Auzan Assidqy merupakan salah satu perwakilan club IT DSC (Developer Student Club) di STT-NF. DSC adalah komunitas dibawah naungan Google yang lingkupnya ada di perguruan tinggi. DSC hadir karena adanya jarak antara materi yang ada di bangku perkuliahan yang tidak sebanding dengan dunia industri. Maka dari itu DSC memberikan solusi untuk meminimalisir jarak tersebut dengan mengadakan workshop tiap pekan atau bulan menggunakan silabus yang sudah dirancang oleh pihak Google. IT Club ini ditawari sebagai vendor yang nantinya akan mengadakan pelatihan untuk siswa-siswi SMA Nurul Fikri. Pelatihan yang diadakan salah satunya adalah membuat Aplikasi Android untuk pemula dimana mereka akan belajar dasar-dasar pemrograman hingga dapat membuat Aplikasi Android sederhana.

Auzan jurusan Teknik Informatika mengambil kesempatan ini karena merasa cukup menguntungkan. Yang pertama dia dapat berbagi pengetahuan dengan siswa-siswi yang ingin belajar membangun Aplikasi Android, yang kedua hasil dari pelatihan tersebut dapat dijadikan benefit tambahan bagi pelatih salah satunya Auzan. Pelatihan ini akan dijalankan saat memasuki tahun ajaran baru. “Saya cukup bersemangat dapat berbagi pengetahuan teknologi kepada siswa-siswi SMA Nurul Fikri sekaligus mencari pengalaman dan terlebih lagi ada benefit kami dapatkan nantinya,” ungkap Auzan (pelatih Aplikasi Android IT Club).

Published in Pojok Mahasiswa

Beberapa waktu lalu acara Musyawarah Nasional IX Masyarakat Telematika (Munas Mastel) Indonesia Tahun 2018 digelar di Jakarta pada Kamis (12/4/2018). Pada kesempatan tersebut Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Darmin Nasution turut hadir untuk memberikan pandangannya soal Revolusi Industri 4.0 yang dipengaruhi oleh dunia digital.

Bagi Darmin, tidak ada comfort zone (zona aman) pada revolusi ini, karena kondisi dunia teknologi cepat berubah, seperti yang saat ini terjadi pada dinamika Revolusi Industri 4.0.

Seperti yang kita tahu bahwa saat ini kita tengah berada di era Revolusi Industri Ke-4 (Industry 4.0). Dimana era ini diwarnai oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence), era super komputer, rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis, inovasi, dan perubahan yang terjadi dalam kecepatan eksponensial yang akan mengakibatkan dampak terhadap ekonomi, industri, pemerintahan dan politik.

“Dunia memang sedang berubah. Tidak bisa dihindari, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya sebanyak mungkin sehingga benefitnya lebih besar dari mudaratnya,” ucap Darmin.

Dalam pidatonya, Darmin menjabarkan, di satu sisi digital membawa manfaat dan membuka peluang luas bagi suatu negara untuk melakukan lompatan besar, sisi lain ada juga tantangan.

Lalu, apa saja manfaat dan keuntungan platform digital menurut Darmin Nasution?

Berikut ini 3 manfaat platform digital di Era Revolusi Industri 4.0:

1. Inovasi
Munculnya model-model bisnis baru tidak lepas dari kemampuan para inovator untuk merancang strategi lewat platform digital. Di Indonesia sendiri, inovasi digital yang terjadi tidak hanya di dunia ritel, tapi juga di bidang pendidikan, katering, kesehatan, bahkan di dunia hukum. Semakin banyak orang yang berpartisipasi, maka akan timbul persaingan sehat yang berdasarkan inovasi, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

2. Inklusivitas
Lewat platform digital, segala macam layanan dapat dengan mudah menjangkau banyak orang di berbagai daerah. Hasilnya, terjadi inklusivitas yang menguntungkan orang-orang yang bertempat tinggal jauh dari daerah metropolitan, sehingga mereka turut menikmati layanan digital.

3. Efisiensi
Tentu dengan berkembangnya inovasi platform digital, otomatis akan ada efisiensi, baik dari segi manufaktur maupun pemasaran. Hal ini tentunya memerlukan kecerdasan dari pebisnis untuk mengoptimalkan strategi mereka di dunia digital. Jika ada manfaat yang diperoleh dari platform digital di Era Revolusi Industri 4.0 pasti ada tantangan yang akan dihadapi. Namun apa saja tantangan tersebut ?

Berikut ini tantangan platform digital di Era Revolusi Industri 4.0:

1. Masalah Kendali
Ekonomi digital yang mengendalikan masyarakat pastinya mempengaruhi perilaku publik yang tadinya masyarakat belanja ke toko ritel, saat ini mulai beralih ke belanja online. Aspek sosial dan kultural seperti ini juga perlu mendapatkan perhatian dari pihak seperti pemerintah maupun masyarakat agar toko ritel tidak banyak yang berguguran satu persatu.

