STT NF sebagai Kampus Teknopreneur memiliki tujuan mencetak Teknopreneur muda di bidang teknologi informasi, sehingga terus melakukan inovasi dan kerjasama dengan para penggiat TI di Indonesia. Pada Jum'at (8/4) lalu, STT NF melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Satria Asia, salah satu pembina bisnis pemula (start up) di Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Ketua STT NF Drs. Rusmanto, MM dan Chief Strategy Officer Satria Asia, Putut Susetyo Bagus W.

Kerjasama ini merupakan rangkaian dari program inkubator STT NF untuk melahirkan Teknopreneur muda yang handal di bidang TI. "Melalui kerjasama ini para mahasiswa STT NF akan mendapatkan beberapa pelatihan, coaching, man power, dan pendanaan. Jika memungkinkan akan dilibatkan pada beberapa proyek," ujar Rusmanto. Sehingga, nantinya para mahasiswa memiliki pengalaman untuk menciptakan dan mengembangkan start up.

Satria Asia merupakan sebuah jaringan bisnis yang juga membina divisi start up. Atas dasar tersebut STT NF menilai Satria Asia sangat cocok untuk dijadikan mitra kerjasama dalam program incubator, agar nantinya bisa menghasilkan SDM yang siap menghadapi persaingan global, khususnya dalam hal bisnis kreativitas.

Putut menjelaskan, "Selain bekerja sama dengan STT NF, Satria Asia sebelumnya telah bekerjasama dengan instansi pemerintahan di bawah Kementerian Koperasi dan UKM dengan memberikan Office Space dan Virtual Office. Fasilitas itu bisa digunakan oleh start up yang dibimbing kementrian". Satria Asia membantu startup yang dibina pemerintah dalam hal bisnisnya bukan teknologinya. "Kami membantu dari segi coaching, man power hingga permodalan," lanjut Putut. Soal pengembangan teknologi, STT NF tentu lebih berkompeten. (Hendri Nurdiansyah).

Published in Kegiatan Kampus
%PM, %17 %840 %2016 %19:%Apr

Perkembangan Teknopreneur di Masa Depan

Saat ini teknologi telah berkembang pesat, terutama di bidang teknologi informasi. Dengan bantuan teknologi informasi banyak pekerjaan kita menjadi lebih efisien. Salah satu contohnya dalam hal berkomunikasi.

Pada tahun 2014 tercatat teknopreneur di Indoneseia masih berjumlah 3,6 juta orang atau 1,56 persen dari total penduduk Indonesia. Sementara itu total entrepreneur di Indonesia mencapai 56.5 juta orang. Faktor yang mempengaruhi perkembangan teknopreneur di Indonesia adalah peran pemerintah dan swasta. Swasta perlu menciptakan startup baru dan pemerintah harus membina dan membantu startup tersebut.

Sebenarnya SDM di Indonesia sangat melimpah, namun masih menjadi kendala adalah instansi pemerintah yang enggan mengeluarkan anggaran untuk memodali SDM membina startup. Gejala itu diamati pemodal asing, sehingga mereka pun mengambil peluang tersebut.

Dalam salah satu pameran edukatif besar yang pernah diadakan Himpunan Mahasiswa Mesin ITB tahun 2014, khususnya dalam seminar tentang riset dan teknologi otomotif untuk Indonesia Mandiri, Kadarsyah Suryadi selaku Wakil Rektor ITB bidang akademik dan kemahasiswaan mengatakan: "Butuh 3R untuk bisa menjadi teknopreneur yang berhasil". Yaitu:

  1. Rasio, mengedepankan dan menekankan hubungan antara intelektualitas, pengalaman, dan keilmuan.
  2. Raga, jasmani dan rohani yang sehat supaya bisa mengembangkan ide-ide kreatif menjadi produk teknologi secara konkret.
  3. Rasa atau jiwa, yaitu semangat wirausaha yang bisa membawa seseorang untuk mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan kreativitas dalam menjalankan bisnis berbasis teknologi.

