%AM, %03 %165 %2016 %02:%Jun

JIONWAT (Kajian Online Akhwat)

Lembaga Dakwah Kampus Senada STT NF selalu membuat terobosan menarik dan bermanfaat untuk para mahasiswa. Inisiatif pembinaan kerohanian khususnya agama Islam. Salah satu kegiatan rutin dilakukan sepekan sekali adalah Kajian Online Akhwat (JIONWAT). Kajian kerohanian ini dilakukan secara online melalui grup Whatsapp, beranggotakan seluruh akhwat di kampus STT NF. Kajian Online merupakan program kerja Departemen Kemuslimahan SENADA.

Kajian menghadirkan pembicara luar biasa yang menginspirasi. Dalam pembukaan acara, moderator memberikan reminder agar setiap anggota selalu online saat kajian berlangsung. Lalu, moderator mengundang pembicara masuk ke dalam grup akhwat untuk memulai kajian. Kajian ini memiliki aturan main sebagai berikut:

1. Ketika pemateri memaparkan kajian, peserta hanya membaca saja tanpa mengajukan pertanyaan dalam bentuk apapun.

2. Ketika moderator mempersilahkan peserta untuk mengajukan pertanyaan, maka peserta baru diperbolehkan untuk bertanya.

3. Teknis tanya jawab adalah

• ketika pembicara sudah menjawab pertanyaan sebelumnya.

• jika pembicara mengirim emoticon berarti jawaban sudah selesai.

• Jika moderator mempersilahkan peserta lain untuk mengajukan pertanyaan berikutnya, maka peserta baru dipersilahkan mengajukan pertanyaan selanjutnya.

• Selesai sesi tanya-jawab adalah saat moderator memberi ksimpulan.

Acara dimulai dengan pembacaan rules Jionwat oleh moderator. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Departemen Kemuslimahan Senada. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan materi kajian online oleh pembicara. Sesi tanya jawab dari anggota kepada pembicara, dan akhirnya penutup dari pembicara dan moderator.

Semua anggota akhwat STT NF sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberi manfaat luar biasa. Selain itu, acara membuat tali persaudaraan semakin kuat dan menambah ilmu kerohanian yang tidak didapatkan dalam perkuliahaan. (Ratih Septia Giri)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %02 %468 %2016 %10:%Jun

Latihan Terakhir UKM Futsal STT NF

Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari, tahun ini bertepatan dengar akhir semester genap 2016 saat mahasiswa bersiap menghadapi Ujian Akhir Semester. Dalam rangka menyambut Ramadhan, UKM Futsal STT NF mengumumkan kepada seluruh anggotanya untuk libur latihan rutin pekanan. Hal itu agar skuad UKM Futsal berkonsentrasi penuh menghadapi UAS dan meningkatkan ibadah.

Sebelum libur, UKM Futsal melaksanakan latihan penutupan pada Ahad (29/5). Latihan dilaksanakan seperti biasa dari pukul 16.00-18.00 di Family Futsal, Margonda.

Latihan penutup dibuat berbeda, dengan sesi foto bersama mengangkat piala penghargaan yang diraih saat kompetisi Porseni FIKES UHAMKA. Setelah berfoto, tiap anggota diberi kesempatan menyampaikan kesan dan pesan selama menjadi anggota UKM. Tak lupa, saran untuk meningkatkan kualitas tim Nurul Fikri All Star. Untuk menjadi sebuah tim yang kuat, setiap anggota harus saling mengenal dan mendukung satu sama lain, sehingga membentuk kekompakan.

Latihan rutin diakhiri dengan doa bersama serta harapan-harapan untuk UKM Futsal di masa datang. Para mahasiswa saling bermaafan agar hati dilapangkan saat menjalankan ibadan Ramadhan. (Ratih Septia Giri)

Published in Pojok Mahasiswa

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Salah satunya dilakukan Dewan Kesejahteraan Masjid Nurul Fikri (di lingkungan Kampus C STT NF) bersama masyarakat sekitar masjid mengadakan tarhib Ramadhan. Tarhib dilaksanakan pada hari Sabtu (28/5) di Masjid Nurul Fikri, Jalan Setu Indah, Kelapa Dua, Depok.

