Rabu (5/12), Amalia Rahmah, MT. (Ketua Program Studi Sistem Informasi STT-NF) menghadiri acara IS CIO Forum dari AISINDO (Association for Information Systems Indonesia) di Balai Kartini, Jakarta Selatan. AISINDO adalah asosiasi profesional utama bagi individu dan organisasi yang memimpin penelitian, pengajaran, praktik, dan studi sistem informasi di seluruh dunia.

Tahun ini, tema yang didiskusikan mengenai tren dan isu terbaru di sistem informasi. Tujuannya untuk menghubungkan akademisi dengan industri, serta menyoroti masalah krisis talenta ahli sistem informasi (SI) dan teknologi informasi (TI). Pada forum ini juga STT Nurul Fikri berkesempatan menandatangani MoU yang diwakilkan oleh Ketua Prodi STT-NF.

Selain STT Nurul Fikri, MoU ditandatangani oleh Akademisi antara lain, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, STMIK Widya Cipta Dhrama, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Institut Tekniologi dan Bisnis Kalbis, STIMIK Banjarbaru, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas MH Thamrin, Universitas Darwan Ali, Universitas Trunojoyo, Universitas PGRI Madiun, STT Nurul Fikri, Telkom University, Universitas Muhammadiyah Kudus, STIMIK AMIKOM Purwokerto, dan Universitas Lancang Kuning. Dan perwakilan Industri antara lain, PT. Elang Mahkota Teknologi (EMTEK GROUP), TopKarir Indonesia, UnionSpace, VOffice, PT. Andromedia, dan PT. Electronic Data Interchange Indonesia.

Adapun point-point dari MoU tersebut secara garis besar antara lain, Kunjungan Industri (Study Excursion); Magang (Internship); Kerjasama penelitian, proyek bersama (joint project) dan pengabdian masyarakat; Pengembangan program pengajaran dan dosen tamu; Penyelenggaraan event-event bersama; Kerjasama pengembangan kompetensi dan pengetahuan, dapat berupa (namun tidak terbatas pada) training, workshop, kuliah umum, dan seminar; dan Program-program lain yang bermanfaat dan telah disepakati.

Published in Kegiatan Kampus

Tepat pada tanggal 25 September 2017 STT NF melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan Laboratorium Physical Statistic Kyoto University terkait kolaborasi pendidikan yang meliputi kerjasama riset, pertukaran informasi pendidikan, dsb. Profesor Umeno sebagai Kepala Laboratorium Physical Statistic mengatakan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan tidak dibatasi oleh batas batas negara. Siapapun yang punya mimpi bisa mewujudkan mimpinya jika konsisten dalam kerangka pengembangan iptek.

Menurut beliau, di Jepang 13 tahun yang lalu social media belum banyak seperti sekarang, tapi ada aplikasi sosial media yang disebut Mixi, yang ternyata dibuat pelajar indonesia di jepang, sehingga social media Mixi pernah menjadi terpopuler di Jepang. Sosial media yang terbesar di Jepang itu berkat iptek. Ini merupakan contoh bahwa dengan iptek dan mimpi yang besar, batas-batas negara, batas-batas pendidikan, budaya, dsb bukan menjadi penghalang untuk menjadi lebih maju. Prof. Umeno mengatakan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri diharapkan dapat menjadi titik awal kedua pihak untuk lebih mengembangkan potensi dan mimpi bukan hanya untuk kedua institusi tapi bagi kedua negara.

Dr. Rudi Lumanto, Ketua Yayasan Nurul Fikri dalam sambutannya mengatakan bahwa kerjasama dan kolaborasi adalah sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan di era sekarang. Dengan kolaborasi maka cara pandang akan semakin luas, kemampuan memecahkan masalah menjadi semakin cepat dan akurat. Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri yang unggul dalam riset dan pengembangan bidang aplikasi mobile sangat berbangga bisa melakukan kerjasama dengan Kyoto University.

Selain dengan Kyoto University, Penandatanganan MoU juga dilakukan antara Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri dengan Islamic Boarding School atau Pesantren Al Kahfi. Pesantren Al Kahfi yg meluluskan 300 siswa SMA setiap tahunnya, 40 persennya melanjutkan pendidikan ke bidang iptek. Karena ada kesamaan prinsip yang dimiliki kedua pihak yaitu mencetak lulusan yangg berintegritas, Kerja sama menjadi lebih mudah dan berkelanjutan. Rudi mengatakan lulusan siswa Al Kahfi yang sudah terbangun integritasnya menjadi semakin baik di Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri dan bahkan ditambah dengan kesempatan membangun kemampuan iptek kelas dunia. Dalam penandatanganan MoU ini hadir juga menyaksikan beberapa Direktur dari Perusahaan Fujitsu dan K Optic Jepang.

Published in Kegiatan Kampus