Kisah dan Curhat

Kisah dan Curhat (111)

Saya Wahyu Caesar Ramadhan mahasiswa SI (Sistem Informasi) 2015. Pada kesempatan kali ini saya ingin bercerita sedikit pengalaman selama kuliah di STT Terpadu Nurul Fikri. Awalnya saya tidak menyangka bisa lulus di jalur beasiswa mengingat pada saat pendaftaran saya mengalami banyak hambatan. Tetapi kalau yang namanya rezeki, Alhamdulillah tidak akan kemana. Saya berasal dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kalau boleh jujur pergaulan saya disana bisa dikatakan hampir masuk ke dalam kategori pergaulan bebas. Sering pulang tengah malam bahkan keluar jam 12-3 dini hari. Tidak ada batasan antara saya dan teman – teman wanita karena pada saat itu mungkin masih berpikiran liberal istilahnya.

Pada saat pertama kali ke Jakarta, sekitar pukul 08.00 pm saya sampai di STT Terpadu Nurul Fikri. Ketika itu saya disambut oleh Kak Natsir mahasiswa TI 2012 ( Ketua LDK Senada 2016 ) dan Kak Perdi mahasiswa TI 2012 ( Ketua Bem 2016 ), yang membuat saya tersentuh begitu tiba di lobby mereka bertanya “sudah sholat belum ? Kalau belum ayo kita berjama’ah.” Kenapa pertanyaan itu membuat saya tersentuh, karena biasanya kalau sesama laki – laki lain biasanya ngajak nongkrong ke suatu tempat. Dari malam itu saya berpikir sepertinya lingkungan STT Terpadu Nurul Fikri adalah lingkungan yang benar – benar positif.

Setelah beberapa hari kemudian, semua anak yang lulus jalur beastudi dikumpulkan untuk persiapan ORMIK (Orientasi Akademik). Pada pertemuan itu, kami diberitahu apa saja yang harus dipersiapkan ketika ORMIK berlangsung. Dari serangkaian poin yang harus disiapkan yang masih teringat dalam benak saya hingga sekarang yaitu disuruh membawa al ma’tsuraat. Saya bingung Al ma’tsuraat itu apa dan mungkin jika saya tidak kuliah di STT Terpadu Nurul Fikri, sampai saat ini mungkin saya belum tahu apa itu al Ma’tsuraat bahkan mendengarnya saja saya belum pernah. Tapi Alhamdulillah melalui program Asrama STT Terpadu Nurul Fikri saya bisa hafal hampir keseluruhan Al Ma’tsuraat yang berjumlah kurang lebih 83 halaman. Bentuknya mungil, tapi manfaatnya InsyaAllah luar biasa.

Kesimpulan dari curhatan singkat saya selama berada di lingkungan STT Terpadu Nurul Fikri, banyak sekali perubahan yang saya alami. Dalam hal ini pengetahuan agama, padahal di kampus belajarnya tentang teknologi. Kalau dipikir – pikir ibadah saya juga meningkat tidak seperti dahulu sebelum masuk ke STT Terpadu Nurul Fikri.

Bagi Civitas STT NF, pasti tahu istilah 6S.

 

Apa itu 6S?

 

Ya, 6S merupakan singkatan dari senyum, salam, sapa, sopan, santun, dan semangat. Senyum bila berpapasan dengan rekannya, memberikan salam dan menyapa ketika bertemu dengan saudaranya, sopan dan santun kepada orang yang lebih tua, serta semangat dalam berkarya.

 

Etika-etika dari 6S tersebut tentu memiliki penafsiran sendiri dari masing-masing individu. Namun, maksud serta tujuannya tetaplah sama. Jika bisa digambarkan, mungkin etika-etika ini sangat melekat pada diri pak Asep.

