Mahasiswa adalah gelar yang diberikan pada siswa yang telah menyelesaikan jenjang SMA dan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana. Mahasiswa sering diartikan sebagai orang yang harus memiliki intelektual dan sikap pendewasaan yang mumpuni agar siap terjun mengabdikan diri di masyarakat dengan ilmu yang cukup. Hal tersebut yang dijadikan sebagai prinsip oleh Ibrahim Syafiq Musyaffa yang saat ini tengah menyandang status sebagai mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri.

Bertalenta  dalam dunia seni grafis dan jago desain adalah sebutan yang sering didapatkan Syafiq dari teman-temannya. Laki-laki yang memiliki tinggi 170 cm dan berbadan kurus serta berkacamata bak youtuber Kang Abai ini adalah sosok yang unik karena hobinya yang gemar menantang diri. Mahasiswa yang berhasil menyabet juara 1 pada lomba desain poster UI QURANIC pada awal semester satu, mendapatkan sertifikasi Adobe 2017 dan aktif dalam organisasi LDK Senada selama 2 periode ini memang memiliki ciri khas tersendiri. Pasalnya, dirinya yang saat ini memiliki keahlian pada bidang desain tidak pernah menyerah dan terus mencoba mengikuti berbagai ajang perlombaan. Perlombaan yang baru-baru ini diikuti oleh lelaki yang akrab disapa Syafiq ini adalah Netherland Festival yang diadakan oleh Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Budaya jurusan Sastra Belanda dengan tema “Mari Kita Cintai Lingkungan”. Adapun sistem penilaian perlombaan poster digital ini terdiri dari dua jenis yakni penilaian yang dilakukan oleh juri perlombaan dan penilaian yang dilakukan oleh masyarakat umum dengan menghitung jumlah like pada poster peserta lomba di akun Instagram Nedfest2018. Dari dua jenis penilaian itulah yang pada akhirnya menghasilkan dua kategori juara yaitu juara utama dan juara favorit. Dan juara favorit tersebut diraih oleh Ibrahim Syafiq Musyaffa, salah satu mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri.

Karya desain yang berlatarkan warna biru karya Syafiq ini memiliki tema “Bumi Kita Rumah Kitayang bermakna bahwa bumi adalah rumah kita jadi kita harus menjaganya seperti kita menjaga sesuatu atau barang yang kita sayangi. Hindari hal buruk yang merusak bumi seperti membuang sampah tidak pada tempatnya, menebang pohon sembarangan dan hal lain yang tentu dapat mengancam kelestarian serta keindahan bumi.

Setelah 2-3 tahun vakum mengikuti perlombaan membuat dirinya merindukan persaingan yang saat ini semakin ketat, talenta masyarakat yang semakin berkembang dan melampui dirinya—katanya begitu, membuat lelaki ini kembali menantang diri untuk kembali berkompetisi. Karena mengikuti perlombaan dan merasakan tantangan persaingan membuatnya menyadari bahwa pada dasarnya mencoba dan terus belajar di dunia perkuliahan hingga mengalami banyak kegagalan adalah hal yang patut disyukuri, karena masa kuliah memang masa-masa yang tepat untuk menikmati kegagalan yang diiringi usaha untuk memperbaiki dibandingkan harus merasakan kegagalan pada dunia kerja yang akan memiliki beban dan persaingan yang jauh lebih berat.

Melalui pengalaman yang telah didapat, Syafiq berbagi motivasi pada mahasiswa STT NF lainnya dengan mengatakan “lebih baik mencoba kemudian gagal untuk belajar daripada tidak pernah mencoba dan akhirnya tidak pernah belajar apapun. Karena jika tidak pernah mencoba akan menyesal suatu saat nanti. Mumpung masih di dunia perkuliahan manfaatkan sebaik mungkin untuk mencoba. Di dunia perkuliahan masih bisa trial and eror tapi nanti kalau sudah di dunia kerja tidak ada toleransi terhadap kesalahan ataupun kegagalan yang dilakukan. Jadi maksimalkanlah masa perkuliahan sebaik mungkin untuk belajar, belajar dan belajar”.

Published in Kisah dan Curhat

Kegembiraan terus bermunculan di kalangan mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri. Setelah dua mahasiswi sukses memboyong juara pertama pada perlombaan Analisis Sistem Informasi di Universitas Budi Luhur beberapa pekan lalu, kini giliran Syafiq, mahasiswa Teknik Informatika 2016 yang sukses menjadi juara favorit lomba Netherland Festival 2018 (NedFest). Lomba yang dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Belanda Universitas Indonesia pada tanggal 22 November 2018 silam itu sukses dimenangkan oleh mahasiswa bernama lengkap Ibrahim Syafiq Musyaffa, mahasiswa semester lima STT-NF.

Lomba yang diselenggarakan di UI tersebut berupa kontes membuat poster digital (posdig) seputar kebudayaan Belanda. Mahasiswa yang akrab dipanggil Syafiq ini menjadi juara favorit dari sekian banyaknya peserta dengan mendapatkan like sebanyak 1028 atas posdignya yang dibagikan di akun Instagram Nedfest2018. Berawal dari rekomendasi teman-temannya, dia memberanikan diri mengikuti lomba tersebut. “Awalnya coba-coba, enggak deh. Terus direkomendasiin sama temen, akhirnya jadi ikutan deh. Alhamdulillah juara favorit”. Ujar Syafiq.

         Dengan berbekal dukungan dan kepercayaan dari teman-temannya, dia mampu mengungguli peserta lain yang mayoritas berasal dari Universitas Indonesia. “Lebih baik mencoba lalu gagal untuk kemudian belajar dari kegagalan daripada gak pernah mencoba dan gak pernah belajar sama sekali” ungkapnya saat pers. “Kalo ada kesempatan bagus kayak lomba-lomba gitu ambil aja, coba aja dulu, karena kalo di masa perkuliahan kita masih bisa trial and error tambahnya. Hal ini tentu menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya dan juga menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berjuang dan mencoba hal-hal baru.

Published in Pojok Mahasiswa