Website telah menjadi kebutuhan setiap individu maupun bisnis. Kebutuhan web developer terus meningkat dan selalu dicari oleh berbagai pihak terutama perusahaan. Tapi tahukah kamu bagaimana cara membuat sebuah website? Dan siapakah orang yang membuat website? Mari kita bahas sekilas tentang bagaimana langkah membuat website dan siapakah orang berjasa dibalik terbuatnya sebuah website.

Tampilan website yang indah seperti Facebook, Youtube, Tokopedia, ataupun Bukalapak ternyata dibaliknya terdapat ribuan bahkan jutaaan kode yang saling bekerja. Website dibuat dengan menggunakan berbagai macam teknologi. Singkatnya, tampilan dari sebuah website dibangun menggunakan teknologi frontend seperti HTML, CSS dan JavaScript. Lalu hal yang tidak terlihat dari sebuah website seperti membangun fungsionalitas website, penyimpanan data, membuat website menjadi lebih dinamis, hal tersebut dibangun menggunakan teknologi backend seperti PHP, NodeJS, Python, MySQL, PostgreSQL, Oracle, dll.

Mereka yang bekerja mengurusi tampilan website disebut sebagai Front-end Developer, tugasnya membuat tampilan website. Sedangkan mereka yang bekerja mengurusi logic atau alur kerja dari sebuah website disebut sebagai Back-end Developer, tugasnya membuat fungsionalitas sebuah  website agar berjalan dan bisa digunakan oleh user. Dan bagi kamu yang tertarik ingin menjadi Front-end Developer, berikut adalah skill yang harus kamu pelajari :

1. Langkah pertama : Mempelajari HTML

HTML adalah inti dari sebuah website dan hal pertama yang harus dipelajari untuk menjadi Front-end Developer. HTML merupakan bahasa markup yang digunakan untuk membangun kerangka atau struktur sebuah website.

Nah bagi kamu yang ingin mempelajari HTML bisa mengakses link berikut :
    •  W3Schools
    •  Khan Academy
    •  Udacity

2. Langkah Kedua: Mempelajari CSS

CSS adalah langkah selanjutnya yang harus dikuasai. CSS merupakan bahasa yang digunakan untuk menghias atau memperindah struktur dari sebuah website. CSS merupakan hal yang tak terpisahkan dengan HTML, karena keduannya memang saling melengkapi.

Nah bagi kamu yang ingin mempelajari CSS bisa mengakses link berikut :
    •  W3Schools
    •  Khan Academy
    •  Udacity

 3. Langkah Ketiga: Mempelajari JavaScript

JavaScript memungkin kamu untuk membuat halaman HTML menjadi lebih interaktif. Contohnya saja misalkan ingin membuat slider, popup, atau notifikasi, bahkan kamu juga dapat menampilkan data terbaru tanpa harus me-reload browser.

Nah bagi kamu yang ingin mempelajari JavaScript bisa mengakses link berikut :
    • W3Schools
    • Udacity
    • Mozilla

 4. Langkah Keempat: Mempelajari CSS Preprocessors

CSS memiliki keterbatasan dalam penulisan kode, hal yang sering terjadi adalah penulis kode CSS yang tidak efisien atau sering menulis kode yang sama berulang-ulang. Untuk menyelesaikan masalah di atas maka munculah CSS Preprocessors seperti SASS dan LESS yang membantu kamu mengelola kode css menjadi lebih efisien.

Nah bagi kamu yang ingin mempelajari CSS Preprocessors bisa mengakses link berikut :
    • sass-lang
    • the sass way
    •  scotch

 5. Langkah Kelima: Mempelajari Framework SPA (Single Page Applications)

SPA merupakan teknologi terbaru yang diterapkan pada beberapa website. SPA adalah istilah website yang hanya menggunakan satu halaman saja sebagai tampilan aplikasi. Website tidak perlu me-request server untuk mengupdate tampilan ketika berpindah halaman, hanya beberapa saja yang diupdate dari server seperti data atau informasi. Penggunaan teknologi SPA menjadikan web menjadi lebih ringan dan cepat ketika digunakan.

Terdapat beberapa framework SPA seperti React JS, Angular, dan Vue JS. Kamu bisa mempelajari salah satunya yang menurutmu paling menarik.

Nah bagi kamu yang ingin mempelajari SPA bisa mengakses link berikut :
    •  ReactJS : ReactJS
    •  VueJS : Laracast, VueJS
    •  Angular : Coursetro, Angular


6. Langkah Keenam: Mempelajari Teknologi Lain

Jika kamu sudah mempelajari sampai sejauh ini, jangan puas dahulu. Kamu memang layak mendapatkan pujian karena telah mempelajari berbagai teknologi di atas, namun di luar sana teknologi selalu bermunculan dan kebutuhan dunia website selalu berkembang.

