Kisah dan Curhat

Kisah dan Curhat (111)

Sebentar lagi akan dilaksanakan SBMPTN dan ujian mandiri di kampus negeri. Para siswa bersaing untuk memasuki perguruan tinggi favortinya, hal tersebut juga dialami oleh Mahasiswa STT-NF, Laila Nafilah.

Laila Nafila, merupakan salah satu mahasiswa STT NF yang sudah menjalani kuliah hampir 2 tahun. Terkait dengan SBMPTN dan ujian mandiri, Laila teringat dua tahun lalu ketika baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan pendidikan. Saat itu ia sangat percaya bahwa akan kuliah di kampus negeri impiannya, terlebih ketika SMA ia bersekolah di salah satu SMA favorit di kotanya dan banyak pula kakak kelasnya yang diterima di kampus negeri.

Namun saat itu tidaklah mudah untuk bisa masuk ke kampus negeri, karena pada tahun kelulusannya ada masalah yang dilakukan oleh murid di sekolah SMA-nya, mengakibtkan kuota untuk masuk ke perguruan tinggi negeri dikurangi sehingga tidak banyak yang diterima di perguruan tinggi negeri.

Laila, salah satu murid yang tidak diterima di perguruan tinggi negeri melalui SNMPTN, tidak menyurutkan semangatnya begitu saja. Jalur untuk masuk ke perguruan tinggi tidak hanya melalui SNMPTN, namun ada jalur lain seperti SBMPTN dan ujian mandiri. Keinginannya untuk bergabung di PTN membuat dirinya mengikuti SBMPTN dan beberapa ujian mandiri yaitu SIMAK UI dan UTMI IPB. Menurutnya kuliah di perguruan tinggi negeri adalah pilihan terbaik baginya untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Namun Allah SWT berkendak lain, dari semua ujian yang diikuti tidak ada satupun yang lulus. Harapan ia untuk bisa kuliah di perguruan tinggi negeri pupus, kecuali jika ia mengikuti masuk perguruan tinggi negeri  lagi di tahun selanjutnya.

Tidak berhenti mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri, Laila juga mendaftar ke sekolah kedinasan dan beberapa kampus swasta melalui beasiswa. Saat itu ia sudah berfikir yang penting ia bisa kuliah di tahun itu, tidak harus perguruan tinggi negeri.

Saat pengumuman sekolah kedinasan dirinya tidak lulus, hingga akhirnya ia hanya menunggu pengumuman seleksi beasiswa dari satu kampus swasta saja yaitu STT-NF. Kampus swasta lain yang didaftarkan biayanya masih mahal meskipun sudah melalui beasiswa.

Sambil menunggu pengumuman STT-NF ia sempat bekerja di sebuah toko kue sebagai kasir. ‘Ya Allah, kalau tahun ini rezeki saya untuk bisa kuliah maka luluskanlah di STT-NF, jika memang tahun ini memang bukan rezeki bisa kuliah, tak mengapa. Mungkin tahun depan saya bisa kuliah’. Doanya di dalam hati, ia yakin bahwa rencana Allah yang terbaik. Allah SWT maha tahu apa yang terbaik bagi hambanya.

Akhirnya pengumuman STT-NF muncul, dirinya lulus seleksi beastudi di STTNF. Laila kuliah di kampus STTNF mengambil jurusan Sistem Informasi. Awalnya ia tidak mengerti jurusan Sistem Informasi karena sama sekali tidak memiliki basic komputer. Seiring berjalan waktu selama 2 tahun, ia jadi mengerti bahwa kuliah di jurusan Sistem Informasi merupakan jawaban dari Allah SWT untuk cita-citanya yang pernah terbesit di dalam hati ketika SMA dulu.

Sungguh indah rencana Allah SWT. Sekarang ia yakin, bahwa apa yang telah direncanakan oleh Allah SWT pasti baik baginya, karena Allah adalah sebaik-baik perencana.