Kegiatan juga melibatkan mahasiswa penerima beastudi STT NF yang tinggal di asrama sekitar masjid tersebut. Itu bukti kongkrit mahasiswa STT NF berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan. Tujuan kegiatan mengajak dan mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menyambut bulan suci Ramadhan. Tema yang diangkat adalah “Ramadhan Indah, Perbanyak Tilawah dan Sedekah, Ibadah menjadi berkah”.

Tarhib dimulai pukul 18.30 dengan pembawa acara Dhani Fitriansyah dan Muhammad Abdul Karim. Mereka adalah mahasiswa Sistem Informasi dan Teknik Informatika STT NF tahun 2015. Acara dilanjutkan tilawah al Qur’an dan sari tilawah oleh Yusuf dan Wahyu Caesar Ramadhan.

Sambutan dari Ketua DKM Masjid Nurul Fikri, Ustaz Muslimin. Ia berpesan, “Agar Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan tahun sebelumnya. Semoga persiapan yang dilakukan bisa membuat ibadah di bulan Ramadhan semakin sempurna.”

Acara yang ditunggu-tunggu adalah tausyiah dari Ustaz Dedi Martoni. Dalam tausyiahnya, ustaz menyampaikan kebiasaan baik di zaman Rasulullah. “Para sahabat Nabi mulai menyambut datangnya Ramadhan sejak empat bulan sebelumnya. Mereka meningkatkan kualitas dan kuantitas amal ibadahnya masing-masing,” jelas Ustaz. Ia juga memaparkan tujuan sebenarnya berpuasa di bulan Ramadhan adalah agar umat Islam yang menjalankannya memperoleh derajat ketaqwaan. Kegiatan ditutup dengan doa yang mengharukan. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %02 %452 %2016 %09:%Jun

BEM STT NF Bangun Ukhuwah Tiada Henti

Ukhuwah atau persaudaraan adalah hal terpenting dalam sebuah organisasi. Dengan ukhuwah kita bisa saling mengenal satu sama lain, mengetahui kelebihan dan kekurangan satu sama lain, berbagi tugas dan program yang dicanangkan dalam organisasi agar dapat dilaksanakan bersama.

Menyadari pentingnya ukhuwah dalam organisasi, Biro Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa BEM STT NF mengajak seluruh pengurus periode 2016 untuk bersama-sama meningkatkan rasa persaudaraan. Caranya, mengadakan kegiatan bertajuk BUKTI (Bangun Ukhuwah Tiada Henti).

Hamdani, Ketua Biro PSDM BEM STT NF, menjelaskan: “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan rasa saling mengenal, saling memahami, saling memiliki antar pengurus dengan BEM. Hal itu sangat penting dalam suatu perjalanan organisasi, agar membuahkan totalitas dalam berorganisasi.”

Kegiatan ini merupakan program unggulan BEM STT NF yang dilaksanakan pada hari Sabtu-Ahad (21-22 Mei 2016). Kegiatan berlangsung di dua tempat berbeda, yakni di Kampus B STT NF dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sesi pertama dimulai Sabtu pukul 16.00 di Kampus B STT NF dengan permainan yang melatih kekompakan pengurus. Games berakhir pada pukul 18.00 dan dilanjutkan dengan ishoma. Sesi kedua dilanjutkan pukul 20.00, berupa evaluasi BEM STT NF selama empat bulan terakhir. Dalam sesi ini dibahas kendala yang dihadapi selama menjalani program dan bagaimana strategi untuk menghadapi kendala tersebut. Evaluasi selesai pukul 23.00, dilanjutkan istirahat.

Hari kedua, usai shalat Subuh berjamaah, dilakukan persiapan menuju TMII. Peserta BUKTI dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok diberi peta dan ongkos untuk naik angkutan kota. Hamdani menjelaskan, “Peserta dibagi per kelompok agar semakin mengenal teman-teman satu kelompok. Mereka berbagi ide untuk memecahkan masalah dari lokasi keberangkatan hingga tujuan. Selama perjalanan terdapat pos-pos yang harus dilalui setiap kelompok agar bisa sampai ke tujuan.”

