Di era globalisasi ini pertumbuhan teknologi sangat pekat dan cepat, salah satu contohnya adalah dibidang pemrograman. Pemrograman saat ini sangat diminati dari kalangan mahasiswa maupun umum. Dalam pemrograman, kita perlu mengetahui dasar-dasar yang melandasi suatu pemrograman baik pemrograman Website, mobile, desktop, dll. Adapun dasar dari seluruh bahasa pemrograman seperti PHP, Python, Java, Java Scrip, C++ dan lainnya untuk dalam pembuatan program aplikasi yaitu kita harus mengetahui mengenai Algoritma.

Apa itu Algoritma ?

Pencetus pertama algoritma yaitu Abu Ja'far Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi yang mana di dalam buku yang beliau tulis yaitu “Aljabar wal Muqabala” (Buku pemugaran dan pengurangan), menjelaskan langkah-langkah dalam menyelesaikan berbagai persoalan aritmatika (aljabar). Oleh karena itu kata "Algoritma" diambil dari kata Al-Khawarizmi yang kemudian berubah menjadi algorism, selanjutnya menjadi algorithm karena kata algorism sering dikelirukan dengan dengan arithmetic, sehingga akhiran -sm berubah menjadi –th, dan dalam bahasa indonesia diserap menjadi kata Algoritma.

Apa itu algoritma & algoritma pemrograman?

Algoritma itu sebagai suatu susunan langkah-langkah yang harus kita kerjakan dalam mencapai suatu tujuan yang akan kita tuju. Adapun langkah-langkah yang kita lakukan harus sesuai dengan logika agar tidak terjadi kesalahan yang membuat gagalnya dalam mencapai tujuan itu sendiri.

Pengertian Algoritma Pemrograman. Dalam matematika dan ilmu komputer, algoritma adalah urutan atau langkah-langkah untuk penghitungan atau untuk menyelesaikan suatu masalah yang ditulis secara berurutan. Sehingga algoritma pemrograman adalah urutan atau langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah pemrograman komputer.

Berikut beberapa jenis-jenis dari Algoritma, diantaranya:

1. Algoritma Natural

Algoritma bahasa natural merupakan cara penyajian suatu algoritma yang paling sederhana dan paling mudah untuk dimengerti. Algoritma ditulis dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari (bahasa indonesia, inggris), atau bahasa apapun yang dipahami.

2. Algoritma Flowchart

Flowchart adalah suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program. Ternyata langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah dalam algoritma selain dapat menggunakan bahasa natural, kamu juga bisa menggunakan flowchart, namun untuk menggunakan flowchart anda setidaknya harus memahami simbol-simbol yang digunakan oleh flowchart.

3. Algoritma Pseudocode

Pseudocode adalah deskripsi dari algoritma pemrograman komputer yang menggunakan konvensi struktural dari suatu bahasa pemrograman, dan ditujukan agar dapat dibaca oleh manusia dan bukan oleh mesin. Tujuan menggunakan Pseudocode dalam mendeskripsikan suatu algoritma supaya programer dapat memahami suatu kerangka awal (ide) suatu program dengan jelas, meskipun programmer tersebut belum bisa memahami bahasa pemrograman yang akan digunakan

Contoh Penulisan Pseudocode: Untuk menampilkan variable berisi tulisan Test:

Start
a = “Test”

Print a

End

Sumber Artikel:
https://teknojurnal.com/pengertian-algoritma-pemrograman/

Published in Artikel

Pada Tahun 2013 Google mengakuisisi Waze, Fitur waze telah merayap masuk ke Google Maps dari waktu ke waktu. Sekarang, perusahaan tersebut mengumumkan akan ada tombol Google Assistant di waze. Pengguna bisa meminta Google Assistant untuk mengakses ke fitur yang sering dipakai memutar musik, untuk memintanya untuk membantu saat pengguna kendaraan melalui perintah suara. Khusus untuk waze, Google menyimpan fitur Android-Only untuk saat ini dan diluncurkan di AS untuk penutur bahasa inggris dan mungkin tidak berfungsi di Android Auto. Berikut daftar beberapa perintah khusus Waze:

“Hai Google, laporkan kecelakaan”

“Hai Google, laporkan lalu lintas”

“Hai Google, lapor polisi”

“Hai Google, hindari jalan tol”

“Hai Google, tunjukkan rute alternatif”

Google menempatkan Google Assistant ke dalam Google Maps pada tahun ini, dan ini diklaim menyebabkan pengguna iOS lebih terbiasa menggunakan asisten suara Google dibandingkan Siri.

Sumber Artikel:

https://teknologi.id/tekno/google-assistant-kini-hadir-di-waze/

https://techcrunch.com/2019/06/10/google-assistant-comes-to-waze-navigation-app/

https://selular.id/2019/06/waze-di-android-sekarang-support-google-assistant/

Published in Artikel

Beberapa waktu yang lalu pagelaran tahunan paling penting disektor teknologi yang ditunggu - tunggu Consumer Electronics Show (CES). Di tahun ini sekitar 180.000 orang dan 4.500 perusahaan yang berkumpul di satu titik di kota Las Vegas untuk memamerkan beberapa Inovasi - inovasi baru dan terbaik mereka di ruang pameran yang telah disediakan.

Acara ini digelar untuk memperkenalkan banyaknya produk - produk yang luar biasa dan sebagai penentu arah kemana teknologi ini akan bergerak. Wakil Presiden Riset Pasar di Consumer Technology Association yaitu Steve Koening, mengatakan bahwa didalam pagelaran ini ada enam tren yang sangat menonjol di Consumer Electronics Show (CES) :

1. 5G

5G atau Fifth Generation adalah sebuah istilah digunakan untuk menyebut generasi kelima sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler melebihi standar 4G. GQ Magazine melaporkan di CES 2019, perusahaan semikonduktor Qualcomm memamerkan teknologi "beamforming" untuk meningkatkan cakupan 5G.

2. Artificial Intelligence

Selain 5G tren selanjutnya ialah artificial intelligence (AI) yang sering disebut kecerdasan buatan. Acara ini penuh dengan prosesor dan chip yang berfokus pada AI, bersama dengan perusahaan   yang menggunakan Kit ini untuk menanamkan AI dalam produk mereka untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Contohnya, perangkat TV yang menggunakan sistem AI untuk mengubah pengaturan gambar tergantung pada kondisi cahaya atau letak penonton. Dan masih banyak lagi contoh yang di pamerankan di CES. AI digunakan untuk membuat anda lebih dekat dan memudahkan dalam setiap aktifitas.

3. 8K

Resolusi 8K adalah resolusi televisi berdefinisi ultratinggi (UHDTV) tertinggi yang pernah ada di dunia televisi digital dan sinematografi digital. 8K mengacu pada resolusi horizontal format-format turunannya yang berada di tataran 8.000 piksel sehingga membentuk dimensi gambar total 7680x4320. 8K adalah resolusi tampilan yang akan menggantikan 4K. 4K dikabarkan akan menjadi standar utama televisi pada tahun 2017.

4. Augmented reality

Augmented reality (AR) bukanlah hal baru, namun sekarang Ia sudah mulai bergeser dari produk binsis ke produk konsumen. Perusahaan mulai melangkah untuk membuat pengalaman Augmented reality konsumen lebih baik. Misalnya perusahaan lain memamerkan "cermin pintar" yang akan digunakan pada toko ritel. Anda tidak lagi harus mencoba pakaian yang sama dengan warna berbeda - cermin hanya bisa mengganti warnanya untuk Anda.

5. Kendaraan tanpa sopir "Level 3"

CES telah memamerkan banyak kendaraan self-driving "Tingkat 2" (untuk menggunakan jargon Society of Automotive Engineers ') yang berarti otonomi parsial: pemeliharaan jalur adaptif, katakanlah, atau bantuan parkir.