%AM, %12 %131 %2018 %02:%Mei

Auzan As-sidqi : Teman dan Dosen kedua

Written by

Lagi – lagi STT Terpadu Nurul Fikri melahirkan mahasiswa terbaiknya. Setelah beberapa tahun terakhir tercatat lebih dari 20 Mahasiswa terbaik jempolan STT Terpadu Nurul Fikri. Kini angkatan termuda melahirkan satu dari sekian banyak mahasiswa berbakat. Dialah Auzan As-sidqi. Mahasiswa Teknik Informatika 2017 yang akrab dipanggil Ozan ini merupakan salah satu dari sekian banyak mahasiswa berprestasi semester ganjil 2018 lalu. Bukan hanya berprestasi dibidang akademik tapi juga dikenal sangat bersahabat oleh teman se-angkatannya.

            Menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti dia setiap waktu dihabiskan untuk belajar. Mengingat banyak kesibukan yang dia lakukan setiap hari, sangat sedikit jam belajar yang dia punya terlebih dia menjadi seorang Driver Ojek Online untuk menambah uang saku dan membayar biaya kuliah. “yah Alhamdulillah saya jadi mapres semester lalu, meskipun sibuk dengan kerjaan tapi masih bisa menyempatkan untuk belajar meskipun sebentar.” Ujar Auzan (09/06/18).

            Mengingat kesibukannya sebagai mahasiswa dan pekerjaanya sebagai driver ojek online tentu bukan hal mudah baginya menyempatkan belajar. Auzan memiliki trik tersendiri untuk belajar dan mengulang materi yang telah berlalu. “kalau untuk belajar sih saya ada triknya. Dengan mengarkann teman yang lain membuat saya bisa mengulang pelajaran dan mengingatnya kembali.” Imbuhnya ketika pers. Yah, dengan mengajarlah Auzan bisa mengulang pelajaran dan secara tidak langsung dia bisa belajar lebih bahkan memahaminya. Bukan hanya untung bagi dirinya sendiri tapi juga bermanfaat bagi temannya yang lain. “dia orang yang baik, mau menyempatkan waktunya untuk mengajarkan kita tentang materi yang sulit.dengan penyampaian yang baik dan juga sebagai teman, kita jadi mudah faham dengan materi yang disampaikan.” Ujar salah seorang mahasiswa yang ikut belajar bersama Auzan.

            Bukan karena pujian bukan pula karena uang, Auzan juga mengajarkan ilmu yang dia miliki karena ingin menjadi orang yang bermanfaat “Namanya juga manusia, kalau bisa bermanfaat bagi yang lain kenapa tidak !, bahkan bermanfaat juga bagi diri sendiri. Tak ada alasan untuk tidak mengajar.” Imbuhnya menjelang akhir pers. Menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti harus menyembunyikan ilmunya dan fokus untuk dirinya sendiri, Auzan tidak biasa menjadi orang egois yang hanya peduli dengan dirinya sendiri.

            Jika berpikir menjadi mahasiswa berprestasi harus menjadi nomor satu dan mengalahkan yang lain, tentu itu adalah pikiran egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Lain halnya dengan Auzan, dia yakin bahwa dengan mengajar orang lain bisa membuat dirinya lebih memahami materi dan belajar lebih asyik bahkan bisa membuat mahasiswa yang lain berkesempatan menjadi mahasiswa berprestasi juga. Alasan itulah yang membuat Auzan bertahan dan suka rela mengajar teman – temannya.

%AM, %10 %138 %2018 %02:%Mei

Mahasiswi Tangguh STT Terpadu Nurul Fikri

Written by

Lizza Noor Azizah adalah mahasiswi STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Sistem Informasi 2016 yang berasal dari karawang. Teman-teman kampus nya biasa memanggil ia dengan sebutan “ica”. Ia adalah sosok mahasiswi yang tangguh. Dimana setiap hari nya ia harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja.

Mahasiswi kelahiran 1999 ini, merupakan anak ketiga dari 5 bersaudara. Ica sekarang tingggal bersama dengan kakak pertama nya didaerah Cibubur, Jakarta Timur. Selain kuliah ia juga bekerja sebagai pedagang dan jasa setrika baju. Guna memenuhi kebutuhan nya didaerah perantauan. Ia juga tak mau menjadi beban orang tua maupun kakak kakak nya.

