Memasuki diera digital saat ini para desainer web terus menghadapi tantangan yang semakin meningkat, seperti membuat tampilan web yang user friendly dan inovatif. Tampilan web desain saat ini sangat berpengaruh dalam hal psychologi dalam hal interaksi user. Berikut beberapa tren website terkemuka yang mungkin akan menjadi tren saat ini:

1. Typography

Desain sebuah website tidak hanya bertumpu pada penggunaan gambar ataupun pemilihan warna yang seimbang. Bagaimanapun juga, website adalah sebuah media untuk menyajikan informasi. Barisan kata-kata informatif dalam sebuah website perlu disajikan dalam tampilan yang atraktif. Bukan hanya dari segi diksi atau pemilihan kata, pemilihan tipografi juga perlu diperhatikan. Di sinilah pengetahuan akan tren UI dan UX mempengaruhi daya tarik dari konten teks yang disajikan. Lantas tipografi seperti apa yang tengah menjadi tren di tahun 2019 ini? Ada begitu banyak tipografi yang bisa Anda temukan di internet.

2. Animasi

Penggunaan gambar perspektif yang unik jelas akan menarik perhatian pengunjung. Namun saat sebuah website dilengkapi dengan animasi visual, daya tarik website tersebut akan meningkat pesat. Dibandingkan dengan gambar diam, manusia memang lebih menyukai gambar bergerak. Gambar seperti ini juga terlihat lebih hidup dan mampu menyampaikan banyak hal. Meski disebut animasi, tetapi yang dimaksud di sini tidak sama dengan animasi yang biasa ditampilkan di layar televisi ataupun situs streaming video. Animasi mikro atau animasi fungsional, itulah jenis animasi yang kerap digunakan dalam website dan masih akan menjadi tren saat ini.

3. Gradasi dan warna

Setiap warna memiliki karakter yang berbeda-beda. Misalnya saja seperti warna biru yang identik dengan kreatifitas dan profesionalitas dan warna merah yang identik dengan keberanian. Pemilihan warna dalam sebuah website juga bertumpu pada hal yang sama.

4. 3D

adalah satu tren yang sedang banyak sekali diterapkan ke desain UI di tahun ini adalah intergrasi grafik 3D ke platfrom handphone dan web. Menerapkan gambar 3D ke UI merupakan tantangan yang membutuhkan keterampilan khusus dan keahlian artistik untuk di kerjakan dengan baik. Namun, teknik tersebut jelas sangat menarik dan pengunjung tidak akan cepat bosan dengan tampilan yang semenarik mungkin. Render 3D sering terlihat fotorealistik yang merupakan keuntungan besar untuk desain antarmuka pengguna.

5. Visual Storytelling

Tren grafik khusus telah membuka perspektif yang lebih luas untuk story telling di sisi antarmuka. Semakin banyak situs web dan aplikasi seluler beralih ke karakter yang dirancang khusus untuk menunjukkan cerita, mengatur atmosfer, mengirim pesan atau menyajikan manfaat dengan cara yang sesuai dengan suasana hati, nada, dan suara platform. Karakter orisinal membantu membuat interaksi lebih seperti manusia, mengatur asosiasi visual yang kuat dengan dunia nyata dan secara instan mentransfer suasana hati yang dibutuhkan. Terlebih lagi, tergantung pada komposisi, karakter dapat menjadi alat yang efektif untuk membuat halaman atau layar dinamis dan hidup.

Sumber Artikel:

https://kreativv.com/game-teknologi/ui-ux-adalah/

Published in Artikel
%PM, %08 %807 %2019 %18:%Agu

Memahami User Interface Engineer

Seorang User Interface Engineer (UI Engineer) bertugas untuk menengahi antara UI/UX Desainer dan Frontend Developer. Tugas Utama dari UI Engineer adalah mengimplementasikan desain yang dibuat oleh UI/UX Desainer kedalam bentuk kode HTML, CSS, dan Javascript. Biasa di sebut Slicing HTML atau PSD to HTML. Namun saat ini di Indonesia Sendiri masih sangat jarang mempekerjakan seorang UI Engineer. Kebanyakan Start-up maupun Software House menjadikan seorang Frontend Developer ataupun Seorang UI/UX Desainer merangkap menjadi UI Engineer.

Keahlian yang harus dikuasai ?

