Kisah dan Curhat

Kisah dan Curhat (100)

Muhammad Luqni Baehaqi, mahasiswa Sistem Informasi Semester 6 STT-NF dalam curhatannya sebagai mahasiswa akhir mengatakan "Mindeset kebanyakan masyarakat Indonesia ketika seorang lulus kuliah maka sudah siap untuk bekerja. Kenyataannya tidak sedikit lulusan sarjana yang minim skill untuk bekerja sesuai dengan jurusannya sehingga tidak sedikit pula mahasiswa yang akhirnya menganggur atau bekerja tidak sesuai dengan bidangnya. Hal ini menjadi kekhawatiran mahasiswa tingkat akhir seperti saya, maka untuk mengatasi hal tersebut beberapa kampus memiliki program yang mengharuskan mahasiswa untuk melakukan praktek kerja lapangan agar mahasiswa mempunyai experience di dunia kerja atau industri secara real. Hal ini dipersiapkan oleh STT-NF untuk bisa benar-benar menyiapkan SDM yang siap bersaing secara global, dengan memperluas jaringan kerjasama ke perusahaan-perusahaan. Saat ini STT-NF sudah memiliki beberapa kerjasama terkait magang atau praktek kerja lapangan, seperti program kerjasama dengan telkom yaitu tiga tahun kuliah satu tahun magang di telkom dan program magang bersertifikasi dari BUMN".

Saya adalah salah satu mahasiswa yang terpilih mengikuti program magang BUMN. Program magang mahasiswa bersertifikat yang diadakan oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) dimana FHCI berkerjasama dengan 68 BUMN. Program magang mahasiswa bersertifikat merupakan program magang untuk mahasiswa dan juga diberikan sertifikas. Mahasiswa yang mengikuti program magang BUMN akan ditempatkan di berbagai perusahaan BUMN yang tersebar di Indonesia, program magang dilaksanakan selama 6 bulan.

20 Mei 2018 telah dilaksanakan opening ceremony Program Magang Mahasiswa Bersertifikat di Gedung Plaza Bank Mandiri. Ada sekitar 400 mahasiswa perwakilan setiap kampus baik PTN maupun PTS yang mengikuti program ini. STT-NF adalah salah satu PTS yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program magang BUMN.

Pada sesi grand launching program magang BUMN ada hal yang menarik dimana terjadi dialog antara perwakilan direktur BUMN, perwakilan Kemenristek Dikti, dan perwakilan Rektor Universitas. Ada satu pembahasan yang menjadi tamparan keras bagi para akademisi, dimana dari BUMN yang diwakili oleh direktur angkasa pura II mengatakan bahwa tidak adanya sinergi antara akademisi dengan pemerintah. Berbeda keadaannya dengan negara-negara maju dimana riset dan pengembangan yang dilakukan oleh akademisi itu menjadi core dari berkembangnya Badan Usaha Milik Negara. Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang berada dalam usia produktif namun kenyataannya mereka tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Dengan adanya program ini harapannya bisa menjadi jembatan yang menghubungkan riset akademisi dengan BUMN, karena hampir seluruh BUMN membutuhkan riset dan sampai sekarang universitas belum melakukannya. Ibu Rini selaku Menteri BUMN mengatakan bahwa mahasiswa yang mengikuti program magang mahasiswa bersertifikat bisa memiliki peluang kerja di BUMN pasca magang selesai .

Di akhir acara, perwakilan mahasiswa dan rektor masing kampus diberi pin sebagai simbol disahkan untuk magang di berbagai perusahaan BUMN. Saya sempat merasa minder, dimana saya berada di antara mahasiswa yang kuliah di ternama, padahal ini masih tahap magang. Saya tidak bisa membayangkan saat lulus nanti, ada ribuan lulusan dari berbagai kampus dan harus saling bersaing untuk mendapatkan pekerjaan. Namun saya optimis, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai dirinya sendiri yang merubahnya. Saya tidak takut meskipun berasal dari kampus swasta yang baru berumur 5 tahun, karena prinsipku sukses atau tidaknya seseorang itu berawal dari pribadi masing-masing, kita tak pantas jika menyalahkan keadaan dan orang lain, ujarnya di akhir curhatan.

