Di bulan Agustus 2018 ini, Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) telah melaksanakan Sertifikasi Mikrotik MTCRE yang diadakan oleh IT Club Networking dan Sertifikasi Google Cloud yang diadakan oleh IT Club Abraincode STT-NF. Jumlah peserta yang mengikuti sertifikasi ini kurang lebih terdapat 10 peserta pada masing-masing sertifikasi dan dilaksanakan di Gedung B Kampus STT-NF.  Ali Imran, merupakan mahasiswa beastudi STT-NF yang juga mengikuti Sertifikasi Mikrotik MTCRE. Kegiatan tersebut selain Ali diikuti juga oleh rekan-rekan beastudi lainnya, mahasiswa kelas reguler, dan mahasiswa kelas karyawan. Selain dua Sertifikasi IT diatas STT-NF juga memfasilitasi banyak sertifikasi nasional maupun internasional.

Sertifikasi IT ini bertujuan agar mahasiswa STT-NF dapat mengetahui cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan teknisnya di bidang IT juga sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja selepas menyelesaikan pendidikannya di STT-NF. Selamat kepada para peserta yang telah lulus dan mendapatkan Sertifikasi IT, terutama bagi penerima beastudi yang ilmunya kelak dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Published in Pojok Mahasiswa

Fitur video call saat ini banyak diminati dan digunakan oleh pengguna dalam maupun luar negeri. Orang-orang dalam melakukan video call dengan lawan bicaranya, biasanya melalui social media seperti halnya WhatsApp dan LINE. Pada umumnya, untuk melakukan panggilan video kedua belah pihak, baik penelepon maupun penerima harus mendownload dulu aplikasinya. Namun, berbeda dengan Google Duo, bahwasanya penelepon bisa melakukan video call terhadap siapapun, meskipun lawan bicaranya ini belum menginstall dan mendaftarkan ke Google Duo. Dengan catatan, di akhir panggilan telepon penerima akan didorong untuk menginstall aplikasi tersebut.

Guna menjaga privasi, Google Duo memiliki sebuah opsi, yakni calon penerima berhak untuk menolak panggilan Duo dari orang atau nomor yang menghubunginya tersebut. Cara ini merupakan langkah yang bagus untuk memperluas aksesibilitas Duo, serta mempromosikan Duo kepada mereka yang belum menggunakannya. Google Duo pertama kali dirilis pada Agustus 2016 lalu. Dimana aplikasi ini menawarkan kualitas video call yang diklaim lebih stabil dibandingkan dengan aplikasi video call yang sudah ada.

Selain itu, Duo juga menawarkan pengalaman simpel yang didesain untuk memberikan kemudahan saat sedang digunakan. Yakni hanya dengan menggunakan nomor telepon, pengguna bisa langsung menghubungi orang-orang di daftar kontak. Dengan begitu, pengguna tidak perlu lagi membuat akun terpisah, karena dapat secara langsung melakukan sign up dan mulai menelepon. Aplikasi yang bisa dipakai antar platform Android maupun iOS ini juga dibuat untuk memberikan pengalaman berkomunikasi yang cepat dan tetap bekerja meski koneksi sedang lambat.

Meskipun demikian, kualitas panggilan akan tetap menyesuaikan dengan perubahan jaringan. Dengan kata lain, saat bandwidth terbatas, Duo akan secara otomatis mengurangi resolusi gambar, dengan tujuan supaya panggilan tetap mulus. Kelebihan lain yang dimiliki Duo yaitu terdapat pada kemampuannya dalam beralih dari WiFi ke jaringan ponsel atau sebaliknya, secara otomatis tanpa memutuskan panggilan yang sedang berlangsung. Semoga bermanfaat.

Published in Artikel
%AM, %29 %235 %2017 %04:%Agu

VPN Vs SSH, Manakah yang Paling Aman?

VPN dan SSH tunneling sama-sama berfungsi sebagai "tunnel" atau jalur khusus di dalam lalu lintas jaringan untuk membuat sambungan yang terenkripsi. Meski berbeda namun dalam beberapa hal keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu memberikan sambungan yang aman di dalam lalu lintas jaringan.

