×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 986

%AM, %11 %169 %2016 %03:%Agu

CEO Daeng Apps, Muda dan Potensial

DaengApps (Daeng Indonesia) adalah sebuah Startup Software House yang fokus dibidang Software Engineering dan Integrated Design. DaengApps memiliki tujuan untuk menyelesaikan sebuah masalah global dengan menggunakan teknologi. Saat ini DaengApps mengembangkan sebuah karya, antara lain Weblocker (Aplikasi parental control), Antivirus Spensav dan dadunia.com (Sebuah portal berita geek bilingual pertama Indonesia).

Dibalik kehadiran Daeng Apps ada seorang pemuda berbakat di bidang IT yaitu Muhammad Isfahani Ghiyath, mahasiswa STT NF ini merupakan Founder sekaligus CEO dari Daeng Apps. Sejak kecil dirinya memang sudah tertarik dengan dunia komputer, ia belajar secara otodidak dengan mengikuti tutorial di internet hingga akhirnya bisa menciptakan apliakasi dan software. Prestasi membanggakan pemuda asal Makasar ini adalah menjuarai INAICTA pada tahun 2014 saat masih duduk di bangku SMK dengan menampilkan karya antivirus Spensav, selain itu ia juga mendapatkan gelar juara tingkat Internasional APICTA di tahun yang sama lewat antivirus Spensav pula.

Selain mengurusi Daeng Apps, kesibukan lain Isfahani adalah berkuliah di STT NF, ia merupakan mahasiswa yang mendapat Beastudi dari STT NF karena prestasi yang di torehkannya. Ia juga merupakan ketua IT Club programming di kampus, selain itu ia juga membuat sebuah kelas diskusi kecil yang diikuti oleh teman-teman seangkatannya untuk berbagi dan ngoprek bareng untuk mengerjakan sebuah project.

Cita-citanya ke depan untuk membangun Daeng Apps lebih besar lagi sehingga nantinya bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. “Saat ini karyawan Daeng Apps yang di rekrut merupakan rekan-rekan dekat, bukan tidak mungkin nanti ketika Daeng Apps sudah besar akan ada open recruitment”, ucap Isfa. Tidak ketinggalan teman-teman di STT NF pun di rangkulnya untuk bergabung bersama membangun Daeng Apps, akrena menurutnya mahasiswa STT NF memiliki potensi yang sangat besar di dunia IT, itu juga di dukung dengan kampus STT NF yang memang memiliki tagline Technopreneur Campus.

Pada Dies Natalis STT NF yang ke 4, Isfahani mendapat kesempatan untuk berbagi pengalamannya dan cerita bagaimana awalnya ia menggeluti dunia IT sejak usia dini dalam acara Open House STT NF Technopreneur Series “Young Success CEO”. Isfahani tidak sendiri, ada juga CEO HijUp.com, Diajeng Lestari dan CFO eFishery Ihsan Akhirulsyah yang juga akan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka di bidangnya masing-masing. Isfahani di pilih karena dinilai sosok yang tepat, yaitu CEO Muda dan Sukses, sekaligus merepresentasikan kampus STT NF yang melahirkan Technopreneur-technopreneur muda.

Acara ini akan dilaksanakan pada 13 Agustus 2016 di Auditorium Kampus B STT NF, Jalan Lenteng Agung Raya No. 20, mulai pukul 08.00 wib – 12.00 wib dan tidak dipungut biaya alias Gratis. Segera daftarkan diri anda Via Whatsapp ke Nomer 085716243174 atau SMS ke Nomer 082233111522, dengan format : Reg_STT-NF_Nama_Asal Sekolah_Nomer Hp_Tahun Lulusan. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Bagi anda yang memiliki usaha peternakan ikan terkadang lupa dengan penjadwalan pemberian pakan ikan dan takaran makan ikan yang terkadang tidak sesuai takaran. Hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan dan sisa makanan yang berlebih di kolam dapat mengganggu kadar air. Lewat inovasi dengan menggabungkan teknologi, kini tak perlu repot untuk melakukan pemberian makan pada ternak ikan anda, adalah eFishery yang bisa menjadi solusi. Hasil karya anak muda asal Bandung ini mencuri perhatian masyarakat karena dinilai sangat efektif untuk membantu para peternak ikan. Selain itu eFishery juga merupakan Startup yang mengedepankan Internet Of Thing.

