Syafitri Adjizah atau yang akrab disapa Fitri ini merupakan salah satu mahasiswa STT-NF jurusan Teknik Informatika. Wanita berwajah imut ini, kini tengah duduk di bangku semester 3. Pertama ia mengenal STT-NF berawal dari sang kakak tingkat yang juga merupakan mahasiswa STT-NF. Selain itu banyak mahasiswa berprestasi di STT-NF yang juga menjadi alasan ia berkuliah di kampus berlogo biru itu. Sebagaimana statusnya kini, kesibukan Fitri yaitu berkuliah. Sebagai mahasiswa, Fitri menyampaikan bahwa menjadi mahasiswa itu harus berani dan optimis. Berani dalam hal kebenaran serta optimis dalam menggapai sesuatu. Itu yang harus melekat pada jiwa seorang mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang berani dan berjiwa optimis, menurut Fitri keputusan yang diambilnya untuk berkuliah di NF merupakan sebuah keputusan yang sangat tepat, disamping NF sebagai kampus islam yang mengajarkan keberanian dan keoptimisan dalam belajar, mahasiswa serta dosen di STT-NF pun sangat ramah dan saling membantu sehingga keadaan tersebut mampu menciptakan rasa nyaman dalam menuntut ilmu.

 

Selain sibuk belajar di kelas, Fitri pun ternyata sibuk berorganisasi. Menurutnya, dengan berorganisasi kita dapat mengupgrade diri dan menjadi mahasiswa yang berkualitas. Setelah lulus dari STT-NF, Fitri mempunyai cita-cita yang sangat mulia yaitu dapat membuat sebuah aplikasi yang berguna bagi masyarakat. Dan cita-cita tersebutlah yang mendorong Fitri untuk terus belajar dengan semangat agar apa yang didambakan bukan sebatas khayalan namun kenyataan. Di samping itu, profesi yang saat ini sangat diminati Fitri ialah Enterpreneur. Seperti prinsip yang digenggamnya, Fitri berpesan bahwa seorang mahasiswa harus berani mengambil tindakan, optimis dalam berfikir serta tetap harus berbuat baik kepada orang lain dan rendah hati, karena menjadi berani itu tidak harus sombong.

 

 

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %03 %409 %2019 %08:%Mar

Nirmawati, Mahasiswa Pejuang Cita-cita

Setelah lulus dari SMA dan memutuskan melanjutkan jenjang studinya di STT-NF, wanita mungil, berparas cantik dan memiliki senyum indah ini memang merupakan salah satu wanita hebat dalam berbagai bidang, salah satu kehebatan yang dimilikinya yaitu mampu menjadi salah satu asisten dosen di STT-NF. Mahasiswi yang berhasil meraih gelar S.Kom dalam waktu 3.5 tahun di jurusan Teknik Informatika ini sangat bersyukur dapat menyelesaikan studinya sesuai target yang telah dibuat. Berbicara tentang STT-NF, awal mula Nirma mengenal STT-NF yaitu dari sebuah bimbel Nurul Fikri. Karena pada dasarnya Nurul Fikri adalah yayasan swasta yang berfokus pada bidang pendidikan yang dimulai dengan bimbel dan berkembang menjadi sekolah Formal mulai dari SD, SMP, SMA hingga Sekolah Tinggi. Seperti pada umumnya pemuda, Nirma memiliki sebuah cita-cita. Cita-cita Nirma setelah lulus begitu mulia yaitu ingin membantu masyarakat melalui IT sesuai dengan jurusan yang diambilnya.

 

Nirma ternyata bukan hanya aktif di perkuliahan saja tetapi juga aktif berorganisasi di kampus. Menurutnya, dengan berorganisasi dapat melatih diri memiliki jiwa kepemimpinan dan mengembangkan potensi. Dirinya percaya berorganisasi bukan hanya berkumpul dan menyatukan pikiran dalam mencapai tujuan tetapi dapat memunculkan jati diri sebagai mahasiswa. Adapun profesi yang diminati Nirma saat ini ialah menjadi seorang programmer. Menurutnya menjadi programmer merupakan hal yang menantang dan profesi yang jarang dimiliki seorang wanita.