Dan kamu harus mencoba beberapa teknologi berikut untuk meningkatkan skill kamu. Berikut beberapa hal yang harus kamu pelajari untuk meningkatkan kemampuan kamu dalam membuat website :

    •  GIT (Version Control) :
        https://try.github.io, https://www.codecademy.com/learn/learn-git atau  https://www.atlassian.com/git

    •  Unit Testing : https://www.udacity.com/course/javascript-testing--ud549

    •  JavaScript Libraries :
        Jquery : https://www.w3schools.com/jquery/default.asp

    •  CSS Framework :
        Bootstrap: https://getbootstrap.com/
        Foundation: https://foundation.zurb.com/
        Semantic: https://semantic-ui.com/
        Material: https://material.io/

 7. Langkah Ketujuh: Berlatih, Berlatih dan Berlatih.

Hal yang terpenting setelah mempelajari hal di atas adalah berlatih untuk membuat website, buat proyek yang menarik dan unik serta bantu orang lain yang membutuhkan jasa pengembangan website.

Selesaikan projek kamu dan itu akan menjadi portofolio kamu nantinya, dan jangan lupa setiap proyek atau karya yang kamu buat pastikan terdokumentasi dengan baik, kamu bisa menggunakan Github sebagai sarana dokumentasinya. Bangun porfoliomu sedikit demi sedikit, berlatihlah terus menerus membuat website dan bantu orang lain yang membutuhkan jasamu.

Sumber :
http://fullbit.ca/2018-full-stack-developer-road-map-part-1-front-end-development/
https://codeburst.io/the-2018-web-developer-roadmap-826b1b806e8d
https://www.w3schools.com/whatis/whatis_roadmap.asp
https://medium.com/tech-tajawal/modern-frontend-developer-in-2018-4c2072fa2b9c

Published in Artikel

Anda pengguna smartphone Android? So pasti dong. Hampir semua orang menggunakan Adroid sebagai alat komunikasi juga alat serba guna lainnya. Zaman sekarang, penggunaan android tidak hanya terbatas pada alat untuk komunikasi saja, tapi berbagai kebutuhan lainnya juga bisa dipenuhi oleh smartphone ini. Pesan ojek saja sudah pake smartphone, hal ini membuat masyarakat menengah ke bawah harus menggunakan smartphone, palagi masyarakat kelas atas sudah pasti menggunakannya sebagai alat bisnis dan lain – lain

Penggunaan smartphone Android tidak hanya terbatas pada alat berkomunikasi atau pesan ojek saja. Bahkan sekarang Android bisa dipakai untuk usaha, alat kerja dan kebutuhan lainnya. Kita bisa membuat toko online sendiri dengan mudah dan murah, hanya bermodalkan smartphone Android dan kuota, kita sudah bisa berbisnis.

Tentu saja perkembagan Android ini didominasi oleh Aplikasinya yang beragam dan serba guna. Sebenarnya Android sendiri hanyalah sebuah wadah untuk menampung aplikasi – aplikasi yang membuat Android menjadi alat serba guna. Para pengembang aplikasi lah yang justru berjasa dalam suksesnya Android ini. Para pengembang aplikasi ini bukan berasal dari staff/ karyawan Android atau Google sebagai developernya, tapi dari berbagai jenis lapisan masyarakat. Dengan berodalkan pengetahuan pemrograman semua orang bisa membuat Aplikasi.

Membuat aplikasi Android sudah menjadi kesenangan tersendiri bagi sebagian orang, terutama mahasiswa Tekhnik Informatika. Sebenarnya pengetahuan pemrograman saja belum cukup untuk membuat Aplikasi Andorid. Ada satu alat penting yang menjadi kunci utama pengembangan aplikasi android ini yaitu Android Studio. Secara garis besarnya, Android Studio merupakan suatu aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat aplikasi lainnya.

Android studio adalah sebuah IDE untuk Android Develoment yang dikenalkan pihak google pada acara Google I/O pada tahun 2013 lalu. Android studio merupakan suatu pengembangan dari Eclipse IDE, dan dibuat berdasarkan IDE Java populer, yaitu IntelliJ IDEA. Android studio merupakan IDE resmi untuk pengembangan aplikasi android.

