(Jaksel), 25/10 telah terlaksana Seminar Literasi Informasi Bagi Remaja di Era Revolusi Industri 4.0 sebagai media penumbuh budaya membaca. Berlokasi diKampus B2, STT Nurul Fikri. Dalam memperingati Bulan Bahasa 2018 Perpustakaan Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) mengadakan acara dengan tema “Membumikan Literasi Informasi Dalam Karya”.

Seminar Literasi Informasi Bagi Remaja di Era Revolusi Industri 4.0 menghadirkan pembicara dari seorang pemulia buku yang sangat terkenal dengan acaranya Membaca Itu Nikmat, beliau adalah Bapak Adi Wahyu Adji.

Acara dihadiri oleh sebagian besar mahasiswa baru 2018 berlangsung dengan sangat informatif. Materi disampaikan pertama kali dengan memperlihatkan video mengenai literasi informasi di Indonesia saat ini dan negara-negara di dunia yang cukup memprihatinkan.

Hal ini yang kemudian menjadi perhatian agar remaja jangan sampai menjadi generasi yang terlewatkan oleh sebuah buku karena di era revolusi industri masuk pada eranya distruption, terjadinya overload informasi, serta skills dimasa depan yang membutuhkan penyelesaian masalah yang cepat dan tepat, salah satu caranya adalah kita sebagai remaja harus banyak membaca buku dan pengetahuan lainnya.

Membaca akan menjadi kegiatan yang menyenangkan jika sudah ditumbuhkan dalam diri sendiri. Tips ringan yang dibagi oleh Bapak Adji dalam menumbuhkan minat baca yakni motivasi berkenaan dengan mindset membaca yang benar, pengetahuan yang mencakup ilmu baca, serta kebiasaan dalam daya baca, misalnya seperti one week one book”, tutur Pak Adji.

Pak Adji juga membagikan sebuah link e-book yang dapat diunggah oleh peserta seminar yang hadir untuk bahan bacaan dimanapun dan kapanpun. Hal tersebut dapat menumbuhkan minat baca yang dapat ditanamkan dalam diri sedini mungkin. Harapannya untuk remaja milenial saat ini terus bersemangat dan meningkatkan minat baca, kualitas berbahasa Indonesia.

Published in Kegiatan Kampus

03 Mei 2018 tepatnya pukul 13.00 merupakan salah satu momen sejarah yang pernah aku alami selama aku menjalani masa pekuliahan, karena pada hari itu merupakan hari di mana aku melaksanakan seminar proposal. Kegiatan ini merupakan satu dari tiga tahap agar dapat menyelesaikan perkuliahan di jurusan Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri.

Untuk bisa melaksanakan seminar proposal bukanlah hal yang mudah, banyak perjuangan yang harus dilewati, mulai dari begadang, ngumpulin mood buat bikin proposal, sulit menghubungi dosen pembimbing, revisi, dan masih banyak perjuangan lain yang dihadapi untuk menyelesaikan proposal tugas akhir. Ditambah tugas kuliah lainnya yang sangat banyak, disini aku diuji gimana bisa membagi waktu sebaik mungkin antara menyelesaikan tugas kuliah dan menyelesaikan proposal tugas akhir.

Akhirnya setelah melewati banyak rintangan, Alhamdulillah aku bisa melaksanakan seminar proposal pada tanggal 03 Mei 2018. Hal pertama yang aku rasakan adalah bersyukur kepada Allah karena sudah diberi kesempatan dapat menyelesaikan proposal. Tak lupa kepada kedua orang tua yang senantiasa terus mendoankanku, dan juga kepada dosen pembimbing Pak Hilmy Abidzar Tawakkal yang selalu meluangkan waktunya untuk melaksanakan bimbingan.

Alhamdulillah aku dapat menyelesaikan seminar proposal dengan cukup baik, walaupun sebelumnya khawatir ada perasaan tidak bisa menjawab pertanyaan dari dosen penguji, dan juga perasaan grogi karena merupakan aku orang pertama yang melaksanakan seminar proposal di angkatan 2015.

Selesai seminar proposal, aku berharap bisa sedikit lega karena sudah melewati satu tahap. Ternyata aku salah besar, selesai seminar proposal bukannya merasa tenang, namu sebaliknya, aku merasa takut karena dihadapi dengan tahap kedua yaitu seminar hasil.

