Bagi anda yang memiliki usaha peternakan ikan terkadang lupa dengan penjadwalan pemberian pakan ikan dan takaran makan ikan yang terkadang tidak sesuai takaran. Hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan dan sisa makanan yang berlebih di kolam dapat mengganggu kadar air. Lewat inovasi dengan menggabungkan teknologi, kini tak perlu repot untuk melakukan pemberian makan pada ternak ikan anda, adalah eFishery yang bisa menjadi solusi. Hasil karya anak muda asal Bandung ini mencuri perhatian masyarakat karena dinilai sangat efektif untuk membantu para peternak ikan. Selain itu eFishery juga merupakan Startup yang mengedepankan Internet Of Thing.

Dibalik suksesnya eFishery ada seorang anak muda yang kini menjabat sebagai CFO eFishery, dia adalah Ihsan Akhirulsyah. Ia juga merupakan Co-Founder eFishery dan aktif di lingkungan Pengusaha Kampus yang mengantarkan eFishery meraih gelar juara pertama kompetisi Get In The Ring Global, Mandiri Young Technopreneur of The Year 2013 dan finalis INAICTA 2013.

Pemuda asal Bandung ini memiliki spesialisasi di bidang : strategic management, managerial finance, portfolio and investment strategy, business/startup strategy, real estate development, Internet of Things, management, and customer development. Ichan begitu biasa ia disapa tidak segan-segan untuk berbagi seputar pengetahuannya dalam membangun sebuah bisnis atau memulai sebuah startup, oleh karena itu ia terlihat aktif dalam menulis seputar pengetahuan yang ia kuasai di internet.

Pada 13 Agustus 2016 nanti STT NF menggelar acara Open House Series dengan mengusung tema “Young Success CEO” yang menghadirkan Ihsan Akhirulsyah sebagai pembicara, dalam kesempatan nanti Ichan diminta untuk memberikan masukan serta sharing pengalaman tentang membangun bisnis berbasis online yang saat ini sedang marak seiring makin berkembangnya Teknologi Informasi. Selain Ihsan Akhirulsyah, akan hadir pula Diajeng Lestari, CEO HijUp.com dan Isfahani Ghiyath CEO Daeng Apps yang juga merupakan mahasiswa STT NF.

Acara ini akan dilaksanakan di Auditorium Kampus B STT NF, Jalan Lenteng Agung Raya No. 20, mulai pukul 08.00 wib – 12.00 wib dan tidak dipungut biaya alias Gratis. Segera daftarkan diri anda Via Whatsapp ke Nomer 085716243174 atau SMS ke Nomer 082233111522, dengan format : Reg_STT-NF_Nama_Asal Sekolah_Nomer Hp_Tahun Lulusan.

Jangan sampai terlewat acara yang berkualitas dengan pembicara yang berpengalaman dibidang E Commerse dan startup ini, tempat terbatas dan dapatkan voucher biaya kuliah di STT NF sebesar Rp.500.000 dan Doorprise menarik lainnya.

Published in Kegiatan Kampus

Nama Diajeng Lestari sudah sangat familiar di telinga para Fashionista khususnya Hijabers di seluruh Indonesia, berkat inovasinya membuat sebuah “Mall Online” khusus untuk busana muslimah dengan menggandeng Brand dari designer hijab dan pakaian muslim Indonesia. Wanita lulusan FISIP Universitas Indonesia ini awalnya hanya seorag karyawati di sebuah Lembaga Pemerintahan asal Jerman yang bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia, namun karena tuntutan pekerjaan yang menuntutnya untuk tampil modis meskipun berhijab, ia pun berusaha untuk mencari toko-toko yang menjual kebutuhannya itu, namun dirasakan sangat sulit.