Aktif berorganisasi dan mendapatkan beasiswa penuh di STT-NF merupakan hal yang harus disyukuri. Wiji Noviasih, wanita berkulit putih dan tinggi yang memiliki badan ideal dan akrab disapa Novi, melalui pengalaman yang telah dialaminya novi ingin berbagi cerita tentang kebaikan Allah yang telah diberikan untuk dirinya. Mulai dari Lingkungan STT-NF yang baik dan fasilitas yang memadai untuk terus merubah diri menjadi pribadi yang lebih baik menjadi satu alasan yang membuat dirinya bersyukur berada di STT-NF.

Salah satu kebaikan Allah yang membuat dirinya merasa istimewa karena Dosen STT-NF sangat kompetif dan siap membimbing mahasiswa-mahasiswa membuat dirinya tiada henti bersyukur. Menjalani beastudi selama 3,5 tahun di STT-NF dengan menjaga IPK membuat dirinya menjadi pribadi wanita yang tangguh dan kuat, serta lulus dengan baik dari STT-NF. Novi dikenal dengan pribadi yang ramah dan santun kepada siapapun, memiliki kemampuan berbahasa yang baik membuat dirinya pantas mendapatkan beasiswa penuh dari STT-NF.

Pasca menyelesaikan sarjana komputer di ST-NF, Novi mencari kesana kemari tiada henti, lelah dan putus asa untuk berjuang mencari pekerjaan yang di impikan. Melalui pengalamannya mencari pekerjaan yang sesuai dengan background yang dimiliki ternyata tidak mudah, karena faktanya pekerjaan sekarang membutuhkan keterampilan yang tinggi. Mengandalkan skill  yang dimiliki selama perkuliahan 3,5 tahun di STT-NF bukanlah satu-satunya kunci untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan namun dibutuhkan juga kemampuan lain.

Sempat putus asa atas apa yang telah dilakukan, namun Allah memberikan kesempatan dan kemudahan melalui Surat Rekomendasi dari Bapak Rusmanto pada sebuah perusahaan IT konsultan. Berbekal surat rekomendasi tersebut membuat dirinya diterima di PT solman, solman merupakan salah satu perusahaan IT konsultan. Mengelola ERP dan SAP merupakan pekerjaannya saat ini walalupun masih masa training, namun tak menyurutkan semangat dan rasa syukur yang telah Allah berikan kepadanya.

03 Mei 2018 tepatnya pukul 13.00 merupakan salah satu momen sejarah yang pernah aku alami selama aku menjalani masa pekuliahan, karena pada hari itu merupakan hari di mana aku melaksanakan seminar proposal. Kegiatan ini merupakan satu dari tiga tahap agar dapat menyelesaikan perkuliahan di jurusan Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri.

Untuk bisa melaksanakan seminar proposal bukanlah hal yang mudah, banyak perjuangan yang harus dilewati, mulai dari begadang, ngumpulin mood buat bikin proposal, sulit menghubungi dosen pembimbing, revisi, dan masih banyak perjuangan lain yang dihadapi untuk menyelesaikan proposal tugas akhir. Ditambah tugas kuliah lainnya yang sangat banyak, disini aku diuji gimana bisa membagi waktu sebaik mungkin antara menyelesaikan tugas kuliah dan menyelesaikan proposal tugas akhir.

Akhirnya setelah melewati banyak rintangan, Alhamdulillah aku bisa melaksanakan seminar proposal pada tanggal 03 Mei 2018. Hal pertama yang aku rasakan adalah bersyukur kepada Allah karena sudah diberi kesempatan dapat menyelesaikan proposal. Tak lupa kepada kedua orang tua yang senantiasa terus mendoankanku, dan juga kepada dosen pembimbing Pak Hilmy Abidzar Tawakkal yang selalu meluangkan waktunya untuk melaksanakan bimbingan.

Alhamdulillah aku dapat menyelesaikan seminar proposal dengan cukup baik, walaupun sebelumnya khawatir ada perasaan tidak bisa menjawab pertanyaan dari dosen penguji, dan juga perasaan grogi karena merupakan aku orang pertama yang melaksanakan seminar proposal di angkatan 2015.

