Belum lama ini, sebuah perusahaan di negeri sakura, Jepang, berhasil membuat piyama cerdas untuk pasien di rumah sakit, khususnnya pasien yang menderita demensia. Demensia itu sendiri merupakan sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, melakukan pertimbangan, dan memahami bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental. Sindrom ini umumnya menyerang orang-orang lansia di atas 65 tahun.

Xenoma, nama sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pakaian cerdas, diketahui sedang mencari cara untuk mengintegrasikan teknologi tersebut ke kehidupan sehari-hari. Melalui konsepnya, yakni dengan menggunakan sensor untuk membantu pelaku medis dalam mengawasi para pasien. Pada saat dilakukan observasi, pasien biasanya harus berdiam di dalam ruangannya. Dengan adanya piyama cerdas ini, observasi kini bisa dilakukan dimana saja, hal ini dikarenakan terdapat sensor pada pakaian tersebut (informasi ini di dapat dari engadget).

Seperti piyama-piyama pada umumnya, dimana piyama cerdas ini juga terdiri dari baju dan celana. Dimana dari masing-masing bagian piyama, terdapat sensor yang diatur sedemikian rupa untuk mencatat input tertentu. Misalnya, sensor pada pinggul dan kaki didesain untuk mendeteksi gerakan. Dengan begitu, pelaku medis bisa megetahui bahwanya pasien sedang bergerak.

Sementara pada bagian baju, sensor dibuat untuk memonitor tanda-tanda seperti pernafasan. Pada bagian ini juga dapat dipasang sepasang port yang mampu terhubung dengan EKG. Salah satu inovasi yang paling menarik dari Xenoma adalah sensor pakaian yang tidak memerlukan cairan khusus agar bisa terhubung dengan kulit.

Selain itu, Xenoma juga mengatakan bahwa pakaian baru akan mengalami kerusakan setelah dicuci sebanyak lebih dari 100 kali, sama seperti pakaian biasa. Pada baju bagian depan, terdapat disk plastik yang menyimpan beberapa piranti, seperti halnya baterai, unit bluetooth, akselerometer dan giroskop. Baterai tersebut mampu bertahan dalam kurun waktu delapan jam dalam satu kali pengisian baterai.

Dalam waktu dekat ini, Xenoma akan melakukan pengujian terhadap piyama cerdas buatannya itu kepada salah satu rumah sakit di Jerman. Diharapkan, pakaian jenis ini sudah akan bisa digunakan pada tahun 2020 mendatang, dengan harga per pakaian kurang dari USD100 (Rp1,3 juta). Semoga bermanfaat.

Published in Artikel

Baru-baru ini Telkomsigma telah meluncurkan sebuah aplikasi yang mampu mengkolaborasikan berbagai macam ke dalam suatu ruang. Aplikasi tersebut bernama Mobile CloudMobile Cloud merupakan kumpulan aplikasi kolaborasi yang terintegrasi dalam satu aplikasi. Dengan begitu pengguna hanya perlu satu akun untuk mengakses seluruh fitur kolaborasi seperti email, chat, dan online storage. Berbasis teknologi SaaS Cloud, aplikasi Mobile Cloud dapat diakses kapanpun, di manapun, dari perangkat apapun. Aplikasi ini khusus didesain menunjang dinamika aktivitas digital dalam berkolaborasi.

Mobile Cloud memiliki berbagai keunggulan yang dapat digunakan oleh seluruh pengguna di Indonesia, baik pada penggunaan secara personal, pebisnis, maupun business-to-business-customer dengan white label"Sebagai perusahaan penyedia ICT terbesar di Indonesia, Telkomsigma tidak pernah berhenti melakukan inovasi. Hadirnya Mobile Cloud tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di seluruh Indonesia, namun juga telah melalui perbandingan menyeluruh terhadap seluruh pemain aplikasi kolaborasi," kata Direktur Solution Operation Telkomsigma, Achmad Soegiarto.

