Pengumuman PILMAPRES… akhirnya setelah sekian lama para peserta PILMAPRES (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) di karantina, dengan berbagai pelatihan dan seleksi, tepat pada tanggal 07 Maret 2019 kampus STT Terpadu Nurul Fikri memutuskan 2 (dua) Mapres sebagai pemenang PILMAPRES yaitu kategori Mapres Utama dan Mapres Favorit. Dengan apresiasi berupa sertifikat dan bingkisan kepada kedua mapres yang terpilih sebagai mapres utama dan mapres favorit

Pada pilmapres tahun 2019 yang mejadi mapres utama adalah LIA KHAIRUNNISA mahasiswi (SI 2016). Lia juga merupakan mapres utama pada tahun 2018 hingga saat ini dia masih mempertahankan gelar mapresnya dan mapres favorit yang terpilih adalah AYU AMALIA (SI 2017). Kedua mapres ini dikenal hampir seluruh mahasiswa dengan mahasiswa segudang prestasi.

Penyerahan sertifikat dan bingkisan diberikan diruang AUDITORIUM STT Terpadu Nurul Fikri pada saat selesai acara pelantikan LFK STTNF yang diberikan langsung oleh kemahasiswaan.

“Selamat kepada mapres yang sudah terpilih semoga senatiasa memberi inspirasi dan kebermanfaatan” ujar panitia PILMAPRES 2019

Published in Kegiatan Kampus

Halo sobat Nurul Fikri, kali ini kita kedatangan kisah baru lho.. baru-baru ini STT Terpadu Nurul Fikri tengah melaksanakan Program Pilmapres (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) dan keluarlah dua nama sebagai Mapres Utama yaitu Lia Khoerunnisa mahasiswi STT Terpadu Nurul Fikri Jurusan Sistem Informasi 2016 dan Mapres Terfavorite yaitu Ayu Amalia mahasiswi STT Terpadu Nurul Fikri Jurusan Sistem Informasi 2017.

Ada hal yang menarik datang dari pemenang Pilmapres kategori Mapres Terfavorite, mahasiswi yang akrab dipanggil Ayu ini berhasil menjadi Mapres Terfavorite setelah melalui rintangan yang berat. Yah bagaimana tidak, mahasiswi yang juga aktif berorganisasi dan kegiatan kemasyarakatan ini harus mengatur waktunya yang begitu padat untuk bisa mengikuti seleksi dan pelatihan Pilmapres dan juga keakademikan. “Aku seneng banget Ya Alloh.. Alhamdulillah.. nggak sangka bisa jadi mapres terfavorite, semua ini juga berkat dukungan temen-temen semua.. terima kasih” ujar Ayu, yang mengutarakan rasa syukurnya.

Dengan kesibukannya kerap kali Ayu susah mengatur waktu sehingga menimbulkan masalah, tapi dengan semangatnya, dia tidak pernah menyerah. “Yah seringkali aku down tapi ada temen yang nyemangatin gitu.. harus bangkit lagi..” ujar Ayu. Selain kesibukan kuliah, mahasiswi yang mendapat gelar Mapres terfavorite ini juga adalah seorang Guru di SMP Terbuka Nurul Fikri. Dengan niat mengabdi kepada masyarakat, dia ingin pengetahuannya bisa bermanfaat bagi orang lain dengan cara mengajar.

Sampai saat ini, Ayu sedang mengikuti Program Pertukaran Pelajar Indonesia-Malaysia. Sungguh kisah yang sangat menyentuh datang dari mahasiswi biasa yang gigih dalam berusaha dan pantang menyerah. Lanjutkan perjuanganmu.

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %03 %169 %2019 %03:%Mar

Penghargaan Untuk Mahasiswa Berprestasi

Sabtu, 23 Februari 2019 setelah selesai diadakan kuliah umum, STT Terpadu Nurul Fikri memberikan penghargaan kepada mahasiswanya yang telah mendapatkan juara dalam berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Terdapat 5 mahasiswa yang mendapatkan penghargaan tersebut, diantaranya Agung Prayoga sebagai peraih juara pertama lomba Maphathon ITB tahun 2019, Widhi Annisah sebagai juara pertama kejuaraan silat Sinar Warna Nusantara 2018, Ibrahim Syafiq Musyaffa sebagai peraih juara III perlombaan Desain Logo oleh Kementrian Sosial pada tahun 2018, Rizka Amalia Apriliani dan Laila Nafila sebagai juara I lomba Analisis Sistem informasi (ANSI) di Universitas Budi Luhur  2018 silam.