Nah, sebelum Anda memutuskan mana yang akan digunakan dari keduanya. Ada baiknya memahami terlebih dahulu pengertian dan cara kerja dari kedua layanan ini, berikut ulasannya :

Pengertian dan Cara Kerja VPN (Virtual Private Network)

VPN atau jaringan virtual pribadi adalah koneksi yang menghubungkan ke lalu lintas jaringan lain secara private melalui jaringan publik. VPN sering digunakan oleh perusahaan untuk melindungi data mereka yang dikirim melalui jaringan internet.

Setiap perusahaan seharusnya memiliki jaringan lokal untuk menghubungkan tiap unit kerja didalamnya. Jaringan lokal yang berisi data-data penting tersebut tentu sangat beresiko apabila terhubung langsung ke jaringan publik. Nah, lalu bagaimana jika seorang karyawan ingin mengakses sumber daya perusahaan namun ia tidak sedang berada dikantor. Inilah kemudian mengapa perusahaan juga wajib membangun VPN Server sebagai koneksi private untuk mengakses jaringan lokal perusahaan melalui internet. Koneksi yang dibentuk VPN tersebut menjamin lalu lintas jaringan yang terbentuk akan menjadi sangat aman.

Kelebihan VPN

1. Mudah digunakan oleh pengguna awam sekalipun.
2. VPN melakukan enkripsi terhadap file yang dikirim sehingga sangat aman.
3. VPN support pada layer jaringan TCP dan UDP.
4. Bisa membuka jaringan yang diblokir oleh ISP tertentu.
5. Mengakses internet sebagai pengguna anonim.

Kelemahan VPN

1. Membutuhkan bandwidth yang besar.
2. Biaya langganan dan membangun server yang cukup mahal.

Pengertian dan Cara Kerja SSH (Secure Shell)

Secure Shell atau disingkat SSH adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan untuk pertukaran data melalui koneksi yang aman antar dua jaringan. Selain, SSH juga dapat digunakan untuk memasuki ke jaringan lain yang lebih banyak secara aman. SSH dibuat untuk menggantikan tugas telnet dan shell yang dianggap masih memiliki banyak kekurangan dan celah keamanan. Sama seperti VPN, SSH juga akan melakukan enkripsi dan integritas terhadap kerahasiaan data.

Kelebihan SSH

1. Tidak memerlukan bandwidth besar untuk membuat sambungan SSH.
2. SSH Tunneling dapat dimanfaatkan untuk internet gratis dengan menumpang jaringan milik provider tertentu.

Kekurangan SSH

1. Konfigurasi dan pengaturan SSH lebih rumit dibandingkan VPN, sebaliknya untuk membuat SSH Server tidak sesulit dibandingkan membangun VPN Server.
2. Tidak support pada layer jaringan UDP, hanya mendukung TCP.
3. Harus selalu rutin maintenance.

Mana yang lebih baik antara VPN dan SSH?

Jika kita khawatir mengenai keamanan data untuk keperluan bisnis dan perusahaan maka lebih baik menggunakan VPN. Dengan VPN, semua lalu lintas jaringan yang masuk harus melewati Server VPN terlebih dahulu, hal ini membuat lalu lintas jaringan lokal perusahaan yang juga terhubung ke internet akan terlihat sangat private dan aman.

Namun, jika kita membutuhkan koneksi enkripsi hanya untuk membuat sambungan biasa, baik untuk menjelajah internet atau mengakses wifi publik saja tentu menggunakan SSH server atau jaringan VPN akan sama baiknya dalam memberi perlindungan yang kuat. Tetapi yang pasti biaya berlangganan SSH jauh lebih murah dibandingkan VPN.

Namun, yang perlu diketahui selanjutnya adalah untuk terhubung ke jaringan VPN tentu tidak memerlukan kesulitan sama sekali. Bahkan pengguna awam sekalipun tidak akan mengalami kesulitan. Berbeda ketika melakukan koneksi SSH tunneling yang memerlukan proses yang sedikit rumit dan bagi pengguna awam pasti akan kesulitan.

Published in Artikel

Tiga tahun dari sekarang, tepatnya pada 2020 mendatang, teknologi jaringan seluler generasi kelima ( 5G) diramalkan bakal mulai digelar secara global. Indonesia sudah mempersiapkan diri sejak 2015 lalu dengan membentuk lembaga khusus bertajuk "Indonesia 5G Forum". Beberapa penyedia infrastruktur telekomunikasi seperti Ericsson dan Huawei pun sudah pernah menguji jaringan 5G di Indonesia. Lantas, bagaimana kesiapan pemerintah menyambut inovasi ini?