Selain sumber daya manusia, Mobile Cloud juga didukung oleh infrastruktur Data Center Telkomsigma yang tersertifikasi sebagai Data Center Tier III Facility dari Lembaga Internasional, Uptime Institute. Disisi lain Mobile Cloud juga mendapat dukungan dari Telkom dengan infrastruktur jaringan terdepan dan terluas, yang mana dikatakan mampu menjamin keberlangsungan dan pengalaman dalam memakai aplikasi Mobile Cloud.

Aplikasi Mobile Cloud kini dapat diunduh secara gratis di Play Store. "Kami ingin memberikan kesempatan pada pengguna untuk mendapatkan pengalaman digital terbaik dalam berkolaborasi," ujar Achmad Soegiarto. Pengguna yang menginginkan kapasitas tambahan, bisa memilih Mobile Cloud yang versi berbayar, yang mana akan tersedia dengan paket-paket yang disesuaikan untuk pasar Indonesia. Bagi pengguna UKM maupun koorporat, Mobile Cloud juga akan berperan sebagai platform yang dapat di kustomisasi sesuai dengan kebutuhan bisnis, baik itu melalui skema lisensi maupun white label.

Dengan adanya aplikasi Mobile Cloud ini, diharapkan dapat membawa masyarakat Indonesia yang terbiasa menggunakan layanan public cloud asing, untuk dapat berpindah memanfaatkan produk karya anak bangsa. Semoga bermanfaat.

Published in Artikel

Big Data mungkin merupakan istilah yang familiar dikalangan akademisi teknologi tapi tidak untuk orang yang awam. Padahal peran big data sendiri bakal menjadi salah satu fondasi penting bagi industri teknologi dunia, tak terkecuali negeri kita tercinta ini.
Lalu bagaimana dengan perkembangan big data di tanah air? seperti apa arah tren big data di dunia teknologi Indonesia? semua pertanyaan itu sepertinya masih mengambang. Namun, dimata pakar big data Komang Budi Aryasa, arah big data di Indonesia sudah memiliki pola yang sudah jelas.

"Kita ingin menggali apa saja informasi yang ada di dalamnya, apa yang menjadi pembicaraan orang. Data-data seperti itu namanya data tidak terstruktur, perlu cara khusus untuk mengolah data itu, karena ingin menemukan satu informasi di dalamnya," kata pria yang menjabat sebagai Head of Research & Big Data Telkom Indonesia. Komang menegaskan, pangkal dari pengolahan data adalah untuk pengamilan keputusan yang lebih baik. Dalam buku yang Komang tulis “ Rahasia Big Data “ mengatakan bahwa setiap pengambilan keputusan selalu didasarkan kepada sebuah intuisi.

Komang

"Sekarang ini banyak manajer-manajer baru yang tidak punya pengalaman dalam pengambilan keputusan. Maka mereka harus dibekali dengan data. Sehingga ini menjadi tools untuk mengambil keputusan, ada satu frase "Data Oriented Decision Making" di dalam buku saya, itulah fungsi big data pada akhirnya," pungkasnya .

Komang juga mengungkapkan big data itu harus memiliki tiga komponen penting, antara lain Volume, Velocity dan Variety. Dengan ketiga kompomen ini sudah sewajarnya big data memiliki volume besar dengan kecepatan yang sangat tinggi dan ketersediaan jenis data yang beraneka ragam. Komang menekankan kalau data diolah wajib hukumnya harus mencari “Value”. Karena pada akhirnya nilai yang ditemukan dari data kelak bisa dimanfaatkan untuk keperluan lainnya .

Komang sendiri menilai tingkat Maturity Big Data (tingkat kematangan) big data di Indonesia masih pada tahap awal. Banyak orang yang masih ingin mencari sesuatu dari data, tetapi masih pada level yang standar. Dan untuk kedepannya, tren pemanfaatan big data di Indonesia dipastikan akan semakin meluas karna pada intinya semua data akan menjadi sebuah aset, baik di perusahaan atau organisasi.

Poin inilah yang menjadi manfaat besar bagi negara tercinta kita ini , khususnya pada sektor ekonomi digital. Jika dilihat sebagai contoh perusahaan Telekomonikasi Indonesia atau yang sering kita kenal dengan sebutan Telkom ini perkembangan dari big data sendiri terbilang agrasif, wajar saja mengingat Telkom sendiri merupakan salah satu perusahaan yang cukup getol dengan big data.