"Level tiga" merupakan tren inti dari CES 2019. Ini membuat kendaraan berada dalam kendali penuh untuk setidaknya sebagian waktu. Armada mobil dari GM, Ford dan Daimler yang dapat menyetir sendiri akan turun ke jalan pada tahun 2019

6. Teknologi Tangguh

Kategori luas, namun baru muncul di CES tahun 2019 ialah apa yang disebut Koening adalah “Teknologi

Tangguh”. Watergen salah satu pemenang penghargaan inovasi terbaik CES 2019 yang menciptakan air dari

udara, dan banyak produk yang kurang membahas tema tentang hal ini.

Published in Artikel

Rabu (13/2), Studi ekskursi adalah program tahunan yang diadakan dengan tujuan untuk mengenalkan mahasiswa pada perusahaan yang bergerak di bidang IT maupun perusahaan yang menggunakan teknologi IT. Pada kesempatan kali ini, mahasiswa jurusan Informatika dan Sistem Informasi STT Terpadu Nurul Fikri, berkunjung ke Pusat Penelitian Informatika (P2I) LIPI, Cibinong-Bogor. Turut serta dalam kunjungan tahun ini dari Ketua STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Dr. Lukman Rosyidi, S.T., M.M., M.T., Dosen STT-NF, Karyawan STT-NF, dan seluruh mahasiswa-mahasiswi angkatan 2015 dan 2016 STT-NF.

Dengan dipandu oleh Ketua Laboratorium High Performance Computing (HPC) yaitu Bapak Zaenal. HPC P2I LIPI memiliki layanan teknologi yang terbaru seperti Rendering Farm, Big Data Analytics and Machine Learning, dan Computational Sciences. Beliau menjelaskan mengenai Computer Cluster dari sisi penggunaan dan kebutuhannya. Selain itu, HPC Service menyediakan layanan gratis untuk penggunanya. Target pengguna diantaranya adalah Peneliti, Akademisi, dan Industri. Layanan ini bisa dilihat diwebsitenya http://grid.lipi.go.id/.

Setelah penjelasan dari Bapak Zaenal, semua mahasiswa-mahasiswi digiring ke ruang Laboraturium Komputasi Berkinerja Tinggi P2I LIPI untuk melihat super komputer dan server. LIPI juga menyediakan E-layanan Sains Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia untuk bahan pelatihan kerja praktik dan tugas akhir. Selain Bapak Zaenal ada Bu Hani, calon peneliti LIPI menjelaskan mengenai rolling data dan riset.

Antusias dari mahasiswa-mahasiswi STT-NF sangat baik terbangun dan terbukti keingintahuan tentang teknologi IT di LIPI, mereka aktif menanyakan hal-hal tersebut. “Harapan kedepannya dari STT Terpadu Nurul Fikri tidak hanya mengadakan kunjungan studi ekskursi saja, tetapi terjalin kerjasama untuk program magang dan tugas akhir juga. Dan ada pertemuan selanjutnya dalam bentuk kerjasama riset ataupun penelitian masyarakat dari STT-NF”, ungkap Bapak Zaenal.

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %09 %193 %2018 %03:%Nov

Kuliah Umum 2018 STT Nurul Fikri

Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) telah mengadakan kuliah umum pada hari Sabtu tanggal 6 Oktober 2018, di Auditorium Kampus B2 STT-NF. Kuliah umum ini diisi oleh Ketua Indonesia 5G Forum, Ketua Bidang 5G, CEO Cloudtech dan IoT Masyarakat Telematika yaitu Dr. Sigit P.W Jarot, MSc. Kuliah umum ini juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Terpadu Nurul Fikri, Dr. Rudi Lumanto. Selain Ketua Yayasan dihadiri oleh Ketua Program Informatika & Sistem Informasi, dan Ketua Wakil Ketua 3 serta kurang lebih 100 mahasiswa-mahasiswi STT-NF.

