%AM, %30 %215 %2018 %04:%Des

DOSEN STT TERPADU NURUL FIKRI BERSAMA DOSEN UI MEMBUAT MESIN PENCACAH SAMPAH

Written by Lia Khairunnisa
Rate this item
(1 Vote)

Tiga dosen Universitas Indonesia bersama dengan dosen STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Ahmad Rio Adriansyah, M.Si., Sirojul Munir, S.Si., M.Kom., beserta Dr.Eng.Radon Dhelika, B.Eng.,M.Eng melakukan kerja sama dalam rangka memenuhi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Masyarakat. Dalam kerjasamanya ini, para dosen dengan dibantu oleh mahasiswa dari kedua perguruan tinggi tersebut membuat sebuah mesin pencacah untuk meningkatkan penghasilan bank sampah. Rencananya mesin pencacah ini akan diaplikasikan di bank sampah induk daerah Beiji, Depok.

Sesuai namanya, mesin pencacah berfungsi untuk mengubah sampah plastik menjadi plastik cacah atau yang lebih dikenal dengan istilah Daunan. Meski mesin ini dapat mencacah berbagai jenis sampah, namun dalam program hibah ini mesin difokuskan untuk mencacah sampah plastik terlebih dahulu, terutama plastik keras. Tak hanya menghemat kerja dengan mencacah plastik menjadi partikel yang lebih kecil ternyata mesin ini juga mampu menambah pundi-pundi rupiah bank sampah, pasalnya sampah plastik yang telah dicacah memiliki harga jual yang lebih tinggi dibanding sampah plastik utuh. Tentu ini bukan keuntungan yang main-main jika mesin pencacah diaplikasikan pada bank sampah induk yang menampung puluhan hingga ratusan kilo sampah. Dampaknya lanjutnya, jika bank sampah induk makmur dari keuntungan ini maka bank sampah unit pun dapat merasakan imbas dari manisnya mencacah sampah plastik.

Lebih dari membuat sebuah mesin, ternyata dalam program kerjasama yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM Dikti) ini para dosen membuat pula sebuah aplikasi web yang diperuntukan untuk bank sampah induk, bank sampah unit serta nasabah bank sampah dalam melakukan transaksi. Dengan adanya aplikasi ini, nasabah menjadi lebih mudah melihat saldo tabungan serta lebih mudah pula menemukan bank sampah terdekat. Sedangkan untuk bank sampah, laporan tak perlu lagi menggunakan kertas. Sehingga selain sebagai penyalur sampah, bank sampah juga berperan sebagai agen ‘anti sampah’ karena mengurangi limbah lingkungan karena operasinya yang paperless. “Aplikasinya masih dalam tahap pengembangan. Jadi Fitur-fiturnya masih kami kembangkan. Walaupun aplikasi ini bisa digunakan oleh bank sampah manapun, namun untuk tahap awal kami fokuskan dulu di daerah Tugu, setelah itu baru bisa diperluas bahkan sampai luar Depok” Tegas pak Rio, salah satu pengembang.

Proyek yang berlangsung sejak Maret ini, rencananya selesai di akhir tahun dan produk yang dihasilkan bisa segera digunakan di tahun 2019. Adapun aplikasi web ini dapat diakses di jangkarsampah.id. “Dengan proyek ini, moga-moga penghasilan bank sampah bisa naik, pengelola dan nasabahnya jadi makmur, dan semoga makin banyak yang tertarik jadi nasabah. Yang imbasnya secara tidak langsung membuat lingkungan kita menjadi lebih bersih” harap pak Rio.

Read 1172 times Last modified on %AM, %30 %244 %2018 %04:%Des