Menurut Kepala Riset dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Basuki Yusuf Iskandar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengadopsi jaringan seluler 5G. “Kita jangan gagap teknologi. Bukannya mau jadi late adopter (pengadopsi lambat), tapi rational adopter (pengadopsi rasional),” tutur beliau. “Sebaiknya kita lihat dulu negara-negara lain. Biarkan mereka adopsi lebih awal supaya kita bisa belajar dan lebih siap,” beliau menambahkan.

Adapun kesiapan yang dimaksud bukan cuma dari segi teknologinya, namun juga kesiapan industri, regulasi, dan ekosistem masyarakat. Basuki mencontohkan jika masyarakat belum siap, maka implementasi 5G tak akan dimanfaatkan secara maksimal. “Teknologi itu bagus kalau orang mengerti. Kalo hanya mengerti setengah-setengah, masyarakat nggak produktif,” kata beliau.

Dampak 5G lebih kompleks

Basuki juga menambahkan bahwa regulasi terkait implementasi 5G tengah didiskusikan bersama dengan berbagai pihak. Menurut beliau, dampak sosial dari 5G akan lebih kompleks ketimbang 4G LTE karena kemampuannya memicu lebih banyak kemunculan disruptive technology. “Kalau pas 4G kan ada kasus Uber itu hanya satu sektor. Nanti 5G dampaknya lebih problematik. Makanya persiapan ke sana harus lebih matang,” beliau menjelaskan.

Hal ini disepakati penasihat Indonesia 5G Forum, Kalamullah Ramli. Beliau mengatakan 5G adalah teknologi yang tak bisa dibendung namun harus disertai regulasi yang kokoh agar tak kecolongan. “Aturan-aturan seperti TKDN dan pajak perlu diperdalam lagi untuk sebelum era 5G masuk,” ujarnya.

Indonesia 5G Forum merupakan salah satu lembaga yang diminta rekomendasi atau masukan untuk merumuskan regulasi soal jaringan generasi kelima. Sejauh ini, kata Kalamullah, pembahasan soal regulasi 5G masih dalam tahap awal. Kalamullah memprediksi implementasi 5G di Indonesia baru bisa komersil sekitar 10 tahun dari sekarang.

Penyedia teknologi 5G sudah siap

Terlepas dari kesiapan dari segi regulasi dan kondisi masyarakat, para penyedia teknologi 5G sudah siap menggenjot jaringan tersebut di berbagai belahan dunia. Konsorsium yang antara lain termasuk Qualcomm, Ericsson, Nokia, dan ZTE, gencar menyuarakan manfaat dari implementasi 5G di bidang sosial dan ekonomi.

“Semester dua tahun ke depan sudah siap modem 5G X50 kami,” kata Staff Manager, Technical Marketing Qualcomm, Patrick Lau. Salah satu implementasi jaringan 5G, kata beliau, adalah teknologi virtual reality (VR). Saat ini teknologi itu memang masih fokus pada gaming, namun ke depannya bisa merambah ke sektor kesehatan, pendidikan, hingga pertanian.

“Bayangkan jika dokter di Jakarta bisa membantu proses operasi di Kalimantan karena bisa melihat keseluruhan proses yang real dengan VR. Tentu lebih mudah ketimbang memberikan nasihat via telepon,” beliau menjelaskan. Di bidang pertanian, Patrick Lau juga mencontohkan pemanfaatan teknologi 5G untuk mengukur kadar air secara otomatis. Ada juga di bidang keamanan dengan memanfaatkan pengawasan daerah bencana dengan drone secara real-time.

Sejalan dengan itu, Head of Network Solutions, Network Evolution Ericsson, Ng Thiaw Seng, menganjurkan para operator telekomunikasi di Indonesia agar mulai mencoba teknologi 5G dari sekarang. “Supaya nanti inovasinya lebih cepat,” ujarnya. Lebih lanjut, Ng Thiaw Seng sesumbar pihaknya sudah menandatangani kontrak dengan 33 perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia untuk merealisasikan 5G.

Terkait sikap pemerintah yang tak ingin buru-buru mengimplementasikan 5G, Director of Goverment Affairs Qualcomm Southeast Asia, Nies Purwati mengaku paham. Pasalnya posisi Indonesia bukanlah negara produsen teknologi. “Tapi ada baiknya memantau perkembangan yang ada sekarang. Indonesia harus melihat di mana bisa bersaing, misalnya dari sisi Aplikasi dan Startup. Persiapan harus dilakukan dari awal,” beliau menjelaskan.