Selesai seminar proposal, aku berharap bisa sedikit lega karena sudah melewati satu tahap. Ternyata aku salah besar, selesai seminar proposal bukannya merasa tenang, namu sebaliknya, aku merasa takut karena dihadapi dengan tahap kedua yaitu seminar hasil.

Buat teman-teman lainnya, tetap semangat buat mengerjakan proposal. Semoga cepat melaksanakan seminar proposal. Menurutku tidak usah terburu-buru, nikmati saja prosesnya. Seseungguhnya setelah seminar proposal masih ada seminar hasil dan sidang akhir yang menunggu dan tantangannya lebih berat.

Sebentar lagi akan dilaksanakan SBMPTN dan ujian mandiri di kampus negeri. Para siswa bersaing untuk memasuki perguruan tinggi favortinya, hal tersebut juga dialami oleh Mahasiswa STT-NF, Laila Nafilah.

Laila Nafila, merupakan salah satu mahasiswa STT NF yang sudah menjalani kuliah hampir 2 tahun. Terkait dengan SBMPTN dan ujian mandiri, Laila teringat dua tahun lalu ketika baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan pendidikan. Saat itu ia sangat percaya bahwa akan kuliah di kampus negeri impiannya, terlebih ketika SMA ia bersekolah di salah satu SMA favorit di kotanya dan banyak pula kakak kelasnya yang diterima di kampus negeri.

Namun saat itu tidaklah mudah untuk bisa masuk ke kampus negeri, karena pada tahun kelulusannya ada masalah yang dilakukan oleh murid di sekolah SMA-nya, mengakibtkan kuota untuk masuk ke perguruan tinggi negeri dikurangi sehingga tidak banyak yang diterima di perguruan tinggi negeri.

Laila, salah satu murid yang tidak diterima di perguruan tinggi negeri melalui SNMPTN, tidak menyurutkan semangatnya begitu saja. Jalur untuk masuk ke perguruan tinggi tidak hanya melalui SNMPTN, namun ada jalur lain seperti SBMPTN dan ujian mandiri. Keinginannya untuk bergabung di PTN membuat dirinya mengikuti SBMPTN dan beberapa ujian mandiri yaitu SIMAK UI dan UTMI IPB. Menurutnya kuliah di perguruan tinggi negeri adalah pilihan terbaik baginya untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Namun Allah SWT berkendak lain, dari semua ujian yang diikuti tidak ada satupun yang lulus. Harapan ia untuk bisa kuliah di perguruan tinggi negeri pupus, kecuali jika ia mengikuti masuk perguruan tinggi negeri  lagi di tahun selanjutnya.

Tidak berhenti mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri, Laila juga mendaftar ke sekolah kedinasan dan beberapa kampus swasta melalui beasiswa. Saat itu ia sudah berfikir yang penting ia bisa kuliah di tahun itu, tidak harus perguruan tinggi negeri.

Saat pengumuman sekolah kedinasan dirinya tidak lulus, hingga akhirnya ia hanya menunggu pengumuman seleksi beasiswa dari satu kampus swasta saja yaitu STT-NF. Kampus swasta lain yang didaftarkan biayanya masih mahal meskipun sudah melalui beasiswa.

Sambil menunggu pengumuman STT-NF ia sempat bekerja di sebuah toko kue sebagai kasir. ‘Ya Allah, kalau tahun ini rezeki saya untuk bisa kuliah maka luluskanlah di STT-NF, jika memang tahun ini memang bukan rezeki bisa kuliah, tak mengapa. Mungkin tahun depan saya bisa kuliah’. Doanya di dalam hati, ia yakin bahwa rencana Allah yang terbaik. Allah SWT maha tahu apa yang terbaik bagi hambanya.

Akhirnya pengumuman STT-NF muncul, dirinya lulus seleksi beastudi di STTNF. Laila kuliah di kampus STTNF mengambil jurusan Sistem Informasi. Awalnya ia tidak mengerti jurusan Sistem Informasi karena sama sekali tidak memiliki basic komputer. Seiring berjalan waktu selama 2 tahun, ia jadi mengerti bahwa kuliah di jurusan Sistem Informasi merupakan jawaban dari Allah SWT untuk cita-citanya yang pernah terbesit di dalam hati ketika SMA dulu.

