Kisah dan Curhat

Kisah dan Curhat (103)

Tabzir menurut bahasa arab disebut bazzara, yubazziru, tabziran yang artinya menggunakan atau membelanjakan harta kepada hal yang tidak perlu atau disebut boros. Secara istilah boros yang dimaksudkan Tabzir adalah mempergunakan sesuatu secara berlebih lebihan dengan tidak mempertimbangkan kadar kecukupan sehingga menimbulkan kesia-siaan .

Firman allah :

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (Q.S. Al –Isra [17]: 26 )

Allah swt telah memberikan kita nikmat yang sangat berlimpah dan tak terhitung jumlahnya, Allah juga telah memerintahkan hambanya untuk bersyukur atas nikmat yang telah di berikan. Tidak sedikit dalam ayat Alqur'an yang mengajarkan kepada kita untuk bersyukur dan juga sebaliknya ada banyak ayat dari Alqur'an yang mengecam orang-orang yang kufur akan nikmat yang sudah di berikan.

Bentuk syukur terbesar adalah memanfaatkan nikmat Allah yang begitu banyak secara tepat dan berguna bagi orang lain dan syukur yang terendah ialah cukup dengan ucapan lisan. Allah memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menunaikan kewajiban terkait dengan harta yang dikuasainya, yaitu memenuhi hak keluarga terdekat, orang miskin dan orang yang sedang dalam perjalanan. Islam juga mengajarkan pada umatnya untuk memiliki kepedulian sosial sebagai dasar terciptanya keharmonisan bermasyarakat.

Allah telah melarang kaum muslimin untuk mencari kekayaan dengan cara yang batil dan juga melarang membelanjakan harta yang ia punya secara boros. Boros merupakan prilaku syetan yang harus kita hindari sebagai kaum muslimin dalam berbagi situasi dan keadaan.

Sikap boros akan menimbulkan kesengsaraan di dunia dan akhirat kelak. Adapun persamaan syetan dengan pemborosan adalah sama-sama ingkar terhadap nikmat Allah swt. Orang yang di limpahkan harta kekayaan harus di gunakan di jalan yang di ridhoi Allah swt.

Jadi, gunakan harta yang kita punya untuk kepentingan yang di benarkan dalam agama dan juga tidak melebihi batas apa yang kita butuhkan karna harta yang kita punya akan di pertanggung jawabakan di akhirat kelak. (Muhammad Habib)

%AM, %28 %041 %2015 %00:%Apr

Persatuan

Written by

Pesatuan dalam bahasa Arab disebut dengan istilah "Ittihad". Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, persatuan dapat diartikan gabungan (ikatan atau kumpulan) beberapa bagian yang telah bersatu. Secara istilah, persatuan sebagai bentuk kecenderungan asasi manusia selaku makhluk sosial yang diaktualisasikan dalam bentuk kegiatan.

Melakukan pengelompokan dengan sesama manusia menurut pertimbangan kebutuhan atau ikatan tertentu dalam mencapai suatu tujuan. Karena itu, manusia dalam berbagai zaman dan tingkat peradabannya, memiliki tabiat untuk bersatu atau berkelompok dengan sesama manusia demi memenuhi hajat (keperluan) dalam hidupnya.

Sebenarnya Al-Quran tidak mengharuskan penyatuan seluruh umat Islam ke dalam suatu wadah kenegaraan, karena Allah Ta'ala menciptakan manusia dari satu keturunan dan bersuku-suku (demikian juga rumpun dan ras manusia) agar mereka saling mengenal dan saling memanfaatkan potensi masing-masing demi kepentingan bersama. Akibat selanjutnya, tidak timbul perecahan dan kesalapahaman antara umat manusia.

Rasulullah Saw, dalam strategi dakwah dan juga pola dakwah, telah menjadikan persatuan umat sebagai modal besar kesuksesan kaum Muslimin di berbagai bidang. Persatuan umat yang direkatkan oleh rasa kasih sayang antara sesama yang telah disatukan dalam persaudaraan. Ayatullah Shirazi dalam tafsirnya mengutip beberapa pendapat para ahli dari Barat yang menyatakan bahwa bangsa Arab telah keluar dari persoalan kelaparan dan kemiskinan dengan nilai persatuan yang dibawa Rasulullah Saw.

