Pengumuman PILMAPRES… akhirnya setelah sekian lama para peserta PILMAPRES (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) di karantina, dengan berbagai pelatihan dan seleksi, tepat pada tanggal 07 Maret 2019 kampus STT Terpadu Nurul Fikri memutuskan 2 (dua) Mapres sebagai pemenang PILMAPRES yaitu kategori Mapres Utama dan Mapres Favorit. Dengan apresiasi berupa sertifikat dan bingkisan kepada kedua mapres yang terpilih sebagai mapres utama dan mapres favorit

Pada pilmapres tahun 2019 yang mejadi mapres utama adalah LIA KHAIRUNNISA mahasiswi (SI 2016). Lia juga merupakan mapres utama pada tahun 2018 hingga saat ini dia masih mempertahankan gelar mapresnya dan mapres favorit yang terpilih adalah AYU AMALIA (SI 2017). Kedua mapres ini dikenal hampir seluruh mahasiswa dengan mahasiswa segudang prestasi.

Penyerahan sertifikat dan bingkisan diberikan diruang AUDITORIUM STT Terpadu Nurul Fikri pada saat selesai acara pelantikan LFK STTNF yang diberikan langsung oleh kemahasiswaan.

“Selamat kepada mapres yang sudah terpilih semoga senatiasa memberi inspirasi dan kebermanfaatan” ujar panitia PILMAPRES 2019

Published in Kegiatan Kampus

Halo sobat Nurul Fikri, kali ini kita kedatangan kisah baru lho.. baru-baru ini STT Terpadu Nurul Fikri tengah melaksanakan Program Pilmapres (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) dan keluarlah dua nama sebagai Mapres Utama yaitu Lia Khoerunnisa mahasiswi STT Terpadu Nurul Fikri Jurusan Sistem Informasi 2016 dan Mapres Terfavorite yaitu Ayu Amalia mahasiswi STT Terpadu Nurul Fikri Jurusan Sistem Informasi 2017.

Ada hal yang menarik datang dari pemenang Pilmapres kategori Mapres Terfavorite, mahasiswi yang akrab dipanggil Ayu ini berhasil menjadi Mapres Terfavorite setelah melalui rintangan yang berat. Yah bagaimana tidak, mahasiswi yang juga aktif berorganisasi dan kegiatan kemasyarakatan ini harus mengatur waktunya yang begitu padat untuk bisa mengikuti seleksi dan pelatihan Pilmapres dan juga keakademikan. “Aku seneng banget Ya Alloh.. Alhamdulillah.. nggak sangka bisa jadi mapres terfavorite, semua ini juga berkat dukungan temen-temen semua.. terima kasih” ujar Ayu, yang mengutarakan rasa syukurnya.

Dengan kesibukannya kerap kali Ayu susah mengatur waktu sehingga menimbulkan masalah, tapi dengan semangatnya, dia tidak pernah menyerah. “Yah seringkali aku down tapi ada temen yang nyemangatin gitu.. harus bangkit lagi..” ujar Ayu. Selain kesibukan kuliah, mahasiswi yang mendapat gelar Mapres terfavorite ini juga adalah seorang Guru di SMP Terbuka Nurul Fikri. Dengan niat mengabdi kepada masyarakat, dia ingin pengetahuannya bisa bermanfaat bagi orang lain dengan cara mengajar.

Sampai saat ini, Ayu sedang mengikuti Program Pertukaran Pelajar Indonesia-Malaysia. Sungguh kisah yang sangat menyentuh datang dari mahasiswi biasa yang gigih dalam berusaha dan pantang menyerah. Lanjutkan perjuanganmu.

Published in Kisah dan Curhat

Huda Izzatul Haq lahir Dijakarta selatan, 10 mei 1998. Huda mulai masuk ke STT Terpadu Nurul Fikri pada tahun ajaran baru 2017 lalu. Dia mengambil jurusan tekhnik informatika. Sebelum masuk STT NF Huda lulusan dari sekolah jurusan IPA yang tidak belajar mengenai IT secara spesifik sebelumnya, bisa dikatakan dia termasuk orang yang asing dengan jurusan Teknik Informatika. Dengan kondisi yang tidak mengerti IT dia bertekad untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan kesungguhannya membuahkan hasil, Huda tercatat sebagai mahasiswa berprestasi STT NF “Tidak mudah untuk menjadi mahasiswa berprestasi. Tau sendiri lah saya bukan orang IT, Harus ada perjuangan dan pengorbanan” ujar huda.