 

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi dari kampus kepada para mahasiswa tersebut karena telah berhasil mengukir prestasi yang luar biasa dan membawa harum nama kampus STT Terpadu Nurul Fikri di tingkat nasional maupun internasional. Mahasiswa berprestasi ini pun secara tidak langsung memberi motivasi dan contoh kepada mahasiswa lainnya untuk terus mengejar prestasi dan terus berjuang membesarkan nama Nurul Fikri baik di kancah nasional ataupun internasional. Kami ucapkan selamat dan terimakasih kepada para jawara yang telah membuat STT Terpadu Nurul Fikri bangga akan prestasi yang telah raih.

Published in Kegiatan Kampus

Siapa sangka wanita berbadan mungil, berwajah bulat dan memiliki senyum kecil yang lembut ini adalah sosok yang sangat berjuang keras untuk meraih mimpi. Pantang menyerah, mungkin itulah kata yang dapat menggambarkan dirinya. Memiliki rutinitas bangun pagi, sarapan, sholat subuh, tadarus, dan kuliah menjadikan kebiasaan tersebut terlihat biasa-biasa saja di mata kebanyakan orang. Namun ternyata ada hal yang tidak disangka dari wanita yang akrab dipanggil Lia ini, pasalnya ia merupakan seorang Public Speaker yang cukup handal dalam bidang yang tengah digelutinya tersebut.

Menulis menjadi hobi yang sangat digemari Lia dan dari hobi inilah ia mengasah kemampuannya dalam hal tulis-menulis. Lia merupakan sosok yang unik karena mencintai  berbagai perbedaan dan tantangan, disiplin, percaya diri, serta memiliki komitmen tinggi. Sisi kepribadian itulah yang mengantarkan dirinya menjadi public speaker yang adaptable dengan berbagai acara yang dibawakannya mulai dari acara semi formal seperti seminar dan talkshow hingga informal seperti acara musik beraliran rock dapat ia bawakan dengan baik. Sebagai seorang public speaker, menurutnya hal yang paling berkesan dan membahagiakan adalah ketika dirinya dapat menyelesaikan tugas dengan baik, yaitu membawakan acara dengan penuh penjiwaan serta membuat audiens bahagia menikmati setiap kata yang ia ucapkan ketika beraada diatas panggung.

Di sisi lain, sebagai seorang public speaker yang terkesan begitu riang, ternyata Lia memiliki cita-cita yang tak disangka yaitu menjadi staff di KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi. Karena menurutnya, menjadi agen anti korupsi adalah cita-cita yang harus ia raih untuk menyelamatkan Indonesia dari tikus-tikus berdasi yang kian merajalela di negeri merah putih ini. Dari cita-citanya tersebut, ternyata Lia bukan saja sosok yang unik namun juga sosok yang beragam. Pasalnya Lia merupakan lulusan sebuah SMK jurusan Farmasi, kemudian melanjutkan kuliah dengan jurusan IT, berprofesi sebagai public speaker, dan bercita-cita sebagai seorang anti koruptor di bawah naungan lembaga bernama KPK. Co-Founder dari #kelasberani ini memang memiliki perencanaan yang matang sejak dini dan terus berusaha mewujudkan keinginannya dengan segala kemampuan yang dimiliki saat ini.

Prestasi yang diraih Lia ternyata cukup banyak. Saat SMK, ia lulus dengan nilai terbaik di jurusannya dan meraih gelar sebagai juara umum. Ia pun pernah menyabet gelar sebagai juara 2 olimpiade farmasi tingkat kabupaten saat menduduki bangku SMK. Menurutnya momen tersebut cukup berkesan dan memberikan rasa tersendiri ketika mengenangnya. Saat itu, ia bersama tiga teman lainnya membuat Body scrub dari kulit pisang, sebuah produk kecantikan alami yang belum pernah ada sebelumnya. Tak hanya itu, Mahasiswa peraih IP 4 ini juga pernah mendapat penghargaan sebagai karyawan tauladan dari sebuah klinik tempat bekerjanya dahulu dengan posisi sebagai ketua Instalasi Farmasi.

