×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 986

Kisah dan Curhat

Kisah dan Curhat (103)

Muhammad Agus Arianto atau biasa disapa Agus, begitulah sapaan akrab baik oleh keluarga maupun oleh rekan-rekan mahasiswa, dosen dan seluruh kalangan civitas akademik di STT Terpadu Nurul Fikri. Anak ke dua dari tiga bersaudara ini terlahir dari keluarga yang cukup sederhana. Ayahnya sebagai pensiunan wiraswasta dan ibu yang hanya seorang ibu rumah tangga biasa membuat ia setelah lulus sekolah tingkat atas hanya mampu bekerja sebagai buruh kasar di salah satu SPBU milik asing sebagai pelayan pelanggan hampir satu tahun. Ia merasa bekerja sebagai pegawai SPBU tidak lantas membuatnya patah semangat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ke jenjang perguruan tinggi. Atas dasar semangat untuk meningkatkan taraf hidup dan menaikkan derajat pendidikan inilah yang menjadi motivasi utamanya untuk berjuang menampuh pendidikan.

Perjalanan terjal dan berliku pun ditempuh untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi, dari mulai mencoba kuliah malam setelah pulang dari kerja hingga mencari informasi ke kampus-kampus untuk sekedar mengetahui informasi bagaimana bisa berkuliah layaknya orang yang dapat menjadi mahasiswa seutuhnya tanpa harus berletih-letih menghirup harum bensin yang mulai mengisi ruang paru-paru dalam tubuhnya. Demi bisa mewujudkan impiannya tersebut ia rela menjajaki ratusan bahkan ribuan kilometer, panas dan , hujan bahkan badai pun ia terjang dengan kendaraan sepeda besi tua nya hingga pada akhirnya berlabuhlah pada sebuah takdir yang mengantarkan ia pada sebuah kampus yang menjadi titik tolak dalam hidupnya. Diterima salah satu kampus sebagai penerima beastudi mungkin merupakan jawaban atas doa dan kerja kerasnya di sebuah perguruan tinggi yang baru seumur bijih jagung namun sangat berarti besar dalam titik ledak perubahan hidupnya kampus tersebut adalah STT Terpadu Nurul Fikri.

Beda dulu beda sekarang, seiring bergulirnya waktu , kini pria yang memiliki perawakan kecil mungil ini dalam terus proses bermetamorfosis. , sSaat ini ia sedang menyelami dunia baru yang jauh berbeda dari kesibukan yang pernah dilaluinya terdahulu sebelum menerima Beastudi STT Terpadu Nurul Fikri. Kini ia disibukan dalam penitian karier di salah satu IT Konsultan di kota Depok sebagai profesional programmer. dan tTidak hanya sampai disana,itu ia pun mulai menjajaki ketertarikan dan minatnya sebagai seorang internet marketer pada bisnis yang sedang dijalaninya yakni owner sebuah bisnis online yang bergerak di bidang penjualan barang automotive & modification.

Sosok alumni yang menyelesaikan pendidikan S-1 di STT NF dalam kurun waktu 3,5 tahun ini dalam masa perkuliahannya tidak seperti kebanyakan mahasiswa yang hanya berfokus pada akademik saja, pria kelahiran 23 Februari 1993 ini berusaha menyeimbangkan antara menjadi sosok mahasiswa yang tidak hanya sibuk berorientasi dengan kegiatan akademik yang cenderung kebanyakan mahasiswanya tertutup, kurang pergaulan serta jarang bersosialisasi dan sosok mahasiswa aktivis di lingkungan organisasi kampus. Ia adalah sosok mahasiswa yang dikenal memiliki prestasi cukup baik dibidang akademik dan organisasi kampus. Di bidang akademik ia meraih hasil yang cukup baik, dengan tidak adanya satupun matakuliah yang mengulang dari awal perkuliahan hingga semester 7., iIa pun pernah menjadi kandidat mahasiswa berprestasi pada tahun 2013, dan menjadi asisten dosen untuk salah satu matakuliah selama satu semester. Hingga pada masa akhir perkuliahan, ia memperoleh hasil IPK yang cukup memuaskan dan tergolong sebagai lulusan mahasiswa yang mendapatkan predikat cummlaude di kampus.

Selain dari sekelebat perjalanan singkat (red:prestasi) yang telah ia catatkan di akademik kampus STT NF, tidak berhenti hanya sampai disitu , ia pun dikampus dikenal sosok mahasiswa yang berjiwa sosial dan gemar berorganisasi. Hampir seluruh masa kuliahnya ia habiskan sebagai seorang aktivis baik organisasi tingkat kampus maupun organisasi non kampus. Saat baru memasuki perkuliahan tingkat 2 tepatnya di semester 3 ia mengemban amanah menjadi Presiden Mahasiswa pertama pada organisasi internal yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa STT NF selama 1,5 tahun. Selanjutnya masuk pada tingkat 3 ia juga tercatat aktif menjabat sebagai ketua komisi I Dewan Perwakilan Mahasiswa ST NF(DPM). Jiwa sosial dan kepeduliaannya tidak hanya berhenti sampai pada organisasi internal kampus saja, namun ia tularkan kepada organisasi luar kampus. Ia menginisasi pembentukan sebuah wadah kepemudaan di lingkungan desa tempat ia tinggal dan pada momentum yang bersamaan ia pun menjabat sebagai ketua karang taruna tingkat RW pada tahun 2014.

