Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti masih awam dengan cabang olahraga ini. Yak, eSports pasti masih jarang terdengar di telinga orang Indonesia. Nah, cabang olahraga eSports ini akan turut serta meramaikan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Akan tetapi statusnya hanya sebagai cabang olahraga ekshibisi atau cabang olahraga yang merebutkan medali, namun tak akan masuk ke dalam hitungan kontingen pemenang.

Apa saja sih cabang olahraga eSports yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 ini? Berikut daftarnya:

1. Arena of Valor
AoV sendiri merupakan game mobile yang dikembangkan dan diterbitkan oleh studio Tencent China. Game ini mempunyai fitur-fitur yang memukau, grafik yang bagus, stabil, responsif, dan support ke hampir seluruh chipset. Maka tidak heran jika AoV memiliki banyak penggemar.

2. Clash Royale
Clash Royale merupakan sebuah game yang menggabungkan permainan RTS dan Moba dengan permainan kartu. Misi yang harus dicapai dalam game ini adalah menghancurkan menara milik lawan. Walaupun misinya terlihat gampang, tapi tetap butuh strategi untuk menang.

3. Hearthstone
Hearthstone merupakan sebuah collectible card game yang mengambil setting di dunia Warcraft. Game ini dimainkan oleh dua orang atau multiplayer. Walaupun judulnya permainan kartu, tapi kartu yang dipakai bisa digunakan untuk memanggil monster. Jadi tetap ada battle di antara dua pemain.

4. Starcraft 2
Starcraft 2 merupakan game yang dikembangkan oleh Blizzard. Starcraft 2 ini masih berkaitan dengan pendahulunya. Jadi game ini masih membawa elemen-elemen yang ada di Starcraft. Walau begitu, Blizzard tetap memberikan banyak fitur-fitur baru untuk game ini. Jadi lebih puas deh mainnya.

5. PES 2018
Bagi penggemar sepak bola pasti sudah tak asing dengan game satu ini. Pro Evolution Soccer (PES) 2018 merupakan game sepak bola paling favorit. Maka tidak heran jika PES 2018 masuk menjadi cabang eSports yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 nanti.

6. League of Legends
League of Legends merupakan game yang paling populer di dunia. League of Legends adalah game multiplayer, di mana pemain harus berusaha menghancurkan musuh untuk memenangkan pertandingan. Harus pintar-pintar menyusun strategi ya supaya menang.

Nah itu dia enam eSports yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018. Semoga kontingen Indonesia bisa meraih banyak medali emas walaupun tak akan masuk ke dalam hitungan. Semangat tim Indonesia.

Sumber berita:
https://www.idntimes.com/sport/arena/intan-devi-nataliasari/daftar-esports-asian-games-2018-c1c2/full

Published in Artikel

Hari ke-9 penyelenggaraan Asian Games 2018, Senin (27/8/2018), menjadi pesta medali emas bagi kontingen Indonesia. Sepuluh medali emas didapatkan Indonesia pada hari tersebut. Pencak silat menjadi sumber utama mendulang emas dengan menyapu bersih delapan medali yang diperebutkan. Dua medali emas lain untuk Indonesia didapatkan dari cabang sport climbing alias panjat tebing. Tambahan 10 medali membuat kontingen Indonesia secara total mengoleksi 22 medali emas Asian Games 2018 hingga Senin malam. Jumlah itu merupakan yang terbanyak sepanjang keikutsertaan Indonesia di Asian Games.

Dengan koleksi 22 medali emas, Indonesia punya potensi besar untuk memenuhi target finish di posisi 10 besar klasemen perolehan medali akhir Asian Games 2018. Bahkan, bukan tidak mungkin, bisa finish di posisi lima besar. Dihitung sejak Hiroshima 1994, ketika Asian Games sudah diikuti negara pecahan Uni Soviet, hanya sekali peringkat ke-10 dalam perolehan medali mengoleksi 10 emas. Hal itu terjadi pada Incheon 2014 ketika Qatar mengoleksi 10 emas.

Sementara itu, jumlah medali emas terbanyak yang didapat negara peringkat kelima Asian Games terjadi pada Bangkok 1998. Ketika itu, Kazakstan mengoleksi 24 medali emas sama seperti tuan rumah Thailand di posisi keempat. Pada Incheon 2014, Iran pesaing terdekat Indonesia saat ini finish di posisi ke-5 klasemen perolehan medali akhir dengan 21 emas, berselisih 7 emas dengan Kazakstan yang berada di atasnya. Melihat statistik tersebut, publik Indonesia boleh optimistis melihat para atletnya finish di posisi lima besar klasemen akhir. Apalagi, Asian Games 2018 masih berlangsung beberapa hari lagi dan masih ada cabang olahraga potensial yang diproyeksikan meraih medali emas.

