Banyak lulusan dan spesialis muda memutuskan untuk bergabung dengan komunitas IT dan menjadi Junior Developer. Ada banyak alasan untuk contoh itu seperti pertumbuhan gaji, kondisi kerja yang baik, perjalanan bisnis, pelatihan dan sertifikasi gratis, dll.

Jadi, jika Anda baru memulai karir TI, maka Anda mungkin memerlukan beberapa tip tentang cara memulai jalur Anda dan arah mana yang harus ditentukan. Berikut adalah beberapa tips yang membantu Anda menjadi seorang Junior Developer.

Tip 1: Temukan dan tentukan tempat kerja.

Lebih baik memilih pekerjaan pertama Anda di sebuah perusahaan IT dengan kantor yang dioperasikan dengan baik, daripada sebuah proyek startup yang menyewakan beberapa tempat berbagi dengan orang lain. Saat bekerja di kantor, Anda dapat belajar banyak. Sebagian besar kolega Anda akan senang membantu Anda dan membagikan beberapa tips kehidupan profesional. Juga, sebagian besar perusahaan IT memiliki pusat pelatihan untuk karyawan mereka, dan menyediakan kursus bahasa gratis. Pengalaman, yang bisa Anda dapatkan di kantor, bisa tak ternilai harganya.

Tip 2: Membiasakan Ngoding setiap saat ketika memiliki waktu luang.

Jangan membatasi diri anda dengan kerangka proyek yang sedang Anda kerjakan. Pelajari beberapa teknologi baru, bahasa pemrograman baru, framework baru. Cobalah sesuatu yang baru di proyek open source, baca berita dan artikel teknologi. Proses eksplorasi tentang bagaimana solusi yang berbeda diterapkan, akan menunjukkan kepada Anda praktik terbaik yang ada dalam arsitektur TI dan pengembangan perangkat lunak.

Tip 3: Pelajari pola pemrograman.

Pola pemrograman adalah solusi umum yang dapat digunakan kembali untuk masalah yang sering terjadi dalam pengembangan perangkat lunak yang dibuktikan oleh banyak pengembang. Pola dapat membantu Anda tidak hanya untuk memecahkan masalah tertentu secara efektif, tetapi juga untuk memahami solusi apa yang ada, ke arah mana Anda harus bergerak dalam menangani  sebuah tugas lain. Anda akan dapat menemukan beberapa jawaban atas pertanyaan yang mengkhawatirkan Anda.

Tip 4: Pelajari kode.

Lebih baik belajar kode dari semua library, tidak hanya dari dokumentasinya. Kode itu sendiri dapat menjelaskan dengan lebih baik bagaimana fungsi bekerja, bagaimana ia beroperasi dengan berbagai jenis data. Penting untuk sepenuhnya memahami apa yang Anda kerjakan termasuk detail terkecil. Jangan frustrasi, semua dokumentasi ditulis oleh orang-orang, jadi terkadang logika dokumentasi mungkin tidak mudah dipahami.

Tip 5: Baca artikel secara rekursif.

Buka artikel pertama tentang topik yang Anda minati dan baca. Setelah Anda melihat kata atau definisi yang tidak dikenal, googling artikel lain yang menjelaskan kata atau definisi tidak dikenal ini, dan letakkan artikel pertama di bookmark. Ketika di artikel kedua Anda melihat sesuatu yang tidak dikenal, letakkan di bookmark yang sama dan googling untuk artikel selanjutnya dan seterusnya. Setelah beberapa waktu, ketika Anda membaca banyak artikel, Anda akan kembali ke bookmark dan membacanya dengan pemahaman penuh tentang topik tersebut.

Sumber:
Softtheme

Published in Artikel

Di dunia teknologi, terdapat ribuan tools yang dapat digunakan untuk ngoding.

Tetapi bagi pemula, pasti bingung mau menggunakan extension apa untuk ngoding. Karena bagi pemula seharusnya extension yang digunakan mudah digunakan dan dipahami, bukan sebaliknya.

Berikut ini akan dijelaskan extension untuk google chrome dan visual code studio yang dapat membantu programmer pemula.

Extension Google Chrome.

Berikut adalah tools yang membantu kamu ngoding dengan lebih baik:

  • WhatFont: Ini adalah cara untuk mengetahui font yang digunakan oleh situs web favorit, sehingga anda bisa menggunakan untuk membangun sebuah website.
  • Pesticide: Berguna untuk melihat garis besar <div> Anda dan memodifikasi CSS.
  • Colorzilla: Berguna untuk menyalin warna yang tepat dari sebuah situs web. Ini menyalin warna langsung ke clipboard Anda sehingga Anda tidak menghabiskan waktu yang lama untuk mencoba mendapatkan kombinasi RGBA yang tepat.
  • CSS Peeper: Berguna untuk melihat warna dan aset yang digunakan pada sebuah situs web. 
  • Wappalyzer: Berguna untuk melihat teknologi yang digunakan oleh suatu website.
  • React Dev Tools: Berguna untuk debugging aplikasi React, ini hanya berguna jika Anda ngoding di aplikasi React.
  • Redux Dev Tools: Berguna untuk aplikasi debug menggunakan Redux, ini hanya berguna jika Anda menerapkan Redux di aplikasi Anda.
  • JSON Formatter: Berguna untuk membuat JSON terlihat lebih bersih di browser. 
  • Vimeo Repeat and Speed: Berguna untuk mempercepat video Vimeo. 

Extension Visual Studio Code.

 Ekstensi favorit Penulis:

  • Auto Rename Tag: Mengubah tag HTML secara otomatis.
  • HTML CSS Support: Dukungan CSS untuk dokumen HTML. Ini berguna untuk membuat highlighting pada kode dan membuat kode menjadi rapi.
  • HTML Snippets: Berguna untuk mengambil snippets (potongan) kode.
  • Babel ES6/ES7: Menambahkan pewarnaan JavaScript. Jika Anda menggunakan Babel, maka lebih mudah untuk membedakan apa yang sedang terjadi dalam kode Anda.
  • Bracket Pair Colorizer: Menambahkan warna ke brackets (tanda kurung) agar memudahkan visualisasi blok. Ini berguna bagi yang suka lupa tidak menutup kurung atau tanda kurung.
  • ESLint: Mengintegrasikan ESLint ke dalam Kode Visual Studio. Ini berguna untuk mendapatkan petunjuk tentang bug saat Anda menulis kode Anda serta dapat membantu menerapkan gaya pengkodean yang baik.
  • Guides: Menambahkan baris panduan tambahan ke kode. Ini adalah isyarat visual lain untuk memastikan bahwa Anda menutup tanda kurung dengan benar.
  • JavaScript Console Utils: Membuat logging console menjadi lebih mudah.
  • Code Spell Checker: Memeriksa penulisan camelCase.
  • Git Lens: Mempermudah melihat kapan dan siapa yang melakukan perubahan.
  • Path Intellisense: Autocomplete untuk path file.
  • Prettier: Format kode secara otomatis. Seperti indent otomatis, sehingga mempermudah pekerjaan anda.
  • VSCode-Icons - Menambahkan icon pada file-file kodingan anda, sehingga terlihat lebih menarik.

Sumber: Medium.com

Published in Artikel