“Tidak ada kata yang pantas terucap dari lisan saya selain rasa syukur yang sangat amat mendalam bisa menjadi bagian dari anugerah terbesar Allah S.W.T yaitu sebagai alumni pertama penerima beastudi. dimana akan senantiasa menjadi dorongan semangat dan motivasi saya dalam menapaki masa depan. sebuah kampus yang membekali saya dengan segudang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebuah kampus yang membimbing lahirnya generasi islami dengan karakter-karakter kepemimpinan yang berjiwa teknopreneur. Sebuah kampus yang mengajarkan arti dan makna kehidupan agar bisa hidup dalam kebermanfaatan demi menggapai masa depan yang lebih baik untuk Agama, Bangsa dan Negara tercinta yang lebih baik, itu semua ialah STT TERPADU NURULFIKRI.” Tutup Agus

%AM, %15 %435 %2016 %09:%Jun

Pemuda sebagai Tonggak Kemandirian Bangsa

Written by

Oleh: Agung Prayoga

“Indonesia memang negara kaya, tapi orang-orangnya pemalas dan suka melalaikan tanggung jawab yang diberikan”. Mungkin itulah sepatah kalimat yang diberikan oleh orang Jepang atau bangsa lain yang dikenal pekerja keras, jika ditanya tentang Indonesia. Wajar saja jika ‘penghinaan’ itu dilontarkan kepada masyarakat Indonesia, karena memang kenyataannya kita harus mengakui sebagian fenomena itu.

Bagaimana tidak, bangsa indonesia yang ‘katanya’ negara subur makmur tetapi untuk memenuhi sandang dan pangan saja harus impor dari negara lain? Katanya, Indonesia punya beribu-ribu hektar lahan tebu, tapi mengapa untuk minum teh saja harus mengimpor gula dari luar negeri? Yang lebih ironis lagi, adalah Indonesia mengimpor garam dari luar negeri. Padahal dalam peta terpampang jelas, wilayah kita kepulauan dan lautan yang membentang dari Sabang hingga Merauke yang mempunyai lebih dari tujuh belas ribu pulau.

Sering kita baca juga indeks kekayaan wilayah NKRI, yang menyebutkan Indonesia adalah negara maritim yang sebagian besar wilayahnya berupa lautan. Tapi untuk memenuhi kebutuhan dapur saja harus bergantung pada orag lain. Lantas dimana kekayaan yang sering dibanggakan selama ini?

Itu hanya sebagian kecil fakta yang memperlihatkan, betapa tragisnya stabilitas ekonomi negeri ini. Krisis dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa pun tidak dapat terelakkan lagi. Indonesia sudah sangat kompleks menghadapi segala permasalahanya, tidak hanya pada krisis moral dan kepercayaan para pemimpinnya, akan tetapi juga krisis ekonomi yang sangat mempengaruhi perut rakyat. Kemandirian bangsa tinggal cita-cita yang kembang kempis dimakan arus globalisasi yang berkembang pesat.

Tidak bisa dipungkiri Indonesia memang punya sumber daya alam yang berlimpah. Namun, kenyataanya banyaknya SDA tidak bisa menjadikan negara ini lebih unggul. Bahkan, untuk bisa sejajar dengan bangsa lain pun masih sulit. Bisa dibilang Indonesia sudah tertinggal jauh, jika berkaca pada negara -negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Seharusnya kita bisa mengatakan “kita bisa”, bahkan kita seharusnya “lebih bisa” dari mereka, bila dilihat dari sudut sumber daya alam yang kita miliki. Kita punya berbagai macam flora dan fauna yang tersebar di seluruh Nusantara. Akan tetapi, yang jadi pertanyaan adalah mengapa kita “tidak bisa” seperti mereka, bahkan lebih dari mereka? Nah, mungkin jawabannya adalah karena minimnya sumber daya manusia yang mampu mengelola dan meningkatkan pembangunan ekonomi. Semua harus didukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Siapa yang menjadi penopang utama SDM tersebut? Tentu saja para pemuda sebagi penerus dan pemangku cita-cita bangsa. Saat ini, pemuda mempunyai kesempatan. Sebuah kesempatan untuk memperbaiki anjloknya berbagai aspek kehidupan, khususnya dalam bidang ekonomi.

Sebagai pemuda sudah selayaknya kita mengambil peran kita dalam kehidupan berbangsa. Kita harus bisa menjalankan tugas dan kewajiban sebagai generasi penerus bangsa yaitu mampu melakukan perubahan. Sebagai tulang punggung perekonomian yang memikul tanggung jawab demi memajukan bangsa, pemuda harus bisa melanjutkan dan mengisi perannya untuk pembangunan dan perbaikan bangsa, termasuk dalam bidang ekonomi. dengan menggali kembali eksistensi dalam cita-cita kemandirian bangsa di bidang perekonomian.