Tema kuliah umum tahun 2018 ini adalah “Indonesia Menyongsong Era Ekonomi Digital Antara Peluang dan Tantangan”. Beberapa isi dari kuliah umum ini menerangkan bahwa manusia dengan teknologi akan selalu bersinggungan. “Why-nya adalah Manusia, sedangkan How-nya adalah Teknologi”, tutur Pak Sigit.

Industri ekonomi digital di Indonesia bisa dibilang sangat menggeliat. Hal ini ditandai dengan tumbuh pesatnya berbagai perusahaan rintisan (start-up) yang berbasis aplikasi. Oleh karena itu, melihat potensi yang besar di Indonesia bukanlah sebuah mimpi yang tidak mungkin dicapai. Tantangannya adalah bagaimana kita sebagai masyarakat Indonesia dapat menerima peluang tersebut. 

Published in Kegiatan Kampus

Berapa kali kita mengatur pengigat, mengirim pesan hanya dengan berbicara di handphone kita ? Teknologi suara yang dikombinasikan dengan AI (Artificial Inteligent) membuat hal tersebut menjadi biasa dan dapat mengubah cara kita menjalani kehidupan seharu-hari kita.

Namun teknologi suara tidak hanya berguna di ranah konsumen saja tetapi juga di ranah bisnis sudah dapat dilakukan. Hal ini menjadi sangat diuntungkan mulai dari kemampuan memberikan perintah, mencari informasi, dan mendikte catatan hanya dengan menggunakan suara dan smartphone.

Berikut ini adalah penerapan penggunaan teknologi suara di masa depan:

1. Peningkatan Berbagi Informasi Internal

Dengan berada di lantai pabrik dan memiliki akses ke semua intranet perusahaan, dokumentasi proses dan dokumentasi SDM, semua tanpa mengangkat satu jari. Membuat informasi dapat diakses oleh semua orang akan membantu semua tingkat organisasi menjadi lebih efisien.

2. Peningkatan Produktivitas Melalui Multitasking

Mampu mengajukan pertanyaan sederhana, mengatur pertemuan, pengatur waktu, pengingat dan banyak lagi, tanpa menghentikan apa yang kita lakukan.

3. Lebih Banyak Waktu Bagi Eksekutif Administratif

Bantuan suara memiliki kemungkinan memberikan waktu berharga bagi para eksekutif administratif, dan memungkinkan mereka juga untuk mengalihkan fokus mereka ke prioritas yang lebih tinggi pada daftar mereka. Memasukkan pertemuan pada kalender, mengirim teks cepat dan tugas serupa lainnya akan diganti dengan teknologi suara.

4. Kontrol Lebih Besar Terhadap Lingkungan Kerja

Diperkirakan bahwa pada tahun 2020, 30% dari semua penelusuran web tidak memiliki layar, dan dalam empat tahun, belanja online menggunakan suara diperkirakan mencapai $ 40 miliar.

5. Otomatisasi Proses

Perintah suara digunakan untuk mengontrol peralatan di ruangan, mengatur pertemuan, dan menghemat waktu di dunia perusahaan. Ini juga dapat dilaporkan ke departemen TI tentang printer yang rusak, dll. Melihat jangka panjang, salah satu proposisi nilai terbesar dari teknologi suara yang akan menjadi kemampuan untuk mengotomatisasi proses.

6. Aliran Kerja Lebih Efisien

Google telah memperkenalkan kemampuan teknologi suara untuk menjadwalkan janji, yang berdampak pada proses harian kita. Sebentar lagi kita akan bisa mengatakan dengan lantang, "Jadwalkan pertemuan dengan Tom pukul 2 malam," dan selesai! Antara email, pesan instan, dan minutia kantor tanpa akhir yang dapat menghabiskan waktu di luar hari kita, teknologi suara akan segera menjadi alat yang tak ternilai untuk menyederhanakan alur kerja.