Hal yang harus dilakukan Indonesia untuk dapat bersaing di kancah dunia adalah mengedukasi dan memperkenalkan teknologi kepada seluruh masyarakat, serta menciptakan minat ingin tahu kepada seluruh anak bangsa. Itu cara yang tak mudah memperbanyak bibit-bibit teknopreneur Indonesia. Selain itu, pemerintah dan swasta juga harus bekerjasama dalam menangani semua kendala agar negara tercinta ini bisa menjadi pusat peradaban dan teknologi dunia di masa depan. (Choniyu Azwan)

Sumber: www.maxmanroe.com/indonesia-punya-potensi-technopreneur-cerah-di-masa-mendatang.html

Published in Pojok Mahasiswa
%PM, %17 %830 %2016 %18:%Apr

Cikal Bakal Start Up Mahasiswa STT NF

Sebagai kampus yang mengedepankan teknopreneuer atau wirausaha di bidang teknologi, STT NF memiliki tujuan mencetak mahasiswa-mahasiswa yang unggul dalam beragam keterampilan teknik. Antara lain, kemampuan teknologi informasi untuk menciptakan berbagai aplikasi yang berguna bagi masyarakat. Selain itu, mahasiswa STT NF juga didorong mengerjakan proyek dan membangun perusahaan StartUp sejak di bangku perkuliahan.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STT NF memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk membentuk tim yang akan menjadi cikal bakal perusahaan startup. Setelah beberapa tim terpilih dengan ide-ide yang luar biasa, LPPM tidak akan melepaskan mahasiswa begitu saja. "LPPM akan membimbing dan mendampingi mahasiswa untuk mengerjakan proyek yang ditargetkan,: ujar Zaki Imaduddin selaku Ketua LPPM STT NF.

Minggu pertama bulan Maret merupakan pertemuan pertama semua tim dan LPPM untuk bersama-sama belajar mengembangkan dan mempelajari setiap hal yang akan dikerjakan. Saat ini tim yang sudah memiliki komitmen untuk mewujudkan proyeknya ada lebih dari 4 tim. Semua ide dari setiap tim ini dipercaya mampu membuat perubahan dan memberikan manfaat untuk masyarakat luas. Semua tim itu merupakan angkatan pertama dalam program pengembangan startup yang dibina LPPM STT NF. Mereka menamai angkatan ini dengan nama Al-Khawarizmi.

Setiap satu pekan anggota Al-Khawarizmi dijadwalkan berkumpul, dan pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Jum'at (11/3) pekan lalu. Pertemuan perdana tidak hanya untuk mengenalkan konsep-konsep saja, LPPM langsung mengajak mahasiswa bereksplorasi dengan menggunakan aplikasi pengembangan Android. Tak hanya itu, mahasiswa juga diajarkan membuat proposal, karena setelah proyek ini selesai setiap tim bisa mengajukan atau mengikutsertakan karyanya ke kompetisi nasional, internasional atau ajang lainnya.

Proyek ini juga bisa dijadikan tugas akhir untuk setiap mahasiswa dalam tim tersebut, sehingga tiap mahasiswa memiliki tugas yang berbeda-beda dalam mengerjakannya seperti bagian Programming, Web Desain dan Jaringan. Semoga semua mimpi mahasiswa STT NF dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi perubahan masyarakat yang lebih baik. (Ratih Septia Giri)

Published in Kegiatan Kampus

STT NF secara resmi telah membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk tahun akademik 2016-2017 pada awal Januari lalu. Gelombang pertama pendaftaran telah dibuka. Seperti biasa PMB di STT NF terbagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dimulai 1 Januari sampai 31 Maret 2016. Bagi pendaftar di gelombang pertama akan mendapatkan potongan biaya sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah). Sedangkan untuk biaya gedung di tahun akademik ini akan ditiadakan, jadi semua mahasiswa baru di STT NF akan dibebaskan dari biaya gedung. Ini kesempatam istimewa bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung dengan Kampus Teknopreneur STT NF.

Pada Sabtu (27/2) lalu para pendaftar di gelombang pertama mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) yang dilaksanakan di Kampus B STT NF, Jalan Raya Lenteng Agung 20, Jakarta Selatan. Peserta TPA adalah mereka yang telah mendaftar berasal dari wilayah Jabodetabek.