Apa yang harus kita lakukan sebagai pemuda untuk mewujudkan kemandiria bangsa?

Pertama, meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam proses industri. Tanpa peningkatan tersebut kita tidak akan mampu besaing, karena kenyataanya masyarakat kita lebih percaya pada produk luar. Sebuah kalimat “kemandirian” akan terealisasi, jika sebagai penggerak pembangunan pemudanya mampu meciptakan konsep kreatifitas dan daya saing guna memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri, baik dalam kebutuhan sandang, pangan maupun papan.

Kedua adalah membiasakan untuk menjadi pencipta sesuatu yang selalu muncul dengan gebrakan-gebrakan kreatifitasnya, sehingga kita sebagai pemuda tidak hanya menjadi penikmat konsumsi. Muncul ini ikutan ini, muncul itu ikutan itu. Harus kita akui arus globalisasi yang berkembang dewasa ini meyebabkan kaburnya batasan antar negara. Tak terkecuali dalam bidang ekonomi. Dalam keadaan seperti itu pemuda dituntut untuk lebih kreatif dalam mengeluarkan ide-idenya.

Untuk menghadapi globalisasi dan perubahan yang semakin pesat dibutuhkan peranan pemuda dalam perencanaan menjadi kelompok inovatif, kreatif, kompetitif, mandiri serta mempunyai ketangguhan untuk tetap bertahan pada persaingan dengan dunia luar. Sebenarnya perlu dibangun oleh bangsa Indonesia adalah kualitas SDM, dimana kekuatan terbesar SDM terletak pada generasi muda

Ketiga, mewujudkan kemandirian dan kemajuan bangsa perlu didukung oleh kemampuan mengembangkan potensi diri dan konsep yang terarah. Konsep kemandirian itu sendiri bisa diartikan sebagai upaya pemenuhan dan pengerjaan segala sesuatu untuk diri sendiri dengan kekuatan dan kemampuan sendiri. Sebisa mungkin tidak bergantung pada orang lain sesuai dengan semangat yang dicita-citakan oleh Bung Karno: berdiri di atas kaki sendiri (berdikari).

Peranan pemuda dalam pembangunan bangsa, terutama dalam pembangunan perekonomian, sangat dibutuhkan. Pada hakikatnya, pembangunan yang dilakukan adala pembangunan insan-insannya, agar bisa menjadi SDM berkualitas, karena SDA yang melimpah saja tidak cukup jika tidak didukung oleh SDM berkompeten dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kita harus percaya bahwa para pemuda Indonesia lahir dan hidup saat ini bisa membangun perekonomian demi kemajuan dan kemandirian bangsa, serta mampu membwa Indonesia menuju developed country( negara maju) sehingga tidak hanya berada pada status quo sebagai negara berkembang. Karena dengan kemandirian dan eksistensi dalam pembangunan itulah kita akan diakui dan bermartabat dalam pergaulan dunia, dan itu menjadi tugas kita sebagai generasi muda untuk mewujudkannya. Melalui semangat dan eksistensi kita menjadi seorang pemimpin dan penopang harapan di masa depan. []

Mari kita mengenal lebih dekat Alumni STT NF angkatan pertama (tahun 2012) dari jalur Beastudi. Ia adalah pria kelahiran Jakarta, 8 April 1988 yang pernah dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi (MaPres) STT NF selama 2 kali berturut-turut. Hendra Aditiyawijaya, demikian nama lengkapnya, di kampus ia dikenal sebagai sosok yang prestatif serta aktif, baik dalam penelitian akademis maupun kegiatan organisasi. Hendra adalah nama panggilan yang biasa dipanggil di lingkungan kampus, dan dipanggil Siwi di lingkungan tempat tinggalnya di daerah Cilodong Depok.

Ia terlahir dari keluarga sederhana, dari seorang Bapak yang berprofesi sebagai arsitek dan ibu yang sebagai pengelola rumah tangga. Ia merupakan anak pertama dari 3 bersaudara yang sejak kecil selalu ditanamkan nilai-nilai agama dan keilmuwan oleh kedua orang tuanya. Betapa tidak, sejak kecil ia dan adik-adiknya hanya diijinkan menonton televisi selama 3 jam saja dan lewat waktu maghrib adalah waktu untuk mengaji serta belajar. Melalui pola pendidikan yang baik, tanpa pernah ada omelan atau kekerasan dari orang tua, membuatnya secara inisiatif untuk banyak belajar dan dekat dengan orang tua.

Hendra merupakan salah satu mahasiswa berpresatasi selama menjalani perkuliahan di program Studi Sistem Informasi dari jalur Beastudi di STT NF. Setelah mengecap pendidikan selama kurang lebih 3,5 tahun atau 7 semester, ia berhasil lulus dengan mendapatkan predikat cumlaude dengan nilai IPK 3.80.

Ketika di bangku kuliah, selain mendapat kepercayaan sebagai MaPres, ia juga tercatat sebagai mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang penelitian. Beberapa hasil penelitiannya bersama salah satu dosen STT NF, Amalia Rahmah yaitu: Penerapan Knowledge Management Berbasis Open Source di STT NF; Cara, Gaya, dan Teknologi Pendukung Pembelajaran dan Peningkatan Knowledge Sharing Untuk Membentuk Jiwa Entrepreneur Pada Kegiatan Mentoring Mahasiswa STT NF Melalui Pengembangan Simentor.

