%AM, %28 %516 %2019 %11:%Jun

Apa yang dimaksud dengan NLP (Neuro-Linguistic Programming)?

Written by Rizky Hidayat
Rate this item
(1 Vote)

NLP atau Neuro-Linguistic Programming adalah teknologi yang mempelajari struktur internal seseorang dan bagaimana struktur tersebut bisa didesain untuk tujuan yang bermanfaat bagi orang tersebut. Dalam NLP, setiap perilaku mempunyai struktur internal yang mendukungnya.

Penemuan NLP dimulai ketika Dr. Richard Bandler, seorang ahli Matematika/ Computer Programming dan Prof. John Grinder seorang Profesor Bahasa/Linguistic bertemu di University of California Santa Cruz sekitar pertengahan tahun 1970. Mereka tertarik mempelajari keahlian sejumlah pakar (ahli) dan terapis (penyembuh) yang sangat sukses di bidangnya. Metode yang dipergunakan untuk mempelajari keahlian ini disebut sebagai modelling (ilmu memodel). Tokoh-tokoh awal yang dimodel adalah : Fritz Perls (Gestalt Psychotherapist), Virginia Satir (Psikolog, Family Therapist), Gregory Bateson (Anthropologist, Cybernetics) dan Milton Erickson, MD (Dokter Medis, Hypnotherapist). Setelah bertahun-tahun memodel, mereka berdua berhasil mengembangkan seperangkat teknik mental yang yang sangat berguna dalam dunia terapi.

Inti dari NLP adalah pemahaman tentang bagaimana individu dapat melakukan seluruh aktivitasnya seoptimal mungkin, dengan mempelajari model manusia prima (human excellence model). NLP mengidentifikasi dan menentukan proses dan pola pikir dari setiap orang yang beprprestasi terbaik di bidangnya (top performer) untuk menemukan perbedaan kompetensinya (competency gap) dengan orang rata-rata secara umum.

Berdasarkan penulisan namanya, maka NLP dapat diuraikan menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Neuro merujuk pada proses neurologis dari melihat, mendengar, merasakan, mencium dan mengecap, yang kemudian membentuk sebuah pengalaman tertentu.

2. Liguistic merujuk pada cara kita menggunakan bahasa untuk merepresentasikan, mengorganisasikan pengalaman dan mengkomunikasikannya dengan orang lain.

3. Programming merujuk pada strategi dan teknik yang digunakan untuk mengorganisasikan proses internal yang pada akhirnya akan membawa kepada pencapaian hasil akhir.

Berdasarkan bagan proses di atas dapat dijelaskan bahwa setiap orang dapat mengelola keadaan pikiran/perasaan (RI = Realitas Internal) yang ada di dalam dirinya terlepas dari apapun kejadian yang ada di sekitarnya (RE = Realitas Eksternal). Contoh penerapannya yang sangat sederhana adalah bagaimana seorang karyawan tetap memiliki semangat kerja yang tinggi walaupun banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Contoh lainnya seorang yang senantiasa bersukacita walaupun ada banyak hal yang terjadi di sekitarnya yang tidak sesuai dengan harapannya.

Pada tingkatan yang lebih tinggi seseorang praktisi NLP selain dapat mengelola pikiran/perasaannya sendiri juga dapat membantu mengelola pikiran/perasaan orang-orang di sekitarnya. Contohnya adalah seperti yang dilakukan oleh:

• Para pemimpin dalam memotivasi bawahannya agar bersemangat dalam bekerja,

• Pebisnis/pemasar/penjual yang dapat memotivasi pelanggan/prospeknya untuk membeli produk yang dipasarkannya,

• Orang tua yang dapat memotivasi anaknya untuk belajar dengan giat, dan lain-lain

Sumber Artikel:

https://www.linkedin.com/pulse/apa-manfaat-neuro-linguistic-programming-nlp-benefit/

http://www.nlpindonesia.com/about_nlp

Read 202 times Last modified on %AM, %07 %163 %2019 %02:%Agu