Published in Kisah dan Curhat

Wanita satu ini sering disapa Indri, mempunyai nama lengkap Indria Sani Muslimah, merupakan mahasiswa STT-NF semester 1. Ia mengambil jurusan Teknik Informatika. Jarang lho ada perempuan yang terjun di bidang Informatika. Sedangkan Ia merupakan lulusan SMK yang berada di Yogyakarta dari jurusan akuntansi. Perbedaan jurusan yang Ia ambil di STT-NF, tidak membuatnya patah semangat. Ia justru lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran yang ada. Indri juga pernah menjuarai Lomba Debat tingkat SMK di Yogyakarta. Tidak hanya itu saja, Indri juga aktif berorganisasi baik itu organisasi kampus maupun masyarakat. Di STT-NF, Indri mengambil kelas karyawan karena sambil menutut ilmu, ia juga bisa bekerja. Untuk pekerjaan saat ini yaitu mengajar bimbel dan mengajar robotik tingkat SD. Walaupun kuliah sambil kerja, tak membuatnya ketinggalan info seputar kampus. Agenda yang ada di kampus berusaha Ia ikuti. Karena menurutnya disinilah management waktu dirasa begitu penting. Dan Ia pun percaya semangat yang tinggi dapat mengantarkannya menuju kesuksesan.

 

STT-NF menjadi kampus pilihannya untuk melanjutkan studinya karena mampu memberikan fasilitas yang sangat nyaman untuk belajar. Baginya STT-NF menjadi sekolah tinggi yang sangat pas untuk dapat mengembangkan potensi diri dalam bidang teknologi, entah itu jurusan Sistem Informasi maupun Informatika. Karena seperti kita ketahui di era milenial seperti sekarang ini, peran teknologi memang begitu penting. Dan sesuatu yang menjadi ‘pegangan’ bagi Indri ialah jangan takut gagal dan mudah mengatakan lelah, karena kitalah yang akan membuat kisah menarik di masa muda, sebelum masa tua tiba.

Published in Kisah dan Curhat
%PM, %28 %910 %2019 %20:%Jan

Agung Prayoga Raih Juara 1 Biopoint

Agung Prayoga kembali mencantumkan namanya dalam deretan berita popular mahasiswa setelah menjuarai lomba Maphathon kategori Biopoint yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian jurusan Geodesi, Institut Teknologi Bandung. Biopoint sendiri merupakan salah kategori perlombaan dimana peserta diwajibkan menemukan lokasi baru di sebuah aplikasi bernama Here, semakin banyak  lokasi baru yang ditemukan dalam aplikasi tersebut maka akan semakin banyak pula  poin yang didapat. Perlombaan yang dilaksanakan selama 10 hari terhitung sejak tanggal 07 hingga 17 Januari 2019 itu sukses dijuarai oleh mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri bernama lengkap Agung Prayoga. Lomba yang diikuti oleh mayoritas mahasiswa ITB itu tidak menghalangi langkah Agung untuk tetap mengikuti dan berusaha memberikan yang terbaik. “Alhamdulilah seneng yah, soalnya perjuangannya juga lumayan besar buat lomba ini” Ujar Agung. Untuk menjadi pemenang dan mengalahkan peserta lain yang mayoritas adalah tuan rumah tentu bukan hal yang mudah. Pengorbanan yang dilakukan pun pastinya harus besar dan tak biasa “Aku sampai nggak tidur beberapa hari demi mendapatkan poin yang besar” Lanjut Agung.

 

Menjadi sebuah kesan tersendiri bagi Agung dapat bersaing dengan peserta lain yang mayoritas berasal dari kampus terkemuka. “Aku belajar bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan itu memang nggak mudah yah, harus berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal juga” Kesan Agung. Agung juga berpesan kepada mahasiswa yang lain bahwa semua orang mempunyai potensi masing-masing serta memiliki kesempatan masing-masing pula untuk menjadi pemenang di bidang yang digeluti.Kalau kita menginginkan sesuatu, disana kita harus berusaha dan berdo’a semaksimal mungkin untuk mendapatkannya, karena usaha itu tidak akan menghianati hasil”. Untuk meraih apa yang diinginkan tentu harus ada pengorbanan, dan pengorbanan yang dilakukan itulah yang akan menjadi bukti keberhasilan kita di masa yang akan datang. Agung mahasiswa tingkat akhir STT Terpadu Nurul Fikri yang tengah sibuk mengurus berbagai hal saja masih dapat menyabet gelar sebagai juara pertama, jadi bukan hal yang tak mungkin bagi mahasiswa lainnya dapat lebih hebat dari Agung asalkan ada kemauan keras, usaha dan tentu doa. Semangat!

Published in Pojok Mahasiswa

Apa Kabar UAS?