2. Ketidaksetaraan
Di antara semua hal positif, kehilangan pekerjaan karena digantikan robot atau semua pekerjaan saat ini bisa dikerjakan oleh sebuah sistem adalah momok yang paling mengerikan. Otomatisasi yang disebabkan Revolusi Digital 4.0 perlu disikapi dengan serius agar masyarakat dapat menyiapkan skill untuk ke depannya sehingga angka pengangguran di Indonesia bisa ditekan.

3. Kompetisi
Kompetisi yang tidak sehat patut diwaspadai. Contoh, bila ada satu platform yang melakukan monopoli, dikhawatirkan akan tidak adanya check and balance. Bila satu platform terlalu mendominasi, maka pengguna tidak dapat melakukan pilihan layanan yang paling cocok untuk mereka.

Sebagai tambahan, guna menghadapi revolusi industry 4.0, sektor industri nasional perlu banyak pembenahan terutama dalam aspek teknologi. Sebab penguasaan teknologi menjadi kunci utama untuk menentukan daya saing Indonesia di era industry 4.0.

Dan dalam menghadapi industry 4.0 ini, Indonesia juga perlu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nya. Sebab jika tidak ditingkatkan, maka industri Indonesia akan semakin tertinggal dari negara-negara lainya. Jika tidak melakukan peningkatan kemampuan dan daya saing di sektor (industri) prioritas, kita bukan saja tidak akan mampu mencapai aspirasi, namun akan digilas oleh negara negara lain yang lebih siap di pasar global maupun domestik.

(sumber:digitalentrepreneur.id)

Published in Artikel
%AM, %29 %307 %2017 %06:%Sep

STT NF Juara di CompFest 9!

Compfest merupakan acara TI tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia. Compfest hadir dengan berbagai lomba berskala nasional yang berkolaborasi dengan perusahaan TI besar di Indonesia. Selain dihadiri oleh ribuan pengunjung, puluhan perusahaan rintisan dan komunitas TI juga turut meramaikan acara puncak Compfest. Setiap rangkaian acara yang disajikan dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat umum. Compfest pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009.

Ajang TI ini telah berlangsung ke-sembilan pada tahun ini, dan selalu menarik perhatian. Final Session App Inovation Challenge Comfest 9 berlangsung dua hari, yaitu pada hari Sabtu (18/9) dan hari Minggu (19/9) di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Pada hari pertama, diisi dengan sesi keynotespeech oleh para mentor AIC yang menyampaikan tema dari berbagai bidang. Tema yang disampaikan seputar Cloud Technology App Scabality, Digital Marketing, dan UI/UX.
Pada hari kedua, yang merupakan hari Final AIC. Setiap peserta menjelaskan tentang ide dan aplikasi yang telah dibuatnya secara jelas dan padat. Setelah semua peserta mempresentasikan idenya, lalu dilanjutkan dengan pemberian plakat dan foto bersama antara peserta dan juri. Malamnya dilanjutkan dengan sesi Awarding Night, yang diadakan di Grand Ballroom Margo Hotel.

Pemenang juara pertama AIC jatuh kepada tim Andara Tech, membawakan aplikasi yang bernama Trashpedia. Tim Andara Tech yang terdiri dari Irfan Prasetyo, Azmi Faiz Habibi dan Iqbal Ajie Wahyudin, mereka mendapatkan total hadiah Rp. 9.000.000,- . Dilanjut dengan First Runner Up jatuh kepada Miracle dan Second Runner Up jatuh kepada BCC-ADL.

Dengan berakhirnya rangakaian acara Awarding Night, maka berakhir pula rangkaian acara dari App Inonovation Challenge Comfest 9. Selamat!

Published in Pojok Mahasiswa

Corps Da’i Dompet Dhu’afa Leadership Camp (CLC) adalah kegiatan yang di selenggarakan untuk menumbuhkan kerelawanan Da’i siaga bencana di kalangan para mahasiswa. Diikuti oleh 69 Mahasiswa/i aktivitis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, termasuk LDK SENADA STT NF, dengan delegasi :
1. Dhani Fitriansyah (Sistem Infromasi 2015)
2. Hamdan Ainul Atmam Al-Faruq (Tekhnik Infromatika 2015)
3. Muhammad Luqni Baehaqi (Sistem Infromasi 2015)
4. Nurul Azizah (Tekhnik Infromatika 2015)
5. Sri Rejeki (Sistem Informasi 2016)

CLC Batch II berlangsung selama 5 hari, mulai dari tanggal Jumat, 10-14 Maret 2017, di Nurul Fikri Boarding School Lembang – Bandung dengan mengusung tema “Satu dalam Dakwah, Harmoni dalam Langkah”.

