×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 986

Muhammad Agus Arianto atau biasa disapa Agus, begitulah sapaan akrab baik oleh keluarga maupun oleh rekan-rekan mahasiswa, dosen dan seluruh kalangan civitas akademik di STT Terpadu Nurul Fikri. Anak ke dua dari tiga bersaudara ini terlahir dari keluarga yang cukup sederhana. Ayahnya sebagai pensiunan wiraswasta dan ibu yang hanya seorang ibu rumah tangga biasa membuat ia setelah lulus sekolah tingkat atas hanya mampu bekerja sebagai buruh kasar di salah satu SPBU milik asing sebagai pelayan pelanggan hampir satu tahun. Ia merasa bekerja sebagai pegawai SPBU tidak lantas membuatnya patah semangat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ke jenjang perguruan tinggi. Atas dasar semangat untuk meningkatkan taraf hidup dan menaikkan derajat pendidikan inilah yang menjadi motivasi utamanya untuk berjuang menampuh pendidikan.

Perjalanan terjal dan berliku pun ditempuh untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi, dari mulai mencoba kuliah malam setelah pulang dari kerja hingga mencari informasi ke kampus-kampus untuk sekedar mengetahui informasi bagaimana bisa berkuliah layaknya orang yang dapat menjadi mahasiswa seutuhnya tanpa harus berletih-letih menghirup harum bensin yang mulai mengisi ruang paru-paru dalam tubuhnya. Demi bisa mewujudkan impiannya tersebut ia rela menjajaki ratusan bahkan ribuan kilometer, panas dan , hujan bahkan badai pun ia terjang dengan kendaraan sepeda besi tua nya hingga pada akhirnya berlabuhlah pada sebuah takdir yang mengantarkan ia pada sebuah kampus yang menjadi titik tolak dalam hidupnya. Diterima salah satu kampus sebagai penerima beastudi mungkin merupakan jawaban atas doa dan kerja kerasnya di sebuah perguruan tinggi yang baru seumur bijih jagung namun sangat berarti besar dalam titik ledak perubahan hidupnya kampus tersebut adalah STT Terpadu Nurul Fikri.

Beda dulu beda sekarang, seiring bergulirnya waktu , kini pria yang memiliki perawakan kecil mungil ini dalam terus proses bermetamorfosis. , sSaat ini ia sedang menyelami dunia baru yang jauh berbeda dari kesibukan yang pernah dilaluinya terdahulu sebelum menerima Beastudi STT Terpadu Nurul Fikri. Kini ia disibukan dalam penitian karier di salah satu IT Konsultan di kota Depok sebagai profesional programmer. dan tTidak hanya sampai disana,itu ia pun mulai menjajaki ketertarikan dan minatnya sebagai seorang internet marketer pada bisnis yang sedang dijalaninya yakni owner sebuah bisnis online yang bergerak di bidang penjualan barang automotive & modification.

Sosok alumni yang menyelesaikan pendidikan S-1 di STT NF dalam kurun waktu 3,5 tahun ini dalam masa perkuliahannya tidak seperti kebanyakan mahasiswa yang hanya berfokus pada akademik saja, pria kelahiran 23 Februari 1993 ini berusaha menyeimbangkan antara menjadi sosok mahasiswa yang tidak hanya sibuk berorientasi dengan kegiatan akademik yang cenderung kebanyakan mahasiswanya tertutup, kurang pergaulan serta jarang bersosialisasi dan sosok mahasiswa aktivis di lingkungan organisasi kampus. Ia adalah sosok mahasiswa yang dikenal memiliki prestasi cukup baik dibidang akademik dan organisasi kampus. Di bidang akademik ia meraih hasil yang cukup baik, dengan tidak adanya satupun matakuliah yang mengulang dari awal perkuliahan hingga semester 7., iIa pun pernah menjadi kandidat mahasiswa berprestasi pada tahun 2013, dan menjadi asisten dosen untuk salah satu matakuliah selama satu semester. Hingga pada masa akhir perkuliahan, ia memperoleh hasil IPK yang cukup memuaskan dan tergolong sebagai lulusan mahasiswa yang mendapatkan predikat cummlaude di kampus.

Selain dari sekelebat perjalanan singkat (red:prestasi) yang telah ia catatkan di akademik kampus STT NF, tidak berhenti hanya sampai disitu , ia pun dikampus dikenal sosok mahasiswa yang berjiwa sosial dan gemar berorganisasi. Hampir seluruh masa kuliahnya ia habiskan sebagai seorang aktivis baik organisasi tingkat kampus maupun organisasi non kampus. Saat baru memasuki perkuliahan tingkat 2 tepatnya di semester 3 ia mengemban amanah menjadi Presiden Mahasiswa pertama pada organisasi internal yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa STT NF selama 1,5 tahun. Selanjutnya masuk pada tingkat 3 ia juga tercatat aktif menjabat sebagai ketua komisi I Dewan Perwakilan Mahasiswa ST NF(DPM). Jiwa sosial dan kepeduliaannya tidak hanya berhenti sampai pada organisasi internal kampus saja, namun ia tularkan kepada organisasi luar kampus. Ia menginisasi pembentukan sebuah wadah kepemudaan di lingkungan desa tempat ia tinggal dan pada momentum yang bersamaan ia pun menjabat sebagai ketua karang taruna tingkat RW pada tahun 2014.