Jika mengulik Lia, ternyata ia memiliki sisi-sisi yang tak biasa. Lia juga ternyata memiliki cukup banyak pengalaman di bidang politik. Ia pernah menjadi Panwaslu Pilkada Jabar beberapa bulan silam dan berencana untuk menjadi Panwas Pilpres 2019 mendatang, kemudian ia pun pernah menjadi duta sebuah proyek yang dicanangkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan Indonesia) bersama ADB (Asian Development Bank) terkait keuangan inklusif di Indonesia, serta pernah menjabat sebagai panitia sensus penduduk Kabupaten Bogor. Lia, yang juga memiliki keinginan untuk menjadi presenter ini memiliki rencana untuk bergabung bersama para jurnalis senior di Indonesia melalui wadah bernama depoknews.com dan depokbersahabat.id dengan memberikan kontribusi berupa tulisan dan mengikuti berbagai pelatihan jurnalistik untuk mengasah  kemampuannya dalam menulis dan public speaking. Akhir kisah tentang Lia, ternyata ia tak ingin bisa dan berhasil sendirian. Ia tak  hentinya menggembor-gemborkan mahasiswa STT-NF untuk ikut serta belajar berbicara melalui #kelasberani yang ia inisiasikan bersama salah satu dosen STT-NF. Dan Lia juga berpesan kepada teman-teman mahasiswa lainnya untuk selalu merasa lapar dan haus akan ilmu, walaupun mungkin ilmu tersebut belum kita ketahui dan kita rasakan manfaatnya saat ini. Karena siapa tahu dari ilmu-ilmu yang dipelajari saat ini justru menjadi peluang kesuksesan kita di masa depan.

Published in Kisah dan Curhat

Sumatera Barat, salah satu provinsi di Indonesia rupanya bukan saja menyimpan banyak keindahan alam namun juga memiliki putra-putri bangsa dengan potensi yang luar biasa, Muhammad Fadhil Hilmi salah satunya. Laki-laki yang berasal dari desa Pariangan, Sumatera Barat—salah satu desa yang indah karena lokasinya di lereng gunung berapi—ini memang memiliki kisah yang cukup unik untuk diulik.

Muhammad Fadhil Hilmi dibesarkan dan mengenyam pendidikan selama 9 tahun di ibu kota Jakarta. Hilmi—begitu sapaan akrabnya—menikmati bangku sekolah di Jakarta hingga jenjang SMP. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Pertama lalu ia melanjutkan pendidikan SMAnya di daerah asal, Sumatera Barat. Saat menempuh jenjang SMP dirinya mengaku tak pernah semangat belajar serta enggan bersosialisasi dengan teman sebaya. Kondisi yang berbanding terbalik ketika dirinya memasuki bangku SMA. Merasa paling keren, gaul serta paling unggul dan paling pintar sebagai ‘anak Jakarta’ membuatnya angkuh. Yang lama-kelamaan membuat lelaki yang kini berusia 21 tahun ini tak nyaman karena terus berprilaku yang bertentangan dengan naluri hati kecilnya sebagai makhluk sosial. Hingga akhirnya ia menyesali perbuatannya tersebut dan tak ingin lagi meremehkan orang lain.

Berawal dari bantuan saudaranya, Hilmi bertekad menjadi pribadi yang lebih baik. Berjanji untuk mempersembahkan usaha terbaik di setiap langkah, mulai bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, serta tidak akan pernah menyerah. Mengantarkannya meraih posisi sebagai salah satu siswa yang mendapat peringkat 10 besar. Tak hanya itu, Hilmi pun berhasil meraih penghargaan sebagai juara dua lomba Blogging Cybercity. Tentu ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan dan bukan hal yang didapat dengan percuma, namun dengan perjuangan yang luar biasa. Bertransportasikan sepeda ontel dan belajar komputer hingga pukul 11 malam rela dilakukan demi menempati janji memberikan yang terbaik termasuk di moment sebagai peserta lomba Blogging Cybercity ini.

