%PM, %03 %675 %2018 %15:%Des

WAKANDA 'MY ROSUL MY HERO'

LDK SENADA STT-NF divisi Pelayanan Ummat (PU) memiliki salah satu program unggulan yaitu kajian rutin bulanan yang disajikan untuk civitas kampus yang bertujuan menambah wawasan tentang agama islam. Program kajian ini disingkat dengan Wakanda yang memiliki kepanjangan Waktu Kajian Senada. Pada Kamis, 29 November 2018 silam Wakanda dilaksanakan kembali di musholla STT Terpadu Nurul Fikri tepatnya pada pukul 15.30 hingga 16.30 WIB. Dan seperti biasanya, kajian ini tidak dipungut biaya sepeserpun alias free.

Pemateri Wakanda setiap sesinya selalu berbeda, dan Wakanda kali ini diisi oleh Bpk. Krisna Panji,S.Kom dengan tema “My Rosul My Hero” dikarenakan momentum kajian ini berdekatan dengan maulid Nabi Muhammad SAW. Bpk. Krisna Panji sendiri adalah alumni STT Terpadu Nurul Fikri yang juga merupakan ketua DKM Masjid Nurul Fikri saat ini. Dengan tema yang dipaparkan tersebut tentunya diharapkan dapat menambah kecintaan kita terhadap Rasulullah SAW.

Adapun ketua pelaksana sekaligus penanggung jawab Wakanda kali ini adalah Wahyu Caisar, mahasiswa semester akhir jurusan Sistem Informasi yang juga tak lain adalah Kadep (Kepala Departemen) Pelayanan Ummat LDK SENADA STT-NF. “Alhamdulillah Wakanda kemarin berjalan dengan lancar dan antusiasme peserta cukup banyak dibanding dengan yang sebelum-sebelumnya, apalagi tema yg kita ambil itu ‘My Rosul My Hero’ dimana tema ini berhubungan dengan peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW dan juga hari pahlawan nasional” ujar Fathan selaku staff Pelayanan Ummat sekaligus salah satu peserta Wakanda sore itu.

 

Published in Kegiatan Kampus

Mahasiswa adalah gelar yang diberikan pada siswa yang telah menyelesaikan jenjang SMA dan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana. Mahasiswa sering diartikan sebagai orang yang harus memiliki intelektual dan sikap pendewasaan yang mumpuni agar siap terjun mengabdikan diri di masyarakat dengan ilmu yang cukup. Hal tersebut yang dijadikan sebagai prinsip oleh Ibrahim Syafiq Musyaffa yang saat ini tengah menyandang status sebagai mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri.

Bertalenta  dalam dunia seni grafis dan jago desain adalah sebutan yang sering didapatkan Syafiq dari teman-temannya. Laki-laki yang memiliki tinggi 170 cm dan berbadan kurus serta berkacamata bak youtuber Kang Abai ini adalah sosok yang unik karena hobinya yang gemar menantang diri. Mahasiswa yang berhasil menyabet juara 1 pada lomba desain poster UI QURANIC pada awal semester satu, mendapatkan sertifikasi Adobe 2017 dan aktif dalam organisasi LDK Senada selama 2 periode ini memang memiliki ciri khas tersendiri. Pasalnya, dirinya yang saat ini memiliki keahlian pada bidang desain tidak pernah menyerah dan terus mencoba mengikuti berbagai ajang perlombaan. Perlombaan yang baru-baru ini diikuti oleh lelaki yang akrab disapa Syafiq ini adalah Netherland Festival yang diadakan oleh Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Budaya jurusan Sastra Belanda dengan tema “Mari Kita Cintai Lingkungan”. Adapun sistem penilaian perlombaan poster digital ini terdiri dari dua jenis yakni penilaian yang dilakukan oleh juri perlombaan dan penilaian yang dilakukan oleh masyarakat umum dengan menghitung jumlah like pada poster peserta lomba di akun Instagram Nedfest2018. Dari dua jenis penilaian itulah yang pada akhirnya menghasilkan dua kategori juara yaitu juara utama dan juara favorit. Dan juara favorit tersebut diraih oleh Ibrahim Syafiq Musyaffa, salah satu mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri.