Setiap pagi dari hari selasa sampai sabtu ia kuliah hingga sore, selepas kuliah ia membantu kakak nya menyelesaikan pekerjaan rumah. Dan baru malam hari nya ia mengerjakan tugas-tugas kuliah. Di waktu libur nya ia pulang ke daerah asalnya untuk berdagang dan barang dagangan nya ia ambil dari orang lain. Atau bisa juga menjualkan dagangan orang lain.

Ica juga aktif mengikuti organisasi kampus sebagai staff bendahara DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) 2018 STT Terpadu Nurul fikri. Tak hanya itu ia juga seorang yang berprestasi. ia pernah menjuarai berbagai pertandingan badminton dan silat. “Selama di MAN Rengasdengklok ikut lomba badminton 2 kali dan alhamdulillah mendapatkan juara. Yang pertama waktu kelas 11 lomba badminton juara 1 tingkat kabupaten. Terus maju ke tingkat provinsi vs kab. Sumedang kalah di babak penyisihan. Dan waktu kelas 13 alhamdulillah masih bisa mempertahankan juara 1 di lomba aksioma badminton tingkat kabupaten”, ujar ica.

Untuk silat ia pernah mendapatkan juara 1 Lomba Pencak Silat SMI KOTA BARU CUP SEJABODETABEK, juara 2 Lomba Pencak Silat SMI KOTA BARU CUP SEJABODETABEK dan juara 3 Lomba Pencak Silat BALADIKA CUP SEJAWABARAT.

“Teruslah semangat dan pantang menyerah untuk keadaan apapun” , pesan Ica untuk teman-teman yang membaca cerita ini. Salam semangat !!

Rizka Amalia Apriliani, mahasiswa jurusan Sistem Informasi di STT-NF yang sedang menjalani perkuliahan di Semester 4. Seperti mahasiswa lainnya, Rizka memiliki banyak cita-cita yang ingin dicapai. Salah satu cita-cita terbesarnya adalah ia sangat ingin memberikan mahkota dan jubah emas untuk kedua orang tuanya di akhirat kelak dengan cara menghafal Al-Quran.

Ketika SMA ia sudah mulai menghafal Al-Quran karena tempat ia bersekolah memiliki program menghafal Al-Qur'an. Setelah lulus SMA ia tetap melanjutkan hafalan Al-Quran, namun tidak semudah ketika ia masih berada di SMA karena kesibukanya di kuliah sangat banyak. Walaupun begitu ia berusaha untuk tetap menghafal Al-Qur’an karena ia memiliki motivasi yang sangat tinggi untuk bisa memberikan mahkota dan jubah emas bagi kedua orang tuanya di akhirat nanti.

Selama tiga semester Rizka mencari-cari tempat untuk bisa memudahkan menghafal Al-Qur'an walaupun sambil kuliah, akhirnya ia mendapatkan informasi tentang RumTa (Rumah Tajwid), dimana RumTa memiliki program untuk belajar tajwid dan hafalan. Ia sangat tetarik untuk mengikti program RumTa tersebut. Di RumTa tersebut ia bisa kuliah sambil fokus menghafal Al-Qur’an.

Rizka mencoba mendaftar melalui jalur beasiswa RumTa, untuk bisa lulus ia harus mengikuti beberapa seleksi, mulai dari seleksi berkas, seleksi wawancara sampai seleksi adaptasi selama dua minggu tinggal di asrama. Ada 11 dari 20 orang yang diterima sampai seleksi wawancara.

Setelah pengumuman wawancara, Rizka dan sepuluh orang yang diterima mulai mengikuti tes selanjutnya yaitu tinggal di asrama RumTa selama dua minggu sebagai seleksi adaptasi, karena dari seleksi adaptasi hanya sembilan orang yang akan diterima di RumTa.

