Yang namanya mental juara itu memang selalu berbeda, ini dia salah satu mahasiswi berprestasi Juara bertahan Pencak Silat, nama lengkapnya Widi Annissah dan panggil saja Ica. Dia mahasiswi Semester 2 STT Terpadu Nurul Fikri Angkatan 2018. Mahasiswi pesilat itu kembali menjuarai Kompetisi Silat Wilayah Jakarta Pusat 2019. Pada kompetisi tersebut Ica berhasil memperoleh Medali Silver/Juara 2. Kompetisi tersebut digelar pada 25 - 27 April 2019 terdiri dari 500 partai, dan Ica mendapat partai nomer 128.

Ica mengikuti lomba tersebut untuk mewakili Jakarta Pusat menuju kejuaraan Provinsi. Pelaksanaan kompetisinya diadakan di Gor Duren Sawit, Jakarta Timur. “Senang campur sedih karena ketemu lawan lama di Final padahal Pekan Remaja Olahraga Kota 2016 lawan saya ini Juara 2, sekarang lawan saya ini mendapatkan Juara 1. Sekarang teknik yang dia gunakan lebih bagus, itu berarti saya harus lebih meningkatkan skill lagi. ”Ujar Ica.

Banyak rintangan yang dilalui sebelum menjadi Juara, terkadang rintangan itu datang silih berganti dan kerap kali membuat Ica jatuh bangun, tapi dengan semangat dan keyakinan, Ica berhasil melewati semua itu dan menjadi Juara pada setiap Kompetisi Pencak Silat. Semangat, semoga kerja keras Ica tetap terus membuahkan hasil yang terbaik.

Published in Pojok Mahasiswa

Baru-baru ini Chairin Nashrillah (Chai) seorang mahasiswi Semester 6 STT Terpadu Nurul Fikri mengikuti kegiatan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) DKI Jakarta. Musrenbang ini adalah forum antar pemangku kepentingan dalam rangka menyusun rencana pembangunan daerah. Tujuan Chairin mengikuti kegiatan ini adalah untuk membantu memajukan Jakarta lewat ide dan kreatifitas anak muda.

Timeline Musrenbang yaitu pembekalan tanggal 11 Januari 2019, Musrenbang itu sendiri dibedakan dalam beberapa Tingkat, diantaranya yaitu Tingkat RW yang dilaksanakan Bulan Januari-Februari, kemudian Tingkat Kelurahan dan Kecamatan yang dilaksanakan Bulan Februari-Maret, Tingkat Kota yang dilaksanakan pada akhir Mei dan Musrenbang Tingkat Provinsi yang dilaksanakan mulai dari tanggal 10 April – 16 April 2019.

Pada acara yang berlangsung di Balaikota Jakarta tersebut, Chai mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan mendapat penghargaan dari Gubernur karena mengusulkan beberapa ide yang mungkin bisa jadi penelitian pada Musrenbang tingkat Kota. Karena keaktifannya dalam forum tersebut Chai diundang untuk menghadiri Musrenbang Tingkat Provinsi.

“Selagi muda perbanyaklah hal-hal positif apalagi dalam berkarya. Seraplah ilmu dimanapun dan kapanpun karena ilmu bukan hanya di kampus saja. Seperti kasus ini, STT-NF bukanlah kampus yang diundang dan terkenal, bahkan terbilang masih kecil dan baru. Tapi itu bukan suatu hambatan untuk membawanya lebih baik dan harum.” Ujar Chai.

Published in Pojok Mahasiswa

Hari Kamis, 11 April 2019 telah terlaksana GRAND LAUNCHING LFK (Lembaga Formal Kampus) di Kampus B STT Terpadu Nurul Fikri. Acara Grand Launching LFK bukan hanya sekedar untuk LFK saja, Namun menjadi wadah silaturahim antar seluruh LFK dan mahasiswa yang tidak tergabung didalamnya. Tujuannya untuk saling mengenal serta menjalin ukhuwah agar teman-teman mahasiswa lain bisa membersamai setiap program kerja LFK yang akan berjalan demi STT Terpadu Nurul Fikri yang lebih baik.