UI Engineer menguasai Fundamental dari client side yaitu HTML, CSS, dan Javascript. UI Engineer juga setidaknya harus mempunyai pengetahuan dasar tentang User Experiencedan Responsive Web Design. Meskipun UI Engineer biasanya ditempatkan dalam tim Desain, tapi tidak semua UI Engineer bisa membuat desain. Meskipun seperti itu, seorang UI Engineer setidaknya harus bisa mengoperasikan software-software desain grafis seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator. Hal ini biasanya diperlukan untuk hal-hal kecil seperti mengubah ukuran gambar, merubah warna ikon dan hal-hal kecil lainnya yang tidak perlu meminta seorang UI/UX Desainer melakukannya.

Sumber Artikel:

medium.com

Published in Artikel

User Experience atau disebut UX designer pastinya harus memiliki tools untuk mempermudah dalam proses kinerja desainernya. Kegunaan tools tidak hanya berfungsi untuk mempermudah dalam pembuatan design namun dapat memudahkan untuk melakukan customization produk pada website atau apps lainnya. Pembuatan prototype produk amat dibutuhkan desainer UX agar dapat diketahui potensi dari produk yang tengah dikembangkannya sebelum diluncurkan kepada para user atau pengguna.

Berikut beberapa tools yang dapat membantu Ux Designer ?

1. InVision
InVision mampu mengakomodir kebutuhan desain visual yang langsung bisa diterapkan dalam bentuk prototype produk. Hal itu pastinya memudahkan desainer untuk merevisi dan mengembangkan produknya tanpa harus membuka tools lainnya. Selain itu, tiap tahunnya tim pembuat InVision selalu menyematkan fitur-fitur terbaru sehingga tren pembuatan website dan aplikasi terbaru dapat langsung dirasakan oleh desainer UX yang menggunakannya.

2. Adobe Xd
Dalam membangun aplikasi, baik itu aplikasi berbentuk website, mobile ataupun desktop tentu memiliki tahapan-tahapan yang dimulai dengan menganalisa masalah hingga prilisan, dari hulu hingga hilir. Coding hanyalah sebagian kecil dalam membangun aplikasi. Biasanya sebelum tahap development kita mesti melewati tahap desain terlebih dahulu agar dalam development dapat terarah dan terstruktur serta meminimalisir seringnya revisi. Tahap desain umumnya terdiri dari membuat mockup atau prototype.

3. Marvel
Marvel merupakan tools prototyping yang cocok untuk desainer web dengan keinginan membuat prototype secara cepat dan segera. Tools ini mampu menerjemahkan keinginan desainer produk saat membuat prototype dengan cepat. Marvel memiliki fitur-fitur yang responsif dan multi fungsi.

4. Sketch
Sketch adalah sebuah aplikasi grafik untuk para desainer yang dengan sangat baik juga dapat digunakan ke dunia web desain. Jika kamu baru saja mengenalnya, kamu mungkin belum mengetahui beberapa trik tersembunyi yang Sketch miliki.

5. Axure
Tools yang hadir pada tahun 2002 ini memiliki kelengkapan yang cukup mumpuni dalam hal pembuatan prototype produk. Axure memiliki fitur pembuatan prototype yang telah dilengkapi dengan penyematan interaksi yang diinginkan desainer dalam produknya. Dengan begitu, desainer UX dapat memasukkan interaksi yang memudahkan penggunanya.

6. JustInMind
JustInMind merupakan tools prototyping yang memiliki kelebihan dalam keanekaragaman fitur di dalamnya. Banyaknya fitur itu sangat responsif dan mampu memberikan kemudahan desainer UX ketika mendesain produknya. Tools tersebut mampu menyematkan fitur-fitur interaksi yang interaktif pada prototype yang tengah dibuat sehingga bentuknya akan menyerupai bentuk final suatu produk web atau aplikasi.
Dengan begitu, desainer UX tidak perlu lagi menerka-nerka bagaimana respon pengguna setelah produk selesai. Sebab, prototype yang dihasilkan tool ini dapat menjadi bahan research kepada penguna potensial dan desainer UX dapat melihat sendiri bagaimana reaksi pengguna terhadap produknya yang masih dalam bentuk purwarupa.

Itulah beberapa prototyping tools yang biasa digunakan oleh para desainer UX dalam proses pembuatan produknya. Tentunya, dalam pemilihan tool disesuaikan dengan kebutuhan dari desainer UX.