Setelah dua minggu tinggal di RumTa, akhirnya ia kembali ke rumah sambil menunggu hasil akhir dari seleksi adaptasi tersebut. Alhamdulillah di akhir seleksi ia di terima di RumTa. Ia merasa sangat senang, “Karena RumTa Insya Allah cita-cita aku tercapai insya Allah ” ujar Rizka.

Diterima di RumTa membuat dirinya merasa senang karena bisa menghafal Al-Quran dengan teman-teman yang satu visi dan juga ia tidak memberatkan orang tuanya, karena ia tidak perlu biaya untuk mengikuti program-program di RumTa tersebut. Namun terkadang ia juga sedih karena harus jauh dari keluarga, sejak SMA ia sudah jauh dari keluarga karena ia bersekolah di Boarding School di daerah Bandung.

“Mulailah Menghafal Al-Qur’an, karena dengan menghafal Al-Qur’an Insya Allah kita akan memberikan hadiah terindah untuk kedua orang tua kita”, pesan Rizka.

Semoga Rizka bisa selalu istiqomah untuk terus menghafal Al-Quran dan mencapai cita-citanya untuk memberikan mahkota emas untuk kedua orangtuanya, Aamin.

Yuli Hardianti atau biasa dipanggil ole merupakan mahasiswa STT-NF angkatan 2015 jurusan Sistem Informasi, kali ini ole akan berbagi beberapa pengalaman dan knowledge tentang Developer Student Clubs atau disingkat DSC.

Apasih Developer Student Club itu?

Developer Student Club merupakan program dari Google Developers yang dirancang untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan dan pengetahuan dalam pengembangan aplikasi mobile dan web yang dijalankan oleh Google. Developer student club bertujuan untuk meningkatkan ekosistem developer, meningkatkan skill development dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah melalui teknologi mobile dan web. Program DSC ini sukses meningkatkan ekosistem di India, maka dari itu, Google mencoba untuk merealisasikannya untuk mahasiswa di Indonesia. DSC akan memilih satu mahasiswa dari setiap kampus sebagai perwakilan untuk menjadi DSC Leader. Saat ini, terdapat 20 mahasiswa yang terpilih menjadi Pilot DSC Leader, dan 40 mahasiswa lainnya menjadi DSC Leader. Total, ada sebanyak 60 mahasiswa di 60 universitas di Indonesia yang menjadi DSC Leader.

Tidak hanya itu, Google juga mengajak para karyawan Google dari seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam menyambut DSC Indonesia. Dari 20 pilot DSC Leader yang ada di Indonesia, 8 DSC Leader diberikan kesempatan untuk Lighting Talk tentang tema yang sudah ditentukan.

Gimana Kesan Bergabung di DSC?

Saya senang bisa ikut berpartisipasi disini sebagai salah satu DSC Co-Manager Chapter STT-NF bersama team aBraindcode yang diketuai oleh Muh Isfhani Ghiyath sekaligus leader DSC chapter STT NF. Saya diamanahkan dari google untuk sharing tentang Introduce New Tech To Others, selama satu tahun ini aBraindcode akan berkolaborasi dengan DSC dan mengadakan oprek setiap hari sabtu dikampus STT-NF baik belajar mengembangkan aplikasi mobile ataupun web.

Pesan Untuk Mahasiswa STT-NF?

 

Saya berharap seluruh mahasiswa STT NF ikut mengembangkan aplikasi bersama team aBraindcode terutama untuk para perempuan, saya sangat berharap semuanya ikut belajar bersama karena saat ini developer perempuan itu sangat sedikit, maka dari itu kami dari team aBraindcode sangat berharap teman-teman bisa bergabung dan belajar bersama. Cewe juga harus bisa ngoding kan?.

“Belajar memang melelahkan tapi akan jauh lebih melelahkan jika kita tidak belajar dari sekarang, heheh happy coding guys!", ujarnya diakhir wawancara.