Beruntung Diajeng memiliki seorang suami yang merupakan CEO dari salah satu perusahaan E Commerse terbesar di Indonesia Bukalapak, Ahmad Zaky. Dari hasil bertukar fikiran dengan suaminya itulah tercetus ide untuk membuka sebuah Mall Online yang menyediakan perlengkapan pakaian muslimah yang ingin tampil modis serta fashionable dengan cara berbelanja yang mudah dan aman. Akhirnya pada tahun 2011 selepas Resign dari kantornya ia memutuskan membuka HijUp.com, hingga saat ini HijUp menjadi E Commerse pertama di Indonesia bahkan di Dunia yang bergerak di bidang Moslem Fashion, maka tidak heran jika customer HijUp juga berasal dari luar negri.

Diatas adalah sedikit kisah dari Diajeng Lestari yang membangun HijUp.com, mau tau kisah menarik lainnya dari Diajeng Lestari bagaimana membangun HijUP.com dari Nol hingga menjadi besar sampai seperti sekarang ini?.
Hadirilah acara Open House STT NF Technopreneur Series : “Young Success CEO”, dimana Diajeng Lestari akan menjadi pembicara dan akan membeberkan rahasia dan pengalamannya dalam membangun sebuah bisnis berbasis online. Selain Diajeng Lestari ada pula Ihsan Akhirulsyah, CFO eFishery dan CEO Daeng Apps yang juga merupakan Mahasiswa STT NF, Isfahani Ghiyath. Open House akan di selenggarakan pada 13 Agustus 2016 mulai pukul 08.00 Wib – 12.00 Wib di Auditorium Kampus B STT NF, Jalan Lenteng Agung Raya No.20 Jaksel.

Acara ini tidak dipungut biaya atau Gratis, silahkan daftarkan diri anda Via Whatsapp ke Nomer 085716243174 atau SMS ke Nomer 082233111522, dengan format : Reg_STT-NF_Nama_Asal Sekolah_Nomer Hp_Tahun Lulusan. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %11 %127 %2016 %02:%Agu

Tenis Meja Dies Natalis STT NF 2016

Gebyar Dies Natalis STT NF telah dimulai pada Senin (8/8) lalu, dengan mempertandingkan perlombaan Tenis Meja yang berlangsung di Kampus A STT NF, Jalan Situ Indah No.116 Kelapa Dua. Pertandingan di gelar sejak pukul 15.00 Wib hingga pukul 21.00 Wib, karena memainkan dua nomor yaitu ganda dan single yang harus diselesaikan dalam satu hari.

Pertandingan dimulai dari nomor tunggal, di babak penyisihan ada 8 pertandingan yang terjadwal di meja panitia. Dari 8 pertandingan babak penyisihan nantinya akan ada 4 pertandingan lagi untuk memperebutkan tiket ke semi final dan final. Di nomor ganda, peserta yang mendaftar lebih sedikit terlihat hanya ada 8 pasangan dan hanya ada 4 pertandingan babak penyisihan, semi final dan final.

Pada nomor Tunggal, pertandingan seru dan menegangkan tersaji di babak 8 besar yang mempertemukan Edo Riansyah (Waket 1) melawan Mulyadi (Waket 2) yang merupakan sama-sama pemain unggulan. Pertandingan berlangsung ketat dengan kejar mengejar point, dan jual beli serangan, namun Edo mampu mengungguli Mulyadi dengan 2 set langsung dengan skor yang sangat tipis edo pun berhak melaju ke partai semi final. Di babak semi final mempertemukan Edo (Waket 1) Vs Anwar (Waket 3), Dian Sofyan (Waket 3) Vs David (Waket 3). Di pertandingan Final berlangsung antara Edo melawan Dian Sofyan dari Waket 3 setelah mereka mengalahkan lawan-lawannya di semi final. Dian Sofyan mengalahkan Edo di final dengan rubber set dan membawanya menjadi kampiun Lomba Tenis Meja Dies Natalis STT NF ke 4.