Para peserta dibekali materi dan pelatihan langsung, seperti spiritualis Da’i, kepemimpinan dalam islam, diskusi negarawan muslim, Filantropi dan Manajemen Dakwah, Internalisasi Nilai-Nilai Dompet Dhua’fa, Fiqh Ikhtilaf, menyikapi Perbedaan dalam islam, Kerelawanan, Dompet Dhu’afa Voulenteer, First Aid (Pertolongan Perttama), Trauma Healing, Konsep Sosial Maping.

Tak hanya materi, para peserta pun diberikan tantangan melalui rangkaian longmarch atau melakukan perjalanan penuh, untuk muhasabah diri. Peserta diberikan kesempatan untuk terjun langsung ke lapangan, belajar dari kearifan lokal dan setelahnya membuat rencana Tindak Lanjut, karena setelah ini, harapannya peserta dapat menjadi problem solver ditengah-tengah msyarakat.

Published in Pojok Mahasiswa

Kenalin, nama lengkap aku Umul Sidikoh biasanya orang-orang panggil dengan sebutan Umul. Bisa dibilang, salah satu mahasiswa yang masih berumur sangat muda, karena di umur 19 tahun sudah memasuki semester 6 di STT Nurul Fikri. Aku lahir di Tangerang, 13 Mei 1997. Tempat tinggal aku masih di Tangerang, cuma sekarang udah mulai nge-kost di daerah Depok. Cita-cita aku sih jadi pengusaha karena sifatnya fleksibel dan tidak dituntut oleh atasan, dan menjadi penulis buku atau novel. Hobi aku pertama menulis, yang lainnya olahraga, travelling, touring, baca-baca. Kalo ditanya tentang motto hidup, ya aku jawabnya " Lakukanlah yang terbaik, atau tidak sama sekali ( Do be The Best, or Nothing) ".

Berlatar belakang Siswa SMA jurusan IPA, di salah satu Sekolah Negeri di Kota Tangerang. Sejak SMA, pelajaran yang paling disuka yaitu Kimia (Chemistry). Entah, padahal itu pelajaran lumayan sulit, dimana harus hafal ikatan-ikatan kimia, yang pasti bukan ikatan aku dan kamu *eh. Namanya juga SMA Negeri, ya pastinya pas lulus SMA maunya juga kuliah di Universitas/Kampus Negeri. Dari SD-SMA memang Sekolahnya Negeri, makanya ingin nantinya Kuliah Negeri juga. Sekolah Dasar di SDN BOJONG 04, Sekolah Menengah Pertama di MTSN Cipondoh Tangerang, dan Sekolah Menengah Atas di SMAN 9 Tangerang.

Menjelang Ujian Nasional (UN) formulir pendaftaran dan kelengkapan berkas untuk mendaftar di kampus-kampus favorit-pun disiapkan, dan pilihan jurusan pastinya jurusan kimia. Berniat menjadi seorang kimia analyst, biar bisa menemukan ramuan anti galau (eh salah, biar kesukaan terhadap pelajaran kimia lebih tersalurkan dan juga lebih dalam lagi ilmunya).

Daftar melalui jalur SNMPTN, yaitu lewat nilai Raport. Namun belum menjadi rezeki aku. Dan akhirnya mencoba dijalur SBMPTN, dan ternyata masih belum lolos juga. Melihat teman-teman pada lolos di PTN, rasanya hati gundah gulana. Tidak cuma sampai disitu, tiap PTN punya jalur untuk penerimaan mahasiswa barunya. Misalnya di Universitas Indonesia (UI) ada SIMAK UI dan dikampus lainnya tidak jauh beda. Dan akhirnya aku mencoba di UIN Syarif Hidayatullah, berangkat bareng-bareng sama temen-temen SMA. Pas di pengumuman kelulusan, kenapa mereka lolos seleksi dan aku engga? Sempet ngedrop perihal masuk PTN tersebut, dana akhirnya berniat untuk mengikuti tes di tahun berikutnya saja.

Oke, selang beberapa bulan lulus. Tidak kuliah, rasanya jadi manusia engga jelas dirumah. Dan tiba-tiba dapet info dari salah satu Ustadz, ada Beasiswa Studi Berprestasi di STT Nurul Fikri, Depok. Dan aku berfikir, mungkin ini salah satu jawaban do’a aku selama ini.

Tanpa berfikir dengan waktu yang lama, berkas-berkas yang merupakan syarat untuk lolos jadi mahasiswa BEASTUDI pun dipersiapkan. Oke, and then itu pertama kalinya ke Depok sendirian untuk serah berkas ke kampus. Selang beberapa hari, ternyata buka website nurulfikri.ac.id aku lolos seleksi berkas. Langkah selanjutnya dari seleksi berkas adalah seleksi akademik dan seleksi wawancara.