Selanjutnya Nabi Muhammad Saw mengisyaratkan pentingnya persatuan tersebut untuk masa depan umat Islam. Abu Syuraih Al-Khuza'i berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berada di tengah-tengah kami, beliau bersabda: "Kabar gembira buat kalian, apakah kalian bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan aku adalah utusan-Nya?" Para sahabat menjawab: "Benar". Kemudian Rasulullah'bersabda: "Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah perantara (tali), salah satu ujung talinya berada di sisi Allah dan ujung lainnya ada di tengah-tengah kalian, maka berpegang teguhlah padanya, sungguh kalian tidak sesat dan binasa jika berpegang teguh padanya (Al-Qur'an)." (Shahih Ibnu Hibban, 12/165).

Hadits itu menunjukan keistimewaan persatuan bagi kita sesama umat Muslim. Alangkah baiknya kita saling menghargai untuk tercapainya persatuan umat di zaman sekarang yang serba cepat ini. (Muhammad Habib)

%AM, %13 %041 %2015 %00:%Apr

Kemauan Menuntun Kemampuan

Written by

Apa sih yang dimaksud dengan kemauan? Mengapa kemauan yang menuntun kemampuan, dan bukan sebaliknya?

Kemauan adalah sesuatu hal perasaaan atau keyakinan yang muncul dari lubuk hati manusia. Dengan melakukan sesuatu karena dorongan dari hatinya sendiri, seseorang akan berusaha semaksimal mungkin dan melakukan hal yang terbaik, walaupun kemampuannya sendiri biasa-biasa saja, bahkan sangat kurang. Berbeda dengan seseorang yang memiliki kemampuan, tapi dia tidak ada niat atau kemauan untuk melakukan apa yang dimiliki kemampuannya itu.

Terkadang banyak orang yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Akan tetapi, keinginan/kemauannya tidak berjalan seiring dengan kemampuannya. Bisa juga sebaliknya. Ketika seseorang yang memiliki kemampuan, tapi tidak ada sedikitpun kemauan di dalam dirinya, kemampuannya itu tidaklah berguna atau tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Namun, jika kita memiliki kemauan, dan kita tahu kemampuan yang dimiliki tidak seberapa, bukan hal yang mustahil akan mengalahkan orang yang memiliki kemampuan lebih dari kita.

Hal itu dikarenakan, sebelum melakukan sesuatu hal, yang wajib/memang harus kita kerjakan adalah niat/perasaan keinginan terbesarnya. Kemampuan akan terlihat dengan usaha kerasnya, karena dari niat itu muncul kemauannya.

Karena itu, janganlah berkecil hati dengan kemampuan yang kita miliki. Seiring berjalannya waktu, kemampuan yang kita usahakan terus dengan niat/kemauan yang tinggi. Kemauan akan lebih dahsyat dibandingkan orang yang memiliki kemampuan, namun tidak ada kemauan. Di sinilah pentingnya Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) dibandingkan Intelligent Quotient (IQ).

Mengapa bisa begitu? Karena, daya kemauan yang disebut dengan keinginan yang bersendikan niat akan menentukan bagaimana pikiran itu akan sampai pada kemampuan mau melakukannya.

Dengan pondasi kedewasaan rohaniah yang kokoh, yang menopang kedewasaan dalam hubungan sosial dan emosional, maka kekuatan daya kemauan akan menuntun kemampuan manusia untuk mengukir potensi dan bakat yang ada di dalam dirinya.

