STT Terpadu Nurul Fikri beberapa minggu lalu melaksanakan acara Bulan Bahasa. Acara ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan yaitu Seminar Literasi Informasi, Bibliobattle dan diakhiri dengan Pelatihan Jurnalistik yang dilaksanakan dari tanggal 25 Oktober hingga 2 November 2018. Satu pemandangan yang menarik hadir dari acara Bibliobattle, dimana acara ini pertama kali dilaksanakan di STT Terpadu Nurul Fikri. Bibliobattle adalah metode cepat membaca buku dengan mekanisme pembagian tugas pada beberapa orang untuk membaca tiap bab yang berbeda sehingga kegiatan membaca lebih efektif dan tidak membosankan.

Dengan inisiatif dari para pecinta buku dan staf perpustakaan STT Terpadu Nurul Fikri, Bibliobattle dibuat sedikit berbeda dengan diadakannya kompetisi minat baca. Peserta Bibliobattle diharuskan meresensi buku dan hasil resensi tersebut dibuat semenarik mungkin untuk selanjutnya dipresentasikan, berharap presentasi tersebut dapat menarik hati peserta yang lain bahkan menimbulkan keinginan untuk membaca buku yang diresensi. Penilaian juara didasarkan pada berapa banyak orang yang tertarik membaca buku yang diceritakan. Dari sekian banyak peserta dari berbagai angkatan, keluarlah tiga pemenang yaitu juara pertama Nabilah Fajar Utami (TI 2017), kemudian disusul juara kedua Dian Purnama (TI 2017) dan juara ketiga diraih oleh Herpico (Mahasiswa Tingkat Akhir).

Tentu menjadi kesan tersendiri bagi para pemenang, mengingat acara ini pertama kali dilaksanakan di STT Terpadu Nurul Fikri. “Unexpected banget. Awalnya gak kepikiran sama sekali untuk ikut nge-review buku, tapi karena ada salah satu buku yang sedang dibaca dan ternyata worth it bangetujar Nabilah Fajar Utami, pemenang juara pertama Bibliobattle 2018. Mahasiswa yang akrab dipanggil Nafu ini tidak menyangka bisa menjadi juara pertama pada acara tersebut.

Selain bangga dan tidak percaya dengan hasil yang didapatnya, Nafu juga merekomendasikan acara ini untuk dijadikan rutinitas kampus supaya menarik minat baca mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri yang lain. “Seharusnya kegiatan kaya gini perlu sering-sering dilaksanakan ya, karena banyak banget buku yang menarik namun karena kesibukan masing-masing individu, jadi gak ada waktu untuk membaca banyak bukuimbuhnya pada saat pers.Dengan saling me-review, kita jadi tau isi dari buku secara garis besar meskipun belum kita baca, dan bisa jadi salah satu cara untuk merekomendasikan buku ke orang lain tambahnya. Mengingat mahasiswa STT-NF adalah anak IT yang aktivitasnya bergelut dengan PC dan Gadget, maka minat baca mahasiswa sangat kurang sehingga Bibliobattle ini bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasinya.

Published in Pojok Mahasiswa

(Jaksel), 25/10 telah terlaksana Seminar Literasi Informasi Bagi Remaja di Era Revolusi Industri 4.0 sebagai media penumbuh budaya membaca. Berlokasi diKampus B2, STT Nurul Fikri. Dalam memperingati Bulan Bahasa 2018 Perpustakaan Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) mengadakan acara dengan tema “Membumikan Literasi Informasi Dalam Karya”.

Seminar Literasi Informasi Bagi Remaja di Era Revolusi Industri 4.0 menghadirkan pembicara dari seorang pemulia buku yang sangat terkenal dengan acaranya Membaca Itu Nikmat, beliau adalah Bapak Adi Wahyu Adji.

Acara dihadiri oleh sebagian besar mahasiswa baru 2018 berlangsung dengan sangat informatif. Materi disampaikan pertama kali dengan memperlihatkan video mengenai literasi informasi di Indonesia saat ini dan negara-negara di dunia yang cukup memprihatinkan.

Hal ini yang kemudian menjadi perhatian agar remaja jangan sampai menjadi generasi yang terlewatkan oleh sebuah buku karena di era revolusi industri masuk pada eranya distruption, terjadinya overload informasi, serta skills dimasa depan yang membutuhkan penyelesaian masalah yang cepat dan tepat, salah satu caranya adalah kita sebagai remaja harus banyak membaca buku dan pengetahuan lainnya.

Membaca akan menjadi kegiatan yang menyenangkan jika sudah ditumbuhkan dalam diri sendiri. Tips ringan yang dibagi oleh Bapak Adji dalam menumbuhkan minat baca yakni motivasi berkenaan dengan mindset membaca yang benar, pengetahuan yang mencakup ilmu baca, serta kebiasaan dalam daya baca, misalnya seperti one week one book”, tutur Pak Adji.

Pak Adji juga membagikan sebuah link e-book yang dapat diunggah oleh peserta seminar yang hadir untuk bahan bacaan dimanapun dan kapanpun. Hal tersebut dapat menumbuhkan minat baca yang dapat ditanamkan dalam diri sedini mungkin. Harapannya untuk remaja milenial saat ini terus bersemangat dan meningkatkan minat baca, kualitas berbahasa Indonesia.

Published in Kegiatan Kampus