Kisah dan Curhat

Kisah dan Curhat (100)

Ady Mulyono merupakan mahasiswa semester 8 di STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Teknik Informatika. Mulai menyusun skripsi dari semester 7 dengan judul yang diangkat adalah “Merancang Aplikasi Sembako Berbasis Android”. Topik yang diambil membuat kesulitan pada tahap implementasi karena Ady belum mampu untuk membuat aplikasinya hingga saat ini dan masih berusaha dalam membuatnya. Progress yang sudah tercapai kurang lebih 50%, namun itu belum masuk ke dalam pembuatan aplikasi melainkan masih tahapan teori.

Di tengah perjalanan dalam mengerjakan skripsi, Ady sangat merasakan perjuangan mulai dari jarak yang lumayan jauh dari Manggarai ke Depok, semangat yang terkadang turun naik bahkan godaan malas untuk mengerjakan skripsi. Akhirnya Ady mulai semangat melanjutkan skripsi ketika teman-teman yang lain sudah mulai menyelesaikan skripsi yang ditandai dengan telah melakukan sidang akhir. Pada saat itu Ady mulai kembali bangkit dan bersungguh-sungguh mengerjakan skripsi agar dapat lulus bersama teman-teman yang lain.

Menurut Ady skripsi adalah sesuatu yang sangat membutuhkan perjuangan. Biasanya ada waktu luang untuk bermain game, selama proses skripsi berlangsung saya mengurangi waktu bermain game saya. Tetapi saya yakin aka ada saatnya saya bisa menyelesaikan skripsi ini dan dapat bermain game seperti semula. STT Terpadu Nurul Fikri membagi sidang skripsi dalam 2 kali sidang yaitu seminar hasil dan sidang akhir. Strategi itu cukup membantu Ady dalam mengerjakan skripsi karena dikerjakan secara mencicil.

Ady menyamapikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengambil skrpsi "Bahwa teman-teman mahasiswa harus sering melakukan bimbingan karena itu yang membuat kalian terbantu dalam pengerjaan skripsi jika mengalami kendala". Semangat Semuanya, ujarnya di akhir kata.

Dzaki Mahfuzh Hamadah merupakan Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri, pria tinggi dan berkulit sawo matang yang lahir di Bogor, 13 Oktober 1997. Dzaki dikenal dengan karakter yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Terbukti dengan prestasi yang dimiliki menjadi Ketua Angkatan 2015, selain menjadi ketua angkatan, Dzaki memiliki kharisma dalam organisasi, hal tersebut terbukti dirinya terlibat langsung dan menjabat di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) selama dua periode, hal tersebut diungkapnya pada wawancara tanggal 23 Januari 2018 di Ruang BEM. Dzaki mengatakan “Kemampuan yang dapat di tonjolkan dalam organisasi menurut saya adalah Menajerial. Menajarial sebuah ilmu dalam mengatur segala sesuatunya dengan benar, kemampuan manajerial dapat diaplikasikan dalam dunia kerja dan bisnis dimana ilmu tersebut didapatkan di organisasi kampus sehingga membawa perubahan besar dalam hidup”.

Berkat bantuan dan doa kedua orangtua, Dzaki masuk STT Terpadu Nurul Fikri dengan bakat kepemipinan yang mengantarkan dirinya suskes mengembangkan dan membantu organisasi yang ada STT Terpadu Nurul Fikri. Dzaki sendiri merupakan seorang pekerja keras dan tidak pantang menyerah dalam menemukan masa depan serta menentukan masa depan yang ingin dicapai.

Kesibukan saat ini yang sedang digeluti yaitu membangun sebuah startup, melalui startup tersebut Dzaki berharap dapat menyukseskan indonesia menuju negara yang berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) dengan mendukung minimal 2% rakyat indonesia berwirausaha. Kebab Kelinci Nusantara menjadi kesibukannya sekarang, dengan berbisnis kebab kelinci Dzaki memperkenalkan daging kelinci yang rendah lemak dan tinggi protein dibandingkan dengan daging lainnya, selain rendah lemak dan tinggi protein daging kelinci memiliki tekstur yang lembut dan unik. Kesibukan dan bisnis yang dijalani saat bukanlah penghalang baginya untuk tetap berkiprah dan mengabdikan dirinya untuk STT Terpadu Nurul Fikri dengan menjadi ketua DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) periode tahun 2018-2019.

