereka yang membangun web dari frontend hingga backend. Full Stack Developer tidak hanya soal kemampuan memprogram bagian depan dan belakang dari sebuah aplikasi saja, tapi juga terkait berbagai disiplin ilmu yang menunjang pembangunan tersebut. Managemen Server, Database, API, Websocket, dan perangkat lain yang menjadi pondasi aplikasi, serta disiplin ilmu lainnya seperti User Interface (UI), user Experience (UX), hingga metodologi dan kerangka kerja pengembangan sebuah aplikasi, juga harus dapat dikuasai. Sekarang, untuk mempelajari frontend atau backend saja sudah cukup rumit dan memakan waktu. Artikel ini akan memberika tips bagi para developer untuk meningkatkan kapasitasnya menjadi Full Stack Developer, berikut tips yang penting harus kita ketahui.

Tips penting bagi Developer untuk menjadi Full Stack Developer:

1. Mulai dengan bahasa pemrograman
Jika kamu ingin berkarier dalam ranah Full Stack Development, kamu harus terampil dalam berbagai bahasa pemrograman. Memang benar bahwa logika dan algoritma adalah hal yang paling penting, tetapi untuk menjadi Full Stack Developer, kamu harus kompeten dalam penataan, perancangan, implementasi, dan pengujian proyek berdasarkan bahasa pemrograman tunggal atau ganda. Misalnya, jika kamu menggunakan JAVA, maka kamu perlu menjadi efisien dalam desain dan pemrograman berorientasi objek, pola desain, komponen berbasis J2EE dan sebagainya.

2. Pelajari manajemen kode dan kontrol versi
Ketika kamu mengerjakan proyek yang lengkap, mengelola kode-mu adalah menjadi hal yang paling penting, tahu bagaimana cara berbagi file secara efisien dengan anggota tim dan memastikan cara yang sempurna untuk kontrol versi.

Jika kamu sedang menuju ranah Full Stack Development, pelajari Git dan mulai gunakan Github. Git adalah perangkat lunak yang memungkinkan-mu untuk melakukan kontrol versi, melacak semua perubahan berbeda pada file kode dan yang telah melakukannya. Ini juga memungkinkan-mu berbagi dan bertukar kode dengan pengembang lain dengan mudah.

Git digunakan oleh banyak perusahaan perangkat lunak besar dan bisa menjadi keuntungan ketika kamu menghadiri wawancara kerja. Misalkan, perubahan terbaru dalam file kode menyebabkan kegagalan aplikasi. Dalam hal ini, kamu dapat menggunakan Git untuk mengembalikan perubahan tanpa kerumitan lebih lanjut.

3. Gunakan Framework dan Libraries Pihak Ketiga
Framework yang baik menyediakan fungsi dan objek yang didefinisikan atau tidak ditentukan yang dapat ditimpa oleh pemrogram dan mengembangkan aplikasi mereka. Di sisi lain, library menyediakan fungsi, metode, dll yang dapat kamu panggil melalui kode-mu untuk mengimplementasikan fungsionalitas tertentu. Jika kamu ingin menjadi seorang Full Stack Developer, memulai setiap proyek dari awal bukanlah ide terbaik. Kamu harus terus belajar framework yang berbeda dan menggunakan libraries pihak ketiga untuk meningkatkan keterampilan-mu. Misalnya, Spring, Hibernate, Python, Django, dll.

4. Keterampilan Desain UI dan UX
User Experience (UX) terutama tergantung pada User interface (UI), dan seberapa baik kamu telah menggunakan teknologi front-end. Keberhasilan produk apa pun juga tergantung pada UI dan UX-nya. Saya telah membaca banyak artikel tentang Full Stack Development, tetapi hanya sedikit dari mereka yang berbicara tentang keterampilan mendesain.

Kamu juga harus memahami prinsip dan keterampilan desain prototipe dasar, desain UI dan UX. Sementara menguasai beberapa bahasa front-end seperti HTML5, CSS3, dan kemampuan untuk bekerja dengan libraries pihak ketiga yang populer seperti JQuery, AngularJS, dll adalah selalu dibutuhkan.

5. Belajar Basis Data
Menangani banyak basis data tanpa gangguan atau masalah apa pun adalah salah satu keahlian terbesar Full Stack Developer. Saat ini, ada opsi database yang cukup tersedia seperti MySQL, MongoDB, Redis, Oracle, dll.

Jika kamu membuat aplikasi web atau layanan online apa pun, MongoDB adalah pilihan yang sempurna. Tetapi untuk proyek yang lebih besar, MySQL dan Oracle adalah pilihan yang lebih disukai. Kamu harus tahu cara mengelola banyak basis data, berinteraksi dengan mereka, mengambil data, dll. Terakhir, untuk meningkatkan kinerja basis data-mu melalui dukungan caching, Redis dapat digunakan.

 

Sumber Artikel:

https://www.codepolitan.com/menjadi-full-stack-developer-dalam-12-minggu-mungkinkah-58ddf70c49290

https://medium.com/level-up-web/developer-roadmaps-all-in-one-place-75c0402db0e0

https://teknologi.id/insight/tips-untuk-menjadi-full-stack-developer/

Read 321 times Last modified on %PM, %24 %832 %2019 %18:%Apr

Related items