Saat ini Telkom sendiri sudah mengembangkan 27 Use Cases Big Data sementara, Use Case API (Application Program Interface) jumlahnya ada enam. "Beberapa Use Case itu tentang bagaimana kita me-monetise data ini sehingga bisa dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar lain," tambahnya menjelaskan. Semoga bermanfaat.

Source : http://tekno.liputan6.com/read/3241139/tren-big-data-semakin-masif-apa-manfaatnya-bagi-indonesia

Published in Artikel
%AM, %01 %171 %2018 %03:%Feb

5G Siap Meluncur

Teknologi 5G seperti yang diketahui sudah mencapai tahap rampung yang artinya operator bersiap untuk mengadopsi teknologi tersebut demi menghadirkan sebuah jaringan internet cepat, Teknologi berbasis Mobile generasi kelima ini kabarnya akan siap digunakan pada tahun 2020. Namun katanya negara maju akan mencoba teknologi ini sebelum tahun 2020. Lantas bagaimana dengan negara kita ?

Menurut Country Manager Qualcomm Indonesia Shannedy Ong, teknologi 5G memang sudah rampung. Namun ia tidak bisa memastikan kapan teknologi ini bisa diadopsi di Tanah Air. "Kalau diminta pendapat dari Qualcomm, sepertinya belum ada rencana solid (kapan) 5G bisa digunakan di sini. Yang kita dengar 5G itu sudah hampir difinalisasi di sini, mungkin trial-nya tahun ini," kata Shannedy di gelaran Qualcomm Media New Year Gathering yang diadakan di restoran Kila Kila, Jakarta, Rabu (24/1/2018). 

Ia menilai pemerintah harus memenuhi sejumlah upaya untuk mengadopsi 5G, seperti inovasi, kolaborasi, dan regulasi. Sebagai perusahaan teknologi , Qualcomm optimis jika 5G akan menjadi kunci dimasa depan. CEO Qualcomm Stephen Mollenkopf berkata, "5G bukan hanya soal menghadirkan kecepatan tinggi. Teknologi ini akan mengubah kehidupan banyak orang dalam berbagai hal." Menurutnya banyak pihak yang mengatakan bahwa 5G merupakan perulangan dari teknologi sebelumya. Tetapi dengan hadirnya 5G ini fitur yang dihadirkan akan lebih advanced dari teknologi pendahulunya.

"Teknologi ini dapat merangkul lebih banyak ragam perangkat berbeda yang lebih kompleks dan akan memberikan keuntungan bagi perekenomoian dan kehidupan masyarakat," pungkasnya. Sebagai info saja pemerintah lewat kementrian komunikasi dan informatika (kemkominfo) sudah lebih dulu merencanakan uji coba 5G di ajang olahraga bergensi di Asia yaitu Asian Games 2018 yang akan diadakan di Indonesia.

Menkominfo Rudiantara mengatakan bahwa teknologi 5G yang akan diuji coba di Asian Games 2018 bukanlah seperti teknologi 5G yang akan digunakan di pada Olimpiade 2020 yang diselengarakan di Jepang. "Teknologi ini merupakann uji coba 5G fix wireless dengan kecepatan super kencang dan bisa tembus 100 Mbps," ujar Rudiantara. Untuk bisa merealisasikan rencana tersebut, Menkominfo membuka kesempatan bagi siapa pun untuk menguji coba 5G.

Panduannya sendiri merujuk pada Peraturan Menteri Kominfo nomor 5 tahun 2016. Saat ini, beberapa negara yang telah siap memasuki era 5G, seperti Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Sementara kebanyakan negara berkembang di kawasan Asia justru masih mengadopsi teknologi 3G dan 4G. Semoga Bermanfaat.