Buat teman-teman lainnya, tetap semangat buat mengerjakan proposal. Semoga cepat melaksanakan seminar proposal. Menurutku tidak usah terburu-buru, nikmati saja prosesnya. Seseungguhnya setelah seminar proposal masih ada seminar hasil dan sidang akhir yang menunggu dan tantangannya lebih berat.

Published in Kisah dan Curhat

DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) 2018 STT Terpadu Nurul Fikri menyelenggaran Seminar & Workshop Communication Skill Pada hari Senin 16/04/2018. Communication Skill merupakan sebuah kegiatan yang akan membantu temam-teman mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri untuk mengupgrade potensi diri

Acara ini berlangsung dari Pukul 16.00-18.00 di Auditorium STT Terpadu Nurul fikri dan dihadiri sekitar 50 orang Mahasiswa & mahasiswi STT Terpadu Nurul Fikri

Seminar Communication Skill ini dibuka oleh MC dengan penuh semangat dan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh saudara Naufal TI 2017. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, acara selanjutnya adalah sambutan. Dan sambutan yang pertama dibawakan oleh Pak Davit sebagai perwakilan dari kemahasiswaan terdahalu. Ia menyampaikan bahwa kegiatan organisasi gak akan lepas dari komunikasi dan organisasi adalah tempat belajar antara sesama untuk mengasah kemampuan yang baik

Setelah sambutan dari pak davit, dilanjut sambutan kedua oleh ketua DPM 2018 yaitu Dzaki Hamadah. Ia pun menyampaikan “kenapa sih diadakan seminar & workshop communication skill ini ? “ Yah, karena dpm adalah sebuah wadah untuk mengupgrade mahasiswa terutama di softskill dan softskill ini yang sangat penting bagi mahasiswa. DPM pun mengadakan acara ini untuk kebutuhan Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri

Krishadi Nugroho, S.s.M.si salah satu dosen STT Terpadu Nurul Fikri yang berkompeten dibidangnya merupakan salah satu pembicara yang mengisi kegiatan tersebut. Dengan waktu yang singkat pembicara tersebut memberikan pemaparan yang sangat jelas dan singkat tentang materi Communication Skill

Pada acara tersebut disampaikan bahwa kita dihidup didunia ini memiliki banyak pilihan, mau jadi pemain, pelatih atau penonton. Dimana ketiga nya memiliki peran masing-masing didalam kehidupan ini. Jika menjadi penonton, maka ia hanya bisa berkomentar apa yang dilakukan pemain. Jika jadi pemain pun tidak mudah dan ada 3 syarat menjadi pemain dalam kehidupan ini Yaitu :

1. semangat untuk belajar
2. fokus pada tujuan
3. aktif

Ia juga memaparkan kunci sukses berkomunikasi, yaitu dengan :

1. nyambung & nyaman ketika dihadapan public
2. Posisi berdiri pun harus diperhatikan yaitu dengan pemanasan menempelkan tangan dilutut dan putar kan.
3. relaksasi nafas pun dibutuhkan agar dapat mengurangi rasa gugup ketika berkomunikasi yaitu dengan menghirup udara dalam-dalam dan hempaskan melalui mulut

Public speaking pun yang memiliki impact yang signifikan yaitu :

1. keterbukaan fikiran
2. Percaya diri
3. Dukungan dari orang lain

Dengan memiliki hal tersebut setidaknya mahasiswa akan memiliki komunikasi yang baik. Dan komunikasi yang baik adalah komunikasi yang mau berlatih dan menyusuaikan lawan bicara nya.

Published in Kegiatan Kampus

Kamis, 29 Maret 2018 telah dilaksanakan seminar REMBULAN (Rembukan Ilmiah Bulanan) ke-5 oleh LPPM STT-NF. Seminar REMBULAN dilaksanakan setiap bulan sebagai program dari LPPM. Seminar dilaksanakan di Auditorium STT-NF dimulai pukul 16.00 - 18:00.

Acara diawali dengan sambutan oleh Syaiful Ramadhan selaku penanggung jawab seminar REMBULAN. Sebelum penyampaian materi inti, ada sosialisai dari bagian perpustakaan STT-NF tentang perpustakaan sebagai tempat yang informatif bagi mahasiswa STT-NF yang disampaikan oleh mbak NJ.

Materi yang  dibahas pada seminar kali ini adalah tentang teknologi 3D Printing yang disampaikan oleh salah satu dosen STTNF, Ahmad Rio Ardiansyah. Penyampaian materi pada seminar kali ini dibagi menjadi beberapa bahasan. Dimulai dari sejarah printer, teknologi yang di pakai, jenis-jenis teknologi 3D printing, serta di akhir didemokan cara kerja 3D printer yang paling sederhana.

