PANJI

PANJI

Untuk membantu berbagi foto dalam jumlah banyak, Google kini menghadirkan fitur Suggested Sharing dan Shared Libraries, yang baru-baru ini diumumkan dalam gelaran Google I/O, di Indonesia. "Suggested Sharing dan Shared Libraries ruang baru untuk berbagi foto dengan orang-orang yang Anda sayangi secara cepat dan mudah, sehingga Anda dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk menikmatinya," kata Google

Suggested Sharing menggunakan pembelajaran mesin (machine learning) yang secara otomatis dapat mengidentifikasi foto dan menyarankan penerima yang dituju. Pengguna juga dapat semakin mudah untuk mengirim dan menerima foto satu sama lain dengan Shared Libraries, yang dapat mengatur dan berbagi foto mana yang ingin dibagikan secara otomatis.

Untuk menggunakan fitur Suggested Sharing, di bagian atas Sharing Tab Google Photos terlihat saran berbagi yang dibuat berdasarkan kebiasaan berbagi foto Anda. Google Photos dapat mengenali momen penting seperti liburan sekolah atau acara pernikahan, Google Photos juga dapat memilih foto yang tepat, dan menyarankan siapa yang mungkin ingin melihat foto Anda.

Sebelum mengirimkannya Anda pun dapat mengubah penerima yang telah disarankan. Dengan Google Photos, Anda tidak perlu khawatir untuk berbagi dengan siapa saja sekalipun mereka tidak menggunakan Google Photos, karena Anda dapat menggunakan alamat email atau nomor telepon mereka.

Jika Anda sedang bersama teman dan keluarga Anda yang menggunakan Google Photos, mereka akan mendapat pengingat untuk menambahkan foto mereka ke dalam album yang terkait. Lalu Anda akan diperingatkan ketika ada foto baru yang ditambahkan dan dapat melihat semua foto di satu tempat.

Sementara itu, untuk menggunakan fitur Shared Libraries dapat dimulai dengan menu di kiri atas, memilih "Share your library" dan memasukkan alamat email teman Anda. Setelah teman Anda menerima undangan tersebut, dia dapat melihat foto yang telah Anda bagian. Saat Anda mengambil lebih banyak foto bersama teman Anda, Google Photos akan memberi tahu teman Anda saat ada foto baru dan membagikannya secara otomatis.

Teman Anda dapat memilih untuk menyimpan semua foto atau hanya foto tertentu secara otomatis. Foto ini akan tersimpan dan muncul di film, kolase, dan kreasi lainnya yang dibuat oleh Google Photos milik teman Anda. Suggested Sharing dan Shared Libraries dapat dinikmati di Android, iOS dan web.

Fenomena Bitcoin diprediksi akan semakin masif pada masa depan. Bahkan, mata uang digital itu disebut-sebut tengah berada dalam kondisi gelembung ekonomi atau economic bubble. Sebagai informasi, gelembung ekonomi merupakan istilah untuk perdagangan dalam volume besar dengan harga yang sangat berbeda dari nilai intrinsiknya. Dengan kata lain, produk atau aset dijual dengan harga yang lebih tinggi dari harga dasar.

Keadaan itu tak lepas dari lonjakan perdagangan Bitcoin yang begitu tinggi di tengah permintaan yang terus berlanjut tahun ini. Menurut laporan terbaru, lonjakan Bitcoin berhasil mencapai 162 persen. Meski berpotensi mengalami ekonomi gelembung, masih perlu menunggu waktu hingga hal itu benar-benar terjadi. Analis strategi investasi, Jeffrey Kleintop, menyebut, sama seperti aset lain, dibutuhkan waktu 10 tahun sebelum Bitcoin benar-benar mengalami proses gelembung ekonomi, termasuk berpengaruh pada pasar dan ekonomi.