Muhammad Abdul Karim yang akrab disapa Karim merupakan mahasiswa Teknik Informatika yang akan menginjak semester 6. Karim menyalurkan hobinya melalui design, hobi ini ia geluti sejak masih kecil dan bisa menghasilkan rupiah untuk tambahan keperluan kuliahnya sehari hari. Tempat tinggalnya tidak jauh dari kampus, masih dalam kawasan Depok. Karim merupakan mahasiswa yang aktif dan kerap mengikuti acara acara kepanitian di kampus guna meningkatkan rasa tanggung jawab sekaligus meningkatkan rasa kepeduliaam terhadap sesama.

Hal ini dibuktikan dengan aktifnya Ia menjadi seorang pengajar Matematika untuk kelas 2 SD di Sekolah Master yang berlokasi di dekat terminal Depok. Sekolah Master merupakan sekolah yang disediakan khusus untuk anak-anak yang belum bisa bersekolah. Para pengajar merupakan sukarelawan yang menyisihkan waktu mereka untuk mengajar disana. Tidak hanya itu, Karim juga aktif dalam acara keagamaan dengan menjadi pengurus di salah satu Organisasi Remaja Islam Masjid di Kampus A STT Terpadu Nurul Fikri dan juga menjadi Kadif Special event Garuda Keadilan. Ia pun juga sudah mempunyai planning besar sebagai digital agency dan ingin membangun distro untuk kedepannya.

Sebagai Calon Ketua Presma 2018, Karim mempunyai harapan besar agar dirinya  bisa menjalankan amanah dengan baik, menjadikan STT Terpadu Nurul Fikri menjadi lebih baik lagi, dapat memberikan manfaat terbaik melalui kontribusi nyata untuk kampus dan masyarakat.

Saya Wahyu Caesar Ramadhan mahasiswa SI (Sistem Informasi) 2015. Pada kesempatan kali ini saya ingin bercerita sedikit pengalaman selama kuliah di STT Terpadu Nurul Fikri. Awalnya saya tidak menyangka bisa lulus di jalur beasiswa mengingat pada saat pendaftaran saya mengalami banyak hambatan. Tetapi kalau yang namanya rezeki, Alhamdulillah tidak akan kemana. Saya berasal dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kalau boleh jujur pergaulan saya disana bisa dikatakan hampir masuk ke dalam kategori pergaulan bebas. Sering pulang tengah malam bahkan keluar jam 12-3 dini hari. Tidak ada batasan antara saya dan teman – teman wanita karena pada saat itu mungkin masih berpikiran liberal istilahnya.

Pada saat pertama kali ke Jakarta, sekitar pukul 08.00 pm saya sampai di STT Terpadu Nurul Fikri. Ketika itu saya disambut oleh Kak Natsir mahasiswa TI 2012 ( Ketua LDK Senada 2016 ) dan Kak Perdi mahasiswa TI 2012 ( Ketua Bem 2016 ), yang membuat saya tersentuh begitu tiba di lobby mereka bertanya “sudah sholat belum ? Kalau belum ayo kita berjama’ah.” Kenapa pertanyaan itu membuat saya tersentuh, karena biasanya kalau sesama laki – laki lain biasanya ngajak nongkrong ke suatu tempat. Dari malam itu saya berpikir sepertinya lingkungan STT Terpadu Nurul Fikri adalah lingkungan yang benar – benar positif.