Di babak penyisihan nomor ganda tersaji 4 pertandingan penyisihan dimana pemenang babak penyisihan akan langsung melaju ke babak semi final. Di babak semi final Bertanding pasangan Dudi-Daseh dari LP3 STT NF melawan Zaki-Edo dari Waket 1, di semi final lainnya mempertemukan pasangan Anwar-Dian dari waket 3 melawan Yuliadi-Andi dari Waket 2. Akhirnya di babak final bertemu pasangan Zaki-Edo melawan Anwar-Dian yang dimenangkan Zaki-Edo dengan 2 set langsung.

Hari ini lomba Dies Natalis akan memainkan pertandingan Futsal yang cukup bergengsi, pertandingan antar Satuan Kerja lingkungan STT NF ini akan di mainkan di lapangan Futsal Sekolah Islam Terpadu Nurul Fikri pada sore hari.(Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %08 %434 %2016 %09:%Agu

Ilmuan Dunia akan Beri Kuliah Umum STT NF

Dr. Khoirul Anwar adalah peneliti yang merintis dan memiliki paten teknologi pemancar menggunakan konsep dua FFT, untuk dipakai pada metode SC-FDMA, dalam proses uplink 4G LTE. Khoirul, alumni Teknik Elektro ITB dengan status cumlaude di tahun 2000, kemudian melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master pada 2005 serta doktor pada 2008. Khoirul, penerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) tahun 2006, di California. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.

Sebagai anak yang lahir dari keluarga petani, dengan ayah dan ibu yang bekerja di sawah milik tetangga rasanya mustahil untuk mengenyam pendidikan tinggi. Tahun 1990, sang ayah wafat meninggalkan Khoirul sekeluarga. Tentu saja hal itu membuatnya khawatir dengan pendidikannya, karena tanpa seorang kepala keluarga yang bisa diandalkan untuk mencari nafkah dan membiayai sekolahnya. Dengan rasa cemas ia memberanikan diri untuk mengatakan pada sang ibu perihal keinginannya yang ingin bersekolah hingga pendidikan tinggi. Tanpa disangka sang ibu pun mendukung dan berkata: “Nak, kamu tidak usah ke sawah lagi. Kamu saya sekolahkan setinggi-tingginya sampai tidak ada lagi sekolah yang tinggi di dunia ini.”

Dengan rasa haru dan bangga, semangat untuk belajar dan berprestasi muncul kembali hingga ia diterima di SMP 1 Kunjang dan melanjutkan ke SMA 2 Kediri, salah satu sekolah favorit di kota santri itu. Tamat SMA ia melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jurusan Teknik Elektro dan ditetapkan sebagai lulusan terbaik pada 2000.

Lulus Sarjana, ia mengincar beasiswa dari Panasonic dan ingin melanjutkan gelar magisternya di salah satu universitas di Tokyo, namun kenyataan berkata lain, ia gagal. Karena pengalamannya sedari kecil yang mengajarkan untuk terus berjuang, ia mengalihkan bidikannya ke Nara Institute of Science and Technology (NAIST ) dan diterima. Di Universitas yang sama ia mengembangkan tesis mengenai teknologi transmitter dan menggarap disertasi bertema sama dalam program doktoral.

Kini anak petani tersebut telah membuat sebuah karya di bidang teknologi komunikasi yang digunakan pada 4G LTE yang sudah bisa dinikmati khalayak ramai. Saat ini ia juga menjadi Asisten Profesor sekaligus peneliti yang bekerja di laboratoriom Information Theory and Signal Processing, Japan Advanced Institute of Science and Technology.

