%AM, %12 %290 %2018 %05:%Jul

Auzan: “Say Hello to Junior”

Tahun ajaran baru hampir dimulai, semua kampus sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut calon mahasiswa baru (camaba), begitu pula kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Bukan hanya bagian staff dan adminitrasi kampus saja yang sibuk bekerja mempersiapkan pendaftaran, tapi juga mahasiswa yang ikut serta dalam panitia Orientasi Akademik. Memang sudah menjadi adat dan budaya perguruan tinggi, mengadakan Orientasi Akademik guna memperkenalkan kepada calon mahasiswa baru seputar kampus yang akan ditinggalinya.

Setiap kampus mempunyai gaya masing – masing dalam pelaksanaan orientasi akademik ini, begitu pula di kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Kampus ini punya gaya tersendiri dalam pelaksanaan orientasi akademiknya, di kampus ini pelaksanaan orientasi akademik dikenal dengan nama ORMIK. Panitia ORMIK sendiri diambil dari mahasiswa – mahasiswa pilihan dari angkatan 2015 sampai angkatan 2017.

Dari sekian banyak panitia ORMIK tahun ini, Auzan Assidqi mencantumkan Namanya dalam deretan panitia. Ya, memang mahasiswa yang kerap dipanggil ozan ini merupakan mahasiswa yang aktif baik dalam organisasi maupun akademik. Tercatat auzan mengikuti BEM dan juga IT Klub Robotik, selain itu juga dia sempat lolos seleksi Dicoding depok. Selain aktif berorganisasi, ozan juga berprestasi dibidang akademik. Terbukti pada semester lalu dia mendapat gelar “Mahasiswa Berprestasi”.

Bagi ozan sendiri, ORMIK tahun ini sangat berkesan karena ini pertama kalinya dia menjadi panitia. “Tidak terasa udah satu tahun di STT NF, kemarin di ospek sekarang nge-ospek. Yah berkesan banget lah karena pertama kalinya jadi panitia” ujar Auzan. Dirinya tak menyangka akan menjadi panitia ORMIK tahun ini. meskipun begitu, dia tetap senang mendapat kesempatan menjadi panitia. “Ya.. nanti saya bisa bilang hello ke junior saya hehe.. Alhamdulillah bisa bertemu dan berkenalan lebih awal dengan camaba” tambahnya.

Menjadi panitia ORMIK merupakan pekerjaan baru bagi Auzan, artinya berbagai kesibukan baru akan dihadapinya. ORMIK merupakan satu dari sekian banyak kesibukan yang dihadapinya. Selain ORMIK, Auzan mempunyai kesibukan di IT Klubnya membuat project untuk demonstrasi di acara ORMIK. Meskipun begitu, auzan tetap bisa memanajemen waktu dengan sangat baik. Dia selalu aktif mengikuti rapat pannitia ORMIK dan juga tidak lupa dengan pekerjaannya di IT Klub. “Capek sih enggak, tapi kadang suka bingung, hari ini ada acara apa dan dari mana. Tapi alhamdulillah jika dijalani dengan ikhlas, pekerjaan berat pun terasa ringan”. Imbuhnya pada saat pers.

Menjadi mahasiswa aktif dalam organisasi tidak menutup dirinya dari target “mahasiswa berprestasi” semester ini. Berbagai kesibukannya tidak mengurangi semangat belajarnya dan melupakan akademik. Berbagai kesibukannya dijadikan tolak ukur kebehasilannya memanajemen waktu. Sebuah pelajaran berbarti bagi mahasiswa lainnya untuk tetap aktif beroraganisasi tapi juga tidak melupakan akdemik.

Published in Kisah dan Curhat

Sabtu 30 Juni 2018, divisi konsumsi ORMIK 2018 mengadakan Diklat (Pendidikan Kilat) dengan Koordinator Kosumsi ORMIK tahun lalu, Haidar Yasir. Berbeda dengan tahun sebelumnya sebelumnya, panitia ORMIK tahun ini difasilitasi diklat untuk mempersiapkan ORMIK agar persiapan lebih matang dan masing-masing divisi dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Bukan hanya divisi konsumsi saja, namun semua divisi yang terdapat pada kepanitiaan ORMIK 2018 juga melakukan diklat.  Untuk jadwal diklat masing-masing sesuai kesepakatan antara divis dengan pendiklat yang sudah direkomendasikan oleh Steering Commitee (SC) dari ORMIK 2018.