Di kampus STT NF, mahasiswa memang dimotivasi untuk menghasilkan karya. Hal ini karena, dengan menghasilkan karya maka masyarakat akan mengetahui sampai sejauh mana kualitas mahasiswa yang berkuliah di STT NF. Ia merasa sangat beruntung bisa mendapatkan beasiswa dari STT NF, karena di kampus ini mahasiswa mendapatkan support dan bantuan untuk bisa terus menghasilkan karya.

Ketertarikan di bidang penelitian tidak menyurutkan tekadnya sebagai mahasiswa untuk aktif dalam organisasi kampus maupun sosial kemasyarakatan. Semasa kuliah, ia tercatat aktif dalam Ikatan Mahasiswa STT NF sebagai Kepala departemen Pendidikan dan keilmuwan BEM STT NF tahun 2014, ia juga pernah tercatat sebagai salah satu pendiri dan ketua umum Lembaga Dakwah Kampus, SENADA STT NF yang di dirikan pada tahun 2015. Selain itu, hobinya dalam menulis juga pernah mengantarkannya diundang dalam Seminar Nasional Sistem Informasi, di ITS Surabaya pada 2015 lalu, untuk mempresentasikan makalah ilmiah tentang knowledge sharing. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, Dimana ia juga pernah aktif sebagai volunteer di Dompet Dhuafa dan Pecinta Anak Yatim Jakarta. Semua akivitas ini ia lakukan demi mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ditanamkan di STT NF.

Sebagai seorang mahasiswa yang merasakan nikmatnya pendidikan di bangku kuliah, maka sudah menjadi kewajiban baginya untuk bisa menyebarkan kebermanfaatan atas ilmu yang didapat. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, masyarakat sekitar dan bangsa. Menurutnya, ”Sampai sejauh mana kontribusi seorang mahasiswa adalah cerminan motivasi untuk terus berprestasi. Dimana tingkat kebermanfaatan mahasiswa terlihat tidak hanya di kelas, juga melalui lembaga, komunitas atau bahkan gerakan sosial yang dilakukannya”.

Hobi yang dimiiki oleh pemuda ini adalah blogging, programming, membaca novel, bermain bulutangkis dan mengajar. Salah satu hobinya, yaitu mengajar, berhasil membuatnya mengenal salah satu bidang pekerjaan yang cukup mengasyikkan, itu adalah saat dimana ia dipercaya sebagai trainer Oracle Database di DitJen Pajak dan juga asisten trainer Database di Pusdiklat Keuangan Umum, Kemenkeu. Inilah salah satu jalan yang membuatnya dikenal sebagai mahasiswa dan alumni dari STT NF oleh masyarakat luas dan professional lainnya. Sebuah bekal ilmu yang ia dapatkan sejak kuliah hingga saatnya dipercaya sebagai trainer di lembaga pemerintah adalah nikmat dan peluang baginya untuk mengembangkan diri serta membawa nama kampus agar makin dikenal dengan prestasi. Hingga saat ini setelah ia lulus, ia dipercaya untuk bergabung bersama tim project sebagai Business intelligent Analyst di SKK Migas, bersama tim dari PT. LAPI ITB.

Satu kunci rahasianya selama ini ialah tidak pernah lepas meminta doa restu dari orangtua. Baginya, orang tua sangat berjasa, terutama Ibu. Bagaimanapun kondisinya, ia selalu bercerita dan memohon doa tentang apa yang ia akan kerjakan. Baginya, berikhtiar maksimal untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi orang banyak juga merupakan amal jariyah bagi orangtua.<>

Kegiatan lain yang harus dilakukan di bulan Ramadhan ialah:

8. I’tikaf

I’tikaf adalah tetap tinggal di masjid untuk taqqarrub kepada Allah Swt dan menjauhkan diri dari segala aktifitas keduniaan, sebagaimana hadist Nabi Saw: “Rasulullah saw ketika memasuki sepuluh hari terakhir menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya” (HR.Bukhari dan Muslim).

9. Umrah

Umrah pada bulan Ramadhan juga sangat baik dilakukan sebagaimana hadits Rasulullah Saw: “Agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw” (HR.Bukhari dan Muslim).

10. Motivasi Berpuasa karena Allah.

“Semua amal anak Adam adalah untuknya, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Swt berfirman: kecuali puasa, ia adalah untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya. Sesungguhnya ia telah meninggalkan syahwatnya, makanannya, dan minumannya demi Aku.” Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan, yakni pertama waktu berbuka dan kedua, waktu bertemu Robbnya. Sungguh bau tidak sedap mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah Swt daripada minyak misik.

11. Memberikan Makanan pada Orang yang Berbuka Puasa.

“Barangsiapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa dan yang berpuasa itu tidak dikurangi pahalanya sedikitpun” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

12. Mengakhirkan Sahur dan Menyegerakan Berbuka Puasa

“Bersahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu ada keberkahan” (HR Muslim). Dan makan sahur merupakan pembeda puasa orang Mukmin dengan orang kafir.