Source : http://tekno.liputan6.com/read/3237401/5g-siap-meluncur-ini-kata-bos-qualcomm-indonesia

Published in Artikel

Motor Listrik Gesits merupakan motor buatan anak bangsa yang menggunakan tenaga listrik. Mahasiswa ITS (Instititut Teknologi Sepuluh Nopember) yang memprakarsai ide mereka membuat sebuah motor listrik yang ramah lingkungan, tidak mengeluarkan emisi dan tidak berisik. Bekerjasama dengan Garansindo sebagai salah satu Perusahaan Otomotif terbesar di Indonesia, ITS akan memproduksi massal hasil karya anak bangsa tersebut. Selain bertenaga listrik, Gesits juga dapat disambungkan dengan perangkat smartphone untuk melihat kapasitas baterai dan spidometer. Pada Tahun 2017 Garansindo akan memproduksi secara masal Motor Listrik Gesit sebesar 5000 unit untuk dipasarkan di Indonesia.

Motor Listrik Gesits sudah melewati tahapan uji coba sebelum diserahkan kepada Garasindo selaku partner ITS dalam melakukan produksi masal. Gesits sudah diuji coba untuk menempuh jarak 1400 km dari Jawa hingga Bali dengan menghadapi rintangan jalan yang terjal dan ekstrim. Salah satu kelebihan Gesits didesain dengan desain yang simpel dan minimalis sehingga sangat cocok untuk masyarakat Indonesia, ditambah dengan tampilan desain dan warna yang friendly membuat Gesits terlihat sangat cantik dan elegan.

Motor Listrik Gesits sendiri sudah diakui oleh pejabat dan menteri yang telah menyaksikan hasil karya anak bangsa tersebut. Dikutip dari media viva.co.id, harga dari Gesits sendiri masih belum final dan masih diperkirakan antara 15 – 20 juta dalam penjualannya nanti kepada masyarakat. Menariknya untuk memiliki Motor Gesits masyarakat dapat melakukan pemesanan tanpa harus ada uang muka terlebih dahulu sehingga sangat memudahkan masyarakat untuk pembelian Motor Gesits.

Kehebatan yang paling menonjol dari Gesits sendiri hanya sekali pengisian baterai mampu menempuh perjalanan 100 Km, beban listrik yang digunakan juga hanya 1 kWh untuk mengisi ulang baterai, serta Gesits dapat mengurangi polusi udara yang terjadi di Indonesia. Pembuatan Motor Gesits sendiri menggunakan 90% komponen dari dalam negeri kecuali baterai listrik lithium yang masih impor dari luar negeri.

Published in Artikel

Indonesia dianggap sudah siap menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, sehingga orang-orang dengan kemampuan IT dan interpersonal yang kuat akan sangat diminati. Hal ini diungkapkan oleh Akademisi Senior Alan Sixsmith dari University of Technology Sydney (UTS).

Berdasarkan laporan terbaru oleh McKinsey, diperkirakan penggunaan teknologi digital baru bisa menambah lebih dari USD150 miliar (sekitar Rp 2,001 triliun, atau 10 persen dari PDB) untuk ekonomi tahunan Indonesia dalam 10 tahun kedepan. Hal ini terwujud melalui sektor publik dan pemerintah serta warga negara yang tertarik dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Menurut laporan tersebut, Indonesia memiliki akses internet yang terjangkau dibandingkan dengan negara lainnya di dunia (termasuk India), meskipun kualitas internet (kecepatan dan bandwidth) masih rendah.

Dengan penetrasi internet yang terpusat di daerah berpenduduk padat seperti Jakarta dan Yogyakarta, infrastruktur masih berkembang dengan ketersediaan 4G yang terbatas hanya 23 persen jangkauannya.

"Infrastruktur IT yang kuat dan teknologi digital bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas, menghubungkan lebih banyak orang ke dalam ekonomi Indonesia, dan mendorong inovasi serta membuka akses ke pasar baru," kata Alan dalam keterangan resminya.

Perluasan infrastruktur melalui menara 4G / LTE di luar Jawa diperlukan untuk memungkinkan inisiatif kota cerdas yang dilakukan di seluruh Indonesia dan dalam industri seperti e-commerce. Seiring dengan adanya desakan untuk transformasi digital dalam perusahaan yang meningkat, kebutuhan untuk profesional IT yang terampil akan berkembang dengan pesat.

