Siapa sih yang nggak kenal sama mahasiswa STT Nurul Fikri yang satu ini? Dia adalah Auzan Assidqi salah satu Mahasiswa Kampus STT Nurul Fikri Angkatan 2017 jurusan Teknik Informatika. Telah meraih menjadi Mahasiswa Berprestasi di Semester 1 dan kesibukan saat ini dia menjadi Asisten Dosen untuk mata kuliah Struktur Data dan Algoritma (SDA). Selain itu, dia juga sangat aktif dalam berorganisasi di Kampus. Auzan sangat beruntung bisa kuliah di STT Nurul Fikri, karena dia dapat bergabung menjadi bagian dari IT Club DSC (Developer Student Club) STT Nurul Fikri. Dan dia berkesempatan menjadi pengajar Android untuk siswa-siswi SMA Nurul Fikri. Pelatihannya berupa membuat Aplikasi Android untuk pemula dan diajarkan dasar-dasar pemrograman hingga dapat membuat Aplikasi Android sederhana. Pelatihan ini akan dijalankan saat memasuki tahun ajaran baru. Alhamdulillah, banyak dari siswa-siswi yang tertarik dan ingin bergabung dalam IT Club ini untuk para siswa-siswi kelas 10 & 11 SMA Nurul Fikri.

Semoga dengan kisah insfiratif ini membuat kita lebih tergerak untuk terus mendalami potensi dan mengembangan skill dan passion kita hingga ilmu yang kita miliki itu dapat tersalurkan juga bermanfaat bagi orang lain.

Published in Kisah dan Curhat

Hai Sobat Nufian!! ada kisah menarik nih yang datang dari salah satu Mahasiswa STT Terpadu Nurul fikri yang satu ini.

Tidak di sangka Mahasiswa yang bernama lengkap Muhammad Ibnu Al-fida ini ternyata jago ngodingnyaa lhoo!! bahkan MySQL sudah tidak asing lagi untuk diopreknya selain itu kemampuan dia juga dalam perihal keagamaannya sangat hebat. “Allhamdulillah saya bisa mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun” ujarnya.

Mahasiswa yang akrab dipanggil Ibnu itu selain sibuk kuliah, dia juga mengabdi di Yayasan GEMMA (Gemar Membaca dan Menghafal Al-Qur’an) di Kota Bogor sebagai Pengajar. Hal tersebut tidak mengurangi sedikitpun semangatnya untuk terus belajar. Selain sibuk mengajar AL-Qur’an dan kuliah, dia juga aktif berorganisasi. Saat ini Ibnu menjadi bagian dari GEN Qur’an.

GEN Qur’an yaitu salah satu Organisasi di STT Terpadu Nurul Fikri yang mempelajari cara membaca dan mentadabburi isi Al-Qur’an. Tidak ada kata menyerah dalam hidupnya untuk hal-hal yang mengandung kebaikan.

Sudah menjadi visi dari STT Terpadu Nurul Fikri untuk mencetak mahasiswa dengan menerapkan karakter NICE (Novelty, Integriti, Care, Excellence) yaitu selain Jago IT namun juga dalam masalah kepribadian mahasiswanya sangat menerapkan nilai-nilai Agamis, maka tidak heran membuat jebolan para Alumni Mahasiswa yang selain hebat dalam Ilmu Teknologinya namun juga hebat dalam berkarakter religius.

Published in Kisah dan Curhat

Kembali ramai menjadi perbicangan di STT Terpadu Nurul Fikri setelah salah satu mahasiswanya menjuarai kejuaraan pencak silat Sinar Wangi Nusantara Championship 5 yang diselenggarakan oleh Yayasan Sinar Wangi Nusantara (SWN). Adalah Widi Annissah, mahasiswi kelas weekend STT Terpadu Nurul Fikri yang sukses mengalahkan peserta lainnya dengan meraih juara pertama di kejuaraan tersebut.

Mahasiswi yang akrab dipanggil Icha ini tidak pernah menyangka akan meraih juara pertama, mengingat peserta lainnya berasal dari perguruan silat ternama. Tapi dengan bermodalkan tekad yang kuat dan atas nama lembaga yang dibawanya menjadi sebuah dorongan dan spirit tersendiri untuk tidak menyerah sampai akhir. “Ya Allah, bahagianya bukan main” ungkapan bahagianya ketika pers. “Bahagia banget, suatu kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak bisa tergantikan dengan apapun setelah merasakan sakitnya perjuangan” tambahnya.

Dia menilai kemenangan adalah buah dari perjuangan, setelahmati-matianbertanding dengan lawan yang tidak kalah kuat, dengan kegigihan dan perjuangan buah manis pun dipetiknya, hasil memang tidak akan membohongi proses. “Medali emas yang didapat itu bukan emas murni, tapi emas berlapis keringat, usaha, air mata serta do’a”. tegas Icha saat pers. Menjadi juara bukanlah bakat sejak lahir, namun karena usaha dan perjuangan. Siapapun bisa menjadi pemenang jika dia sungguh-sungguh dalam perjuangannya. Begitupun dengan Icha, karena kesungguhan dan do’a adalah kunci utamanya menjadi jawara. “Teruslah berusaha dan berdo’a, jadikan keduanya sebagai tali yang saling berhubungan. Kita tidak akan tahu tali mana yang akan Allah tarik untuk menarik derajat kita” Widi Annissah.

Published in Pojok Mahasiswa