Tak terasa Ujian Akhir Semester (UAS) tinggal beberapa hari lagi. Bagi sebagian mahasiswa, UAS merupakan mimpi buruk, bahkan ada yang sampai stress menghadapi UAS. Tapi tidak untuk mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri kelas TI-02 2017. Semester ganjil lalu tercatat kelas TI-02 2017 paling banyak mendapat gelar mahasiswa berprestasi daripada kelas yang lain diangkatan 2017.

Bukan berarti mahasiswa TI 02 ini berlatar belakang siswa berprestasi di sekolahnya dulu, bahkan ada mahasiswa yang waktu sekolahnya dulu tidak pernah masuk 10 besar ranking kelas tetapi menjadi mahasiswa berprestasi di kampus. Kuncinya adalah Think Win – Win atau berpikir menang – menang. Bukan hanya pada saat belajar dikelas atau saat mengerjakan tugas, prinsip ini juga mereka terapkan pada saat menhadapi UAS. Mereka menekan ego sendiri dan mengutamakan kebersaam demi mencapai tujuan yang sama yaitu lulus semua dengan predikat A. “Kita gak mentingin ego masing – masing karna ini bukan SMA yang hanya ada Ranking 1, 2 dan 3. Harapan nya sih sekelas kita dapet predikat mahasiswa berprestasi”. Ujar Huda Izzatul, mahasiswa kelas TI 02.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, kelas TI 02 punya metode tersendiri yaitu dengan kongkow bareng sebelum ujian berlangsung, baik itu ujian kelas, UTS ataupun UAS. Dengan menghilangkan rasa “saya paling”, anak – anak TI 02 ini berhasil menciptakan suasana nyaman setiap kali belajar bersama. Dengan begitu, tidak ada yang merasa paling pintar dan merasa paling kurang.

Dalam menghadapi UAS kali ini pun, anak - anak TI 02 beberapa kali melakukan kongkow bareng satu hari sebelum ujian berlangsung. Aktivitas ini bahkan memicu semangat belajar kelas lainnya bahkan beberapa orang dari kelas lain sering kali ikut serta dalam belajar bersama. “terkadang ada anak kelas lain yang ikutan, yah kita mah seneng – seneng aja, tambah banyak orangnya jadi tambah seru belajarnya”. Imbuh salah satu anak kelas TI 02 pada saat kongkow bareng.

Berprestasi tidak harus sendirian karena kampus bukan lagi SMA”. Kalimat itulah yang selalu dipegang teguh oleh anak – anak TI 02 sebagai motivasi untuk saling membantu. Pemandangan yang sangat indah yang dilakukan oleh mahasiswa TI 02 ini, Mereka berharap hal ini bisa ditiru dan dilakukan oleh kelas lain dengan harapan semua mahasiswa minimal memahami matakuliah yang tidak diketahuinya, lebih jauhnya semua mahasiswa bisa mendapat gelar “mahasiswa berprestasi”.

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %02 %183 %2018 %03:%Apr

Ishafani, Mahasiswa segudang Prestasi

Muhammad Isfahani Ghiath nama yang begitu populer dikampus STT NF. Ia adalah seorang mahasiswa berprestasi dari jurusan teknik informatika 2015 yang sering menjadi pembicara di acara-acara Developer. Salah satu nya adalah Developer Student Clubs Indonesia Summit 2018 yang pertama kali diadakan oleh Google. Acara ini diadakan di Bali, pada tanggal 3-4 Maret 2018.

Apasih Developer Student Clubs itu ?

Developer Student Clubs adalah sebuah komunitas untuk mahasiswa yang dipresentasikan oleh Google. Developer student clubs ini bertujuan untuk meningkatkan ekosistem developer, meningkatkan skill development dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah melalui teknologi mobile ataupun web development. Program DSC ini sukses meningkatkan ekosistem di India, maka dari itu, Google mencoba untuk merealisasikannya untuk mahasiswa di Indonesia. DSC akan memilih satu mahasiswa dan mahasiswi dari setiap kampus sebagai perwakilan untuk menjadi DSC Leader. Saat ini, terdapat 20 mahasiswa yang terpilih menjadi Pilot DSC Leader, dan 40 mahasiswa lainnya menjadi DSC Leader. Total, ada sebanyak 60 mahasiswa di 60 universitas di Indonesia yang menjadi DSC Leader.

Tidak hanya itu, Google juga mengajak para karyawan Google dari seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam menyambut DSC Indonesia. Dari 20 pilot DSC Leader yang ada di Indonesia, 8 DSC Leader diberikan kesempatan untuk Lighting Talk tentang tema yang sudah ditentukan.