Merasa terombang-ambing untuk mengambil langkah setelah menyeselesaikan pendidikan SMA, membuatnya terus meminta pada Allah untuk ditunjukan jalan terbaik yang harus ditempuh. Hingga akhirnya ia mendapatkan pertolongan tersebut yang lagi-lagi melalui saudaranya sebagai perantara. Mencoba mengikuti tes masuk Perguruan Tinggi Negeri SNMPTN dan SBMPTN menjadi pilihannya di tahun pertama setelah lulus SMA. Namun sayangnya ternyata keberuntungan belum memihak pada Hilmi. Sosoknya yang berpegang teguh pada prinsip “Proses tidak akan pernah mengkhianati hasil” membuatnya mencoba mengikuti tes kembali di tahun berikutnya yang tentunya juga dengan usaha dan doa yang lebih besar. Tapi kembali disayangkan, ternyata Dewi Fortuna belum juga memihak. Keadaan tersebut tak membuatnya menyerah, tekadnya untuk melanjutkan pendidikan tetap membara.

Berawal dari sebuah seminar yang diadakan STT-NF dengan menghadirkan pembicara hebat yang kemudian mengantarkannya seperti saat ini, menjadi titik balik atas segala harapan dan mimpi yang harus diraih. Tidak pantang menyerah dan fokus dengan tujuan adalah kata yang pantas untuk menggambarkan sosoknya yang terus berusaha untuk melampui kemampuan yang dimilikinya. Aktif di organisasi BEM sebagai Menteri Pendidikan dan keilmuan (P & K), menjadi Project Officer pada kegiatan incubator PKM, mendapatkan gelar Mahasiswa Berprestasi di STT-NF dan menjadi asisten dosen Database selama dua tahun menjadikan pemuda Pariangan ini memiliki nilai diri yang tidak dimiliki oleh orang lain. “Kampus boleh kecil tapi pikiran harus seluas dunia” itulah pesan yang diberikan Hilmi kepada rekan mahasiswa STT-NF seperjuangan terutama untuk dirinya sendiri agar tetap menjadi pribadi yang beryukur dan pantang menyerah dengan keadaan.

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %12 %290 %2018 %05:%Jul

Auzan: “Say Hello to Junior”

Tahun ajaran baru hampir dimulai, semua kampus sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut calon mahasiswa baru (camaba), begitu pula kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Bukan hanya bagian staff dan adminitrasi kampus saja yang sibuk bekerja mempersiapkan pendaftaran, tapi juga mahasiswa yang ikut serta dalam panitia Orientasi Akademik. Memang sudah menjadi adat dan budaya perguruan tinggi, mengadakan Orientasi Akademik guna memperkenalkan kepada calon mahasiswa baru seputar kampus yang akan ditinggalinya.

Setiap kampus mempunyai gaya masing – masing dalam pelaksanaan orientasi akademik ini, begitu pula di kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Kampus ini punya gaya tersendiri dalam pelaksanaan orientasi akademiknya, di kampus ini pelaksanaan orientasi akademik dikenal dengan nama ORMIK. Panitia ORMIK sendiri diambil dari mahasiswa – mahasiswa pilihan dari angkatan 2015 sampai angkatan 2017.

Dari sekian banyak panitia ORMIK tahun ini, Auzan Assidqi mencantumkan Namanya dalam deretan panitia. Ya, memang mahasiswa yang kerap dipanggil ozan ini merupakan mahasiswa yang aktif baik dalam organisasi maupun akademik. Tercatat auzan mengikuti BEM dan juga IT Klub Robotik, selain itu juga dia sempat lolos seleksi Dicoding depok. Selain aktif berorganisasi, ozan juga berprestasi dibidang akademik. Terbukti pada semester lalu dia mendapat gelar “Mahasiswa Berprestasi”.

Bagi ozan sendiri, ORMIK tahun ini sangat berkesan karena ini pertama kalinya dia menjadi panitia. “Tidak terasa udah satu tahun di STT NF, kemarin di ospek sekarang nge-ospek. Yah berkesan banget lah karena pertama kalinya jadi panitia” ujar Auzan. Dirinya tak menyangka akan menjadi panitia ORMIK tahun ini. meskipun begitu, dia tetap senang mendapat kesempatan menjadi panitia. “Ya.. nanti saya bisa bilang hello ke junior saya hehe.. Alhamdulillah bisa bertemu dan berkenalan lebih awal dengan camaba” tambahnya.