 

Pria bernama lengkap Asep Kusworo, adalah salah satu satpam STT NF yang cukup akrab dengan mahasiswa. Bagaimana tidak, sosoknya yang humoris selalu menyambut kedatangan mahasiswa dengan senyum serta sapaan dan candaannya yang khas.

 

Meskipun tanpa memberi kata-kata petuah, Pak Asep ini telah memberikan contoh yang baik untuk orang-orang disekitarnya.

 

“Saya bersyukur berada di lingkungan yang baik seperti sekarang ini, dimana lingkungannya yang islami membuat saya nyaman dalam melakukan aktifitas sehari-hari.” ujar pak Asep saat dimintai pendapat terkait lingkungan STT NF.

 

Mengingat Pak Asep telah bekerja di instansi ini sejak tahun 2006, tentu beliau mengetahui banyak hal tentang keseharian di STT NF. Lalu, ketika kami bertanya tentang pendapatnya terkait civitas kampus, beliau mengatakan bahwa mahasiswa, dosen serta staff disini ramah dan menjaga kekeluargaan.

 

Sebelum kami mengakhiri wawancara tesebut, Pak Asep sempat menceritakan banyak hal tentang pengalamannya selama di STT NF. Beliau juga berkata akan merindukan saat-saat seperti ini, yaitu saat dimana bisa saling sapa dengan civitas kampus, karena delapan bulan yang akan datang ia akan purna bakti.

 

Disela-sela obrolan ini, beliau juga memberikan pesan kepada mahasiswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menggunakan waktu muda dengan berkarya dan selalu semangat.

 

Editor: Sep/Umul

Alfian Rahmatulloh atau biasa disapa Alfian merupakan salah satu mahasiswa di STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Teknik Informatika semester 5. Alfian Berdarah suku jawa, lahir di Lamongan pada tanggal 12 September 1997. Alfian menceritakan kisah mengapa bisa mengenal dan menjadi keluarga di STT Terpadu Nurul Fikri dalam menempuh pendidikan. Semua itu bermula disaat seorang dosen yaitu Pak Henry Mgs (Almarhum ) yang memberikan rekomendasi STT Terpadu Nurul Fikri sebagai tempat kuliah yang tidak hanya bagus dalam teknologi namun juga memiliki visi character building campus, melalui Dosen tersebut alfian tertarik dan mendaftar di STT Terpadu Nurul Fikri hingga akhirnya melanjutkan jenjang pendidikan di STT Terpadu Nurul Fikri.

Mendapatkan pengalaman dan teman baru merupakan hal berkesan yang didapatkan selama berkuliah di STT NF sendiri. Pengalamannya bertambah ketika mengikuti organiasasi di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sehingga membuat dirinya dapat mengerti dan memahami bagaimana karakter teman – temannya, membangun dan menyelesaikan tugas dan acara, mengambil keputusan, dan melatih kepemimpinan.

Tidak hanya aktif di BEM STT-NF, Alfian juga seorang aktifis IT Club Desain Mudeng dan Editing Video STT-NF. Sosok Alfian sendiri merupakan mahasiswa yang pantang menyerah dalam membangun dan melakukan suatu kegiatan, dan memiliki keinginan kuat untuk mencapai perubahan yang diterapkanya. Melalui IT Club sendiri Alfian telah menciptakan berbagai pelatihan yang cukup sangat bermanfaat bagi banyak orang, adanya IT Club Design di kampus, membuat mahasiswa merasa terbantu dengan pelatihan yang sudah diselenggarakannya.

Saat ini, kesibukan Alfian menjadi Programmer di Startup Daeng. Daeng merupakan Stratup baru yang masih terus berkembang dan bergerak pada bidang teknologi. Alfian memiliki kemampuan Programming dengan mengikuti berbagai pelatihan mulai dari junior web developer yang diadakan di bpptik, android kejar selama 3 kali, dan web standar yang diadakan di STT NF. Menurutnya pelatihan tersebut menjadikan dirinya telah cukup handal dan profesioanal dalam menerima berbagai job seperti mengajar, membuat video bahkan membuat aplikasi yang sangat cukup sulit dalam pengerjaannya.