“Teknologi ini tidak bisa dikatakan baru,  karena printer sudah ada sejak lama, namun dikatakan sudah lama juga tidak, karena teknologi 3D printing ini memang masih baru. Sebenarnya sesuatu itu tidak dibuat dari awal, pasti pengembangan dan pembaruan dari teknologi yang sudah ada”, ujar Pak Rio.

Dalam menyampaikan materi 3D Printing Pak Rio menyebutkan "bahwa teknologi 3D printing ini merupakan salah satu teknologi yang akan banyak digunakan dimasa depan selain teknologi blockchain, IOT, dan Drones. Walaupun sekarang teknologi 3D printing ini masih belum sempurna atau masih dalam tahap pengembangan".

Banyak bidang yang akan terbantu dengan adanya teknologi 3D printing ini, dari mulai bidang kesehatan, tataboga, fashion sampai DIY karena teknologi 3D printing ini mampu membuat sesuatu yang tidak dapat dibuat oleh tangan manusia secara langsung, misalnya kulit sintesis dan tulang sintesis yang digunakan di bidang kesehatan.

Teknologi 3D Printing ini sangat unik, karena bisa membuat sebuah benda 3 dimensi menggunakan material sebagai bahan yang akan dicetak atau dibuat. Material yang digunakan untuk membuat benda 3 dimensi disesuaikan dengan jenis benda yang akan dibuat. Pengaruh dari adanya teknologi Printer 3D bagi masa depan diantaranya adalah pembuatan barang-barang jadi lebih terdistribusi dan membuat gaya hidup menjadi berubah karena sangat mudahnya membuat sesuatu dengan menggunakan teknologi 3D printer tersebut.

Terakhir, didemokan cara kerja printer 3D yang paling sederhana, karena membutuhkan waktu selama kurang lebih setengah jam untuk membuat suatu benda, maka sambil menunggu dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab. Panitia LPPM juga memberikan doorpize menarik bagi penanya dengan pertanyaan terbaik.

Seminar diakhiri dengan foto bersama peserta dan pembicara.

Published in Pojok Mahasiswa

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STT-NF kembali mengadakan seminar rembukan ilmiah tiap bulan atau yang dikenal sebagai Seminar Rembulan pada hari selesa, 7 November 2017 di Auditorium Gedung B2 STT-NF. Seminar Rembulan kedua yang diadakan LPPM STT-NF mengangkat tema "Menggali potensi pengembagan riset PTS" yang dibawakan oleh Dr.Eng. Hotmatua Daulay. Antusias mahasiswa untuk mengikuti seminar rembulan sangat tinggi, buktinya hampir seluruh mahasiswa hadir dalam seminar rembulan, bahkan dosen juga menghadiri seminar rembulan karena tidak ingin kehilangan momen berharga seperti ini.

Pembukaan Seminar Rembulan didahului oleh sambutan Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri, kemudian sebelum masuk ke Reminar Rembulan, ada pembagian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri, mulai dari semester 3 sampai semester 7 yang berasal dari jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi.

Setelah pemberian penghargaan selesai, Pemateri seminar rembulan yang akrab disapa Pak Hotmatua memberikan materinya mengenai perkembangan riset yang terus berkembang hingga saat ini. Kemajuan teknologi bukan hanya didunia gadget saja, tetapi sudah merambah ke berbagai sektor, seperti pertanian, kedokteran dan lain-lain. Oleh karena itu, riset juga diperlukan untuk menyesuaikan hidup agar tidak tertinggal oleh zaman. Tujuan dari peneltian adalah untuk membandingkan data yang didapatkan dari penelitian dengan fakta yang terjadi di masyarakat sehingga bisa mengetahui solusi dari permasalahan yang ada di masyarakat, serta dapat memberikan jawaban dan menerapkan solusi tersebut di kehidupan masyarakat.

Beliau mengatakan bahwa zaman sekarang merupakan era teknologi informasi, perubahan selalu terjadi secara drastis sehingga sudah selayaknya kita harus peduli terhadap perubahan yang terjadi di zaman ini dan selalu menjadikannya sebuah inovasi yang bisa menghasilkan sebuah keuntungan bagi masyarakat Indonesa. Dengan perubahan zaman yang begitu cepat maka pola pikir manusia juga berubah begitu cepat dibandingkan beberapa tahun yang lalu.