Setelah sampai lokasi tujuan para peserta diarahkan masuk ke suatu tempat dalam TMII untuk diberi tantangan selanjutnya. Setelah sampai di lokasi tersebut, para peserta diberi tugas dalam kelompok, yakni mengunjungi setiap anjungan yang ditetapkan. Pada tiap anjungan yang dikunjungi terdapat tantangan yang harus dilewati.

Sebelum ditutup, pengumuman predikat pengurus terbaik dan divisi terbaik BEM STT NF. Pengurus terbaik BEM STT NF untuk bulan Februari diberikan kepada Muhammad Hamzah Nasirullah Kamsanur (Ketua Biro Media BEM STT NF), dan pengurus terbaik BEM STT NF bulan Maret adalah Muhammad Dzaki Mahfudz Hamadah (Staff Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa). Untuk predikat divisi terbaik diberikan kepada Kementerian Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) BEM STT NF.

Acara ditutup dengan pernyataan Presiden BEM STT NF 2016, Perdiansyah Ramadan. “Kita telah melakukan evaluasi bersama dan menjalani semua tantangan secara bersama-sama pula. Sekarang saatnya kita merealisasikan program BEM STT NF dengan semangat kebersamaan,” ujar Perdi. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %02 %439 %2016 %09:%Jun

STT NF Menyambut Ramadhan

Tak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Apakah kita telah brsiap menyambut kehadiran tamu agung itu? Sebagai Muslim yang baik selayaknya kita menyambut bulan penuh berkah dengan rasa suka cita, karena pada bulan yang mulia itu terdapat malam yang lebih baik dari pada seribu bulan.

Lembaga Dakwah Kampus SENADA STT NF melaksanakan kegiatan Tarhib Ramadhan 1437 H sebagai salah satu rangkaian kegiatan Kafilah Ramadhan. Syaiful Ramadhan selaku Ketua Pelaksana menjelaskan, “Kegiatan ini dibuat untuk mempererat ukhuwah dan rasa kekeluargaan antar mahasiswa STT NF dan mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.”

Tarhib dilaksanakan pada hari Kamis (26/5) di auditorium Kampus B STT NF. Tarhib Ramadhan kali ini mengangkat tema “Mencari untung di bulan yang penuh berkah”. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Dhani Fitriansyah (SI2015). Kemudian dilanjutkan sambutan Ketua STT NF, Drs. Rusmanto MM. Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa, “Agar membuat acara ini berkesan dan bermanfaat, walaupun konsepnya sederhana dan tidak mengurangi inti dari tarhib Ramadhan.”

Usai sambutan, Ketua STT NF membuka dan meresmikan Kafilah Ramadhan yang akan dilaksanakan mahasiswa STT NF dalam waktu satu bulan. Acara dilanjutkan penyampaian materi dari Ust. Fatchuri Rosyidi (alumni Universitas Indonesia). Pembicaa menekankan urgensi puasa di bulan Ramadhan. “Puasa diwajibkan kepada orang yang beriman. Hanya orang yang beriman, bukan sekadar berislam. Karena inti dari berpuasa itu sendiri adalah menempa diri agar menjadi orang yang bertakwa,” ujar ustaz Fatchuri.

Selanjutnya pembicara memaparkan manfaat puasa, secara fisik antara lain meningkatkan kemampuan otak, menjaga kesehatan jantung, menghaluskan kulit, meringankan sistem pencernaan, menjaga kesehatan ginjal, dan mengeluarkan racun dalam tubuh. “Manfaat puasa bagi jiwa kita adalah melatih kesabaran, kejujuran, serta mendapat kesempatan untuk meraih pahala dan mendekatkan diri pada Allah,” papar Ustaz.

Sebelum ditutup, acara diselingi doa bersama agar para mahasiswa dilancarkan saat melaksanakan ujian akhir semester. Acara ditutup dengan buka bersama puasa sunah Senin-Kamis. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %02 %125 %2016 %02:%Jun

UKM Futsal STT NF Raih Gelar Runner Up

Sebelum pelaksanaan ujian akhir semester, anggota UKM Futsal STT NF mengikuti kompetisi dalam Pekan Olahraga dan Seni Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (23/5) lalu di lapangan futsal Fikes Uhamka, Rebo Jakarta Timur.