Oleh karena itu, seperti dikutip dari Business Insider, Minggu (2/7/2017), ada kemungkinan Bitcoin tak memberikan efek terhadap ekonomi seperti aset lain yang mengalami ekonomi gelembung. Kendati demikian, tak dimungkiri pertumbuhan Bitcoin tak pernah terpikirkan sebelumnya. Sekadar diketahui, nilai Bitcoin memang terus mengalami kenaikan. Terkini, nilai cryptocurrency atau mata uang digital paling populer di dunia itu mencapai US$ 2 ribu atau sekitar Rp 26 juta per keping.

Perhitungan itu didasarkan kisaran dari pertukaran Bitcoin, termasuk Coinbase dan Kraken. Dengan nilai itu, total jumlah total koin yang beredar saat ini berhasil mencapai nilai US$ 32,92 miliar atau sekitar Rp 426 triliun. Di sisi lain, penggunaan Bitcoin juga meningkat karena dianggap menarik. Alasannya, Bitcoin bersifat anonim dan ditambah minimnya kontrol pemerintah. Mata uang digital ini juga ditentukan nilainya oleh jumlah pengguna yang ingin menukarnya.

%AM, %04 %143 %2017 %02:%Jul

Waspada Virus Petya

Pada hari Selasa (27/6/2017), dunia cyber kembali dikejutkan. Setelah ransomware bernama WannaCry, kini giliran program jahat baru bernama Petya yang menyerang jaringan komputer di sejumlah negara. Komputer korban yang terinfeksi Petya akan menampilkan sebuah pesan. Intinya menyatakan bahwa komputer tersebut sudah diblokir. Pemilik komputer diharuskan untuk menebusnya dengan membayar senilai 300 dollar AS dalam bentuk mata uang elektronik Bitcoin.

"Jika Anda melihat teks ini, maka file Anda tidak dapat diakses lagi, karena telah dienkripsi. Mungkin Anda sibuk mencari cara untuk memulihkan file Anda, tapi jangan buang waktu Anda. Tidak ada yang bisa memulihkan file Anda tanpa dekripsi kami, "kata pesan tersebut, menurut sebuah screenshot yang diposting oleh Channel 24 Ukraina.

Mengenal Petya.

Program jahat ini hadir dengan berbagai nama. Banyak perusahaan keamanan menyebutnya sebagai Petya. Kaspersky, salah satu perusahaan keamanan jaringan, menyebutnya sebagai NotPetya. Sementara itu, ESET mendeteksinya sebagai Win32/Diskcoder.C. Menurut ESET, jika Petya berhasil menginfeksi komputer, ia akan mengenkripsi keseluruhan drive alias harddisk.

Kondisi ini diperparah karena serangan dikombinasikan melalui celah keamanan EternalBlue dan EternalRomance. Kemudian ia mengeksploitasi SMB yang sebelumnya digunakan WannaCry untuk masuk ke jaringan dan menyebar melalui PSExec untuk menyebar di dalam jaringan.

Tidak seperti WannaCry, Petya akan menyebar hanya melalui LAN, dan tidak melalui internet. Hanya dibutuhkan satu komputer yang belum di-patch untuk masuk ke jaringan, ransomware bisa langsung mendapatkan hak administrator dan menyebar ke komputer lain dalam satu jam.

Akibatnya banyak bank, jaringan listrik dan perusahaan pos terinfeksi. Bahkan kantor-kantor pemerintah yang memiliki keamanan berlapis berhasil ditembus.

Bukan untuk cari uang.

Alfons Tanujaya dari Vaksincom menyebut, tidak seperti WannaCry, Petya sebenarnya diciptakan bukan untuk mencari uang. Petya hadir untuk merusak sistem komputer.

"Petya tetap bisa infeksi komputer meskipun sudah di-patch lengkap. Petya enkripsi bukan untuk uang, tetapi merusak sistem komputer," kata Alfons melalui layanan pesan singkat. Si pembuat Petya sendiri diduga tidak mengetahui kunci dari enkripsi tersebut. Jadi, percuma saja membayar tebusan sebesar 300 dollar AS itu.

"Jadi (si pembuat Petya) tidak peduli untuk simpan kunci deskripsi. Kalau WannaCry itu rapi banget sistem penyimpanan kunci dan pengiriman kunci dijaga dengan sangat baik, supaya bisa dapat uang tebusan dari kunci deskripsi," tutur Alfons.

