×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 986

%AM, %23 %339 %2016 %07:%Agu

Komputer Mini untuk Internet of Thing

Komputer mini sekarang sangat banyak tersedia. Kita bisa membuat komputer mini untuk keperluan sehari-hari, berbagai kebutuhan dapat diselesaikan dengan teknologi berbasis internet atau istilahnya Internet of Thing. Namun, harga komputer mini sangat mahal, seperti Raspberry Pi bernilai USD 25 (Rp 325.000), lumayan mahal untuk kantong mahasiswa. Namun kini telah hadir komputer mini yang dinamakan “Omega 2”, komputer mini berbasis Linux yang bisa dibeli dengan harga USD 5 (Rp 65.000) saja.

Onion, merek yang yang dikenal di bidang IOT, telah mengeluarkan produk Omega dengan biaya USD 19. Kini Onion mengumumkan versi terbaru, yaitu Omega 2 dengan biaya hanya USD 5. Perangkat kecil itu bertujunan untuk mengembangkan produk-produk berbasis IOT. Onion pernah mengembangkan modul Omega dengan harga USD 25 dan mereka pasarkan melalui Kickstarter. Sangat sukses! Mereka mendapatkan USD 267.851 dari 4.459 backer. Mengikuti kesuksesan proyek pertamanya, Onion membangun Omega2. Saat kabar ini ditulis, Omega2 sudah menghasilkan penjualan USD 60.610 dari 1.618 backer.

Omega2 benar-benar berukuran sangat kecil, yakni 1/4 lebih kecil dibanding Raspberry Pi dan 1/3 lebih kecil dibanding Arduino Uno. Omega2 merupakan komputer mini yang sudah membawa sistem operasi GNU/Linux, memiliki perangkat Wi-Fi 802.11b/g/n, dan ruang penyimpanan flash on-board 16MB. Ia mempunyai CPU 587MHz dan USB 2.0. Sangat cocok dipakai sebagai mini server. Yang lebih menarik, Onion menyediakan expansion board yang bisa dipasang secara plug-and-play. Beberapa expansion yang bisa menambah sisi fungsional Omega2 di antaranya Ethernet Expansion, Bluetooth Expansion, GPS Expansion, OLED Expansion, dan lain-lain. (Aufabillah)

Sumber: www.kickstarter.com/projects/onion/omega2-5-iot-computer-with-wi-fi-powered-by-linux

Published in Artikel

Berawal dari kebiasaannya meminum jamu ramuan sang ibu di kampung halamannya, Pemalang, Jawa Tengah, Muhammad Luqni Baihaki merasa kesulitan mencari tumbuhan obat di wilayah perkotaan tempatnya kini tinggal. Apalagi, ketika ia mengalami kondisi sakit.

Ketika berada di kota Depok, tempat ia tinggal dan menuntut ilmu di kampus STT NF, ia merasa kesulitan mencari bahan obat dari tumbuh-tumbuhan yang biasa dikonsumsi untuk terapi alami. Akhirnya, ia terpaksa mengkonsumsi “obat warung” dan berdampak kurang baik bagi tubuhnya yang terbiasa menggunakan obat herbal. Karena itu, ia berinisiatif untuk mencari solusi terhadap masalah tersebut.

Bersama dua orang rekannya sesama Mahasiswa STT NF, yaitu Atmam dan Hasna Mujahidah, ia mendirikan sebuah tim yang dinamakan El-Fatih. Tim itu membuat aplikasi atau software mobile yang berguna bagi masyarakat. Untuk memecahkan masalah yang dialami Luqni di perkotaan yang kesulitan mencari tanaman obat akhirnya mereka sepakat membuat aplikasi mobile berupa forum berbagai info mengenai tumbuhan obat. Selain itu, bisa juga forum donasi berupa tanaman yang bisa siapa saja mengambilnya secara gratis.