Milikilah kemauan yang kuat. Kemauan sangat penting dalam segala hal, terutama dalam menuntut ilmu. Sebuah cerita tentang batu yang ditetesi air secara terus-menerus, maka lama-kelamaan akan menjadi cekung, bahkan berlubang. Itulah pelajaran luar biasa, sebuah batu yang amat kokoh dan keras saja dapat dilubangi oleh tetesan air. Begitu pula kita sebagai manusia, dalam menuntut ilmu, jangan beralasan kita tidak memiliki kemampuan tentang itu, sehingga menurunkan semangat kita dalam belajar.

Percayalah, batu saja yang begitu keras dapat dilubangi oleh air, apalagi otak kita ketika dilatih terus-menerus dengan ilmu pengetahuan, maka lambat laun akan mencerna ilmu pengetahuan yang kita pelajari itu. Banyak orang yang memiliki keterbatasan IQ, tapi mampu menjadi seorang ilmuan. Hal itu dapat terjadi karena dia memiliki kemauan yang keras (EQ).

Berikut beberapa faktor yang dapat menjadikan sesorang yang tidak mampu menjadi mampu karena kemauannya yang menyala-nyala:

  • Meluruskan niat
  • Memiliki kemauan untuk belajar
  • Tahu apa yang ingin dicapai
  • Membayar harga untuk mencapainya

Ingatlah, kalau ada kemauan, insya Allah dimampukan. Yakinilah bahwa Allah pasti akan membantu apa yang ingin kita capai dengan niat yang tulus dan ikhlas. Bahkan, untuk mencapai hal yang sebelumnya pun tidak mampu kita lakukan. Believe it! (Nadya Yutrianti)

Sumber: ukimedianet.blogspot.com

Kata etos berasal dari bahasa Yunani "ethos", artinya watak atau karakter. Jadi Etos Kerja dapat dimaknai sebagai karateristik, sikap, kebiasaan, serta kepercayaan yang bersifat khusus tentang seorang individu atau sekelompok manusia.

Etos kerja dimaksudkan agar setiap pekerja memiliki semangat dan gigih dalam menjalani suatu pekerjaan. Semangat kerja akan berdampak pada keberhasilan atau tercapainya target sesuai dengan apa yang diharapkan. Jika bekerja tanpa semangat, maka pekerjaan yang dilakukan akan meleset dari target dan hasilnya pun kurang maksimal, karena ada keterpaksaan dalam menjalaninya.

Hal yang harus ditanamkan dalam diri kita adalah mencintai pekerjaan yang kita lakukan terlebih dahulu, maka otomatis akan muncul semangat dan gairah dalam bekerja. Selanjutnya akan berdampak pada peningkatan kinerja dan tentunya produktivitas yang meningkat.

Agama Islam mengajarkan adanya keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Dunia. dalam pandangan Islam, ialah sebagai ladang atau sarana untuk beribadah dan beramal, sebagai bekal menuju akhirat. Bekerja atau berusaha merupakan suatu kewajiban kita sebagai seorang manusia, sebab tanpa bekerja seseorang tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Islam bukanlah agama yang hanya mengajarkan kepada umatnya untuk selalu mementingkan urusan akhirat saja. Namun Islam juga bukan agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk mengejar kebahagian dunia semata. Islam mengajarkan kepada kita untuk memperoleh kebahagian di dunia dan di akhirat.

Islam tidak pernah mengajarakan kepada umatnya untuk bermalas-malasan, apalagi hanya meminta atau mengharapkan belas kasihan kepada orang lain karena "tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah". Artinya, orang yang memberi lebih mulia dibanding orang yang menerima pemberian. Sekecil apapun pemberian kita kepada orang lain, jikalau kita ikhlas, insya Allah akan membawa berkah.

Dari pengertian di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa seorang Muslim dalam melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan haruslah didasarkan pada kesungguhan, ketekunan dan keuletan serta mengharapkan ridha Allah Swt. (Muhammad Habib)

Sumber : Muhammad Ridwan Taufik , Alquran Hadits

%AM, %24 %041 %2015 %00:%Mar

Arti Keluarga

Written by

Keluarga adalah anugerah yang luar biasa, Allah Swt berikan kepada setiap orang. Dalam keluarga, kita mendapatkan kehangatan dan perhatian yang sangat besar. Tempat kita berbagi. Selalu ada di kala sedang suka maupun duka. Keluarga tidak akan tergantikan oleh apapun yang ada di dunia ini.