%AM, %07 %163 %2018 %02:%Apr

Isfahani dan Google DSC Leader

Written by

Halo kamu, iya kamu, kamu mahasiswa IT. Gimana kabarnya kodingan? Pastinya lancar dong. Oh iya, kamu pasti pernah denger DSC kan ? iya DSC (Developer Student Club). DSC adalah program Google yang ditunjukan kepada mahasiswa dan mahasiswi di Indonesia yang ingin belajar lebih mandalam tentang pengembangan aplikasi mobile dan web. Program ini terbuka bagi seluruh mahasiswa maupun mahasiswi dengan semua tingkatan kemampuan, dari developer pemula yang baru belajar hingga mereka yang sudah menjadi developer tinngkat lanjut yang ingin mengembangkan kemampuannya. DSC ini telah memiliki program di 60 kampus se-indonesia, salah satunya adlah STT Terpadu Nurul Fikri.

Jika ngomongin soal DSC, pastinya sudah tidak asing lagi mendengar nama Isfahani Ghiath. Dia adalah DSC Lead dari Kampus STT Terpadu Nurul Fikri, Jakarta Selatan. Dari sekian banyak DSC lead se-indonesia, Ishahani adalah salah satu mahasiswa yang memilki jam terbang padat. Tentu saja sangat wajar bagi mahasiswa seperti dia yang memilki segudang prestasi.

Sejak kecil, Mahasiswa kelahiran Sulawesi Selatan, 28 Juni 1997 yang akrab di panggil Isfa itu telah banyak menorehkan prestasi terutama dibidang IT. Bagaimana tidak, sejak SD dia sudah mulai belajar pemrograman dasar yang pada saat itu belum memilki fasilitas sendiri. Dia belajar masalah pemrograman di warnet. Tidak seperti anak lainnya yang datang ke warnet hanya untuk bermain, dia menghabiskan jam per jam di warnet untuk belajar pemrograman. Sampai saat menginjak SMA, dia telah berhasil menuai banyak prestasi dibidang IT.

Hingga saat ini, prestasinya kian meningkat bahkan menjadi salah satu Google DSC Leader wilayah Jabodetabek. Baru beberapa hari kebelakang, google DSC wilayah Yogyakarta mengadakan acara “Kartini Developer” yang diadakan oleh DSC UIN Sunan Kalijaga bekerjasama dengan DSC UPN Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Hartini. Acara yang digelar pada tanggal 18 Maret 2018 itu mengahdirkan sejumlah pemateri ahli diantaranya Anggit Yuniar Pradito (Founder Omnicreativore Studio), Sendy Aditya Suryana (Software Enginer at PrismApp) dan Isfahani Ghiath (DSC Lead STT Nurul Fikri, Jakarta). Dari sekian banyak DSC Lead se-indonesia, Isfahani terpilih menjadi pemateri dalam acara besar tersebut beserta pemateri ahli lainnya.

Isfa menaruh harapan besar kepada seluruh mahasiswa hsusunya mahasiswa IT, untuk senantiasa semangat dan proaktif dalam belajar dan berkomunitas. Dia juga mennaruh harapan supaya mahasiswa IT bisa menjadi penerus DSC Lead ini terutama bagi Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri “saya berharap Mahasiswa STT NF ini ada yang bisa menjadi penerus saya di DSC Lead ini.” Ujarnya pada saat pers di STT Terpadu Nurul Fikri. Tentu saja hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri untuk senantiasa belajar dan proaktif dalam berkomunitas untuk meneruskan jejak langkah Isfa sebagai DCS Lead. “saya berharap juga semoga seluruh mahasiswa STT NF ini lebih semangat untuk meningkatkan kualitas dan menjadi developer yang handal karna Indonesia ini memerlukan kita sebagai penerus bangsa” Tambahnya pada saat Pers STT Terpadu Nurul Fikri 22 Maret 2018.