Aplikasi tersebut diberi nama Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Saat ini aplikasi TOGA sedang dalam proses penyelesaian akhir untuk diikutkan pada lomba Depok ICT Award (Depicta). Selain membuat aplikasi TOGA, tim El-Fatih juga mempunyai proyek game edukasi. Karya perdana mereka adalah game edukasi matematika bernama Triangle Run. Permainan ini dibuat mirip dengan game serupa yang lebih dulu hadir, yaitu Temple Run. Namun El-Fatih menyisipkan sisi edukasi berupa pertanyaan soal matematika yang harus dijawab dengan cepat oleh si pemain untuk mendapatkan power.

Game kedua juga memiliki unsur pendidikan. Mereka membuat aplikasi memperkenalkan sejarah tentang penemu konsep pesawat terbang pertama yaitu Abbas ibn Firnas. Karena itu, game atraktif diberi nama Fly Abbas.

“Rencana ke depan, kami ingin membuat aplikasi yang berguna bagi masyarakat luas. Harapan kami, semoga El-Fatih dapat menjadi sebuah startup yang besar dan mampu menghasilkan karya-karya hebat,” tutur Atmam sebagai Team leader El-Fatih. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %22 %159 %2016 %02:%Agu

Mahasiswa STT NF Jadi Finalis Duta Bahasa

Indonesia memiliki lebih dari 746 bahasa daerah dari banyak suku dan budaya yang ada. Hal itu menjadi sebuah keunikan tersendiri, karena dalam satu wilayah bisa terdapat berbagai macam bahasa. Pada dasarnya Indonesia merupakan gabungan dari beragam suku yang dulu disebut Nusantara. Sumpah Palapa dari Gadjah Mada, Mahapatih Kerajaan Majapahit, telah mempersatukan wilayah Nusantara.

Kemudian pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai organisasi bergabung dan mengeluarkan Sumpah Pemuda. Salah satu isinya adalah bersumpah, menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Bukan tanpa alasan masuknya bahasa dalam isi Sumpah Pemuda, karena menjadi unsur penting yang mempersatukan bangsa Indonesia. Saat itu, bahasa Melayu merupakan bahasa pergaulan yang digunakan untuk berkomunikasi oleh seluruh masyarakat.

Di era sekarang, kala maraknya gempuran budaya asing dan mulai terciptanya bahasa-bahasa “slang” atau disebut juga bahasa “gaul”, maka dirasa perlu untuk menjaga keutuhan bahasa nasional agar tetap lestari. Bukan hal yang tabu, bila saat ini sebagian warga Indonesia lebih senang menggunakan bahasa asing dan bahasa gaul ketimbang bahasa nasional ataupun bahasa daerah. Kecintaan berbahasa nasional dan daerah harus terus ditumbuhkan. Oleh sebab itu, Badan Bahasa Kemendikbud mengadakan pemilihan Duta Bahasa untuk menarik minat masyarakat menggunakan bahasa nasional dan bahasa daerah.

Pemilihan dimulai dari tingkat provinsi, lalu diambil satu pasangan (Putra-Putri) untuk mewakili daerahnya ke tingkat nasional. Salah seorang mahasiswa STT NF angkatan 2012, Muhammad Adnan Al-Ghifari berhasil lolos ke final pemilihan Duta Bahasa tingkat Provinsi DKI Jakarta. Adnan lolos menjadi finalis setelah mengikuti tahap seleksi yang mewajibkan para peserta untuk menuliskan sebuah esai dengan tema yang sudah diberikan juri secara spontan pada saat seleksi. Setelah esai dinyatakan lulus, Adnan harus mengikuti tahap wawancara dan tes lisan di depan juri.