Sempat kaget sih, anak IPA tiba-tiba ketika seleksi akademik ternyata soal-soalnya jauh berbeda dengan pelajaran di SMA dahulu. Waktu tes wawancara diselingi dengan tes baca Qur’an, masih inget banget dulu yang tes Bapak Mgs Hendri (Alm), semoga beliau bahagia di Surga-Nya sekarang. Aamiin.

Langsung ke intinya, akhirnya aku Umul Sidikoh lolos Beastudi Penuh S1 di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Pokoknya bersyukur banget, ternyata Allah punya jalan-Nya sendiri biar aku bisa kuliah dan engga gundah gulana. Disaat orang-orang pusing mikirin biaya kuliah yang katanya melangit, aku udah engga pusing mikirin hal itu, yang penting aku bisa kontribusi dan jalanin apa yang ada pada surat perjanjian Beasiswa Penuh S1 tersebut.

Awalnya aku bangga, dengan beasiswa yang aku dapatkan itu. Tapi semenjak masuk ke dunia perkuliahan, kok aku malah malu menerima beasiswa tersebut. Kesannya aku ngerasa berbeda dengan teman-teman lainnya yang bisa biaya kuliah dengan bayaran mereka sendiri. Mulai dari ngumpul-ngumpul, ngerjain tugas, ngobrol asik, dsb. Seperti ada kubu tersendiri dengan mahasiswa regular biasa dan mahasiswa beastudi.

Akhirnya kesan tak nyaman pun terasa, aku ngerasa perbedaan itu mulai muncul. Entah, apa yang melandasi hal itu sehingga timbul kubu-kubu seperti itu. Nah aku malah engga mau ambil pusing perihal hal-hal kaya gitu, jadi mulai di abaikan. Memang niatnya dikampus untuk kuliah, menimba ilmu dan berprestasi. Kenapa harus malu jadi Mahasiwa/i Beastudi? Sedangkan kamu sudah dijamin untuk kuliah tanpa harus memikirkan biaya kuliah yang kini melangit. Seharus kamu-kamu yang mendapatkan kesempatan itu, bersyukur. Karena banyak dari teman-teman kalian, yang kuliah hanya menjadi angan-angan mereka. Dan sekarang, ketika diberikan kesempatan untuk kuliah, maka maksimalkan kesempatan itu.

Di STT ada beberapa jabatan dan organisasi yang udah aku pilih dan laksanakan. Tahun 2015, aku menjabat sebagai staff Departemen Kemuslimahan LDK SENADA STT NF dan merangkap jabatan sebagai Staff Pendidikan & Keilmuan BEM STT NF 2015, aku pernah menjadi salah satu pegurus terbaik periode September-Oktober BEM STT NF 2015. Di tahun 2016, aku dapet amanah menjadi Kepala Komisi (III) Kelembagaan dan Kaderisasi DPM STT NF 2016. Dan di tahun 2017 ini, aku masih melanjutkan amanah di DPM, yaitu Kepala Komisi Kaderisasi Dewan SANUBARI DPM STT NF 2017.

Pada bulan Mei 2015, aku pernah menjadi Volunteer (Sukarelawan) di acara se-Asia yaitu GNOME. Asia Summit 2015. Dan karena acara itu penyelenggaranya dari Komunitas GLiB (GNU/Linux Bogor), aku akhirnya gabung di komunitas itu sampai sekarang.

Dan pada bulan Agustus 2015, aku jadi perwakilan kampus pada acara Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional yang dilaksanakan oleh Kemenristek Dikti tiap dua tahun sekali. Aku mewakili kampus pada cabang lomba Tilawatil Qur’an, dan masa karantina 8 hari di Makara Universitas Indonesia selama pelaksanaan lomba berlangsung.

Dan diakhir 2015, tepatnya pada bulan November. Aku mendapatkan tugas sebagai Ketua Pelaksana acara Seminar Teknologi, dimana pada acara tersebut mampu menghadirkan perwakilan dari Kominfo yaitu Pak Bambang (biasa di sapa dengan Pak Ibenk) dan StartUp E-fishery.

Pada bulan Oktober 2016, aku menjadi salah satu pembicara di acara Se-Asia yaitu OpenSUSE Asia Summit 2016, yang bertempat di Jogja. Mengangkat judul pada presentasi yang disampaikan yaitu “Women Contribution In Technology Era’s”.

Dan di tahun 2016, aku menjadi salah satu Ambassador Kampus, yaitu Baidu Campus Ambassador Batch 2. Bukan hanya itu, karena kegemaran aku dalam menulis. Pernah menjadi salah satu penulis pada tahun 2016 di Technomuslim.com dan sekarang sedang menjadi penulis paruh waktu pada salah satu dosen di kampus. Dan ketika semester 4, aku pernah menjadi Asistan Dosen Lab pada mata kuliah Basis Data 1.

Pada rilis BlankOn X Tambora, aku sebagai salah satu Tim Dokumentasi pada rilis tersebut. BlankOn apa? Itu salah satu Operating System Opensource karya para pemuda Indonesia.