Pada tanggal 24 Agustus 2016,Dr. Khoirul Anwar akan mengisi kuliah umum di STT NF, dengan tema “ Menjadi Mahasiswa Luar Biasa : Inspirasi Dari Turbo Coding”. Acara ini akan berlangsung di Auditorium Kampus B STT NF, Jalan Lenteng Agung Raya No. 20 Jakarta Selatan. Selain itu, Dosen STT NF, Sirojul Munir S.Si, M.Kom menjadi pembicara kedua. Kuliah umum ini adalah agenda rutin STT NF dilaksanakan setiap semester Ganjil dan Genap dengan mengundang para praktisi, ahli dan tokoh-tokoh nasional maupun internasional. Kuliah umum bersifat terbuka untuk umum dan gratis. Silakan daftarkan diri Anda segera karena tempat terbatas. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Meski sudah memasuki waktu libur kuliah, mahasiswa STT NF tetap produktif, antara lain persiapan mengikuti Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik). Kompetisi itu akan diadakan di Universitas Indonesia pada bulan September 2016, tapi pendaftaran peserta ditutup awal Juli 2016.

Mahasiswa STT NF bersiap mengikuti ajang Gemastik yang sudah dilaksanakan ke-9 kali. Ada enam tim mahasiswa STT NF yang akan mengikuti lomba pada beberapa kategori: Tim Sanggar Code (Muhammad Isfahani dan Irvan Fathul Huda) untuk pengembangan perangkat lunak, Andara-tech (Muhammad Abdul Karim dan Suranto) untuk pengembangan perangkat lunak, Al Fatih (Hamdan Ainul, Hasna Mujahidah dan Muhammad Luqni) untuk pengembagan aplikasi permainan, Andara-tech (Suranto dan Abdul Karim) ikut pengembangan bisnis TIK juga, Fast Alliance Team (Ananda Putra, Kusnadi dan Aufa Billah) untuk keamanan jaringan dan sistem informasi, serta Herpiko Dwi Angguno untuk kategori piranti cerdas.

Salah satu calon peserta adalah Muhammad Isfahani Ghiyath yang pernah menjadi pemenang INAICTA di tahun 2014 dalam kategori Aplikasi. Selain itu, Isfa juga meraih Juara 1 Merit bersama peserta asal Pakistan dalam ajang Asia Pasific ICT Award (APICTA). Ia berhasil menyabet penghargaan di INAICTA dan APICTA berkat program antivirus buatannya yang diberi nama Spensav.

Tahun 2014 Isfa ikut untuk membawa nama sekolahnya SMK Al Muhajirin, Depok. Kali ini ia akan membawa nama kampus STT NF, tempatnya mendapatkan beastudi berprestasi. STT NF mencanangkan diri sebagai Technopreneur Campus mendukung langkah Isfa untuk mengikuti ajang INAICTA 2016 dan berharap ia bisa meraih prestasi lebih baik.

Semula Isfahani akan mengikuti INAICTA, tapi tahun ini tampaknya tidak diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo. Isfa sudah menyiapkan aplikasi WeBlocker untuk memantau aktivitas anak saat berselancar di internet. Aplikasi ini nantinya akan dipasang pada laptop atau PC, lalu ketika ada yang menggunakan internet dengan keyword yang sudah ditandai, maka akan muncul notifikasi segera ke smartphone pengguna. "Para orangtua pengguna bisa memantau anaknya yang mengakses internet secara realtime," ujar Isfa, mengungkap keunggulan aplikasinya.

Saat ini aplikasi desktop WeBlocker sudah selesai pengerjaannya dan bisa digunakan. Isfa sedang mengerjakan aplikasi versi mobile menggunakan Android. Demi menunjang pengetahuan Isfahani mengenai perangkat Android, STT NF memberikan kesempatan Isfa belajar lebih dalam lagi di Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi STT NF (LP3 STT NF). LP3 merupakan salah satu unit bisnis STT NF. Ketua STT NF Drs. Rusmanto, MM mendukung mahasiswa berprestasi dengan menjanjikan akan menyediakan server untuk aplikasi WeBlocker buatan Isfahani.