“Tidak ada kata yang pantas terucap dari lisan saya selain rasa syukur yang sangat amat mendalam bisa menjadi bagian dari anugerah terbesar Allah S.W.T yaitu sebagai alumni pertama penerima beastudi. dimana akan senantiasa menjadi dorongan semangat dan motivasi saya dalam menapaki masa depan. sebuah kampus yang membekali saya dengan segudang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebuah kampus yang membimbing lahirnya generasi islami dengan karakter-karakter kepemimpinan yang berjiwa teknopreneur. Sebuah kampus yang mengajarkan arti dan makna kehidupan agar bisa hidup dalam kebermanfaatan demi menggapai masa depan yang lebih baik untuk Agama, Bangsa dan Negara tercinta yang lebih baik, itu semua ialah STT TERPADU NURULFIKRI.” Tutup Agus

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %17 %474 %2016 %10:%Jun

Langkah Dasar Membangun Start up

Langkah awal untuk membangun bisnis pemula adalah harus fokus dalam menemukan tim yang baik dan tepat. Semua orang mengakui betapa pentingnya hal itu. Sebuah tim dengan visi yang sama, bermotivasi tinggi, dan memiliki keahlian komplementer (saling menunjang) jauh lebih berharga daripada ide apapun dalam dunia teknologi.

Kita perlu meminta jaringan teman untuk melihat, apakah ada yang tertarik pada ide bisnis awal. Jika sedang kuliah di universitas, maka mintalah teman sekelas. Sebelum membuat sesuatu, lakukan validasi pasar yang pertama. Anda akan terkejut melihat betapa banyak orang bekerja keras selama bertahun-tahun membangun sesuatu yang mereka tahu akan dicintai dan diinginkan oleh semua. Namun ketika mereka pergi untuk melepaskannya, tak ada yang peduli.

Mereka hanya membuang tahun kerja karena mereka juga tidak ingin siapa pun mengkritisi idenya atau takut untuk ditiru. Jika ide Anda mengerikan, lebih baik untuk mencari tahu sekarang, sebelum Anda menginvestasikan uang dan waktu. Jangan takut orang akan meniru ide Anda.

Ketika Anda mulai membangun, Anda harus segera memulai pengujian. Membangun mock up (contoh bisnis) yang sangat kasar dari apa yang Anda coba lakukan dan uji dengan segera.

Tidak pernah kehilangan fokus pada pelanggan. Selalu menjaga mereka dalam lingkaran dengan menunjukkan prototipe dan desain. Anda harus tahu apa yang mereka inginkan ketika Anda benar-benar dapat berbincang dengan mereka dan mengetahui dengan pasti apa keinginan mereka. (Husna Mutmainah)

www.quora.com/Aspiring-for-a-technopreneur-startup-here-and-Im-only-17-I-only-have-the-idea-at-hand-and-I-need-knowledge-on-startup-steps-What-are-the-basic-essential-steps-for-a-startup

Published in Artikel
%AM, %17 %383 %2016 %08:%Jun

Buka Bersama Sivitas Akademika STT NF

Berbuka puasa lebih terasa nikmat saat dilakukan bersama-sama, seperti dilakukan oleh sivitas akademika STT NF pada Rabu (15/6). Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Kafillah Ramadhan dan LDK SENADA STT NF. Peserta yang hadir terdiri dari mahasiswa, dosen, dan staf STT NF.

Kegiatan dimulai pukul 14.00 berupa pentas seni dari mahasiswa STT NF, Muhammad Natsir, yang dilanjutkan dengan stand up commedy oleh Miftah Amrullah, Hamdani Rachman, dan Grup Nasyid Akhwat Kece. Penampilan spesial dari Shoutul Qolbi, grup hadroh yang pertama kali dibentuk oleh mahasiswa STT NF. Menurut Ika, vokalis Shoutul Qolbi, “Kelompok ini nantinya akan diajukan menjadi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) baru mahasiswa STT NF.”

Setelah shalat Asar, kegiatan dilanjutkan dengan penggalangan dana untuk kaum Muslimin yang menderita, seperti di Palestina dan Suriah. Penggalangan dana diselingi penyampaian puisi karya Taufiq Ismail, berjudul “Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu”, dibacakan oleh Wahyu Caesar Ramadhan.

Selanjutnya acara kajian Islam oleh Drs. Musholi, Pembina STT NF, mengangkat tema “Islam Kontemporer”. Di awal paparannya, Musholi menjelaskan keadaan Muslim di seluruh dunia. “Dulu saat masih kecil, sekitar tahun 1967, saya pertama kali mendengar Palestina dijajah oleh zionis Israel. Saat itu juga Cina masih menjadi negara “tirai bambu” karena masih banyak pohon bambu, dan sekarang ketika Cina menjadi negara “tirai elektronik” karena sudah menjadi penghasil barang elektronik terbesar di dunia; kondisi Palestina masih belum merdeka. Bahkan, wilayah Palestina semakin kecil,” ujar Musholi penuh keprihatinan.

Musholi memberi nasihat kepada peserta, terutama mahasiswa, bahwa: “Islam adalah agama yang tinggi. Jadi, jangan dibuat rendah oleh umatnya yang mengaku Muslim, tapi –maaf-- sifat dan perbuatannya tidak layak disebut seorang Muslim.” Ketinggian Islam harus dibuktikan dengan sikap rendah hati, obyektif, open mind, dan moderat (ROOM). Disamping itu, juga kerja keras dan inovasi di berbagai bidang. Karena Islam mengajarkan kemajuan, bukan kemunduran dan keterbelakangan.