Sungguh indah rencana Allah SWT. Sekarang ia yakin, bahwa apa yang telah direncanakan oleh Allah SWT pasti baik baginya, karena Allah adalah sebaik-baik perencana.

%AM, %12 %131 %2018 %02:%Mei

Auzan As-sidqi : Teman dan Dosen kedua

Written by

Lagi – lagi STT Terpadu Nurul Fikri melahirkan mahasiswa terbaiknya. Setelah beberapa tahun terakhir tercatat lebih dari 20 Mahasiswa terbaik jempolan STT Terpadu Nurul Fikri. Kini angkatan termuda melahirkan satu dari sekian banyak mahasiswa berbakat. Dialah Auzan As-sidqi. Mahasiswa Teknik Informatika 2017 yang akrab dipanggil Ozan ini merupakan salah satu dari sekian banyak mahasiswa berprestasi semester ganjil 2018 lalu. Bukan hanya berprestasi dibidang akademik tapi juga dikenal sangat bersahabat oleh teman se-angkatannya.

            Menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti dia setiap waktu dihabiskan untuk belajar. Mengingat banyak kesibukan yang dia lakukan setiap hari, sangat sedikit jam belajar yang dia punya terlebih dia menjadi seorang Driver Ojek Online untuk menambah uang saku dan membayar biaya kuliah. “yah Alhamdulillah saya jadi mapres semester lalu, meskipun sibuk dengan kerjaan tapi masih bisa menyempatkan untuk belajar meskipun sebentar.” Ujar Auzan (09/06/18).

            Mengingat kesibukannya sebagai mahasiswa dan pekerjaanya sebagai driver ojek online tentu bukan hal mudah baginya menyempatkan belajar. Auzan memiliki trik tersendiri untuk belajar dan mengulang materi yang telah berlalu. “kalau untuk belajar sih saya ada triknya. Dengan mengarkann teman yang lain membuat saya bisa mengulang pelajaran dan mengingatnya kembali.” Imbuhnya ketika pers. Yah, dengan mengajarlah Auzan bisa mengulang pelajaran dan secara tidak langsung dia bisa belajar lebih bahkan memahaminya. Bukan hanya untung bagi dirinya sendiri tapi juga bermanfaat bagi temannya yang lain. “dia orang yang baik, mau menyempatkan waktunya untuk mengajarkan kita tentang materi yang sulit.dengan penyampaian yang baik dan juga sebagai teman, kita jadi mudah faham dengan materi yang disampaikan.” Ujar salah seorang mahasiswa yang ikut belajar bersama Auzan.

            Bukan karena pujian bukan pula karena uang, Auzan juga mengajarkan ilmu yang dia miliki karena ingin menjadi orang yang bermanfaat “Namanya juga manusia, kalau bisa bermanfaat bagi yang lain kenapa tidak !, bahkan bermanfaat juga bagi diri sendiri. Tak ada alasan untuk tidak mengajar.” Imbuhnya menjelang akhir pers. Menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti harus menyembunyikan ilmunya dan fokus untuk dirinya sendiri, Auzan tidak biasa menjadi orang egois yang hanya peduli dengan dirinya sendiri.

            Jika berpikir menjadi mahasiswa berprestasi harus menjadi nomor satu dan mengalahkan yang lain, tentu itu adalah pikiran egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Lain halnya dengan Auzan, dia yakin bahwa dengan mengajar orang lain bisa membuat dirinya lebih memahami materi dan belajar lebih asyik bahkan bisa membuat mahasiswa yang lain berkesempatan menjadi mahasiswa berprestasi juga. Alasan itulah yang membuat Auzan bertahan dan suka rela mengajar teman – temannya.