Saya pernah merasakan kehilangan orang yang sangat berharga dalam keluarga. Ada yang hilang dalam diri saya. Orang yang selama ini menghawatirkan saya, menjaga saya, membuat saya tertawa; sudah meninggalkan dunia ini. Rasa kehilangan yang sangat dalam ini sungguh membuat saya kurang semangat waktu itu, sebab tidak akan ada yang bisa menggantikan kehadiran beliau sekarang.

Tapi, saya harus bisa menerima kenyataan bahwa waktu yang Allah Swt berikan kepada beliau sudah habis untuk kehidupan di dunia dan melanjutkan kehidupan yang kekal di akhirat.

Mungkin kita tidak bisa hidup di dunia ini tanpa adanya sebuah keluarga. Bukan bermaksud menduakan Allah Swt, akan tetapi yang saya maksud adalah kita dibesarkan dan dirawat dengan baik oleh keluarga kita. Seorang ayah mencari nafkah untuk menghidupi anggota keluarga dan ibu yang selama ini berkorban demi anak-anaknya serta mengatur segala urusan rumah tangga.

Sayang, kita sering lupa arti sebuah keluarga. Terkadang kita hanya memikirkan bagaimana bisa dapat uang banyak, pekerjaan apa yang akan kita lakukan esok, kegiatan kuliah yang semakin padat dan lain sebagainya. Padahal, rasa kasih sayang sebuah keluarga tidak akan bisa diukur oleh itu semua.

Bagaimana kita harus menyikapi semua ini? Sebenarnya yang perlu kita lakukan ialah membagi waktu dengan keluarga kita, berikan porsi yang cukup untuk keluarga. Di saat waktu libur atau senggang, pergilah bersama keluarga atau sekedar bercengkerama di ruang tamu. Hal itu akan semakin menumbuhkan ikatan batin yang semakin kuat. Karena, jika salah satu dari keluarga kita sudah tiada, maka yang ada hanya rasa sesal yang akan menghampiri kita. Sesal pun tiada berguna karena yang terjadi tidak akan bisa terulang kembali.

Mulai sekarang jangan kita tunda-tunda lagi berkumpul dengan keluarga. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? (Muhammad Habib)

%AM, %18 %041 %2015 %00:%Mar

Percaya Diri

Written by

Percaya diri adalah salah satu aspek dari kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Orang-orang sangat percaya tentang kemampuan mereka yang memiliki harapan realistis, bahkan ketika mereka tidak menyadari, Bahwa mereka tetap mengambil nilai positif.

Percaya diri adalah suatu kondisi mental atau psikologis orang yang memberi keyakinan kuat dalam dirinya untuk melakukan perbuatan. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep-diri negatif, kurangnya rasa percaya diri dalam kemampuannya. Percaya diri adalah suatu kondisi mental atau psikologis, individu-individu yang dapat mengevaluasi keseluruhan keyakinan. Hal itu memberi kemampuan untuk mengambil tindakan dalam mencapai berbagai tujuan dalam hidup.

Orang yang memiliki kepercayaan diri yang baik, mereka memiliki perasaan positif terhadap diri, memiliki keyakinan yang kuat pada dirinya dan memiliki pengetahuan yang tepat mengenai kemampuan. Orang yang memiliki kepercayaan diri yang baik bukan satu-satunya orang yang merasa mampu, tetapi adalah orang yang tahu bahwa ia dapat melakukan sesuatu disebabkan oleh pengalaman dan perhitungan yang dilakukannya.