Usai kajian, kegiatan ditutup dengan doa bersama, buka puasa, dan shalat Maghrib berjamaah. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Kegiatan Kampus

Sama seperti Anda mengharapkan seorang musisi untuk menulis lagu, tapi tidak tahu liriknya; atau seorang pengusaha yang membuka restoran tanpa menu. Anda tidak bisa mengembangkan strategi atau mengeksekusi data tanpa mengetahui tujuan yang akan Anda capai.

Hal itu merupakan inti dari setiap pemasaran berbasiskan kinerja data, membuat keputusan berdasarkan analisis untuk membuktikan atau menyangkal hipotesis. Semu terkait menjalankan tes, mengumpulkan data, menganalisis hasil untuk menemukan inti dari suatu usaha. Jika kita ingin menjadi lebih baik dalam kinerja pemasaran, maka perlu alat dan proses yang lebih baik untuk mengubah big data menjadi pilihan yang cerdas.

Berikut ini adalah tujuh cara untuk melakukan analisis big data.

1) Fokus pada tujuan bisnis

Jangan sembarangan mengumpulkan data, tetapi perlu mengidentifikasi masalah inti yang harus dilakukan untuk memenuhi tujuan bisnis.

2) Memahami infrastruktur bisnis

Sadarilah bahwa Anda perlu memahami infrastruktur teknis seperti web hosting, data warehousing, dan bagaimana data masuk dan keluar dari bisnis infrastruktur.

3) Ambil pendekatan sains data

Anda harus memiliki banyak keterampilan di bidang teknologi, tetapi yang paling dibutuhkan adalah menjadi seorang ilmuwan data. Ini dapat menjadi investasi pembelajaran lebih tentang statistika, analisis, eksperimentasi dan visualisasi data.

4) Mengintegrasikan pengalaman ke dalam konversi

Dalam dunia pemasaran mesin pencari, konversi berarti baik secara sistem penjualan atau transaksi. KPI seperti CPL (biaya per lead), CPO (biaya per-sale), AOV (nilai rata-rata order), atau bahkan ROI biasanya apa SEM memberikan pada front end.

5) Analytics leverage web

Analisis Web adalah tempat yang bagus untuk memulai perjalanan data. Sistem ini dapat memberitahu Anda di mana orang-orang datang, dari mana, di mana, berapa lama mereka tinggal, halaman yang dikunjungi, dan banyak lagi.

6) Beritahu kisah melalui visualisasi data

Manusia didesain untuk memperhatikan dan mengingat cerita lebih dari apa pun. Dan kita semua tahu bahwa sebuah gambar bernilai seribu kata.

7) Mulai Predictive Analytics

Sebuah contoh yang bagus dari analisis prediktif yang digunakan dapat dilihat pada Instant Search Google. Alat itu memprediksi apa yang Anda coba cari sebelum Anda selesai mengetik untuk menghemat 2-5 detik per pencarian, benar-benar memandu penelusuran Anda. (Wiji Noviasih)

Published in Artikel
%AM, %15 %435 %2016 %09:%Jun

Pemuda sebagai Tonggak Kemandirian Bangsa

Oleh: Agung Prayoga

“Indonesia memang negara kaya, tapi orang-orangnya pemalas dan suka melalaikan tanggung jawab yang diberikan”. Mungkin itulah sepatah kalimat yang diberikan oleh orang Jepang atau bangsa lain yang dikenal pekerja keras, jika ditanya tentang Indonesia. Wajar saja jika ‘penghinaan’ itu dilontarkan kepada masyarakat Indonesia, karena memang kenyataannya kita harus mengakui sebagian fenomena itu.

Bagaimana tidak, bangsa indonesia yang ‘katanya’ negara subur makmur tetapi untuk memenuhi sandang dan pangan saja harus impor dari negara lain? Katanya, Indonesia punya beribu-ribu hektar lahan tebu, tapi mengapa untuk minum teh saja harus mengimpor gula dari luar negeri? Yang lebih ironis lagi, adalah Indonesia mengimpor garam dari luar negeri. Padahal dalam peta terpampang jelas, wilayah kita kepulauan dan lautan yang membentang dari Sabang hingga Merauke yang mempunyai lebih dari tujuh belas ribu pulau.

Sering kita baca juga indeks kekayaan wilayah NKRI, yang menyebutkan Indonesia adalah negara maritim yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan. Tapi untuk memenuhi kebutuhan dapur saja harus bergantung pada orag lain. Lantas dimana kekayaan yang sering dibanggakan selama ini?

Itu hanya sebagian kecil fakta yang memperlihatkan, betapa tragisnya stabilitas ekonomi negeri ini. Krisis dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa pun tidak dapat terelakkan lagi. Indonesia sudah sangat kompleks menghadapi segala permasalahanya, tidak hanya pada krisis moral dan kepercayaan para pemimpinnya, akan tetapi juga krisis ekonomi yang sangat mempengaruhi perut rakyat. Kemandirian bangsa tinggal cita-cita yang kembang kempis dimakan arus globalisasi yang berkembang pesat.