Pembicara untuk Diklat setiap Divisi telah direkomendasikan berdasarkan pengalaman mereka di bidang masing masing. Pada Diklat konsumsi, pembicara memberikan sharing tentang pengalamannya dan saran yang perlu dipersiapkan untuk ORMIK tahun ini. Haidar Yasir selaku pendiklat memberikan pengalamannya sebagai koordinator konsumsi ORMIK tahun lalu, persiapan apa saja yang harus dipersiapkan sebelum dan ketika ORMIK.

Yasir menambahkan kendala apa saja yang dihadapi pada saat ormik dan ia juga memberikan saran-saran yang perlu di lakukan agar kesalahan yang terjadi pada ORMIK tahun lalu tidak terjadi lagi di ORMIK tahun ini. Selain sharing pengalaman ada juga sesi diskusi antara pendiklat dengan panitia ORMIK 2018. Peserta bisa menanyakan apa saja kepada pendiklat terkait tugas yang akan dilakukan.

Setelah sesi diskusi, diklat ditutup dengan pemberian bingkisan kepada pendiklat dan dilanjutkan foto bareng. Tujuan dari diadakannya diklat ini sendiri agar persiapan ORMIK 2018 menjadi lebih matang.

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %17 %041 %2015 %00:%Sep

Tallent Mapping untuk Mahasiswa STT NF

Manusia diciptakan dengan beribu bakat yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta. Tanpa disadari bakat itu ada pada diri mahasiswa. Saat ini banyak orang sukses bukan hanya karena pendidikan yang ditempuh, tapi juga berkat kemampuan yang sudah menjadi hobi atau profesi. Pekerjaan akan lebih menyenangkan apabila kita merasa nyaman. Kenyamanan akan membuat pekerjaan bukan sebagai beban dan menekan diri sendiri, tapi sebagai aktifitas yang menyenangkan.

Bagaimana cara mengetahui bakat apa yang ada dalam diri kita? Di era yang semakin maju kita dapat mengetahui apa bakat kita dengan cara yang mudah yang disebut Tallent Mapping (Pemetaan Bakat). TM dirancang oleh Rama Royani atau biasa dipanggil Abah Rama.

Dalam rangkaian acara Ormik, panitia mengundangnya untuk mengetahui: bakat apa saja yang dimiliki para mahasiswa? Jauh hari sebelum Ormik, peserta ditugaskan untuk mengisi formulir TM secara online. Lalu hasilnya dimaksudkan untuk mengarahkan mahasiswa baru agar lebih mengenal diri dan dapat merencanakan masa depan sesuai bakat yang dimiliki.

Abah Rama memiliki tiga cara dalam TM yaitu:

  1. Merupakan gambaran kompetensi dan minat terhadap peran.
  2. Merumuskan 30 tipologi manusia yang terkait dengan kekuatan produktif.
  3. Sebagai personal brand atau self-awareness bagi seseorang.

Semangat peserta sangat tinggi dalam kegiatan ini. "Saya jadi bisa mengetahui bakat saya, sehingga mempermudah untuk memilih kegiatan dan hal apa yang harus saya prioritaskan," tutur salah satu mahasiswa baru dengan semangat.

Selain untuk mengarahkan potensi, metode TM juga dapat menjadikan kita lebih waspada. Ketika kita memilih suatu hal, kita dapat memilih sesuai dengan kemampuan diri sehingga tidak akan salah jalan.

Abah Rama menjelaskan, "Sebenarnya ada dua sumber bakat yang dimiliki setiap manusia, yaitu panca indera dan sifat. Sifat tentu saja sifat yang positif, sehingga istilah 'berbakat malas' dan sejenisnya. Tentu saja menjadi tidak relevan." Bakat berupa sifat positif (teratur, senang meneliti, pekerja keras, penyayang, dan sebagainya) dengan penanganan yang benar akan berubah menjadi potensi kekuatan untuk dioptimalkan. (Ratih Septia Giri)

Published in Kegiatan Kampus