Adnan pernah menjadi finalis pemilihan Abang-Mpok Depok tahun 2014 dan menjadi Juara 2 Abang Buku Jakarta Selatan, serta finalis Abang-Mpok Buku tahun 2015 tingkat provinsi DKI Jakarta. “Saya ingin memberikan sesuatu yang berguna kepada bangsa dan masyarakat. Oleh karena itu, saya mengikuti kegiatan pemilihan yang program kerjanya berupa pelayanan dan pengabdian pada masyarakat,” ujar Adnan. Dalam kompetisi Abang Buku, Adnan ikut mengkampanyekan gerakan membaca. Demikian pula, untuk Duta Bahasa, Adnan dapat berkontribusi untuk melestarikan bahasa Indonesia dan bahasa daerah.

“Ragam bahasa di Indonesia sangat banyak jumlahnya, ada yang terdata hingga ada juga yang tidak masuk dalam data. Menurut penelitian yang dilakukan oleh LIPI, bahasa daerah di Indonesia semakin lama semakin menyusut. Itu disebabkan semakin berkurangnya penutur bahasa di daerah tersebut,” ungkap Adnan. Berkurangnya penutur bahasa disebabkan lambatnya regenerasi karena penutur bahasa yang ada kebanyakan merupakan orang-orang yang sudah berusia lanjut. Maka, Duta Bahasa dituntut untuk terus berkampanye tentang pentingnya berbahasa demi menjaga kelestarian bahasa nasional dan daerah. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %18 %430 %2016 %09:%Agu

Open House STT NF "CEO Success Stories"

Demi mewujudkan program pemerintah yang mencanangkan 1000 startup di Indonesia, STT NF yang memiliki slogan “Tecnopreneur Campus” tergerak untuk memberikan kontribusi nyata, dengan membuat Open House dan menghadirkan para CEO muda di bidang Startup untuk membuka cakrawala berfikir generasi muda tentang bagaimana memulai dan membangun sebuah startup dari para pembicara yang sudah berpengalaman, sehingga nantinya akan menimbulkan gairah untuk membuat startup. Acara Yang di gelar pada Sabtu, (13/8) di Auditorium kampus B STT NF Jalan Lenteng Agung Raya No.20. Open House kali ini mengusung tema “Young Success CEO” dengan menghadirkan Diajeng Lestari (CEO HijUp.com), Muhammad Ihsan Akhirulsyah (CFO eFishery), dan Muhammad Isfahani Ghiyath (CEO Daeng Apps) dan Muhammad Lingga Nashiruddin (Direktur Techopreneur Center STT NF) sebagai moderator.

Acara Open House STT NF ini berbentuk Talkshow dan dimulai dari Diajeng Lestari yang membagikan kisahnya merintis HijUp.com dari awal merupakan sebuah startup yang bergerak dibidang busana Muslimah yang didirikannya pada tahun 2011. Diawal sesinya ia menceritakan tentang perjalanannya beberapa waktu lalu yang mengikuti Google Launchpad Accelerator di Sillicon Valley, Amerika Serikat. Disana ia mendapatkan banyak pelajaran baru, Banyak startup terbaik dari seluruh dunia datang ke sana membawa berbagai macam masalah dan persoalan mereka masing-masing. Karena sejatinya kelahiran sebuah startup adalah berawal dari sebuah masalah yang menjadi solusi melalui teknologi yang dihasilkan dari startup. Ide HijUp.com juga berawal dari masalah yang ada di Indonesia, dimana banyak orang yang mengangap produk luar negeri lebih berkualitas dibanding produk dalam negeri. Hal yang ingin dibuktikan Diajeng bahwa sebenarnya bangsa Indonesia mampu untuk memproduksi barang-barang dengan kualitas baik yang tak kalah dengan negara negara lain dan bisa mengusai pasar.

Lalu Ia menceritakan bagaimana sulitnya menjadi seorang enterpreneur, diawal karirnya sebagai CEO HijUp.com ia langsung mendapatkan ujian, dimulai setelah launching perdana HIjUp.com. berjalan lancar sampai banyak pesanan yang datang. Disaat yang sama salah satu dari dua pegawainya memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan dengan alasan tidak mampu mengerjakan pesanan yang sangat banyak. Hal tersebut tentunya membuat Diajeng pusing, tapi itu tak membuatnya patah semangat, justru ia bangkit, dan dengan kegigihannya akhirnya ia bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.