7. Wawasan Besar Menjadi Pola Pikir Pelanggan

Teknologi suara dapat membantu marketers masuk ke dalam pola pikir konsumen dengan menjelajahi hasil pencarian suara, sebagai model untuk bagaimana konsumen akan menavigasi konten situs web dengan suara.

8. Dokumentasi yang Lebih Mudah

Setiap perusahaan memerlukan beberapa tingkatan dokumentasi proses, prosedur operasi standar, dan bentuk komunikasi tertulis yang panjang dan membosankan. Namun, tidak ada yang pernah punya waktu untuk menulisnya, jadi mengapa tidak menggunakan teknologi suara? Pastinya lebih mudah untuk mengedit sesuatu daripada menulisnya dari awal.

9. Pekerjaan Unik Manusia

Suara telah mulai masuk ke tempat kerja untuk meningkatkan efisiensi pekerja. Dikte memungkinkan kita  untuk mengambil catatan rinci secara real-time selama pertemuan sehingga tidak ada perbedaan. Ketika digunakan secara efektif, teknologi akan memungkinkan pekerja untuk fokus pada strategi dan kreativitas, elemen-elemen yang membuat kita menjadi manusia yang unik.

Sumber: forbes

Published in Artikel

Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti masih awam dengan cabang olahraga ini. Yak, eSports pasti masih jarang terdengar di telinga orang Indonesia. Nah, cabang olahraga eSports ini akan turut serta meramaikan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Akan tetapi statusnya hanya sebagai cabang olahraga ekshibisi atau cabang olahraga yang merebutkan medali, namun tak akan masuk ke dalam hitungan kontingen pemenang.

Apa saja sih cabang olahraga eSports yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 ini? Berikut daftarnya:

1. Arena of Valor
AoV sendiri merupakan game mobile yang dikembangkan dan diterbitkan oleh studio Tencent China. Game ini mempunyai fitur-fitur yang memukau, grafik yang bagus, stabil, responsif, dan support ke hampir seluruh chipset. Maka tidak heran jika AoV memiliki banyak penggemar.

2. Clash Royale
Clash Royale merupakan sebuah game yang menggabungkan permainan RTS dan Moba dengan permainan kartu. Misi yang harus dicapai dalam game ini adalah menghancurkan menara milik lawan. Walaupun misinya terlihat gampang, tapi tetap butuh strategi untuk menang.

3. Hearthstone
Hearthstone merupakan sebuah collectible card game yang mengambil setting di dunia Warcraft. Game ini dimainkan oleh dua orang atau multiplayer. Walaupun judulnya permainan kartu, tapi kartu yang dipakai bisa digunakan untuk memanggil monster. Jadi tetap ada battle di antara dua pemain.

4. Starcraft 2
Starcraft 2 merupakan game yang dikembangkan oleh Blizzard. Starcraft 2 ini masih berkaitan dengan pendahulunya. Jadi game ini masih membawa elemen-elemen yang ada di Starcraft. Walau begitu, Blizzard tetap memberikan banyak fitur-fitur baru untuk game ini. Jadi lebih puas deh mainnya.

5. PES 2018
Bagi penggemar sepak bola pasti sudah tak asing dengan game satu ini. Pro Evolution Soccer (PES) 2018 merupakan game sepak bola paling favorit. Maka tidak heran jika PES 2018 masuk menjadi cabang eSports yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 nanti.

6. League of Legends
League of Legends merupakan game yang paling populer di dunia. League of Legends adalah game multiplayer, di mana pemain harus berusaha menghancurkan musuh untuk memenangkan pertandingan. Harus pintar-pintar menyusun strategi ya supaya menang.

Nah itu dia enam eSports yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018. Semoga kontingen Indonesia bisa meraih banyak medali emas walaupun tak akan masuk ke dalam hitungan. Semangat tim Indonesia.