Bukan masalah pintar atau tidak, tapi semua ini tentang Belajar dan Proaktif untuk bisa menjadi developer yang handal. Tentusaja Isfahani Ghiath juga tidak langsung ahli dalam bidang IT, tapi ada proses belajar terlebih dahulu. Hal inilah yang akan membedakan setiap mahasiswa IT terhadap prestasinya. Seberapa tekun dia belajar, seberapa aktif dia dalam berorganisasi, itulah yang akan menjadi kunci keberhasilannya. Bukan hanya menjadi seperti Isfahani, tapi lebih daripada itu tergantung diri sendiri

Kisah inspiratif datang dari laki-laki yang sedang mengalami tranformasi dari remaja menuju dewasa, Muhammad Luqni Baehaqi. Memiliki banyak mimpi dan keinginan untuk mewujudkan mimpinya, pria berkelahiran Pemalang 1 Desember 1996 ini merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Bermula dari SMP hingga kuliah di STT-NF, Luqni menceritakan kisahnya yang menemukan cinta dan kasih sayang Allah kepadanya begitu indah dan menyentuh, hingga akhirnya memutuskan untuk berhijrah dan mendalami Agama Islam.

Awal SMP dirinya adalah seorang murid laki-laki yang nakal, susah diatur dan malas belajar. Namu dibalik sifat buruk luqni ternyata dirinya merupakan seorang pria yang sangat menyangi keluarga terkhusus ibunya. Berawal dari nasihat sang ibu agar anaknya suatu hari nanti tidak menjadi seperti dirinya dan menjadi seorang anak yang dapat dibanggakan oleh keluarga, disinilah awal mula dirinya mulai berubah dan lebih serius mengejar mimpi. Berbekal nasihat ibunya, akhirnya berubah menjadi anak yang rajin dan baik hingga dirinya mendapatkan peringkat 1 di sekolah dan masuk sebagai 10 besar peringkat terbaik sekecamatan.

Allah kembali memberikan kasih sayang sehingga Luqni dapat melanjutkan SMA. Kehidupan SMA yang dilaluinya cukup membuat dirinya menjadi seseorang yang dipercaya di sekolah untuk menjadi seorang ketua ROHIS SMA. Memiliki sifat sederhana, banyak teman yang nyaman untuk mengajak dirinya berdiskusi atau hanya sekedar bercanda. Menjadi orang yang cukup berpengaruh di masa SMA, tidak membuat dirinya sombong, namun Luqni tetap giat berdoa dan belajar untuk meraih mimpinya. Semua kegiatn di sekolah membuat dia belajar dan yakin bahwa Allah sebagai pelindung dan pengatur segala urusan.

Memasuki tahap tes SNMPTN dan SBMPTN untuk melanjutkan jenjang perkulaiahan, segala persiapan dan kerja keras telah dilakukan dengan maksimal, namun ternyata Allah berkehendak lain sehingga dirinya belum berhasil meraih kampus favoritnya. Hasil dari tes SNMPTN dan SBMPTN yang gagal sempat membuat dirinya frustasi dan tidak percaya bahkan merasa putus asa. Namun Allah merupakan sebaik-baik perencana sehingga Luqni mendapatkan kesempatan untuk kuliah di STT-NF melalui jalur Beasiswa.

Setelah menyadari pemikirannya yang salah terhadap nikmat Allah, membuat dirinya malu dan akhirnya yakin kembali bahwa rencana Allah lebih indah. M. Luqni Baehaqi menjadi Mahasiswa aktif di Jurusan Sistem Informasi dengan berbagai bakat dan hasil nilai yang selalu memuaskan, serta bisa mempertahankan beasiswa yang dimilikinya selama tiga tahun.

Memiliki kesempatan untuk tetap dan terus berkuliah di STT NF menjadikan dirinya memiliki banyak pengalaman berkesan salah satunya yaitu Bertemu dengan orang-orang baru yang ada diasrama STT-NF, baginya mereka merupakan orang terbaik yang berasal dari berbagai daerah dan berkumpul di satu tempat. Tak lupa, Luqni juga memberikan pesan yang sangat menarik untuk Mahasiswa STT-NF "Jangan sekali-kali teman teman minder untuk berkuliah ditempat swasta, karena yang dilihat adalah proses belajarnya bukan tempat belajarnya".

%AM, %02 %169 %2018 %03:%Apr

Kuliah sambil Ngafal ? Siapa Takut !!