Apabila zaman dahulu kita membuat penelitian atau rset tanpa melihat kebermanfaatannya, namun saat ini kita harus berubah pola pikir dengan melihat terlebih dahulu masalahnya, lalu membuat solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Riset juga secara tidak langsung mengajarkan kepada masyarakat tentang pentingnya meneliti sebelum menerima sesuatu, dengan adanya riset merupakan suatu cara dimana karya tersebut bukan hanya dipatenkan, namun juga untuk dipelajari bersama oleh masyarakat.

Published in Kegiatan Kampus

Siapa yang tak kenal dengan Negeri Sakura itu?

 

         Ketika diumumkan bahwa kegiatan openSUSE.Asia Summit 2017 di Jepang, saya langsung berfikir “Kesempatan untuk bertemu dengan para pengguna, pengembang serta komunitas openSUSE dari berbagai macam negara dan berkunjung ke Tokyo, Jepang.”

           Pendaftaran Call of Paperuntuk menjadi salah pembicara pada acara tersebut dibuka pada Tanggal 7 Juli dan batas pengumpulan terakhir pada 14 Agustus 2017. Selama masa pendaftaran tersebut, rasanya ingin mengumpulkan (submit) ide, namun ada rasa bimbang dalam hati “Apakah ide tersebut akan lolos seleksi?” dan “Apakah ide ini perlu dan menarik untuk disampaikan?”.

          Seminggu sebelum pendaftaran ditutup, terus mengecek dan membuka website pendaftaran, tapi dengan hasil kosong. Akhirnya bertanya-tanya dengan teman yang lain, namun masih satu komunitas dengan saya yaitu GliB. Mendapat dorongan untuk mendaftar dan beberapa teman sebelumnya sudah mengumpulkan idenya.

            Akhirnya saya memutuskan mengumpulkan ide pada tanggal 14 Agustus 2017, tepat pada hari terakhir pendaftaran “Call of Paper” tersebut. Saya memilih untuk membawakan materi tentang LibreOffice”, dengan judul Write Your Story with OpenSource”.

              Rasanya tak sabar, menunggu kabar pengumuman melalui e-mail. Pengumuman diumumkan pada tanggal 4 September 2017. Pada malam pengumuman beberapa teman bercerita telah mendapat pesan konfirmasi bahwa idenya lolos. Dalam hati “Kok saya belum ada e-mail masuk ya, apa tidak lolos?”, dan selang beberapa puluh menit kemudiansaya mendapatkan pesan masuk baru pada e-mail. Allhamdulillah, pesannya berupa konfirmasi dari Fominobu Takeyama bahwa ide saya lolos dan akan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE.Asia Summit 2017 di Tokyo, Jepang.

            Sejak pemberitahuan itu saya dapatkan, saatnya mulai urus surat-surat untuk keberangkatan. Dibantu dengan Om Edwin Zakaria dan beberapa teman lainnya. Dimulai dari Passport (maklum belum punya) dan kemudian pesan tiket pesawat, penginapan dan terakhir mengurus Visa kunjungan ke negera Jepang. Setelah semuanya terurus, saatnya menyelesaikan presentasi yang akan saya bawakan pada acara tersebut.

          Bahagia rasanya bisa mengunjungi Jepang dan menjadi salah satu pembicara pada acara openSUSE. Asia Sumiit 2017. Jepang sejak dulu menjadi salah satu negara yang ingin saya kunjungi, dan akhirnya saya bisa merasakannya.

          Finally, pokoknya banyak banget pengalaman yang didapat dari acara tersebut. Kenangan-kenangan yang terjadi disana akan sulit untuk dilupakan.

Terima kasih semua untuk semuanya, terutama panitia lokal yang telah bekerja keras untuk berlangsungnya acara keren tersebut.

 

 

          Udah telat belum ya?. Pasti banyak yang bertanya-tanya, “Apa itu openSUSE. Asia Summit?”. Oh iya, sebelumnya saya ingin menjelaskan tentang openSUSE. Asia Summit. openSUSE Asia Summit adalah acara yang mempertemukan kontributor dan pengguna openSUSE. Acara yang diadakan setiap tahun ini dilaksanakan pada tiap tempat yang berbeda dimulai dan dilaksanakan selama dua hari.