"Dengan permintaan global untuk spesialis IT yang meningkat, mereka yang memiliki keterampilan mendalam dalam mengembangkan dan mengelola IT akan tetap berada di barisan depan."

"Mendapatkan modal manusia yang tepat untuk mewujudkan peluang di masa depan akan menjadi tantangan, karena banyak perusahaan dan start-up di Indonesia memerlukan keterampilan IT yang kuat, namun para karyawan ini harus siap dengan 'soft skill' dan keterampilan sosial yang kuat untuk membangun tim yang efektif," katanya.

Published in Artikel

Tiga tahun dari sekarang, tepatnya pada 2020 mendatang, teknologi jaringan seluler generasi kelima ( 5G) diramalkan bakal mulai digelar secara global. Indonesia sudah mempersiapkan diri sejak 2015 lalu dengan membentuk lembaga khusus bertajuk "Indonesia 5G Forum". Beberapa penyedia infrastruktur telekomunikasi seperti Ericsson dan Huawei pun sudah pernah menguji jaringan 5G di Indonesia. Lantas, bagaimana kesiapan pemerintah menyambut inovasi ini?

Menurut Kepala Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Basuki Yusuf Iskandar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengadopsi jaringan seluler 5G. “Kita jangan gagap teknologi. Bukannya mau jadi late adopter (pengadopsi lambat), tapi rational adopter (pengadopsi rasional),” tutur beliau. “Sebaiknya kita lihat dulu negara-negara lain. Biarkan mereka adopsi lebih awal supaya kita bisa belajar dan lebih siap,” beliau menambahkan.

Adapun kesiapan yang dimaksud bukan cuma dari segi teknologinya, namun juga kesiapan industri, regulasi, dan ekosistem masyarakat. Basuki mencontohkan jika masyarakat belum siap, maka implementasi 5G tak akan dimanfaatkan secara maksimal. “Teknologi itu bagus kalau orang mengerti. Kalo hanya mengerti setengah-setengah, masyarakat nggak produktif,” kata beliau.

Dampak 5G lebih kompleks

Basuki juga menambahkan bahwa regulasi terkait implementasi 5G tengah didiskusikan bersama dengan berbagai pihak. Menurut beliau, dampak sosial dari 5G akan lebih kompleks ketimbang 4G LTE karena kemampuannya memicu lebih banyak kemunculan disruptive technology. “Kalau pas 4G kan ada kasus Uber itu hanya satu sektor. Nanti 5G dampaknya lebih problematik. Makanya persiapan ke sana harus lebih matang,” beliau menjelaskan.

Hal ini disepakati penasihat Indonesia 5G Forum, Kalamullah Ramli. Beliau mengatakan 5G adalah teknologi yang tak bisa dibendung namun harus disertai regulasi yang kokoh agar tak kecolongan. “Aturan-aturan seperti TKDN dan pajak perlu diperdalam lagi untuk sebelum era 5G masuk,” ujarnya.

Indonesia 5G Forum merupakan salah satu lembaga yang diminta rekomendasi atau masukan untuk merumuskan regulasi soal jaringan generasi kelima. Sejauh ini, kata Kalamullah, pembahasan soal regulasi 5G masih dalam tahap awal. Kalamullah memprediksi implementasi 5G di Indonesia baru bisa komersil sekitar 10 tahun dari sekarang.

Penyedia teknologi 5G sudah siap

Terlepas dari kesiapan dari segi regulasi dan kondisi masyarakat, para penyedia teknologi 5G sudah siap menggenjot jaringan tersebut di berbagai belahan dunia. Konsorsium yang antara lain termasuk Qualcomm, Ericsson, Nokia, dan ZTE, gencar menyuarakan manfaat dari implementasi 5G di bidang sosial dan ekonomi.

“Semester dua tahun ke depan sudah siap modem 5G X50 kami,” kata Staff Manager, Technical Marketing Qualcomm, Patrick Lau. Salah satu implementasi jaringan 5G, kata beliau, adalah teknologi virtual reality (VR). Saat ini teknologi itu memang masih fokus pada gaming, namun ke depannya bisa merambah ke sektor kesehatan, pendidikan, hingga pertanian.