Setelah beberapa hari kemudian, semua anak yang lulus jalur beastudi dikumpulkan untuk persiapan ORMIK (Orientasi Akademik). Pada pertemuan itu, kami diberitahu apa saja yang harus dipersiapkan ketika ORMIK berlangsung. Dari serangkaian poin yang harus disiapkan yang masih teringat dalam benak saya hingga sekarang yaitu disuruh membawa al ma’tsuraat. Saya bingung Al ma’tsuraat itu apa dan mungkin jika saya tidak kuliah di STT Terpadu Nurul Fikri, sampai saat ini mungkin saya belum tahu apa itu al Ma’tsuraat bahkan mendengarnya saja saya belum pernah. Tapi Alhamdulillah melalui program Asrama STT Terpadu Nurul Fikri saya bisa hafal hampir keseluruhan Al Ma’tsuraat yang berjumlah kurang lebih 83 halaman. Bentuknya mungil, tapi manfaatnya InsyaAllah luar biasa.

Kesimpulan dari curhatan singkat saya selama berada di lingkungan STT Terpadu Nurul Fikri, banyak sekali perubahan yang saya alami. Dalam hal ini pengetahuan agama, padahal di kampus belajarnya tentang teknologi. Kalau dipikir – pikir ibadah saya juga meningkat tidak seperti dahulu sebelum masuk ke STT Terpadu Nurul Fikri.

Bagi Civitas STT NF, pasti tahu istilah 6S.

 

Apa itu 6S?

 

Ya, 6S merupakan singkatan dari senyum, salam, sapa, sopan, santun, dan semangat. Senyum bila berpapasan dengan rekannya, memberikan salam dan menyapa ketika bertemu dengan saudaranya, sopan dan santun kepada orang yang lebih tua, serta semangat dalam berkarya.

 

Etika-etika dari 6S tersebut tentu memiliki penafsiran sendiri dari masing-masing individu. Namun, maksud serta tujuannya tetaplah sama. Jika bisa digambarkan, mungkin etika-etika ini sangat melekat pada diri pak Asep.

 

Pria bernama lengkap Asep Kusworo, adalah salah satu satpam STT NF yang cukup akrab dengan mahasiswa. Bagaimana tidak, sosoknya yang humoris selalu menyambut kedatangan mahasiswa dengan senyum serta sapaan dan candaannya yang khas.

 

Meskipun tanpa memberi kata-kata petuah, Pak Asep ini telah memberikan contoh yang baik untuk orang-orang disekitarnya.

 

“Saya bersyukur berada di lingkungan yang baik seperti sekarang ini, dimana lingkungannya yang islami membuat saya nyaman dalam melakukan aktifitas sehari-hari.” ujar pak Asep saat dimintai pendapat terkait lingkungan STT NF.

 

Mengingat Pak Asep telah bekerja di instansi ini sejak tahun 2006, tentu beliau mengetahui banyak hal tentang keseharian di STT NF. Lalu, ketika kami bertanya tentang pendapatnya terkait civitas kampus, beliau mengatakan bahwa mahasiswa, dosen serta staff disini ramah dan menjaga kekeluargaan.

 

Sebelum kami mengakhiri wawancara tesebut, Pak Asep sempat menceritakan banyak hal tentang pengalamannya selama di STT NF. Beliau juga berkata akan merindukan saat-saat seperti ini, yaitu saat dimana bisa saling sapa dengan civitas kampus, karena delapan bulan yang akan datang ia akan purna bakti.

 

Disela-sela obrolan ini, beliau juga memberikan pesan kepada mahasiswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menggunakan waktu muda dengan berkarya dan selalu semangat.

 

Editor: Sep/Umul

Alfian Rahmatulloh atau biasa disapa Alfian merupakan salah satu mahasiswa di STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Teknik Informatika semester 5. Alfian Berdarah suku jawa, lahir di Lamongan pada tanggal 12 September 1997. Alfian menceritakan kisah mengapa bisa mengenal dan menjadi keluarga di STT Terpadu Nurul Fikri dalam menempuh pendidikan. Semua itu bermula disaat seorang dosen yaitu Pak Henry Mgs (Almarhum ) yang memberikan rekomendasi STT Terpadu Nurul Fikri sebagai tempat kuliah yang tidak hanya bagus dalam teknologi namun juga memiliki visi character building campus, melalui Dosen tersebut alfian tertarik dan mendaftar di STT Terpadu Nurul Fikri hingga akhirnya melanjutkan jenjang pendidikan di STT Terpadu Nurul Fikri.