Dibalik suksesnya eFishery ada seorang anak muda yang kini menjabat sebagai CFO eFishery, dia adalah Ihsan Akhirulsyah. Ia juga merupakan Co-Founder eFishery dan aktif di lingkungan Pengusaha Kampus yang mengantarkan eFishery meraih gelar juara pertama kompetisi Get In The Ring Global, Mandiri Young Technopreneur of The Year 2013 dan finalis INAICTA 2013.

Pemuda asal Bandung ini memiliki spesialisasi di bidang : strategic management, managerial finance, portfolio and investment strategy, business/startup strategy, real estate development, Internet of Things, management, and customer development. Ichan begitu biasa ia disapa tidak segan-segan untuk berbagi seputar pengetahuannya dalam membangun sebuah bisnis atau memulai sebuah startup, oleh karena itu ia terlihat aktif dalam menulis seputar pengetahuan yang ia kuasai di internet.

Pada 13 Agustus 2016 nanti STT NF menggelar acara Open House Series dengan mengusung tema “Young Success CEO” yang menghadirkan Ihsan Akhirulsyah sebagai pembicara, dalam kesempatan nanti Ichan diminta untuk memberikan masukan serta sharing pengalaman tentang membangun bisnis berbasis online yang saat ini sedang marak seiring makin berkembangnya Teknologi Informasi. Selain Ihsan Akhirulsyah, akan hadir pula Diajeng Lestari, CEO HijUp.com dan Isfahani Ghiyath CEO Daeng Apps yang juga merupakan mahasiswa STT NF.

Acara ini akan dilaksanakan di Auditorium Kampus B STT NF, Jalan Lenteng Agung Raya No. 20, mulai pukul 08.00 wib – 12.00 wib dan tidak dipungut biaya alias Gratis. Segera daftarkan diri anda Via Whatsapp ke Nomer 085716243174 atau SMS ke Nomer 082233111522, dengan format : Reg_STT-NF_Nama_Asal Sekolah_Nomer Hp_Tahun Lulusan.

Jangan sampai terlewat acara yang berkualitas dengan pembicara yang berpengalaman dibidang E Commerse dan startup ini, tempat terbatas dan dapatkan voucher biaya kuliah di STT NF sebesar Rp.500.000 dan Doorprise menarik lainnya.

Published in Kegiatan Kampus

Tim Andara Tech yang mewakili STT NF pada ajang GEMASTIK ke-9 di Universitas Indonesia berhasil melalui seleksi tahap pertama dan berhak melaju ke tahap selanjutnya untuk memperebutkan tiket final. Andara Tech berlomba pada kategori Pengembangan Bisnis TIK dengan mengajukan karya, “YUCLEAN: Memberi Solusi Kesejahteraan Masyarakat”. Yuclean merupakan nama aplikasi buatan tim Andara Tech untuk membantu pengelolaan administrasi Bank Sampah.

Pada tahap pertama seluruh tim yang ikut pada kategori ini diwajibkan mengajukan ringkasan proposal (executive summary) agar dinilai tim juri. Selanjutnya, di tahap kedua nanti tim juri meminta tim yang lolos untuk mengajukan proposal Bussines Plan dan video Presentasi penggunaan aplikasi. Dari sekian banyak tim yang mengajukan proposal tahap pertama, dipilih 30 tim yang berhak melaju ke tahap kedua dan salah satunya Andara Tech dari STT NF yang harus bersaing dengan 29 kontestan dari Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Di final nanti akan bertahan 10 tim terpilih untuk memperebutkan gelar juara pada kategori ini.

Batas akhir pengumpulan proposal dan video pada tahap kedua yakni tanggal 22 Agustus 2016. Sedang pengumuman lolos ke final tanggal 5 September 2016 dan final akan dilaksanakan pada 22-24 September 2016 di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Suranto sebagai Team Leader Andara Tech mengaku tak gentar melihat kompetitor yang berasal dari PTN maupun kampus swasta lain yang memiliki nama besar. “Kami tim Andara Tech tidak sedikitpun gentar untuk menghadapi para pesaing dalam kompetisi ini. Dengan keyakinan bahwa karya yang kami buat bisa diterima dan dapat berguna bagi masyarakat. Kami yakin bisa memberikan yang terbaik dalam kompetisi kali ini,” ujar Suranto penuh semangat. “Jika kemungkinan terburuk tim kami tidak lolos ke final, maka proyek ini akan terus berjalan dan kami kembangkan, sehingga nantinya bisa dilepas di pasar aplikasi.”