13. Menjaga Anggota Tubuh

Menjaga mata, telinga dan lidah serta anggota-anggota tubuh lainnya dari perbuatan yang tidak ada faedahnya, dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak menjauhkan kata-kata dan perbuatan bohong, maka Allah tidak menerima puasanya” (HR Bukhari).

14. Memberi Perhatian Lebih kepada Keluarga

Memberikan perhatian yang lebih besar, baik moral ataupun material kepada keluarga dan sanak famili serta memperbanyak sedekah kepada fakir miskin. Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, dan beliau saw lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan. Ketika bertemu Jibril ‘alaihis salam berkata, “Sungguh kedermawanan beliau saat itu lebih kuat daripada angin yang bertiup” (HR Muttafaqun ‘alaih).

15. Pandai Menentukan Skala Prioritas Amal

Dalam Ramadhan banyak sekali amal-amal sunah yang dapat kita lakukan. Oleh karena itu, kita harus pandai mengutamakan amal yang lebih penting, yang lebih banyak manfaatnya dan lebih cepat mengantarkan ke surga, baik berupa berjuang di jalan Allah dalam menegakkan kalimat-Nya ataupun berinfaq fi sabilillah, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dan sahabat-sahabatnya.

Ketika orang-orang minta dispensasi dari berinfaq dan berjihad, Rasulullah saw bersabda: “Tidak bershadaqah, dan tidak berjihad? Jadi, dengan apa kamu ingin masuk surga? “

Shalat tarawih adalah shalat sunnah, jangan sampai karena mengejar pahala sunnah hal-hal wajib yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya justru kita tinggalkan, misalnya tuma'ninah dalam shalat dan membaca Al Qur'an dalam shalat dengan tartil. (Choniyu Azwan)

1. Meningkatkan kesadaran Muraqabah

Kita harus selalu merasa diawasi (muraqabah) terus oleh Allah swt yang Maha Mengetahui, dan selalu menyadari bahwa diri kita tengah berpuasa. Kita tengah beribadah dalam rangka mencapai ketaqwaan. Allah SWT berfirman :

“Dan agar kamu mengagungkan Allah sesuai dengan apa yang ditunjukkan kepadamu.” (QS Al Baqarah: 185)

2. Berinteraksi dengan Al-Quran

Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Quran (QS 2:185), Ramadhan adalah bulan saat diturunkannya Al-Quran, yang menjadi pedoman manusia hidup di dunia ini. Sebagai pedoman, sudah sepatutnya kita harus sering membaca dan memahami al-Qur’an. Imam Az Zuhri pernah berkata: “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita (selain shiyam) ialah membaca Al-Quran.” Membaca Al-Quran tentu harus memperhatikan tajwid dan esensi dasar dari diturunkannya Al-Quran untuk direnungkan (tadabbur), dipahami, dan diamalkan.

3. Menuntut Ilmu dan Menyampaikannya

Pada bulan Ramadhan, hati dan pikiran kita dalam keadaan bersih dan jernih, sehingga sangat siap untuk menerima ilmu yang diberikan Allah swt. Waktu-waktu seperti setelah subuh, setelah dzuhur dan menjelang berbuka sangat baik untuk menuntut ilmu.

4. Mencari Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan dan merupakan salah satu keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Islam. Malam ini memiliki nilai lebih baik dari seribu bulan. Ketika kita beramal di malam itu berarti seperti beramal dalam seribu bulan. Akan tetapi, malam ini waktunya dirahasiakan Allah swt. Oleh karena itu, Rasulullah saw menganjurkan untuk mencarinya sebagaimana sabdanya: ”Carilah di sepuluh terakhir bulan Ramadhan, dan carilah pada hari kesembilan, ketujuh dan kelima.” Apa yang dimaksud dengan hari kesembilan, ketujuh dan kellima? Nabi Saw berkata: ”Jika sudah lewat 21 hari, maka yang kurang 9 hari, jika sudah 23 yang kurang 7, dan jika sudah lewat 5 hari yang kurang 5.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Al Baihaqi)

5. Shalat Tarawih

Ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw di malam Ramadhan adalah Qiyamu Ramadhan, diisi dengan shalat malam atau yang kenal dengan nama shalat Tarawih. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw: “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan dengan penuh iman dan perhitungan, maka diampuni dosanya yang telah lalu.”