Published in Artikel

Cisco mengumumkan solusi dalam teknologi jaringan enterprise untuk menjawab tantangan konektivitas dan distribusi teknologi semakin meningkat. Hasil dari penelitian dan pengembangan Cisco selama bertahun-tahun itu bisa mengelola hingga ratusan perangkat, bahkan diharapkan bisa mengelola 1 juta perangkat di tahun 2020.

“Jaringan semakin menjadi bagian yang sangat menentukan dari kesuksesan bisnis, tapi pada akhirnya ini juga menjadi beban berat,” kata Chuck Robbins, Chief Executive Officer Cisco. “Dengan membangun jaringan yang lebih intuitif, kami menciptakan platform yang lebih cerdas dengan keamanan yang tak tertandingi saat ini dan ke depannya bisa mendorong kemajuan bisnis serta menciptakan peluang baru untuk pelaku bisnis maupun organisasi di mana saja.”

Pendekatan yang dilakukan Cisco mampu menciptakan sistem berdasarkan intuisi dengan kemampuan untuk terus menerus belajar, beradaptasi, melakukan otomasi sekaligus melindungi, dan mengoptimalkan operasional jaringan serta mempertahankan diri dari lanskap ancaman yang terus berevolusi.

“Encrypted Traffic Analytics (ETA) dari Cisco bisa menjawab tantangan keamanan jaringan yang sebelumnya dianggap tak terpecahkan,” kata David Goeckeler, senior vice president dan general manager untuk jaringan dan keamanan. Sejauh ini, 75 dari perusahaan dan organisasi global terdepan telah menjalankan uji coba awal solusi jaringan generasi berikutnya dari Cisco ini, termasuk DB Systel GmbH, Jade University of Applied Sciences, NASA, Royal Caribbean Cruises Ltd., Scentsy, UZ Leuven and Wipro.

Published in Artikel
%AM, %03 %195 %2017 %03:%Apr

Membuat Jaringan WI-FI Lebih Aman

Wireless adalah jaringan yang tanpa menggunakan kabel dan membuat kita mejadi mudah tanpa harus menggunakan kabel lagi untuk menggunakan internet yang ada dirumah, dikator, maupun sekolah dan tempat-tempat lain. Akan tetapi Jaringan Wireless ini sangat rentan terkena serangan (hacking) bila kita tidak tahu, WI-FI kita bisa diakses orang lain bahkan data kita juga bisa diakses.

Saya akan membagi beberapa cara setting jaringan metode ini agar Jaringan WI-FI Anda lebih aman :
1. Setting pada pengaturan router Anda
Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan :
• Pertama-tama akses pengaturan router nirkabel Wi-fi Anda, umumnya untuk melakukan hal ini caranya dengan mengetikkan "192.168.1.1" / "tplinkwifi.net" ke browser web Anda (apabila menggunakan perangkat dari TP-Link), setelah itu Anda masukkan nama pengguna dan password router dengan benar. Tentu ini akan berbeda untuk setiap router, sehingga periksa dulu manual router Anda.
• Lalu buat password yang sulit ditebak pada router Anda. Dimana setelah login ke router, Anda hanya perlu mengubah password bawaan router itu, sehingga ini mencegah orang lain untuk mengakses router milik Anda. Anda bisa ubah password dari pengaturan Administrasi di bagian pengaturan router.
• Ubahlah nama SSID Jaringan. SSID yaitu nama jaringan Wi-Fi dari Wireless Router, yang biasanya menggunakan nama perangkat. Mengubah nama SSID jaringan ini menjadi ide bagus.
• Aktifkan Enkripsi Jaringan, tujuannya agar mencegah perangkat lain menggunakan koneksi internet Anda, dengan cara mengenkripsi sinyal nirkabel Anda. Terdapat beberapa metode enkripsi seperti WEP, WPA, dan WPA2. Adapun enkripsi paling aman yaitu WPA2.
• Lakukan filter alamat MAC, dimana pada setiap perangkat komputer dan gadget memiliki MAC address (alamat MAC) yang unik. Sehingga perangkat yang tidak didaftarkan, maka tidak bisa tersambung dengan router internet milik Anda.