Tim yang bertanding dalam kompetisi berasal dari internal UHAMKA dan tim eksternal yang berasal dari kampus lain, salah satunya adalah tim Nurul Fikri All Star (NFA) STT NF. Tim NFA membawa 10 orang pemain, yaitu Abdul Rozak (TI/13), Parid Aryadi (SI/13), Wildan Haritsah (TI/13), Gigih Prayogo (TI/13), Muhammad Dani Permadi (TI/15), Rian (TI/15), Fikri Maulana (TI/15), Muhammad Rosul (TI/13).

Dalam pertandingan pertama tim NFA berhadapan dengan tim tuan rumah, yaitu FIKES UHAMKA II dan NFA berhasil memenangkan pertandingan dengan skor meyakinkan 6-1. Pertandingan selanjutnya melawan tim dari Fakultas Teknik UHAMKA atau yang disebut dengan Tim FUNASTEK yang berakhir imbang 2-2. Setelah pertandingan kedua ini NFA menumpulkan 4 poin dari hasil dua pertandingan. Berkat raihan poin tersebut NFA berhasil menjadi Juara grup dan lolos ke babak selanjutnya, yaitu semi final.

Kompetisi ini dilaksanakan dalam satu hari, mulai dari pukul 09.00 pagi sampai pertandingan final dilaksanakan pukul 21.00 malam. Perjuangan tim NFA tidak sia-sia, akhirnya NFA berhasil lolos ke partai puncak pada gelaran Porseni FIKES UHAMKA.

Namun, sayang di partai final NFA harus mengakui keunggulan tim tuan rumah dengan selisih skor tipis: 1-2. Hasil ini menempatkan NFA sebagai Runner Up pada ajang yang digelar oleh Fikes Uhamka.

“Meski tidak berhasil menjadi kampiun pada ajang ini, perjuangan mereka perlu diapresiasi. Ini merupakan kali pertama bagi NFA berhasil melaju hingga partai puncak dalam kompetisi yang pernah diikuti. Berkat usaha dan kerja keras mahasiswa bukan tidak mungkin gelar juara hanya tinggal menunggu waktu saja,”ujar David Wismanindra, dari Bagian Kemahasiswaan STT NF. (Ratih Septia Giri)

Published in Kegiatan Kampus

Setelah Google menyelenggarakan pelatihan Indonesia Android Kejar selama enam pekan, maka acara penutupan dilakukan pada Kamis (26/5) lalu di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta. STT NF ikut dalam rangkaian pelatihan dan turut menghadiri acara penutupan.

Rangkaian acara penutupan diisi Career Aspiration Day, Awarding Indonesia Android Kejar, dan pengumuman pemenang Hackaton Indonesia Android Kejar. Selain itu, juga digelar pameran StartUp lokal seperti Go-Jek, eFishery, HijUp, Ruang Guru, BukaLapak, Setipe, Pasienia, dan lain-lain.

Acara dimulai dengan diskusi pengembangan karir, sesi pertama bertema “Life as a Startup Founder” bersama pembicara Razi Thaplib (CEO Setipe.com) dan Fadli Wilihandarwo (CEO Pasienia.com). Mereka menjelaskan metoda mengelola segala aktivitas, mulai dari kuliah, kegiatan keluarga hingga merintis StartUpikan. Sesi kedua bertema “How StartUp Change the World” .30 Wib dengan narasumber Rian Bastian (Product Manager, Go-Jek) dan Chrisna Aditya (Co-founder dan CTO, eFishery). Dijelaskan panjang lebr, bagaimana dunia berubah lebih baik dengan kontribusi StartUp Indonesia.

Setelah istirahat dilakukan Awarding Indonesia Android Kejar dalam dua babak. Babak pertama talkshow bersama tiga fasilitator dan tiga peserta terpilih selama pelatihan Indonesia Android Kejar. Babak kedua penyerahan merchandise kepada 80 peserta terbaik. Peserta terbaik itu terbagi atas dua level,dasar dan menengah. Dari dua kategori itu, STT NF mencatatkan Toto Harjendro sebagai perserta terbaik kategori pertama dan Isfahani serta Admam pada kategori kedua. Itu membuktikan kompetensi karyawan dan mahasiswa STT NF.

Puncak acara adalah pengumuman pemenang Hackaton Indonesia Android Kejar. Terdapat lima juara dengan aplikasi yang inovatif.