6. Shadaqah, Infak dan Zakat

Sebagaimana tercantum dalam hadist Nabi Saw: “Sebaik-baiknya sedekah yaitu sedekah di bulan Ramadhan” (HR Al Baihaqi, Al Khatib dan At Turmidzi). Salah satu bentuk shadaqah yang dianjurkan adalah memberikan santapan untuk berbuka puasa sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa yang memberi makanan kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

7. Memperbanyak Zikir, Doa dan Istighfar

Zikir, Doa dan Istighfar adalah aktifitas yang sangat penting dan berbobot tinggi, namun ringan untuk dilakukan oleh umat Islam. Kita harus memperbanyak berdoa di bulan Ramadhan karena doa orang yang sedang berpuasa sangat mustajab. Berikut waktu yang mustajab untuk berdoa dan melakukan zikir, termasuk untuk beristighfar:

  • Saat berbuka puasa
  • Sepertiga malam terakhir, yaitu ketika Allah swt turun ke langit dunia dan berkata: “Siapa yang bertaubat? Siapa yang meminta? Siapa yang memanggil? Sampai waktu subuh” (HR Muslim).
  • Waktu sahur
  • Pada hari Jum’at, yaitu di saat-saat terkahir pada sore hari.
  • Duduk untuk zikir, berdoa dan istighfar di masjid setelah menunaikan shalat shubuh sampai terbit matahari. (Choniyu Azwan)
%AM, %01 %158 %2016 %02:%Jun

Keutamaan Bulan Ramadhan

Written by

Ramadhan adalan bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan Islam). Bulan ini sangat istimewa bagi umat Islam karena terdapat banyak keutamaan di dalamnya. Ibarat petani, bulan Ramadhan adalah bulan saatnya panen raya. Diibaratkan panen raya karena bulan ini merupakan waktu dimana berbagai amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, jauh melebihi waktu-waktu di luar Ramadhan. Berikut beberapa firman Allah SWT dan Sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan:

1. Bulan Pendidikan untuk Mencapai Ketaqwaan

Allah SWT berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (QS. Al Baqarah 183)

2. Ramadhan adalah Bulan diturunkannya Al-Quran

Allah SWT berfirman :

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah 185)

3. Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan (Lailatul Qadar)

Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sesungguhnya bulan (Ramadhan) telah datang kepada kalian, di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak mendapatinya, maka ia telah kehilangan banyak sekali kebaikan.“ (diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al Mundziry )

4. Bulan Pernuh Keberkahan

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu- pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya." (HR Ahmad, An-Nasa’i, dan Baihaqi).

5. Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa

Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)

Rasulullah juga bersabda :

“Shalat yang lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

6. Bulan Dilipatgandakanya Amal Shalih

Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa'ban:

“Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaungi. Bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamul lail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari-Muslim).

7. Dibuka Pintu Surga, Ditutup Pintu Neraka

Rasulullah SAW bersabda:

“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim)

Keutamaan bulan Ramadhan sangat luar biasa. Sudah sepantasnya jika kita mempersiapkan diri menyambut bulan yang agung tersebut dengan persiapan yang cukup, baik fisik, rohani, maupun ilmu agar ibadah yang kita jalankan lebih sempurna dan mendapatkan semua yang dijanjikan Allah SWT. (Choniyu Azwan)

%AM, %01 %143 %2016 %02:%Jun

Persiapan Menyambut Ramadhan

Written by

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia serta bulan tarbiyah, yaitu masa pembinaan untuk mencapai derajat taqwa yang paling tinggi.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (QS Al Baqarah: 183).

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling bertaqwa.” (QS Al Hujurat: 13).

Predikat taqwa ini tidak mudah untuk diperoleh. Taqwa baru akan diperoleh ketika seseorang melakukan persiapan yang cukup, dan mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan yang baik dan menyikapinya dengan benar. Persiapan Ramadhan antara lain:

1. Persiapan Ruh dan Jasad.

Dengan cara mengondisikan diri agar pada bulan Sya’ban (bulan sebelum Ramadhan) kita telah terbiasa dengan berpuasa. Sehingga kondisi ruhiyah imaniyah meningkat, dan tubuh sudah terlatih berpuasa. Dengan kondisi seperti ini, maka ketika kita memasuki bulan Ramadhan, kondisi ruh dan iman telah membaik dan selanjutnya dapat langsung menyambut bulan Ramadhan yang mulia ini dengan amal dan kegiatan yang dianjurkan. Di sisi lain, tidak akan terjadi lagi gejolak fisik dan proses penyesuaian yang kadang-kadang dirasakan oleh orang-orang yang pertama kali berpuasa, seperti lemah badan, demam atau panas dingin dan sebagainya.

Rasulullah saw menganjurkan kepada kita agar memperbanyak puasa sunnah pada bulan Sya’ban dengan cara memberikan contoh langsung dan aplikatif .

‘Aisyah radhiyallahu‘anha berkata: ”Rasulullah saw berpuasa, sampai-sampai kami mengiranya tidak pernah meninggalkannya”. (riwayat Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa: ”Beliau melakukan puasa sunnah bulan Sya’ban sebulan penuh, lalu beliau sambung bulan itu dengan Ramadhan”. (Hadits shahih diriwayatkan oleh para ulama hadits. Lihat kitab Riyadhush-Shalihin, Fathul Bari, Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain).

Anjuran tersebut dikuatkan lagi dengan menyebutkan keutamaan bulan Sya’ban. Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Rasulullah saw. Katanya: ”Ya Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan yang lain sebanyak puasa di bulan Sya’ban ini?” Beliau menjawab: ”Itulah bulan yang dilupakan orang, antara Rajab dan Ramadhan, bulan ditingkatkannya amal perbuatan kepada Allah swt Rabbul ‘alamin. Aku ingin amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa”. (HR An-Nasa’i).