Karya desain yang berlatarkan warna biru karya Syafiq ini memiliki tema “Bumi Kita Rumah Kitayang bermakna bahwa bumi adalah rumah kita jadi kita harus menjaganya seperti kita menjaga sesuatu atau barang yang kita sayangi. Hindari hal buruk yang merusak bumi seperti membuang sampah tidak pada tempatnya, menebang pohon sembarangan dan hal lain yang tentu dapat mengancam kelestarian serta keindahan bumi.

Setelah 2-3 tahun vakum mengikuti perlombaan membuat dirinya merindukan persaingan yang saat ini semakin ketat, talenta masyarakat yang semakin berkembang dan melampui dirinya—katanya begitu, membuat lelaki ini kembali menantang diri untuk kembali berkompetisi. Karena mengikuti perlombaan dan merasakan tantangan persaingan membuatnya menyadari bahwa pada dasarnya mencoba dan terus belajar di dunia perkuliahan hingga mengalami banyak kegagalan adalah hal yang patut disyukuri, karena masa kuliah memang masa-masa yang tepat untuk menikmati kegagalan yang diiringi usaha untuk memperbaiki dibandingkan harus merasakan kegagalan pada dunia kerja yang akan memiliki beban dan persaingan yang jauh lebih berat.

Melalui pengalaman yang telah didapat, Syafiq berbagi motivasi pada mahasiswa STT NF lainnya dengan mengatakan “lebih baik mencoba kemudian gagal untuk belajar daripada tidak pernah mencoba dan akhirnya tidak pernah belajar apapun. Karena jika tidak pernah mencoba akan menyesal suatu saat nanti. Mumpung masih di dunia perkuliahan manfaatkan sebaik mungkin untuk mencoba. Di dunia perkuliahan masih bisa trial and eror tapi nanti kalau sudah di dunia kerja tidak ada toleransi terhadap kesalahan ataupun kegagalan yang dilakukan. Jadi maksimalkanlah masa perkuliahan sebaik mungkin untuk belajar, belajar dan belajar”.

Published in Kisah dan Curhat

Seminar Rembulan (Rembukan Ilmiah Tiap Bulan) merupakan acara rutin yang dilaksanakan oleh LPPM (Lembaga Penelitian  dan Pemberdayaan Masyarakat) STT Terpadu Nurul Fikri di setiap bulannya. Pada hari Senin 26 November 2018 silam, seminar Rembulan yang ke-6 kembali diadakan di Kampus B STT-NF tepatnya di ruang B2-205 sejak pukul 10.00 hingga 12.30 WIB. Pembicara Seminar Rembulan kali ini adalah Prof. Dr. Ir. Kholil, M.Kom dengan tema “Tips dan Trik Lolos Proposal Hibah”. Beliau merupakan Direktur pasca sarjana Universitas Sahid dan juga seorang analisa data riset. Acara ini terbuka untuk umum dan dihadiri oleh Lukman Rosyidi, ST, M.M., MT selaku ketua STT Terpadu Nurul Fikri serta para dosen, mahasiswa dan peserta dari kalangan lainnya

Rangkaian acara dibuka dengan pembukaan oleh MC yang merupakan salah satu mahasiswi STT-NF yaitu Kuati Septiani dan dilanjutkan dengan tilawah oleh Zulkifli, mahasiswa angkatan 2018. Kemudian acara dilanjutkan dengan beberapa sambutan diantaranya sambutan dari Ketua LPPM STT-NF Hilmy Abizar Tawakal, ST., M.Kom dan ketua STT-NF Lukman Rosyidi, ST, M.M., MT serta diakhiri dengan sesi tanya jawab sebagai pamungkas dari acara bertemakan kependidikan ini.