Meskipun berlatar belakang siswa SMA jurusan IPA, sama sekali tidak menjadi hambatan bagi dirinya untuk terus mempelajari dan memahami setiap matakuliah yang ada sampai menjadi mahasiswa berprestasi. 

Huda adalah satu dari sekian banyak mahasiswa yang berprestasi, karena menjadi berprestasi bukan untuk orang yang pintar, tapi untuk orang yang mau. Mau belajar, mau berusaha dan mau aktif dalam akademik maupun nonakademik.

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %12 %131 %2018 %02:%Mei

Auzan As-sidqi : Teman dan Dosen kedua

Lagi – lagi STT Terpadu Nurul Fikri melahirkan mahasiswa terbaiknya. Setelah beberapa tahun terakhir tercatat lebih dari 20 Mahasiswa terbaik jempolan STT Terpadu Nurul Fikri. Kini angkatan termuda melahirkan satu dari sekian banyak mahasiswa berbakat. Dialah Auzan As-sidqi. Mahasiswa Teknik Informatika 2017 yang akrab dipanggil Ozan ini merupakan salah satu dari sekian banyak mahasiswa berprestasi semester ganjil 2018 lalu. Bukan hanya berprestasi dibidang akademik tapi juga dikenal sangat bersahabat oleh teman se-angkatannya.

            Menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti dia setiap waktu dihabiskan untuk belajar. Mengingat banyak kesibukan yang dia lakukan setiap hari, sangat sedikit jam belajar yang dia punya terlebih dia menjadi seorang Driver Ojek Online untuk menambah uang saku dan membayar biaya kuliah. “yah Alhamdulillah saya jadi mapres semester lalu, meskipun sibuk dengan kerjaan tapi masih bisa menyempatkan untuk belajar meskipun sebentar.” Ujar Auzan (09/06/18).

            Mengingat kesibukannya sebagai mahasiswa dan pekerjaanya sebagai driver ojek online tentu bukan hal mudah baginya menyempatkan belajar. Auzan memiliki trik tersendiri untuk belajar dan mengulang materi yang telah berlalu. “kalau untuk belajar sih saya ada triknya. Dengan mengarkann teman yang lain membuat saya bisa mengulang pelajaran dan mengingatnya kembali.” Imbuhnya ketika pers. Yah, dengan mengajarlah Auzan bisa mengulang pelajaran dan secara tidak langsung dia bisa belajar lebih bahkan memahaminya. Bukan hanya untung bagi dirinya sendiri tapi juga bermanfaat bagi temannya yang lain. “dia orang yang baik, mau menyempatkan waktunya untuk mengajarkan kita tentang materi yang sulit.dengan penyampaian yang baik dan juga sebagai teman, kita jadi mudah faham dengan materi yang disampaikan.” Ujar salah seorang mahasiswa yang ikut belajar bersama Auzan.

            Bukan karena pujian bukan pula karena uang, Auzan juga mengajarkan ilmu yang dia miliki karena ingin menjadi orang yang bermanfaat “Namanya juga manusia, kalau bisa bermanfaat bagi yang lain kenapa tidak !, bahkan bermanfaat juga bagi diri sendiri. Tak ada alasan untuk tidak mengajar.” Imbuhnya menjelang akhir pers. Menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti harus menyembunyikan ilmunya dan fokus untuk dirinya sendiri, Auzan tidak biasa menjadi orang egois yang hanya peduli dengan dirinya sendiri.

            Jika berpikir menjadi mahasiswa berprestasi harus menjadi nomor satu dan mengalahkan yang lain, tentu itu adalah pikiran egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Lain halnya dengan Auzan, dia yakin bahwa dengan mengajar orang lain bisa membuat dirinya lebih memahami materi dan belajar lebih asyik bahkan bisa membuat mahasiswa yang lain berkesempatan menjadi mahasiswa berprestasi juga. Alasan itulah yang membuat Auzan bertahan dan suka rela mengajar teman – temannya.

Published in Kisah dan Curhat