Muhammad Abdul Karim, salah satu personil tim Andara Tech, mendukung pernyataan Suranto. “Jika melihat deretan tim peserta yang lolos ke tahap kedua, sudah jelas bahwa pesaing kami tidak bisa dianggap remeh. Mereka berasal dari PTN dan PTS yang memiliki nama besar. STT NF merupakan kampus baru, mahasiswanya mampu bersaing dengan mereka dalam event berskala nasional,” ungkat Karim. “Sungguh pengalaman luar biasa bahwa STT NF tidak kalah dengan kampus-kampus ternama lainnya. Tidak salah rasanya, saya memilih kuliah di STT NF.” Semoga Tim Andara Tech dan tim lain bisa berprestasi dan memberikan yang terbaik untuk kampus tercinta STT NF. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %03 %430 %2016 %09:%Agu

Mahasiswa STT NF Menjadi Teknopreneur

Dalam era persaingan saat ini mahasiswa STT NF harus melengkapi diri dengan kemampuan berbisnis. Dengan begitu, hasil inovasi dapat berkembang luas dan bermanfaat bagi orang banyak. Kombinasi antara kemampuan di bidang teknologi dan wirausaha kerap disebut sebagai technopreneurship.

Di lingkungan kampus STT NF, ada beberapa mahasiswa yang sudah memulai langkah menjadi seorang technopreneur dengan membuat startup, jasa pembuatan dan maintenance website, membuka toko online, menjadi internet marketer. Ada pula yang membuka warung internet dengan sistem koperasi, sehingga labanya pun nanti dibagi-bagi secara merata.

Saat ini konsumen memang membutuhkan banyak industri jasa teknologi. Hal itu menjadi peluang mahasiwa teknologi informasi. Namun, menjadi teknopreneur juga harus berani menghadapi kendala modal, tempat, dan dukungan dari pemerintah

Banyak orang takut menjadi teknopreneur karena takut gagal. Memang untuk menjadi seorang teknopreneur tidak mudah dan tidak bisa diraih secara instan. Butuh proses, usaha dan kerja keras. Untuk itu, terdapat tiga hal dasar yang harus diperhatikan dalam memupuk jiwa technopreneurship.

1. Creative, masyarakat zaman ini sangat tertarik pada hal baru. Kreativitas dapat mempengaruhi pelanggan dengan produk atraktif.

2. Smart, seorang teknopreneur harus pintar memanfaatkan kesempatan yang ada. Kesempatan tidak datang dua kali, dan karena itu tidak boleh disia-siakan.

3. Never Give Up, seorang teknopreneur harus memiliki semangat pantang menyerah, karena kegagalan merupakan hal yang lumrah dalam bisnis. Tetapi, jangan menjadikan kegagalan sebagai kebiasaan, sehingga harus mampu memperbaiki kesalahan dan belajar dari pengalaman. Banyak orang sukses, sebelumnya pasti pernah merasakan kegagalan. Mereka belajar dari kegagalan tersebut dan tetap mencoba bangkit hingga sukses seperti sekarang.

Kunci technopreneurship adalah kreativitas. Dengan kreativitas tinggi, maka mental lama yang cenderung konvensional bagi wirausahawan akan berubah. Kreativitas bermain dengan imajinasi dan kemungkinan-kemungkinan, memimpin perubahan dengan ide-ide baru dan memberikan arti pada hubungan antara ide, orang dan lingkungan. Itu alasan STT NF menetapkan visi dan misi menjadi Technopreneur Campus. (Ady Mulyono)

Published in Artikel

STT NF kembali mengirimkan perwakilan untuk mengikuti ajang GEMASTIK 9. Pagelaran bergengsi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam memajukan TIK dan pemanfaatannya di Indonesia ini terbagi dalam sembilan kategori.

GEMASTIK 9 yang pada tahun ini mengambil tema "Enabling smart society through ICT", rencana akan digelar di Universitas Indonesia pada akhir September. Seperti tahun sebelumnya, STT NF kembali mengirimkan perwakilan untuk mengikuti lomba berskala nasional itu.

Delegasi STT NF yang dikirim berjumlah lima tim, terbagi dalam empat kategori dari sembilan kategori yang diperlombakan. Untuk mempersiapkan diri, mahasiswa diberi pembekalan terkait hal teknis ketika mengikuti lomba tersebut.

Pada hari Senin (1/8) diadakan workshop Andorid Developer (Fundamental Discussion). Workshop yang akan berlangsung selama empat hari itu diperuntukan bagi seluruh Mahasiswa STT NF. Acara berlangsung di ruang laboratorium komputer, Kampus B STT NF.