Nah, kebetulan saya diamanahkan untuk sharing tentang Introduce new tech to others. Saya mencoba menjelaskan ke 59 DSC Leader untuk bagaimana cara memperkenalkan para calon participant tentang teknologi baru yang sedang berkembang, memberikan pemahaman dan best practicle dalam penyampaian teknologi terbaru, ujar isfhani ketika diwawancarai kemarin malam (09/03/2018).

Ia juga mengatakan “Keren banget! serasa, saya seperti orang yang beruntung bisa keterima menjadi salah satu DSC Leader. Acaranya di bali pun keren banget, pagi sampe malam jadi raja haha, hotel bintang lima, makanan unlimited dan kolam renangnya enak banget. Eh bukan itu deng, saya senang banget Google mempercayakan saya untuk menjadi Pilot DSC Lead, memberikan wawasan yang lebih untuk menjadi seorang pemimpin, network yang luas karena dikenalkan oleh banyak Googlers (sebutan karyawan google) dari berbagai dunia. Keren nya lagi, kita bisa berbincang empat mata dengan para googlers dan dapet insight dan impressive dari mereka tentang pengalaman di google.

Ia juga menyampaikan pesan agar mahasiswa STT NF juga bisa mengikuti acara keren seperti ini “Buat temen-temen di NF, persiapkan diri kalian, DSC Lead akan membuka kesempatannya lagi di tahun depan (atas rekomendasi dari DSC Lead sebelumnya ya, saya hahaha). Tetap semangat, sering-sering ikut kegiatan komunitas untuk mendapatkan banyak pengalaman. hal yang perlu di persiapin sih, kredibilitas seorang developer dan bahasa inggris yang cukup. itu aja :D” ujarnya sambal sedikit tertawa

Published in Pojok Mahasiswa

Kuliah Umum menjadi agenda rutin saat menjelang ataupun telah masuk semester baru di Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri.

Menginjak tahun 2018, mahasiswa STT-NF telah memasuki tahun ajaran semester genap. Di tengah kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung, tepatnya pada Selasa, 6 Maret 2018, Kampus yang memiliki tagline Technopreneur Campus ini mengadakan kuliah umum dengan tema dan suasana yang berbeda dari kuliah umum sebelumnya.

Kuliah umum kali ini mengangkat tema “Google Summer of Code”, yang mana dihadiri oleh dua pembicara dari Google, yaitu Cat Allman (Program Manager Open Source Outreach, Google) dan Stephanie Taylor (Program Manager Google Summer of Code and Google Code-in, Google).

Google Summer of Code atau sering disingkat GsoC, merupakan sebuah program internasional tahunan yang pertama kali digelar sejak Mei hingga Agustus 2005. Google menghadiahkan tunjangan sebesar 30 juta rupiah untuk semua mahasiswa (berusia 18 tahun atau lebih) yang berhasil menyelesaikan dan mengembangkan projek perangkat lunak open source selama musim panas.

Selain membahas tentang Google Summer of Code, salah seorang pembicara yaitu Cat Alman, sedikit menyinggung tentang open source kepada peserta kuliah umum yang hadir pada hari itu.

Kuliah umum diselenggarakan di ruang Auditorium STT-NF. Selama kurang lebih 3 jam kuliah umum berlangsung, terdapat beberapa rangkaian acara diantaranya, sambutan dari ketua STT NF olah bapak Ahadiyat, lalu sambutan dari Muh Isfhani Giyath (TI 2015) sebagai Project Officer, serta pengumuman mahasiswa berprestasi dari masing-masing prodi TI dan SI semester 2, 4, dan 6.

Salah satu mahasiswa berprestasi mengatakan “Disini saya dapat menimba ilmu dalam jangkauan yang luas, yang nantinya ingin saya aplikasikan untuk kepentingan ummat, sedangkan mendapat gelar mahasiswa berprestasi bagi saya itu adalah bonus (Rizky Hidayat Panjaitan, TI 2016)", yang saat itu dilontarkan pertanyaan terkait motivasi belajar di STT NF.

Kuliah umum kali ini berjalan dengan baik, karena pembicara yang hadir menyampaikan presentasi menggunakan bahasa internasional, Inggris,  sehingga peserta dapat lebih seksama dan dapat memahami materi yang disampaikan. Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini terlihat begitu tinggi, ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada Mrs. Cat dan Mrs. Taylor.

Sebelum kuliah umum berakhir, peserta dan pembicara melewati satu sesi terakhir dengan foto-foto bersama.

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %23 %320 %2017 %06:%Mar

Sekolah Mapres Perdana

Masih dalam satu rangkaian dengan Sekolah Mapres, STT Terpadu Nurul Fikri memulai agenda Sekolah Mapres pada hari Senin pukul 14.00 sd/ selesai. Acara ini dilaksanakan Kampus STT Terpadu Nurul Fikri Gedung B2 dengan peserta yang cukup banyak, Sekolah Mapres perdana ini dilaksanakan untuk melatih para calon Mahasiswa dan mahasiswi berprestasi dalam membuat Curriculum Vitae Mahasiswa Berprestasi.


