Selain menggunakan smartphone, Anda juga sering menggunakan komputer atau laptop dalam keseharian Anda, baik untuk bekerja, kuliah, ataupun sekadar hiburan. Komputer yang terhubung ke dalam jaringan internet nyatanya bisa mengancam data dan privasi Anda loh. Maraknya pemberitaan mengenai peretasan yang terjadi di Indonesia tentu membuat Anda khawatir akan keamanan komputer Anda. Dapat dilakukan dalam keseharian Anda.

7 Langkah Super Mudah Untuk Meningkatkan Keamanan Komputer

1. Gunakan Selalu Incognito Mode Saat Berada di Luar

Saat Anda berpergian, terkadang Anda memerlukan komputer untuk mengakses email, media sosial, dan sebagainya. Anda pun bisa mengaksesnya melalui jaringan internet yang tersedia, misalnya di warung internet, perpustakaan, atau hotel.

Fitur incognito mode sangat berguna apabila Anda mengakses data penting saat berselancar internet terutama di tempat publik. Saat masuk dalam mode ini, Anda tidak perlu khawatir data Anda tersimpan, bahkan saat lupa menekan tombol logout sekalipun.

2. Jangan Pernah Lupakan Antivirus

Saat membeli komputer baru, banyak orang khawatir akan fitur keamanannya sehingga menginstall beberapa aplikasi sekaligus, seperti antivirus, antispyware, dan internet security. Tentu hal ini akan membebani kinerja komputer yang berimbas pada performa yang lelet.

Anda sebenarnya tidak perlu khawatir, karena sistem operasi seperti Windows 10 sudah menyediakan antivirus bawaan. Jika terasa masih kurang, Anda cukup menginstal sebuah antivirus lagi, seperti Avast, AVG, Panda, Kaspersky, dan sebagainya.

3. Selalu Update Sistem Operasi dan Aplikasi

Kebanyakan orang meninggalkan proses update baik itu pada sistem operasi maupun aplikasi yang digunakan pada komputernya. Berbagai alasan dikatakan mulai dari lamanya proses update, kinerja komputer yang bakal menurun, dan sebagainya.

Buat Anda yang tidak terhalang dengan kuota internet melakukan proses update dapat meningkatkan fitur keamanan juga loh. Selain fitur keamanan proses update terutama sistem operasi malah akan meningkatkan performa komputer.

4. Ganti Password Secara Berkala

Sadar tidak, sudah berapa lama sejak terakhir kali Anda mengganti password akun email? Mengganti password secara berkala setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali sangat dianjurkan dibanding menggunakan password dengan berbagai kombinasinya.

Untuk mempermudahnya, Anda bisa menggunakan aplikasi kalender untuk memberitahu saatnya mengganti password. Anda juga bisa menggunakan beberapa aplikasi password manager untuk mengelola password pada berbagai akun yang digunakan.

5. Backup Data dan Dokumen Penting

Jika Anda sering berkerja secara offline, tentu Anda bakal menyimpan data dan dokumen Anda pada drive penyimpanan yang tersedia. Untuk mencegah kehilangan data yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, Anda dapat melakukan proses backup.

Anda bisa backup data dan dokumen Anda secara online pada layanan penyimpanan cloud seperti OneDrive atau Dropbox. Sementara itu, buat Anda yang jarang tersambung ke jaringan internet, backup data Anda pada flashdisk atau hardisk eksternal bisa jadi solusinya.

6. Jangan Sembarangan Melakukan Pembayaran Online

Di zaman yang serba praktis ini, berbelanja secara online bisa menjadi pilihan tepat. Selain menghemat waktu dan tenaga, melakukan belanja online terkadang punya harga yang lebih murah. Namun, Anda pun harus berhati-hati dan jangan sembarangan melakukan pembayaran secara online.

Gunakan platform belanja online atau e-commerce terpercaya dalam melakukan sistem pembayaran, terutama yang menggunakan sistem rekening bersama (rekber). Untuk mencegah penipuan, hindari memberikan data pribadi dan nomor rekening pada saat berbelanja secara pribadi.

7. Abaikan Pesan Spam Pada Media Sosial

Sering kali Anda menerima pesan berantai yang berisikan promosi atau iklan yang menarik di berbagai sosial media. Bukannya menguntungkan, pesan spam malah berbahaya loh bagi data dan privasi Anda. Jangan sesekali membuka link yang disertakan secara sembarangan.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memverifikasi link yang dibagikan apakah sudah benar atau belum. Gunakan Google untuk mengecek situs resmi dari pesan yang diterima. Selanjutnya hapus dan jangan lagi membagikan pesan spam tersebut.

Nah, itulah 7 langkah super mudah yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan keamanan komputer. Hal-hal yang bisa Anda lakukan sehari-hari ini, tentu akan menjaga data dan privasi Anda juga. Semoga Bermanfaat.

Published in Artikel

Jejaring sosial kini tak hanya dikenal sebagai lokasi untuk eksis di dunia online. Jejaring sosial kini pun bisa digunakan untuk berbagai tujuan. Tak jarang, berkat jejaring sosial, kampanye sosial pun bisa dilaksanakan dengan sukses. Namun sayangnya, tak sedikit pula yang mendapatkan imbas buruk dari meningkatnya penggunaan jejaring sosial ini.

Menilik fenomena penggunaan jejaring sosial di Indonesia, ada cukup banyak kasus yang memperlihatkan bagaimana etika yang kurang diperhatikan oleh para pengguna jejaring sosial di Indonesia. Contoh kasus yang terbaru adalah bagaimana seorang anggota kepolisian yang mendapatkan cibiran dan cemooh dari para netizen tanah air.

Banjir cemoohan dan cibiran itu terjadi karena polisi tersebut menuliskan kata-kata yang tak pantas kepada salah seorang pengguna Facebook. Dan kasus seperti ini pun bukan pertama kalinya terjadi. Beberapa kasus serupa pernah pula menimpa pengguna jejaring sosial lainnya. Intinya, etika saat berinteraksi di jejaring sosial sangat kurang diperhatikan oleh para pengguna internet di Indonesia.

Terlebih saat ini jejaring sosial memberikan kebebasan untuk bisa berinteraksi dengan orang yang benar-benar asing dan tidak kita kenal sebelumnya. Penggiat jejaring sosial, Nukman Luthfie pernah mengatakan kalau seorang pengguna internet harus mempunyai batas-batas yang jelas saat berinteraksi di sosial media. Batas-batas yang dimaksudnya tersebut adalah adanya aturan hukum yang bisa memberikan sanksi untuk mereka yang tidak mengindahkan aturan selama berinteraksi di jejaring sosial.

Lebih lanjut, Nukman mengatakan kalau sosial media adalah sebuah ruang publik. Dan seperti halnya ketika berinteraksi di ruang publik di dunia nyata, pengguna sosial media juga tidak bisa bicara sembarangan. Terlebih mengeluarkan umpatan dan kata-kata yang dapat menyakiti perasaan orang lain.

Published in Artikel