Muh. Isfahani Ghiyath didaulat sebagai pemateri dalam workshop kali ini. Mahasiswa STT NF semester II dan CEO Daeng Apps itu membawakan materi Andorid Studio dengan penuh semangat. Paparannya jelas dan diskusi berlangsung penuh keakraban. Materi workshop sebagai berikut:

H1 : Pengenalan Android, Pengenalan Android Studio, membuat Hello World
H2 : Manifest Permission
H3 : Membuat Layout v1
H4 : Membuat Layout v2, Integrasi Layout
H5 : Pengenalan Dasar JSON dan Web Services
H6 : Parsing JSON

Indra Hermawan, selaku pembimbing tim GEMASTIK STT NF, mengatakan: “Workshop ini sengaja diadakan sebagai persiapan menghadapi lomba GEMASTIK 9. Mahasiswa STT NF pasti bisa berprestasi dalam perlombaan kali ini, karena ide yang dibawakan sangat bagus dan sesuai dengan tema Gemastik.” Namun, perlu kerja keras dan semangat dalam mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dipersiapkan panitia, jelas Indra.

Semoga para mahasiswa STT NF bisa meraih prestasi membanggakan dalam ajang GEMASTIK tingkat nasional. (Ismail Fakhri)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %02 %475 %2016 %10:%Agu

Toko Online Era Digital

Di era digital saat ini manusia dituntut untuk lebih mobile, sehingga aktivitas menjadi semakin padat dan cepat. Untuk melakukan kegiatan seperti berbelanja pun tak perlu repot pergi ke toko dengan kesibukan yang bertumpuk menyita waktu. Menjamurnya toko-toko berbasis online menjadi solusi bagi mereka yang super sibuk, dan kemudahan dalam transaksi menjadi pilihan banyak orang untuk berbelanja online. Masalah itu dijadikan peluang oleh para pengusaha di bidang jual beli online, dengan membuka toko online atau biasa dikenal sebagai E-Commerse.

Selain beberapa alasan di atas, ada lagi alasan mengapa orang lebih memilih membeli produk melalui toko online ketimbang membeli di toko konvensional. Salah satunya adalah karena harga produk yang ditawarkan oleh toko online sangat kompetitif, bahkan terbilang murah jika dibandingkan dengan membeli di toko konvensional. Bisa dimaklumi mengapa harga di toko online lebih “miring”, karena penjual di toko online tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sewa toko, membayar karyawan, membayar iuran listrik yang besar, pajak dan lain-lain; sehingga ongkos produksi jadi lebih ringan.

Ada banyak cara bagi mereka yang berniat membuka toko online. Bisa dengan cara membuat website baik yang berbayar atau gratis, memasang iklan di layanan toko online, memasarkan barang lewat media sosial dan yang sedang tren saat ini menjual barang dengan cara broadcast message melalui aplikasi chat. Semua dilakukan dengan biaya atau modal pemasaran yang murah, bahkan gratis. Hanya dibutuhkan kreatifitas untuk menarik pelanggan melalui iklan atau promo yang dibuat.

Cara menarik pelanggan juga bermacam-macam, salah satunya menggunakan tokoh atau public figure untuk mempromosikan sebuah produk. Bagaimana caranya? Gunakan sistem endorse untuk menggunakan jasa public figure dengan beberapa kesepakatan yang saling menguntungkan kedua belah pihak tentunya, dengan meng endorse akan lebih mudah dalam melakukan promosi, karena setiap public figure sudah memiliki basis fans yang bisa ditarik menjadi konsumen produk yang di promosikan. Bukan hanya public figure, orang biasa pun kini dengan maraknya media sosial bisa menjadi terkenal dan memiliki fan base yang cukup banyak sehingga membuka kemungkinan seorang yang aktif di media sosial juga bisa anda jadikan endorser.

Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bekerja sama dengan Pusat Kajian dan Komunikasi Universitas Indonesia (Puskakom UI) pada akhir tahun 2014 terdata untuk rentang usia pengguna internet di Indonesia terbesar adalah kisaran 18-25 tahun sebesar 49,0 persen, usia 26-35 tahun sebesar 33,8 persen dan 35-45 tahun sebesar 14,6 persen. Dari hasil survei tersebut kita bisa memetakan arah pasar yang dituju, yakni jumlah pengguna terbesar kalangan anak muda.

Perlu strategi khusus untuk mendekati pasar anak muda. Kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan dalam bisnis online dengan sasaran anak muda. Terlebih lagi kalangan muda kita terkenal “latah” dan konsumtif, apa yang menjadi trend pasti akan dikejar dan diikuti, tidak peduli berapapun biaya yang akan dikeluarkan.