Di tahun 2017 ini belum ada hal-hal berkesan dan menarik. Sekarang aku lagi sibuk mengerjakan skripsi, karena aku pengen lulus 3,5 tahun. Target aku yaitu umur 20 tahun udah punya gelar S.Kom. Setiap orang punya mimpinya masing-masing, ya salah satu mimpi aku itu. Kalo punya mimpi, yang dibuat target, dilaksanakan, jangan cuma sekedar mimpi dan angan-angan. Dan jangan lupa, do’anya juga diperkuat, karena penentu akhir dari Kuasa-Nya.

Jangan malu, kamu jangan jadi mahasiswa apa adanya. Tapi jadi mahasiswa yang ada apanya ( punya keahlian atau prestasi khusus, karena masa muda tidak bisa diulang kembali). Mahasiswa regular biasa, maupun mahasiswa beastudi, kalian semua sama. Tidak ada perbedaan derajat, terkadang hanya diri kalian yang membuat perbedaan tersebut.

Mulai-lah beraksi, dan jadikan hidup yang berarti..

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %22 %189 %2017 %03:%Mar

Keamanan Cyber Tertinggi Lembaga Keuangan

Perkembangan teknologi informasi selalu diiringi dengan perkembangan kejahatan di dunia maya (cyber crime). Seketat apapun tingkat keamanan dalam sebuah sistem teknologi informasi, para hacker akan selalu mencoba untuk menembusnya. Inilah tantangan ke depan bagi pemerintah, pelaku bisnis, hingga masyarakat untuk menjaga dan melindungi keamanan data supaya terhindar dari kasus pembobolan.

Perkembangan teknologi informasi di sebuah industri tidak bisa lagi dibendung. Peluang tersebut muncul seiring maraknya kehadiran bisnis baru yang mengandalkan teknologi informasi, seperti bisnis start up, e-commerce dan lainnya. Namun yang sangat rawan terjadi adalah hacker dimana lembaga keuangan seperti bank dan lembaga keuangan lainnya menghabiskan tiga kali jumlah organisasi non-keuangan untuk keamanan cyber, sebuah laporan baru oleh Kaspersky Lab telah menunjukkan hal tersebut.

Menurut Lembaga Keamanan Keuangan Risiko penelitian dari Kaspersky Lab dan B2B International, keamanan cyber merupakan prioritas tinggi untuk lembaga keuangan, karena mereka datang di bawah tekanan dari pemerintah, manajemen dan pelanggan.

Dikatakan bahwa hampir dua pertiga (64 persen) dari semua lembaga keuangan akan meningkatkan keamanan IT mereka, terlepas dari laba atas investasi.

Bank sebagian besar bersiap-siap untuk pengambilalihan penuh mobile. Lebih dari empat dari sepuluh (42 persen) dari bank memprediksi mayoritas pelanggan mereka akan menggunakan mobile banking dalam tiga tahun. Pada saat yang sama, sebuah perusahaan rata-rata menangani hampir sepuluh ribu perangkat untuk keamanan data.

Phishing tampaknya menjadi ancaman keamanan terbesar, dengan hampir setengah (46 persen) dari bank mengatakan pelanggan mereka sedang diserang pada dasar sehari-hari dan 70 persen dari bank melaporkan insiden penipuan keuangan yang menyebabkan hilangnya uang.

“ Untuk melawan ancaman itu dilakukan perubah tingkat keamanan dan memperbaiki infrastruktur IT . Dan pelanggan account mereka merupakan tantangan sehari-hari bagi lembaga keuangan.” komentar Veniamin Levtsov, wakil presiden, Enterprise Business di Kaspersky Lab.

“ Untuk menempatkan respon yang efektif di tempat yang melindungi semua titik kerentanan membutuhkan industri jasa keuangan untuk memiliki beberapa komponen utama : membangun perlindungan serangan anti-target yang sangat terintegrasi, merangkul multi-channel keamanan anti-penipuan dan ditindak lanjuti intelijen tentang ancaman yang berkembang.”

Published in Artikel
%AM, %29 %118 %2016 %01:%Des

Biografi Linus Benedict Torvalds

Linus Benedict Torvalds atau yang lebih dikenal Linus Torvalds lahir di Helsinki, Finlandia pada 28 Desember 1969. Ia merupakan perintis pengembangan Linux. Linux sendiri merupakan sistem operasi yang kini banyak digunakan masyarakat dunia bahkan kode sumber untuk Linux saat ini sudah mencapai 9 Milyar baris. Awal keberhasilan Linus berawal saat ia membagikan kode sumber dari sistem operasi yang diciptakannya, hal ini ia lakukan ketika masih duduk di bangku kuliah, kode sumber tersebut ia bagikan pada teman-temannya hingga tak disangka yang dilakukannya mendatangkan keberhasilan dan manfaat bagi dunia IT saat ini.