2. Penggunaan Enkripsi
Enkripsi juga memiliki peran penting dalam keamanan, tetapi banyak wireless access points (AP) yang tidak mengaktifkan enkripsi secara default. Walaupun banyak wireless access points (AP) memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan.

WEP memang tidak terlalu dapat diandalkan 100%, karena pengguna yang telah mengetahui serba-serbi trik Wi-fi masih bisa membukanya, tetapi tentu masih lebih baik dibandingkan jika tidak ada enkripsi sama sekali.

Aktifkan metode WEP authentication dengan shared key (jika pengaturannya menggunakan opsi open system maka ubah ke shared key). Dimana pada open system, access points (AP) tidak melakukan enkripsi data, tetapi hanya otentifikasi client. Anda bisa memilih WEP key dan pakai 128-bit WEP, tetapi jangan menggunakan 40-bit.

 

3. Gunakan Enkripsi Kuat
Apabila Anda kurang puas dengan WEP, Anda bisa memakai Wifi Protected Access (WPA), syarat menggunakannya yaitu Access Point (AP) harus mendukungnya, dan client juga “wajib” support WPA itu. Dimana sekarang ini hampir semua Access Point maupun client (user) telah support WPA.

 

4. Ganti Password Administrator yang standar / default
Dimana umumnya para pembuat yaitu pabrik, menggunakan password administrasi yang hampir sama untuk semua produknya, dimana default password ini umumnya dapat dengan mudah diketahui oleh hacker, sehingga ini sangat berbahaya. Untuk itu, Anda perlu konfigurasi AP, melakukan penggantian password default. Anda perlu membuat password yang unik dan sulit ditebak, tetapi juga jangan sampai lupa passwordnya karena nanti malah repot.

 

5. Matikan saja SSID Broadcasting
SSID atau Service Set Identifier yaitu nama dari wireless network milik Anda, dimana pada pengaturan secara default, SSID akan ditampilkan, maka hal ini membuat orang lain dapat dengan mudah menemukan network (jaringan Wi-fi) Anda. Karena SSID akan tampil dengan nama pada daftar pencarian Wi-fi mereka. Nah, apabila nama SSID dimatikan, maka orang lain akan kesulitan untuk menemukan jaringan Wi-fi Anda, sehingga mereka kesulitan untuk membobolnya.

 

6. Memakai MAC (Media Access Control ) Filtering.
Anda bisa membuat daftar putih, maksudnya Anda dapat membuat daftar untuk perangkat yang diperbolehkan untuk mengakses wireless network milik Anda dengan berdasarkan dari Media Access Control (MAC) ataupun alamat fisik di masing-masing perangkat. Sehingga nantinya koneksi yang tidak ada dalam daftar tersebut akan secara otomatis ditolak, sehingga mereka tidak dapat masuk.

Itulah beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan jaringan kita . Semoga bermanfaat.

Published in Artikel
%AM, %27 %041 %2015 %00:%Mar

Perangkat Lunak Pengolahan Jaringan

Jaringan merupakan bagian penting dari setiap data center modern. Open source terus tumbuh untuk solusi virtualisasi. Jaringan virtual adalah bagian penting pada gambar. MidoNet, platform virtualisasi jaringan open source untuk pelayanan infrastruktur Cloud, seperti perangkat lunak cloud OpenStack yang mendapatkan interaksi sebagai cara menerapkan solusi jaringan.

Apa itu MidoNet?

MidoNet adalah solusi virtualisasi jaringan produksi yang memungkinkan operator untuk membangun jaringan terisolasi dalam perangkat lunak yang overlay dengan infrastruktur jaringan yang ada berbasis hardware. Kekurangan pada OpenStack Neutron, disempurnakan dengan mengganti default Open vSwitch (OVS) plugin dengan plugin MidoNet. Aplikasi terdistribusi memiliki jaringan dan persyaratan keamanan yang unik untuk memastikan ketersediaan aplikasi dan kinerja.

Hal ini sering menjadi tantangan bagi administrator jaringan untuk bersaing dengan permintaan infrastruktur baru atau membuat perubahan dalam mendukung prototyping cepat dan pengiriman terus-menerus. Dirancang untuk komputasi terdistribusi, MidoNet dapat memberikan kontrol per-tenant dari jaringan untuk membuat dan mengubah topologi jaringan dengan cepat.

Mengapa open source?