Ya, Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri masih dalam pelaksanaan Ujian Akhir Semester atau UAS. Saat yang lain sibuk belajar untuk menghadapi UAS, terdapat beberapa mahasiswa yang justru sibuk menjadi Project Officer (PO) acara organisasi internal kampus. Salah satunya adalah Huda Izzatul Haq. Mahasiswa yang akrab disapa Huda ini memang tiada hentinya melakukan  inovasi. Pasalnya Huda memilih menjadi PO salah satu program Lembaga Dakwah Kampus disamping kesibukannya yang tengah mengadapi Ujian Akhir Semester. Memang seperti itulah seorang Huda, tak hanya menyandang status sebagai mahasiswa yang aktif dalam kegiatan yang berbau akademik namun juga non-akademik.

 

Memiliki ketangkasan dan kemampuan kepemimpinan yang baik menjadikan Huda diutus menjadi PO dalam acara Musyawarah Umum Anggota (MUA) yang merupakan sebuah agenda untuk menentukan ketua baru LDK Senada di periode baru kepemimpinan LDK yang tak lama lagi akan segera tiba. Meski hal tersebut cukup menyita waktu belajarnya, namun ia tetap totalitas dalam mengemban amanah yang diterima. “Ketua MUA iya, UAS juga iya. Gak perlu diambil pusing, jalani aja” Ungkap Huda. Tentu bukan hal mudah untuk membagi waktu antara ujian dan organisasi ataupun membuat sebuah kebijakan pada suatu forum di kala pikiran sedang sibuk memikirkan ujian, terlebih ini berkaitan dengan pemimpin baru LDK Senada masa depan. Bukan hanya fisik yang dikuatkan, namun juga kesiapan mental menjadi kunci utama keberhasilan Huda memanajemen waktunya sehari 24 jam. “Dijalani aja, anggap aja ladang mencari pahala, apalagi sedang UAS, nanti semoga nilainya besar. Aamiin” Lanjut Huda. Tak banyak memang mahasiswa yang mempunyai ketangguhan seperti Huda, dengan tekanan mental menghadapi UAS saja terkadang banyak yang mengalami stress apalagi jika di waktu yang bersamaan diamanahi amanah yang cukup besar seperti Huda dimana keputusannya menentukan keberlangsungan LDK Senada kedepannya.

Published in Pojok Mahasiswa

APICTA merupakan aliansi dari organisasi ICT untuk membangun dan meningkatkan jaringan guna meningkatkan kerjasama dalam bidang ICT serta meningkatkan inovasi teknologi serta mendorong pengembangan ICT untuk pasar global.

APICTA awards sendiri merupakan program penghargaan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ICT dalam masyarakat dan membantu menjembatani kesenjangan digital, program ini dirancang untuk merangsang inovasi ICT dan kreatifitas, meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan, memfasilitasi transfer teknologi, dan menawarkan peluang bisnis yang cocok melalui paparan kapitalis ventura dan investor. Ajang yang berkaitan dengan IT tersebut digelar 9-13 Oktober 2018 di Guangzhou, China.

Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) berkesempatan mengikuti ajang APICTA 2018 mewakili negara Indonesia yang diwakilkan oleh Mahasiswa STT-NF Jurusan TI 2015 yaitu Muhammad Isfahani Ghiyath & Dzaki Mahfuzh Hamadah.

Dalam ajang APICTA 2018 kali ini mahasiswa STT-NF melombakan karyanya berupa program WeBlocker. Weblocker adalah sebuah tools untuk mendeteksi konten pornografi dan melakukan pengawasan aktivitas browsing yang terjadi di komputer dan terintegrasi ke perangkat mobile. Weblocker ditujukan untuk memonitor laptop dan komputer milik anak agar dapat dipantau oleh orang tua. Sehingga, mencegah dampak penyalahan internet yang lebih lanjut.

Keteraturan remaja Indonesia dalam mengakses internet, masih belum terdukung secara optimal dari segi keamanan. Dengan maraknya ditemukan konten negatif yang terutama banyaknya konten pornografi, dan diikuti dengan kenyataan bahwa para remaja dan anak-anak dapat mengakses internet tanpa batas, telah memiliki dampak buruk untuk mereka terutama pada kesehatan mental dan pikiran.

Dibandingkan dengan INSAN (Internet Sehat dan Aman) yang dimiliki KOMINFO, weblocker mempunyai teknologi dan algoritma yang lebih mumpuni, karena pendeteksian yang lebih mendalam dan detail dengan beberapa metode pendeteksian terhadap penerapan filtering seperti pendeteksian berdasarkan teks, pendeteksian berdasarkan nama situs atau domain name server, atau berdasarkan citra yaitu image processing dan video detection.

Diharapkan dengan program weblocker ini dapat membantu Indonesia agar terhindar dari pornografi dan dapat memenangkan perlombaan di ajang APICTA 2018.