1. The Alphabet, merupakan aplikasi interaktif berbasis Augmented Reality yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran huruf. Aplikasi tersebut dibuat oleh kelompok Migthy Morphin asal Yogyakarta.

2. Teras, aplikasi pemantauan perkembangan anak di sekolah yang dapat menghubungkan komunikasi antara orangtua, sekolah dan guru. Aplikasi tersebut dibuat kelompok C#11 asal Surabaya.

3. Bisindo, aplikasi belajar bahasa isyarat Indonesia secara mandiri yang dibuat oleh kelompok Bisindo asal Surabaya.

4. TeachAsk, aplikasi yang memfasilitasi pengajar dan pelajar untuk belajar apapun, di manapun dan kapanpun. Aplikasi ini dibuat oleh kelompok Invent asal Jakarta.

5. Guruku, aplikasi pencarian les umum di sekitar pengguna dengan memberdayakan para guru yang sudah mengajar. Aplikasi ini dibuat oleh kelompok Guruku asal Surabaya.

Lima startup tersebut berhak mendapatkan paket hadiah menarik dari Bukalapak dan Google Indonesia. Masing-masing pemenang mendapatkan Rp 5 juta untuk juara kelima dan keempat, Rp 15 juta untuk juara ketiga, Rp 22,5 juta untuk juara kedua dan Rp 30 juta untuk juara pertama.

Pada hari kedua, setiap kelompok mempresentasikan hasil produknya kepada dewan juri, yang terdiri dari Ir. Ananto Kusuma Seta, M.Sc., Ph.D, (Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk Inovasi dan Daya Saing), Andrew Kurniadi (Google Developer Expert, Android), Sanny Gaddafi (Google Developer Expert, Product Strategy), Sigit Adinugroho (Freelance UX Designer), dan Hasanul Hakim (Kepala Aplikasi Mobile Bukalapak).

Hackathon Indonesia Android Kejar adalah sebuah kegiatan yang ditujukan terutama bagi para pengembang aplikasi Indonesia dengan dukungan Google Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, serta didukung oleh Bukalapak.

Tema yang diangkat adalah pendidikan. Para pengembang ditantang menciptakan sebuah aplikasi yang dapat memberikan solusi digital untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Indonesia melalui teknologi yang melibatkan sekolah, guru, murid dan juga orang tua.

Dalam keterangan resmi, Shinto Nugroho, Head of Public Policy and Government Relations Google Indonesia memaparkan, "Indonesia Android Kejar Hackathon merupakan bagian dari komitmen Google untuk melatih 100.000 pengembang aplikasi di Indonesia hingga tahun 2020 mendatang."

Google secara khusus mengangkat tema pendidikan pada Hackathon untuk turut serta merayakan Hari Pendidikan Nasional di Indonesia yang jatuh pada 2 Mei. Tak hanya itu, selama kegiatan Hackathon berlangsung, partisipan mendapatkan pengajaran dan bimbingan serta dapat berkonsultasi dengan para ahli di industri digital.

Para partisipan sebelumnya telah mengikuti pelatihan Indonesia Android Kejar, sebuah program kelompok belajar intensif dan dipimpin fasilitator yang juga menyediakan bimbingan bagi pengembang pada semua tingkatan. Kelompok ini didirikan di lima kota besar yaitu Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta untuk menjangkau masyarakat seluas mungkin. Pada tahun ini sudah tercatat lebih dari 2.500 partisipan. (Choniyu Azwan)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %01 %216 %2016 %04:%Jun

Pejuang Kafillah Ramadhan

Ramadhan adalah bulan suci penuh ampunan. Bulan yang ditunggu oleh seluruh umat Islam, karena di dalam bulan tersebut terdapat banyak kemuliaan. LDK Senada STT NF merupakan organisasi yang bergerak di bidang keagamaan, menyampaikan risalah ke seluruh pihak, terutama kalangan mahasiswa dan sivitas akademika.

Agenda bulan Ramadhan merupakan acara besar yang diadakan setiap tahun. Pada tahun ini telah terbentuk panitia Ramadhan dengan nama Kafillah Ramadhan, dipimpin Saiful.

Pada Jum’at (13/5) di kampus B STT NF diadakan rapat panitia Kafillah Ramadhan yang pertama kali. Sebelumnya telah dilaksanakan rekrutmen terbuka bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi menjadi panitia di bulan Ramadhan.

