Karina Sukmawati nama lengkap dari mahasiswi stt nf jurusan sistem informasi angkatan 2017 yang berasal dari Pemalang Jawa Tengah merantau ke Jakarta bersama sang ayah. Teman-teman nya biasa memanggil ia dengan sebutan “SUKMA”. Sukma anak ke lima dari lima bersaudara dan saat ini ia tinggal bersama ayahnya di Palmerah Jakarta Barat

Kegiatan ia sehari-hari adalah kuliah, mengajar tpa dan membantu ayahnya berjualan bubur ayam di daerah palmerah. Saat pagi hari ia memulai aktivitasnya sebagai mahasiswi dan setelah itu ia bergegas pulang kerumah untuk mengajar di TPA Taufiq Tanjung Duren. Tak berhenti sampai mengajar, ia melanjutkan aktivitasnya di malam hari yaitu membantu sang ayah berjualan hingga pukul 10 malam. Begitu padatnya aktifitas yang ia lewati namun ia tak patah semangat.

Sukma terbilang mahasiswi yang aktif dikampus, terlihat dari organisasi LDK SENADA yang ia ikuti dan beberapa event yang diadakan dikampus juga ia hadiri

Awal cerita ketika ia bisa kuliah di STT Nf karena memang ia gagal masuk PTN dan om nya pun menyarankan untuk kuliah disana. Selain murah, kampus ini juga memiliki dosen yang berkompeten dibidangnya masing-masing serta keunggulan lainnya kampus ini terbilang kampus religius dimana kebanyakan dari mahasiswi nya memakai jilbab yang syar'i ketika kuliah, ia juga melihat prospek ke depan dengan jurusan IT yang dipilihnya. Ia memilih jurusan yang berkaitan dengan IT dikarena ia begitu meyakini jurusan ini masih banyak kekurangan SDM di dunia kerja saat ini maupun kedepan nya. Jadi kampus yang sukma pilih memang mengedepankan teknologi dan pendidikan islma didalam nya.

Sukma memang berasal dari keluarga yang bisa dibilang kurang mampu tapi ia tak putus asa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena ia yakin bahwa dengan pendidikan yang tinggi mampu mengubah kehidupan orang tua dan keluarga jauh lebih baik dari sekarang.

Apapun rintangnya, ia berusaha untuk melewati dengan tekad yang ia yakini bahwa sesulit apapun kehidupan pasti akan ada kemudahan selanjutnya. Dan ini yang membuat sukma untuk bersemangat kuliah dan melakukan banyak aktivitas lain nya.

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %12 %131 %2018 %02:%Mei

Auzan As-sidqi : Teman dan Dosen kedua

Lagi – lagi STT Terpadu Nurul Fikri melahirkan mahasiswa terbaiknya. Setelah beberapa tahun terakhir tercatat lebih dari 20 Mahasiswa terbaik jempolan STT Terpadu Nurul Fikri. Kini angkatan termuda melahirkan satu dari sekian banyak mahasiswa berbakat. Dialah Auzan As-sidqi. Mahasiswa Teknik Informatika 2017 yang akrab dipanggil Ozan ini merupakan salah satu dari sekian banyak mahasiswa berprestasi semester ganjil 2018 lalu. Bukan hanya berprestasi dibidang akademik tapi juga dikenal sangat bersahabat oleh teman se-angkatannya.

            Menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti dia setiap waktu dihabiskan untuk belajar. Mengingat banyak kesibukan yang dia lakukan setiap hari, sangat sedikit jam belajar yang dia punya terlebih dia menjadi seorang Driver Ojek Online untuk menambah uang saku dan membayar biaya kuliah. “yah Alhamdulillah saya jadi mapres semester lalu, meskipun sibuk dengan kerjaan tapi masih bisa menyempatkan untuk belajar meskipun sebentar.” Ujar Auzan (09/06/18).