Alfian pernah mengikuti Perlombaan Google Firabase Hackaton. Firebase adalah Teknologi Google yang digunakan untuk mengupdate data secara realtime. Alfian mendapatkan kesempatan dan pengalaman yang pengalaman berharga ketika mengikuti kompetisi tersebut, mulai dari mendapatkan fasilitas yang memadai, materi dan wawasan yang berharga, rasa berkompetisi yang tinggi antar tim serta menambah wawasan tentang teknologi Firebase yang langsung dijelaskan oleh pihak Google.

Selasa, 9 Januari 2018 terjadi pesta demokrasi di STTNF yaitu pemilihan Presma-Wapresma BEM STT NF. Ada dua pasangan calon PRESMA-WAPRESMA BEM STT NF 2018. Pasangan Calon No.1 Ahmad Imadudin dan Haya Rasikhah, sedangkan Pasangan Calon No.2 M. Abdul Karim dan Chairin Nasrillah. PEMIRA tahun ini terasa begitu panas, karena dari kedua paslon memiliki kekuatan dan memiliki pengaruh yang cukup baik di STT NF.

 

Apapun hasil PEMIRA itulah yang terbaik” ujar Chairin, pasangan calon nomor 2.

 

Bagi Chai terpilih atau tidaknya pasangan calon nomor 2 itu sudah ditentukan oleh Allah SWT, ia hanya berusaha dalam pencalonan di PEMIRA tahun ini. Kalau nanti pasangan calon nomor 2 terpilih, bagi Chai ia hanya bisa berucap Innallilahi dan Barakallah. Ia akan merasa senang karena sudah dipercaya untuk bisa memimpin di BEM STT NF. Selain itu, ia menganggap bahwa sebagai pemimpin juga menjadi bencana besar baginya karena pemimpin merupakan amanah cukup berat yang harus ia jalani selama setahun ke depan.

 

Jika memang pasangan calon nomor 2 tidak terpilih, mungkin itu yang terbaik untuk BEM STT NF, Mungkin amanah aku bukan sebagai wapresma, mungkin saja ada amanah lain yang memang itulah amanah akuujar Chai. Chai sangat yakin bahwa Allah SWT menitipkan amanah sesuai pundak masing-masing dan ia mungkin harus lebih banyak belajar dari sosok-sosok para pemimpin yang hebat.

 

Bagaimanapun hasilnya nanti, ia tetap akan mengikuti organisasi karena ia memiliki tujuan dalam berorganisasi. Dari organisasi ia ingin lebih banyak mengenal orang dan ingin mengimplementasikan apa yang dipelajari dari mata kuliah Prinsip-Prinsip Manajemen.

 

Tentu saja Chai memiliki harapan untuk BEM STT NF 2018. Ia mengatakan bahwa mungkin umumnya semua pasti ingin BEM STT NF 2018 lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun, Chai memiliki harapan lain, semoga BEM STT NF 2018 ini bisa melakukan apa yang dibutuhkan serta bisa melakukan apa yang sebelumnya belum dilakukan.

 

Editor: Naf/Uml.

%PM, %17 %875 %2017 %20:%Des

Kecintaan Pada Dunia Open Source

Written by

Aufa Billah merupakan salah satu mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri, mahasiswa satu ini merupakan salah satu mahasiswa yang aktif dan cukup multitalent dalam kegiatan kampus. Pria berdarah Aceh kelahiran 18 Desember 1997 ini memiliki sedikit cerita menarik dalam menggapai prestasinya. Salah satu prestasinya mendapatkan beaiswa di STT Terpadu Nurul Fikri. Pria yang akrab disapa Aufa mendapatkan informasi Beasiswa melalui Gurunya di Pesantren di Aceh. Mendengar hal tersebut, Aufa tidak ingin membuang kesempatan dan langsung saja mendaftar beasiswa STT Terpadu Nurul Fikri hingga akhirnya mendapatkan beasiswa tersebut.