%AM, %10 %138 %2018 %02:%Mei

Mahasiswi Tangguh STT Terpadu Nurul Fikri

Written by

Lizza Noor Azizah adalah mahasiswi STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Sistem Informasi 2016 yang berasal dari karawang. Teman-teman kampus nya biasa memanggil ia dengan sebutan “ica”. Ia adalah sosok mahasiswi yang tangguh. Dimana setiap hari nya ia harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja.

Mahasiswi kelahiran 1999 ini, merupakan anak ketiga dari 5 bersaudara. Ica sekarang tingggal bersama dengan kakak pertama nya didaerah Cibubur, Jakarta Timur. Selain kuliah ia juga bekerja sebagai pedagang dan jasa setrika baju. Guna memenuhi kebutuhan nya didaerah perantauan. Ia juga tak mau menjadi beban orang tua maupun kakak kakak nya.

Setiap pagi dari hari selasa sampai sabtu ia kuliah hingga sore, selepas kuliah ia membantu kakak nya menyelesaikan pekerjaan rumah. Dan baru malam hari nya ia mengerjakan tugas-tugas kuliah. Di waktu libur nya ia pulang ke daerah asalnya untuk berdagang dan barang dagangan nya ia ambil dari orang lain. Atau bisa juga menjualkan dagangan orang lain.

Ica juga aktif mengikuti organisasi kampus sebagai staff bendahara DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) 2018 STT Terpadu Nurul fikri. Tak hanya itu ia juga seorang yang berprestasi. ia pernah menjuarai berbagai pertandingan badminton dan silat. “Selama di MAN Rengasdengklok ikut lomba badminton 2 kali dan alhamdulillah mendapatkan juara. Yang pertama waktu kelas 11 lomba badminton juara 1 tingkat kabupaten. Terus maju ke tingkat provinsi vs kab. Sumedang kalah di babak penyisihan. Dan waktu kelas 13 alhamdulillah masih bisa mempertahankan juara 1 di lomba aksioma badminton tingkat kabupaten”, ujar ica.

Untuk silat ia pernah mendapatkan juara 1 Lomba Pencak Silat SMI KOTA BARU CUP SEJABODETABEK, juara 2 Lomba Pencak Silat SMI KOTA BARU CUP SEJABODETABEK dan juara 3 Lomba Pencak Silat BALADIKA CUP SEJAWABARAT.

“Teruslah semangat dan pantang menyerah untuk keadaan apapun” , pesan Ica untuk teman-teman yang membaca cerita ini. Salam semangat !!

Rizka Amalia Apriliani, mahasiswa jurusan Sistem Informasi di STT-NF yang sedang menjalani perkuliahan di Semester 4. Seperti mahasiswa lainnya, Rizka memiliki banyak cita-cita yang ingin dicapai. Salah satu cita-cita terbesarnya adalah ia sangat ingin memberikan mahkota dan jubah emas untuk kedua orang tuanya di akhirat kelak dengan cara menghafal Al-Quran.

Ketika SMA ia sudah mulai menghafal Al-Quran karena tempat ia bersekolah memiliki program menghafal Al-Qur'an. Setelah lulus SMA ia tetap melanjutkan hafalan Al-Quran, namun tidak semudah ketika ia masih berada di SMA karena kesibukanya di kuliah sangat banyak. Walaupun begitu ia berusaha untuk tetap menghafal Al-Qur’an karena ia memiliki motivasi yang sangat tinggi untuk bisa memberikan mahkota dan jubah emas bagi kedua orang tuanya di akhirat nanti.

Selama tiga semester Rizka mencari-cari tempat untuk bisa memudahkan menghafal Al-Qur'an walaupun sambil kuliah, akhirnya ia mendapatkan informasi tentang RumTa (Rumah Tajwid), dimana RumTa memiliki program untuk belajar tajwid dan hafalan. Ia sangat tetarik untuk mengikti program RumTa tersebut. Di RumTa tersebut ia bisa kuliah sambil fokus menghafal Al-Qur’an.

Rizka mencoba mendaftar melalui jalur beasiswa RumTa, untuk bisa lulus ia harus mengikuti beberapa seleksi, mulai dari seleksi berkas, seleksi wawancara sampai seleksi adaptasi selama dua minggu tinggal di asrama. Ada 11 dari 20 orang yang diterima sampai seleksi wawancara.