LFK di STT Terpadu Nurul Fikri saat ini tercatat 3 (tiga) organisasi yang telah tergabung didalamnya. Diantaranya: BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) STT-NF, DPM (Dewan Pimpinan Mahasiswa) STT-NF, LDK (Lembaga Dakwah Kampus) SENADA dimana Presma (Ketua BEM) adalah Muhammad Akmaluddin (TI 2016), Ketua DPM adalah Rakha Diyastri (TI 2016), Ketua LDK SENADA adalah Muhammad Syafiq (SI 2016)

Selamat bertugas!

Published in Kegiatan Kampus

Di era teknologi saat ini, banyak perusahaan besar menuntuk memiliki kemampuan pemrograman website yang cukup profesional. Karena akan berpengaruh dalam peroses teknologi khususnya pemrograman website, maka dari itu agar kita dapat meningkatkan skill atau keahlian dalam pemrograman website, guna untuk dapat bersaing dengan para programmer lainnya di era ini. Kita harus mempersiapkan diri kita untuk belajar lebih giat lagi serta mengikuti tips–tips yang akan diberikan agar kamu dapat memenuhi standar industri atau perusahaan.

Berikut kami memberikan tips–tips agar kamu jago pemrograman:

1. Rajinlah berlatih dan temukan masalah

Tips pertama yaitu kita harus sering–sering untuk belajar dan latihan dalam pemrograman web. Karena ini akan berpengaruh dalam mengatasi eror dalam pemrograman dengan mudah serta kemampuan analisa permasalahan kita akan terasah.

2. Belajar melalui e-book, buku dan tutorial online

Hal kedua ini akan sangat membantu kita dalam meningkatkan kapasitas pembelajaran kita, sebagian orang memilih metode ini karena sebagian orang menganggap pembelajaran melalui online menyediakan modul yang lebih lengkap dan lebih mudah dimengerti jika dibandingkan dengan belajar melalui buku. Tidak ada salahnya jika berpikiran seperti itu. Tapi ada yang perlu diingat, yaitu carilah lokasi web yang menyediakan materi yang terstruktur.

3. Belajar bersama para ahlinya

Untuk belajar bersama ahlinya atau sesama programmer akan sangat membantu kita untuk proses belajar. Jika kita merasa kebingungan dalam menemukan kesalahan atau bug yang terdapat pada program yang kita buat atau yang sedang kita kerjakan, tanyakan pada programmer lain. Ataupun jika kita ingin sekedar belajar tetapi bingung untuk mencari sumbernya atau tidak mengerti mau mulai dari mana, kita tanyakan juga kepada programmer lain.

4. Menganalisa dan memahami code

Diharuskan untuk membaca kode-kode yang terdapat pada proyek di opensource yang biasanya di Source Forge atau Github. Hal pertama yang harus dilakukan adalah pahami bagaimana cara kerja dari kode-kode tersebut. Hal kedua yang perlu dilakukan adalah temukan pola-pola atau sesuatu yang dapat anda terapkan dan kembangkan lagi.

5. Masuk grup media sosial

Memanfaatkan teknologi untuk membantu kita agar jago pemrograman web yaitu media sosial. Caranya bagaimana? Caranya yaitu dengan masuk ke grup media sosial yang membahas sesuatu yang sedang kita pelajari. Misalnya saat ini kita sedang belajar programing web, maka ikutlah grup yang membahas tentang programming wesbite.

 

Sumber: https://www.codepolitan.com/cara-enjoy-memulai-belajar-pemrograman

Published in Artikel

IT CLUB NOL SATU merupakan IT Club yang baru di STT Terpadu Nurul Fikri. Dilaunching pada tanggal 23 Februari 2019 di Auditorium STT Terpadu Nurul Fikri. Walaupun NOL SATU terhitung masih baru sebagai IT Club, namun IT Club ini tidak mau kalah dengan IT Club lainnya seperti ABRAIN CODE, NETS, CLUB ROBOTICS, ANDARA TECH dan lainnya.

Nol Satu menunjukkan eksistensinya dengan menghadirkan kelas rutin setiap pekan dengan materi-materi yang cukup menarik perhatian para mahasiswa, mengingat materi yang disajikan adalah materi yang masih fresh alias membahas teknologi-teknologi yang terbaru.