Aufa billah masuk di STT Terpadu Nurul Fikri pada tahun 2015 dan mengambil Jurusan Teknik Informatika. Minatnya pada dunia teknologi menjadikan dirinya berambisi untuk masuk pada jurusan Teknik Informatika. Salah satu ketertarikanya ialah mengenai Open Source dan Linux. Sejak SMA dia sudah menggeluti dunia Linux, mulai dari kecintaanya dalam bidang hacking hingga mengantarkanya berkenalan dengan Sistem Operasi GNU/Linux. Setelah cukup yakin dalam penggunaan GNU/Linux, aufa akhirnya benar-benar menggunakan Sistem Operasi GNU/Linux di laptopnya dan tidak lagi menggunakan Windows. Tidak terasa sudah 3 tahun menggunakan GNU/Linux sebagai sistem operasi di Laptop sendiri.

Aufa billah sendiri menceritakan pengalaman pendidikan dan organisasi di STT Terpadu Nurul Fikri. Kampus memberikan mata kuliah yang cukup menarik dan tepat dalam dunia teknologi, selain itu di organisasi juga cukup menarik dan memiliki beragam organisasi dan IT club. Organisasi terdiri dari DPM, BEM, dan Senada, sedangkan untuk IT CLub terdiri dari aBraincode, Mudeng, Japanase Club dll. Bagi Aufa Kampus STT Terpadu Nurul Fikri sangat membantu hobinya dalam menggeluti dunia Open Source. Adanya soft skill di lingukungan kampus juga membuat dirinya memiliki banyak pengalaman.

Aufa berharap kedepannya STT Terpadu Nurul Fikri dapat menerapkan sistem teknologi di semua aspek perkuliahan, karena menurutnya penggunaan Teknologi di STT Terpadu Nurul Fikri belum maksimal dan efektif. Tak lupa pula Aufa berpesan untuk mahasiswa lainya “jangan terlalu berharap apa yang diberikan oleh kampus akan tetapi mahasiswa harus bisa bereksplorasi sendiri untuk mencari hal-hal yang baru”, kalimat tersebut merupakan motivasi untuk seluruh mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri agar terus berusaha dan mengembangkan dirinya dengan ilmu-ilmu yang baru dan jangan menunggu ilmu hanya dari bangku perkuliahan saja.

Ade Trisna Wardah, ia merupakan salah satu mahasiswa semester 3 di STT Nurul Fikri. Sudah lebih dari satu tahun ia belajar di STT NF. Banyak pengalaman yang ia dapatkan di kampus STT NF ini, mulai dari teman-temannya, dosennya bahkan mata kuliah yang telah ia pelajari selama hampir 3 semester ini.

 

Selama lebih dari setahun ini Ade senang bisa kuliah di STT NF, karena dengan kuliah di STTNF ini ia bisa bertemu dengan dengan teman-teman yang baik yang selalu mengingatkannya kepada kebaikan. Bukan hanya teman-temannya saja, menurut Ade dosen-dosen di STT NF juga baik, ramah dan sabar dalam mengajarkan para mahasiswanya. “Super sekali lah pokoknya“ ujar Ade.

 

Ade juga bahagia bisa bertemu dan belajar dengan kakak tingkat yang luar biasa ilmunya, mereka tidak pelit akan ilmu yang dimilikinya untuk berbagi, mengajarkan ilmunya jika diminta tolong dan mereka sabar ketika mengajarkannya.