                Di sini mereka bisa saling berbagi pengalaman, belajar teknologi perangkat lunak bebas dan open source, hingga bincang-bincang bebas terutama mempromosikan openSUSE di seluruh dunia dan di Indonesia khususnya, supaya semakin banyak orang yang tertarik dengan openSUSE dan berusaha jadi pengguna maupun kontributor, menyatukan pengguna openSUSE di Indonesia dan Asia untuk meningkatkan kualitas jaringan dan kolaborasi, memperluas penetrasi openSUSE di sektor bisnis dan pemerintahan, serta menginspirasi orang-orang mengenai kebebasan di dunia FLOSS.

               openSUSE.Asia Summit sudah tiga kali dilaksanakan, dan pada tahun ini akan segera terlaksana kembali. Sebelumnya, tahun 2014 di Beijing/Tiongkok kemudian tahun 2015 di Taipei, tahun 2016 dilaksanakan di Yogyakarta Indonesia tepatnya di UIN Sunan Kalijaga dan pada tahun 2017 ini dilaksanakan di Tokyo Jepang tepatnya di Universitas Komunikasi Elektro. Pada tahun 2017, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Oktober 2017.

 

 

Sampai jumpa di tahun depan.

Senang bisa berjumpa dengan kalian!

Published in Kegiatan Kampus

Liburan semester genap TA-2015-2016 hampir usai, seluruh mahasiswa/i STT-NF sudah bersiap untuk menjalani rutinitas hariannya di “Technopreneur Campus” ini. Di setiap awal semester STT NF selalu rutin megngadakan Kuliah Umum dengan mengundang pembicara atau narasumber berskala nasional maupun Internasional. Pada kuliah umum kali ini STT NF mengundang peneliti internasional asal Indonesia yang saat ini menetap di Jepang dan memiliki hak paten “konsep dua FFT sebagai konsep cikal bakal 4G LTE yang menjadi standar Internasional ITU” Dr.Eng.Khoirul.Anwar, dan dosen peneliti STT-NF, Sirojul Munir yang memaparkan penelitian tentang "Otomasi Pembacaan Data Angka Pada Meteran Air PDAM secara Realtime".

Acara yang bertemakan “Menjadi Mahasiswa Luarbiasa : Inspirasi dari Turbo Coding” ini diawali dengan penyampaian hasil penelitian dari dosen STT-NF, yang membahas tentang "Otomasi Pembacaan Data Angka Pada Meteran Air PDAM secara Realtime" di Indonesia untuk memperbaiki sistem pendataan angka pada meteran air PDAM dengan berbagai macam dinamika yang dihadapi, agar dapat terealisasi ke depannya untuk masyarakat Indonesia.

Setelah penyampaian hasil penelitian, acara selanjutnya diisi oleh Dr.Eng.Khoirul.Anwar, ia mengawali materinya dengan memperkenalkan diri dan prestasi yang didapatkan, cerita mengapa dia memilih negara Jepang, dan apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa jurusan Teknologi Informasi untuk Bangsa, Negara, dan Ummat Islam pada khususnya.

Dr.Eng. Khairul Anwar, merupakan sosok pemuda yang memiliki kecerdasan dan semangat meneliti, mengawali karir penelitiannya saat menjalani studi S2 di Jepang. Ia bercerita pada saat itu bahan penelitiannya diperebutkan oleh dua lembaga di Jepang yaitu, NAIST dan JAIST. Namun pada akhirnya dengan berbagai pertimbangan, penelitiannya tersebut dilanjutkan di laboratorium JAIST yang berada di Nomi, Isihkawa. Ia juga bercerita perihal beberapa penghargaan yang pernah diterimanya yaitu IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS), di California selain itu ia juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri dari Konsulat Jenderal RI di Osaka pada tahun 2007.

Selain bercerita tentang dirinya, ia juga membeberkan alasan mengapa memilih Jepang sebagai tempatnya menuntut ilmu dan berkarya. “Saya memilih Jepang karena orang Jepang terkenal karena memiliki kedisplinan yang sangat tinggi, bagi saya kedisiplinan merupakan kunci sukses yang paling utama, lalu mereka juga memiliki komitmen yang kuat pada sains dan teknologi dengan menyediakan anggaran yang besar untuk penelitian. Selain itu ada pertimbangan lain yaitu banyaknya peraih nobel asal Jepang sebanyak 2 orang per tahun, lalu mereka juga memiliki alat Transportasi umum yang sangat lancar untuk memudahkan perjalanan ke mana saja.” Ungkap Khoirul.