Dengan Android Studio lah semua orang akhirnya bisa membuat aplikasi secara gratis dan bebas, dan berkat itu juga Smartphone Android terasa lebih bernyawa. Bukan hanya terbatas pada alat komunikasi saja tapi juga sebagai sarana hiburan dan alat berbisnis yang tentunya murah dan efektif. Sampai saat ini di Indonesia sendiri ada beberapa Aplikasi terkenal yang digunakan untuk berbisnis dan hiburann, antara lain yaitu BukaLapak, Go-Jek, dan lain sebagainya. Aplikasi tersebut berhasil meraut keuntungan miliaran rupiah setiap tahunnya dengan pengguna lebih dari 1 juta orang dan transaksi lebih dari 1000 setiap harinya.

Tentu saja sangat menggiurkan melihat keuntungan dari berbagai perusahaan besar tersebut yang berawal hanya dari Aplikasi Android yang dikembangkan perorangan. Hal ini menarik perhatian semua orang untuk membuat dan mengembangkan aplikasi android juga. Bahkan bagi sebagian orang menjadi motivasi tersendiri untuk meraih kesuksesa. Siapapun bisa melakukannya, termasuk Anda, hanya bermodalkan pengetahuan pemrograman java yang bisa dipelajari dari buku atau internet dan alat ini tentunya sebagai kunci utama, Android Studio.

Published in Artikel

Banyak lulusan dan spesialis muda memutuskan untuk bergabung dengan komunitas IT dan menjadi Junior Developer. Ada banyak alasan untuk contoh itu seperti pertumbuhan gaji, kondisi kerja yang baik, perjalanan bisnis, pelatihan dan sertifikasi gratis, dll.

Jadi, jika Anda baru memulai karir TI, maka Anda mungkin memerlukan beberapa tip tentang cara memulai jalur Anda dan arah mana yang harus ditentukan. Berikut adalah beberapa tips yang membantu Anda menjadi seorang Junior Developer.

Tip 1: Temukan dan tentukan tempat kerja.

Lebih baik memilih pekerjaan pertama Anda di sebuah perusahaan IT dengan kantor yang dioperasikan dengan baik, daripada sebuah proyek startup yang menyewakan beberapa tempat berbagi dengan orang lain. Saat bekerja di kantor, Anda dapat belajar banyak. Sebagian besar kolega Anda akan senang membantu Anda dan membagikan beberapa tips kehidupan profesional. Juga, sebagian besar perusahaan IT memiliki pusat pelatihan untuk karyawan mereka, dan menyediakan kursus bahasa gratis. Pengalaman, yang bisa Anda dapatkan di kantor, bisa tak ternilai harganya.

Tip 2: Membiasakan Ngoding setiap saat ketika memiliki waktu luang.

Jangan membatasi diri anda dengan kerangka proyek yang sedang Anda kerjakan. Pelajari beberapa teknologi baru, bahasa pemrograman baru, framework baru. Cobalah sesuatu yang baru di proyek open source, baca berita dan artikel teknologi. Proses eksplorasi tentang bagaimana solusi yang berbeda diterapkan, akan menunjukkan kepada Anda praktik terbaik yang ada dalam arsitektur TI dan pengembangan perangkat lunak.

Tip 3: Pelajari pola pemrograman.

Pola pemrograman adalah solusi umum yang dapat digunakan kembali untuk masalah yang sering terjadi dalam pengembangan perangkat lunak yang dibuktikan oleh banyak pengembang. Pola dapat membantu Anda tidak hanya untuk memecahkan masalah tertentu secara efektif, tetapi juga untuk memahami solusi apa yang ada, ke arah mana Anda harus bergerak dalam menangani  sebuah tugas lain. Anda akan dapat menemukan beberapa jawaban atas pertanyaan yang mengkhawatirkan Anda.

Tip 4: Pelajari kode.

Lebih baik belajar kode dari semua library, tidak hanya dari dokumentasinya. Kode itu sendiri dapat menjelaskan dengan lebih baik bagaimana fungsi bekerja, bagaimana ia beroperasi dengan berbagai jenis data. Penting untuk sepenuhnya memahami apa yang Anda kerjakan termasuk detail terkecil. Jangan frustrasi, semua dokumentasi ditulis oleh orang-orang, jadi terkadang logika dokumentasi mungkin tidak mudah dipahami.

Tip 5: Baca artikel secara rekursif.

Buka artikel pertama tentang topik yang Anda minati dan baca. Setelah Anda melihat kata atau definisi yang tidak dikenal, googling artikel lain yang menjelaskan kata atau definisi tidak dikenal ini, dan letakkan artikel pertama di bookmark. Ketika di artikel kedua Anda melihat sesuatu yang tidak dikenal, letakkan di bookmark yang sama dan googling untuk artikel selanjutnya dan seterusnya. Setelah beberapa waktu, ketika Anda membaca banyak artikel, Anda akan kembali ke bookmark dan membacanya dengan pemahaman penuh tentang topik tersebut.

Sumber:
Softtheme

Published in Artikel