            Mengingat kesibukannya sebagai mahasiswa dan pekerjaanya sebagai driver ojek online tentu bukan hal mudah baginya menyempatkan belajar. Auzan memiliki trik tersendiri untuk belajar dan mengulang materi yang telah berlalu. “kalau untuk belajar sih saya ada triknya. Dengan mengarkann teman yang lain membuat saya bisa mengulang pelajaran dan mengingatnya kembali.” Imbuhnya ketika pers. Yah, dengan mengajarlah Auzan bisa mengulang pelajaran dan secara tidak langsung dia bisa belajar lebih bahkan memahaminya. Bukan hanya untung bagi dirinya sendiri tapi juga bermanfaat bagi temannya yang lain. “dia orang yang baik, mau menyempatkan waktunya untuk mengajarkan kita tentang materi yang sulit.dengan penyampaian yang baik dan juga sebagai teman, kita jadi mudah faham dengan materi yang disampaikan.” Ujar salah seorang mahasiswa yang ikut belajar bersama Auzan.

            Bukan karena pujian bukan pula karena uang, Auzan juga mengajarkan ilmu yang dia miliki karena ingin menjadi orang yang bermanfaat “Namanya juga manusia, kalau bisa bermanfaat bagi yang lain kenapa tidak !, bahkan bermanfaat juga bagi diri sendiri. Tak ada alasan untuk tidak mengajar.” Imbuhnya menjelang akhir pers. Menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti harus menyembunyikan ilmunya dan fokus untuk dirinya sendiri, Auzan tidak biasa menjadi orang egois yang hanya peduli dengan dirinya sendiri.

            Jika berpikir menjadi mahasiswa berprestasi harus menjadi nomor satu dan mengalahkan yang lain, tentu itu adalah pikiran egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Lain halnya dengan Auzan, dia yakin bahwa dengan mengajar orang lain bisa membuat dirinya lebih memahami materi dan belajar lebih asyik bahkan bisa membuat mahasiswa yang lain berkesempatan menjadi mahasiswa berprestasi juga. Alasan itulah yang membuat Auzan bertahan dan suka rela mengajar teman – temannya.

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %08 %248 %2018 %04:%Mar

Skrispi: Perjuangan Tiada Henti

Ady Mulyono merupakan mahasiswa semester 8 di STT Terpadu Nurul Fikri jurusan Teknik Informatika. Mulai menyusun skripsi dari semester 7 dengan judul yang diangkat adalah “Merancang Aplikasi Sembako Berbasis Android”. Topik yang diambil membuat kesulitan pada tahap implementasi karena Ady belum mampu untuk membuat aplikasinya hingga saat ini dan masih berusaha dalam membuatnya. Progress yang sudah tercapai kurang lebih 50%, namun itu belum masuk ke dalam pembuatan aplikasi melainkan masih tahapan teori.

Di tengah perjalanan dalam mengerjakan skripsi, Ady sangat merasakan perjuangan mulai dari jarak yang lumayan jauh dari Manggarai ke Depok, semangat yang terkadang turun naik bahkan godaan malas untuk mengerjakan skripsi. Akhirnya Ady mulai semangat melanjutkan skripsi ketika teman-teman yang lain sudah mulai menyelesaikan skripsi yang ditandai dengan telah melakukan sidang akhir. Pada saat itu Ady mulai kembali bangkit dan bersungguh-sungguh mengerjakan skripsi agar dapat lulus bersama teman-teman yang lain.

Menurut Ady skripsi adalah sesuatu yang sangat membutuhkan perjuangan. Biasanya ada waktu luang untuk bermain game, selama proses skripsi berlangsung saya mengurangi waktu bermain game saya. Tetapi saya yakin aka ada saatnya saya bisa menyelesaikan skripsi ini dan dapat bermain game seperti semula. STT Terpadu Nurul Fikri membagi sidang skripsi dalam 2 kali sidang yaitu seminar hasil dan sidang akhir. Strategi itu cukup membantu Ady dalam mengerjakan skripsi karena dikerjakan secara mencicil.

Ady menyamapikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengambil skrpsi "Bahwa teman-teman mahasiswa harus sering melakukan bimbingan karena itu yang membuat kalian terbantu dalam pengerjaan skripsi jika mengalami kendala". Semangat Semuanya, ujarnya di akhir kata.

Published in Kisah dan Curhat