TPA bertujuan mengukur potensi apa yang dimiliki camaba, sehingga lebih memudahkan untuk memetakan kemampuan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Selain TPA, ada juga tes wawancara untuk mengetahui kemampuan mahasiswa mengikuti perkuliahan juga kesiapan diri. Dalam tes wawancara juga dijelaskan jurusan yang ada di STT NF, yakni Sistem Informasi dan Teknik Informatika, agar memudahkan calon mahasiswa baru untuk memilih jurusan mana yang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Kepala Biro Pemasaran PMB, Manto Wiratmoko, mengatakan: "Jumlah pendaftar melalui jalur online sudah banyak kami terima, namun lokasi pendaftar online yang berada di luar jabodetabek menjadi kendala untuk melakukan TPA dan wawancara. Rencananya di akhir Maret kami akan mengadakan kembali TPA. Untuk peserta di luar jabodetabek akan diadakan tes secara online." Semoga sukses bagi calon mahasiswa yang baru mengikuti tes. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Beberapa tahun terakhir teknologi berkembang pesat. Hampir semua aktivitas manusia modern menggunakan teknologi. Hal itu membuat kebutuhan pasar akan teknologi atau aplikasi-aplikasi yang membantu dan bermanfaat untuk kehidupan semakin meningkat. Para pengembang aplikasi kebanjiran permintaan dan kekurangan sumber daya manusia untuk mengerjakan atau mengemas produk kompetitif.

Tak heran, jika semakin banyak startup yang berdiri. Begitu pula spirit STT NF sebagai Technopreneur Campus yang bertujuan melahirkan Teknopreneur handal untuk mengembangkan atau membuat aplikasi yang bermanfaat untuk masyarakat. STT NF menggelar Forum Presentasi Ide Kreatif Mahasiswa pada Kamis (25/2). Sekitar 14 mahasiswa yang memiliki ide-ide luar biasa berdiskusi dengan tiga Dosen untuk mengembangkan aplikasi android yang membantu menyelesaikan masalah masyarakat.

Untuk tahap awal, ada tiga kelompok mahasiswa mempresentasikan ide-ide yang akan dikembangkan. Mereka memiliki tekad kuat untuk membuat perubahan di masyarakat. Ide yang sudah terpilih selanjutnya akan mulai dikembangkan dan diimplementasikan oleh tim yang akan menjadi cikal bakal startup STT NF.

Mereka yang tampil menawarkan ide kreatif adalah Dede Hamzah dengan aplikasi monitoring perkembangan janin untuk membantu bidan berbasis mobile. Kelompok Anjar Pratama Putra, Irfan Assidiq, dan Prana Yanuar Dana menyajikan rancangan aplikasi Titip.in, yang berguna untuk membantu orang untuk memesan makanan di manapun berada. Sementara tim Chandra Ayu Lestari, Desy Ratnasari, dan Ratih Sptia Giri tampil dengan aplikasi Yo-Gas sebagai penghubung antara penjual dan konsumen gas elpiji. Pemesanan bisa dilakukan secara online, konsumen tidak perlu mendatangi warung/pangkalan jika repot/berhalangan. Dengan aplikasi Yo-Gas dapat diawasi penyebaran gas elpiji sesuai dengan kategori: subsidi dan non-subsidi.

"Kami gembira karena para mahasiswa STT NF bergairah untuk membuat aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Mereka mengekspresikan kepedulian melalui karya-karya inovatif. Tugas kami sebagai Dosen membimbing mahasiswa agar aplikasinya dapat dikembangkan," ujar Zaki Imaduddin, Ketua LPPM STT NF.

Selain itu, ide yang sudah dikembangkan akan ikut serta pada kegiatan yang diadakan oleh pemerintah, salah satunya adalah hibah penelitian oleh Kemenristek Dikti. Dalam proses pengembangan para mahasiswa akan mendapatkan bimbingan dari Dosen yang ahli dalam bidangnya. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari perwakilan setiap angkatan di STT NF.

Yuk, kita berikan dukungan dan doa untuk teman-teman yang memiliki niat baik ini. Semoga diberikan kelancaran dan selalu menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa. (Ratih Septia Giri)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %27 %041 %2016 %00:%Jan

Gerakan Bina Desa BEM STT NF

DepokNews — Lembaga pengabdian masyarakat (Abdimas) dari Badan Eksikutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Fikri (STT-NF) Kota Depok mengadakan Gerakan Bina Desa di RT 05 RW 04, Kampung Panggulan Pulo, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan.

Menurut Ketua Pelaksana Gerakan Bina Desa STT NF, Nurbaiti Fitriana, Gerakan Bina Desa adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk membantu membina dan mensejahterakan masyarakat, khususnya dipedesaan yang merupakan salah satu program kerja unggulan BEM STT NF.

"Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain adalah membantu pengajaran di Paud, selain mengajar kami juga mengadakan lomba-omba yang bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar dan kreatifitas anak-anak," jelasnya kepada depoknews.com, Senin (25/1/16).