Sumber Artikel :

https://www.google.com/search?q=tools+yang+harus+digunakan+ux+designer&oq=tools+yang+harus+digunakan+ux+designer&aqs=chrome..69i57j69i64l3.9764j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8

https://webdesign.tutsplus.com/id/tutorials/9-sketch-features-you-should-be-using--webdesign-18016

Published in Artikel
%PM, %10 %722 %2019 %16:%Jul

Menjadi UX Designer

UX Designer merupakan salah satu bidang penting untuk pengembangan produk yang telah kita buat menjadi mudah untuk digunakan dan tidak membingungkan ketika digunakan. UX Designer memiliki ilmu yang lebih dari UI Designer, karenan ranah UX ini harus melalui tahap research pasar, psychologi user sampai kemudian di implementasikan kedalam visual. UX designer harus mengeksplorasi lebih dalam bagaimana memecahkan masalah spesifik seorang pengguna.

Tanggung jawab seorang UX Designer adalah memastikan bahwa setiap langkah demi langkah berjalan dengan logis dan jelas. Salah satu hal yang harus dipahami UX Designer ialah harus memahami betul bagaimana kebiasaan dan kebutuhan dari user. Jadi tanggung jawab user?

1. Product Research
Seorang UX desainer harus research terlebih dahulu dalam proses pengembangan sebuah produk. Ini menjadikan dasar yang memungkinkan perancang menghindari asumsi dan membuat keputusan berdasarkan data dan informasi yang didapat dari pengguna. Product Research penting karena mengajarkan UX Designer tentang perilaku, sasaran, motivasi dan kebutuhan pengguna. Ini membantu mereka memahami dan mengidentifikasi peluang produk di pasar serta membantu memprioritaskan berbagai aspek produk seperti fitur dari produk.

2. Membuat Persona dan Skenario
Berdasarkan hasil penelitian produk, langkah selanjutnya untuk UX Designer adalah mengidentifikasi kelompok pengguna dan membuat representatif kelompok pengguna(personas). Persona merupakan identitas fiktif yang mencerminkan salah satu pengguna dari produk yang akan di buat seperti perilaku, kebutuhan dan motivasi pengguna.
Persona bukan pengguna yang mereka inginkan, namun pengguna yang mereka miliki sebenarnya. Tujuan menciptakan persona adalah untuk mencerminkan pola pada produk yang telah di identifikasi dari pengguna. Setelah UX Designer mengidentifikasi persona, selanjutnya UX Designer dapat menulis skenario. Sekenario adalah narasi yang menggambarkan aktivitas salah satu dari kerpribadian pengguna, termasuk bagaimana produk sesuai dengan kehidupan pengguna.

3. Information Architecture
Setelah UX Designer melakukan penelitian dan membuat persona, selanjutnya UX Designer mendefinisikan Arsitekrtur Informasi yang ada pada produk. Arsitektur Informasi adalah pembuatan struktur untuk produk yang memungkinkan pengguna memahami dimana mereka berada saat menggunakan produk dan dimana informasi yang mereka inginkan terkait dengan posisi mereka saat menggunakan produk. Arsitektur Informasi menghasilkan navigasi, hirarki dan kategorisasi pada produk.

4. Wireframes
Wireframes adalah desain yang sangat berkaitan dengan UX Designer yang pada dasarnya merupakan representasi awal dari sebuah desain. Wireframes harus mewakili setiap tampilan atau langkah yang mungkin diambil oleh pengguna saat berinteraksi dengan produk. Wireframes dibuat dengan cepat dan mewakili obek User Interface yang sebenarnya dengan cara disederhanakan.

5. Prototyping
Prototipe memberi rasa bagaimana berinteraksi dengan suatu produk. Itu sebabnya lebih baik hindari menampilkan gambar statis dari desain dan lebih baik gunakan desain yang interaktif. Prototipe adalah stimulasi interaksi terakhir antara pengguna dan antarmuka. Beberapa tools untuk membuar prototipe seperti Adobe XD dan Sketch.

6. Product Testing
Salah satu cara paling umum yang bisa dilakukan UX Designer dalam melakukan product testing adalah dengan melakukan tes pengguna dan mengamati perilaku pengguna terhadap produk. Mengumpulkan dan menganalisis umpan balik verbal dan non-verbal dari pengguna membantu UX Designer menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Dalam sebuah StartUp UX Designer berperan penting dan bertanggung jawab atas setiap bagian proses desain, karena tim kecil dan sumber daya terbatas. Jadi, jika kita ingin terlibat dalam setiap tahap proses UX Design, Itulah sebabnya ketika kita mencari deskripsi pekerjaan UX di sebuah perusahaan besar, kita akan menemukan jenis pekerjaan seperti Usability Specialist, Information Architect, UX Research.

Sumber Artikel :

https://belajarkoding.net/apa-itu-user-experience-ux-dan-user-interface-ui/

Published in Artikel