Rapat perdana dihadiri sekitar 30 mahasiswa yang menjadi panitia inti. Pelaksana tidak hanya dari organisasi LDK, tapi melibatkan seluruh mahasiswa STT NF yang mau berkontribusi menjalankan kegiatan besar di bulan suci.

Banyak kegiatan yang rencana akan dijalankan pada Ramadhan tahun ini. “Acara beragam, mulai dari Tarhib Ramadhan, seminar, workshop, santunan anak yatim, pesantren kilat, ta’jil on the road, dan bazar. Masih banyak lagi kegiatan dan kajian pada Ramadhan mendatang,” ungkap Saiful selaku penanggung jawab. (Suranto)

Published in Pojok Mahasiswa

Oleh: Muhammad Abdul Karim

Membangun kemandirian bangsa adalah suatu proses dimana seluruh komponen massyarakat berusaha dan mampu menyelesaikan setiap permasalahan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan keadilan secara mandiri.

Sementara Open Source adalah istilah program komputer yang bebas digunakan untuk apa saja, dipelajari dan dimodifikasi (karena kode sumber tidak dirahasiakan), dicopy atau dibagikan ke orang lain, dan hasil modifikasinya disebarluaskan.

Lantas, apa hubungan kedua hal tersebut? Jika kita lihat secara sekilas mungkin tidak ada hubungan sama sekali. Konsep yang satu membahas tentang pemahaman kebangsaan, sedangkan yang lain menyangkut masalah teknologi. Lalu apa hubungannya?

Bila kita renungkan lebih dalam, maka pengembangan Open Source dapat mendorong kemandirian bangsa. Kok bisa? mungkin itu yang terlintas di pikiran kita. Kita dapat melihat beberapa aspek, kelebihan Open Source dalam upaya membangun kemandirian bangsa.

Pertama, meningkatkan kemampuan SDM lokal. Dari aspek ini, tentu sudah sangat jelas ciri Open Source yang bisa dipelajari semua orang membuat SDM lokal kita dapat terlatih merancang program. Semua program tersebut bisa dipelajari dengan bebas, sehingga kita dapat menghasilkan produk sendiri tanpa harus merekrut sumber daya asing.

Kedua, mengurangi impor sehingga menghemat devisa. Di Indonesia terutama di instansi pemerintah kebanyakan aplikasi diimpor dari luar negeri yang menyebabkan anggaran negara masuk ke kantong para pembuat software di luar negeri. Dengan Open Source, kita dapat dengan mudah membuat aplikasi sendiri tanpa impor dari luar negeri.

Ketiga, meningkatkan kemampuan berkompetisi, karena Open Source bersifat terbuka dan boleh dimodifikasi sehingga membuat kita menjadi bersemangat. Kita mudah belajar apa saja karena telah banyak kode sumber yang tersedia Internet dan kita diperbolehkan memodifikasi software yang sudah ada agar target yang diinginkan. Kemampuan progammer Indonesia tidak dapat diremehkan dalam hal membuat software dibanding dengan programmer asing

Yang terakhir adalah memudahkan penggunaan bahasa dan budaya lokal (localization). Hal ini dapat mendongkar potensi dan keunikan daerah, karena pelokalan di bidang software menghasilkan penguasaan suatu produk dan membuatnya sesuai dengan bahasa dan budaya masyarakat yang dijadikan sasaran pengguna software. Sehingga kita dapat memperkenalkan bahasa dan budaya lokal ke seluruh dunia melalui software.

Demi mencapai tujuan itu semua diperlukan peran dari berbagai pihak untuk mendorong penggunaan produk-produk open source. Salah satu pihak yang memiliki peranan tersebut adalah lembaga pendidikan yang bisa mengkampanyekan penggunaan open source di lingkungan pelajar dan mahasiswa, sehingga generasi berikutnya dapat memanfaatkan teknologi open source.

STT NF salah satu Perguruan Tinggi yang sejak awal memiliki tujuan untuk menggunakan produk open source menjadi salah satu yang terdepan dalam pengembangan teknologi. Lingkungan belajar di STT NF, bisa dikatakan seluruhnya menggunakan produk open source, terutama sistem operasi Linux. Semua itu untuk menciptakan generasi IT yang inovatif dan kreatif dalam memanfaatkan keunggulan open source. Semoga nantinya akan muncul kreasi-kreasi anak bangsa yang mengubah wajah dunia lewat produk open source.