Setelah melakukan semua hal untuk membangun toko online, mulailah berpikir untuk terus mengupdate toko, mulai dari persaingan harga, tampilan, media promosi dan tentunya ikuti trend yang ada. Cepatnya perubahan media digital membuat semakin cepat pula perubahan trend yang ada. Saat ini penggunaan uang digital masih kurang peminatnya, namun tidak mustahil penggunaan uang digital beberapa tahun ke depan semakin berkembang dan menjadi komoditas utama dalam transaksi online. Maka, bersiaplah menghadapi perubahan zaman. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Artikel
%AM, %21 %456 %2016 %09:%Jul

Keunggulan STT NF

1. 100 Persen Lulusan tahun 2016 Sudah Bekerja

Pada masa perkuliahan di STT NF para mahasiswa disiapkan untuk dapat bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha dengan materi kompetensi teknologi informasi dan soft skill yang menunjang. Terbukti, lulusan STT NF tahun 2016 langsung diterima bekerja di perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

2. Dosen Profesional Bidang TI

Tenaga pengajar di STT NF merupakan para profesional di bidang TI. Mereka adalah para praktisi, akademisi dan teknopreneur yang siap meneruskan ilmu dan keahliannya pada para mahasiswa.

3. Carier Development Center (CDC)

STT NF menyediakan Pusat Pengembangan Karir yang berfungsi untuk membina para mahasiswa agar siap menjadi tenaga kerja terampil di bidang TI. CDC juga berfungsi untuk menyalurkan mahasiswa kepada perusahaan yang sedang mencari tenaga terampil di bidang TI.

4. Bebas Uang Gedung

Uang gedung terkadang menjadi kendala bagi orangtua atau mahasiswa dalam pembiayaan kuliah. Di STT NF, hal tersebut tidak akan ditemukan karena STT NF memberi pembebasan Uang Gedung bagi para mahasiswa baru.

5. Bersertifikasi Nasional dan Internasional

Di era persaingan global saat ini, tidak hanya keterampilan teknis yang dibutuhkan oleh tenaga kerja untuk bersaing dengan para pekerja asing maupun lokal. Selain kompetensi teknis, juga sangat dibutuhkan pengakuan dari lembaga sertifikasi bahwa kita memiliki kompetensi di salah satu bidang sehingga bisa dikatakan tenaga profesional. STT NF memperhatikan hal tersebut dan memberikan sertifikasi bagi para mahasiswa di tingkat nasional dan internasional.

6. Technopreneur Center

Untuk melahirkan teknopreneur yang tangguh dan mampu bersaing, STT NF juga menyiapkan Technopreneur Center yang bertujuan sebagai jembatan bagi para mahasiswa dalam pengembangan kewirausahaan. Lewat TC para mahasiswa akan mendapatkan bimbingan dari para dosen maupun kalangan profesional yang telah sukses menjadi seorang teknopreneur. Diharapkan lewat program ini para mahasiswa dapat menyerap ilmu dan pengalaman dari tokoh profesional di bidang teknologi.

7. Terakreditasi BAN PT

STT NF berdiri pada 13 Agustus 2012. Kini ada dua jurusan yang dikelola STT NF, yaitu Teknik Informatika dan Sistem Informasi. Kedua program telah mendapat akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi bernomor: 483/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2014 dan 468/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2014. Lulusan STT NF tidak perlu khawatir tentang akreditasi kampus STT NF, karena dalam waktu dekat STT NF telah menyiapkan akreditasi selanjutnya.

8. Program Beastudi

Program ini merupakan kerjasama STT NF dengan para donatur individu dan mitra strategis. STT NF mencari potensi-potensi dari calon penerima beastudi melalui seleksi ketat, yakni para mahasiswa berprestasi baik secara akademik maupun non-akademik. Beastudi diperuntukkan bagi mereka yang memilki prestasi kongkrit sejak masa sekolah menengah serta berasal dari keluarga dhuafa.

9. Lingkungan Positif dan Berkarakter

STT NF berusaha menciptakan lingkungan positif bagi para mahasiswa dengan memberikan mentoring agama untuk menghindarkan mahasiswa dari kecenderungan negatif. Dengan pengawasan dari para mentor diharapkan para mahasiswa dapat selalu menjaga kebaikan diri maupun kampus STT NF.

10. Bimbingan Beasiswa S2 (Dalam & Luar Negeri)
STT NF menyediakan bimbingan beasiswa untuk mahasiswa/i yang ingin melanjutkan S2 Baik di dalam maupun Luar Negeri.