Sinonimnya adalah: penuh percaya diri, kekuatan batin, citra diri yang positif, keyakinan diri

Ketika hal itu terkait dengan praktek kehidupan sehari-hari, orang yang memiliki kepercayaan diri rendah cenderung merasa seperti:

  • Tidak memiliki apa-apa (keinginan, tujuan, target) untuk berjuang penuh semangat
  • Tidak memiliki keputusan untuk langkah menentukan
  • Mudah frustrasi atau menyerah ketika menghadapi masalah atau kesulitan
  • Kurang termotivasi untuk maju, kemalasan atau setengah-setengah menyelesaikan tugas
  • Sering gagal untuk menyelesaikan tugas atau tanggung jawab
  • Canggung dalam berurusan dengan banyak orang
  • Tidak dapat menunjukkan kemampuan untuk berbicara dan kemampuan untuk mendengarkan secara meyakinkan sebuah percakapan
  • Sering memiliki harapan yang tidak realistis
  • Terlalu perfeksionis
  • Terlalu sensitif

Untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri bagi orang yang memiliki kepercayaan diri rendah, bisa dengan melakukan konseling, pembinaan (mentoring), bahkan Hypnoteraphy. Meningkatkan kepercayaan diri harus dimulai sejak usia dini karena memang sangat penting untuk kehidupan di masa yang akan datang. (Laely Nur Hasanah)

Sumber : artikel-bahasainggris.blogspot.com/2012/11/self-confidence.html

Mungkin tidak setiap orang menyukai susu sapi. Sda pula orang yang memang tidak bisa mengkonsumsi susu sapi, seperti mereka yang bertipe Lactosa Intolerance atau orang yang tidak memiliki enzim Laktase untuk mengubah kandungan Laktosa dalam susu tidak diproduksi saat dewasa. Sehingga orang tersebut akan merasakan sakit pada perut, apabila ada kandungan laktosa dalam makanan yang dicerna oleh lambungnya.

Lalu, bagaimana cara orang-orang yang tidak mengkonsumsi susu untuk mencukupi angka kecukupan gizinya setiap hari? Karena susu termasuk dalam "4 sehat 5 sempurna". Kebutuhan kalsium manusia dalam sehari bisa mencapai 800-1000 mg. Masih banyak alternatif agar angka kecukupan gizi terpenuhi, seperti mengganti susu sapi dengan susu kedelai. Kandungan gizi susu kedelai tidak kalah dengan susu sapi karena kandungan kalsium dalam susu kedelai tinggi, serta masih banyak lagi kandungan yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

Inilah cara sederhana untuk membuat susu kedelai di rumah tanpa bahan tambahan berbahaya dan pemanis buatan:

1. Siapkan kacang kedelai yang sudah direndam kurang lebih selama 24 jam. Manfaatnya untuk memudahkan proses penghancuran, kemudian timbang sesuai volume yang dibutuhkan

2. Cuci bersih dan buang kulit ari kacang kedelai agar tidak bau langu.

3. Proses penghancuran dengan menggunakan blender, tambahkan air setengah dari volume yang dianjurkan (volume 1:8)

4. Penyaringan sari kedelai, lalu pisahkan ampas kedelai.

5. Pasteurisasi hingga suhu 40 derajat Celcius, sambil dibuang busa yang terdapat dalam sari kedelai dan tambahkan gula.

6. Dinginkan susu kedelai.

7. Susu kedelai siap dihidangkan

Proses pembuatannya sangat sederhana, dengan alat yang sederhana pula. Siapapun dapat membuatnya di rumah. (Ratih Septia Giri)

%AM, %16 %041 %2015 %00:%Mar

Rencana untuk Masa Depan

Written by

Masa depan kita adalah keputusan yang kita buat, karena masa depan masing-masing orang tergantung dari perencanaan dan usaha yang ia lakukan. Jika perencanaan matang disertai dengan usaha keras kemungkinan besar masa depannya akan seperti apa yang di inginkan.

Banyak orang yang mengatakan, "Ah, kita mah bagaimana takdir saja." Memang semua peristiwa sudah ditakdirkan oleh Sang Maha Kuasa, namun semuanya akan berjalan sesuai dengan usaha yang kita lakukan. Takdir terbagi dalam dua bagian: Mubrah yaitu yang tidak bisa diuubah seperti ajal, kemudian Takdir Muallaq yaitu yang dapat diubah seperti hasil ujian yang besar atau kecil akan tergantung pada usaha yang kita lakukan.