Seminar rembulan kali ini seharusnya dijadikan dua sesi, sesi pertama untuk dosen dan sesi kedua khusus untuk mahasiswa tetapi dengan alasan tertentu, acara ini hanya dapat berlangsung satu sesi saja. “Sebagai mahasiswa tentunya kita berharap sesi kedua khusus mahasiswa dapat terlaksana, karena sesi pertama bahasannya cukup berat sehingga kita tak sepenuhnya memahami. Saya berharap seminar Rembulan berikutnya bisa mengusung tema ini lagi khusus untuk mahasiswa” ujar Kuati Septiani selaku mahasiswi serta MC pada acara tersebut.

           

Published in Kegiatan Kampus

Sorak sorai kegembiraan terjadi di kalangan mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri, pasalnya dua teman seperjuangannya berhasil menoreh prestasi dalam perlombaan Analisis Sistem Infomasi (ANSI) di Universitas Budi Luhur. Penghargaan sebagai juara satu lomba yang dilaksanakan pada hari Rabu, 21 November 2018 silam itu sukses diboyong oleh dua mahasiswi STT-NF. Adalah  Rizka Amalia Apriliani dan Laila Nafila (mahasiswi SI 2016) yang menjadi satu-satunya peserta dari luar kampus Budi Luhur yang ikut serta dalam perlombaan yang dikhususkan untuk mahasiswa IT tersebut.

Tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi dua sekawan ini bersaing dengan peserta lain yang berasal dari dalam kampus Budi Luhur sekaligus membawa pulang penghargaan sebagai juara perlombaan. “Seneng banget Alhamdulillah bisa juara satu. Awalnya gak nyangka banget sih” ujar Rizka. “Bukan cuma juara yah, tapi juga pengalaman. Dapet juara penting banget tapi juga pengalaman tidak kalah pentingnya” tambahnya sebagai ungkapan syukur.

Mahasiswi yang akrab disapa Inces (Rizka) dan Laila ini memang dikenal aktif mengikuti kegiatan extra-kampus, hal ini terbukti dengan beberapa kali mengikuti perlombaan yang diselenggarakan oleh pihak eksternal NF seperti MTQN yang dilaksanakan di ITS dan masuk sebagai finalis tahun lalu. Sudah bukan menjadi hal yang aneh bagi mereka mengikuti acara-acara luar bahkan mereka dengan santai ikut serta dalam acara-acara tersebut. “kalo tegang sih enggak yah, karena udah biasa ikut perlombaan seperti ini, malah kita enjoy aja” ungkap Rizka saat pers.

Namun begitu, kendati berbekal kemampuan dan pengalaman yang mumpuni, kedua mahasiswi ini tetap mengalami kesulitan dalam mengikuti perlombaan ini terutama pada saat penyusunan laporan. “Sempet kesulitan juga saat nyusun laporan karena bentrok dengan acara LDMKM (Latihan Dasar Manajemen dan Kepemimpinan Mahasiswa) selama 3 hari, dari hari jum’at sampai hari minggu padahal hari seninnya deadline ngumpulin laporan. Kebetulan jadi panitia juga” ujar Rizka. Meskipun mengalami kesulitan namun tidak menyurutkan semangat keduanya untuk tetap berjuang. Mereka juga berpesan kepada mahasiswa lainnya supaya lebih giat lagi mencari peluang melalui perlombaan di luar kampus. “Jangan banyak mikir, coba aja dulu, hasil mah belakangan” ujar Rizka. Tentunya hal ini menjadi motivasi bagi mereka secara pribadi dan juga mahasiswa lainnya untuk lebih bersemangat mengikuti pelombaan di dalam ataupun luar kampus.

Published in Pojok Mahasiswa

STT Terpadu Nurul Fikri beberapa minggu lalu melaksanakan acara Bulan Bahasa. Acara ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan yaitu Seminar Literasi Informasi, Bibliobattle dan diakhiri dengan Pelatihan Jurnalistik yang dilaksanakan dari tanggal 25 Oktober hingga 2 November 2018. Satu pemandangan yang menarik hadir dari acara Bibliobattle, dimana acara ini pertama kali dilaksanakan di STT Terpadu Nurul Fikri. Bibliobattle adalah metode cepat membaca buku dengan mekanisme pembagian tugas pada beberapa orang untuk membaca tiap bab yang berbeda sehingga kegiatan membaca lebih efektif dan tidak membosankan.