Setelah pengumuman wawancara, Rizka dan sepuluh orang yang diterima mulai mengikuti tes selanjutnya yaitu tinggal di asrama RumTa selama dua minggu sebagai seleksi adaptasi, karena dari seleksi adaptasi hanya sembilan orang yang akan diterima di RumTa.

Setelah dua minggu tinggal di RumTa, akhirnya ia kembali ke rumah sambil menunggu hasil akhir dari seleksi adaptasi tersebut. Alhamdulillah di akhir seleksi ia di terima di RumTa. Ia merasa sangat senang, “Karena RumTa Insya Allah cita-cita aku tercapai insya Allah ” ujar Rizka.

Diterima di RumTa membuat dirinya merasa senang karena bisa menghafal Al-Quran dengan teman-teman yang satu visi dan juga ia tidak memberatkan orang tuanya, karena ia tidak perlu biaya untuk mengikuti program-program di RumTa tersebut. Namun terkadang ia juga sedih karena harus jauh dari keluarga, sejak SMA ia sudah jauh dari keluarga karena ia bersekolah di Boarding School di daerah Bandung.

“Mulailah Menghafal Al-Qur’an, karena dengan menghafal Al-Qur’an Insya Allah kita akan memberikan hadiah terindah untuk kedua orang tua kita”, pesan Rizka.

Semoga Rizka bisa selalu istiqomah untuk terus menghafal Al-Quran dan mencapai cita-citanya untuk memberikan mahkota emas untuk kedua orangtuanya, Aamin.

Yuli Hardianti atau biasa dipanggil ole merupakan mahasiswa STT-NF angkatan 2015 jurusan Sistem Informasi, kali ini ole akan berbagi beberapa pengalaman dan knowledge tentang Developer Student Clubs atau disingkat DSC.

Apasih Developer Student Club itu?

Developer Student Club merupakan program dari Google Developers yang dirancang untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan dan pengetahuan dalam pengembangan aplikasi mobile dan web yang dijalankan oleh Google. Developer student club bertujuan untuk meningkatkan ekosistem developer, meningkatkan skill development dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah melalui teknologi mobile dan web. Program DSC ini sukses meningkatkan ekosistem di India, maka dari itu, Google mencoba untuk merealisasikannya untuk mahasiswa di Indonesia. DSC akan memilih satu mahasiswa dari setiap kampus sebagai perwakilan untuk menjadi DSC Leader. Saat ini, terdapat 20 mahasiswa yang terpilih menjadi Pilot DSC Leader, dan 40 mahasiswa lainnya menjadi DSC Leader. Total, ada sebanyak 60 mahasiswa di 60 universitas di Indonesia yang menjadi DSC Leader.

Tidak hanya itu, Google juga mengajak para karyawan Google dari seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam menyambut DSC Indonesia. Dari 20 pilot DSC Leader yang ada di Indonesia, 8 DSC Leader diberikan kesempatan untuk Lighting Talk tentang tema yang sudah ditentukan.

Gimana Kesan Bergabung di DSC?

Saya senang bisa ikut berpartisipasi disini sebagai salah satu DSC Co-Manager Chapter STT-NF bersama team aBraindcode yang diketuai oleh Muh Isfhani Ghiyath sekaligus leader DSC chapter STT NF. Saya diamanahkan dari google untuk sharing tentang Introduce New Tech To Others, selama satu tahun ini aBraindcode akan berkolaborasi dengan DSC dan mengadakan oprek setiap hari sabtu dikampus STT-NF baik belajar mengembangkan aplikasi mobile ataupun web.

Pesan Untuk Mahasiswa STT-NF?

 

Saya berharap seluruh mahasiswa STT NF ikut mengembangkan aplikasi bersama team aBraindcode terutama untuk para perempuan, saya sangat berharap semuanya ikut belajar bersama karena saat ini developer perempuan itu sangat sedikit, maka dari itu kami dari team aBraindcode sangat berharap teman-teman bisa bergabung dan belajar bersama. Cewe juga harus bisa ngoding kan?.