Sumber berita:
https://www.idntimes.com/sport/arena/intan-devi-nataliasari/daftar-esports-asian-games-2018-c1c2/full

Published in Artikel

Speed Limit (Batas Kecepatan) tidak hanya berlaku untuk lalu lintas saja, namun terdapat juga batasan pada control cahaya contohnya dalam switch optik pada traffic internet. Seorang Fisikawan di Chalmers University of Technology sekarang telah mengerti mengapa tidak mungkin untuk meningkatkan kecepatan melampaui batas tertentu dan bagaimana mengetahui keadaan yang terbaik untuk  memilih rute yang berbeda.

Cahaya dan gelombang elektromagnetik lainnya berperan penting pada hampir semua elektronik modern, misalnya di ponsel kita. Dalam beberapa tahun terakhir para peneliti telah mengembangkan bahan buatan khusus (metamaterial optomechanical) yang berguna untuk mengatasi keterbatasan yang melekat pada bahan alami dan untuk mengontrol sifat-sifat cahaya dengan tingkat presisi yang tinggi.

"Para peneliti memiliki harapan tinggi untuk bisa mencapai kecepatan yang lebih tinggi dalam switch optik dengan mengembangkan lebih lanjut metamaterial optomechanical. Sekarang kita tahu mengapa bahan-bahan ini gagal mengalahkan teknologi yang ada di traffic internet dan jaringan komunikasi," ujar Sophie Viaene, seorang peneliti nanophotonics di Departemen Fisika di Chalmers.

Untuk mengetahui mengapa ada speed limit dan apa maksudnya, Viaene pergi ke luar dan menganalisis fenomena dengan menggunakan dinamika non-linear. Kesimpulan yang dia capai adalah bahwa kita perlu memilih rute yang berbeda untuk menghindari speed limit. Cara lainnya adalah dengan membiarkan material khusus tetap bergerak konstan dengan kecepatan konstan dan mengukur variasi dari gerakan ini.

Tapi Viaene dan supervisornya, Associate Professor Philippe Tassin, mengatakan bahwa speed limit tidak menimbulkan masalah bagi semua aplikasi jadi kita tidak perlu mengubah tingkat kecerahan cahaya pada berbagai jenis layar. Dan akan ada potensi besar untuk menggunakan bahan-bahan khusus ini karena sifatnya yang tipis dan fleksibel.

Hasil mereka telah menentukan arah yang harus diambil para peneliti lain dalam bidang penelitian ini dan artikel ilmiahnya baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Physical Review Letters. "Speed limit switching bukanlah masalah dalam aplikasi, karena mata kita tidak bereaksi semua itu dengan cepat. Kami melihat potensi besar untuk metamaterial optomechanical dalam pengembangan gadget fleksibel untuk teknologi visualisasi interaktif," ujar Tassin, profesor di Departemen Fisika di Chalmers

Sumber:
sciencedaily

Published in Artikel

Industri hukum jarang digambarkan sebagai industri yang kreatif. Tetapi karena kebutuhan klien - dan fokus mereka pada efisiensi dan hasil hukum harus terus berinovasi dan mendorong batas-batas hukum dan teknologi. Dengan mengintegrasikan teknologi state-of-the-art untuk memecahkan masalah hukum yang kompleks, pengacara dapat memanfaatkan alat-alat teknologi yang canggih untuk mendapatkan keunggulan yang kompetitif.

Berdasarkan keberhasilan Bricker & Eckler baru-baru ini dengan solusi teknologinya, LandTracker, di sini kita jadi tahu bagaimana kita dapat menggunakan teknologi canggih untuk mengelola kasus. Dengan kantor di seluruh negara bagian, Bricker & Eckler adalah salah satu firma hukum terkemuka di Ohio. Bricker mewakili berbagai klien, dengan kekuatan khusus dalam mewakili perawatan kesehatan, sektor publik, layanan keuangan, dan klien energi di Ohio dan sekitarnya.