Dengan inisiatif dari para pecinta buku dan staf perpustakaan STT Terpadu Nurul Fikri, Bibliobattle dibuat sedikit berbeda dengan diadakannya kompetisi minat baca. Peserta Bibliobattle diharuskan meresensi buku dan hasil resensi tersebut dibuat semenarik mungkin untuk selanjutnya dipresentasikan, berharap presentasi tersebut dapat menarik hati peserta yang lain bahkan menimbulkan keinginan untuk membaca buku yang diresensi. Penilaian juara didasarkan pada berapa banyak orang yang tertarik membaca buku yang diceritakan. Dari sekian banyak peserta dari berbagai angkatan, keluarlah tiga pemenang yaitu juara pertama Nabilah Fajar Utami (TI 2017), kemudian disusul juara kedua Dian Purnama (TI 2017) dan juara ketiga diraih oleh Herpico (Mahasiswa Tingkat Akhir).

Tentu menjadi kesan tersendiri bagi para pemenang, mengingat acara ini pertama kali dilaksanakan di STT Terpadu Nurul Fikri. “Unexpected banget. Awalnya gak kepikiran sama sekali untuk ikut nge-review buku, tapi karena ada salah satu buku yang sedang dibaca dan ternyata worth it bangetujar Nabilah Fajar Utami, pemenang juara pertama Bibliobattle 2018. Mahasiswa yang akrab dipanggil Nafu ini tidak menyangka bisa menjadi juara pertama pada acara tersebut.

Selain bangga dan tidak percaya dengan hasil yang didapatnya, Nafu juga merekomendasikan acara ini untuk dijadikan rutinitas kampus supaya menarik minat baca mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri yang lain. “Seharusnya kegiatan kaya gini perlu sering-sering dilaksanakan ya, karena banyak banget buku yang menarik namun karena kesibukan masing-masing individu, jadi gak ada waktu untuk membaca banyak bukuimbuhnya pada saat pers.Dengan saling me-review, kita jadi tau isi dari buku secara garis besar meskipun belum kita baca, dan bisa jadi salah satu cara untuk merekomendasikan buku ke orang lain tambahnya. Mengingat mahasiswa STT-NF adalah anak IT yang aktivitasnya bergelut dengan PC dan Gadget, maka minat baca mahasiswa sangat kurang sehingga Bibliobattle ini bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasinya.

Published in Pojok Mahasiswa

Lembaga Dakwah Kampus STT Terpadu Nurul Fikri, Senada kembali melesatkan namanya dalam rentetan acara trend di kampus. Setelah tahun lalu berhasil melaksanakan kegiatan KOPI (Kajian dan Obrolan Penuh Inspirasi) di masjid Balai Kota Depok dengan mengundang Ustadz Hanan Attaki dan dihadiri lebih dari 1500 peserta, LDK Senada kembali melaksanakan kegiatan KOPI Jilid 2 yang dilaksanakan pekan lalu bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional.

Ada sedikit yang berbeda pada acara kali ini yaitu adanya kerja sama antara LDK Senada dengan FSLDK (Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus) JADEBEK yang tidak dilakukan tahun sebelumnya. Kerja sama ini dilakukan dalam rangka mensukseskan GSJN (Gerakan Subuh Jama'ah Nasional) yang merupakan program kerja FSLDK. Kemudian dengan inisiatif para anggota LDK Senada, maka dibuatlah acara selama dua hari yaitu gabungan antara KOPI dan GSJN pada tanggal 10 hingga 11 November 2018 kemarin.