Sejak launching NOL SATU sudah mengadakan pertemuan rutin (workshop) sebanyak dua kali. Minggu 10 Maret 2019 pertemuan perdana Nol Satu dihadiri 11 peserta terdiri dari mahasiswa, dosen, dan alumni kampus STT Terpadu Nurul Fikri dengan materi Docker Administration yang disampaikan oleh Fachrizal Fahmy (Iaas Cloud, Linux Eng.), pada pertemuan kedua Minggu, 17 Maret 2019 pelatihan Nol Satu yang dihadiri 6 peserta terdiri dari alumni dan mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri dengan materi Openstack Administration yang disampaikan oleh M.Saripudin Adnan (Iaas Cloud, Linux Eng.).

Nol satu juga memiliki relasi keberbagai perusahaan yang sudah terjalin kerjasama, jadi bagi anggota nantinya berkemungkinan dapat bekerja pada perusahaan yang telah bekerjasama dengan Nol Satu

Jadi bagaimana? Siap bergabung dengan IT CLUB ini ??

Published in Kegiatan Kampus

Tempo hari yang lalu tim konten sempat mewawancarai Tim Startup dari STT Terpadu Nurul Fikri yang mengikuti lomba pada Festival Teknologi oleh Institut Teknologi Bandung. Randi (TI 2016) menerangkan mengenai alasan tim-nya mengikuti kompetisi bisnis Call For Proposal BOPTN - Penguatan Inovasi Tahun 2019 Batch 2. Besaran dana penelitian untuk satu proposal inovasi maksimum sebesar Rp. 200.000.000 (Dua ratus juta rupiah). Sehubungan dengan hal tersebut, LPIK ITB mengundang seluruh staf dosen di lingkungan ITB untuk memasukan proposal Program Penguatan Inovasi 2019.

BOPTN adalah kependekan dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri, ditujukan untuk membiayai program riset yang dilakukan oleh individu atau kelompok dosen ITB.

Randi menceritakan jika tim-nya sudah masuk ditahap pertama perlombaan. Rencananya mereka akan mengikuti workshop lanjutan untuk perlombaan tersebut di ITB 17 Maret 2019.

Tim tersebut mengaku optimis bisa lolos ke tahap selanjutnya, “InsyaAllah bismillah kami yakin, karena ide bisnis yang kami ajukan itu berbeda dengan ide2 bisnis yang lain, kami mengangkat permasalahan mengenai ketersediaan tempat penyewaan lapangan olahraga dan ini menurut kami berbeda dengan ide bisnis pada umumnya yang banyak bermunculan sepeti kebanyakan ide bisnis itu mengangkat tema pakaian/makanan. Doain aja step selanjutnya biar masuk 10 besar.” tentu menjadi sebuah harapan besar bisa lolos dan menjadi finalis, terus berusaha dan pantang menyerah merupakan kuci untuk mewujudkannya.

Published in Pojok Mahasiswa

Orientasi Akademik Mahasiswa STT NF resmi ditutup pada Sabtu (10/9), kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ini telah memenuhi semua agenda yang di rencanakan oleh panitia. Kegiatan ORMIK adalah agenda tahunan untuk menyambut mahasiswa baru dan memperkenalkan kampus STT NF secara keseluruhan agar para mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan dan kegiatan yang ada di lingkungan kampus.

Berbeda dengan pelaksanaan OSPEK yang banyak disoroti akibat banyak terjadinya kekerasan maupun bulying terhadap junior, ORMIK STT NF lebih mengedepankan unsur edukasi terutama di bidang IT maupun teknopreneur.

Pada tahun ini penutupan rangkaian acara ORMIK ditutup dengan acara Talkshow Technopreneur, dengan mengundang Sekretaris Umum Masyarakat Ilmuan dan Teknolog Indonesia (MITI), Dr. Edi Sukur, M. Eng, sebagai Keynote Speaker. Dalam kesempatannya Edi Sukur memberikan motivasi pada hadirin untuk menjadi seorang teknopreneur muda, karena menurutnya prospek seorang teknopreneur di era digital seperti sekarang ini sangat menjanjikan karena teknologi saat ini sudah menjadi kebutuhan dari masyarakat modern.