“Belajar memang melelahkan tapi akan jauh lebih melelahkan jika kita tidak belajar dari sekarang, heheh happy coding guys!", ujarnya diakhir wawancara.

%AM, %07 %163 %2018 %02:%Apr

Isfahani dan Google DSC Leader

Written by

Halo kamu, iya kamu, kamu mahasiswa IT. Gimana kabarnya kodingan? Pastinya lancar dong. Oh iya, kamu pasti pernah denger DSC kan ? iya DSC (Developer Student Club). DSC adalah program Google yang ditunjukan kepada mahasiswa dan mahasiswi di Indonesia yang ingin belajar lebih mandalam tentang pengembangan aplikasi mobile dan web. Program ini terbuka bagi seluruh mahasiswa maupun mahasiswi dengan semua tingkatan kemampuan, dari developer pemula yang baru belajar hingga mereka yang sudah menjadi developer tinngkat lanjut yang ingin mengembangkan kemampuannya. DSC ini telah memiliki program di 60 kampus se-indonesia, salah satunya adlah STT Terpadu Nurul Fikri.

Jika ngomongin soal DSC, pastinya sudah tidak asing lagi mendengar nama Isfahani Ghiath. Dia adalah DSC Lead dari Kampus STT Terpadu Nurul Fikri, Jakarta Selatan. Dari sekian banyak DSC lead se-indonesia, Ishahani adalah salah satu mahasiswa yang memilki jam terbang padat. Tentu saja sangat wajar bagi mahasiswa seperti dia yang memilki segudang prestasi.

Sejak kecil, Mahasiswa kelahiran Sulawesi Selatan, 28 Juni 1997 yang akrab di panggil Isfa itu telah banyak menorehkan prestasi terutama dibidang IT. Bagaimana tidak, sejak SD dia sudah mulai belajar pemrograman dasar yang pada saat itu belum memilki fasilitas sendiri. Dia belajar masalah pemrograman di warnet. Tidak seperti anak lainnya yang datang ke warnet hanya untuk bermain, dia menghabiskan jam per jam di warnet untuk belajar pemrograman. Sampai saat menginjak SMA, dia telah berhasil menuai banyak prestasi dibidang IT.

Hingga saat ini, prestasinya kian meningkat bahkan menjadi salah satu Google DSC Leader wilayah Jabodetabek. Baru beberapa hari kebelakang, google DSC wilayah Yogyakarta mengadakan acara “Kartini Developer” yang diadakan oleh DSC UIN Sunan Kalijaga bekerjasama dengan DSC UPN Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Hartini. Acara yang digelar pada tanggal 18 Maret 2018 itu mengahdirkan sejumlah pemateri ahli diantaranya Anggit Yuniar Pradito (Founder Omnicreativore Studio), Sendy Aditya Suryana (Software Enginer at PrismApp) dan Isfahani Ghiath (DSC Lead STT Nurul Fikri, Jakarta). Dari sekian banyak DSC Lead se-indonesia, Isfahani terpilih menjadi pemateri dalam acara besar tersebut beserta pemateri ahli lainnya.

Isfa menaruh harapan besar kepada seluruh mahasiswa hsusunya mahasiswa IT, untuk senantiasa semangat dan proaktif dalam belajar dan berkomunitas. Dia juga mennaruh harapan supaya mahasiswa IT bisa menjadi penerus DSC Lead ini terutama bagi Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri “saya berharap Mahasiswa STT NF ini ada yang bisa menjadi penerus saya di DSC Lead ini.” Ujarnya pada saat pers di STT Terpadu Nurul Fikri. Tentu saja hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri untuk senantiasa belajar dan proaktif dalam berkomunitas untuk meneruskan jejak langkah Isfa sebagai DCS Lead. “saya berharap juga semoga seluruh mahasiswa STT NF ini lebih semangat untuk meningkatkan kualitas dan menjadi developer yang handal karna Indonesia ini memerlukan kita sebagai penerus bangsa” Tambahnya pada saat Pers STT Terpadu Nurul Fikri 22 Maret 2018.