Kisah inspiratif selanjutnya datang dari mahasiswa Teknik Informatika STT NF semester 2, Muh. Isfahani Ghiyat. Bagaimana tidak, di usianya yang kini terbilang muda ia sudah mendirikan sebuah Startup yang mungkin sulit di lakukan oleh anak muda seusianya. Ia bercerita bagaimana suka dukanya dulu sebelum mendirikan Daeng Apps (sekarang Daeng Indonesia). Kisahnya berawal saat ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ia sangat suka dengan komputer, akan tetapi ayahnya tidak pernah memperbolehkannya berinteraksi dengan komputer. Untuk melampiaskan rasa sukanya terhadap komputer, akhirnya ia pergi ke warnet secara diam-diam. Berbeda dengan anak seusianya pada saat itu yang hanya bermain game di warnet, ia justru belajar dari internet dan mendapatkan banyak ilmu terutama tentang dunia pemrograman. Pada akhirnya ia berhasil membuat sebuah antivirus sendiri yang diberi nama spensav, yang sudah menjadi jawara di berbagai ajang kejuaraan IT tingkat nasional bahkan internasional.

Karyanya tak hanya sampai disitu. Bersama 6 rekannya yang sama-sama Mahasiswa STT NF, akhirnya ia memberanikan diri membuat sebuah starup yang bergerak dibidang software house. Meskipun startup ini bisa dibilang baru tetapi sudah menghasilkan beberapa produk, dan menurutnya produk unggulan Daeng Apps adalah Web locker yang merupakan aplikasi parental control situs porno yang sudah menjadi penyakit dikalangan pemuda Indonesia.

Kisah sukses terakhir datang dari CFO eFishery Muhammad Ihsan Akhirulsyah. Diawal sesinya ia menceritakan kehidupannya saat kecil. Bagaimana ia hidup ditengah kesulitan ekonomi dimasa krisis moneter yang membuat usaha keluarganya bangkrut, Sampai ia harus berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki dari sekolah kerumahnya yang jaraknya sangat jauh. Demi membantu beban orang tua ia sampai rela harus menjadi pengamen di bus dan ia juga mulai berjualan, Meskipun ditempa cobaan ia tetap memiliki semangat belajar yang tinggi hingga perguruan tinggi.

Ada banyak hal yang bisa diambil dari co-founder eFishery ini, salah satunya adalah dalam memulai sebuah bisnis. “kita tidak bisa sendiri, karena kita tidak mampu memecahkan semua persoalan yang ada dihadapan sendiri dengan ilmu yang kita punya, jadi kita harus memiliki rekan yang saling melengkapi agar bisnis itu dapat berkembang baik” tutur ikhsan. Ia juga menjelaskan mengenai indikator suksesnya seorang enterpreneur bukan dari kekayaannya, melainkan seberapa bergunanya dia bagi orang lainn dan apa yang ia kerjakan, karena menurutnya menjadi kaya itu mudah, yang susah adalah menjadi orang yang bermanfaat. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Kegiatan Kampus

Sejak kemunculan perdana, Android langsung menjadi fenomena di dunia teknologi informasi. Saat ini Android menjadi raja di pasar operating system pada smartphone. Banyak aplikasi berbasis android yang sangat populer sehingga membuat para developer berlomba membuat aplikasi berbasis si robot hijau itu.

Dalam rangkaian Dies Natalis STT NF yang keempat akan digelar workshop bertema “Membuat Aplikasi Android dengan App Inventor” pada Sabtu, 20 Agustus 2016, mulai pukul 08.00 sampai 12.00 siang. Ketua STT NF Drs. Rusmanto MM akan menjadi pembicara dalam workshop kali ini. Workshop diadakan di laboratorium komputer STT NF Gedung B, jalan Lenteng Agung Raya nomor 20, Jakarta Selatan.