 

Ilmu komputer bukanlah ilmu yang Ade banyak ketahui sebelumnya, jadi kalau Ade bilang pengalaman dari mata kuliah yang telah ia pelajari selama 3 semester ini rasanya nano-nano. Bagi Ade semua mata kuliah punya tantangan masing masing, apalagi kalo soal kodingan, ‘You must thinking with logical ’ dan itu harus membuat otak untuk bekerja keras, karna kalau pakai perasaan dalam mengoding nanti kodingannya jadi error semua, kata Ade.

 

Di kampus, Ade tidak hanya belajar di ruangan kelas, ia juga mengikuti kegiatan organisasi. Di organisasi ia senang dapat bertemu dengan orang yang ahli dan mau membagikan ilmunya, dari organisasi ia menjadi banyak pengalaman dan membuat ia belajar bagaimana cara berorganisasi yang baik dan benar.

 

Ade selalu bersyukur bisa kuliah di STT NF, insya Allah ia akan mendapatkan segala yang baik dan melakukan hal-hal yang baik di kampus STT NF ini.

 

Editor: Naf/Uml.

 

Namanya Izzati Nida, perempuan kelahiran April 1995 merupakan mahasiswi jurusan Teknik Informatika angkatan 2013. Mahasiswa tingkat akhir ini merupakan mahasiswa yang cukup kreatif dalam mengembangkan usaha kuliner kecil-kecilannya. Bagaimana tidak, Izzati yang saat ini sibuk dengan magang dan tugas akhirnya namun masih bisa menyisihkan waktu di pagi hari untuk membuat dagangan kentang melted, tidak sampai disitu saja mahasiswa bertubuh mungil ini juga dikenal sebagai wanita yang menyukai hobi hiking dan traveling ke daerah-daerah di Indonesia.

Menurutnya, hiking bisa melepaskan penat karena aktivitas yang sangat padat serta dapat melatih kebugaran tubuh, terlebih lagi di daerah gunung tidak membuatnya cepat gerah karena hawanya yang cukup nyaman dan adem. Ia memulai hobi hiking sejak masih duduk di bangku SMP, berbagai gunung pun telah didaki, mulai dari Gunung Gede, Salak, Cikuray dan Papandayan. Sayangnya, di suatu perjalanan mendaki gunung, Izzati mengalami cidera pada kakinya yang mengakibatkan dirinya harus vakum beberapa saat untuk kembali hiking, namun itu tidak menyurutkan niatnya untuk kembali melakukan hiking dan traveling.

Tidak hanya gemar mendaki, Izzati juga memiliki keahlian design menggunakan AI (Adobe Ilustrator) dan photoshop. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya meraih juara 1 di kompetisi mobile App Hexion Binus University dan kompetisi Web App IT festival UHAMKA sebagai Chief Management Officer (CMO). Menurutnya, kerja sama tim dan konsisten dalam berkarya sangat diperlukan untuk mencapai suatu keberhasilan.

Fasyikhatun Maidah adalah mahasiswa beastudi STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Sistem Informasi semester 5. Perempuan yang akrab disapa Ika mulai mengikuti organisasi kampus sejak tahun 2016, dia mengikuti organisasi LDK Senada STT NF dan BEM STTNF, kemudian di tahun 2017 Ika hanya melanjutkan organisasi di BEM STT NF. Jabatan Fasyikhatun Maidah di BEM STT NF 2017 sebagai staff SPSDM (Satuan Pengendalian Sumber Daya Manusia), Ika memiliki beberapa Program Kerja di SPSDM mulai dari Evaluasi, Gathering, Upgrading, dan Hall of fame.

Tidak hanya mengikuti organisasi saja, ika juga mengikuti beberapa kepanitiaan di Kampus STT NF diantaranya adalah Dies Natalis STT NF, Panitia Gathering, Panitia Upgrading, Panitia ORMIK 2106, Panitia ORMIK 2017. Dies Natalis STT NF merupakan acara memperingati milad atau ulang tahun Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Fikri yang ke-5, sedangkn ORMIK (Orientasi Akademik) adalah acara untuk mahasiswa baru STT NF agar mengenal lingkungan kampus dll.

