Perkembangan teknologi dan juga informasi menjadi hal utama yang memungkinkan Anda begitu mudah dalam melakukan berbagai hal di dalam kehiduan ini. Hampir semua kegiatan bisa berjalan dengan cepat dan juga jauh lebih efektif dari belasan tahun yang lalu, di mana berbagai kegiatan dan juga pertukaran informasi masih dilakukan secara manual.

Ini tentu menjadi sebuah keuntungan dan juga peluang yang besar bagi pera pelaku bisnis, karena berbagai kemajuan tersebut bisa diandalkan untuk menjalankan situs online yang akan digunakan untuk mendukung kelancaran bisnis yang mereka jalankan. Di Indonesia sendiri, perkembangan situs belanja online terbilang cukup pesat. Bukan hanya belasan, bahkan puluhan situs online besar bersaing di dalam ketatnya persaingan pasar yang ada. Hal ini menjadi sebuah nilai lebih bagi Anda dan para pecinta belanja lainnya, sebab kini ada banyak pilihan toko belanja online yang bisa dijadikan bahan pertimbangan.

Belanja Online melalui Instagram salah satunya dari teknologi lainnya yang selain digunakan untuk sosial media, kini semakin mudah dilakukan. Sebab istagram sedang menguji fitur yang disebut ‘Checkout’ agar pengguna tidak perlu lagi keluar dari aplikasi untuk memproses belanjaannya.

Fitur Checkout ini memungkinkan pengguna untuk membeli produk langsung dari unggahan para reseller atau lainnya dan membayar tanpa harus keluar aplikasi istagram.

Untuk mensukseskan sistem pembelanjaan ini Instagram bekerja sama dengan Paypal sebagai pilihan pembayaran dalam aplikasi. Ada 23 retailer kenamaan yang produknya bisa dibeli pengguna, termasuk Adidas, H&M, Zara, Uniqlo, Nike, Burberry, dan H&M. Ke depan, kemungkinan daftar retailer akan bertambah banyak.

 Sesungguhnya Instagram telah menjajal fitur belanja sejak tahun 2016 ke beberapa retailer. Di dalam setiap posting yang diunggah terdapat logo tas belanja di pojok kiri bawah. Ketika tas tersebut diketuk, akan muncul beberapa item lengkap dengan harga. Pengguna cukup memilih item mana yang ingin dibeli.

Sebelum fitur belanja ini dirilis resmi, untuk menyelesaikan proses pembayaran, pengguna harus mengunjungi situs retailer yang bersangkutan di luar aplikasi Instagram.

Namun dengan adanya fitur “checkout” baru ini, akan memudahkan pengguna membayar langsung melalui aplikasi.

Sumber : https://teknologi.id/trending/instagram-uji-fitur-checkout-bisa-belanja-online-dan-langsung-bayar-di-aplikasi/

Published in Artikel

Perkembangan JavaScript sudah tidak dipungkiri lagi saat ini yang secara performa sangat baik. JavaScript adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan dalam kurun waktu dua puluh tahun ini. Bahkan JavaScript juga dikenal sebagai salah satu dari tiga bahasa pemrograman utama bagi web developer:

1. HTML: Memungkinkan Anda untuk menambahkan konten ke halaman web.

2. CSS: Menentukan layout, style, serta keselarasan halaman website.

3. JavaScript: Menyempurnakan tampilan dan sistem halaman web.

Namun Javascript saat ini tidak hanya fokus pada website tetapi juga dapat diterapkan pada platform mobile dan desktop. Dilansir dari website Teknologi.id.

1. Electron

Jika kita mau membuat aplikasi desktop dengan teknologi web seperti JavaScript, HTML dan CSS maka gunakan Electron.

Aplikasi desktop Electron sama seperti aplikasi web mampu membaca dan menulis pada sistem file komputer lokal. Ada banyak aplikasi desktop populer yang dibangun oleh Electron seperti Atom, Slack, WordPress.com, Skype, Github desktop

2. NW.js

NW.js dibuat di Intel’s Open Source Technology Center dengan menggabungkan framework Node.js dengan Chromium Engine (sebelumnya dikenal sebagai WebKit).

Atas kombinasi Node.js dan Chromium, kamu bisa membuat aplikasi yang tidak hanya memuat situs web tetapi juga terhubung dengan OS melalui JavaScript API.

3. App.Js

Jika kamu menggunakan App.js dalam membuat aplikasi platform maka kamu tak harus mempelajari bahasa baru cukup dengan HTML, CSS dan Javascript.

Membangun aplikasi platform tanpa harus mempelajari bahasa baru dan cukup dengan HTML, CSS dan Javascript. App.JS menggunakan Chromium pada core-nya sehingga mendapatkan API HTML 5 terbaru

4. Meteor

Meteor merupakan salah satu framework JavaScript yang saat ini sedang populer dan telah menyita banyak perhatian para web developer diseluruh dunia.