Selain bercerita soal pengalamannya mencari ilmu dan berkarir di negri Sakura, ia juga memberikan tips tentang apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa jurusan Teknologi Informasi untuk Bangsa, Negara dan Umat Islam. Menurutnya Kemajuan teknologi saat ini terus meningkat, namun tidak seimbang dengan SDM yang ada dilapangan. Para praktisi IT yang minim dan dukungan material dari pemerintah yang masih sedikit, menuntut pemuda-pemudi, mahasiswa-mahasiswi untuk terus bergerak dan berinovasi menggapai mimpi untuk kebermanfaatan sesama manusia. Khairul mengatakan bahwa “Kehidupan sama dengan usaha & doa, manfaatkan waktu dengan baik, hidup seimbang (pribadi, keluarga, organisasi, pekerjaan/peneliti). Misalnya, dengan melakukan penelitian yang dapat menjadi sebuah hak paten yang bermanfaat secara luas. Sehingga, dapat mengangkat nama baik negara dan agama dimata dunia.”

Untuk melakukan itu semua, Khairul memberikan Lima (5) prinsip untuk sukses :

1. Think Big, Positif thinking
2. Have dream
3. Life in balance : variation effect ~individual(2)-work(3)-family(3)-organisation(2).
4. EduRanced, Character
~Pain is Temporary, Pride is forever~
~berprestasi for religion~
5. Feedback(social-Trust-Cooperation)

Ia juga menambahkan, “jika ingin agamamu di hargai, berinovasilah untuk manusia dan dunia, maka mereka akan menghargai agamamu. “ (Nadya Yutrianti)

Published in Kegiatan Kampus

STT NF kembali akan menggelar Open House Technopreneur Series yang kedua dengan mengusung tema “Inspiring Success Stories” pada hari Sabtu 27 Agustus 2016 nanti. Pada open house yang lalu STT NF mengundang CEO muda dari startup terkemuka yang ada di Indonesia. Kali ini STT NF akan mengundang narasumber yang bisa memberikan inspirasi bagi khalayak ramai, mereka adalah Andreas Sanjaya (CEO Badr Interactive), Hendra Aditiawijaya (Alumni STT NF) dan Dede Hamzah (Mahasiswa Semester Akhir STT NF).

Andreas Sanjaya merupakan CEO dari Badr Interactive, salah satu Startup yang sudah cukup dikenal bagi kalangan penggiat teknologi di Indonesia dengan melahirkan karya-karya yang sudah bisa di gunakan oleh masyarakat umum maupun perusahaan yang menggunakan jasa Badr Interactive. Dalam kesempatan ini ia akan memberikan kisah-kisah suksesnya yang inspiratif guna memacu semangat generasi muda dalam membuat sebuah karya di bidang teknologi dan bagaimana menghadapi persaingan global di era teknologi ini.

Selain Andreas Sanjaya, ada juga kisah suksesl lainnya yang akan di bagikan oleh Alumni STT NF, Hendra Aditiawijaya. Ia merupakan salah satu lulusan terbaik STT NF dari angkatan pertama, ketika menjadi mahasiswa ia aktif di berbagai organisasi internal maupun eksternal. Salah satu gagasannya adalah mendirikan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) SENADA yang hingga kini masih terus berjalan. Saat ini ia menjadi System Analyst di Hermina Grup, dan akan membagikan semua pengalaman serta kisah suksesnya dalam acara open house kali ini.

Satu lagi narasumber yang akan membagikan kisah suksesnya adalah Dede Hamzah, Mahasiswa STT NF tingkat akhir yang membuat aplikasi Antenatalcare+Note (Antenote). Aplikasi ini adalah aplikasi untuk ibu hamil yang ingin mendeteksi jenis kelamin, umur kehamilan dan lain-lain melalui sebuah aplikasi mobile. Dalam aplikasi ini nantinya akan ada form pertanyaan untuk di iisi, setelah itu aplikasi akan malekukan analisis dan memberikan hasil dari analisis tersebut. Aplikasi ini sudah selesai pengerjaannya dan sedang dalam tahap pengembangan lebih lanjut sebelum dilepas ke pasaran. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %18 %430 %2016 %09:%Agu

Open House STT NF "CEO Success Stories"

Demi mewujudkan program pemerintah yang mencanangkan 1000 startup di Indonesia, STT NF yang memiliki slogan “Tecnopreneur Campus” tergerak untuk memberikan kontribusi nyata, dengan membuat Open House dan menghadirkan para CEO muda di bidang Startup untuk membuka cakrawala berfikir generasi muda tentang bagaimana memulai dan membangun sebuah startup dari para pembicara yang sudah berpengalaman, sehingga nantinya akan menimbulkan gairah untuk membuat startup. Acara Yang di gelar pada Sabtu, (13/8) di Auditorium kampus B STT NF Jalan Lenteng Agung Raya No.20. Open House kali ini mengusung tema “Young Success CEO” dengan menghadirkan Diajeng Lestari (CEO HijUp.com), Muhammad Ihsan Akhirulsyah (CFO eFishery), dan Muhammad Isfahani Ghiyath (CEO Daeng Apps) dan Muhammad Lingga Nashiruddin (Direktur Techopreneur Center STT NF) sebagai moderator.