Menurutnya organisasi dapat dijadikan sebagai salah satu wadah pengembangan diri mahasiswa, karena banyak organisasi di STT Terpadu Nuruk Fikri  yang bisa diikuti oleh mahasiswa sendiri, mulai dari DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), LDK Senada, IT Club (gamedev, abraincode, mudeng dll). Ika mendapatkan banyak manfaat ketika mengikuti organisasi, mulai dari mendapatkan pengalaman bersosialisasi dengan banyak orang, melatih jiwa kepemipinan, dan tanggung jawab.

Pada Minggu (19/11/2017), tepatnya di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, Sumatera Barat, menjadi malam diresmikannya pembukaan Festival Seni Qasidah Berskala Besar Tingkat Nasional ke-22.

 

Dimana pembukaan Festival Seni Qasidah ini diikuti oleh 1.767 peserta lomba yang berasal dari 32 provinsi di Indonesia. Acara pembukaan tersebut diramaikan oleh parade kafilah, marching band serta penampilan tarian massal “Salam Diantara Maghrib ke Isya” dari gabungan sanggar papan atas Kota Padang.

 

Festival ini digelar mulai tanggal 18 – 25 November dengan rangkaian lomba,seminar dan beberapa kegiatan lainnya. Dimana seluruh kegiatan ini dilaksanakan pada lokasi-lokasi yang telah ditentukan, diantaranya Lapangan RTH Imam Bonjol, Masjid Agung Nurul Iman, Taman Budaya Sumatera Barat, dan Gedung Rohana Qudus.

 

Adapun cabang yang diperlombakan yaitu Lomba Qasidah Klasik tingkat remaja dan dewasa putra-putri, Qasidah Kolaborasi, Bintang Vokalis tingkat anak-anak, remaja, dan dewasa untuk kategori putra-putri, serta Fashion Show untuk kategori Muslim/Muslimah.

 

Sementara itu, Faiz Khoiron (TI, 2016) mahasiswa STT NF menjadi wakil dari tim DKI Jakarta dalam cabang lomba Qasidah Tingkat Remaja Putra. Dalam lomba tingkat nasional ini, tim DKI Jakarta pada cabang lomba tersebut berhasil meraih Juara Harapan I.

 

Bagi faiz, ini bukanlah kali pertama dalam mengikuti perlombaan. Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti lomba serupa dengan meraih Juara III di Tingkat Nasional.

 

Kegemarannya sejak kelas 6 SD itu, mendorong Faiz untuk terus aktif berkarya, yakni dengan mengikuti berbagai lomba. Seperti lomba marawis di tingkat desa, kecamatan, hingga mewakili daerahnya untuk berlaga di tingkat nasional seperti saat ini. Bahkan satu tahun lalu, Faiz berhasil meraih Juara I lomba marawis se-DKI Jakarta.

 

Pada perjalannya ke Padang waktu lalu, faiz menceritakan pengalaman tidak terlupakan, yakni kejadian dimana ia tidak terdaftar pada tiket pesawat yang telah disediakan untuk tim DKI Jakarta. Tentu saja hal tersebut membuatnya panik, karena dirinya terancam tidak bisa berangkat ke Padang. Namun, pada akhirnya masalah tersebut bisa terselesaikan dengan membeli tiket pesawat yang baru. Akhirnya Faiz bisa pergi dan mengikuti rangkaian acara tersebut.

 

“Harapan saya kepada pemerintah DKI Jakarta, untuk lebih mendukung muda-mudinya dalam berkarya, terutama dalam hal melestarikan kesenian islami yang selama ini nyaris dikalahkan oleh seni modern. Serta lebih teliti dan akurat dalam mempersiapkan hal-hal yang diperlukan saat pelaksanaanya.” Ujar Faiz.