Selain itu turut hadir pula tiga anak muda perintis StartUp, untuk memberikan motivasi para hadirin untuk membangun startup di masa depan. Mereka adalah Falah dari Hijabenka, Donnie Aqha dari Agrowing dan Ahmad Haris dari Kode Kreatif. Dalam Talkshow tersebut para narasumber memberikan tips dan trik serta memberitahukan apa saja yang bisa menjadi hambatan dalam mendirikan startup serta solusi untuk keluar dari hambatan.

Panitia juga mengundang beberapa komunitas dari empat bidang untuk menarik minat mahasiswa baru agar bisa bergabung dalam gerakan sosial dari komunitas serta mengampanyekan gerakan "Lets join community". Komunitas yang di undang dari bidang IT adalah Glib, dari bidang kepemudaan adalah Youth, dari bidang jurnalistik ada Lingkar Pena dan dari bidang sosial kemasyarakatan ada Inspirator Indonesia. Keempat komunitas ini siap memperkenalkan indonesia dari berbagai sudut pandang yang berbeda dilihat dari kacamata bidang komunitas masing-masing, dan harapannya adalah para mahasiswa STT NF dapat berperan aktif dan lebih peduli pada lingkungan internal dan eksternal, khususnya mengenai masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Tim Andara Tech STT NF berhasil menembus babak final atau masuk sepuluh besar dalam Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK) 2016 pada kategori Pengembangan Perangkat Lunak. Andara Tech membuat aplikasi “Yuclean”, sistem informasi berbasis web dan mobile untuk manajemen bank sampah dalam ajang GEMASTIK tahun ini.

Lolosnya Andara Tech mengikuti jejak tim BENANG STT NF yang berhasil melaju hingga ke babak final pada gelaran GEMASTIK 2015 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Tahun ini GEMASTIK diselenggarakan di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia dengan mengusung tema "Enabling Smart Society Through ICT". Babak final akan digelar pada 22 September 2016. Para finalis diwajibkan hadir untuk mempresentasikan hasil karya mereka di hadapan juri untuk dinilai secara langsung.

“Andara Tech mampu bersaing dengan tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang telah berpengalaman. Itu membuktikan kualitas mahasiswa STT NF tidak kalah dengan perguruan tinggi lain di Indonesia. Sebagai kampus teknopreneur, STT NF akan terus mendorong mahasiswa untuk membuat karya yang berguna bagi masyarakat dan tentunya bisa mendatangkan keuntungan finansial, jika mahasiswa nanti menjadi seorang teknopreneur,” tutur Sirojul Munir, Wakil Ketua 1 STT NF.

Tim yang beranggotakan Muhammad Abdul Karim, Suranto dan Irfan Prasetyo itu juga memasukkan karya mereka pada kategori Bisnis TIK, namun hanya sampai di babak kedua. Mereka akan bersaing dengan para finalis dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang memiliki nama besar di Indonesia. Hal itu tidak menyurutkan langkah Andara Tech untuk maju dan membuktikan diri, bahwa mahasiswa STT NF dapat berprestasi di bidang TIK.

Irfan Prasetyo menceritakan, pada awalnya mereka pesimis untuk melaju ke final, melihat kompetitor dari perguruan tinggi lain memliki karya yang sangat bagus. Irfan mengungkapkan, saat ini mereka sedang fokus untuk menyelesaikan aplikasi mobile Yuclean yang akan dipresentasikan di hadapan juri. “Persiapan kami saat ini sudah mencapai 80 persen. Insya Allah, kami bisa menyelesaikan aplikasi ini sesuai tenggat waktu yang diberikan.” ujar Irfan.