Rusmanto akan menyampaikan materi cara mudah membuat aplikasi android tanpa koding dengan menggunakan app inventor. App inventor adalah sebuah tool untuk membuat aplikasi android. Tool ini berbasis visual block programming, dengan begitu pengguna bisa membuat aplikasi tanpa kode satupun.

“Berbekal App Inventor, siapa saja bisa membuat aplikasi android sederhana tanpa harus menggunakan kode-kode programming. Namun dibutuhkan pengetahuan tentang programming juga,” ujar Rusmanto. Acara ini merupakan rangkaian dari Gebyar Open House Seminar dan Workshop Dies Natalis STT NF. Setelah workshop akan digelar Technopreneur Series 2 dengan tema “Inspiring Success Stories” pada tanggal 27 Agustus 2016 dan workshop “Web Instan” pada 3 September 2016. Ikuti terus rangkaian Gebyar Open House Seminar dan Workshop Dies Natalis STT NF. Gratis dan terbuka untuk umum. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Untuk melahirkan teknopreneur sekaligus mendukung program pemerintah menciptakan 1.000 startup, STT NF meluncurkan kegiatan “Startup Challenge”. Program ini adalah kelanjutan dari Technopreneur Center yang telah diresmikan oleh Ditjen Aptika Kemkominfo di Gedung Dibaleka, Balaikota Depok dengan target melahirkan banyak teknopreneur dari lingkungan kampus. Program ini menggandeng mitra strategis sebagai mentor atau konsultan dalam menjalankan proyek bisnis pemula mahasiswa. Mitra strategis yang sudah siap bekerjasama dengan STT NF adalah Bukalapak, MIFTA dan Satria Asia.

Startup Challenge adalah program terstruktur dalam membentuk startup, mulai dari nol. Tahapan Startup Challenge diawali dengan kegiatan seminar mengundang startup terkemuka di Indonesia. Gunanya, untuk membuka wawasan para mahasiswa mengenai upaya merintis startup dari awal hingga menjadi besar. Setelah mengikuti seminar, para mahasiswa ditantang untuk membuat ide awal sebuah startup. Ide awal startup mahasiswa akan diperkaya dalam pembekalan Startup Tech Camp. Penting sekali, merealisasikan ide menjadi sebuah startup yang mampu bersaing.

Tahapan selanjutnya, Mentorship Startup oleh kalangan profesional dari mitra strategis STT NF yang berperan sebagai pendamping bagi para mahasiswa dalam membuat sebuah startup. Pada tahap ini mahasiswa akan dibimbing, mulai dari merancang rencana bisnis hingga mengelola startup sampai pada tahap siap dilepas ke publik.

Tahap akhir, setelah melalui semua proses pematangan di Startup Challenge, STT NF akan membuat acara bertajuk “Indonesia Startup Digital Fair” untuk melepas produk ke publik. Acara akan digelar pada akhir tahun 2016. Indonesia Startup Digital Fair adalah pameran hasil program StartUp Challenge dengan mengundang investor, perusahaan teknologi, pelaku startup dan kalangan umum untuk melihat hasil karya mahasiswa STT NF. “Kami berharap hasil karya mahasiswa STT NF mendapat perhatian dari masyarakat luas, terutama investor untuk membantu pengembangan inovasi di Indonesia,” ujar Ahadiyat selaku Plt. Ketua STT NF. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %11 %169 %2016 %03:%Agu

CEO Daeng Apps, Muda dan Potensial

DaengApps (Daeng Indonesia) adalah sebuah Startup Software House yang fokus dibidang Software Engineering dan Integrated Design. DaengApps memiliki tujuan untuk menyelesaikan sebuah masalah global dengan menggunakan teknologi. Saat ini DaengApps mengembangkan sebuah karya, antara lain Weblocker (Aplikasi parental control), Antivirus Spensav dan dadunia.com (Sebuah portal berita geek bilingual pertama Indonesia).