Saat ini Linux banyak digunakan sebagai sistem operasi yang ditanam pada kernel PC, hand phone, gadget, robot, hingga pesawat ulang alik buatan NASA. Karyanya kini telah merubah dunia, bahkan sebagai salah satu media pembelajaran bagi masyarakat dunia, media pencerdas bangsa di seluruh dunia dan sarana untuk berbagi. Inilah yang menarik dari Linus Torvalds, ia tak pernah mengkampanyekan karyanya namun yang ia lakukan hanyalah berbagi. Kesederhanaan Linus inilah yang menjadi motivasi kuat bagi para pecinta Linux atau yang lebih dikenal sebagai Linuxer hingga setiap kata yang diucapkannya bagaikan “sabda” dalam dunia komputer khususnya pecinta open source.

Linus termasuk sosok yang sederhana dibalik kebesaran karyanya, ia bahkan hanya mengenakan T-Shirt dan sandal sepatu kesayangannya ketika mengahadiri suatu konferensi IT. Tak hanya itu, ia sering kali menyempatkan diri untuk bersepeda menuruni bukit tempat tinggalnya dan menikmati secangkir minuman di pedesaan.

Tak hanya sederhana, kebesaran dan ketulusan hati Linus sungguh luar biasa, hal ini dapat dilihat dari sikapnya ketika mengahadapi programmer BSD yang menyerukan bahwa BSD lebih baik dibandingkan Linux. Bahkan Linus tak segan mengenakan baju bertuliskan BSD yang disodorkan programmer BSD pada saat Linus sedang berpidato dalam konferensi IT. Linus merupakan sosok yang memberi contoh positif bagi dunia, ia menjadi inspirasi bagi BSD, Solaris,Suse, Java hingga Adobe membebaskan kode sumber mereka. Sekali lagi, Linux tak pernah peduli apakah karyanya akan disatukan dengan produk proprietary atau free namun yang ia lakukan hanyalah untuk berbagi.

Published in Artikel
%AM, %19 %216 %2016 %04:%Sep

Hidup Dengan atau Tanpa Gadget

Abad 20 merupakan zaman dimana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat penemuan-penemuan seperti pesawat terbang, komputer, nuklir, roket, antibiotik, satelit, televisi, radio, internet dan sebagainya ada di abad 20. Diantara teknologi-teknologi yang ada perkembangan yang paling cepat dan sangat terasa adalah teknologi digital atau Gadget.

Sejak awal kemunculannya teknologi digital bak menjadi sebuah fenomena, akibat kemudahan yang ditawarkan tak heran teknologi ini menjadi yang paling dekat dan paling dapat di rasakan oleh manusia. Gadget yang paling dekat dan tak terpisahkan oleh manusia saat ini adalah handphone. Hampir semua manusia modern memiliki perangkat ini, baik itu ponsel pintar ataupun ponsel yang hanya untuk berkomunikasi saja. Perjalanan perubahan teknologi komunikasi berbasis nirkabel ini pun terbilang panjang, namun dalam waktu singkat perubahannya sangat signifikan. Dari sebagai alat komunikasi, gaya hidup hingga saat ini menjadi sebuah kebutuhan. Smartphone menawarkan segala kemudahan dalam satu genggaman, oleh karena itu ia menjadi primadona hingga saat ini.

Sejarah handphone bermula pada tahun 1908, dengan dikeluarkannya US Patent 887.357 untuk telepon nirkabel yang diciptakan oleh Nathan B. Stubblefield. Kemudian pada tahun 1947 mulai dirancang BTS. Penemuan ini telah mengubah tampilan dunia menjadi lebih berwarna dengan lebih mudahnya komunikasi antara satu pihak dengan pihak lainnya.

Dahulu sebelum ditemukannya telepon atau pun handphone, jika manusia ingin berkomunikasi satu dengan lainnya yang memiliki jarak cukup jauh mereka harus mengirim surat melalui kantor pos yang dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan. Bahkan pada sekitar abad ke 7 ketika masa kekhalifahan Khulafaur Rasyidin, para panglima yang sedang berada dalam wilayah pertempuran yang jaraknya dengan ibu kota saat itu di Madinah memakan waktu hingga berhari-hari kebingungan untuk melaporkan hasil peperangan yang sedang berlangsung kepada khalifah. Ketika para panglima ingin memutuskan suatu perkara terhadap peperangan, mereka berbeda pendapat dengan para sahabat dan panglima perang lainnya apakah akan mengambil keputusan sendiri atau melaporkan terlebih dahulu kepada khalifah yang berada di ibu kota.