Masa depan akan lebih ideal, apabila kita menyusun rencana terlebih dahulu. Dari rencana tersebut akan ada suatu kekuatan atau dorongan untuk berusaha dengan baik. Tidak hanya merencanakan, tetapi kita juga harus mengelola apa yang sudah ada atau rencana yang akan dilaksanakan dengan baik, agar hasil yang baik akan tetap terwujud.

Sekitar akhir bulan November 2014, lembaga PPSDMS bekerjasama dengan Laznas BSM mengadakan Training Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan, serta Mapping bersama seorang inspirator yang sangat luar biasa, yaitu Marwah Daud Ibrahim. Semua peserta wajib mengikuti training selama dua hari. Kegiatan ini dilaksanakan di auditorium Gedung PPSDMS dan diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah.

Susunan acara sangat menarik, salah satunya merencanakan masa depan untuk 90 tahun ke depan. Semua peserta diberikan satu lembar besar peta hidup untuk diisi rencana apa saja yang ingin dilakukan di masa depan. Selain merencanakan dan mengelola hidup, kegiatan ini juga mengarahkan peserta ke Masa Depan sesuai dengan bakat yang memang sudah ada pada diri masing-masing sejak lahir.

Kegiatan itu dinamakan dengan Tallent Mapping. Seluruh peserta diharapkan untuk mengisi beberapa pertanyaan mengenai karakter dan bakat. Hasil tes menunjukan bakat apa yang ada pada diri masing-masing peserta.

Kurang lebih tiga bulan setelah pelaksanaan Training MHMMD dan Tallent Mapping, yakni Februari 2015, seluruh peserta membentuk atau digabungkan dengan Komunitas Alumni MHMMD. Hal itu bertujuan untuk mengetahui kemajuan dari rencana yang dibuat peserta pada saat training. Kegiatan ini memberikan banyak pelajaran bagi peserta karena merencanakan adalah sebagian dari keberhasilan. (Ratih Septia Giri)

Saya mengikuti kuliah Change Management, dosen yang mengajar adalah Dr. Bambang Priantono M.T. Di sela penyampaian materi, Dosen bercerita tentang dunia kerja, terutama pengalamanya selama bertugas di berbagai perusahaan. Hal menarik yang disampaikannya adalah kaitan pendidikan dan pekerjaan. Saat ini, Dr. Bambang menjabat sebagai Direktur Utama Lintasarta (anak perusahaan Indosat).

Ia bercerita mengenai pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Begitu pentingnya bahasa Inggris karena bisa mempengaruhi jabatan dalam perusahaan. Ia bercerita mengenai orang-orang yang menjabat di sebuah perusahaan, kemudian tersisihkan, karena tidak bisa mengkomunikasikan gagasan yang bagus dalam bahasa Inggris di depan orang-orang asing.

Ketika orang Indonesia yang pintar dalam lingkungan kerja yang terdapat banyak orang asing di perusahaannya, maka tantangan semakin besar. Misalkan, kita mempunyai pengetahuan sebanyak 10, kemudian karena bahasa asing kita lemah dan tidak bisa menyampaikan gagasan kita dalam bahasa asing secara memadai, maka dari 10 tadi menjadi hanya 4 gagasan saja yang berhasil disampaikan. Akhirnya, para petinggi yang notabene orang asing ini merasa kecewa. Orang pintar itu yang semula orang penting dalam perusahaan kemudian tersisih.