11. Tahsin & Tahfidz
STT NF menyelenggarakan Tahsin Al-Quran kepada mahasiswa/i, agar mahasiswa/i dapat memperbaiki, menyempurnakan, meningkatkan, atau memperkaya dalam mempelajari Al-Quran dan ada Tahfidz mempelajari atau beraktivitas untuk menghafal, mengamalkan, dan membudayakan nilai-nilai dalam Al-Quran.

12. 1 Juta Bisa Kuliah
Di STT NF dengan biaya 1 Juta sudah bisa kuliah. Disetiap bulannya mahasiswa/i dapat mencicil pembayaran kuliahnya minimal 1 Juta/bulan.

 

Published in Artikel

Jika melihat perawakannya yang kecil dan pembawaannya yang kalem, tak ada yang menyangka dia merupakan seorang mahasiswa STT NF yang memiliki prestasi internasional di bidang teknologi informasi. Dia adalah Muhammad Isfahani Ghiyath, atau biasa disapa Isfa, peraih juara Indonesia ICT Award (INAICTA) 2014 dan juara 1 merit Asia Pasific ICT Alliance (APICTA) di tahun sama lewat karya Antivirus buatannya, yaitu Spensav.

Awal mula ketertarikan pemuda kelahiran Makasar 28 Juni 1997 itu pada komputer, saat masih kecil melihat sebuah komputer milik ayahnya yang kala itu membuka usaha percetakan. Bagi seorang anak kecil melihat sesuatu yang berbeda tentu saja membuat penasaran, dalam benak Isfa kecil muncul pertanyaan bagaimana ada sebuah layar yang bisa menghasilkan gambar dan ketika di tekan keyboard muncul tulisan yang ia kehendaki. Putra dari Muhammad Yusuf dan Marliana Muktar itu coba memberanikan diri untuk mengutak-atik komputer tersebut, namun apa daya niat hati ingin mencoba kenyataan malah berkata lain. Data yang ada dalam komputer tersebut hilang akibat keingintahuannya. Sejak saat itu ayahnya melarang Isfa untuk memainkan komputer.

Dengan dukungan sang ibu, akhirnya Isfa secara diam-diam sering berkunjung ke warung internet. Tidak seperti anak lain yang mengunjungi warnet hanya untuk bermain game online, Isfa justru datang ke warnet untuk ngoprek dan browsing serta menambah pengetahuan di bidang programming. Motivasinya semakin bertambah ketika melihat di televisi ada seorang anak yang mampu membuat sebuah antivirus bernama Alvin. Isfa pun mulai membuat aplikasi sederhana saat masih di kelas 4 SD. Seiring waktu berjalan, akhirnya ia mengikuti jejak Alvin yang membuat antivirus, saat duduk di bangku kelas 3 SMP. Sebenarnya antivirus Spensav telah rilis dengan versi Beta. Karena merasa kurang puas, ia terus melakukan pengembangan sambil mengikutkan spensav pada berbagai lomba. Hasilnya, Isfa menjadi Runner Up pada ajang TI di Singapura yang membuuka mata ayahnya, bahwa anaknya yang selama ini dianggap perusak komputer justru dapat berprestasi di bidang dengan komputer.

Pengembangan Spensav sempat terkendala kala ia berada di kelas 2 SMK yang mewajibkan siswa untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Kesibukan PKL yang menguras waktu membuat proyeknya sempat terbengkalai. Agar proyeknya tetap berjalan, ia merekrut dua orang temannya yang dikenal melalui Facebook, berasal dari Bandung dan Bogor. Selesai pengembangan Spensav akhirnya diikutkan lombak INAICTA dan meraih gelar juara, sehingga ia berhak mewakili Indonesia di ajang APICTA dan mendapat gelar juara 1 Merit.

Atas prestasi tersebut, Isfa mendapatkan Beastudi Dhuafa Berprestasi STT NF. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mereka yang memiliki prestasi dan mahasiswa yang kurang mampu dalam hal finansial. Program Beastudi STT NF memberikan Isfa tunjangan penuh selama empat tahun masa perkuliahan hingga menjadi sarjana. Banyak kampus lain yang juga tertarik untuk memberikan beasiswa kepadanya, namun Isfa lebih memilih STT NF sebagai tempatnya menuntut ilmu TI, karena menurutnya STT NF sebagai kampus teknopreneur sangat cocok dengan cita-citanya yang ingin menjadi seorang teknopreneur layaknya Bill Gates.