Manfaat dari pengembangan perangkat lunak open source adalah untuk pelanggan yang jelas. Kolaborasi lintas-vendor akan menyebabkan terobosan teknologi terbaru, dengan stabilitas kode melalui peer review, identifikasi masalah yang cepat dan resolusi. Midokura membuat keputusan strategis untuk membuka sumber perangkat lunak demi mengatasi fragmentasi dalam industri jaringan. Keputusan untuk memberikan sebuah rekayasa dalam komunitas open source disengaja agar mencapai implikasi yang jauh.

Midokura, perusahaan MidoNet merupakan solusi jaringan yang terbukti memenuhi skala virtual untuk penyedia layanan terkemuka seperti KVH Asia dan Zetta.IO. Itu jelas bagi Midokura, beberapa vendor jaringan mencoba untuk menjual solusi proprietary dan memiliki sedikit atau tidak ada insentif untuk berinvestasi dalam konfigurasi default di OpenStack. Semua ini berarti bahwa jaringan tetap layak untuk memproduksi dengan skala besar dan dapat menghambat adopsi luas OpenStack dalam perusahaan.

Meninggalkan pelanggan tanpa solusi jaringan open source atau harus memilih persaingan "terbuka" yang standar ketika mengadopsi sebuah proyek sumber terbuka seperti OpenStack yang tidak masuk akal untuk Midokura.

MidoNet adalah model setelah komunitas open source seperti Ubuntu dan OpenStack. MidoNet mendapat dukungan awal dari vendor semi-konduktor terkemuka aktif pada komunitas Linux open source seperti Fujitsu, Broadcom, Ethernet dan Infiniband vendor seperti Mellanox. Industri analis membuat komentar tentang penerapan OpenStack yang mendekati mirroring dengan Linux.

MidoNet paralel OpenStack mengadopsi yang dibuktikan dengan tiga besar distro Linux (Red Hat, Canonical /Ubuntu, dan SUSE). Sama halnya beberapa proyek open source lainnya, tidak mengherankan untuk melihat gelombang pertama pengadopsi datang dari penyedia cloud skala besar seperti IDC Frontier (anak perusahaan dari Yahoo Japan) dan HP Helion Eucalyptus dan penyedia cloud regional seperti Zetta.io di Norwegia dan KVH Asia.

Midokura: perusahaan di balik MidoNet

Midokura didirikan pada tahun 2010, merupakan pelopor dalam virtualisasi jaringan scalable dengan perangkat lunak berbasis pendekatan overlay ke jaringan fisik. Setelah meluncurkan platform virtualisasi jaringan MidoNet tahun 2013, MidoNet telah terbukti dalam produksi di perusahaan global seperti Nokia dan Toshiba dan perusahaan skala web seperti Blue Jeans Networks. Midokura telah merilis basis kode MidoNet kepada komunitas open source di bawah lisensi Apache 2.0 pada bulan November 2014. Dengan arsitektur terdistribusi, MidoNet memungkinkan perusahaan dan penyedia layanan untuk membangun, menjalankan, dan mengelola jaringan virtual skala dengan kelincahan, keamanan, dan fleksibilitas.

Bagaimana dengan MidoNet?

Pengguna MidoNet secara aktif membawa permintaan fitur dalam rilis masa depan MidoNet melalui kendaraan komunikasi formal dan informal seperti milis, saluran IRC, dan meetups online. Meninjau dokumentasi, laporan bugs hanya cara sederhana untuk menjadi akrab dengan kode. Melakukan platform benchmarking memberikan operator akses langsung untuk menyaksikan kinerja Midokura di lingkungan pengujian sendiri/dev mereka. Kode yang relatif mudah dan mirip dengan Onboarding dengan Ubuntu dan OpenStack. Cukup menandatangani Perjanjian Lisensi Kontributor dan kontribusi kode untuk Gerritt secara otomatis diperiksa oleh Jenkins. Peer review dan suara juga dilakukan melalui Gerrit.

Dalam jumlah yang relatif singkat, MidoNet semakin kuat dari masyarakat global seperti yang terlihat diunduh sehari-hari dan dalam diskusi di IRC. Kode MidoNet yang umumnya tersedia saat ini untuk pelanggan, mitra dan pengembang sebagai open source di bawah lisensi software Apache 2.0. Anda dapat mengunjungi Midokura perusahaan yang menaungi MidoNet. (Suranto)

Sumber: opensource.com/business/15/1/scalable-open-virtual-networking-midonet

Published in Artikel