Berikut adalah daftar perolehan medali kontingen Indonesia hingga Senin (27/8/2018) pukul 17.00 WIB:

Medali emas - 22

Khoiful Mukhib (downhill)
Tiara Andini Prastika (downhill)
Eko Yuli Irawan (angkat berat)
Defia Rosmaniar (taekwondo)
Lindswell Kwok (wushu)
Tim putra ketepatan mendarat (paralayang)
Jafro Megaranto (paralayang)
Aries Susanti Rahayu (panjang tebing)
Tim putra LM8+ (dayung)
Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi (tenis)
Rifki Ardiansyah Arrosyid (karate)
Aqsa Sutan Aswar (jetski)
Puspa Arumsari (pencak silat)
Yolla Primadona-Hendy (pencak silat)
Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani, Anggi Faisal (pencak silat)
Aji Bangkit Pamungkas (pencak silat)
Komang Harik Adi Putra (pencak silat)
Iqbal Candra Pratama (pencak silat)
Sarah Tria Monita (pencak silat)
Abdul Malik (pencak silat)
Tim putra Indonesia 2 (panjat tebing)
Tim putri Indonesia 1 (panjat tebing)

Medali perak - 15

Sri Wahyuni Agustiani (angkat besi)
Edgar Xavier Marvelo (wushu)
Tim putri ketepatan mendarat (paralayang)
Tim putra (bulu tangkis)
Tim Putra LM4 (dayung)
Puji Lestari (panjat dinding)
Tim putra quadruple scull (dayung)
Aero Sutan Aswar (jetski)
Rifda Irfanaluthfi (senam)
I Gusti Bagus Saputra (BMX)
Tim perahu naga putri (dayung)
M Sejahtera Dwi Putra (menembak)
Emilia Nova (atletik)
Tim TBR 1.000 meter (kano/kayak)
Tim putra Indonesia 1 (panjat tebing)

Medali perunggu - 27

Nining Porwaningsih (downhill)
Surahmat (angkat besi)
Achmad Hulaefi (wushu)
Tim putri (bulu tangkis)
Tim putra (sepak takraw)
Yusuf Widianto (wushu)
Puja Riyaya (wushu)
Julianti & Rokayah (dayung)
Rika Wijayanti (paralayang)
Aspar Jaelolo (panjat tebing)
Tim putri Women's Four (dayung)
Agus Prayoko (senam)
Aqsa Sutan Aswar (jetski)
Ganda putra (sepak takraw)
Wiji Lestari (BMX)
Ahmad Zigi Zaresta Yuda (karate)
Cokorda Istri Agung Sastya Rani (karate)
Amri Rusdana (pencak silat)
Tim putra TBR 500 meter (kano)
Jintar Simanjuntak (karate)
Tim mixed (bridge)
Tim supermixed (bridge)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (bulu tangkis)
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (bulu tangkis)
Sapwaturrahman (atletik)
Dita Juliana/Putu Dini (voli pantai)
Anthony Sinisuka Ginting (bulu tangkis)

Sumber berita:
https://lipsus.kompas.com/pestaasia/read/2018/08/28/07370048/klasemen-perolehan-medali-asian-games-indonesia-pasti-finis-10-besar

Published in Artikel

Selain aktif di Kampus, Chairin Nashrillah mahasiswa Sistem Informasi 2016 STT-NF juga aktif di luar kampus. Seperti pada pertengahan bulan Ramadhan, ia mendaftar sebagai Panitia General Training untuk Asia Games yang diadakan oleh PTC (Pertamina Training Center). Tidak hanya Chairin saja yang mendaftar jadi panitia General Training Asia Games  dari STT-NF, namun ada juga Haya Rasikah (TI 2016), Lazuardi (SI 2016), Bayhaqi (SI 2016), Ahmad Imadudin (TI 2015), Rufaidah (TI 2015) dan Vivi (TI 2017) .

General Training ini merupakan training kedua yang harus diikuti untuk bisa menjadi volunteer Asia Games 2018. Salah satu syarat untuk menjadi volunteer Asian Games 2018 harus mengikuti tiga tahap Training terlebih dahulu. Disana mereka membantu trainer dalam mentraining volunteer Asia Games 2018 seperti membantu mencetak sertifikat, membagikan modul untuk peserta dan membantu dalam mempersiapkan proyektor.

General Training dilaksanakan selama tujuh hari mulai tanggal 18 Mei - 24 Mei 2018, untuk tempatnya sendiri pada tiga hari pertama dilaksanakan di Universitas Pertamina, hari ke-4 sampai ke-7 dilaksanakan di UMJ (Universitas Muhammadyah Jakarta).

Banyak hal yang mereka dapatkan dengan menjadi panitia General Training. Selain mendapatkan pengalaman mereka juga mendapat teman baru, sertifikat, fee dan relasi. “Senang bisa bergabung menjadi kepanitiaan di luar kampus. Aku juga bersyukur karena bisa menjadi salah satu orang yang berperan menyukseskan acara istimewa ini yaitu Asia Games 2018 karena pada tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah untuk Asian Games 2018”, ujar Chairin saat menyampaikan kesannya. Terakhir Chairin menambahkan “Mari dukung dan sukseskan Asia Games 2018 di Indonesia”.

Published in Kisah dan Curhat