Sudah masuk Indonesia?

Pertanyaannya, apakah ransomware Petya sudah terdeteksi di Indonesia? Menurut Alfons, saat ini belum ada laporan mengenai Petya di Indonesia. Namun, para pengguna komputer tetap harus waspada. "Mungkis pas Senin (3/7/2017) baru ketahuan pas balik dari liburan (Lebaran 2017)," tutur Alfons.

Saat ini, Petya baru diketahui menginfeksi server di perusahaan minyak terbesar Rusia, mengganggu operasi di bank Ukraina, dan mematikan komputer di perusahaan perkapalan serta periklanan multinasional. Laporan pertama organisasi yang diserang muncul dari Rusia dan Ukraina, namun dampaknya cepat menyebar ke barat ke komputer di Rumania, Belanda, Norwegia, dan Inggris. Perusahaan farmasi Merck tercatat sebagai pihak pertama di Amerika Serikat yang melaporkan mengalami serangan.

Perusahaan lain yang mengaku telah terkena serangan cyber termasuk produsen minyak Rusia Rosneft, perusahaan bahan konstruksi Prancis Saint Gobain, dan biro iklan terbesar di dunia WPP - meskipun tidak jelas apakah masalah mereka disebabkan oleh virus yang sama.

%AM, %03 %368 %2017 %07:%Jul

Aplikasi Triangle

Aplikasi yang berjalan di latar belakang sering tidak disadari memakan banyak data internet. Mungkin hal ini tidak terlalu menjadi masalah bagi mereka yang menggunakan jaringan Wi-Fi setiap hari, namun hal tersebut adalah mimpi buruk bagi mereka yang mengandalkan kuota internet bulanan yang terbatas. Tapi masalah tersebut dapat diatasi oleh aplikasi terbaru milik Google.

Baru-baru ini Google menghadirkan aplikasi baru bernama Triangle yang dapat menyelamatkan data bulanan Anda dari aplikasi-aplikasi rakus yang berjalan di latar belakang. Google sendiri tengah menguji aplikasi tersebut di negara tetangga Filipina dengan menggandeng dua operator seluler Global dan Smart.

Triangle akan menunjukkan kepada Anda aplikasi mana saja yang menyantap banyak data baik di home maupun background. Di sisi lain, aplikasi Triangle ini juga bertindak sebagai Data Saver dengan membatasi aplikasi tertentu agar tidak online selama lebih dari 10 atau 30 menit.

Sebenarnya, semua informasi ini sudah bisa didapatkan oleh pengguna Android secara manual dengan masuk ke pengaturan. Namun bagi pengguna yang tidak terlalu tahu tentang handset mereka atau ingin cara yang lebih praktis, tentu aplikasi Triangle layak untuk dipasang.

Global dan Smart yang merupakan operator seluler pra-bayar di Filipina memungkinkan pelanggan melacak saldo data bulanan prabayar mereka yang tersisa melalui aplikasi. Selain itu, pelanggan dapat memperoleh data gratis yang dapat dikreditkan ke akun mereka dengan mengunjungi situs web tertentu.

Sayangnya belum diketahui apa yang direncanakan Google dengan meluncurkan aplikasi ini. Namun mengingat aplikasi ini memiliki kegunaan yang terbilang penting, cukup menarik mengikuti perkembangan dari aplikasi Triangle ini.

Cisco mengumumkan solusi dalam teknologi jaringan enterprise untuk menjawab tantangan konektivitas dan distribusi teknologi semakin meningkat. Hasil dari penelitian dan pengembangan Cisco selama bertahun-tahun itu bisa mengelola hingga ratusan perangkat, bahkan diharapkan bisa mengelola 1 juta perangkat di tahun 2020.