Written by

Menghafal Al-Quran ditengah-tengah kesibukan kuliah merupakan tantangan yang berat bagi sebagian orang, namun berbeda dengan mahasiswi STT NF jurusan sistem informasi yang baru menginjak semester 2 ini. Sebut saja Deva, deva adalah seorang mahasantri (mahasiswa + santri) yang agenda kegiatan nya begitu padat. Di sela-sela kesibukan nya kuliah, ia tak lupa untuk selalu berinteraksi dengan ayat-ayat cinta yaitu Al-Quran. Deva ini tinggal di asrama Quran Laskar UI semenjak 1,5 tahun lalu. Sebelum memutuskan untuk kuliah di stt nf, ia bertekad untuk mewujudkan mimpi nya yaitu sebagai keluarga nya Allah Subhanahu Wata’ala di akherat kelak dan memberikan mahkota kebanggaan untuk kedua orang tua nya nanti.

Deva ini berasal dari daerah Subang dan memiliki 3 saudara dan ternyata Deva memiliki kembaran. Nama nya gak jauh beda sama Deva yaitu Devi Dirgantini yang tinggal diasrama yang sama. Namun beda kampus. Mereka adalah kakak beradik yang sama-sama lagi menghafal Al-Quran juga.

Deva selalu memanfaatkan waktu nya dengan sebaik mungkin. Saat jam kuliah, ia akan fokus untuk kuliah dan ketika ada jam istirahat, ia akan menggunakan waktu istirahat nya untuk menghafal. Begitu pun sebalik nya, jika diasrama ia akan fokus menghafal.

Nah, lalu bagaimana untuk mengerjakan tugas tugas kuliah ?

Untuk tugas tugas kuliah ia biasa mengerjakan nya selesai kegiatan diasrama sekitar jam 10 malam. Dan ia mengerjakan tugas tugas kuliah nya hingga larut malam.

Kenapa sih Deva gak fokus dulu ke hafalan Qur’an nya ?

Deva mengatakan ” bahwa mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim hingga akhir hayat nya, Nah ! Dengan ilmu pengetahuan yang didapatkan dibangku kuliah menjadikan kita memahami betul isi kandungan Al-Quran. Seperti pembuktian tanda-tanda kebesaran-Nya.

Deva selalu ingat pesan Al-Quran yang terdapat pada surah Tha-ha ayat 20 yang bunyi nya :

“Wahai Muhammad, al-Qur’an ini kami turunkan kepadamu bukanlah untuk menjadikan kamu sengsara karena tidak sanggup melaksanakannya “

So jangan jadikan Al-Qur’an sebagai beban dalam segala aktifitas yang kita lakukan.

Menjadi mahasiswa yang belum memiliki penghasilan bukan suatu kondisi yang dapat dijadikan sebagai alasan untuk tidak menabung. Menabung merupakan sebuah tindakan yang optional, dalam artian apabila tidak dilakukan pun tak mengapa. Disisi lain, bagi sebagian orang kegiatan semacam ini telah menjadi suatu habits yang telah melekat pada dirinya. Hal ini bisa terjadi dikarenakan pengaruh ajaran yang dibawanya sejak kecil ataupun kesadaran dari dalam diri.

Dalam hal ini masing-masing orang memiliki tujuan, kapabilitas, serta target yang berbeda-beda saat hendak memulai kebiasaan menabung. Meskipun demikian, peristiwa yang dilakukan tetaplah sama, yakni menyisihkan sebagian uang ataupun benda yang tidak digunakan. Adapun jenis strategi menabung yang dipilih pun tidak selalu sama antar tiap-tiap individu, terlebih lagi bagi seorang mahasiswa yang sebagian besar belum bekerja. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menabung bagi mereka, yakni dengan cara menyisihkan sebagian dari uang saku yang diberikan oleh orang tuanya.

Kondisi ini tidak jauh berbeda seperti yang dialami oleh salah seorang mahasiswa STT NF, Kuati Septiani (TI, 2016). Dia punya cara tersendiri untuk bisa membagi pengeluaran dengan sedikitnya menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung. Mahasiswa yang aktif di organisasi LDK Senada STT NF ini, memiliki satu kebiasaan yang jarang dilakukan oleh kebanyakan orang di sekitarnya, yakni memiliki hobi memburu uang logam 1000-an.