Dibalik kehadiran Daeng Apps ada seorang pemuda berbakat di bidang IT yaitu Muhammad Isfahani Ghiyath, mahasiswa STT NF ini merupakan Founder sekaligus CEO dari Daeng Apps. Sejak kecil dirinya memang sudah tertarik dengan dunia komputer, ia belajar secara otodidak dengan mengikuti tutorial di internet hingga akhirnya bisa menciptakan apliakasi dan software. Prestasi membanggakan pemuda asal Makasar ini adalah menjuarai INAICTA pada tahun 2014 saat masih duduk di bangku SMK dengan menampilkan karya antivirus Spensav, selain itu ia juga mendapatkan gelar juara tingkat Internasional APICTA di tahun yang sama lewat antivirus Spensav pula.

Selain mengurusi Daeng Apps, kesibukan lain Isfahani adalah berkuliah di STT NF, ia merupakan mahasiswa yang mendapat Beastudi dari STT NF karena prestasi yang di torehkannya. Ia juga merupakan ketua IT Club programming di kampus, selain itu ia juga membuat sebuah kelas diskusi kecil yang diikuti oleh teman-teman seangkatannya untuk berbagi dan ngoprek bareng untuk mengerjakan sebuah project.

Cita-citanya ke depan untuk membangun Daeng Apps lebih besar lagi sehingga nantinya bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. “Saat ini karyawan Daeng Apps yang di rekrut merupakan rekan-rekan dekat, bukan tidak mungkin nanti ketika Daeng Apps sudah besar akan ada open recruitment”, ucap Isfa. Tidak ketinggalan teman-teman di STT NF pun di rangkulnya untuk bergabung bersama membangun Daeng Apps, akrena menurutnya mahasiswa STT NF memiliki potensi yang sangat besar di dunia IT, itu juga di dukung dengan kampus STT NF yang memang memiliki tagline Technopreneur Campus.

Pada Dies Natalis STT NF yang ke 4, Isfahani mendapat kesempatan untuk berbagi pengalamannya dan cerita bagaimana awalnya ia menggeluti dunia IT sejak usia dini dalam acara Open House STT NF Technopreneur Series “Young Success CEO”. Isfahani tidak sendiri, ada juga CEO HijUp.com, Diajeng Lestari dan CFO eFishery Ihsan Akhirulsyah yang juga akan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka di bidangnya masing-masing. Isfahani di pilih karena dinilai sosok yang tepat, yaitu CEO Muda dan Sukses, sekaligus merepresentasikan kampus STT NF yang melahirkan Technopreneur-technopreneur muda.

Acara ini akan dilaksanakan pada 13 Agustus 2016 di Auditorium Kampus B STT NF, Jalan Lenteng Agung Raya No. 20, mulai pukul 08.00 wib – 12.00 wib dan tidak dipungut biaya alias Gratis. Segera daftarkan diri anda Via Whatsapp ke Nomer 085716243174 atau SMS ke Nomer 082233111522, dengan format : Reg_STT-NF_Nama_Asal Sekolah_Nomer Hp_Tahun Lulusan. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Bagi anda yang memiliki usaha peternakan ikan terkadang lupa dengan penjadwalan pemberian pakan ikan dan takaran makan ikan yang terkadang tidak sesuai takaran. Hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan dan sisa makanan yang berlebih di kolam dapat mengganggu kadar air. Lewat inovasi dengan menggabungkan teknologi, kini tak perlu repot untuk melakukan pemberian makan pada ternak ikan anda, adalah eFishery yang bisa menjadi solusi. Hasil karya anak muda asal Bandung ini mencuri perhatian masyarakat karena dinilai sangat efektif untuk membantu para peternak ikan. Selain itu eFishery juga merupakan Startup yang mengedepankan Internet Of Thing.