Meteor adalah framework open source untuk membangun aplikasi web, mobile dan desktop dengan memanfaatkan Node.js. Framework yang disediakan pun lengkap mulai dari sisi server sampai ke sisi klien dan semuanya menggunakan satu bahasa yaitu JavaScript.

Pertama kali dikembangkan diakhir tahun 2011 dengan nama Skybreak dan kemudian pada bulan Januari 2012 diganti menjadi Meteor.

5. Proton Native

Proton Native adalah framework Javascript yang dibuat oleh Gustav Hansen untuk membangun antarmuka aplikasi desktop.

Proton Native tidak kalah saing dengan Electron, Proton Native menggunakan native tools yang memiliki ukuran yang kecil dan penggunaan sumber daya yang lebih sedikit.

Proton Native dapat melakukan hal yang sama dengan React Native yang bisa untuk membangun mobile app.

Sumber : https://teknologi.id/tekno/5-framework-javascript-terbaik-untuk-membangun-desktop-app/

Published in Artikel

Beberapa waktu yang lalu pagelaran tahunan paling penting disektor teknologi yang ditunggu - tunggu Consumer Electronics Show (CES). Di tahun ini sekitar 180.000 orang dan 4.500 perusahaan yang berkumpul di satu titik di kota Las Vegas untuk memamerkan beberapa Inovasi - inovasi baru dan terbaik mereka di ruang pameran yang telah disediakan.

Acara ini digelar untuk memperkenalkan banyaknya produk - produk yang luar biasa dan sebagai penentu arah kemana teknologi ini akan bergerak. Wakil Presiden Riset Pasar di Consumer Technology Association yaitu Steve Koening, mengatakan bahwa didalam pagelaran ini ada enam tren yang sangat menonjol di Consumer Electronics Show (CES) :

1. 5G

5G atau Fifth Generation adalah sebuah istilah digunakan untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler melebihi standar 4G. GQ Magazine melaporkan di CES 2019, perusahaan semikonduktor Qualcomm memamerkan teknologi "beamforming" untuk meningkatkan cakupan 5G.

2. Artificial Intelligence

Selain 5G tren selanjutnya ialah artificial intelligence (AI) yang sering disebut kecerdasan buatan. Acara ini penuh dengan prosesor dan chip yang berfokus pada AI, bersama dengan perusahaan   yang menggunakan Kit ini untuk menanamkan AI dalam produk mereka untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Contohnya, perangkat TV yang menggunakan sistem AI untuk mengubah pengaturan gambar tergantung pada kondisi cahaya atau letak penonton. Dan masih banyak lagi contoh yang di pamerankan di CES. AI digunakan untuk membuat anda lebih dekat dan memudahkan dalam setiap aktifitas.

3. 8K

Resolusi 8K adalah resolusi televisi berdefinisi ultratinggi (UHDTV) tertinggi yang pernah ada di dunia televisi digital dan sinematografi digital. 8K mengacu pada resolusi horizontal format-format turunannya yang berada di tataran 8.000 piksel sehingga membentuk dimensi gambar total 7680x4320. 8K adalah resolusi tampilan yang akan menggantikan 4K. 4K dikabarkan akan menjadi standar utama televisi pada tahun 2017.

4. Augmented reality

Augmented reality (AR) bukanlah hal baru, namun sekarang Ia sudah mulai bergeser dari produk binsis ke produk konsumen. Perusahaan mulai melangkah untuk membuat pengalaman Augmented reality konsumen lebih baik. Misalnya perusahaan lain memamerkan "cermin pintar" yang akan digunakan pada toko ritel. Anda tidak lagi harus mencoba pakaian yang sama dengan warna berbeda - cermin hanya bisa mengganti warnanya untuk Anda.

5. Kendaraan tanpa sopir "Level 3"

CES telah memamerkan banyak kendaraan self-driving "Tingkat 2" (untuk menggunakan jargon Society of Automotive Engineers ') yang berarti otonomi parsial: pemeliharaan jalur adaptif, katakanlah, atau bantuan parkir.

"Level tiga" merupakan tren inti dari CES 2019. Ini membuat kendaraan berada dalam kendali penuh untuk setidaknya sebagian waktu. Armada mobil dari GM, Ford dan Daimler yang dapat menyetir sendiri akan turun ke jalan pada tahun 2019

6. Teknologi Tangguh

Kategori luas, namun baru muncul di CES tahun 2019 ialah apa yang disebut Koening adalah “Teknologi

Tangguh”. Watergen salah satu pemenang penghargaan inovasi terbaik CES 2019 yang menciptakan air dari

udara, dan banyak produk yang kurang membahas tema tentang hal ini.

Published in Artikel