Kali ini ada kisah mahasiswa menginspirasi lagi loh! dia adalah Hadyan Abdul Aziz atau sering disapa Hadyan, tinggalnya di Mampang Pancoran Mas Kota Depok. Hadyan adalah Mahasiswa Kampus STT Terpadu Nurul Fikri Angkatan 2018, dia salah satu Mahasiswa yang sangat Berprestasi juga aktif di kegiatan Organisasi Kampus. Organisasi yang saat ini diikuti olehnya adalah LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Senada. Selain di LDK Senada Hadyan juga aktif di berbagai kegiatan luar kampus seperti menjadi murobbi di Ma’had Al Abror, menjadi mentor QCB (Quranic Character Building) di Kota Depok dan menjadi Sekertaris buku BIGBANK (Bank Soal Untuk Jurusan Keagamaan).

Hadyan ini salah satu Beasiswa Jalur Tahfidz. Hadyan telah khatam hafalan Al-Qur’an 30 Juz. Dulu selama masa SMP dan SMA banyak prestasi yang dia raih, salah satunya menjadi Juara 2 Tingkat Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Khitobah (Pidato Bahasa Arab) dan lomba-lomba lainnya yang Tingkat Kota. “Sudah sebaiknya kita terus menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Karena Al-Qur’an itu adalah pedoman hidup umat islam, apalagi sebagai anak muda. Di saat seperti ini Al- Qur'an menjadi pembekalan hidup agar lebih bermakna dengan menjadi para Mujahadah Al-Qur’an” ujar Hadyan.

Begitulah kisah yang didapat dari seorang penghafal Al-Qur’an. Banyak hikmah dan juga motivasi kita untuk para pemuda Indonesia supaya terus mencintai Al-Qur’an dengan sepenuh hati. Insya Allah

Published in Kisah dan Curhat

Senin (1/10), STT Nurul Fikri mengunjungi PT Ctech Labs Edwar Technology sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi dari beastudi STT Nurul Fikri kepada salah satu donatur setianya. Bapak Andrie sebagai salah satu dari Manager menyambut hangat kedatangan pihak STT Nurul Fikri. Dalam pertemuan tersebut, pihak kampus banyak berbincang dalam menciptakan produk inovatif dan karya bangsa.

Idealisme mahasiswa di kampus dalam menciptakan produk yang inovatif dan memberi solusi harus di perjuangkan dan di maksimalkan, namun pada saat berada di lapangan, kondisinya terbalik dan hal inilah yang terjadi di Indonesia.

Doa serta harapan dari kampus bersama rekan-rekan penerima beasiswa di STT Nurul Fikri untuk PT Ctech Labs Edwar Technology ini agar produk yang telah dihasilkan dapat dilegalkan di Indonesia. Salah satu produknya adalah solusi dalam menyelesaikan penyakit kanker yang di derita kebanyakan masyarakat saat ini, ujar Mifta salah satu mahasiswa penerima beasiswa.

Pak Andrie pun memberikan pesan kepada semua, “Kita sama-sama berkolaborasi dan terus berjuang memberikan yang terbaik untuk bangsa ini”. Ada kabar baik yang disampaikan oleh Pak Andrie yaitu PT Ctech Labs Edwar Technology membuka kesempatan magang mulai dari jenjang SMA/K, S1, S2 dan S3 untuk bisa belajar bersama membuat karya yang inovatif dan memberi solusi untuk masyarakat. Kesempatan ini juga terbuka lebar untuk mahasiswa/i STT Nurul Fikri.

Published in Kegiatan Kampus

Rabu 27 Desember 2017, Beasiswa Jakarta telah melakukan peresmian penerimaan Beasiswa Jakarta kepada seluruh Mahasiswa di Jakarta di Balai Kota Jl Merdeka Jakarta. Acara tersebut diresmikan oleh gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Pada acara tersebut Gubernur Jakarta menyampaikan bahwasannya beasiswa tersebut dibiayayai dari uang masyarakat dan kembali untuk membiayai masyarakat lagi, diharapkan para mahasiswa yang ikut hadir dalam peresmian tersebut setelah menjadi sarjana dan sudah cukup mampu dalam dunia pekerjaan, dapat memberikan beasiswa serupa kepada generasi penuntut ilmu selanjutnya. Pidato singkat yang diberikan oleh gubernur DKI sendiri memberikan kesan yang cukup mendalam.

