Selain aktif di Kampus, Chairin Nashrillah mahasiswa Sistem Informasi 2016 STT-NF juga aktif di luar kampus. Seperti pada pertengahan bulan Ramadhan, ia mendaftar sebagai Panitia General Training untuk Asia Games yang diadakan oleh PTC (Pertamina Training Center). Tidak hanya Chairin saja yang mendaftar jadi panitia General Training Asia Games  dari STT-NF, namun ada juga Haya Rasikah (TI 2016), Lazuardi (SI 2016), Bayhaqi (SI 2016), Ahmad Imadudin (TI 2015), Rufaidah (TI 2015) dan Vivi (TI 2017) .

General Training ini merupakan training kedua yang harus diikuti untuk bisa menjadi volunteer Asia Games 2018. Salah satu syarat untuk menjadi volunteer Asian Games 2018 harus mengikuti tiga tahap Training terlebih dahulu. Disana mereka membantu trainer dalam mentraining volunteer Asia Games 2018 seperti membantu mencetak sertifikat, membagikan modul untuk peserta dan membantu dalam mempersiapkan proyektor.

General Training dilaksanakan selama tujuh hari mulai tanggal 18 Mei - 24 Mei 2018, untuk tempatnya sendiri pada tiga hari pertama dilaksanakan di Universitas Pertamina, hari ke-4 sampai ke-7 dilaksanakan di UMJ (Universitas Muhammadyah Jakarta).

Banyak hal yang mereka dapatkan dengan menjadi panitia General Training. Selain mendapatkan pengalaman mereka juga mendapat teman baru, sertifikat, fee dan relasi. “Senang bisa bergabung menjadi kepanitiaan di luar kampus. Aku juga bersyukur karena bisa menjadi salah satu orang yang berperan menyukseskan acara istimewa ini yaitu Asia Games 2018 karena pada tahun ini Indonesia menjadi tuan rumah untuk Asian Games 2018”, ujar Chairin saat menyampaikan kesannya. Terakhir Chairin menambahkan “Mari dukung dan sukseskan Asia Games 2018 di Indonesia”.

Published in Kisah dan Curhat

Yuli Hardianti atau biasa dipanggil ole merupakan mahasiswa STT-NF angkatan 2015 jurusan Sistem Informasi, kali ini ole akan berbagi beberapa pengalaman dan knowledge tentang Developer Student Clubs atau disingkat DSC.

Apasih Developer Student Club itu?

Developer Student Club merupakan program dari Google Developers yang dirancang untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan dan pengetahuan dalam pengembangan aplikasi mobile dan web yang dijalankan oleh Google. Developer student club bertujuan untuk meningkatkan ekosistem developer, meningkatkan skill development dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah melalui teknologi mobile dan web. Program DSC ini sukses meningkatkan ekosistem di India, maka dari itu, Google mencoba untuk merealisasikannya untuk mahasiswa di Indonesia. DSC akan memilih satu mahasiswa dari setiap kampus sebagai perwakilan untuk menjadi DSC Leader. Saat ini, terdapat 20 mahasiswa yang terpilih menjadi Pilot DSC Leader, dan 40 mahasiswa lainnya menjadi DSC Leader. Total, ada sebanyak 60 mahasiswa di 60 universitas di Indonesia yang menjadi DSC Leader.

Tidak hanya itu, Google juga mengajak para karyawan Google dari seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam menyambut DSC Indonesia. Dari 20 pilot DSC Leader yang ada di Indonesia, 8 DSC Leader diberikan kesempatan untuk Lighting Talk tentang tema yang sudah ditentukan.

Gimana Kesan Bergabung di DSC?

Saya senang bisa ikut berpartisipasi disini sebagai salah satu DSC Co-Manager Chapter STT-NF bersama team aBraindcode yang diketuai oleh Muh Isfhani Ghiyath sekaligus leader DSC chapter STT NF. Saya diamanahkan dari google untuk sharing tentang Introduce New Tech To Others, selama satu tahun ini aBraindcode akan berkolaborasi dengan DSC dan mengadakan oprek setiap hari sabtu dikampus STT-NF baik belajar mengembangkan aplikasi mobile ataupun web.