 

Editor: Sep/Uml

%AM, %06 %333 %2017 %07:%Sep

First Time

Written by

Untuk pertama kalinya Aku dapat mengunjungi dan menikmati keindahan Kota Malang. Di kota yang terkenal dengan Apel Malangnya ini Aku diberikan kesempatan untuk berjuang membawa nama baik Kampus dalam Lomba MTQMN. MTQMN yaitu kepanjangan dari “Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional” adalah Lomba Tingkat Nasional yang diadakan setiap dua tahun sekali dan dikhususkan untuk seluruh Mahasiswa Jenjang S1 seluruh Indonesia. Lomba ini diadakan oleh KEMENRISTEKDIKTI. Pada tahun ini MTQMN ke 15 dilselenggarakan di Kota Malang yaitu di Universitas Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (Unibraw). MTQMN XV 2017 memiliki Jargon yaitu “Salam Pemuda Qurani.”

Setelah diadakannya Seleksi Calon Kafilah dari pihak Kampus, akhirnya terpilihlah Kafilah MTQMN XV yang mewakili Kampus Nurul Fikri. Kami para Kafilah MTQMN XV Kampus Nurul Fikri pergi ke Kota Malang dengan menggunakan Kereta Api Indonesia (KAI). Untuk transport Jakarta - Malang dari pihak Kampus sudah menanggungnya. Karna tempat duduk kami saling berdekatan, untuk mengisi keboringan yang ada karna lamanya perjalanan Jakarta - Malang yaitu selama 16 jam, kami bermain tebak-tebakan yang menyebabkan tawa kami pecah dan membuat heboh satu gerbong kereta. Ada penumpang lain yang merasa keberisikan dan ada juga yang memikirkan jawaban dari teka-teki yang kami mainkan.

Setelah 16 jam didalam kereta, akhirnya kami sampai di Stasiun Malang. Saat kaki ini menginjak Kota Malang, Kota yang baru pertama kali Aku injak, Aku mengucapkan Syukur Alhamdulillah karna diberikan keselamatan dan diberikan kesempatan sampai di Kota Malang. Ternyata kami sudah dijemput oleh Panitia MTQMN XV yang juga menjadi LO dari Kampus Nurul Fikri. Para Kafilah MTQMN XV dari seluruh Indonesia diberikan fasilitas menetap di Asrama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Disini semua hal tercukupi, makan diberikan selalu 3 kali sehari plus buah dan puding, transportasi yang mengangkut para Kafilah untuk pergi ke Universitas Brawijaya atau Universitas Malang sangat memadai dan cukup banyak, untuk para Akhwat disediakan mobil dari Asrama Akhwat ke Masjid tempat berkumpul, jadi tidak terlalu capek berjalan jauh, bahkan jika malam hari di Asrama UIN ini dibuka kantin yang menjual snack dan minuman hangat yang cocok untuk ngemil dengan harga murah.

Bukan hanya lomba saja, tapi di MTQMN XV 2017 ini ada berbagai macam acara yang tak kalah seru, yaitu Kajian yang dibawakan oleh ustadz-ustadz luar biasa contohnya Taqy Malik, Syekh Ali Jaber dan lainnya, Parenting dengan pembicara-pembicara yang sangat ahli dibidang Parenting, dan juga Bazzar yang menyediakan banyak barang-barang yang berbau MTQMN dan oleh-oleh khas Malang. Dan juga disediakan sepedah gratis yang dapat digunakan hanya di lingkungan Universitas Brawijaya.

Pada malam harinya setelah kami tiba di Kota Malang diadakanlah pembukaan MTQMN XV 2017. Saat tiba di Panggung Utama kami semua terkagum karna panggung utamanya sangatlah besar dan dekorasi dari panggungnya sangatlah indah. Kafilah dari cabang lomba lain sangatlah terkagum kagum, tapi bagi tim MSQ panggung sebesar ini menambah ke khawatiran kami, karna Lomba MSQ ditampilkan di Panggung Utama.