Dibalik suksesnya eFishery ada seorang anak muda yang kini menjabat sebagai CFO eFishery, dia adalah Ihsan Akhirulsyah. Ia juga merupakan Co-Founder eFishery dan aktif di lingkungan Pengusaha Kampus yang mengantarkan eFishery meraih gelar juara pertama kompetisi Get In The Ring Global, Mandiri Young Technopreneur of The Year 2013 dan finalis INAICTA 2013.

Pemuda asal Bandung ini memiliki spesialisasi di bidang : strategic management, managerial finance, portfolio and investment strategy, business/startup strategy, real estate development, Internet of Things, management, and customer development. Ichan begitu biasa ia disapa tidak segan-segan untuk berbagi seputar pengetahuannya dalam membangun sebuah bisnis atau memulai sebuah startup, oleh karena itu ia terlihat aktif dalam menulis seputar pengetahuan yang ia kuasai di internet.

Pada 13 Agustus 2016 nanti STT NF menggelar acara Open House Series dengan mengusung tema “Young Success CEO” yang menghadirkan Ihsan Akhirulsyah sebagai pembicara, dalam kesempatan nanti Ichan diminta untuk memberikan masukan serta sharing pengalaman tentang membangun bisnis berbasis online yang saat ini sedang marak seiring makin berkembangnya Teknologi Informasi. Selain Ihsan Akhirulsyah, akan hadir pula Diajeng Lestari, CEO HijUp.com dan Isfahani Ghiyath CEO Daeng Apps yang juga merupakan mahasiswa STT NF.

Acara ini akan dilaksanakan di Auditorium Kampus B STT NF, Jalan Lenteng Agung Raya No. 20, mulai pukul 08.00 wib – 12.00 wib dan tidak dipungut biaya alias Gratis. Segera daftarkan diri anda Via Whatsapp ke Nomer 085716243174 atau SMS ke Nomer 082233111522, dengan format : Reg_STT-NF_Nama_Asal Sekolah_Nomer Hp_Tahun Lulusan.

Jangan sampai terlewat acara yang berkualitas dengan pembicara yang berpengalaman dibidang E Commerse dan startup ini, tempat terbatas dan dapatkan voucher biaya kuliah di STT NF sebesar Rp.500.000 dan Doorprise menarik lainnya.

Published in Kegiatan Kampus

Tim Andara Tech yang mewakili STT NF pada ajang GEMASTIK ke-9 di Universitas Indonesia berhasil melalui seleksi tahap pertama dan berhak melaju ke tahap selanjutnya untuk memperebutkan tiket final. Andara Tech berlomba pada kategori Pengembangan Bisnis TIK dengan mengajukan karya, “YUCLEAN: Memberi Solusi Kesejahteraan Masyarakat”. Yuclean merupakan nama aplikasi buatan tim Andara Tech untuk membantu pengelolaan administrasi Bank Sampah.

Pada tahap pertama seluruh tim yang ikut pada kategori ini diwajibkan mengajukan ringkasan proposal (executive summary) agar dinilai tim juri. Selanjutnya, di tahap kedua nanti tim juri meminta tim yang lolos untuk mengajukan proposal Bussines Plan dan video Presentasi penggunaan aplikasi. Dari sekian banyak tim yang mengajukan proposal tahap pertama, dipilih 30 tim yang berhak melaju ke tahap kedua dan salah satunya Andara Tech dari STT NF yang harus bersaing dengan 29 kontestan dari Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Di final nanti akan bertahan 10 tim terpilih untuk memperebutkan gelar juara pada kategori ini.

Batas akhir pengumpulan proposal dan video pada tahap kedua yakni tanggal 22 Agustus 2016. Sedang pengumuman lolos ke final tanggal 5 September 2016 dan final akan dilaksanakan pada 22-24 September 2016 di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Suranto sebagai Team Leader Andara Tech mengaku tak gentar melihat kompetitor yang berasal dari PTN maupun kampus swasta lain yang memiliki nama besar. “Kami tim Andara Tech tidak sedikitpun gentar untuk menghadapi para pesaing dalam kompetisi ini. Dengan keyakinan bahwa karya yang kami buat bisa diterima dan dapat berguna bagi masyarakat. Kami yakin bisa memberikan yang terbaik dalam kompetisi kali ini,” ujar Suranto penuh semangat. “Jika kemungkinan terburuk tim kami tidak lolos ke final, maka proyek ini akan terus berjalan dan kami kembangkan, sehingga nantinya bisa dilepas di pasar aplikasi.”