Hal yang menarik datang dari PO (Project Officer) acara kali ini. Adalah Ardith Lutfiawan, mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri angkatan 2017 yang juga merupakan anggota LDK Senada. Diusianya yang masih muda, dia berhasil mensukseskan acara KOPI dan GSJN. “Sungguh pengalaman yang berharga bisa menjadi PO KOPI sekaligus GSJN, sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya bisa menyelesaikannya, tentunya juga berkat kerja sama panitia semua” ujar Ardith. Dia juga mendapat pujian langsung dari Pembina Yayasan Profesi Terpadu Nurul Fikri, Drs. Musholi, “PO-nya masih muda dan hebat, saya salut” dikutip dari sambutannya pada acara KOPI kemarin.

“Menjadi PO KOPI dan GSJN itu berat bagi saya, tapi Alhamdulillahselang Ardith saat pers. Dengan usianya yang masih muda dan juga posisinya sebagai junior diantara pengurus LDK Senada yang lain, tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berkontribusi. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor kunci keberhasilannya memimpin kedua acara besar tersebut. Kapok sih enggak ya, bahkan saya berharap bisa lebih baik dari ini” tambahnya saat pers. Berani mengambil resiko di usia muda seperti Ardith adalah hal yang luar biasa dan ini merupakan benih-benih unggul untuk keberlangsungan LDK Senada kedepannya.

 

Published in Pojok Mahasiswa

LDK STT Terpadu Nurul Fikri (Senada) mengadakan GSJN (Gerakan Subuh Jama’ah Nasional) dan KOPI (Kajian Obrobal Penuh Inspirasi) bersama FSLDK (Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus) Jakarta, Depok dan Bekasi pada hari Sabtu, 10/11/2018 lalu bertepatan dengan hari pahlawan nasional dengan mengusung tema “Kontribusi Pahlawan Muda di Era Milenial”. Acara ini dilaksanakan di Masjid Nurul Fikri, Cimanggis, Depok sejak pukul 19.30 WIB hingga 07.00 pagi keesokan harinya.

Alhamdulillah acara yang berlangsung selama satu malam ini berjalan dengan lancar. Dengan dibukanya acara oleh dua mahasiswa keren STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Vindi Pop Ardinoto dan Dian Purnama sebagai MC, kehangatan semakin terasa diantara para peserta. Ditambah lagi dengan lantunan merdu ayat suci Al-Quran oleh Nouval Arif Wibowo, semakin menambah rasa persaudaraan diantara muslim malam itu. Dan sebagaimana pada umumnya acara, GSJN dan KOPI ini pun diawali dengan sambutan-sambutan dari panitia ataupun pihak penyelenggara. Sambutan pertama yaitu sambutan dari ketua pelaksana yang juga merupakan mahasiswa STT-NF yakni saudara Ardith. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para panitia pelaksana dan pihak-pihak yang telah membantu mensukseskan acara ini, serta dengan penuh rasa syukur dan bahagia beliau pun menyambut para hadirin, narasumber, serta para tamu undangan yang telah datang khususnya Ust.Drs.Musholli selaku pembina Yayasan STT-NF dan tak lupa pula beliau mengucapkan terima kasih kepada perwakilan dari PUSKOM FSLDK yang telah berkenan hadir malam itu. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan kedua oleh Ketua DKM Masjid Nurul Fikri, Krisna Panji,S.Kom dengan pantunnya yang menghibur dan menyambut baik acara ini. Setelah itu sambutan diakhiri dengan sambutan dari pihak PUSKOM FSLDK yang disampaikan oleh Akh Sodiqin.

Setelah seluruh sambutan disampaikan, tibalah acara pada sesi yang ditunggu-tunggu yaitu pemaparan materi sekaligus motivasi dari keynote speaker malam itu yakni Ust.Drs.Musholli yang tak hanya sebagai pembina Yayasan Nurul Fikri namun juga tokoh masyarakat yang telah banyak berkontribusi untuk Indonesia salah satunya dengan menciptakan pembinaan sumber daya strategis atau lebih dikenal sebagai Rumah Kepemimpinan yang telah mencetak banyak pemuda hebat yang berhasil membangun Indonesia dari berbagai bidang. Beliau menyambut baik dan begitu mengapresiasi acara ini dengan memberikan pujian mulai dari ketepatan waktu pelaksanaan hingga bacaan ayat suci yang begitu fasih sebagai pembuka acara. Karena peserta GSJN dan KOPI pada malam itu didominasi mahasiswa yang juga merupakan pemuda, dalam penyampaian materinya beliau mengangkat tema kepemudaan dan mengatakan bahwa pemuda harus memegang tiga hal penting yaitu Integritas, Religius serta Profesionalitas. Karena ketiga hal tersebut merupakan cerminan dari karakter Rasulullah SAW sebelum diangkat menjadi nabi.