Sumber gambar: www.icidigital.com/blog/icidigital-contributes-to-the-adobe-experience-manager-open-source-community/

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %01 %143 %2016 %02:%Jun

Persiapan Menyambut Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia serta bulan tarbiyah, yaitu masa pembinaan untuk mencapai derajat taqwa yang paling tinggi.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (QS Al Baqarah: 183).

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling bertaqwa.” (QS Al Hujurat: 13).

Predikat taqwa ini tidak mudah untuk diperoleh. Taqwa baru akan diperoleh ketika seseorang melakukan persiapan yang cukup, dan mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan yang baik dan menyikapinya dengan benar. Persiapan Ramadhan antara lain:

1. Persiapan Ruh dan Jasad.

Dengan cara mengondisikan diri agar pada bulan Sya’ban (bulan sebelum Ramadhan) kita telah terbiasa dengan berpuasa. Sehingga kondisi ruhiyah imaniyah meningkat, dan tubuh sudah terlatih berpuasa. Dengan kondisi seperti ini, maka ketika kita memasuki bulan Ramadhan, kondisi ruh dan iman telah membaik dan selanjutnya dapat langsung menyambut bulan Ramadhan yang mulia ini dengan amal dan kegiatan yang dianjurkan. Di sisi lain, tidak akan terjadi lagi gejolak fisik dan proses penyesuaian yang kadang-kadang dirasakan oleh orang-orang yang pertama kali berpuasa, seperti lemah badan, demam atau panas dingin dan sebagainya.

Rasulullah saw menganjurkan kepada kita agar memperbanyak puasa sunnah pada bulan Sya’ban dengan cara memberikan contoh langsung dan aplikatif .

‘Aisyah radhiyallahu‘anha berkata: ”Rasulullah saw berpuasa, sampai-sampai kami mengiranya tidak pernah meninggalkannya”. (riwayat Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa: ”Beliau melakukan puasa sunnah bulan Sya’ban sebulan penuh, lalu beliau sambung bulan itu dengan Ramadhan”. (Hadits shahih diriwayatkan oleh para ulama hadits. Lihat kitab Riyadhush-Shalihin, Fathul Bari, Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain).

Anjuran tersebut dikuatkan lagi dengan menyebutkan keutamaan bulan Sya’ban. Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Katanya: ”Ya Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan yang lain sebanyak puasa di bulan Sya’ban ini?” Beliau menjawab: ”Itulah bulan yang dilupakan orang, antara Rajab dan Ramadhan, bulan ditingkatkannya amal perbuatan kepada Allah swt Rabbul ‘alamin. Aku ingin amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa”. (HR An-Nasa’i).

2. Persiapan Materi

Bulan Ramadhan merupakan bulan shadaqah (santunan). Sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang sangat besar akan didapat oleh orang yang tidak punya, manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun hanya sebuah kurma, seteguk air atau sesendok mentega.

Rasulullah saw pada bulan Ramadhan sangat dermawan, sangat pemurah. Digambarkan bahwa sentuhan kebaikan dan santunan Rasulullah saw kepada masyarakat sampai merata, lebih merata ketimbang sentuhan angin terhadap benda-benda di sekitarnya.

Hal itu sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu: ”Sungguh, Rasulullah saw saat bertemu dengan malaikat Jibril, lebih dermawan daripada angin yang dilepaskan.” (HR Muttafaqun ‘alaih).

Santunan dan sikap ini sudah tentu tidak dapat dilakukan dengan baik, kecuali jika jauh sebelum Ramadhan telah ada persiapan-persiapan yang memadai.

3. Persiapan Fikri (persepsi)

Minimal persiapan fikri ini meliputi dua hal, yaitu:

1. Mempunyai persepsi yang utuh tentang Ramadhan dan keutamaan bulan Ramadhan.

2. Dapat memanfaatkan dan mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang secara logis dan konkrit mengantarkannya untuk mencapai ketaqwaan. (Choniyu Azwan)

Published in Kisah dan Curhat