Menjadi panitia ORMIK merupakan pekerjaan baru bagi Auzan, artinya berbagai kesibukan baru akan dihadapinya. ORMIK merupakan satu dari sekian banyak kesibukan yang dihadapinya. Selain ORMIK, Auzan mempunyai kesibukan di IT Klubnya membuat project untuk demonstrasi di acara ORMIK. Meskipun begitu, auzan tetap bisa memanajemen waktu dengan sangat baik. Dia selalu aktif mengikuti rapat pannitia ORMIK dan juga tidak lupa dengan pekerjaannya di IT Klub. “Capek sih enggak, tapi kadang suka bingung, hari ini ada acara apa dan dari mana. Tapi alhamdulillah jika dijalani dengan ikhlas, pekerjaan berat pun terasa ringan”. Imbuhnya pada saat pers.

Menjadi mahasiswa aktif dalam organisasi tidak menutup dirinya dari target “mahasiswa berprestasi” semester ini. Berbagai kesibukannya tidak mengurangi semangat belajarnya dan melupakan akademik. Berbagai kesibukannya dijadikan tolak ukur kebehasilannya memanajemen waktu. Sebuah pelajaran berbarti bagi mahasiswa lainnya untuk tetap aktif beroraganisasi tapi juga tidak melupakan akdemik.

Published in Kisah dan Curhat

Huda Izzatul Haq lahir Dijakarta selatan, 10 mei 1998. Huda mulai masuk ke STT Terpadu Nurul Fikri pada tahun ajaran baru 2017 lalu. Dia mengambil jurusan tekhnik informatika. Sebelum masuk STT NF Huda lulusan dari sekolah jurusan IPA yang tidak belajar mengenai IT secara spesifik sebelumnya, bisa dikatakan dia termasuk orang yang asing dengan jurusan Teknik Informatika. Dengan kondisi yang tidak mengerti IT dia bertekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan kesungguhannya membuahkan hasil, Huda tercatat sebagai mahasiswa berprestasi STT NF “Tidak mudah untuk menjadi mahasiswa berprestasi. Tau sendiri lah saya bukan orang IT, Harus ada perjuangan dan pengorbanan” ujar huda.

Meskipun berlatar belakang siswa SMA jurusan IPA, sama sekali tidak menjadi hambatan bagi dirinya untuk terus mempelajari dan memahami setiap matakuliah yang ada sampai menjadi mahasiswa berprestasi. 

Huda adalah satu dari sekian banyak mahasiswa yang berprestasi, karena menjadi berprestasi bukan untuk orang yang pintar, tapi untuk orang yang mau. Mau belajar, mau berusaha dan mau aktif dalam akademik maupun nonakademik.

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %12 %131 %2018 %02:%Mei

Auzan As-sidqi : Teman dan Dosen kedua

Lagi – lagi STT Terpadu Nurul Fikri melahirkan mahasiswa terbaiknya. Setelah beberapa tahun terakhir tercatat lebih dari 20 Mahasiswa terbaik jempolan STT Terpadu Nurul Fikri. Kini angkatan termuda melahirkan satu dari sekian banyak mahasiswa berbakat. Dialah Auzan As-sidqi. Mahasiswa Teknik Informatika 2017 yang akrab dipanggil Ozan ini merupakan salah satu dari sekian banyak mahasiswa berprestasi semester ganjil 2018 lalu. Bukan hanya berprestasi dibidang akademik tapi juga dikenal sangat bersahabat oleh teman se-angkatannya.

            Menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti dia setiap waktu dihabiskan untuk belajar. Mengingat banyak kesibukan yang dia lakukan setiap hari, sangat sedikit jam belajar yang dia punya terlebih dia menjadi seorang Driver Ojek Online untuk menambah uang saku dan membayar biaya kuliah. “yah Alhamdulillah saya jadi mapres semester lalu, meskipun sibuk dengan kerjaan tapi masih bisa menyempatkan untuk belajar meskipun sebentar.” Ujar Auzan (09/06/18).

            Mengingat kesibukannya sebagai mahasiswa dan pekerjaanya sebagai driver ojek online tentu bukan hal mudah baginya menyempatkan belajar. Auzan memiliki trik tersendiri untuk belajar dan mengulang materi yang telah berlalu. “kalau untuk belajar sih saya ada triknya. Dengan mengarkann teman yang lain membuat saya bisa mengulang pelajaran dan mengingatnya kembali.” Imbuhnya ketika pers. Yah, dengan mengajarlah Auzan bisa mengulang pelajaran dan secara tidak langsung dia bisa belajar lebih bahkan memahaminya. Bukan hanya untung bagi dirinya sendiri tapi juga bermanfaat bagi temannya yang lain. “dia orang yang baik, mau menyempatkan waktunya untuk mengajarkan kita tentang materi yang sulit.dengan penyampaian yang baik dan juga sebagai teman, kita jadi mudah faham dengan materi yang disampaikan.” Ujar salah seorang mahasiswa yang ikut belajar bersama Auzan.