Acara Open House STT NF ini berbentuk Talkshow dan dimulai dari Diajeng Lestari yang membagikan kisahnya merintis HijUp.com dari awal merupakan sebuah startup yang bergerak dibidang busana Muslimah yang didirikannya pada tahun 2011. Diawal sesinya ia menceritakan tentang perjalanannya beberapa waktu lalu yang mengikuti Google Launchpad Accelerator di Sillicon Valley, Amerika Serikat. Disana ia mendapatkan banyak pelajaran baru, Banyak startup terbaik dari seluruh dunia datang ke sana membawa berbagai macam masalah dan persoalan mereka masing-masing. Karena sejatinya kelahiran sebuah startup adalah berawal dari sebuah masalah yang menjadi solusi melalui teknologi yang dihasilkan dari startup. Ide HijUp.com juga berawal dari masalah yang ada di Indonesia, dimana banyak orang yang mengangap produk luar negeri lebih berkualitas dibanding produk dalam negeri. Hal yang ingin dibuktikan Diajeng bahwa sebenarnya bangsa Indonesia mampu untuk memproduksi barang-barang dengan kualitas baik yang tak kalah dengan negara negara lain dan bisa mengusai pasar.

Lalu Ia menceritakan bagaimana sulitnya menjadi seorang enterpreneur, diawal karirnya sebagai CEO HijUp.com ia langsung mendapatkan ujian, dimulai setelah launching perdana HIjUp.com. berjalan lancar sampai banyak pesanan yang datang. Disaat yang sama salah satu dari dua pegawainya memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan dengan alasan tidak mampu mengerjakan pesanan yang sangat banyak. Hal tersebut tentunya membuat Diajeng pusing, tapi itu tak membuatnya patah semangat, justru ia bangkit, dan dengan kegigihannya akhirnya ia bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.

Kisah inspiratif selanjutnya datang dari mahasiswa Teknik Informatika STT NF semester 2, Muh. Isfahani Ghiyat. Bagaimana tidak, di usianya yang kini terbilang muda ia sudah mendirikan sebuah Startup yang mungkin sulit di lakukan oleh anak muda seusianya. Ia bercerita bagaimana suka dukanya dulu sebelum mendirikan Daeng Apps (sekarang Daeng Indonesia). Kisahnya berawal saat ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ia sangat suka dengan komputer, akan tetapi ayahnya tidak pernah memperbolehkannya berinteraksi dengan komputer. Untuk melampiaskan rasa sukanya terhadap komputer, akhirnya ia pergi ke warnet secara diam-diam. Berbeda dengan anak seusianya pada saat itu yang hanya bermain game di warnet, ia justru belajar dari internet dan mendapatkan banyak ilmu terutama tentang dunia pemrograman. Pada akhirnya ia berhasil membuat sebuah antivirus sendiri yang diberi nama spensav, yang sudah menjadi jawara di berbagai ajang kejuaraan IT tingkat nasional bahkan internasional.

Karyanya tak hanya sampai disitu. Bersama 6 rekannya yang sama-sama Mahasiswa STT NF, akhirnya ia memberanikan diri membuat sebuah starup yang bergerak dibidang software house. Meskipun startup ini bisa dibilang baru tetapi sudah menghasilkan beberapa produk, dan menurutnya produk unggulan Daeng Apps adalah Web locker yang merupakan aplikasi parental control situs porno yang sudah menjadi penyakit dikalangan pemuda Indonesia.

Kisah sukses terakhir datang dari CFO eFishery Muhammad Ihsan Akhirulsyah. Diawal sesinya ia menceritakan kehidupannya saat kecil. Bagaimana ia hidup ditengah kesulitan ekonomi dimasa krisis moneter yang membuat usaha keluarganya bangkrut, Sampai ia harus berangkat dan pulang sekolah dengan berjalan kaki dari sekolah kerumahnya yang jaraknya sangat jauh. Demi membantu beban orang tua ia sampai rela harus menjadi pengamen di bus dan ia juga mulai berjualan, Meskipun ditempa cobaan ia tetap memiliki semangat belajar yang tinggi hingga perguruan tinggi.