Mendapatkan pengalaman dan teman baru merupakan hal berkesan yang didapatkan selama berkuliah di STT NF sendiri. Pengalamannya bertambah ketika mengikuti organiasasi di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sehingga membuat dirinya dapat mengerti dan memahami bagaimana karakter teman – temannya, membangun dan menyelesaikan tugas dan acara, mengambil keputusan, dan melatih kepemimpinan.

Tidak hanya aktif di BEM STT-NF, Alfian juga seorang aktifis IT Club Desain Mudeng dan Editing Video STT-NF. Sosok Alfian sendiri merupakan mahasiswa yang pantang menyerah dalam membangun dan melakukan suatu kegiatan, dan memiliki keinginan kuat untuk mencapai perubahan yang diterapkanya. Melalui IT Club sendiri Alfian telah menciptakan berbagai pelatihan yang cukup sangat bermanfaat bagi banyak orang, adanya IT Club Design di kampus, membuat mahasiswa merasa terbantu dengan pelatihan yang sudah diselenggarakannya.

Saat ini, kesibukan Alfian menjadi Programmer di Startup Daeng. Daeng merupakan Stratup baru yang masih terus berkembang dan bergerak pada bidang teknologi. Alfian memiliki kemampuan Programming dengan mengikuti berbagai pelatihan mulai dari junior web developer yang diadakan di bpptik, android kejar selama 3 kali, dan web standar yang diadakan di STT NF. Menurutnya pelatihan tersebut menjadikan dirinya telah cukup handal dan profesioanal dalam menerima berbagai job seperti mengajar, membuat video bahkan membuat aplikasi yang sangat cukup sulit dalam pengerjaannya.

Alfian pernah mengikuti Perlombaan Google Firabase Hackaton. Firebase adalah Teknologi Google yang digunakan untuk mengupdate data secara realtime. Alfian mendapatkan kesempatan dan pengalaman yang pengalaman berharga ketika mengikuti kompetisi tersebut, mulai dari mendapatkan fasilitas yang memadai, materi dan wawasan yang berharga, rasa berkompetisi yang tinggi antar tim serta menambah wawasan tentang teknologi Firebase yang langsung dijelaskan oleh pihak Google.

Selasa, 9 Januari 2018 terjadi pesta demokrasi di STTNF yaitu pemilihan Presma-Wapresma BEM STT NF. Ada dua pasangan calon PRESMA-WAPRESMA BEM STT NF 2018. Pasangan Calon No.1 Ahmad Imadudin dan Haya Rasikhah, sedangkan Pasangan Calon No.2 M. Abdul Karim dan Chairin Nasrillah. PEMIRA tahun ini terasa begitu panas, karena dari kedua paslon memiliki kekuatan dan memiliki pengaruh yang cukup baik di STT NF.

 

Apapun hasil PEMIRA itulah yang terbaik” ujar Chairin, pasangan calon nomor 2.

 

Bagi Chai terpilih atau tidaknya pasangan calon nomor 2 itu sudah ditentukan oleh Allah SWT, ia hanya berusaha dalam pencalonan di PEMIRA tahun ini. Kalau nanti pasangan calon nomor 2 terpilih, bagi Chai ia hanya bisa berucap Innallilahi dan Barakallah. Ia akan merasa senang karena sudah dipercaya untuk bisa memimpin di BEM STT NF. Selain itu, ia menganggap bahwa sebagai pemimpin juga menjadi bencana besar baginya karena pemimpin merupakan amanah cukup berat yang harus ia jalani selama setahun ke depan.

 

Jika memang pasangan calon nomor 2 tidak terpilih, mungkin itu yang terbaik untuk BEM STT NF, Mungkin amanah aku bukan sebagai wapresma, mungkin saja ada amanah lain yang memang itulah amanah akuujar Chai. Chai sangat yakin bahwa Allah SWT menitipkan amanah sesuai pundak masing-masing dan ia mungkin harus lebih banyak belajar dari sosok-sosok para pemimpin yang hebat.

