Berapa kali kita mengatur pengigat, mengirim pesan hanya dengan berbicara di handphone kita ? Teknologi suara yang dikombinasikan dengan AI (Artificial Inteligent) membuat hal tersebut menjadi biasa dan dapat mengubah cara kita menjalani kehidupan seharu-hari kita.

Namun teknologi suara tidak hanya berguna di ranah konsumen saja tetapi juga di ranah bisnis sudah dapat dilakukan. Hal ini menjadi sangat diuntungkan mulai dari kemampuan memberikan perintah, mencari informasi, dan mendikte catatan hanya dengan menggunakan suara dan smartphone.

Berikut ini adalah penerapan penggunaan teknologi suara di masa depan:

1. Peningkatan Berbagi Informasi Internal

Dengan berada di lantai pabrik dan memiliki akses ke semua intranet perusahaan, dokumentasi proses dan dokumentasi SDM, semua tanpa mengangkat satu jari. Membuat informasi dapat diakses oleh semua orang akan membantu semua tingkat organisasi menjadi lebih efisien.

2. Peningkatan Produktivitas Melalui Multitasking

Mampu mengajukan pertanyaan sederhana, mengatur pertemuan, pengatur waktu, pengingat dan banyak lagi, tanpa menghentikan apa yang kita lakukan.

3. Lebih Banyak Waktu Bagi Eksekutif Administratif

Bantuan suara memiliki kemungkinan memberikan waktu berharga bagi para eksekutif administratif, dan memungkinkan mereka juga untuk mengalihkan fokus mereka ke prioritas yang lebih tinggi pada daftar mereka. Memasukkan pertemuan pada kalender, mengirim teks cepat dan tugas serupa lainnya akan diganti dengan teknologi suara.

4. Kontrol Lebih Besar Terhadap Lingkungan Kerja

Diperkirakan bahwa pada tahun 2020, 30% dari semua penelusuran web tidak memiliki layar, dan dalam empat tahun, belanja online menggunakan suara diperkirakan mencapai $ 40 miliar.

5. Otomatisasi Proses

Perintah suara digunakan untuk mengontrol peralatan di ruangan, mengatur pertemuan, dan menghemat waktu di dunia perusahaan. Ini juga dapat dilaporkan ke departemen TI tentang printer yang rusak, dll. Melihat jangka panjang, salah satu proposisi nilai terbesar dari teknologi suara yang akan menjadi kemampuan untuk mengotomatisasi proses.

6. Aliran Kerja Lebih Efisien

Google telah memperkenalkan kemampuan teknologi suara untuk menjadwalkan janji, yang berdampak pada proses harian kita. Sebentar lagi kita akan bisa mengatakan dengan lantang, "Jadwalkan pertemuan dengan Tom pukul 2 malam," dan selesai! Antara email, pesan instan, dan minutia kantor tanpa akhir yang dapat menghabiskan waktu di luar hari kita, teknologi suara akan segera menjadi alat yang tak ternilai untuk menyederhanakan alur kerja.

7. Wawasan Besar Menjadi Pola Pikir Pelanggan

Teknologi suara dapat membantu marketers masuk ke dalam pola pikir konsumen dengan menjelajahi hasil pencarian suara, sebagai model untuk bagaimana konsumen akan menavigasi konten situs web dengan suara.

8. Dokumentasi yang Lebih Mudah

Setiap perusahaan memerlukan beberapa tingkatan dokumentasi proses, prosedur operasi standar, dan bentuk komunikasi tertulis yang panjang dan membosankan. Namun, tidak ada yang pernah punya waktu untuk menulisnya, jadi mengapa tidak menggunakan teknologi suara? Pastinya lebih mudah untuk mengedit sesuatu daripada menulisnya dari awal.

9. Pekerjaan Unik Manusia

Suara telah mulai masuk ke tempat kerja untuk meningkatkan efisiensi pekerja. Dikte memungkinkan kita  untuk mengambil catatan rinci secara real-time selama pertemuan sehingga tidak ada perbedaan. Ketika digunakan secara efektif, teknologi akan memungkinkan pekerja untuk fokus pada strategi dan kreativitas, elemen-elemen yang membuat kita menjadi manusia yang unik.

Sumber: forbes

Published in Artikel

Baru-baru ini Google tengah merilis Android P versi beta developer preview. Sesuai dengan namanya, versi ini khusus diperuntukan bagi para pengembang yang terdaftar di Google.

Dikutip dari Engadget, Senin (5/3/2018), Android P bakal memiliki kemampuan terhadap keamanan. Dimana sistemnya akan mencegah aplikasi yang mencurigakan yang hendak mengakses kamera dan mikrofon pada ponsel. Sistem ini bekerja ketika terdapat malware yang akan merekam suara latar atau mengambil foto tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Selain itu, Android P juga dibekali layanan profil berupa perangkat Bluetooth HID. Dukungan ini memungkinkan pengguna dapat menjadikan perangkatnya sebagai keyboard QWERTY atau mouse via Bluetooth.