            Bukan karena pujian bukan pula karena uang, Auzan juga mengajarkan ilmu yang dia miliki karena ingin menjadi orang yang bermanfaat “Namanya juga manusia, kalau bisa bermanfaat bagi yang lain kenapa tidak !, bahkan bermanfaat juga bagi diri sendiri. Tak ada alasan untuk tidak mengajar.” Imbuhnya menjelang akhir pers. Menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti harus menyembunyikan ilmunya dan fokus untuk dirinya sendiri, Auzan tidak biasa menjadi orang egois yang hanya peduli dengan dirinya sendiri.

            Jika berpikir menjadi mahasiswa berprestasi harus menjadi nomor satu dan mengalahkan yang lain, tentu itu adalah pikiran egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Lain halnya dengan Auzan, dia yakin bahwa dengan mengajar orang lain bisa membuat dirinya lebih memahami materi dan belajar lebih asyik bahkan bisa membuat mahasiswa yang lain berkesempatan menjadi mahasiswa berprestasi juga. Alasan itulah yang membuat Auzan bertahan dan suka rela mengajar teman – temannya.

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %07 %163 %2018 %02:%Apr

Isfahani dan Google DSC Leader

Halo kamu, iya kamu, kamu mahasiswa IT. Gimana kabarnya kodingan? Pastinya lancar dong. Oh iya, kamu pasti pernah denger DSC kan ? iya DSC (Developer Student Club). DSC adalah program Google yang ditunjukan kepada mahasiswa dan mahasiswi di Indonesia yang ingin belajar lebih mandalam tentang pengembangan aplikasi mobile dan web. Program ini terbuka bagi seluruh mahasiswa maupun mahasiswi dengan semua tingkatan kemampuan, dari developer pemula yang baru belajar hingga mereka yang sudah menjadi developer tinngkat lanjut yang ingin mengembangkan kemampuannya. DSC ini telah memiliki program di 60 kampus se-indonesia, salah satunya adlah STT Terpadu Nurul Fikri.

Jika ngomongin soal DSC, pastinya sudah tidak asing lagi mendengar nama Isfahani Ghiath. Dia adalah DSC Lead dari Kampus STT Terpadu Nurul Fikri, Jakarta Selatan. Dari sekian banyak DSC lead se-indonesia, Ishahani adalah salah satu mahasiswa yang memilki jam terbang padat. Tentu saja sangat wajar bagi mahasiswa seperti dia yang memilki segudang prestasi.

Sejak kecil, Mahasiswa kelahiran Sulawesi Selatan, 28 Juni 1997 yang akrab di panggil Isfa itu telah banyak menorehkan prestasi terutama dibidang IT. Bagaimana tidak, sejak SD dia sudah mulai belajar pemrograman dasar yang pada saat itu belum memilki fasilitas sendiri. Dia belajar masalah pemrograman di warnet. Tidak seperti anak lainnya yang datang ke warnet hanya untuk bermain, dia menghabiskan jam per jam di warnet untuk belajar pemrograman. Sampai saat menginjak SMA, dia telah berhasil menuai banyak prestasi dibidang IT.

Hingga saat ini, prestasinya kian meningkat bahkan menjadi salah satu Google DSC Leader wilayah Jabodetabek. Baru beberapa hari kebelakang, google DSC wilayah Yogyakarta mengadakan acara “Kartini Developer” yang diadakan oleh DSC UIN Sunan Kalijaga bekerjasama dengan DSC UPN Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Hartini. Acara yang digelar pada tanggal 18 Maret 2018 itu mengahdirkan sejumlah pemateri ahli diantaranya Anggit Yuniar Pradito (Founder Omnicreativore Studio), Sendy Aditya Suryana (Software Enginer at PrismApp) dan Isfahani Ghiath (DSC Lead STT Nurul Fikri, Jakarta). Dari sekian banyak DSC Lead se-indonesia, Isfahani terpilih menjadi pemateri dalam acara besar tersebut beserta pemateri ahli lainnya.