“Bayangkan jika dokter di Jakarta bisa membantu proses operasi di Kalimantan karena bisa melihat keseluruhan proses yang real dengan VR. Tentu lebih mudah ketimbang memberikan nasihat via telepon,” beliau menjelaskan. Di bidang pertanian, Patrick Lau juga mencontohkan pemanfaatan teknologi 5G untuk mengukur kadar air secara otomatis. Ada juga di bidang keamanan dengan memanfaatkan pengawasan daerah bencana dengan drone secara real-time.

Sejalan dengan itu, Head of Network Solutions, Network Evolution Ericsson, Ng Thiaw Seng, menganjurkan para operator telekomunikasi di Indonesia agar mulai mencoba teknologi 5G dari sekarang. “Supaya nanti inovasinya lebih cepat,” ujarnya. Lebih lanjut, Ng Thiaw Seng sesumbar pihaknya sudah menandatangani kontrak dengan 33 perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia untuk merealisasikan 5G.

Terkait sikap pemerintah yang tak ingin buru-buru mengimplementasikan 5G, Director of Goverment Affairs Qualcomm Southeast Asia, Nies Purwati mengaku paham. Pasalnya posisi Indonesia bukanlah negara produsen teknologi. “Tapi ada baiknya memantau perkembangan yang ada sekarang. Indonesia harus melihat di mana bisa bersaing, misalnya dari sisi Aplikasi dan Startup. Persiapan harus dilakukan dari awal,” beliau menjelaskan.

Published in Artikel

Keberadaan perangkat Android yang saat ini sudah hampir dimiliki semua kalangan masyarakat, membuat berbagai penunjang dan fitur pendukung lainnya juga turut berkembang. Salah satu yang terus tumbuh adalah pasar game yang kian hari pertumbuhannya terus naik. Hal ini tentu cukup menggembirakan, namun yang patut disayangkan adalah meskipun pasarnya terus tumbuh, namun rupanya game-game buatan pengembang lokal Tanah Air belum bisa menjadi raja di Negerinya sendiri dan masih kalah saing dengan game-game besutan pengembang luar yang sangat banyak.

Industri game ini merupakan salah satu industri yang termasuk pada industri kreatif, tak mengherankan jika pasar game ini memang cukup mendapat perhatian dari pemerintah. Hari Sungkari, Deputy Chairman of Infrastructure Badan Ekonomi Kreatif menilai, pasar game di Indonesia ini kian hari memang kian naik khususnya dalam tiga tahun terakhir. “Pada 2014, nilai pasar game Indonesia mencapai USD 181 juta. Sementara pada tahun 2015, USD 321 juta, dan 2016 mencapai USD 580 juta. Tahun ini diperkirakan USD 700 jutaan,” kata Hari Sungkari.

Besarnya nilai pasar game di Indonesia ini sayangnya masih kurang dapat di kuasai oleh game-game lokal di mana game lokal hanya mendapat 1,7 % dari nilai tersebut. Hal ini tentu cukup disayangkan, pasalnya game di Indonesia ini memiliki pertumbuhan yang cukup besar jika dibandingkan dengan industri game negara tetangga. “Bila dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara, pendapatan dari game yang diraih Indonesia mencapai 21% dari total nilai USD 2,2 miliar. Persentase ini meningkat dari tahun 2013,” papar Hari.

Tak hanya itu saja, bahkan Indonesia menempati urutan pertama di Asia Tenggara untuk pasar game mobile. Di mana dengan USD 331 juta membuat Indonesia menempati urutan nomor satu pendapatan tertinggi game mobile. Hal ini terpaut jauh dari beberapa negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand yang hanya berkisar 275 juta USD atau Malaysia dengan USD 238 juta, Singapura di USD 143 juta, Filipina di USD 143 juta, dan Vietnam di USD 136 juta.