Malam semakin menampakan dirinya dengan hilir angin yang semakin terasa menyentuh tubuh mengantarkan acara pada rangkaian selanjutnya yaitu sesi Talkshow. Talkshow bertajuk pahlawan di era milenial ini dimoderatori oleh salah satu alumni STT-NF yaitu Riza Wahyudi. Karena tema obrolan inspirasi kali ini bertajuk pahlawan di era modern maka narasumber yang dihadirkan pun tentunya adalah pahlawan-pahlawan milenial yang keren, muda, dan berasal dari latar belakang yang berbeda. Sebut saja  Sucia Ramadhani yang merupakan seorang penulis buku, Ary Maulan yang merupakan seorang Youtuber, dan terakhir Ust.Syukron Muchtar yang ahli dalam bidang syariah. Mereka berpesan kepada pemuda bahwa untuk menjadi pahlawan di era milenial dapat dilakukan dengan berkontribusi di bidang apapun yang digeluti.
Tak terasa acara telah sampai penghujung yang diakhiri dengan istirahat bersama dan Qiyamullail di keesokan harinya. Karena KOPI ini adalah acara rutin LDK Senada STT-NF, maka nantikan tulisan-tulisan KOPI selanjutnya!

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %09 %193 %2018 %03:%Nov

Kuliah Umum 2018 STT Nurul Fikri

Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) telah mengadakan kuliah umum pada hari Sabtu tanggal 6 Oktober 2018, di Auditorium Kampus B2 STT-NF. Kuliah umum ini diisi oleh Ketua Indonesia 5G Forum, Ketua Bidang 5G, CEO Cloudtech dan IoT Masyarakat Telematika yaitu Dr. Sigit P.W Jarot, MSc. Kuliah umum ini juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Terpadu Nurul Fikri, Dr. Rudi Lumanto. Selain Ketua Yayasan dihadiri oleh Ketua Program Informatika & Sistem Informasi, dan Ketua Wakil Ketua 3 serta kurang lebih 100 mahasiswa-mahasiswi STT-NF.

Tema kuliah umum tahun 2018 ini adalah “Indonesia Menyongsong Era Ekonomi Digital Antara Peluang dan Tantangan”. Beberapa isi dari kuliah umum ini menerangkan bahwa manusia dengan teknologi akan selalu bersinggungan. “Why-nya adalah Manusia, sedangkan How-nya adalah Teknologi”, tutur Pak Sigit.

Industri ekonomi digital di Indonesia bisa dibilang sangat menggeliat. Hal ini ditandai dengan tumbuh pesatnya berbagai perusahaan rintisan (start-up) yang berbasis aplikasi. Oleh karena itu, melihat potensi yang besar di Indonesia bukanlah sebuah mimpi yang tidak mungkin dicapai. Tantangannya adalah bagaimana kita sebagai masyarakat Indonesia dapat menerima peluang tersebut. 

Published in Kegiatan Kampus

(Jaksel), 30/10 dalam memperingati Bulan Bahasa 2018 STT Nurul Fikri juga mengadakan kegiatan Bibliobattle. Kegiatan ini dipandu oleh pustakawan perpustakaan STT Nurul Fikri yaitu Nurul Janah. Bibliobattle menjadi salah satu sarana mahasiswa dalam melakukan review buku bacaan.

Bibliobattle pada awalnya muncul di Universitas Kyoto, Jepang yang akhirnya kegiatan ini banyak diadaptasi oleh berbagai negara. Begitu pun perpustakaan STT Nurul Fikri yang berusaha mencoba menghadirkan kegiatan ini. Dalam pelaksanaan kegiatan Bibliobattle dihadiri oleh mahasiswa dari masing-masing angkatan bertempat di ruang perpustakaan STT-NF.