Selain telepon atau handphone, gadget yang tidak luput dari perhatian umat manusia adalah komputer. Komputer sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang dalam perkembangannya. Sejarah perkembangan komputer pertama memiliki 4 tahapan penting. Pada tahun 1935-1936 Alan Turing menciptakan Turing Machine, komputer mekanik pertama didunia yang sudah dapat menyelesaikan program rumit aritmatika. Kemudian Konrad Zuse menciptakan komputer elektromekanik pertama di dunia yang bernama Z1 sekitar pada tahun 1936-1938. Setelah berselang 5 tahun pada 1943-1946 John William Mauchly dan J. Presper Eckert berhasil menciptakan komputer elektronik pertama didunia yaitu ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer) yang menggunakan 18.000 electronic tubes. Dalam waktu yang hampir bersamaan pada tahun 1945 John Von Neumann berhasil menciptakan Sistem Komputer Universal pertama di dunia yang ia beri nama Von Neumann Computer. Model ini berhasil menarik perhatian dunia dan menjadi panutan serta banyak dipakai oleh industri komputer dunia hingga saat ini seperti IBM, HP dan Motorola. Maka dengan itu standar IBM PC menjadi dominan dipakai diseluruh dunia dengan prosesor berbasis intel x86.

Sejak ditemukannya komputer, proses perhitungan rumit yang membutuhkan waktu berbulan-bulan dapat selesai hanya dalam waktu beberapa menit saja. Kemudian tidak beberapa lama ditemukannya komputer, maka sebuah perusahaan industri komputer “Apple” membuat inovasi terbaru dengan membuat komputer portabel pertama didunia yang biasa disebut notebook atau laptop.

Dengan 2 contoh gadget yang dijelaskan diatas tidak dapat dipungkiri lagi betapa sangat bermanfaatnya teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan saat ini manusia lebih rela dompetnya tertinggal ketimbang handphone yang tertinggal, karena saat ini handphone bagaikan kebutuhan primer.

Setiap hal yang ada didunia ini pasti diciptakan secara berpasang-pasangan, hal itu tidak hanya berlaku bagi makhluk hidup tetapi juga berlaku terhadap benda mati. Manusia, hewan dan tumbuhan diciptakan secara berpasangan, begitu juga lingkungan sekitar. Pasti ada dampak positif dan negatif yang dihasilkan oleh segala aspek kehidupan. Tenaga nuklir memiliki dampak positif yang sangat besar, dalam hal penyediaan energi tenaga nuklir mampu menghasilkan sumber listrik yang sangat besar. Sedangkan dampak negatifnya sebagaimana yang kita ketahui nuklir dapat dijadikan sebagai senjata penghancur massal, pada tahun 1945 Amerika Serikat bersama sekutunya berhasil meluluh lantakkan kota Nagasaki dan Hirosima di Jepang.

Begitu pula dengan gadget, ia memiliki dampak positif yang sangat besar bagi kemakmuran umat manusia, namun ia juga tidak luput dari berbagai dampak negatif. Dalam segi sosial manusia menjadi lebih penyendiri dan kurang bergaul dengan lingkungan. Dalam segi kesehatan ketika manusia terlalu lama melihat layar gadget dapat merusak penglihatan terlebih lagi ketika manusia tersebut tidak membekali dirinya dengan asupan makanan yang bergizi. Selain itu apabila manusia terlalu lama berdekatan dengan gadget maka ia berpotensi terkena radiasi yang dihasilkan oleh gadget tersebut dan dapat mengakibatkan kanker. Dari segi psikologis, penggunaan gadget dalam waktu yang terlalu lama dapat merusak psikologi manusia tersebut. Tidak hanya itu di internet juga tersebar sangat banyak konten negatif, jika kita tidak pandai menyaring dan tidak memiliki kepribadian yang kuat maka bisa jadi kita terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak baik dan pastinya merusak psikologi orang tersebut.

Dampak positif atau negatif dari suatu hal adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Sejarah pembunuhan pertama di dunia antara kedua putra Nabi Adam As yaitu Qabil dan Habil. Pada saat itu Qabil memukul Habil dengan menggunakan batu hingga meninggal. Kejadian tersebut merupakan contoh bahwa sesuatu yang bermanfaat dapat digunakan sebagai alat yang merugikan dan menjadi suatu hal yang negatif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa baik atau buruknya suatu hal dikembalikan lagi terhadap diri kita sendiri, bagaimana cara kita memandangnya dan menggunakannya.(Choniyu Azwan)

Published in Pojok Mahasiswa

Orientasi Akademik Mahasiswa STT NF resmi ditutup pada Sabtu (10/9), kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari ini telah memenuhi semua agenda yang di rencanakan oleh panitia. Kegiatan ORMIK adalah agenda tahunan untuk menyambut mahasiswa baru dan memperkenalkan kampus STT NF secara keseluruhan agar para mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan dan kegiatan yang ada di lingkungan kampus.