Berikut adalah beberapa kiat dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik hukum:

1. Berpindah dari pemikiran yang Linear

Fakta bahwa teknologi dapat mengatur informasi dengan cara yang cerdas (non-linier). Berupa data keuangan, geografis, pribadi atau waktu/tanggal terkait, mungkin ada beberapa lapisan hubungan yang dapat mempengaruhi bagaimana suatu kasus atau transaksi ditangani. Tidak seperti spreadsheet sederhana, aplikasi yang dapat menganalisis  dan sering mengotomatiskan  organisasi dan penggunaan data multi-sisi dengan cara yang mudah dimengerti.

2. Fokus pada klien

Sama seperti layanan hukum yang berpusat pada klien, solusi teknologi juga harus mempertimbangkan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang dari klien. Dengan kata lain, kolaborasi dengan tim klien penting di setiap fase pengembangan.

3. Alokasi biaya

Pengembangan solusi perangkat lunak sering membutuhkan investasi waktu dan uang di muka. Namun, ketika tujuan dan penggunaan sistem di masa depan dipahami dengan baik pada awal proyek, firma hukum dan klien dapat menentukan dengan lebih baik bagaimana mengalokasikan biaya.

4. Bangun tim

Jangan takut untuk melihat keluar dari organisasi kita untuk membentuk tim yang kompeten.

5. Jangan ciptakan kembali ‘roda’

Aplikasi yang ada sering dapat diintegrasikan ke platform lain, yang mengurangi waktu pengembangan yang mahal.

6. Melatih dan mendidik

Karena solusi teknologi seringkali dikustomisasi, mereka yang menggunakan platform perlu diinformasikan dan dilatih pada setiap fase pengembangan. Demikian juga, mengembangkan user interface friendly, dapat memberdayakan orang lain untuk menggunakan dan mengelola platform tanpa bantuan dari mereka yang membuatnya.

7. Daur ulang

Setelah pengembangan sistem selesai, teknologi mungkin tidak usang. Setelah satu platform dibangun, cari cara untuk menerapkan sistem ke klien lain atau jenis masalah lainnya.

Sumber:
bizjournals

Published in Artikel
%AM, %28 %416 %2018 %09:%Jun

15 Produk Teknologi yang Aneh dan Gila

Mungkin sekarang kita telah memiliki handphone, laptop dan gadget terbaik yang kita gunakan. Namun masih banyak teknologi yang dapat kita gunakan, tidak terkecuali teknologi yang aneh dan unik juga bermunculan.

Berikut ini 15 gadget aneh yang dapat kita gunakan untuk bersenang-senang.

1. Selfie Toaster

Sekarang begitu banyak orang yang melakukan selfie sebagai obsesi diri. Foto-foto selfie tersebut kemudian disimpan di instagram, dijadikan walpaper. Sekarang kita menyimpan hasil foto selfie di roti dengan menggunakan Selfie Toaster. Kita hanya perlu mengirim foto kita ke Vermont Novelty Toaster Corp, pencipta Selfie Toaster, dan mereka akan membuat pelat logam. Pelat logam tersebut dimasukan ke pemanggang roti dan hasilanya akan muncul foto kita di roti panggang.

2. Pavlok

Gadget ini berfungsi untuk memberi peringatan. Misalnya kita seorang perokok yang bertekad untuk berhenti merokok, namun masih sulit untuk berhenti merokok. Pavlok bisa menghentikan kebiasaan kita setiap kali moncoba untuk merokok. Pavlok berupa gelang yang menggunakan sensor gerak yang berguna untuk mengetahui kapan kita merokok. Jika kita merokok maka akan ada peringatan berupa sengatan listrik dari Pavlok tersebut.