2. Persiapan Materi

Bulan Ramadhan merupakan bulan shadaqah (santunan). Sangat dianjurkan memberi santunan kepada orang lain, betapapun kecilnya. Pahala yang sangat besar akan didapat oleh orang yang tidak punya, manakala ia memberi kepada orang lain yang berpuasa, sekalipun hanya sebuah kurma, seteguk air atau sesendok mentega.

Rasulullah saw pada bulan Ramadhan sangat dermawan, sangat pemurah. Digambarkan bahwa sentuhan kebaikan dan santunan Rasulullah saw kepada masyarakat sampai merata, lebih merata ketimbang sentuhan angin terhadap benda-benda di sekitarnya.

Hal itu sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu: ”Sungguh, Rasulullah saw saat bertemu dengan malaikat Jibril, lebih dermawan daripada angin yang dilepaskan.” (HR Muttafaqun ‘alaih).

Santunan dan sikap ini sudah tentu tidak dapat dilakukan dengan baik, kecuali jika jauh sebelum Ramadhan telah ada persiapan-persiapan yang memadai.

3. Persiapan Fikri (persepsi)

Minimal persiapan fikri ini meliputi dua hal, yaitu:

1. Mempunyai persepsi yang utuh tentang Ramadhan dan keutamaan bulan Ramadhan.

2. Dapat memanfaatkan dan mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang secara logis dan konkrit mengantarkannya untuk mencapai ketaqwaan. (Choniyu Azwan)

Oleh: Muhammad Adnan Al-Ghifari

Tanggal 1 Oktober merupakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Salah satu momen yang melepaskan Negara Indonesia dari pemberontakan G30S/PKI yang menewaskan para jenderal terbaik di Indonesia.

Peringatan hari kesaktian Pancasila menurut A. Kardiyat Wiharyanto, Dosen Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta pada dasarnya untuk memperkokoh peran Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki peran strategis sebagai fondasi dasar sebuah negara. Selain itu, Pancasila memiliki makna sebagai pedoman dasar untuk mengatur penyelenggaraan ketatanegaraan yang meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan.

Di tengah terpaan pengaruh kekuatan global, kita seharusnya menguatkan dan melengkapi diri agar tidak terjerembab di dalam lika-liku zaman. Salah satunya adalah dengan menggali kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Era globalisasi dan modernisasi merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh semua bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Disadari atau tidak, hal tersebut akan berdampak dalam kehidupan bangsa dan negara. Pada sebagian masyarakat yang memiliki tingkat kedewasaan tinggi, globalisasi akan menjadikan mereka lebih kuat rasa nasionalisme dan patriotismenya. Bahkan, walaupun mereka harus belajar dan bekerja di luar negeri, mereka tetap memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsa. Tetapi, bagi sebagian lapisan masyarakat yang lain, pengaruh globalisasi dan modernisai sedikit demi sedikit melunturkan rasa nasionalisme dan patriotisme mereka. Disamping karena minimnya pemahaman mereka tentang ideologi Pancasila, juga karena pengaruh ideologi lain yang memaksa mereka kurang memiliki kebanggaan terhadap bangsa dan negara.

Oleh karena itu, peringatan hari kesaktian Pancasila bisa dijadikan kebangkitan bagi kita semua untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme yang cenderung mulai luntur. Nilai-nilai itulah yang kemudian kita maknai sebagai ghiroh untuk membangun kembali jati diri bangsa. Bangsa ini bisa berdiri tegak, hanya jika mau kembali menghidupkan dan sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Pancasila adalah dasar negara dan menjadi sumber hukum yang mengatur masyarakat Indonesia, termasuk kehidupan berpolitik. Karena itu, partai politik sebagai salah satu infrastruktur politik dan segala sesuatu yang hadir dan lahir di negara ini, harus tunduk pada Pancasila.

Fakta sejarah yang hingga saat ini masih diperdebatkan mengenai peristiwa G30S/PKI hendaknya tidak mengubah rasa memiliki kita terhadap Pancasila yang sudah jelas-jelas berperan sebagai simbol pemersatu bangsa. Berbagai peristiwa yang pernah terjadi semenjak Proklamasi 17 Agustus 1945 hingga saat ini, pada akhirnya tidak menggoyahkan Pancasila sebagai dasar negara. Di situ kesaktian Pancasila diuji. []

%AM, %30 %041 %2015 %00:%Sep

Pendidikan dalam Islam

Written by

Pendidikan adalah proses pembelajaran untuk menambah pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pelatihan, penelitian dan lainnya. Semua proses sangat bergantung kepada pendidiknya.

Pendidik memegang peran penting dalam pembentukan karakter. Karena itu, dibutuhkan pendidikan yang ideal dalam Islam. Sedangkan faktor pembawaan dalam mendidik ialah sasaran penting bagi setiap orang yang sedang mengajarkan ilmunya kepada orang lain.