“Jaringan semakin menjadi bagian yang sangat menentukan dari kesuksesan bisnis, tapi pada akhirnya ini juga menjadi beban berat,” kata Chuck Robbins, Chief Executive Officer Cisco. “Dengan membangun jaringan yang lebih intuitif, kami menciptakan platform yang lebih cerdas dengan keamanan yang tak tertandingi saat ini dan ke depannya bisa mendorong kemajuan bisnis serta menciptakan peluang baru untuk pelaku bisnis maupun organisasi di mana saja.”

Pendekatan yang dilakukan Cisco mampu menciptakan sistem berdasarkan intuisi dengan kemampuan untuk terus menerus belajar, beradaptasi, melakukan otomasi sekaligus melindungi, dan mengoptimalkan operasional jaringan serta mempertahankan diri dari lanskap ancaman yang terus berevolusi.

“Encrypted Traffic Analytics (ETA) dari Cisco bisa menjawab tantangan keamanan jaringan yang sebelumnya dianggap tak terpecahkan,” kata David Goeckeler, senior vice president dan general manager untuk jaringan dan keamanan. Sejauh ini, 75 dari perusahaan dan organisasi global terdepan telah menjalankan uji coba awal solusi jaringan generasi berikutnya dari Cisco ini, termasuk DB Systel GmbH, Jade University of Applied Sciences, NASA, Royal Caribbean Cruises Ltd., Scentsy, UZ Leuven and Wipro.

%AM, %22 %229 %2017 %04:%Jun

IT Cilik yang Memukau CEO Apple

Di usia yang masih amat belia, kehadiran Yuma Soerianto sebagai pembuat aplikasi begitu menarik perhatian CEO Apple Tim Cook dalam Worldwide Developers Conference (WWDC) di San Jose (AS) minggu lalu. Bocah 10 tahun yang bersekolah di Midle Park Primary School di Melbourne, Australia tersebut ternyata berasal dari Indonesia.

Worldwide Developers Conference diselenggarakan setiap tahun oleh perusahaan teknologi raksasa Apple. WWDC merupakan ajang berkumpul mereka, para pembuat aplikasi. Bagi Yuma Soerianto ini adalah untuk pertama kalinya menghadiri konferensi tersebut. Minggu lalu, sebelum acara resmi berlangsung, Yuma sempat bertemu dengan CEO sekaligus bos tertinggi Apple Tim Cook yang terkesan dengan aplikasi buatan bocah itu dalam perjalanan di pesawat antara Melbourne ke Amerika Serikat.

Pertemuan Yuma dengan Cook diliput oleh media, dan dengan cepat berita tersebut menyebar ke seluruh dunia. Tim Cook tertarik dengan aplikasi yang dibuat Yuma, yaitu aplikasi untuk membantu orang tuanya menentukan harga sebuah barang. Harga ini sudah termasuk harga sesuai penjual lokal dan pajak, serta disajikan dalam bentuk yang sudah dikonversi ke mata uang yang digunakan. Hal itu menurutnya akan berguna ketika mereka pergi berbelanja suvenir untuk oleh-oleh dari perjalanan mereka.

"Keren sekali, hebat," komentar Cook setelah menyaksikan Yuma mendemonstrasikan aplikasinya. "Dan kamu membuatnya di pesawat dalam perjalanan dari Australia ke AS? Wow. Kamu bisa membuat aplikasi dalam hitungan jam. Saya terkesan. Saya tak sabar melihat karyamu selanjutnya," puji Cook, demikian lapor media minggu lalu.

Melihat nama keluarga Yuma yaitu Soerianto yang berbau Indonesia, ABC Australia Plus Indonesia mengontak sang ayah, Hendri Soerianto yang menemani perjalanan anaknya ke Amerika Serikat. Hendri pun membenarkan bahwa dia sekeluarga berasal dari Indonesia. "Saya dulu berasal dari Jakarta, dan kami sudah berada di Australia selama delapan tahun. Kami tinggal di Singapura selama ini dan Yuma lahir di sana. Kami pindah ke Australia ketika Yuma berusia tiga tahun." kata Hendri dalam percakapan via email dengan wartawan ABC Australia Plus Indonesia, Sastra Wijaya.