3. Grass Charging Station

Gadget ini berupa pot rumput palsu dengan port pengisian di bagian bawah pot. Dengan menggunakan ini merupakan cara gratis untuk mengisi daya perangkat kita dan terdapat nilai estetika di dalamnya. Terkadang kecemerlangan didapatkan dari hal-hal yang sederhana.

4. Granat Sonic

Gadget ini berfungsi untuk membangunkan teman sekamar yang sulit untuk dibangunkan. Dengan menggunakan Granat Sonic ini teman sekamar kita pasti akan terbangun dengan suara yang memekakan telinga dari Granat Sonic tersebut. Namun teman kita pasti akan kesal jika kita membangunkannya dengan cara tersebut.

5. Pole Dancing Robots

Pole Dancing Robots ini berguna ketika kita seorang ahli teknologi, dan teman kita meninggalkan kita dan kita butuh teman lain untuk menghilangkan kesedihan kita.

6. Edible Batteries

Penemuan ini sangat membantu dan mungkin akan merugikan. Degradable electronics ini bukanlah konsep alien. Baterai akan dimasukkan ke dalam usus kita dan memberi pengobatan ke daerah yang terluka.

7. Nose Picker

Teknologi ini berfungsi untuk membersihkan hidung. Sekarang dengan teknologi apapun bisa dilakukan namun terknologi membuat kita malas membersihkan hidung sendiri.

8. 'On Target' Game Buang Air Kecil

Buang air namun sekaligus ingin bermain game?. On Target adalah permainan yang dilakukan ketika buang air kecil. Untuk mencetak skor tertinggi, kita harus membidik dengan benar. Hal ini benar-benar membuat rumah menjadi bersih higienis sehingga orang-orang tidak buang air kecil sembarangan.

9. Zeno

Robert Conrad dengan NASA membuat perangkat yang berguna untuk memanaskan jerawat dan membunuh bakteri penyebab timbulnya jerawat. Jadi kita tidak perlu lagi menggunakan perawatan atau obat untuk menghilangkan jerawat, hanya dengan menggunakan Zeno maka jerawat akan hilang.

10. Bantal Robotik

Para ilmuwan dari Belanda percaya bahwa orang-orang memiliki masalah tidur karena mereka tidak cukup berpelukan. Jadi mereka membuat bantal robot yang bisa dipeluk. Bantal ini dapat bernafas dan dapat mengeluarkan suara menenangkan seperti lagu pengantar tidur dan suara alam.

11. Sony Rolly

Sony Rolly mungkin merupakan produk teraneh. Seperti namanya, gadget ini bisa melompat, berguling dan menari sesuai dengan keinginan kita.  Kita juga dapat membuat koreografi gerakan dengan menggunakan software Sony. Namun produk ini sudah tidak diperbolehkan di beberapa negara.

12. Cool Breeze

Teknologi ini berupa sepatu Jepang. Sepatu Jepang ini memiliki filter udara yang dipasang di telapak kaki untuk menjaga kaki kita tetap sejuk dan segar.

13. Bone Fone

Bone Fone ini merupakan teknologi sebagai alat bantu dengar yang berupa spandeks tertutup stereo yang dapat dibungkus di leher, dan speaker mentransfer suara ke telinga kita melalui konduksi tulang. Alat bantu dengar saat ini menggunakan teknologi konduksi tulang. Teknologi ini sangatlah mahal untuk mendapatkannya.

14. Husband Hunting Bra

Teknologi ini berasal dari Jepang. Teknologi ini bergerak di situs perkawinan yaitu teknologi bra yang digunakan untuk mencari suami.

15. Quantum Levitation

Teknologi ini tidak untuk dijual, kecuali kalau kita bekerja di lab yang dapat menyimpan nitrogen cair (-179,95 C). Ilmu dibalik teknologi ini adalah kompleks tetapi sifat magnetik dari beberapa bahan dapat berubah dalam suhu yang sangat rendah, dan mereka akan mengusir semua medan magnet.

Sumber: indiatimes

Published in Artikel
Halaman 1 dari 12