Isfa menceritakan awal mula pembuatan aplikasi WeBlocker. "Berawal dari masa PKL di kantor Kominfo Pusat. Pak Menteri saat itu (Ir. Tifatul Sembiring) beserta Staf (Dr. Rudi Lumanto) meminta saya untuk membuat sebuah aplikasi proteksi internet demi mendukung program #InternetSehat di Indonesia," ungkap Isfa. Dari situ ia terpikir untuk membuat aplikasi yang bisa digunakan di sistem android dan bisa dilepas ke masyarakat. "Karena proyek seperti ini membutuhkan biaya cukup besar, saya berharap dengan diikutkan pada Gemastik 2016. Siapa tahu, ada sponsor atau investor yang mau berkontribusi."

Mahasiswa asal Makasar yang berdomisili di Kota Depok itu juga memiliki startup yang diberi nama DaengApps. Isfa membuat beberapa karya yang sudah digunakan oleh lembaga pemerintahan maupun swasta. Harapan terbesarnya adalah mendapat penghargaan di berbagai kompetisi dan bisa mengharumkan nama kampus STT NF, serta mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain”. Hikmah kenabian itu ingin diwujudkan mahasiswa STT NF dengan membagikan sebagian rezeki berupa ta’jil ifthar (makanan pembuka puasa) gratis kepada pengguna jalan di depan Kampus B STT NF, jalan Lenteng Agung Raya Nomor 20, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Kafillah Ramadhan STT NF yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Kampus SENADA, BEM STT NF, dan pihak kampus STT NF.

Menurut Syaiful, Ketua Pelaksana Kafillah Ramadhan 1437 Hijriah, “Ta’jil on the Road dilaksanakan untuk menunjukkan bahwa sebagai Muslim harus tolong-menolong dalam kebaikan. Jika ada saudaranya yang kesulitan (berpuasa) sudah sepatutnya kita membantunya (menyediakan ifthar).”

Ta’jil On The Road dilaksanakan pada Jum’at (18/6), dimulai pukul 16.00 dengan persiapan packing makanan yang akan disebar sepanjang ruas jalan. Target untuk dibagikan ke pengguna jalan. Kemudian pembagian tim menjadi dua kelompok. Kelompok pertama di depan kampus B STT NF dan kelompok kedua ditempatkan di depan halte UI.

Tepat pukul 17.00, pembagian ta’jil gratis pun dimulai. Menurut Dhani, relawan T.O.R, target pertama yang diberikan ta’jil gratis adalah orang-orang sangat membutuhkan, karena tak mampu membeli ifthar. Selanjutnya adalah pejalan kaki dan terakhir para pengendara kendaraan bermotor. Tak sampai 20 menit, sekitar 200 ta’jil yang dipersiapkan sudah habis terbagi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan harus dilanjutkan di tahun berikutnya,” ujar Atmam, usai membagikan ta’jil gratis ke pengguna jalan. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Pojok Mahasiswa

STT NF secara resmi telah membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk tahun akademik 2016-2017 pada awal Januari lalu. Gelombang pertama pendaftaran telah dibuka. Seperti biasa PMB di STT NF terbagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dimulai 1 Januari sampai 31 Maret 2016. Bagi pendaftar di gelombang pertama akan mendapatkan potongan biaya sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah). Sedangkan untuk biaya gedung di tahun akademik ini akan ditiadakan, jadi semua mahasiswa baru di STT NF akan dibebaskan dari biaya gedung. Ini kesempatam istimewa bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung dengan Kampus Teknopreneur STT NF.

Pada Sabtu (27/2) lalu para pendaftar di gelombang pertama mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) yang dilaksanakan di Kampus B STT NF, Jalan Raya Lenteng Agung 20, Jakarta Selatan. Peserta TPA adalah mereka yang telah mendaftar berasal dari wilayah Jabodetabek.