Terinspirasi dari Bill Gates yang sukses dengan Microsoft hingga menjadikannya orang paling kaya di dunia, Isfa mencoba untuk mengikuti jejaknya. Jalan yang dipilih yakni mendirikan sebuah StartUp bernama “Daeng Apps”. Istilah Daeng adalah panggilan khas untuk orang suku Bugis, yang merupakan tanah kelahiran dan tanah asal Isfa. Isfa menjadi CEO dan memiliki beberapa orang karyawan freelance yang dipekerjakan ketika ada proyek yang harus dikerjakan.

Daeng Apps menunjukkan kemajuan cukup optimis, selain menangani beberapa proyek saat ini juga mempekerjakan beberapa orang karyawan. Selain itu Daeng Apps kini memiliki kantor sendiri di kawasan Margonda, Depok. Kantor baru Daeng Apps didapatkan secara gratis atas dasar kesepakatan dengan sebuah perusahaan penyedia alat-alat komputer yang cukup besar.

Untuk meningkatkan bisnis StartUp, Isfa berusaha untuk menggaet beberapa investor agar memberikan investasi untuk proyek dan pengembangan Daeng Apps. Rencana terdekat, Daeng Apps menawarkan aplikasi yang sedang dikembangkan dan diikut sertakan pada ajang GEMASTIK 9, yaitu Weblocker, sebuah aplikasi filtering untuk memblock situs-situs pornografi dan situs berbahaya lainnya. Aplikasi ini nantinya ditawarkan ke perusahaan-perusahaan web browser seperti Mozilla, Google Chrome, UC Browser dan lain-lain, agar bisa menerapkan program Internet Sehat.

Isfa merasa langkahnya memilih STT NF sebagai kampus tempat melanjutkan pendidikan sangat tepat, karena lingkungan STT NF sangat mendukung kegiatannya sebagai mahasiswa dan penggiat TI. Selain itu, ia juga melihat teman-teman kuliahnya terutama yang satu angkatan memiliki banyak potensi di bidang IT, tapi mereka masih malu-malu untuk menunjukkan kemampuan atau merilis karyanya.

Dengan kesibukannya sebagai mahasiswa dan teknopreneur, Isfa tidak mengurangi keinginannya untuk berbagi ilmu serta pengalaman pada teman-teman di kampusnya. Setiap Sabtu, ia meminjam kelas yang kosong untuk acara sharing dan ngoprek bareng bersama rekan seangkatannya di kampus. Dari kelas ini, ia mengajak rekan-rekannya untuk membuat sebuah proyek bersama. Oleh karena itu, ia didaulat sebagai ketua IT Club Programming di STT NF. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Pojok Mahasiswa

STT NF bersama dengan Rumah Kepemimpinan dan Lentera Mitra Strategis (LMS) mengadakan acara halal bil halal di auditorium kampus B, Selasa (19/7). Acara dihadiri seluruh karyawan dari tiga lembaga yang berada dalam satu gedung. Suasana sederhana mewarnai agenda silaturahim dengan agenda utama arahan dari Pembina Yayasan Nurul Fikri, Drs. Musholi. Tujuan silaturahim gabungan itu adalah memperkenalkan perangkat kerja masing-masing lembaga, agar menambah keakraban satu sama lain.

Acara diawali dengan tilawah Al-Quran oleh Nasrul, salah seorang staf pengajar LP3 STT NF. Selanjutnya sambutan dari pimpinan masing-masing lembaga. Sambutan pertama oleh Ketua STT NF, Drs. Rusmanto, yang menyampaikan bahwa STT NF bersama dengan Rumah Kepemimpinan serta Lentera Mitra Strategis merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. “Ketiga institusi bisa bersinergi dan saling membantu. STT NF sebagai lembaga pendidikan dapat memberi kontribusi untuk menciptakan SDM andal, sedang RK bertugas menciptakan para pemimpin masa depan, dan PT LMS sebagai mitra bisnis dapat memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk terjun dalam sebuah proyek bisnis,” ungkap Rusmanto. Ia berharap, di masa depan hubungan baik yang sudah tercipta akan memberikan keuntungan bagi semua lembaga.

Selanjutnya sambutan Direktur RK, Bachtiar Firdaus, yang berapi-api. Ia berharap, “Hubungan antara STT NF dan RK yang sudah terbina sejak lama bisa semakin erat dan solid. Jika kedua lembaga dapat bersinergi dengan baik, maka akan melahirkan sesuatu yang hebat. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama yang apik. Salah satu bentuk kolaborasi RK adalah LMS, yang menjadi wadah alumni RK dalam berwirausaha.”