 

Bagaimanapun hasilnya nanti, ia tetap akan mengikuti organisasi karena ia memiliki tujuan dalam berorganisasi. Dari organisasi ia ingin lebih banyak mengenal orang dan ingin mengimplementasikan apa yang dipelajari dari mata kuliah Prinsip-Prinsip Manajemen.

 

Tentu saja Chai memiliki harapan untuk BEM STT NF 2018. Ia mengatakan bahwa mungkin umumnya semua pasti ingin BEM STT NF 2018 lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun, Chai memiliki harapan lain, semoga BEM STT NF 2018 ini bisa melakukan apa yang dibutuhkan serta bisa melakukan apa yang sebelumnya belum dilakukan.

 

Editor: Naf/Uml.

%PM, %17 %875 %2017 %20:%Des

Kecintaan Pada Dunia Open Source

Written by

Aufa Billah merupakan salah satu mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri, mahasiswa satu ini merupakan salah satu mahasiswa yang aktif dan cukup multitalent dalam kegiatan kampus. Pria berdarah Aceh kelahiran 18 Desember 1997 ini memiliki sedikit cerita menarik dalam menggapai prestasinya. Salah satu prestasinya mendapatkan beaiswa di STT Terpadu Nurul Fikri. Pria yang akrab disapa Aufa mendapatkan informasi Beasiswa melalui Gurunya di Pesantren di Aceh. Mendengar hal tersebut, Aufa tidak ingin membuang kesempatan dan langsung saja mendaftar beasiswa STT Terpadu Nurul Fikri hingga akhirnya mendapatkan beasiswa tersebut.

Aufa billah masuk di STT Terpadu Nurul Fikri pada tahun 2015 dan mengambil Jurusan Teknik Informatika. Minatnya pada dunia teknologi menjadikan dirinya berambisi untuk masuk pada jurusan Teknik Informatika. Salah satu ketertarikanya ialah mengenai Open Source dan Linux. Sejak SMA dia sudah menggeluti dunia Linux, mulai dari kecintaanya dalam bidang hacking hingga mengantarkanya berkenalan dengan Sistem Operasi GNU/Linux. Setelah cukup yakin dalam penggunaan GNU/Linux, aufa akhirnya benar-benar menggunakan Sistem Operasi GNU/Linux di laptopnya dan tidak lagi menggunakan Windows. Tidak terasa sudah 3 tahun menggunakan GNU/Linux sebagai sistem operasi di Laptop sendiri.

Aufa billah sendiri menceritakan pengalaman pendidikan dan organisasi di STT Terpadu Nurul Fikri. Kampus memberikan mata kuliah yang cukup menarik dan tepat dalam dunia teknologi, selain itu di organisasi juga cukup menarik dan memiliki beragam organisasi dan IT club. Organisasi terdiri dari DPM, BEM, dan Senada, sedangkan untuk IT CLub terdiri dari aBraincode, Mudeng, Japanase Club dll. Bagi Aufa Kampus STT Terpadu Nurul Fikri sangat membantu hobinya dalam menggeluti dunia Open Source. Adanya soft skill di lingukungan kampus juga membuat dirinya memiliki banyak pengalaman.

Aufa berharap kedepannya STT Terpadu Nurul Fikri dapat menerapkan sistem teknologi di semua aspek perkuliahan, karena menurutnya penggunaan Teknologi di STT Terpadu Nurul Fikri belum maksimal dan efektif. Tak lupa pula Aufa berpesan untuk mahasiswa lainya “jangan terlalu berharap apa yang diberikan oleh kampus akan tetapi mahasiswa harus bisa bereksplorasi sendiri untuk mencari hal-hal yang baru”, kalimat tersebut merupakan motivasi untuk seluruh mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri agar terus berusaha dan mengembangkan dirinya dengan ilmu-ilmu yang baru dan jangan menunggu ilmu hanya dari bangku perkuliahan saja.