Suranto juga menambahkan, betapa diperlukan kerja keras dan kerjasama tim yang solid untuk menghadapi final GEMASTIK. “Karena jarak antara pengumuman finalis dan babak final sangat mepet, sehingga segala persiapan yang dirasa masih kurang harus dikejar dalam waktu relatif singkat. Itu membutuhkan tenaga ekstra,” jelas Suranto penuh semangat. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %08 %177 %2016 %03:%Sep

Kajian Islam Kontenporer ORMIK 2016

Kajian islam kontemporer merupakan sebutan bagi kajian seputar wawasan keislaman yang terbarukan. Kajian Islam Kontemporer menjadi satu bagian dalam rangkaian acara pembukaan dalam Orientasi Akademik STT NF 2016 pada Selasa(6/9). Drs. H. Musholi selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurul Fikri di daulat menjadi pemateri dalam kesempatan kali ini. Pada Kajian ini ia dipandu oleh Dhani Fitriansyah mahasiswa SI – 2015 sebagai moderator.

Suasana tenang dirasakan ketika acara kajian berlangsung, Selama lebih kurang 2 jam mahasiswa baru STT NF menikmati sharing dan motivasi yang di sampaikan. Salah satu kutipan yang disampaikan adalah “Mind are like parachute, they only function when open” yang artinya pikiran manusia itu sama halnya dengan sebuah parasut, ia akan berfungsi ketika dibuka dan ketika tidak dibuka tak ada manfaat yang di dapat. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal untuk kita mencapai sebuah kesuksesan.

Selanjutnya ia juga menambahkan hal pertama yang harus dilihat apakah seseorang sukses atau tidak adalah dari performance nya. “Ketika memandang seseorang dari kacamata negatif maka akan menimbulkan rasa iri, dengki dan penyakit hati lainnya, berbeda halnya ketika memandangnya dengan positif, maka aka terasa seperti melihat hijaunya daun” Ungkap Musholi.

Penjelasan diatas Seperti yang dijelaskan dalam surat Al Imran ayat 159 yang artinya “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”.

Selanjutnya ia juga menceritakan sikap lemah lembut dari Rasulullah Muhammad SAW yang sangat bertolak belakang sekali dengan kebanyakan umat muslim saat ini. “Rasulullah SAW memiliki sikap yang sangat lemah lembut dan toleran, tidak seperti kebanyakan umat muslim saat ini yang menyelesaikan masalah dengan kekerasan, menurutnya justru ini tidak mencerminkan sikap seorang muslimin. Oleh sebab itu anda semua sebagai generasi muda kaum muslimin, tunjukkanlah bahwa islam adalah agama yang lembut dan rahmatan lil alamin dengan meniru sikap dan perilaku Rasulullah” tutupnya. (Khusnul Khotimah)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %18 %430 %2016 %09:%Agu

Open House STT NF "CEO Success Stories"

Demi mewujudkan program pemerintah yang mencanangkan 1000 startup di Indonesia, STT NF yang memiliki slogan “Tecnopreneur Campus” tergerak untuk memberikan kontribusi nyata, dengan membuat Open House dan menghadirkan para CEO muda di bidang Startup untuk membuka cakrawala berfikir generasi muda tentang bagaimana memulai dan membangun sebuah startup dari para pembicara yang sudah berpengalaman, sehingga nantinya akan menimbulkan gairah untuk membuat startup. Acara Yang di gelar pada Sabtu, (13/8) di Auditorium kampus B STT NF Jalan Lenteng Agung Raya No.20. Open House kali ini mengusung tema “Young Success CEO” dengan menghadirkan Diajeng Lestari (CEO HijUp.com), Muhammad Ihsan Akhirulsyah (CFO eFishery), dan Muhammad Isfahani Ghiyath (CEO Daeng Apps) dan Muhammad Lingga Nashiruddin (Direktur Techopreneur Center STT NF) sebagai moderator.

Acara Open House STT NF ini berbentuk Talkshow dan dimulai dari Diajeng Lestari yang membagikan kisahnya merintis HijUp.com dari awal merupakan sebuah startup yang bergerak dibidang busana Muslimah yang didirikannya pada tahun 2011. Diawal sesinya ia menceritakan tentang perjalanannya beberapa waktu lalu yang mengikuti Google Launchpad Accelerator di Sillicon Valley, Amerika Serikat. Disana ia mendapatkan banyak pelajaran baru, Banyak startup terbaik dari seluruh dunia datang ke sana membawa berbagai macam masalah dan persoalan mereka masing-masing. Karena sejatinya kelahiran sebuah startup adalah berawal dari sebuah masalah yang menjadi solusi melalui teknologi yang dihasilkan dari startup. Ide HijUp.com juga berawal dari masalah yang ada di Indonesia, dimana banyak orang yang mengangap produk luar negeri lebih berkualitas dibanding produk dalam negeri. Hal yang ingin dibuktikan Diajeng bahwa sebenarnya bangsa Indonesia mampu untuk memproduksi barang-barang dengan kualitas baik yang tak kalah dengan negara negara lain dan bisa mengusai pasar.