Tidak bisa dipungkiri Indonesia memang punya sumber daya alam yang berlimpah. Namun, kenyataanya banyaknya SDA tidak bisa menjadikan negara ini lebih unggul. Bahkan, untuk bisa sejajar dengan bangsa lain pun masih sulit. Bisa dibilang Indonesia sudah tertinggal jauh, jika berkaca pada negara -negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Seharusnya kita bisa mengatakan “kita bisa”, bahkan kita seharusnya “lebih bisa” dari mereka, bila dilihat dari sudut sumber daya alam yang kita miliki. Kita punya berbagai macam flora dan fauna yang tersebar di seluruh Nusantara. Akan tetapi, yang jadi pertanyaan adalah mengapa kita “tidak bisa” seperti mereka, bahkan lebih dari mereka? Nah, mungkin jawabannya adalah karena minimnya sumber daya manusia yang mampu mengelola dan meningkatkan pembangunan ekonomi. Semua harus didukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Siapa yang menjadi penopang utama SDM tersebut? Tentu saja para pemuda sebagi penerus dan pemangku cita-cita bangsa. Saat ini, pemuda mempunyai kesempatan. Sebuah kesempatan untuk memperbaiki anjloknya berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam bidang ekonomi.

Sebagai pemuda sudah selayaknya kita mengambil peran kita dalam kehidupan berbangsa. Kita harus bisa menjalankan tugas dan kewajiban sebagai generasi penerus bangsa yaitu mampu melakukan perubahan. Sebagai tulang punggung perekonomian yang memikul tanggung jawab demi memajukan bangsa, pemuda harus bisa melanjutkan dan mengisi perannya untuk pembangunan dan perbaikan bangsa, termasuk dalam bidang ekonomi. dengan menggali kembali eksistensi dalam cita-cita kemandirian bangsa di bidang perekonomian.

Apa yang harus kita lakukan sebagai pemuda untuk mewujudkan kemandiria bangsa?

Pertama, meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam proses industri. Tanpa peningkatan tersebut kita tidak akan mampu besaing, karena kenyataanya masyarakat kita lebih percaya pada produk luar. Sebuah kalimat “kemandirian” akan terealisasi, jika sebagai penggerak pembangunan pemudanya mampu meciptakan konsep kreatifitas dan daya saing guna memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri, baik dalam kebutuhan sandang, pangan maupun papan.

Kedua adalah membiasakan untuk menjadi pencipta sesuatu yang selalu muncul dengan gebrakan-gebrakan kreatifitasnya, sehingga kita sebagai pemuda tidak hanya menjadi penikmat konsumsi. Muncul ini ikutan ini, muncul itu ikutan itu. Harus kita akui arus globalisasi yang berkembang dewasa ini meyebabkan kaburnya batasan antar negara. Tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Dalam keadaan seperti itu pemuda dituntut untuk lebih kreatif dalam mengeluarkan ide-idenya.

Untuk menghadapi globalisasi dan perubahan yang semakin pesat dibutuhkan peranan pemuda dalam perencanaan menjadi kelompok inovatif, kreatif, kompetitif, mandiri serta mempunyai ketangguhan untuk tetap bertahan pada persaingan dengan dunia luar. Sebenarnya perlu dibangun oleh bangsa Indonesia adalah kualitas SDM, dimana kekuatan terbesar SDM terletak pada generasi muda

Ketiga, mewujudkan kemandirian dan kemajuan bangsa perlu didukung oleh kemampuan mengembangkan potensi diri dan konsep yang terarah. Konsep kemandirian itu sendiri bisa diartikan sebagai upaya pemenuhan dan pengerjaan segala sesuatu untuk diri sendiri dengan kekuatan dan kemampuan sendiri. Sebisa mungkin tidak bergantung pada orang lain sesuai dengan semangat yang dicita-citakan oleh Bung Karno: berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).

Peranan pemuda dalam pembangunan bangsa, terutama dalam pembangunan perekonomian, sangat dibutuhkan. Pada hakikatnya, pembangunan yang dilakukan adala pembangunan insan-insannya, agar bisa menjadi SDM berkualitas, karena SDA yang melimpah saja tidak cukup jika tidak didukung oleh SDM berkompeten dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kita harus percaya bahwa para pemuda Indonesia lahir dan hidup saat ini bisa membangun perekonomian demi kemajuan dan kemandirian bangsa, serta mampu membwa Indonesia menuju developed country( negara maju) sehingga tidak hanya berada pada status quo sebagai negara berkembang. Karena dengan kemandirian dan eksistensi dalam pembangunan itulah kita akan diakui dan bermartabat dalam pergaulan dunia, dan itu menjadi tugas kita sebagai generasi muda untuk mewujudkannya. Melalui semangat dan eksistensi kita menjadi seorang pemimpin dan penopang harapan di masa depan. []

Published in Kisah dan Curhat
%PM, %14 %672 %2016 %15:%Jun

Media Promosi Teknopreneur

Technopreneur adalah bentuk pekerjaan bisnis dengan memberikan nilai tambah untuk produk yang akan dijual. Nilai tambah berupa pemanfaatan teknologi dan metoda pemasaran melalui media internet atau online.