Agar peserta lebih memahami materi penulisan CV ini, STT Terpadu Nurul Fikri mendatangkan langsung narasumber yang merupakan Alumni Mapres Universitas Indonesia Fakultas FMIFA angkatan 2011, Beliau adalah Andika Rizky Sulyat. Andika mengawali materinya dengan memperkenalkan diri dan menceritakan beberapa pengalaman luar biasa yang bisa didapatkan dari mengikuti Sekolah Mapres, “Dengan kita ikut serta dalam Mapres ini, akan banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan, salah satunya adalah kita bisa mendapatkan banyak teman sehingga dapat memperluas jaringan dan kita juga bisa dengan mudah mendapatkan informasi mengenai beasiswa untuk S2 dalam negeri maupun luar negeri” Ungkap Andika dengan semangat untuk memberikan motivasi kepada peserta sekolah mapres ini.


Sebenarnya semua mahasiswa bisa menjadi mapres asalkan memiliki niat dan kemauan karena syarat utama menjadi mapres adalah Prestasi akademik, kreatif dan memiliki attitude yang baik, seiring waktu berjalan semua itu bisa kita lakukan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pemilihan mahasiswa berprestasi dewan juri akan menilai dari prestasi yang dimiliki, berbahasa inggris, mengumpulkan karya tulis originalnya, CV dan mempresentasikan karya tulisnya dengan baik.


Oleh karena itu penulisan CV menjadi salah satu penilaian utama dalam pemilihan mapres ini. CV sendiri memiliki tipe yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan utama dibuatnya CV, seperti CV untuk magang, CV untuk bekerja dan CV untuk mahasiswa berprestasi. Untuk format penulisan CV mahasiswa berprestasi sedikit berbeda karena CV untuk mahasiswa berprestasi menitik beratkan ada prestasi yang dimiliki atau yang pernah didapatkan seperti penghargaan dan prestasi internasional.


CV mapres pada paragraph pertama akan membahas biograpi diri serta pengalaman-pengalaman prestasi yang dimiliki, dilanjutkan dengan pengalaman organisasi, prestasi internasional dan prestasi-prestasi lainnya. Konten yang muat dalam CV mapres akan lebih banyak menampilkan prestasi, selain itu menulis CV dalam Bahasa inggris akan menjadi nilai tambah untuk calon mahasiswa berprestasi dibandingkan dengan format tulisan berbahasa Indonesia, dan yang tidak boleh dilupakan adalah format penulisan tanggal atau tahun prestasi harus disamakan.


Semoga dengan awal materi sekolah mapres ini Calon Mahasiswa Berprestasi STT Terpadu Nurul Fikri memiliki semangat yang semakin membara dan selalu berdoa kepada Allah SWT.

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %14 %439 %2017 %09:%Mar

Grand Opening Sekolah Mapres

Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri saat ini sudah memasuki pertengahan semester genap, biasanya saat-saat seperti ini mahasiswa dan mahasiswi akan disibukan dengan berbagai kegiatan di kampus mulai dari kegiatan organisasi yang diikuti, hingga kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh STT Terpadu Nurul Fikri. Di semester genap ini STT Terpadu Nurul Fikri membuka kegiatan Sekolah Mapres, Sekolah Mapres merupakan tahapan pembelajaran yang inspiratif. Kompetisi mapres menyadarkan bahwa pada akhirnya tidak ada batasan awal dan akhir untuk belajar, tidak ada batas disiplin yang harus membatasi keinginan kita untuk belajar dari perspektif lain.

Senin (13/03/2017) pukul 16.00 sd/ 18.00 STT Terpadu Nurul Fikri resmi membuka kegiatan ini yang diikuti oleh semua peserta. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan Tilawah dan sambutan dari perwakilan STT Terpadu Nurul Fikri sekaligus Grand Opening ajang tahunan Sekolah Mapres yang dilaksakan di Auditorium STT Terpadu Nurul Fikri. Kegiatan ini juga di isi dengan sesi Talkshow Inspiratif dengan tema "Be Great Trought, Dreams, Actions, Prays" bersama Finna Handafiah sebagai Mapres Universitas Indonesia 2016 dan Hendra Adityawijaya seorang Junior Analyst yang merupakan Alumni STT Terpadu Nurul Fikri yang menjadi Mapres 2014.