Kita semua pasti ingin berhasil, kemudian yang muncul justru kekhawatiran. Kita harus menguasai ini dan itu untuk bisa berhasil. Dr. Bambang yang sudah berpengalaman merintis berbagai keberhasilan, malang-melintang di perusahaan yang bisa dikatakan maju dan terdepan di Indonesia, sudi berbagi cerita kepada para mahasiswanya yang masih muda. Ia menyampaikan, "Untuk berhasil, setiap orang hanya perlu fokus pada kemampuan, jangan mengandalkan kuliah dan gelar sarjana. Seorang anak, jangan menunggu disekolahkan sampai sarjana untuk menguasai bidang tertentu, cukup lihat kemampuan dan ketertarikan apa yang bisa dikuasai. Bisa terlihat dari masa kecil sampai SLTA."

Jika memang tertarik pada desain, maka fokus saja di sana, tidak perlu menunggu sampai ke universitas untuk menguasainya. Selain itu, juga perlu mencermati kondisi lingkungan, mendukung atau tidak. Kemudian ia memberi contoh yang relevan, bercerita mengenai seorang anak yang suka sepakbola. Anak itu diberitahu, jangan menjadikan sepakbola menjadi fokus utama karir dan profesi. Karena di Indonesia saat ini, jika kita hidup dan bergantung dari sepakbola, maka kondisi akan sulit. Sepakbola di Indonesia belum profesional dan belum maju, kecuali jika kita hidup di Eropa, maka sangat memungkinkan bisa maju karena lingkungan di sana sangat mendukung. Banyak sekolah sepakbola dan para pemain bisa bergaji tinggi.

Itu artinya kita juga melihat realitas di sekeliling, bidang mana yang cukup kuat untuk bisa dijadikan alasan, mengapa kita menekuni bidang tersebut, karena memang mendukung dan kesempatan terbuka lebar. Sementara itu, lihatlah sepakbola Tanah Air kini, carut marut dan sulit untuk membangun karir dan hidup dari sana. Cukuplah sepakbola hanya sebagai hobi.

Lebih jauh lagi, ia memberi contoh public figure yang tidak menyekolahkan anaknya di sekolah formal, tetapi hanya homeschooling. Itu artinya, cukuplah dikembangkan bakat anak yang sudah terlihat, dan bisa berkarya. Kemudian yang paling penting dan harus digarisbawahi adalah mereka bisa hidup dari sana. Cukuplah pekerjaan itu bisa menghidupi karena kemampuan yang diasah sendiri, jangan hanya mengandalkan dunia pendidikan formal.

Dr. Bambang yang sudah memiliki banyak pengalaman ingin memberitahu mahasiswa bahwa tidak hanya menuntut pendidikan formal yang tinggi, namun perlu menekuni bidang yang kita suka dan bisa menghidupi kita, membiayai hidup kita dan kita bisa hidup dari bidang pekerjaan yang kita tekuni dan kita minati. Bisa saja saat kuliah, kita mendapatkan banyak ilmu, tetapi jangan mengandalkan itu saja.

Perusahaan itu kejam, persaingan ketat, siapa yang tidak memenuhi target pekerjaan, maka harus siap diganti. Belum lagi adanya kontrak kerja atau yang dikenal dengan istilah outsourcing. Hingga seorang direktur bisa mengundurkan diri dari jabatanya karena tidak cocok lagi, tidak cocok dengan lingkungan yang telah berubah, tidak seperti lingkungan yang sebelumnya karena pucuk kepemilikan telah berganti dan pemegang saham tidak sejalan dengannya.

Jabatan, uang, atau penghasilan yang besar tidak menjamin hidup kita otomatis nyaman dan membuat kita bahagia. Belum tentu kita bisa menikmati hidup ini, jika kita mempunyai jabatan wah dan gaji tinggi. Bayangkan, direktur itu mengundurkan diri dari jabatan yang bisa disebut sebagai jabatan bergengsi, jabatan yang sulit diraih, dengan gaji yang besar. Siapa yang tidak tergiur? Tapi, dia justru meninggalkannya.

Saatnya kita menyadari, betapa di usia muda ini tentu masih ingin melakukan banyak hal. Kita juga ingin merasakan apa itu persaingan di perusahaan, mengerjakan banyak hal dan berbagi manfaat untuk banyak orang.