Fitri sapaan akrab dari Nurbaiti Fitriana menuturkan, Gerakan Bina Desa juga mengajarkan cara menanaman tanaman hias berupa rumput gajah yang bertujuan untuk membantu masyarakat di Kampung Panggulan Pulo yang belum memiliki pekerjaan khususnya anak muda yang masih belum memiliki penghasilan agar mereka terlatih untuk bekerja.

"Dalam kegiatan ini, diharapkan bisa membantu masyarakat sekitar lebih meningkat kesejahteraannya," katanya.

"Kerja bakti membersihkan lingkungan dan menggelar pengajian remaja, acara ini juga berfungsi sebagai ajang silaturahmi dengan remaja disekitar Kampung Panggulan Pulo," tutup Fitri.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat STT NF ini dilakukan selama 4 hari, dimulai pada hari Kamis, 21 Januari 2016 dan berakhir pada hari Minggu, 24 Januari 2016.(Mir/dn)

Sumber : http://www.depoknews.id/abdimas-stt-nf-depok-buat-gerakan-bina-desa/#

Published in Kegiatan Kampus

Kunci sukses wirausaha dimulai sejak dini. Jangan menunda waktu untuk inisiatif bisnis. Hal itu ditegaskan oleh Gema Buana dari Bukalapak, toko online yang sedang naik daun. "Bukalapak dimulai dari semangat para pendiri saat mereka masih kuliah. Hal-hal besar dilakukan oleh orang besar ketika mereka masih kuliah bukan saat lulus kuliah. Steve Job, Mark Zuckenberg dan lain-lain memulai usaha saat masih kuliah, bahkan mereka tidak sempat lulus," ujar Gema dalam Talkshow FuturePreneur yang digelar STT NF, Jumat (27/11).

Awal ide Bukalapak adalah karena kesulitan dalam melakukan transaksi online yang aman. Oleh karena itu, Bukalapak menjawab keinginan masyarakat yang ingin bertransaksi di situs jual beli online. Bukalapak hadir pada saat booming komunitas sepeda tahun 2008-2009. Saat itu banyak komunitas sepeda yang bergabung di Bukalapak, mencari sepeda yang tidak ada di toko offline.

Talkshow bertujuan merangsang minat kaum muda untuk menjadi technopreneur, terutama pengusaha di bidang teknologi informasi. Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat dan kebutuhan akan aplikasi TI, maka ide-ide segar dan inovasi-inovasi di bidang TI diperlukan untuk menjawab semua itu.

Ketua STT NF Drs. Rusmanto, MM membuka acara dengan sambutan optimistis. "Indonesia membutuhkan tenaga para teknolog untuk maju dan berkembang. Oleh karena itu, peran pemuda dinantikan untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik dengan menguasai dan memanfaatkan Teknologi Informasi," sambut Rusmanto.

Gema Buana (Head of Capital Management PT. Bukalapak.com), panitia menghadirkan Herry Pansila (Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok) sebagai Keynote Speaker, serta Iqbal Hariadi (Storyteller and NGO Partnership Kitabisa.com) dan M. Nur Awaludin (CEO Kakatu) sebagai narasumber.

Para narasumber merupakan wakil dari generasi muda yang peduli memajukan bidang TI dengan membuat berbagai inovasi bermanfaat bagi masyarakat luas. Sedangkan Herry Pansila datang sebagai perwakilan dari Walikota Depok. Acara diikuti kurang lebih 200 peserta, terdiri dari mahasiswa STT NF dan kalangan umum. Moderator talkshow adalah Fariz, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Iqbal Hariyadi dari Kitabisa.com, sebuah platform crowdfunding, mengatakan: "Ide awal kami membuat wadah untuk menyalurkan orang-orang yang punya ide namun tidak memiliki resource dan untuk orang-orang yang memiliki resource namun tidak memiliki waktu untuk mengurusnya. Fokus kami di bidang sosial, namun tidak menutup kemungkinan untuk urusan nonsosial, karena sosial itu hanya value dan bentuknya dapat berupa apapun."

Lain lagi cerita Kakatu.com. "Kakatu adalah alat untuk membatasi penggunaan gadget pada anak-anak. Kakatu dapat membatasi waktu anak dalam bermain game. Ide membuat aplikasi ini dari pengalaman waktu kecil saya, habis untuk bermain game sampai lupa waktu," ungkap Nur Awaludin, CEO Kakatu. "Kebiasaan ini terus dilakukan hingga dewasa, tepatnya saat orang tua saya meninggal. Akhirnya, saya merasa menyesal karena waktu yang seharusnya saya habiskan untuk berkumpul bersama orangtua malah saya habiskan dengan bermain game."