Yuma adalah anak tunggal keluarga tersebut. Diberi nama Yuma karena "kami ingin namanya mudah diingat dan nama yang global jadi bukan nama berbau Barat ataupun berbau Timur. Kami percaya kami adalah warga dunia." Yuma mulai suka belajar coding sejak usia enam tahun, karena menurutnya PR di sekolah kurang menantang. Dia menciptakan aplikasi pertamanya tahun lalu, dan saat ini sudah punya lima aplikasi yang dipajang di App Store.

Lima aplikasi buatan Yuma yang ada di App Store saat ini adalah Let's Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck dan Pocket Poke. Kesan Pertama Ikut Perkumpulan Para Pembuat Aplikasi Yuma, bocah SD di Australia yang baru pertama kali menghadiri Worldwide Developers Conference (WWDC), mengaku senang menghadiri acara tersebut.

"WWDC sangat mengesankan. Teknologi baru yang ada sangat menakjubkan." "Ini untuk pertama kalinya saya mendapatkan bantuan profesional dari orang-orang yang betul mengerti mengenai coding," kata Yuma. Sebelumnya, Yuma hanya belajar coding dari situs berbagi video, karena menurutnya tidak ada sekolah di Australia yang mengajar bagaimana melakukan coding untuk membuat aplikasi.

"Hal baru yang saya pelajari adalah ARKit (Augmented Reality) dan SceneKit (3D Graphics Engine) karena semuanya baru bagi saya." "Orang-orang yang saya temui banyak di antaranya adalah para petinggi Apple dan tentu saja Tim Cook, CEO Apple. Saya juga sempat berbicara dengan Michelle Obama." kata Yuma lagi. Yuma sekarang memiliki channel di situs berbagi video populer dengan nama Anyone Can Code.

Dalam wawancara dengan program Radio National ABC, Yuma mengatakan bahwa dia ingin membuat aplikasi yang bisa mengubah dunia, dan juga ingin membagi ilmunya mengenai coding kepada siapa saja yang ingin belajar. "Siapa saja bisa melakukan coding, bila kita sabar melakukannya dan senang melakukannya." katanya. Ayahnya Hendri yang juga bekerja di bidang IT mengatakan, Yuma memang ingin menyebarkan ilmunya kepada yang lain. "Akan bagus sekali bila dia bisa memberikan inspirasi kepada orang Indonesia lainnya untuk belajar coding," jelas Hendri.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) senantiasa bergerak dinamis dari waktu ke waktu. Bangsa Indonesia pun setidaknya telah memiliki andil serta kontribusi nyata, dalam perkembangan IPTEK dan telah digunakan oleh masyarakat dunia. Walaupun masih terhitung sedikit, sebenarnya sejak era 60an telah ada teknologi temuan Indonesia yang mendunia dan digunakan secara luas. Langsung saja berikut diantaranya :

1. Pondasi Cakar Ayam (1961)
Teknologi ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo ketika ia sebagai pejabat PLN diminta mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Pondasi yang dibuatnya ternyata mampu mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah di bawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa. Pondasi cakar ayam ini kemudian digunakan di Bandara Juanda, Surabaya yang memungkinkan landasan menahan beban hingga 2.000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Selain di Indonesia teknologi yang sudah dipatenkan ini juga digunakan di 9 negara lain, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.

2. Teori 23 Kromosom (1955)
Seorang ahli Cytogenetics Indonesia yaitu Dr. Jow Hin Tjio menemukan fakta bahwa jumlah kromosom manusia adalah 23 buah. Penemuan ini berhasil mematahkan keyakinan para ahli genetika bahwa jumlah kromosom adalah 24 buah. Ia berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu di Texas University, AS.

3. Ketela Pemadam Api (1979)
Ketika sedang melakukan uji coba menggunakan cairan pelumas berbahan kulit ketela pohon di Queen Marry College-London University, Inggris, Randall Hartolaksono menemukan teknologi untuk memadamkan api secara efektif dan ramah lingkungan. Ketika itu, cairan buatannya tidak sengaja tumpah dan memadamkan api yang sedang menyala. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata diketahui bahwa cairan tersebut jika terkena panas akan mengeluarkan uap yang dapat menyerang api. Kini temuannya digunakan di berbagai perusahaan pertambangan di penjuru dunia sebagai solusi untuk mengatasi kebakaran.