Berbeda dengan pelaksanaan OSPEK yang banyak disoroti akibat banyak terjadinya kekerasan maupun bulying terhadap junior, ORMIK STT NF lebih mengedepankan unsur edukasi terutama di bidang IT maupun teknopreneur.

Pada tahun ini penutupan rangkaian acara ORMIK ditutup dengan acara Talkshow Technopreneur, dengan mengundang Sekretaris Umum Masyarakat Ilmuan dan Teknolog Indonesia (MITI), Dr. Edi Sukur, M. Eng, sebagai Keynote Speaker. Dalam kesempatannya Edi Sukur memberikan motivasi pada hadirin untuk menjadi seorang teknopreneur muda, karena menurutnya prospek seorang teknopreneur di era digital seperti sekarang ini sangat menjanjikan karena teknologi saat ini sudah menjadi kebutuhan dari masyarakat modern.

Selain itu turut hadir pula tiga anak muda perintis StartUp, untuk memberikan motivasi para hadirin untuk membangun startup di masa depan. Mereka adalah Falah dari Hijabenka, Donnie Aqha dari Agrowing dan Ahmad Haris dari Kode Kreatif. Dalam Talkshow tersebut para narasumber memberikan tips dan trik serta memberitahukan apa saja yang bisa menjadi hambatan dalam mendirikan startup serta solusi untuk keluar dari hambatan.

Panitia juga mengundang beberapa komunitas dari empat bidang untuk menarik minat mahasiswa baru agar bisa bergabung dalam gerakan sosial dari komunitas serta mengampanyekan gerakan "Lets join community". Komunitas yang di undang dari bidang IT adalah Glib, dari bidang kepemudaan adalah Youth, dari bidang jurnalistik ada Lingkar Pena dan dari bidang sosial kemasyarakatan ada Inspirator Indonesia. Keempat komunitas ini siap memperkenalkan indonesia dari berbagai sudut pandang yang berbeda dilihat dari kacamata bidang komunitas masing-masing, dan harapannya adalah para mahasiswa STT NF dapat berperan aktif dan lebih peduli pada lingkungan internal dan eksternal, khususnya mengenai masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Tim Andara Tech STT NF berhasil menembus babak final atau masuk sepuluh besar dalam Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (GEMASTIK) 2016 pada kategori Pengembangan Perangkat Lunak. Andara Tech membuat aplikasi “Yuclean”, sistem informasi berbasis web dan mobile untuk manajemen bank sampah dalam ajang GEMASTIK tahun ini.

Lolosnya Andara Tech mengikuti jejak tim BENANG STT NF yang berhasil melaju hingga ke babak final pada gelaran GEMASTIK 2015 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Tahun ini GEMASTIK diselenggarakan di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia dengan mengusung tema "Enabling Smart Society Through ICT". Babak final akan digelar pada 22 September 2016. Para finalis diwajibkan hadir untuk mempresentasikan hasil karya mereka di hadapan juri untuk dinilai secara langsung.

“Andara Tech mampu bersaing dengan tim dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang telah berpengalaman. Itu membuktikan kualitas mahasiswa STT NF tidak kalah dengan perguruan tinggi lain di Indonesia. Sebagai kampus teknopreneur, STT NF akan terus mendorong mahasiswa untuk membuat karya yang berguna bagi masyarakat dan tentunya bisa mendatangkan keuntungan finansial, jika mahasiswa nanti menjadi seorang teknopreneur,” tutur Sirojul Munir, Wakil Ketua 1 STT NF.

Tim yang beranggotakan Muhammad Abdul Karim, Suranto dan Irfan Prasetyo itu juga memasukkan karya mereka pada kategori Bisnis TIK, namun hanya sampai di babak kedua. Mereka akan bersaing dengan para finalis dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang memiliki nama besar di Indonesia. Hal itu tidak menyurutkan langkah Andara Tech untuk maju dan membuktikan diri, bahwa mahasiswa STT NF dapat berprestasi di bidang TIK.

Irfan Prasetyo menceritakan, pada awalnya mereka pesimis untuk melaju ke final, melihat kompetitor dari perguruan tinggi lain memliki karya yang sangat bagus. Irfan mengungkapkan, saat ini mereka sedang fokus untuk menyelesaikan aplikasi mobile Yuclean yang akan dipresentasikan di hadapan juri. “Persiapan kami saat ini sudah mencapai 80 persen. Insya Allah, kami bisa menyelesaikan aplikasi ini sesuai tenggat waktu yang diberikan.” ujar Irfan.

Suranto juga menambahkan, betapa diperlukan kerja keras dan kerjasama tim yang solid untuk menghadapi final GEMASTIK. “Karena jarak antara pengumuman finalis dan babak final sangat mepet, sehingga segala persiapan yang dirasa masih kurang harus dikejar dalam waktu relatif singkat. Itu membutuhkan tenaga ekstra,” jelas Suranto penuh semangat. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
Halaman 1 dari 57