Serangkaian acara ditampilkan pada Pembukaan MTQMN XV 2017. Penampilan-penampilan yang luar biasa membuat kami kagum sampai bengong melihatnya. Karna waktu sudah cukup malam, kami pun memutuskan untuk pulang ke Asrama UIN, tetapi ada satu hal yang membuat kami ingin kembali ke panggung utama yaitu penampilan dari Opick. Dia menyanyikan sebuah lagu yang membuat kami ragu dan bimbang antara pulang atau kembali ke panggung, tetapi kami memilih pulang. Jika saat ini tidak bisa melihat Opick, saat penutupan nanti kami bisa melihat Fatin Sidqia Lubis.

Pada MTQMN XV 2017 ada 13 cabang lomba, dan cabang lomba yang Aku pilih adalah Musabaqah Syarhil Quran (MSQ). MSQ ini berbentuk sebuah tim yang terdiri dari Pensyahr (pidato), Tilawah, dan Puitisasi, dan aku pada bagian Puitisasi. Sebelum lomba MTQMN ini dimulai, tim MSQ sudah berlatih selama kurang lebih 2 bulan dan kami tim MSQ disuruh memilih 5 tema dari 10 tema yang diberikan oleh panitia dan harus membuat 5 naskah dari 5 tema yang sudah dipilih.

Tim MSQ mendapatkan urutan tampil pada hari Ahad dan masih ada satu hari untuk latihan kembali. Saatnya pun tiba, tema baju tim MSQ kami adalah coklat susu. Aku yang ditugaskan untuk mengambil nomor urut tampil, “Bismillahirrahmanirrahim”, yeay Alhamdulillah nomor urut “035” itu yang artinya nomor urut 2 dari terakhir dan kami bisa berlatih dan mempedalam kembali tema yang akan kami bawakan.

Tibalah waktu tampil kami dengan rasa gugup karna tampil di atas Panggung Utama yang sangatlah besar, tapi kami akan menampilkannya dengan sebaik mungkin. Dan akhirnya Alhamdulillah, semuanya lancar walaupun ada beberapa kesalahan tapi menurut yang lainnya itu sudah sangatlah bagus. Selain MSQ, Tartilil dan Tilawatil dari Kafilah Kampus Nurul Fikri tampil pada hari Ahad.

Ada 122 tim yang mendaftar pada Lomba MSQ, dan yang masuk Final hanyalah 6 tim. Setelah semua peserta MSQ tampil, pengumuman pun tiba, dan Takdir Allah berkata bahwa untuk tahun ini tim MSQ kami belum masuk Final tapi Insya Allah masuk Final pada MTQMN XVI 2019. Aamiin. Walaupun sedih, tapi yang namanya perlombaan pasti ada yang menang dan ada yang kalah, apalagi saingannya Kafilah dari seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia, walaupun nilainya beda tipis itu sangatlah berpengaruh. Perlombaan ini Aku jadikan pengalaman dan pembelajaran untuk kedepannya.

Sebelum para Kafilah pulang ke daerahnya masing-masing, Panitia MTQMN XV mengadakan agenda wisata yaitu pergi ke Pantai Balekambang dan Pantai Goa Cina. Dan ini untuk pertama kalinya juga Aku pergi ke pantai dengan pemandangan yang sangat indah. Aku sangat suka dengan pemandangan di pantai ini, Masya Allah apalagi Pantai Goa Cina yang menyajikan pemandangan ombak yang tinggi dan kencang. Selama di pantai Aku sangat senang bermain basah-basah dan menyeburkan diri ke pantai. Pengalaman dan Kenangan di Kota Malang ini sangatlah indah dan menyenangkan, terlebih lagi Aku menemukan keluarga baru yang mensupport satu sama lain, merasakan senang dan sedihnya bersama-sama selama satu minggu di Kota Apel ini.