Isfa menaruh harapan besar kepada seluruh mahasiswa hsusunya mahasiswa IT, untuk senantiasa semangat dan proaktif dalam belajar dan berkomunitas. Dia juga mennaruh harapan supaya mahasiswa IT bisa menjadi penerus DSC Lead ini terutama bagi Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri “saya berharap Mahasiswa STT NF ini ada yang bisa menjadi penerus saya di DSC Lead ini.” Ujarnya pada saat pers di STT Terpadu Nurul Fikri. Tentu saja hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri untuk senantiasa belajar dan proaktif dalam berkomunitas untuk meneruskan jejak langkah Isfa sebagai DCS Lead. “saya berharap juga semoga seluruh mahasiswa STT NF ini lebih semangat untuk meningkatkan kualitas dan menjadi developer yang handal karna Indonesia ini memerlukan kita sebagai penerus bangsa” Tambahnya pada saat Pers STT Terpadu Nurul Fikri 22 Maret 2018.

Bukan masalah pintar atau tidak, tapi semua ini tentang Belajar dan Proaktif untuk bisa menjadi developer yang handal. Tentusaja Isfahani Ghiath juga tidak langsung ahli dalam bidang IT, tapi ada proses belajar terlebih dahulu. Hal inilah yang akan membedakan setiap mahasiswa IT terhadap prestasinya. Seberapa tekun dia belajar, seberapa aktif dia dalam berorganisasi, itulah yang akan menjadi kunci keberhasilannya. Bukan hanya menjadi seperti Isfahani, tapi lebih daripada itu tergantung diri sendiri

Published in Kisah dan Curhat

Kuliah Umum menjadi agenda rutin saat menjelang ataupun telah masuk semester baru di Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri.

Menginjak tahun 2018, mahasiswa STT-NF telah memasuki tahun ajaran semester genap. Di tengah kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung, tepatnya pada Selasa, 6 Maret 2018, Kampus yang memiliki tagline Technopreneur Campus ini mengadakan kuliah umum dengan tema dan suasana yang berbeda dari kuliah umum sebelumnya.

Kuliah umum kali ini mengangkat tema “Google Summer of Code”, yang mana dihadiri oleh dua pembicara dari Google, yaitu Cat Allman (Program Manager Open Source Outreach, Google) dan Stephanie Taylor (Program Manager Google Summer of Code and Google Code-in, Google).

Google Summer of Code atau sering disingkat GsoC, merupakan sebuah program internasional tahunan yang pertama kali digelar sejak Mei hingga Agustus 2005. Google menghadiahkan tunjangan sebesar 30 juta rupiah untuk semua mahasiswa (berusia 18 tahun atau lebih) yang berhasil menyelesaikan dan mengembangkan projek perangkat lunak open source selama musim panas.

Selain membahas tentang Google Summer of Code, salah seorang pembicara yaitu Cat Alman, sedikit menyinggung tentang open source kepada peserta kuliah umum yang hadir pada hari itu.

Kuliah umum diselenggarakan di ruang Auditorium STT-NF. Selama kurang lebih 3 jam kuliah umum berlangsung, terdapat beberapa rangkaian acara diantaranya, sambutan dari ketua STT NF olah bapak Ahadiyat, lalu sambutan dari Muh Isfhani Giyath (TI 2015) sebagai Project Officer, serta pengumuman mahasiswa berprestasi dari masing-masing prodi TI dan SI semester 2, 4, dan 6.

Salah satu mahasiswa berprestasi mengatakan “Disini saya dapat menimba ilmu dalam jangkauan yang luas, yang nantinya ingin saya aplikasikan untuk kepentingan ummat, sedangkan mendapat gelar mahasiswa berprestasi bagi saya itu adalah bonus (Rizky Hidayat Panjaitan, TI 2016)", yang saat itu dilontarkan pertanyaan terkait motivasi belajar di STT NF.

Kuliah umum kali ini berjalan dengan baik, karena pembicara yang hadir menyampaikan presentasi menggunakan bahasa internasional, Inggris,  sehingga peserta dapat lebih seksama dan dapat memahami materi yang disampaikan. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini terlihat begitu tinggi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada Mrs. Cat dan Mrs. Taylor.

Sebelum kuliah umum berakhir, peserta dan pembicara melewati satu sesi terakhir dengan foto-foto bersama.

Published in Kegiatan Kampus
Halaman 1 dari 2