Adapun hal yang harus diperhatikan tujuan pendidikan yang ideal dalam Islam, antara lain:

  • Melaksanakan pembuktian kepada teori pendidikan Islam karena teori merupakan asumsi dimana konsep pemikiran yang sudah terbukti adanya dan berhubungan dengan hal yang sedang dibicarakan
  • Berperan sebagai bahan pengoreksi pada segala kekurangan teori pendidikan Islam agar bisa berkembang.
  • Untuk memberikan sebuah informasi berkenaan pada pelaksanaan pendidikan untuk segala aspek bagi pengembangan ilmu pengetahuan karena tidak ada satupun di dunia ini yang tidak dibahas dalam kitab suci Al–Qur'an.

Kalau pendidikan Islam dihubungkan dengan filsafat pendidikan, maka tugasnya adalah menganalisa secara mendalam mengenai masalah pendidikan serta bentuk penyelesaiannya yang empiris dan praktis di dalam masyarakat.

Nantinya akan terjadi interaksi antara ilmu pendidikan Islam dan masyarakat yang saling melengkapi antara satu dengan lainnya. Pendidikan Islam butuh landasan ideal, bersifat rasional, universal serta sistematik mengenai hakikat pendidikan.

Dengan konsep tersebut, pendidikan Islam yang ideal bisa menjadi rujukan segala bidang ilmu pengetahuan yang bersifat ilmiah dan mendasar kepada segala sesuatu, berkaitan dengan ilmu yang ada di dunia. (M. Habib)

Sumber :

http://isma-ismi.com/ilmu-pendidikan-islam.htm
gurukreatif.wordpress.com/2012/01/19/5-karakter-guru-yang-profesional/

%AM, %13 %041 %2015 %00:%Jul

I'tikaf di Bulan Ramadhan

Written by

Oleh: Muhammad Adnan Al Ghifari.

Ramadhan telah memasuki sepuluh hari terakhir, dimana seluruh umat Muslim di dunia melakukan salah satu amalan sunah, yaitu I'tikaf. I'tikaf sangat dianjurkan dilaksanakan setiap waktu di bulan Ramadhan. Banyak orang tahu bahwa i'tikaf adalah berdiam diri di mesjid. Namun berdiam diri seperti apakah i'tikaf itu? Apakah sekadar tafakkur saja? Atau ada hal-hal lain yang harus dilakukan? I'tikaf tidak hanya sekadar berdiam diri saja, bukan berarti seseorang yang berdiam di masjid itu artinya i'tikaf. Ada rukun-rukun yang mensyaratkan hal tersebut dikatakan i'tikaf.

I'tikaf menurut bahasa artinya berdiam diri dan menetap dalam suatu tempat. Sedang pengertian i'tikaf menurut istilah di kalangan para ulama terdapat perbedaan. Al-Hanafiyah (ulama Hanafi) berpendapat i'tikaf adalah berdiam diri di masjid yang biasa dipakai untuk melakukan shalat berjama'ah, dan menurut asy-Syafi'iyyah (ulama Syafi'i) i'tikaf artinya berdiam diri di masjid dengan melaksanakan amalan-amalan tertentu dengan niat karena Allah Swt. Majelis Tarjih dan Tajdid dalam buku Tuntunan Ramadhan menjelaskan I'tikaf adalah aktifitas berdiam diri di masjid dalam satu tempo tertentu dengan melakukan amalan-amalan (ibadah-ibadah) tertentu untuk mengharapkan ridha Allah.

Adapun ayat yang berbicara tentang I'tikaf adalah surah al-Baqarah ayat 125: "Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud". Ayat ini setidaknya memberi petunjuk bahwa Bait Allah (Kabah) atau masjid-masjid lainnya bukan hanya sebagai tempat shalat tetapi juga sebagai matsabatan. Menurut M. Quraish Shihab, makna kata matsabatan adalah sebagai tempat berkumpul atau tempat berlindung, atau tempat untuk mendapat ganjaran pahala atas segala bentuk ibadah yang dilakukan, haji, umrah, atau ibadah lainnya.

Untuk sahnya i'tikaf diperlukan beberapa syarat, yaitu;

  • Orang yang melaksanakan i'tikaf beragama Islam
  • Orang yang melaksanakan i'tikaf sudah baligh, baik laki-laki maupun perempuan
  • I'tikaf dilaksanakan di masjid, baik masjid jami' maupun masjid biasa
  • Orang yang akan melaksanakan i'tikaf hendaklah memiliki niat i'tikaf
  • Orang yang beri'tikaf tidak disyaratkan puasa. Artinya orang yang tidak berpuasa boleh melakukan i'tikaf

Para ulama sepakat bahwa orang yang melakukan i'tikaf harus tetap berada di dalam masjid tidak keluar dari masjid. Namun demikian bagi mu'takif (orang yang melaksanakan i'tikaf) boleh keluar dari masjid karena beberapa alasan yang dibenarkan, yaitu;

  • karena 'udzrin syar'iyyin (alasan syar'i).
  • karena hajah thabi'iyyah (keperluan hajat manusia), baik yang bersifat naluri maupun yang bukan naluri, seperti buang air besar, kecil, mandi janabah dan lainnya.
  • Karena sesuatu yang sangat darurat, seperti ketika bangunan masjid runtuh dan lainnya.

(Sumber: Guru Mengaji)