TPA bertujuan mengukur potensi apa yang dimiliki camaba, sehingga lebih memudahkan untuk memetakan kemampuan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Selain TPA, ada juga tes wawancara untuk mengetahui kemampuan mahasiswa mengikuti perkuliahan juga kesiapan diri. Dalam tes wawancara juga dijelaskan jurusan yang ada di STT NF, yakni Sistem Informasi dan Teknik Informatika, agar memudahkan calon mahasiswa baru untuk memilih jurusan mana yang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Kepala Biro Pemasaran PMB, Manto Wiratmoko, mengatakan: "Jumlah pendaftar melalui jalur online sudah banyak kami terima, namun lokasi pendaftar online yang berada di luar jabodetabek menjadi kendala untuk melakukan TPA dan wawancara. Rencananya di akhir Maret kami akan mengadakan kembali TPA. Untuk peserta di luar jabodetabek akan diadakan tes secara online." Semoga sukses bagi calon mahasiswa yang baru mengikuti tes. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Ketua PHP Indonesia, Peter J. Kambey, mengatakan bahwa kedua framework antara Laravel dan YII bukan framework yang harus diperdebatkan, mana lebih unggul. Kedua framework itu sama-sama diperlukan, namun fungsinya kembali ke pengguna sendiri. Hal itu ditegaskan dalam acara Seminar dan Workshop Laravel or YII Framework, yang digelar STT NF pada Sabtu (27/2).

Seminar yang dihelat oleh IT Club STT NF aBraincode itu berlangsung seru. Auditorium kampus B STT NF dipenuhi peserta. Peter menambahkan, dalam industri nanti sudah tidak lagi ditanyakan: apa framework yang kita gunakan. Apapun yang kita gunakan tidak akan menjadi pertanyaan utama, YII atau Laravel. "Sebenarnya yang masih memperdebatkan penggunaan kedua framework itu adalah kebanyakan mahaiswa yang fanatik terhadap suatu merk," ujar Peter.

Peter juga menjelaskan tentang PHP7 yang baru. Menurutnya, PHP7 sangat bagus dan memberikan performance sangat signifikan untuk penggunaan Laravel atau YII. Peter mempersilakan peserta untuk mempelajari PHP7 di internet karena sudah banyak disebarluaskan di dunia maya.

Peter kembali menekankan betapa Laravel dan YII bukan teknologi yang harus dbandingkan. "Tipikal pengguna kedua framework tersebut memang beda. Pengguna Laravel memiliki tipikal Freedom, Public Aplication, dan Manual Integration. Sedangkan pengguna YII memiliki tipikal Complete, Information System Apps," ungkapnya. Jadi, menurut pandangannya, pengguna Laravel atau YII sudah bisa dilihat dari aplikasi yang dibuat: user Laravel lebih ke Public Aplication dan YII k arah Office Aplication.

Ketika sudah masuk dalam industri, Laravel dan YII bukanlah solusi. Solusinya, kita membuat ekosistem in Business melalui PHP. Di akhir presentasinya, Peter menekankan pada peserta untuk terus berinovasi dan jangan menyerah dengan tantangan yang dihadapi. Seperti kata mendiang Steve Jobs: "Stay Hungry, Stay Foolish" (tetap haus belajar). (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%PM, %07 %624 %2016 %13:%Apr

Workshop Laravel dan YII Framework

Usai seminar yang dilaksanakan pagi hingga siang hari, panitia IT Club STT NF melanjutkan dengan workshop. Dalam workshop ini, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelas pertama dengan materi Laravel dibimbing oleh Wahyu Rismawan dari Badr Interactive, dan diikuti oleh 25 peserta. Sedangkan kelas kedua dengan materi YII Framework, dipandu Misbahul D. Munir dari PHP Indonesia, dengan jumlah peserta sama.

Menurut Ishfahani Ghiyat, salah seorang anggota IT Club aBraincode, kedua framework itu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Laravel lebih ke pembuatan manual dengan coding. "Hal itu memudahkan kita untuk meng-custom aplikasi yang ingin dibuat. Sedangkan YII sudah disediakan oleh pengembang dan lebih terbatas dalam hal kebebasan cuctomisasi," ungkap Ishfahani.