Terdapat 15 peserta yang hadir dengan 6 peserta yang siap dengan buku yang akan direview. Buku yang direview dari berbagai genre, mulai dari novel, cerita pengalaman hidup, serta buku motivasi. Masing-masing peserta berkesempatan untuk mereview buku selama 5 menit, kemudian dilanjutkan dengan diskusi buku selama 3 menit.

Dalam proses diskusi buku ternyata satu persatu peserta mampu menggerakkan peserta lainnya untuk turut memberikan komentar atau pandangannya terhadap isi sebuah buku. Setelah semua peserta mempresentasikan bukunya, pada sesi akhir peserta dibebaskan untuk memilih buku favorit yang akan menjadi juara.

Pada sesi Bibliobattle ini yang menjadi juara adalah buku dengan judul Narasi Penuh Canda yang mendapatkan 8 vote, serta buku dengan judul Separuh Otak Sepenuh Hati dengan mendapatkan 7 vote. Peserta lainnya juga hadir dengan mengulas buku yang berjudul Demi Allah Aku Mencintaimu, The Bridge of San Luis Rey, Mahasiswa-Mahasiswa Penghafal Qur’an, dan Kalau Sensi Jangan Baca Buku Ini.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini terlaksana dengan sangat seru, karena dengan adanya kegiatan ini mampu jadi pendorong untuk peserta lain penasaran dan turut membaca buku yang direkomendasikan. Kegiatan ini nantinya juga akan menjadi kegiatan rutin yang diadakan oleh perpustaaan STT-NF.

Published in Kegiatan Kampus

(Jaksel), 25/10 telah terlaksana Seminar Literasi Informasi Bagi Remaja di Era Revolusi Industri 4.0 sebagai media penumbuh budaya membaca. Berlokasi diKampus B2, STT Nurul Fikri. Dalam memperingati Bulan Bahasa 2018 Perpustakaan Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) mengadakan acara dengan tema “Membumikan Literasi Informasi Dalam Karya”.

Seminar Literasi Informasi Bagi Remaja di Era Revolusi Industri 4.0 menghadirkan pembicara dari seorang pemulia buku yang sangat terkenal dengan acaranya Membaca Itu Nikmat, beliau adalah Bapak Adi Wahyu Adji.

Acara dihadiri oleh sebagian besar mahasiswa baru 2018 berlangsung dengan sangat informatif. Materi disampaikan pertama kali dengan memperlihatkan video mengenai literasi informasi di Indonesia saat ini dan negara-negara di dunia yang cukup memprihatinkan.

Hal ini yang kemudian menjadi perhatian agar remaja jangan sampai menjadi generasi yang terlewatkan oleh sebuah buku karena di era revolusi industri masuk pada eranya distruption, terjadinya overload informasi, serta skills dimasa depan yang membutuhkan penyelesaian masalah yang cepat dan tepat, salah satu caranya adalah kita sebagai remaja harus banyak membaca buku dan pengetahuan lainnya.

Membaca akan menjadi kegiatan yang menyenangkan jika sudah ditumbuhkan dalam diri sendiri. Tips ringan yang dibagi oleh Bapak Adji dalam menumbuhkan minat baca yakni motivasi berkenaan dengan mindset membaca yang benar, pengetahuan yang mencakup ilmu baca, serta kebiasaan dalam daya baca, misalnya seperti one week one book”, tutur Pak Adji.

Pak Adji juga membagikan sebuah link e-book yang dapat diunggah oleh peserta seminar yang hadir untuk bahan bacaan dimanapun dan kapanpun. Hal tersebut dapat menumbuhkan minat baca yang dapat ditanamkan dalam diri sedini mungkin. Harapannya untuk remaja milenial saat ini terus bersemangat dan meningkatkan minat baca, kualitas berbahasa Indonesia.

Published in Kegiatan Kampus