"Meski begitu, perbedaan signifikan muncul dalam seri terbaru sistem operasi ini," kata Vice President Engineering Google, Dave Burke, seperti dilansir laman The Verge, Jumat, 9 Maret 2018.

Berikut ini merupakan daftar kelebihan yang dikutip dari versi preview Android P:

  1. UI seperti UI iOS iPhone
    Menurut bocoran yang tersebar di berbagai forum Android, user-interface (tampilan antar-muka) akan dirancang seperti iOS Apple. Tujuannya, mengajak pengguna iPhone pindah ke Android. Namun masih sedikit bocoran tentang hal ini.
  2. Posisi jam berubah
    Posisi jam yang semula berada di sebelah kanan berpindah ke kiri layar. Menurut pihak Google, perpindahan lokasi ini merupakan jalan keluar untuk desain smartphone yang memiliki poni layar (notch) seperti pada iPhone X.
  3. Warna menu "Pengaturan"
    Menu Setting (Pengaturan), yang biasanya hanya digambarkan warna abu-abu, dalam Android P menjadi sangat berwarna. Begitupun dalam menu Quick Setting di layar utama. Warna-warna pada ikon menu tersebut akan menggunakan warna biru saat aktif dan abu-abu saat tidak aktif. Aksennya juga jadi lebih bulat.
  4. Fungsi tombol Power bertambah
    Di Android P, fungsi tombol Power bertambah dengan pilihan "Screenshot". Jadi kini tak perlu lagi menekan banyak tombol untuk melakukan capture layar. Cukup tekan tombol Power.
  5. Font
    Google menggunakan font Product Sans dalam seri OS ini.
  6. Smartphone jadi keyboard atau mouse
    Fungsi yang tak kalah menarik dari sistem operasi ini ialah perangkat smartphone Anda bisa digunakan sebagai keyboard atau mouse. Cara kerjanya menggunakan jaringan Bluetooth. Fitur ini akan diberikan pertama kali untuk telepon seluler Pixel lebih dulu.

Selesai.

Published in Artikel

Saya Wahyu Caesar Ramadhan mahasiswa SI (Sistem Informasi) 2015. Pada kesempatan kali ini saya ingin bercerita sedikit pengalaman selama kuliah di STT Terpadu Nurul Fikri. Awalnya saya tidak menyangka bisa lulus di jalur beasiswa mengingat pada saat pendaftaran saya mengalami banyak hambatan. Tetapi kalau yang namanya rezeki, Alhamdulillah tidak akan kemana. Saya berasal dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kalau boleh jujur pergaulan saya disana bisa dikatakan hampir masuk ke dalam kategori pergaulan bebas. Sering pulang tengah malam bahkan keluar jam 12-3 dini hari. Tidak ada batasan antara saya dan teman – teman wanita karena pada saat itu mungkin masih berpikiran liberal istilahnya.

Pada saat pertama kali ke Jakarta, sekitar pukul 08.00 pm saya sampai di STT Terpadu Nurul Fikri. Ketika itu saya disambut oleh Kak Natsir mahasiswa TI 2012 ( Ketua LDK Senada 2016 ) dan Kak Perdi mahasiswa TI 2012 ( Ketua Bem 2016 ), yang membuat saya tersentuh begitu tiba di lobby mereka bertanya “sudah sholat belum ? Kalau belum ayo kita berjama’ah.” Kenapa pertanyaan itu membuat saya tersentuh, karena biasanya kalau sesama laki – laki lain biasanya ngajak nongkrong ke suatu tempat. Dari malam itu saya berpikir sepertinya lingkungan STT Terpadu Nurul Fikri adalah lingkungan yang benar – benar positif.

Setelah beberapa hari kemudian, semua anak yang lulus jalur beastudi dikumpulkan untuk persiapan ORMIK (Orientasi Akademik). Pada pertemuan itu, kami diberitahu apa saja yang harus dipersiapkan ketika ORMIK berlangsung. Dari serangkaian poin yang harus disiapkan yang masih teringat dalam benak saya hingga sekarang yaitu disuruh membawa al ma’tsuraat. Saya bingung Al ma’tsuraat itu apa dan mungkin jika saya tidak kuliah di STT Terpadu Nurul Fikri, sampai saat ini mungkin saya belum tahu apa itu al Ma’tsuraat bahkan mendengarnya saja saya belum pernah. Tapi Alhamdulillah melalui program Asrama STT Terpadu Nurul Fikri saya bisa hafal hampir keseluruhan Al Ma’tsuraat yang berjumlah kurang lebih 83 halaman. Bentuknya mungil, tapi manfaatnya InsyaAllah luar biasa.

Kesimpulan dari curhatan singkat saya selama berada di lingkungan STT Terpadu Nurul Fikri, banyak sekali perubahan yang saya alami. Dalam hal ini pengetahuan agama, padahal di kampus belajarnya tentang teknologi. Kalau dipikir – pikir ibadah saya juga meningkat tidak seperti dahulu sebelum masuk ke STT Terpadu Nurul Fikri.

Published in Kisah dan Curhat