Published in Artikel

Akhir pekan ini kabar versi web Telegram diblokir di Indonesia menjadi pembicaraan hangat. Bahkan, kabar ini telah sampai ke telinga CEO sekaligus pendiri Telegram Pavel Durov. Ia mengakui ada miskomunikasi antara pihaknya dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pemblokiran Telegram. Ia pun bergegas menyiapkan solusi guna meyakinkan pemerintah Indonesia bahwa Telegram berkomitmen memberantas konten negatif dan terorisme.

Adapun langkah pertama yang ditawarkan Telegram adalah memblokir semua saluran di Telegram yang berkaitan dengan terorisme. "Sebelumnya konten-konten ini sudah dilaporkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia kepada pihak Telegram," kata Durov.

Langkah kedua, Durov telah mengirim e-mail balasan kepada Menkominfo agar proses komunikasi bisa berjalan langsung antarkedua pihak. "E-mail tersebut seharusnya memungkinkan kami bekerja lebih efisien dalam mengidentifikasi dan menghalangi propaganda terorisme di masa depan," ujar pria asal Rusia itu.

Hal ketiga yang akan dilakukan Telegram adalah membentuk tim moderator yang memiliki pengetahuan bahasa dan budaya Indonesia. Tim ini memiliki tugas memproses laporan konten berkaitan terorisme secara lebih cepat dan akurat.

Ia mengaku telah mengirim e-mail kepada Menkominfo terkait solusi di atas dan saat ini sedang menunggu umpan balik. "Saya yakin kami bisa menghapus konten propaganda terorisme tanpa mengganggu penggunaan Telegram oleh jutaan orang Indonesia," kata Durov.

Tak Berteman dengan Terorisme

Lebih lanjut, lelaki kelahiran tahun 1984 ini menegaskan Telegram memang terenkripsi dan sangat menjunjung privasi. Namun bukan berarti Telegram berteman dan setuju dengan aksi terorisme. Alih-alih mendukung, ia mengatakan, tiap bulannya tim Telegram memblokir ribuan saluran publik ISIS dan mempublikasikan hasilnya di @isiswatch.

"Kami terus berusaha lebih efisien mencegah propaganda terorisme dan selalu terbuka terhadap gagasan agar Telegram bisa lebih baik lagi," katanya. Sekadar informasi, Durov menyebut Indonesia sebagai negara indah yang pernah ia kunjungi beberapa kali. Ia bahkan menyebut banyak pengadopsi awal Telegram berasal dari Indonesia.

Published in Artikel
%AM, %13 %170 %2017 %03:%Jul

Selfie Ring Light

Selfie adalah bagian dari gaya hidup anak muda jaman sekarang, Kenapa demikian? Karena selfie membuat kesenangan tersendiri bagi kalangan muda sekarang ini. Namun, bagaimanakah? Jika ingin berselfie ditempat gelap tanpa ada cahaya sedikit pun. Biasa nya ini yang menjadi kendala bagi pencinta selfie.

Jangan khawatir, teknologi semakin canggih di era sekarang ini. Saat ini, tercipta sebuah gadget untuk membantu para pecinta selfie yang ingin memaksimalkan selfie mereka di tempat gelap. Bernama Selfie Ring Light, gadget ini bekerja dengan baterai dan bisa menyala dengan penerangan LED.

Kita hanya perlu mencapitkannya di atas smartphone, kemudian mengatur cahaya yang akan kita arahkan untuk selfie. Ada tiga level cahaya LED yang bisa kita atur sesuai keadaan pencahayaan di sekeliling kita. Selain untuk memberikan cahaya saat selfie, ternyata bentuk bulat dari Ring Light ini membuat efek tersendiri untuk mata kita saat difoto.

Apakah efek nya itu? Yaah, efek nya adalah dalam bola mata kita nanti akan terdapat efek cahaya bulat seperti mata kucing. Keren bukan? Ini yang membuat selfie kamu, lebih indah dan menarik dipandang. Dan tahukah kamu? Selfie Ring Light ini sudah dipasarkan di toko online Indonesia juga loh….

Dan harga nya pun hanya dibandrol 150-250 ribu. Pasti tertarik untuk membelinya bukan?

Published in Artikel
Halaman 2 dari 4