Sambutan terakhir oleh Direktur LMS, Muhammad Lingga Nashiruddin. PT Lentera Mitra Strategis bergerak di bidang investasi. “LMS memberikan kesempatan pada kaum muda untuk menjadi mitra bisnis. Inisiatif bisnis LMS, antara lain Cafe Bis Kuning di lingkungan kampus Universitas Indonesia yang dijalankan anak muda dengan konsep menarik. Spirit itu sejalan dengan STT NF yang memiliki cita-cita sebagai Technopreneur Campus, dengan mencetak generasi muda pengusaha,” ujar Lingga.

Acara inti, arahan dari Pembina Yayasan Nurul Fikri Drs. Musholi, diawali dengan beberapa pengumuman terkait perubahan struktur organisasi STT NF. “Kita semua selaku kaum beriman harus menempa diri sebaik-baik demi meningkatkan kualitas hidup. Saya ingin berbagi pengalaman ketika mendirikan Bimbel Nurul Fikri bersama rekan-rekan. Pada masa awal perintisan, kita harus bersaing dengan bimbel-bimbel ternama yang sudah lebih dulu eksis. Para pendiri Nurul Fikri saat itu bercita-cita ingin membangun peradaban dan memutus rantai kemiskinan di masyarakat,” ungkap Musholi. Para perintis Yayasan Nurul Fikri tidak ingin meraih keuntungan pribadi, karena itu bukan tujuan utama. Semoga generasi penerus memegang teguh komitmen itu.

Acara ditutup dengan saling bermaaf-maafan dan foto bersama dengan para pimpinan. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %20 %538 %2016 %11:%Jul

GUI versus CLI

Linux merupakan sistem operasi yang menyediakan dua Interface bagi penggunanya, yaitu GUI dan CLI. Tidak hanya Linux sebenarnya, sistem operasi lain juga menyediakan dua Interface bagi pengguna, tergantung keperluannya. Interface sendiri berfungsi sebagai antarmuka antara pengguna dengan sistem operasi agar dapat saling berinteraksi. Letak perbedaan mendasar pada keduanya hanya pada tampilan.

GUI (Graphic User Interface) adalah antarmuka yang menggunakan tampilan grafis, dapat dikendalikan dan digunakan oleh beberapa alat input, seperti mouse, keyboard, touchpad, keyboard, dan alat input lainnya. Pada antarmuka GUI terdapat jendela ataupun panel, icon, menu, tombol. Interface GUI didesain agar mempermudah pekerjaan sehingga membuat lebih ramah pengguna ketika berinteraksi dengan sistem operasi,

Interface berbasis GUI banyak diterapkan pada komputer client atau desktop untuk kebutuhan pengguna umum, sehingga tujuannya mempermudah interaksi dengan sistem operasi, seperti Windows, Linux, MAC OS, atau Android. GUI memiliki beberapa kelebihan seperti ramah pengguna, tidak perlu menjalankan perintah atau syntax, tampilan bisa diubah dan tidak membosankan. Namun, GUI memiliki beberapa kekurangan seperti menghabiskan sumber daya, butuh spesifikasi yang berat, dan performa lebih berat.

CLI (Command Line Interface) adalah antarmuka yang menggunakan baris perintah atau syntax. Pengguna berinteraksi dengan sistem operasi hanya melalui keyboard dengan menuliskan perintah atau syntax.

Antarmuka berbasis CLI banyak diterapkan pada komputer server, dan ada juga di beberapa komputer client atau desktop. Penggunaan CLI lebih hemat sumberdaya dan lebih efisien, serta lebih cepat dalam melaksanakan perintah atau pekerjaan. Contoh Linux (CLI), DOS/Command Prompt, Cisco, Mikrotik, dan lain-lain.

Sama seperti GUI, CLI juga memiliki beberapa kelebihan seperti menghemat sumber daya, efisien, tidak memerlukan spesifikasi berat, dan performa lebih tinggi. CLI juga memliki beberapa kekurangan, yaitu tampilan membosankan bagi pengguna awam, mengingat atau menghafal syntax. Itu beberapa perbedaan mengenai GUI dan CLI. Silahkan gunakan antarmuka yang nyaman bagi untuk bekerja. Jangan lupa mempertimbangkan beberapa hal terkait kelebihan dan kekurangan masing-masing. (Aufabillah)

Sumber: www.differencebtw.com/difference-between-gui-and-command-line/

Published in Artikel