Ade Trisna Wardah, ia merupakan salah satu mahasiswa semester 3 di STT Nurul Fikri. Sudah lebih dari satu tahun ia belajar di STT NF. Banyak pengalaman yang ia dapatkan di kampus STT NF ini, mulai dari teman-temannya, dosennya bahkan mata kuliah yang telah ia pelajari selama hampir 3 semester ini.

 

Selama lebih dari setahun ini Ade senang bisa kuliah di STT NF, karena dengan kuliah di STTNF ini ia bisa bertemu dengan dengan teman-teman yang baik yang selalu mengingatkannya kepada kebaikan. Bukan hanya teman-temannya saja, menurut Ade dosen-dosen di STT NF juga baik, ramah dan sabar dalam mengajarkan para mahasiswanya. “Super sekali lah pokoknya“ ujar Ade.

 

Ade juga bahagia bisa bertemu dan belajar dengan kakak tingkat yang luar biasa ilmunya, mereka tidak pelit akan ilmu yang dimilikinya untuk berbagi, mengajarkan ilmunya jika diminta tolong dan mereka sabar ketika mengajarkannya.

 

Ilmu komputer bukanlah ilmu yang Ade banyak ketahui sebelumnya, jadi kalau Ade bilang pengalaman dari mata kuliah yang telah ia pelajari selama 3 semester ini rasanya nano-nano. Bagi Ade semua mata kuliah punya tantangan masing masing, apalagi kalo soal kodingan, ‘You must thinking with logical ’ dan itu harus membuat otak untuk bekerja keras, karna kalau pakai perasaan dalam mengoding nanti kodingannya jadi error semua, kata Ade.

 

Di kampus, Ade tidak hanya belajar di ruangan kelas, ia juga mengikuti kegiatan organisasi. Di organisasi ia senang dapat bertemu dengan orang yang ahli dan mau membagikan ilmunya, dari organisasi ia menjadi banyak pengalaman dan membuat ia belajar bagaimana cara berorganisasi yang baik dan benar.

 

Ade selalu bersyukur bisa kuliah di STT NF, insya Allah ia akan mendapatkan segala yang baik dan melakukan hal-hal yang baik di kampus STT NF ini.

 

Editor: Naf/Uml.

 

Namanya Izzati Nida, perempuan kelahiran April 1995 merupakan mahasiswi jurusan Teknik Informatika angkatan 2013. Mahasiswa tingkat akhir ini merupakan mahasiswa yang cukup kreatif dalam mengembangkan usaha kuliner kecil-kecilannya. Bagaimana tidak, Izzati yang saat ini sibuk dengan magang dan tugas akhirnya namun masih bisa menyisihkan waktu di pagi hari untuk membuat dagangan kentang melted, tidak sampai disitu saja mahasiswa bertubuh mungil ini juga dikenal sebagai wanita yang menyukai hobi hiking dan traveling ke daerah-daerah di Indonesia.

Menurutnya, hiking bisa melepaskan penat karena aktivitas yang sangat padat serta dapat melatih kebugaran tubuh, terlebih lagi di daerah gunung tidak membuatnya cepat gerah karena hawanya yang cukup nyaman dan adem. Ia memulai hobi hiking sejak masih duduk di bangku SMP, berbagai gunung pun telah didaki, mulai dari Gunung Gede, Salak, Cikuray dan Papandayan. Sayangnya, di suatu perjalanan mendaki gunung, Izzati mengalami cidera pada kakinya yang mengakibatkan dirinya harus vakum beberapa saat untuk kembali hiking, namun itu tidak menyurutkan niatnya untuk kembali melakukan hiking dan traveling.

Tidak hanya gemar mendaki, Izzati juga memiliki keahlian design menggunakan AI (Adobe Ilustrator) dan photoshop. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya meraih juara 1 di kompetisi mobile App Hexion Binus University dan kompetisi Web App IT festival UHAMKA sebagai Chief Management Officer (CMO). Menurutnya, kerja sama tim dan konsisten dalam berkarya sangat diperlukan untuk mencapai suatu keberhasilan.