Muhammad Abdul Karim, salah satu personil tim Andara Tech, mendukung pernyataan Suranto. “Jika melihat deretan tim peserta yang lolos ke tahap kedua, sudah jelas bahwa pesaing kami tidak bisa dianggap remeh. Mereka berasal dari PTN dan PTS yang memiliki nama besar. STT NF merupakan kampus baru, mahasiswanya mampu bersaing dengan mereka dalam event berskala nasional,” ungkat Karim. “Sungguh pengalaman luar biasa bahwa STT NF tidak kalah dengan kampus-kampus ternama lainnya. Tidak salah rasanya, saya memilih kuliah di STT NF.” Semoga Tim Andara Tech dan tim lain bisa berprestasi dan memberikan yang terbaik untuk kampus tercinta STT NF. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %03 %430 %2016 %09:%Agu

Mahasiswa STT NF Menjadi Teknopreneur

Dalam era persaingan saat ini mahasiswa STT NF harus melengkapi diri dengan kemampuan berbisnis. Dengan begitu, hasil inovasi dapat berkembang luas dan bermanfaat bagi orang banyak. Kombinasi antara kemampuan di bidang teknologi dan wirausaha kerap disebut sebagai technopreneurship.

Di lingkungan kampus STT NF, ada beberapa mahasiswa yang sudah memulai langkah menjadi seorang technopreneur dengan membuat startup, jasa pembuatan dan maintenance website, membuka toko online, menjadi internet marketer. Ada pula yang membuka warung internet dengan sistem koperasi, sehingga labanya pun nanti dibagi-bagi secara merata.

Saat ini konsumen memang membutuhkan banyak industri jasa teknologi. Hal itu menjadi peluang mahasiwa teknologi informasi. Namun, menjadi teknopreneur juga harus berani menghadapi kendala modal, tempat, dan dukungan dari pemerintah

Banyak orang takut menjadi teknopreneur karena takut gagal. Memang untuk menjadi seorang teknopreneur tidak mudah dan tidak bisa diraih secara instan. Butuh proses, usaha dan kerja keras. Untuk itu, terdapat tiga hal dasar yang harus diperhatikan dalam memupuk jiwa technopreneurship.

1. Creative, masyarakat zaman ini sangat tertarik pada hal baru. Kreativitas dapat mempengaruhi pelanggan dengan produk atraktif.

2. Smart, seorang teknopreneur harus pintar memanfaatkan kesempatan yang ada. Kesempatan tidak datang dua kali, dan karena itu tidak boleh disia-siakan.

3. Never Give Up, seorang teknopreneur harus memiliki semangat pantang menyerah, karena kegagalan merupakan hal yang lumrah dalam bisnis. Tetapi, jangan menjadikan kegagalan sebagai kebiasaan, sehingga harus mampu memperbaiki kesalahan dan belajar dari pengalaman. Banyak orang sukses, sebelumnya pasti pernah merasakan kegagalan. Mereka belajar dari kegagalan tersebut dan tetap mencoba bangkit hingga sukses seperti sekarang.

Kunci technopreneurship adalah kreativitas. Dengan kreativitas tinggi, maka mental lama yang cenderung konvensional bagi wirausahawan akan berubah. Kreativitas bermain dengan imajinasi dan kemungkinan-kemungkinan, memimpin perubahan dengan ide-ide baru dan memberikan arti pada hubungan antara ide, orang dan lingkungan. Itu alasan STT NF menetapkan visi dan misi menjadi Technopreneur Campus. (Ady Mulyono)

Published in Artikel