4. Pemindai 4 Dimensi ECVT (2006)
ECVT (Electrical Capacitance Volume Tomography) adalah hasil temuan Dr. Warsito Purwo Taruno. Penemuan ini telah dipatenkan secara internasional. ECVT adalah teknologi yang menggunakan sensor medan listrik statis yang dapt menampilkan gambar 4 dimensi dari tingkah laku gas dan partikel di dalam reaktor tertutup. Teknologi ECVT ini diperkirakan dapat mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang, mulai dari energi, proses kimia, kedokteran, hingga nano-teknologi.

5. Persamaan Matematika Helmholtz (2005)
Persamaan matematika ini berhasil dipecahkan oleh Yogi Ahmad Erlangga, dosen ITB asal Tasikmalaya. Ketika memecahkan rumus ini, Yogi sedang menempuh program Ph.D di Delft University of Technology, Belanda. Persamaan Helmholtz yang berhasil dipecahkannya, membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Dengan rumus temuan tersebut mereka dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumusnya juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam.

6. Kromatografi Tercepat (1998)
Di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang, pada tahun 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang saat itu sedang melakukan penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia. Jika sebelum ini peneliti membutuhkan waktu antara 1.000 dan 100 menit untuk membedah senyawa kimia, teknik yang digunakan Rahmiana Zein mampu mendiagnosis senyawa kimia dalam waktu kurang dari 10 menit.

7. Teknik Pengeringan Sperma (2000)
Teknik pengeringan yang disebut sebagai evaporative drying serta penyimpanan sperma dalam ruangan bertemperatur kamar ditemukan oleh Mulyoto Pangestu, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil gelar Ph.D di Monash University, Australia. Uniknya, Mulyoto berhasil melakukannya menggunakan perlengkapan yang dapat ditemukan dengan mudah dan murah. Sayangnya penemuannya ini dipatenkan di Australia dan menjadi milik Monash University. Akan tetapi, Mulyoto tetap tercatat sebagai penemunya.

8. Teori Crack Progression (1968)
Teori ini ditemukan oleh mantan Presiden RI Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie. Habibie lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik crack itu bekerja. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya. Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lantas dinamakan crack progression. Dari sinilah Habibie mendapat julukan sebagai Mr. Crack. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah

9. Two Man Cockpit (1969)
Wiweko Soepono yang dikenal sebagai penemu pesawat komersil two-man cockpit yang diterapkan pabrik Airbus Industrie. Pesawat pertama kokpit dua awak (crew) adalah Airbus A300-B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit), cikal bakal pesawat glass cockpit berawak dua yang digunakan hingga sekarang.Wiweko bersama staf Airbus Industrie, eksekutif perusahaan Roger Beteille, pilot uji Pierre Baud, serta staf lainnya membuat konsep penerbangan dengan dua awak pesawat. Dengan mengeliminir flight engineer dan mengubah setting layout cockpit pesawat, maka diperoleh konsep FFCC (Forward Facing Crew Cockpit) yang memungkinkan pesawat kelas jumbo hanya diterbangkan oleh dua awak pesawat. Konsep FFCC sangat ditentang pada saat itu, baik di dalam maupun di luar negeri. Namun kini konsep itu disempurnakan menjadi glass cockpit yang menjadi standar untuk pesawat sipil. Boeing yang semula menentang akhirnya menggunakan teknologi ini pada pesawat Boeing 747 400 dan Boeing 777. Nama glass cockpit juga dikenal sebagai Garuda cockpit yang sebelumnya dinamakan Wiweko cockpit.