Mengapa mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri ini harus ikut berpartisipasi dalam ajang tahunan ini ? Karena dengan ikut berpartisipasi dalam ajang ini kamu bisa :

  1. Mengukur kemampuan yang telah dibangun semasa kuliah. Merefleksikannya untuk menjadi peningkatan kapasitas diri.
  2. Memiliki kesempatan menciptakan ide solusi yang kontribustif bagi masyarakat dan dapat menjadi suatu katalisator bagi mahasiswa untuk menggunakan ide inovatifnya dalam masalah terkini masyarakat.
  3. Bisa berbagi dan menginspirasi orang lain. Dengan menjadi Mapres suara kita akan lebih didengarkan oleh publik yang lebih luas serta dapat menyebarkan semangat berprestasi dan kontribusi untuk masyarakat dan ikut membangun Indonesia yang lebih baik.

Pada sesi Talkshow Inspiratif kedua pembicara memaparkan data diri beserta pengalaman yang didapatkan selama menjadi mahasiswa berprestasi. Antusiasme para peserta cukup tinggi saat sesi talkshow, hal ini bisa dilihat dari keseriusan peserta dalam mendengarkan penjelasan kedua pembicara mengenai Mapres serta kata-kata pembicara yang memotivasi para peserta sehingga semangat untuk mengikuti Sekolah Mapres ini semakin bertambah.

“Mahasiswa berprestasi itu biasanya identik dengan mahasiswa yang unggul dibidang akademik dengan Indeks Prestasi yang tinggi, tapi Mahasiswa berprestasi juga harus memiliki kreatifitas dan rasa ingin tahu yang tinggi serta tak lupa, mahasiswa berprestasi juga harus memiliki atitude yang baik sehingga bisa menjadi pribadi yang unggul tak tanya di kampus tapi juga ditengah-tengah masyarakat Indonesia atau bahkan dunia” ujar Hendra Adityawijaya saat memberikan pendapatnya mengenai Mahasiswa berprestasi.

Finna juga menjelaskan bahwa menjadi mahasiswa berprestasi itu memiliki banyak kesempatan dan merasakan banyak manfaat karena mengikuti ajang mahasiswa berprestasi ini melatih diri sendiri menjadi lebih teratur dan mengetahui mana saja aktifitas yang harus diprioritaskan untuk mencapai goals yang sudah diinginkan.

Masih banyak pelajaran dan pengalaman yang akan kita dapatkan dalam sekolah Mapres ini, oleh karena itu siapkan diri dan tingkatkan semangat karena kita baru saja memulai pelajaran untuk mencapai kesuksesan dan menunjukan prestasi diri di mata dunia.

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %04 %132 %2017 %02:%Jan

Hafidzoh Kembar di Kampus Nurul Fikri

Afifa Diniputri dan Latifa Diniputri, putri ke- 4 dari pasangan Bapak Sutadi dan Ibu Tri Wahyuni ini sudah menjadi bagian STT Terpadu Nurul Fikri sejak tahun 2016. Jurusan Sistem Informasi menjadi pilihan hafidzoh kembar ini.

Jauh sebelum memiliki status sebagai mahasiswi, Afi dan Tifa, begitu akrab mereka disapa, sudah memulai menghafal Al-Qur’an. Sejak TK sudah mulai menghafal surat-surat pendek, seperti Surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, dan sebagainya. Terus tumbuh dan memasuki tingkat SD, si kembar ini melanjutkan hafalannya hingga berhasil menghafal hampir satu juz (juz 3)0 sampai lulus dari SDIT Baiturrahman Jakarta

Melanjutkan hafalan dari Juz terakhir hingga berhasil menghafal 5 Juz (Juz 26 – juz 30) semasa di SMPIT YAPIDH. Tak puas dengan hafalan yang sudah dimilikinya, Afi dan Tifa melanjutkannya dengan menghafal dari Juz awal sampai berhasil menuntaskan targetnya di SMAIT YAPIDH, yaitu 5 juz pertama (Juz 1 – Juz 5).

Untuk sampai pada titik ini tentu ada perjuangan yang harus di bayarnya, Afi dan Tifa harus menyisihkan waktunya untuk menghafal dan murajaah (mengulang), guna menjaga hafalan sebelumnya. Biasanya setelah maghrib, mereka murajaah hafalan masing-masing, lalu membaca ayat yang akan dihafalnya untuk di setorkan keesokannya. Di sepertiga malam, waktu yang dipilih mereka untuk menghafal. Setiap harinya Afi dan Tifa di targetkan menghafal 3 baris, dan disetorkan setiap sore kepada ustadzah-nya. Begitu terus hingga setiap semester diadakan ujian. Uniknya, ketentuan disana mengharuskan orangtua hadir, duduk disamping putra/i-nya yang akan ujian, begitupun Afi dan Tifa tentunya. Walaupun hadir rasa “dag dig dug” tapi inilah salah satu bukti dukungan moral dari orangtua peserta didik.

Dilanjutkan kuliah di STT NF, Afi dan Tifa berharap dapat menuntaskan hafalannya, yaitu 30 Juz sebelum lulus dengan mengikuti program tahsin dan tahfidz.

Published in Pojok Mahasiswa
Halaman 2 dari 2