Beasiswa Jakarta merupakan salah satu program pendidikan di Provinsi Jakarta. Dibentuk dan diperkenalkan sejak tahun 1952 dan terus berkembang hingga saat ini. Beasiswa Jakarta sendiri membantu membiayai program pendidikan para pelajar dan mahasiswa yang ada diseluruh provinsi Jakarta. Program beasiswa yang ditawarkan sendiri meliputi beasiswa reguler, beasiswa Skripsi, Beasiswa Tesis dan Beasiswa Disertasi.

STT Terpadu Nurul Fikri merupakan salah satu penerima Beasiswa Jakarta, dengan delapan peserta yang mendaftar dan lulus pendftaran seleksi. Didampingi oleh kemahasiswaan Bapak David menghadiri acara peresmian tersebut. Pada kesempatan tersebut Pak David mengharapkan pendaftar beasiswa Jakarta untuk pendafataran selanjutnya akan terus bertambah dan antusias dalam mengikuti program beasiswa Jakarta selanjutnya.

Published in Pojok Mahasiswa

Berasal dari universitas teknologi di India yaitu Indian Institute of Technology Madras atau biasa dikenal dengan (IIT Madras). Preksha Nema yang akrab disapa dengan Preksha ini menjadi salah satu mahasiswa beruntung yang mendapatkan beasiswa PHD dari Google. Dari apa yang telah didapatkannya preksha sendiri membagikan pengalamannya untuk bisa mendapatkan beasiswa PHD google tersebut.

Preksha sendiri merupakan salah satu dari empat mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa PHD Google Fellowship 2017. Pada program Google Fellowship melakukan “Pekerjaan luar biasa pada bidang ilmu komputer dan bidang penelitian terkait”. Selain terhubung dengan mentor fellows Google Research juga mendapatkan dukungan dana dan uang saku yang akan diberikan.

Melalui Profesor Mitesh M.Khapra dan Profesor B.Ravindran di Deparetemen Ilmu komputer dan Teknik. Melalui pengawasan profesornya Preksha mengembangkan penelitian Natural Language Processing (NLP) secara khusus, metode pembelajaran mesin yang dikenal dengan deep learning. Hal tersebut merupakan hal yang sangat luar biasa karena memiliki tanggung jawab pada berbagai aplikasi seperti Apple’s Siri, Amazon’s Alexa, chatbots, dan personalised music atau shopping recommendations.

Berikut merupakan salah satu tips dari Preksha yang diberikannya:

Langkah awal adalah buatlah diri kalian menyukai pemrogaman. Karena Preksha sendiri sudah mulai menyukai pemrogaman sejak kecil, karena baginya pemrogaman merupakan sebuah teka teki yang harus dipecahkan.

Preksha sendiri memiliki sebuah halangan dalam mencapai apa yang dia sukai seperti keluar dari pekerjaannya untuk kembali menempuh pendidikan yang dia inginkan. Motivasi kepercayaan diri yang turun saat awal memasuki universitas. Namun hal tersebut bukan halangan yang berarti baginya karena dia memiliki keluaraga yang selalu mendukung dan memberikan semangat yang selalu dia butuhkan.

Pada penelitiannya Preksha mempelajari NLP. Tujuan melakukan penelitian tersebut yaitu membuat mesin memahami dan menghasilkan kalimat semantik dan sintaksis yang benar dalam bahasa inggris (atau bahasa alami lainnya). Contoh aplikasi NLP yang saat ini sering kita gunakan yaitu google translate dan google search engine. Preksha sendiri mengembangkan NLP itu sendiri untuk menghasilkan ringkasan pada sebuah artikel agar dapat mengetahui makna dari artikel tersebut. Seperti membaca dokumen biogas dan membuat ringkasan berdasarkan query tertentu. Saat ini Preksha sedang berfokus untuk mengembangkan agar sistem menjawab pertanyaan secara akurat berdasarkan beberapa informasi kontekstual, mengeksplorasi gagasan untuk mendapatkan sistem itu sendiri untuk menghasilkan pertanyaan yang berarti. Preksha memiliki motivasi bahwasannya pengalaman belajar konstan yang membuat dirinya bisa terus berjalan.

Proses seleksi Pelamar diminta untuk menyerahkan rincian catatan akademis mereka, daftar publikasi, dan tiga surat rekomendasi. Kriteria pemilihan yang tepat belum terungkap, bisa jadi kombinasi faktor. Baginya mendapatkan beasiswa PHD google merupakan suatu kehormatan dan kebanggan tersendiri untuknya.

Saran untuk pelamar agar mempertahankan catatan akademis yang baik dan tetap up-to-date dengan penelitian yang terjadi di bidang mereka saat ini. Melakukan hal itu membantu anda mendapatkan gagasan baru yang bisa berubah menjadi publikasi.

Sumber:
Thehindu.com

Published in Artikel