Lalu Ia menceritakan bagaimana sulitnya menjadi seorang enterpreneur, diawal karirnya sebagai CEO HijUp.com ia langsung mendapatkan ujian, dimulai setelah launching perdana HIjUp.com. berjalan lancar sampai banyak pesanan yang datang. Disaat yang sama salah satu dari dua pegawainya memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan dengan alasan tidak mampu mengerjakan pesanan yang sangat banyak. Hal tersebut tentunya membuat Diajeng pusing, tapi itu tak membuatnya patah semangat, justru ia bangkit, dan dengan kegigihannya akhirnya ia bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.

Kisah inspiratif selanjutnya datang dari mahasiswa Teknik Informatika STT NF semester 2, Muh. Isfahani Ghiyat. Bagaimana tidak, di usianya yang kini terbilang muda ia sudah mendirikan sebuah Startup yang mungkin sulit di lakukan oleh anak muda seusianya. Ia bercerita bagaimana suka dukanya dulu sebelum mendirikan Daeng Apps (sekarang Daeng Indonesia). Kisahnya berawal saat ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ia sangat suka dengan komputer, akan tetapi ayahnya tidak pernah memperbolehkannya berinteraksi dengan komputer. Untuk melampiaskan rasa sukanya terhadap komputer, akhirnya ia pergi ke warnet secara diam-diam. Berbeda dengan anak seusianya pada saat itu yang hanya bermain game di warnet, ia justru belajar dari internet dan mendapatkan banyak ilmu terutama tentang dunia pemrograman. Pada akhirnya ia berhasil membuat sebuah antivirus sendiri yang diberi nama spensav, yang sudah menjadi jawara di berbagai ajang kejuaraan IT tingkat nasional bahkan internasional.

Karyanya tak hanya sampai disitu. Bersama 6 rekannya yang sama-sama Mahasiswa STT NF, akhirnya ia memberanikan diri membuat sebuah starup yang bergerak dibidang software house. Meskipun startup ini bisa dibilang baru tetapi sudah menghasilkan beberapa produk, dan menurutnya produk unggulan Daeng Apps adalah Web locker yang merupakan aplikasi parental control situs porno yang sudah menjadi penyakit dikalangan pemuda Indonesia.

Kisah sukses terakhir datang dari CFO eFishery Muhammad Ihsan Akhirulsyah. Diawal sesinya ia menceritakan kehidupannya saat kecil. Bagaimana ia hidup ditengah kesulitan ekonomi dimasa krisis moneter yang membuat usaha keluarganya bangkrut, Sampai ia harus berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki dari sekolah kerumahnya yang jaraknya sangat jauh. Demi membantu beban orang tua ia sampai rela harus menjadi pengamen di bus dan ia juga mulai berjualan, Meskipun ditempa cobaan ia tetap memiliki semangat belajar yang tinggi hingga perguruan tinggi.

Ada banyak hal yang bisa diambil dari co-founder eFishery ini, salah satunya adalah dalam memulai sebuah bisnis. “kita tidak bisa sendiri, karena kita tidak mampu memecahkan semua persoalan yang ada dihadapan sendiri dengan ilmu yang kita punya, jadi kita harus memiliki rekan yang saling melengkapi agar bisnis itu dapat berkembang baik” tutur ikhsan. Ia juga menjelaskan mengenai indikator suksesnya seorang enterpreneur bukan dari kekayaannya, melainkan seberapa bergunanya dia bagi orang lainn dan apa yang ia kerjakan, karena menurutnya menjadi kaya itu mudah, yang susah adalah menjadi orang yang bermanfaat. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Kegiatan Kampus
Halaman 2 dari 5