Published in Pojok Mahasiswa

Tak terasa Ujian Akhir Semester (UAS) tinggal beberapa hari lagi. Bagi sebagian mahasiswa, UAS merupakan mimpi buruk, bahkan ada yang sampai stress menghadapi UAS. Tapi tidak untuk mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri kelas TI-02 2017. Semester ganjil lalu tercatat kelas TI-02 2017 paling banyak mendapat gelar mahasiswa berprestasi daripada kelas yang lain diangkatan 2017.

Bukan berarti mahasiswa TI 02 ini berlatar belakang siswa berprestasi di sekolahnya dulu, bahkan ada mahasiswa yang waktu sekolahnya dulu tidak pernah masuk 10 besar ranking kelas tetapi menjadi mahasiswa berprestasi di kampus. Kuncinya adalah Think Win – Win atau berpikir menang – menang. Bukan hanya pada saat belajar dikelas atau saat mengerjakan tugas, prinsip ini juga mereka terapkan pada saat menhadapi UAS. Mereka menekan ego sendiri dan mengutamakan kebersaam demi mencapai tujuan yang sama yaitu lulus semua dengan predikat A. “Kita gak mentingin ego masing – masing karna ini bukan SMA yang hanya ada Ranking 1, 2 dan 3. Harapan nya sih sekelas kita dapet predikat mahasiswa berprestasi”. Ujar Huda Izzatul, mahasiswa kelas TI 02.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, kelas TI 02 punya metode tersendiri yaitu dengan kongkow bareng sebelum ujian berlangsung, baik itu ujian kelas, UTS ataupun UAS. Dengan menghilangkan rasa “saya paling”, anak – anak TI 02 ini berhasil menciptakan suasana nyaman setiap kali belajar bersama. Dengan begitu, tidak ada yang merasa paling pintar dan merasa paling kurang.

Dalam menghadapi UAS kali ini pun, anak - anak TI 02 beberapa kali melakukan kongkow bareng satu hari sebelum ujian berlangsung. Aktivitas ini bahkan memicu semangat belajar kelas lainnya bahkan beberapa orang dari kelas lain sering kali ikut serta dalam belajar bersama. “terkadang ada anak kelas lain yang ikutan, yah kita mah seneng – seneng aja, tambah banyak orangnya jadi tambah seru belajarnya”. Imbuh salah satu anak kelas TI 02 pada saat kongkow bareng.

Berprestasi tidak harus sendirian karena kampus bukan lagi SMA”. Kalimat itulah yang selalu dipegang teguh oleh anak – anak TI 02 sebagai motivasi untuk saling membantu. Pemandangan yang sangat indah yang dilakukan oleh mahasiswa TI 02 ini, Mereka berharap hal ini bisa ditiru dan dilakukan oleh kelas lain dengan harapan semua mahasiswa minimal memahami matakuliah yang tidak diketahuinya, lebih jauhnya semua mahasiswa bisa mendapat gelar “mahasiswa berprestasi”.

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %07 %477 %2018 %10:%Jun

Mahasiswa STT-NF Mengikuti Magang di BUMN

Minggu, 20 Mei 2018 telah dilaksanakan acara launching magang BUMN di Plaza Mandiri Jakarta. Acara ini dihadiri oleh 20 perwakilan universitas dan sekolah tinggi, termasuk STT-NF. Perwakilan mahasiswa STT-NF yang hadir pada acara tersebut merupakan mahasiswa semester 6 atau tingkat akhir yang ingin mengambil praktek kerja lapangan.

BUMN merupakan badan pengelolaan usaha yang dimiliki pemerintah. BUMN bekerjasama dengan beberapa perusahaan antara lain Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Mandiri, Perusahaan Gas Negara, Scofindo dan PT Jiep. Selain bekerjasama dengan beberapa perusahaan, BUMN juga bekerjasama dengan beberapa universitas dan sekolah tinggi termasuk STT Terpadu Nurul Fikri. Program ini bertujuan untuk menyalurkan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai universitas dan jurusan untuk magang di berbagai perusahaan milik Negara.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara yaitu Rini Soemarno. Beliau menjelaskan bahwa program ini merupakan terobosan dari Kementerian BUMN untuk meningkatkan kualitas dari lulusan perguruan tinggi baik negeri ataupun swasta. Sehingga diharapkan mahasiswa bisa masuk ke dunia kerja terutama dalam menghadapi persaingan global dengan berbekal sertifikat kompetensi. Program magang bersertifikat ini akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk magang selama 6 bulan di 68 perusahaan BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia.

Published in Kegiatan Kampus