Pesan Untuk Mahasiswa STT-NF?

 

Saya berharap seluruh mahasiswa STT NF ikut mengembangkan aplikasi bersama team aBraindcode terutama untuk para perempuan, saya sangat berharap semuanya ikut belajar bersama karena saat ini developer perempuan itu sangat sedikit, maka dari itu kami dari team aBraindcode sangat berharap teman-teman bisa bergabung dan belajar bersama. Cewe juga harus bisa ngoding kan?.

“Belajar memang melelahkan tapi akan jauh lebih melelahkan jika kita tidak belajar dari sekarang, heheh happy coding guys!", ujarnya diakhir wawancara.

Published in Kisah dan Curhat

Alfian Rahmatulloh atau biasa disapa Alfian merupakan salah satu mahasiswa di STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Teknik Informatika semester 5. Alfian Berdarah suku jawa, lahir di Lamongan pada tanggal 12 September 1997. Alfian menceritakan kisah mengapa bisa mengenal dan menjadi keluarga di STT Terpadu Nurul Fikri dalam menempuh pendidikan. Semua itu bermula disaat seorang dosen yaitu Pak Henry Mgs (Almarhum ) yang memberikan rekomendasi STT Terpadu Nurul Fikri sebagai tempat kuliah yang tidak hanya bagus dalam teknologi namun juga memiliki visi character building campus, melalui Dosen tersebut alfian tertarik dan mendaftar di STT Terpadu Nurul Fikri hingga akhirnya melanjutkan jenjang pendidikan di STT Terpadu Nurul Fikri.

Mendapatkan pengalaman dan teman baru merupakan hal berkesan yang didapatkan selama berkuliah di STT NF sendiri. Pengalamannya bertambah ketika mengikuti organiasasi di BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sehingga membuat dirinya dapat mengerti dan memahami bagaimana karakter teman – temannya, membangun dan menyelesaikan tugas dan acara, mengambil keputusan, dan melatih kepemimpinan.

Tidak hanya aktif di BEM STT-NF, Alfian juga seorang aktifis IT Club Desain Mudeng dan Editing Video STT-NF. Sosok Alfian sendiri merupakan mahasiswa yang pantang menyerah dalam membangun dan melakukan suatu kegiatan, dan memiliki keinginan kuat untuk mencapai perubahan yang diterapkanya. Melalui IT Club sendiri Alfian telah menciptakan berbagai pelatihan yang cukup sangat bermanfaat bagi banyak orang, adanya IT Club Design di kampus, membuat mahasiswa merasa terbantu dengan pelatihan yang sudah diselenggarakannya.

Saat ini, kesibukan Alfian menjadi Programmer di Startup Daeng. Daeng merupakan Stratup baru yang masih terus berkembang dan bergerak pada bidang teknologi. Alfian memiliki kemampuan Programming dengan mengikuti berbagai pelatihan mulai dari junior web developer yang diadakan di bpptik, android kejar selama 3 kali, dan web standar yang diadakan di STT NF. Menurutnya pelatihan tersebut menjadikan dirinya telah cukup handal dan profesioanal dalam menerima berbagai job seperti mengajar, membuat video bahkan membuat aplikasi yang sangat cukup sulit dalam pengerjaannya.

Alfian pernah mengikuti Perlombaan Google Firabase Hackaton. Firebase adalah Teknologi Google yang digunakan untuk mengupdate data secara realtime. Alfian mendapatkan kesempatan dan pengalaman yang pengalaman berharga ketika mengikuti kompetisi tersebut, mulai dari mendapatkan fasilitas yang memadai, materi dan wawasan yang berharga, rasa berkompetisi yang tinggi antar tim serta menambah wawasan tentang teknologi Firebase yang langsung dijelaskan oleh pihak Google.

Published in Kisah dan Curhat