%PM, %09 %818 %2019 %18:%Apr

NGABAR Gen Qur'an STT Terpadu Nurul Fikri

Senin (1/4), Gen Qur’an mengajak seluruh mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri terkhusus pada mahasiswa yang sudah terdaftar menjadi anggota Gen Qur’an untuk NGABAR (Ngaji Bareng) di Musholla Kampus B STT Terpadu Nurul Fikri. Kegiatan ini disambut baik dan didukung civitas kampus mengingat STT Terpadu Nurul Fikri memiliki visi yang berkaitan erat dengan hal ini, yaitu “menciptakan mahasiswa yang profesional juga religius” maka kegiatan ini menjadi kegiatan yang disambut gembira oleh mahasiswa.

Dalam kegiatan ngaji bareng ini mahasiswa berkumpul dan membetuk lingkaran. Setiap mahasiswa membaca Al-Qur’an secara bergantian dan dikoreksi secara bersama jika ada Tajwid atau Makhraz yang dibaca keliru. “Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Surga bersama-sama dengan Rasul-Rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (HR. Bukhari & Muslim)

Semoga dengan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menambah keberkahan dan juga rahmat, patut diapresiasi kepada Gen Qur’an atas kegiatan yang penuh kebermanfaatan ini.

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %04 %132 %2017 %02:%Jan

Hafidzoh Kembar di Kampus Nurul Fikri

Afifa Diniputri dan Latifa Diniputri, putri ke- 4 dari pasangan Bapak Sutadi dan Ibu Tri Wahyuni ini sudah menjadi bagian STT Terpadu Nurul Fikri sejak tahun 2016. Jurusan Sistem Informasi menjadi pilihan hafidzoh kembar ini.

Jauh sebelum memiliki status sebagai mahasiswi, Afi dan Tifa, begitu akrab mereka disapa, sudah memulai menghafal Al-Qur’an. Sejak TK sudah mulai menghafal surat-surat pendek, seperti Surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan sebagainya. Terus tumbuh dan memasuki tingkat SD, si kembar ini melanjutkan hafalannya hingga berhasil menghafal hampir satu juz (juz 3)0 sampai lulus dari SDIT Baiturrahman Jakarta

Melanjutkan hafalan dari Juz terakhir hingga berhasil menghafal 5 Juz (Juz 26 – juz 30) semasa di SMPIT YAPIDH. Tak puas dengan hafalan yang sudah dimilikinya, Afi dan Tifa melanjutkannya dengan menghafal dari Juz awal sampai berhasil menuntaskan targetnya di SMAIT YAPIDH, yaitu 5 juz pertama (Juz 1 – Juz 5).

Untuk sampai pada titik ini tentu ada perjuangan yang harus di bayarnya, Afi dan Tifa harus menyisihkan waktunya untuk menghafal dan murajaah (mengulang), guna menjaga hafalan sebelumnya. Biasanya setelah maghrib, mereka murajaah hafalan masing-masing, lalu membaca ayat yang akan dihafalnya untuk di setorkan keesokannya. Di sepertiga malam, waktu yang dipilih mereka untuk menghafal. Setiap harinya Afi dan Tifa di targetkan menghafal 3 baris, dan disetorkan setiap sore kepada ustadzah-nya. Begitu terus hingga setiap semester diadakan ujian. Uniknya, ketentuan disana mengharuskan orangtua hadir, duduk disamping putra/i-nya yang akan ujian, begitupun Afi dan Tifa tentunya. Walaupun hadir rasa “dag dig dug” tapi inilah salah satu bukti dukungan moral dari orangtua peserta didik.

Dilanjutkan kuliah di STT NF, Afi dan Tifa berharap dapat menuntaskan hafalannya, yaitu 30 Juz sebelum lulus dengan mengikuti program tahsin dan tahfidz.

Published in Pojok Mahasiswa