Karena kesukaannya pada uang logam 1000-an ini, ia menyadari bahwa strategi yang cocok baginya untuk mulai menabung adalah dengan mengumpulkan uang logam 1000-an. Hal ini dilakukannya, karena ia merasa tidak menggunakan uang logam 1000-an untuk membeli keperluannya. Oleh karena itu, setiap ia memperoleh uang kembalian berupa uang logam 1000-an dari pedagang ataupun kasir, ia akan bergegas menyimpannya di box merah, tempat ia mengumpulkan logam-logamnya itu. Bahkan seringkali ia menukarkan uang kertasnya dengan uang logam 1000-an milik teman-temannya. “Ada uang logam 1000-an? Aku tukar yaa hehe :)”, sering kali kalimat itu terdengar setelah membeli makanan bersama teman-teman.

Dari kebiasaan yang sederhana ini, ia mampu mengumpulkan sejumlah uang yang sewaktu-waktu dapat ia gunakan jika membutuhkannya. Selain itu, dengan berbagi cerita tersebut diatas, ia juga berharap dapat menginspirasi pembaca untuk memiliki kebiasaan yang sama, apapun strategi yang digunakan, menabung adalah kebiasaan yang baik.

Ayu Amalia merupakan salah satu mahasiswa tingkat awal di STT-NF yang berasal dari Purwokerto. Setelah dua tahun lulus dari bangku SMA, akhirnya Ayu berkesempatan untuk kuliah di STT-NF, di sela-sela kekosongan sebelum masuk perkuliahan, Ayu mengisi waktu luangnya dengan mengikuti berbagai kegiatan. 

Memasuki dunia perkuliahan, kegiatan sehari-harinya mulai bertambah. Saat ini ayu mengikuti berbagai kegiatan mulai dari mengikuti organisasi di kampus, lalu juga mengikuti beberapa komunitas di luar kampus, seperti Rumah Berdaya yang berada di Cimanggis Depok, Komunitas Enjuku yang mempelajari theater, serta Komunitas URUP Project Purwokerto dan Scholarion.

Dengan mengikuti banyak kegiatan di luar kampus tentu saja Ayu harus bisa membagi waktu agar tidak bentrok antara tugas kuliah dengan kegiatan didalam maupun diluar kampus. Hari Senin sampai jumat Ayu memfokuskan waktunya untuk kuliah dan belajar, setiap ada tugas kuliah ia langsung kerjakan pada hari itu karena ia tidak ingin menunda-nunda dalam mengerjakan tugas kuliahnya. Hari sabtu dan minggu Ayu meluangkan waktunya untuk komunitas yang diikuti karena memang jadwal kegiatan diluar kampus bertepatan pada hari sabtu dan minggu.

Selain mengikuti organisasi dan komunitas, Ayu mengisi waktu kosong di sela-sela perkuliahan untuk bekerja part time dengan menjaga kantin di STT-NF sekaligus menambah uang jajan. Di sela-sela menjaga kantin ia juga menyempatkan dirinya untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas perkuliahan yang belum diselesaikan.

Saat ini, Ayu sedang mengikuti program Student Exchange Scholarion. Program ini merupakan program pertukaran budaya ke Thailand yang diadakan oleh Scholarion Semarang. Test mengikuti program tersebut sudah dimulai sejak bulan Februari dan ia sudah lulus sebagai finalis, saat ini ia sedang menunggu hasil dari tahap test kreatifitas salah satunya dengan membuat video kreatifitas. Jika berhasil di tahap test kreatifitas, maka ia akan pergi ke Thailand selama 3 hari untuk pertukaran budaya di Thailand.

Video kreatifitas Ayu bisa di lihat disini. Dukung Ayu Amalia dengan support dan doa agar bisa mengikuti program Student Exchange Scholarion.

Semoga Ayu lulus di tahap terakhir, Amin.