Indonesia adalah negara yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan Teknopreneur. Jumlah penduduk terus tumbuh setiap tahunnya, begitu pula jumlah pengguna internet sangat besar dan akan selalu meningkat dari waktu ke waktu. Hal itu didukung dengan semakin mudahnya mengakses internet. Menyadari peluang itu, pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa kebijakan yang dianggap efektif untuk mempromosikan produk teknopreneur, antara lain:

1. Mendorong semangat kewirausahaan dan teknopreneur

2. Melakukan dukungan pengembangan di berbagai sarana

3. Mempermudah cara mendapatkan modal

Dilihat dari segi usia, banyak orang Indonesia mulai menjadi teknopreneurs sejak usia muda dan terbukti sukses dalam mengembangkan bisnisnya. Terlihat banyak kita untuk menjadi teknopreneurs sukses, yaitu:

1. Memanfaatkan jejaring sosial atau media sosial

Jejaring sosial adalah tempat orang-orang berbagi informasi. Melalui jejaring sosial informasi akan sangat cepat menyebar dan sangat mudah diakses oleh masyarakat. Karena itu, mulai dari anak-anak, dan orang dewasa memiliki akses ke jejaring sosial. Salah satu jejaring sosial paling populer saat ini adalah Facebook. Jutaan masyarakat memiliki akses untuk mengunjungi situs ini. Melihat fakta ini, banyak pelaku teknopreneurs memanfaatkan situs terbuka untuk mempromosikan dan menjual barang dagangan mereka.

2. Media promosi khusus

Media promosi khusus berbeda dengan jejaring social. Apa yang membedakan keduanya adalah bahwa informasi yang tersedia. Di Facebook kita bisa melihat informasi beragam, selain informasi tentang membeli dan menjual. Tetapi pada promosi khusus media, semua informasi yang tersedia tentang penjualan dan pembelian. Kegunaan media telah secara khusus dan jelas untuk kegiatan membeli dan menjual.

3. Situs pribadi

Seperti media promosi khusus, perbedaan situs ini adalah kepemilikan pribadi. Informasi yang disajikan lebih bebas sesuai dengan kebutuhan tiap orang. (Nadya Yutrianti)

Sumber: kgsaditia.wordpress.com/2014/07/06/technopreneur-promotion-for-the-sake-of-indonesia-independence-4/

Published in Artikel
%PM, %14 %649 %2016 %14:%Jun

Langkah-langkah Menjadi Hafidz Al-Quran

Banyak orang yang menginginkan dapat memberikan mahkota kepada kedua orangtua di hari kiamat kelak dengan menghafal Al-Quran. Namun belum banyak yang berusaha merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi Muslim yang hafal Al-Quran tentu didambakan bagi siapa saja yang hatinya terketuk untuk beribadah. Berbagai alasan dan kendala dalam menghafal telah mewarnai aktivitas keseharian. Karyawan sibuk dengan tenggat waktu pekerjaan, mahasiswa sibuk dengan aktivitas kampus, orangtua sibuk dengan pekerjaan rumah tangga dan sebagainya. Sehingga menjadi seorang hafidz seolah-olah adalah hal yang mustahil bagi orang sibuk.

Berbeda dengan orang yang memiliki azam dalam diri untuk menghafal Al-Quran. Ketika semua dimulai dalam diri dan keinginan kuat, maka akan terasa ringan. Sekalipun menghafal di pesantren, ketika semangat dan motivasi untuk menghafal perlahan hilang, maka hal yang semula mudah menjadi sulit, bahkan menjadi beban berat. Beberapa kiat berikut ini akan mengubah pikiran, bahwa menghafal Al-Quran tak harus di Pesanten, Kita bisa melakukannya di rumah.

1. Perbesar niat

Niat yang terdapat dalam hati tentu tidak dapat dipersalahkan, apalagi jika niat itu baik. Niat menghafal Al-Quran merupakan hal yang patut untuk ditindaklanjuti dan segera lakukan apa yang diniatkan. Jika niat telah ada, maka meluruskan dan memperbesar niat itu adalah satu hal yang penting dalam pencapaian keinginan. Memperbesar niat yakni dengan cara menulis keinginan-keinginan “turunan” yang didapat dari menghafal Al-Quran. Dengan niat ikhlas, maka Allah akan membantu kita dalam kesulitan dan menjauhkan kita dari rasa malas. Suatu pekerjaan yang diniatkan ikhlas, biasanya akan terus dilaksanakan dan tidak berhenti. Berbeda ketika niatnya hanyalah untuk mengejar materi atau sesuatu hal yang bersifat keduniawian.

2. Memotivasi diri sendiri

Seringkali orang terkecoh dengan apa yang ada dalam diri seseorang yang tidak dipunyai oleh orang lain. Menganggap sesuatu istimewa sehingga meremehkan kemampuan lain. Hal itu tidak dibenarkan. Sekalipun dapat menguasai Al-Quran jika tidak diimbangi dengan motivasi yang kuat dari diri sendiri, maka sewaktu-waktu akan tergelincir pula. Dengan melihat video orang-orang yang dengan mudah dan indahnya melantunkan ayat suci Al-Quran, misalnya, dapat mendorong diri kita untuk lebih termotivasi kembali.

3. Prioritaskan Al Qur’an dalam setiap keadaan

Bagi orang yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing tentu Al-Quran akan menjadi pegangan yang kesekalian setelah aktivitas-aktivitas lain terpenuhi. Jangan salah, memprioritaskan Al-Quran justru akan membuat diri kita dimudahkan dalam setiap keadaan dan diberikan waktu yang berkah. Keberkahan waktu ini dapat dilihat ketika saat-saat senggang maka sesekali membuka Al-Quran dan mengulang hafalan yang telah ada dapat memperkuat hafalan tersebut. Jadi dalam keadaan apapun Al-Quran akan menjadi prioritas utama dalam hidup.

4. Memilih waktu yang baik untuk menghafal

Di antara waktu-waktu yang baik dalam menghafal yaitu setelah sholat subuh, karena menurut beberapa pakar, otak ketika masih pagi dan keadaan hening ia masih dalam kondisi segar dan mudah untuk mengingat hafalan. Selain itu, waktu sepertiga malam juga sangat dianjurkan untuk menghafal, yakni selepas sholat tahajud.