Untuk kita, yang telah masuk ke perguruan tinggi, Dr. Bambang mengingatkan agar tidak menyia-nyiakan peluang begitu saja. Jika kita yang kuliah hanya memiliki kemampuan standar, maka percuma saja kuliah. Tak usah kuliah, jika sama saja hasilnya. Gali terus potensi setinggi mungkin, pelajari bahasa Inggris agar maksimal. Kita tidak boleh minder dan kalah oleh mahasiswa yang berasal dari almamater bonafid.

Karena yang dilihat di lapangan nanti adalah kemampuan, skill yang berbicara. Bila keterampilan kita lebih bagus, bahasa Inggris lebih jago dan lebih baik dari mahasiswa yang berasal dari universitas ternama, maka kita yang diambil. Untuk itu, jangan sia-siakan kesempatan yang telah diberikan kepada kita saat ini.

%AM, %02 %041 %2015 %00:%Mar

Jangan Salahkan Takdir

Written by

Takdir ialah suatu ketetapan Allah Swt yang sudah ditentukan meliputi waktu, tempat, dan ukurannya. Semua yang terjadi di langit dan bumi ini sudah ada takdirnya, termasuk kita sebagai manusia. Sebagian manusia menggunakan kata takdir sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Padahal, takdir itu sendiri ternyata bisa diubah, dengan izin Allah Yang Mahakuasa. Memang ada beberapa takdir yang hanya Allah Mahatahu dan manusia tidak bisa mengubahnya, akan tetapi kita berusaha untuk menjadi yang makhluk terbaik dengan segala amal kebaikan, bukan malah berpangku tangan.

Ada beberapa cara agar kondisi kita dapat diubah oleh Allah Ta'ala dari nasib buruk ke nasib baik:

Yang pertama adalah doa. Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah Bin Umar, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdoa, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya doa bermanfaat bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada doa." (HR Imam Turmidzi dan Hakim)

Sebagian di antara kita ada yang dilahirkan dari keluarga kurang mampu dan kita tidak bisa mengubah takdir dari masa lalu, akan tetapi di masa depan kita bisa mengubah takdir kita agar menjadi keluarga yang lebih baik dan sejahtera, dengan cara banyak berdoa dan tentunya berusaha.

Kedua, yaitu bersedakah. Rasullulah Saw bersabda: "Silaturahim dapat memperpanjang umur dan bersedekah dapat mengubah takdir yang mubram." (HR Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan al-Hakim)

Maksud dari takdir yang mubram ialah takdir yang tidak bisa berubah walau kita berdoa dan bekerja keras karena sudah menjadi ketetapan Allah. Jika kita tertimpa musibah kerugian karena sesuatu alasan, maka bersedekah akan dapat menghindarkan diri dari takdir itu.

Ketiga adalah bertasbih. Hadits yang diriwayatkan dari Sa'ad ibnu Abi Waqqash, Rasulullah Saw bersabda: "Maukah kalian aku beritahu doa, yang jika kalian memanfaatkan itu ketika kalian tertimpa kesedihan atau bencana, maka Allah akan menghilangkan kesedihan itu? Para sahabat menjawab: "Mau, wahai Rasulullah." Rasulullah bersabda, "Yaitu doa 'Dzun Nun': "Laa Ilaaha illa Anta, subhanaka inni kuntu min adh-dholimin" (Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim)." (HR Imam Ahmad, at-Turmudzi, dan al-Hakim)

Mudah-mudahan kita dapat mengamalkan doa tasbih ini. Jadi, tidak ada alasan bagi kita menyalahkan takdir. Segala sesuatu yang sudah terjadi, itulah takdir kita. Tapi, di hari yang akan dating, kita harus terus berusaha mengubah takdir yang dapat kita ubah, dengan berusaha semampu kita. Karena harapan itu selalu ada, insya Allah. (Muhamad Habib, Mahasiswa STT NF angkatan 2014)

Sumber: www.motivasi-islami.com/rahasia-mengubah-takdir/