Ada banyak hal yang bisa diambil dari co-founder eFishery ini, salah satunya adalah dalam memulai sebuah bisnis. “kita tidak bisa sendiri, karena kita tidak mampu memecahkan semua persoalan yang ada dihadapan sendiri dengan ilmu yang kita punya, jadi kita harus memiliki rekan yang saling melengkapi agar bisnis itu dapat berkembang baik” tutur ikhsan. Ia juga menjelaskan mengenai indikator suksesnya seorang enterpreneur bukan dari kekayaannya, melainkan seberapa bergunanya dia bagi orang lainn dan apa yang ia kerjakan, karena menurutnya menjadi kaya itu mudah, yang susah adalah menjadi orang yang bermanfaat. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %11 %169 %2016 %03:%Agu

CEO Daeng Apps, Muda dan Potensial

DaengApps (Daeng Indonesia) adalah sebuah Startup Software House yang fokus dibidang Software Engineering dan Integrated Design. DaengApps memiliki tujuan untuk menyelesaikan sebuah masalah global dengan menggunakan teknologi. Saat ini DaengApps mengembangkan sebuah karya, antara lain Weblocker (Aplikasi parental control), Antivirus Spensav dan dadunia.com (Sebuah portal berita geek bilingual pertama Indonesia).

Dibalik kehadiran Daeng Apps ada seorang pemuda berbakat di bidang IT yaitu Muhammad Isfahani Ghiyath, mahasiswa STT NF ini merupakan Founder sekaligus CEO dari Daeng Apps. Sejak kecil dirinya memang sudah tertarik dengan dunia komputer, ia belajar secara otodidak dengan mengikuti tutorial di internet hingga akhirnya bisa menciptakan apliakasi dan software. Prestasi membanggakan pemuda asal Makasar ini adalah menjuarai INAICTA pada tahun 2014 saat masih duduk di bangku SMK dengan menampilkan karya antivirus Spensav, selain itu ia juga mendapatkan gelar juara tingkat Internasional APICTA di tahun yang sama lewat antivirus Spensav pula.

Selain mengurusi Daeng Apps, kesibukan lain Isfahani adalah berkuliah di STT NF, ia merupakan mahasiswa yang mendapat Beastudi dari STT NF karena prestasi yang di torehkannya. Ia juga merupakan ketua IT Club programming di kampus, selain itu ia juga membuat sebuah kelas diskusi kecil yang diikuti oleh teman-teman seangkatannya untuk berbagi dan ngoprek bareng untuk mengerjakan sebuah project.

Cita-citanya ke depan untuk membangun Daeng Apps lebih besar lagi sehingga nantinya bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. “Saat ini karyawan Daeng Apps yang di rekrut merupakan rekan-rekan dekat, bukan tidak mungkin nanti ketika Daeng Apps sudah besar akan ada open recruitment”, ucap Isfa. Tidak ketinggalan teman-teman di STT NF pun di rangkulnya untuk bergabung bersama membangun Daeng Apps, akrena menurutnya mahasiswa STT NF memiliki potensi yang sangat besar di dunia IT, itu juga di dukung dengan kampus STT NF yang memang memiliki tagline Technopreneur Campus.

Pada Dies Natalis STT NF yang ke 4, Isfahani mendapat kesempatan untuk berbagi pengalamannya dan cerita bagaimana awalnya ia menggeluti dunia IT sejak usia dini dalam acara Open House STT NF Technopreneur Series “Young Success CEO”. Isfahani tidak sendiri, ada juga CEO HijUp.com, Diajeng Lestari dan CFO eFishery Ihsan Akhirulsyah yang juga akan berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka di bidangnya masing-masing. Isfahani di pilih karena dinilai sosok yang tepat, yaitu CEO Muda dan Sukses, sekaligus merepresentasikan kampus STT NF yang melahirkan Technopreneur-technopreneur muda.

Acara ini akan dilaksanakan pada 13 Agustus 2016 di Auditorium Kampus B STT NF, Jalan Lenteng Agung Raya No. 20, mulai pukul 08.00 wib – 12.00 wib dan tidak dipungut biaya alias Gratis. Segera daftarkan diri anda Via Whatsapp ke Nomer 085716243174 atau SMS ke Nomer 082233111522, dengan format : Reg_STT-NF_Nama_Asal Sekolah_Nomer Hp_Tahun Lulusan. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
Halaman 1 dari 4