5. Perdengarkan murottal dalam keadaan yang memungkinkan

Salah satu fungsi otak kanan yaitu mencerna segala sesuatu hal yang bersifat seni, di antaranya gambar, musik, warna, dan lain sebagainya. Cara yang satu ini dianggap relevan karena dengan mengulang-ulang bacaan dan mendengarkan bacaan dapat mengingatkan dan meningkatkan hafalan menjadi lebih cepat. Selain otak kiri yang bekerja dalam mengingat, otak kanan pun bekerja dalam mendengarkan lantunan murottal.

6. Mempelajari kaidah bahasa Arab agar mudah memahami terjemah

Menghafal Al-Quran bukanlah hal yang sepele. Membutuhkan kaidah dan tata cara yang dibenarkan agar dalam menghafal. Tidak hanya sekedar menghafal, namun juga mengetahui penulisan dan terjemah yang sesuai. Jadi sangat dianjurkan bagi para penghafal Al-Quran untuk mempelajarinya.

7. Mengulang bacaan yang hendak dihapal sebanyak 20x

Setiap kali ingin menambah hafalan, maka mulailah hafalan itu dengan diulang sebanyak dua puluh kali setiap ayat atau setiap potongan ayat yang dikehendaki sesuai dengan maknanya. Hal ini diyakini dapat memperkuat hafalan dan secara tidak langsung ayat yang telah dibaca berulang-ulang itu sudah tertanam dalam otak sehingga hafal sekalipun menutup mata.

8. Memperbaiki bacaan: tahsin dan tajwid

Ketika telah mendapati diri menjadi seorang penghafal Al-Quran, maka hal yang harus dilakukan adalah memperbaiki bacaan yakni tajwid dan tahsin. Tajwid mempelajari pada hukum huruf yang bertemu satu dengan lainnya dan hukum bacaannya. Sedangkan tahsin adalah pembenaran pada pengucapan makhorijul huruf yang dibaca, ada saatnya yang di lidah, kerongkongan, gigi dan lain sebagainya.

9. Sempatkan untuk murojaah (mengulang hapalan yang lalu)

Sebelum memulai kepada hafalan yang baru, maka sebaiknya menyempatkan untuk mengulang hafalan yang lalu agar tidak cepat hilang. Bisa diulang selama dua puluh kali atau separuhnya jika sudah yakin. Barulah ketika benar dan sempurna, memulai hafalan pada ayat selanjutnya. Begitu seterusnya.

10. Fokuskan dan tenangkan diri ketika berhadapan dengan Al-Quran

Kondisi jiwa dalam menghafal Al-Quran sangat mempengaruhi. Dalam keadaan panik atau marah misalnya, proses menghafal akan terkendala karena keadaan jiwa yang tidak mendukung. Hal tersebut bisa disiasati dengan selalu bersikap santai dan tenang dalam menghadapi apapun.

11. Setorkan hafalan pada orang di sekitar

Jika telah meyakini hafalan yang diperoleh layak untuk diperdengarkan, maka alangkah lebih baiknya ketika menyetor hafalan tersebut pada orang di sekitar yang memahami bacaan dan tata caranya. Hal tersebut dapat membantu dan mengoreksi kesalahan-kesalahan yang tidak diketahui oleh diri sendiri.

12. Memohon doa kepada kedua orangtua

Satu hal penting dalam menghafal dan tidak boleh terlupakan adalah memohon doa dan ridho dari kedua orang tua agar senantiasa mendapat doa serta mendapat kemudahan. Karena keridoan orangtua juga merupakan jalan untuk mendapat ridho dan kemudahan dari Allah.

13. Tidak dibenarkan untuk berputus asa

Jika telah berulang kali berusaha untuk membaca dan mengulang-ulang ayat namun tidak hafal juga, maka tidak dibenarkan untuk berputus asa. Karena putus asa adalah salah satu ciri orang yang munafik. Sebagai mukmin yang baik, bersabar adalah lebih baik. Allah-lah yang Maha Mengetahui. (Choniyu Azwan)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %14 %429 %2016 %09:%Jun

NgabuburIT STT NF

Untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan positif, STT NF menggelar acara Ngumpul Bareng Berburu Ilmu Teknologi (NgabuburIT) pada Jumat (10/6) lalu, di auditorium Kampus B. Acara ini ditujukan bagi lulusan SMK/SMA/MA yang belum melanjutkan perkuliahan, agar mereka dapat mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan bermanfaat dan mendapatkan ilmu.

NgabuburIT mengambil tema pelatihan bisnis online dipandu oleh praktisi bisnis online dari Afra Kids, Maula Nurdin Al-Haq. Pembicara lain, pemasar internet yang juga alumni STT NF, Tri Setyo Nugroho. Tercatat ada 50 orang peserta yang mengikuti pelatihan sekaligus buka puasa bersama ini, berasal dari wilayah Jabodetabek.

Maula Nurdin menceritakan, “Saya terjun ke dunia bisnis online sejak di bangku perkuliahan. Saya belajar menguasai tips dan trik untuk mendapatkan uang dari bisnis online.” Maula membeberkan rahasia website-website mana saja yang bisa digunakan oleh peserta untuk belajar mengenai bisnis online.