Soal pilihan framework mana yang paling sesuai dengan keinginan, ditentukan oleh pengguna. Ishfahani, mahasiswa STT NF semester 2 itu, sedang merancang aplikasi untuk mengikuti ajang INAICTA tahun 2016. Workshop berjalan dengan lancar, seluruh peserta mengikuti paparan narsumber dan berlatih dengan baik. Tanya jawab antar pemateri dan peserta juga berlangsung seru.

Roy Santoso, ketua panitia seminar dan workshop, menyatakan harapannya, "Melalui workshop ini, diharapkan para peserta dapat secara bijak memilih mana framework yang cocok untuk mereka gunakan dalam proyeknya. Saya juga berharap, agar materi yang diberikan oleh semua narasumber istimewa dapat dikuasai dengan baik oleh peserta." Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah membantu menyukseskan acara perdana IT Club. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

IT Club Programming STT NF, atau lebih dikenal dengan nama aBraincode, mengadakan seminar sekaligus workshop pada Sabtu (27/2) di Auditorium Kampus B STT NF. Tema yang diusung kali ini adalah "Laravel atau YII Framework?", menghadirkan lima orang pakar dan praktisi di bidang programming.

Tiga orang narasumber dari PHP Indonesia, yaitu Peter J. Kambey, Hafid Muhlasin, dan Misbahul D. Munir, berdampingan dengan dua pemateri dari Badr Interactive, yaitu Salman El Farisi dan Wahyu Rismawan. Acara dibagi dalam dua sesi seminar di pagi hari dan workshop di siang hari.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua I STT NF, Sirojul Munir S.Si, M.Kom, mengatakan bahwa STT NF sebagai Technopreneur Campus akan terus mengikuti perkembangan dunia TI di Indonesia dengan membuat kegiatan-kegiatan positif semacam seminar dan workshop. "Tak lupa, saya ucapkan terima kasih pada para mahasiswa STT NF yang tergabung dalam IT Club Programming, aBraincode, yang telah sukses menggelar acara ini. Buktinya, peserta yang hadir membludak," sambut Sirojul.

Dilanjutkan dengan pembicara pertama dari PHP Indonesia, Peter J. Kambey. Ini menekankan pada peserta mengenai dua framework yang populer di Indonesia, yaitu Laravel dan YII. "Kedua framework itu bukanlah teknologi untuk di banding-bandingkan. Semua kembali ke pertimbangan masing-masing pengguna," ujar Peter. Ia juga berpesan pada para peserta untuk bisa survive di dunia TI, butuh kerja keras dan inovasi, seperti kata mendiang Steve Jobs "Stay Hungry, Stay Foolish".

Pembicara berikutnya, Salman Alfarisi dari Badr Interactive, yang mengaku menggunakan Laravel dalam pembuatan proyeknya. Salman menjelaskan mengapa ia menggunakan Laravel. "Salah satunya adalah faktor komunitas, karena komunitas Laravel cukup besar, sehingga memudahkan untuk berbagi pengalaman dalam penggunaan framework ini," papar Salman.

Selanjutnya giliran Hafid Muhlasin, juga dari PHP Indonesia, sebagai pengguna YII Framework. Ia menjelaskan sejarah perkembangan YII, cara instalasi hingga alasan mengapa menggunakan YII. "YII memiliki performa yang bagus, keamanan yang baik, banyak fitur yang memudahkan kerja kita. Selain versi yang bagus dan supportnya cepat, juga memiliki support community yang luas," simpul Hafid.

Ketua panitia Roy Santoso mengatakan, "Ini merupakan acara pertama yang dihelat IT Club aBraincode. Alhamdulillah, sambutan dari publik sungguh luar biasa, terlihat dari jumlah pendaftar yang masuk ke panitia hingga melebihi kuota yang disiapkan, yaitu 150 orang." Panitia memohon maaf bagi peminat yang tidak bisa mengikuti acara ini, karena tidak mendapat slot. "Kami berjanji akan membuat acara-acara sejenis dengan tema yang tidak kalah menarik tentunya," ucap Roy. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
Halaman 3 dari 4