Kendala awal sosialisasi Kakatu adalah banyaknya orangtua yang menolak karena menganggap anaknya lebih pintar dalam menggunakan gadget. Itulah tantangan terbesar, mengedukasi orangtua untuk menggunakan Kakatu. Ada mindset orangtua yang salah, jika anak bermain di depan komputer, maka mereka menganggap anaknya baik-baik saja. Padahal hanya dengan duduk di depan komputer, anak bisa mengakses ke mana saja menjelajahi situs yang tidak bisa difilter.

Kadisdik Kota Depok mendukung inovasi di bidang pendidikan dengan memanfaatkan TI. "Dengan adanya peraturan untuk penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan, maka ujian nasional dapat berlangsung berbasis online. Pemerintah akan terus melakukan inovasi di bidang IT untuk meningkatkan kualitas pendidikan," jelas Herry Pansila.

Acara berlansung menarik dengan dibukanya sesi tanya jawab. Banyak peserta bertanya mengenai pengalaman para narasumber dalam membangun usaha di bidang IT. Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada narasumber yang disampaikan langsung oleh Ketua STT NF Rusmanto. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Tim Benang mewakili STT NF dalam pagelaran nasional GEMASTIK yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti memulai perjalanan ke UGM Yogyakarta, Ahad (25/10). Mereka bertanding di final dalam kategori Pengembangan Aplikasi Permainan. Dengan penuh harap dan keyakinan siap bersaing demi mengangkat nama baik kampus STT NF.

Menjadi kebanggaan tersendiri bagi mahasiswa STT NF, terjun dalam kesempatan perdana di kompetisi nasional dan berhasil melaju ke babak final. Bersaing dengan perguruan tinggi negeri dan swasta ternama tidak membuat mereka gentar, Berani Menang, itulah moto mereka yang menjadikan lolos sampai ke final berkat keyakinan dan kerja keras.

Tercatat 3.087 tim pendaftar yang terdiri dari lebih 4.000 mahasiswa universitas negeri maupun swasta dari seluruh kota di Indonesia. Lebih dari 150 universitas pendaftar, namun yang berhasil lolos ke babak final hanya 27 universitas dan bendera STT NF menjadi salah satu perguruan tinggi yang berkibar dalam acara GEMASTIK 8. Tim yang berhasil lolos ke babak final sebanyak 101 tim untuk semua kategori, dan 11 tim kategori Pengembangan Aplikasi Permainan dari 316 tim pendaftar.

"Ini adalah pengalaman yang benar-benar luar biasa, berdiri dengan orang-orang hebat dari seluruh Indonesia. Kami menjadi salah satu tim mahasiswa yang berhasil lolos ke babak final dengan menyisihkan ribuan orang dari berbagai universitas," ujar Taufik Abdullah, Ketua Tim BENANG dengan penuh kebanggaan.

Pembukaan kompetisi dimulai hari Selasa (27/10). Sebelumnya peserta harus mengikuti technical meeting bersama panitia dan diberikan beberapa tugas yang harus diselesaikan. Tugas ini merupakan tantangan dari panitia untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan peserta.

Tim Benang diberikan tantangan untuk menambahkan dua fitur dalam Game Trashformers dan tantangan tersebut berhasil dikerjakan dengan baik, meskipun ada sedikit kendala saat pengiriman file karena ketidakstabilan koneksi. Kendala itu benar-benar membuat tim panik karena batas akhir pengiriman adalah pukul 23.59 WIB dan Tim Benang baru berhasil mengirim pukul 23.28 WIB. Beruntung karena batas akhir pengiriman masih belum ditutup.

Seminar dari Microsoft, Gamatecno, Tokopedia, dan Intel ikut memeriahkan acara Gemastik 8. Seminar ini dibuka untuk umum. Acara resmi dibuka pada tanggal 26 oktober 2015 oleh Ketua Panitia dan perwakilan dari Kemenristek Dikti, kemudian dilanjutkan dengan perlombaan setiap kategorinya di ruangan terpisah. Mahasiswa STT NF memang belum meraih keberuntungan dalam kompetisi ini, namun perjuangan mereka sangat membanggakan. (Ratih Septia Giri)

Published in Kegiatan Kampus
Halaman 2 dari 2