Pada sesi berikutnya, Tri Setyo Nugroho, selaku alumni STT NF angkatan pertama lebih dalam menjelaskan, bagaimana cara melakukan bisnis online tanpa modal. Ia menekankan kepada peserta agar memanfaatkan media sosial yang ada dan lingkungan sekitar untuk mencari mitra. Nugroho memberi contoh: “Kita bisa berjualan online tanpa modal dengan menjadi reseller. Kita tinggal menunggu transfer dari pembeli, lalu membelikan barangnya dan kirim ke customer. Dengan begitu, kita tidak perlu keluar modal.”

Dalam bisnis online, harus jeli melihat peluang untuk menjual barang apa saja yang diinginkan pasar, baik itu barang baru atau bekas. “Asalkan masih layak pakai dan banyak peminatnya, pasti akan laku dan tidak ada ruginya kita mencoba. Coba bayangkan, jika kita membeli sebuah produk seharga Rp 100.000, lalu menjualnya kembali dengan harga Rp 150.000, maka keuntungannya sebesar Rp 50.000,” jelas Nugroho. Bila satu hari ditarget satu barang laku terjual, maka dalam sebulan lumayan keuntungan yang didapat untuk kalangan mahasiswa.

Selesai kedua pembicara memberikan materi, dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. Agenda selanjutnya dari STT NF adalah Pesantren IT yang akan diselenggarakan pada 17-18 Juni mendatang. Pesantren IT menyajikan materi berupa pembuatan game dan aplikasi mobile yang akan dipandu oleh Taufik Abdullah dan Dede Hamzah, dua mahasiswa STT NF yang mahir di kedua bidang tersebut. Selain mendapatkan materi IT, peserta Pesantren IT juga akan terlibat seminar dengan tema “Menjadi Muslim sejati, Islam goes to online, dan Panahan”. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %10 %195 %2016 %03:%Jun

Kiat-kiat Mengisi Ramadhan (bagian 1)

1. Meningkatkan kesadaran Muraqabah

Kita harus selalu merasa diawasi (muraqabah) terus oleh Allah swt yang Maha Mengetahui, dan selalu menyadari bahwa diri kita tengah berpuasa. Kita tengah beribadah dalam rangka mencapai ketaqwaan. Allah SWT berfirman :

“Dan agar kamu mengagungkan Allah sesuai dengan apa yang ditunjukkan kepadamu.” (QS Al Baqarah: 185)

2. Berinteraksi dengan Al-Quran

Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Quran (QS 2:185), Ramadhan adalah bulan saat diturunkannya Al-Quran, yang menjadi pedoman manusia hidup di dunia ini. Sebagai pedoman, sudah sepatutnya kita harus sering membaca dan memahami al-Qur’an. Imam Az Zuhri pernah berkata: “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita (selain shiyam) ialah membaca Al-Quran.” Membaca Al-Quran tentu harus memperhatikan tajwid dan esensi dasar dari diturunkannya Al-Quran untuk direnungkan (tadabbur), dipahami, dan diamalkan.

3. Menuntut Ilmu dan Menyampaikannya

Pada bulan Ramadhan, hati dan pikiran kita dalam keadaan bersih dan jernih, sehingga sangat siap untuk menerima ilmu yang diberikan Allah swt. Waktu-waktu seperti setelah subuh, setelah dzuhur dan menjelang berbuka sangat baik untuk menuntut ilmu.

4. Mencari Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan dan merupakan salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Islam. Malam ini memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan. Ketika kita beramal di malam itu berarti seperti beramal dalam seribu bulan. Akan tetapi, malam ini waktunya dirahasiakan Allah swt. Oleh karena itu, Rasulullah saw menganjurkan untuk mencarinya sebagaimana sabdanya: ”Carilah di sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dan carilah pada hari kesembilan, ketujuh dan kelima.” Apa yang dimaksud dengan hari kesembilan, ketujuh dan kellima? Nabi Saw berkata: ”Jika sudah lewat 21 hari, maka yang kurang 9 hari, jika sudah 23 yang kurang 7, dan jika sudah lewat 5 hari yang kurang 5.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Al Baihaqi)

5. Shalat Tarawih

Ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw di malam Ramadhan adalah Qiyamu Ramadhan, diisi dengan shalat malam atau yang kenal dengan nama shalat Tarawih. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu.”

6. Shadaqah, Infak dan Zakat

Sebagaimana tercantum dalam hadist Nabi Saw: “Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan” (HR Al Baihaqi, Al Khatib dan At Turmidzi). Salah satu bentuk shadaqah yang dianjurkan adalah memberikan santapan untuk berbuka puasa sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa yang memberi makanan kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

7. Memperbanyak Zikir, Doa dan Istighfar

Zikir, Doa dan Istighfar adalah aktifitas yang sangat penting dan berbobot tinggi, namun ringan untuk dilakukan oleh umat Islam. Kita harus memperbanyak berdoa di bulan Ramadhan karena doa orang yang sedang berpuasa sangat mustajab. Berikut waktu yang mustajab untuk berdoa dan melakukan zikir, termasuk untuk beristighfar:

  • Saat berbuka puasa
  • Sepertiga malam terakhir, yaitu ketika Allah swt turun ke langit dunia dan berkata: “Siapa yang bertaubat? Siapa yang meminta? Siapa yang memanggil? Sampai waktu subuh” (HR Muslim).
  • Waktu sahur
  • Pada hari Jum’at, yaitu di saat-saat terkahir pada sore hari.
  • Duduk untuk zikir, berdoa dan istighfar di masjid setelah menunaikan shalat shubuh sampai terbit matahari. (Choniyu Azwan)
Published in Kisah dan Curhat

Oleh: Agung Prayoga

Perkembangan globalisasi dalam segala bidang tentu sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan pola perilaku bangsa. Oleh sebab itu, pengendali bangsa harus mampu mengantisipasi perubahan zaman yang begitu cepat. Untuk menumbuhkan kreativitas dan kemandirian bangsa, perlu diperkuat pola pikir anak bangsa. Hal hal itu membutuhkan berbagai tahapan, agar anak bangsa tidak merasa terbebani dan tertekan demi menumbuhkan kreativitasnya menuju kemandirian.

Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana cara kita menyiapkan anak bangsa yang mandiri, berwawasan luas dan berpola pikir positif? Bagaimana peran pemerintah dan perguruan tinggi untuk menumbuhkan pola pikir mandiri dan kreatif?

Pertanyaan itu timbul karena melihat fenomena bangsa Indonesia yang belum mandiri. Ketidakmandirian Indonesia ini diakui oleh pemerintah dan lembaga-lembaga non pemerintah serta masyarakat. Bangsa Indonesia menginginkan kemandirian, karena aspek ketergantungan pada bangsa lain sangat membebani jiwa dan mental bangsa. Harga diri bangsa bisa jatuh dan jati dirinya hilang bila terjeratnya intervensi asing.

Kemandirian bangsa adalah kesadaran dalam diri bangsa untuk bisa berdisiplin, mengurus, dan mengelola bangsa dengan cara dan tenaga sendiri; tidak tergantung pada bangsa lain, tanpa melupakan sebagai bangsa yang merdeka. Sekarang ini kemandirian bangsa makin disorot sebagai aspek utama kepribadian bangsa. Kemandirian memiliki peranan sangat penting untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara. Hal ini bisa dibuktikan dengan makin didengungkannya spirit kemandirian oleh berbagai elemen masyarakat.

Kemandirian bangsa yang dinantikan warga merupakan kemandirian di segala sektor kehidupan, mulai dari kemandirian psikologi bangsa, kemandirian ekonomi bangsa, dan kemandirian politik nasional dan internasional yang berwibawa.

Dalam menghadapi era globalisasi dan perubahan zaman yang pesat ini, diperlukan penyiapaan generasi yang kreatif, mandiri serta mempunyai konsep diri positif, agar dapat menjadi pondasi yang kuat dalam pengembangan pribadi bangsa pada tahap berikutnya.

Untuk mewujudkan kemandirian bangsa, maka diperlukan peran pemerintah, yaitu:

1. Meningkatkan produktivitas nasional

Dengan meningkatkan produksi dalam negeri, maka kita dapat mengoptimalkan sumber daya lokal, tanpa harus tergantung terhadap sumber daya luar negeri. Ini adalah salah satu usaha pemerintah untuk mewujudkan kemandirian bangsa.

2. Meningkatkan mutu pendidikan

Dengan meningkatkan mutu pendidikan maka akan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Mutu pendidikan yang baik juga dapat meningkatkan kualitas hidup suatu bangsa sehingga kemandirian itu dapat terwujud lebih cepat.

3. Memberdayakan masyarakat

Salah satu peran pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa adalah dengan memberdayakan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan untuk memberdayakan masyarakat adalah dengan mengadakan pelatihan-pelatihan kerja bersertifikat, sehingga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan daya saing masyarakat dalam bursa bekerja.

Selain pemerintah, salah satu institusi yang memiliki peran dalam genting adalah Perguruan Tinggi. Karena perguruan tinggi adalah salah satu institusi yang membina para mahasiswa. Mahasiswa adalah golongan pemuda yang bakal menjadi tonggak berdirinya suatu bangsa, sehingga dengan adanya mahasiswa ini dapat mewujudkan kemandirian.

Perguruan tinggi atau sekolah tinggi yang melakukan usaha untuk mewujudkan kemandirian bangsa adalah STT Nurul Fikri ( STT NF ). Peran STT NF dalam mewujudkan kemandirian.

1. STT NF memberikan fasilitas untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dan dosen, memberikan fasilitas memadai untuk menunjang proses belajar-mengajar. Dengan fasilitas yang disediakan STT NF, para mahasiswa dapat meningkatkan kreativitas dan kemandirian.

2. STT NF memberikan pelatihan profesi yang berkompetensi tinggi dengan sistem pelatihan terpadu, misalnya pelatihan komputer dasar, desain grafis, administrasi sistem, workshop/seminar, dan sebagainya. Latihan itu diberikan bukan hanya untuk mahasiswa STT NF, tetapi masyarakat awam juga dapat mengikuti, sehingga dapat secara kolektif kita mewujudkan kemandirian bangsa.

3. STT NF memberikan konstribusi kepada masyarakat luas, seperti mengadakan seminar/workshop untuk masyarakat umum.

4. STT NF memberikan dukungan sistem bagi para pebisnis lokal, terutama mahasiswa yang siap bekerja mandiri, seperi berbisnis atau membuat Start up.

Dukungan yang diberikan STT NF kepada mahasiswa untuk mandiri berupa layanan bagian server, hosting dan beberapa sistem yang dibutuhkan. Kita perlu mempersiapkan generasi muda Indonesia agar memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehingga nantinya dapat bersaing dengan dunia luar. []

Published in Pojok Mahasiswa