Bukan masalah pintar atau tidak, tapi semua ini tentang Belajar dan Proaktif untuk bisa menjadi developer yang handal. Tentusaja Isfahani Ghiath juga tidak langsung ahli dalam bidang IT, tapi ada proses belajar terlebih dahulu. Hal inilah yang akan membedakan setiap mahasiswa IT terhadap prestasinya. Seberapa tekun dia belajar, seberapa aktif dia dalam berorganisasi, itulah yang akan menjadi kunci keberhasilannya. Bukan hanya menjadi seperti Isfahani, tapi lebih daripada itu tergantung diri sendiri

Kisah inspiratif datang dari laki-laki yang sedang mengalami tranformasi dari remaja menuju dewasa, Muhammad Luqni Baehaqi. Memiliki banyak mimpi dan keinginan untuk mewujudkan mimpinya, pria berkelahiran Pemalang 1 Desember 1996 ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Bermula dari SMP hingga kuliah di STT-NF, Luqni menceritakan kisahnya yang menemukan cinta dan kasih sayang Allah kepadanya begitu indah dan menyentuh, hingga akhirnya memutuskan untuk berhijrah dan mendalami Agama Islam.

Awal SMP dirinya adalah seorang murid laki-laki yang nakal, susah diatur dan malas belajar. Namu dibalik sifat buruk luqni ternyata dirinya merupakan seorang pria yang sangat menyangi keluarga terkhusus ibunya. Berawal dari nasihat sang ibu agar anaknya suatu hari nanti tidak menjadi seperti dirinya dan menjadi seorang anak yang dapat dibanggakan oleh keluarga, disinilah awal mula dirinya mulai berubah dan lebih serius mengejar mimpi. Berbekal nasihat ibunya, akhirnya berubah menjadi anak yang rajin dan baik hingga dirinya mendapatkan peringkat 1 di sekolah dan masuk sebagai 10 besar peringkat terbaik sekecamatan.

Allah kembali memberikan kasih sayang sehingga Luqni dapat melanjutkan SMA. Kehidupan SMA yang dilaluinya cukup membuat dirinya menjadi seseorang yang dipercaya di sekolah untuk menjadi seorang ketua ROHIS SMA. Memiliki sifat sederhana, banyak teman yang nyaman untuk mengajak dirinya berdiskusi atau hanya sekedar bercanda. Menjadi orang yang cukup berpengaruh di masa SMA, tidak membuat dirinya sombong, namun Luqni tetap giat berdoa dan belajar untuk meraih mimpinya. Semua kegiatn di sekolah membuat dia belajar dan yakin bahwa Allah sebagai pelindung dan pengatur segala urusan.

Memasuki tahap tes SNMPTN dan SBMPTN untuk melanjutkan jenjang perkulaiahan, segala persiapan dan kerja keras telah dilakukan dengan maksimal, namun ternyata Allah berkehendak lain sehingga dirinya belum berhasil meraih kampus favoritnya. Hasil dari tes SNMPTN dan SBMPTN yang gagal sempat membuat dirinya frustasi dan tidak percaya bahkan merasa putus asa. Namun Allah merupakan sebaik-baik perencana sehingga Luqni mendapatkan kesempatan untuk kuliah di STT-NF melalui jalur Beasiswa.

Setelah menyadari pemikirannya yang salah terhadap nikmat Allah, membuat dirinya malu dan akhirnya yakin kembali bahwa rencana Allah lebih indah. M. Luqni Baehaqi menjadi Mahasiswa aktif di Jurusan Sistem Informasi dengan berbagai bakat dan hasil nilai yang selalu memuaskan, serta bisa mempertahankan beasiswa yang dimilikinya selama tiga tahun.

Memiliki kesempatan untuk tetap dan terus berkuliah di STT NF menjadikan dirinya memiliki banyak pengalaman berkesan salah satunya yaitu Bertemu dengan orang-orang baru yang ada diasrama STT-NF, baginya mereka merupakan orang terbaik yang berasal dari berbagai daerah dan berkumpul di satu tempat. Tak lupa, Luqni juga memberikan pesan yang sangat menarik untuk Mahasiswa STT-NF "Jangan sekali-kali teman teman minder untuk berkuliah ditempat swasta, karena yang dilihat adalah proses belajarnya bukan tempat belajarnya".