10. Sistem Telekomunikasi 4G berbasis OFDM (2010)
Era informasi dengan ditunjang jaringan sistem telekomunikasi memacu para peneliti di bidang ini. Seorang ilmuwan alumni ITB, Khoirul Anwar bersama koleganya berhasil merombak efisiensi pakem alat komunikasi. Penemuan teknologi 4G berbasis OFDM diawalinya dengan ide mengurangi daya transmisi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) dan hasilnya kecepatan transmisi meningkat. Pada paten keduanya, Khoirul Anwar kembali membuat dunia kagum, kali ini adalah menghapus sama sekali guard interval/GI, tentu saja ini malah membuat frekuensi yang berbeda akan bertabrakan, alih-alih menambah kecepatan.

Tentunya selain penemuan diatas masih banyak temuan temuan orang Indonesia lainnya. Sayang, kurangnya – hampir tidak adanya – dukungan nyata dari pemerintah terkadang malah menjadi penghalang tersendiri yang memadamkan semangat para akademisi di Indonesia. Tidak heran banyak ilmuwan-ilmuwan yang lebih memilih mengabdikan ilmunya di negara lain.

Sekarang ini, mainan tidak hanya identik dengan anak - anak saja, namun juga orang dewasa. Bahkan, mainan sederhana pun dimainkan pula oleh orang dewasa seperti fidget spinner ini.

Fidget spinner adalah mainan yang masih tergolong baru. Mainan ini sebenarnya sangat sederhana dan diklaim mampu meredakan stres serta dapat meningkatkan fokus. Meskipun sederhana, fidget spinner mulai menunjukkan sisi bahayanya, apalagi jika digunakan anak - anak untuk melakukan berbagai macam trik.

Hingga kini, sudah ada dua peristiwa berbahaya akibat fidget spinner. Yang pertama dialami oleh Alexa, seorang bocah berusia 9 tahun dari Syracuse, Amerika Serikat. Karena fidget spinner, Alexa harus kehilangan sebagian giginya. Saat itu, ibu Alexa sedang mengendarai mobil dengan Alexa berada di dalamnya. Kemudian mainan tersebut berputar dan mengenai gigi Alexa. Akibatnya, Alexa kehilangan sebagian giginya. Apa yang dialami Alexa masih tergolong ringan.

Peristiwa selanjutnya dialami oleh Britton, gadis berusia 10 tahun. Saat itu, Kelly Rose Joniec, ibu Britton tengah mengemudi. Tiba-tiba, ia melihat Britton tersedak. Dari cermin Kelly melihat wajah Britton telah memerah dan air liur keluar dari mulut gadis kecil itu. Karena panik, Kelly langsung menepi dan ia pun menduga bahwa putrinya tersedak. Pertolongan pertama yang dilakukan oleh Kelly adalah dengan melakukan maneuver heimlich pada putrinya itu. Namun sayangnya, apa yang dilakukan Kelly tidak membuahkan hasil. Apa yang membuat putrinya tersedak tidak juga keluar.

Kemudian, Kelly membawa Britton ke IGD terdekat. Sayangnya, dokter yang berjaga tidak dapat menemukan objek yang membuat Britton tersedak. Kemudian, Britton dibawa ke Texas Children's Hospital dan melalui sinar X ditemukan bahwa ada logam di kerongkongan gadis malang itu.

Setelah kejadian ini, US Consumer Product Safety Commission menyampaikan peringatan pada orang tua untuk menjauhkan barang - barang kecil dari anak - anak. Fidget spinner pun dapat berbahaya bagi anak - anak jika tidak mahir menggunakannya.

Mudik adalah tradisi masyarakat Indonesia yang seringkali dimanfaatkan oleh pelaku pencurian untuk menguras harta benda para pemudik. Tamu tak diundang yang tak pernah diharapkan kehadirannya ini biasanya mengincar rumah-rumah kosong yang ditinggalkan oleh penghuninya untuk pulang kampung, mudik lebaran.

Untuk Anda yang ingin mudik, biar bisa merasa tenang tanpa rasa khawatir saat meninggalkan rumah, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengecoh atau menghindari calon pencuri yang akan beraksi di rumah, kamar kontrakan, wisma, mes, atau tempat kos Anda. Berikut ini tipsnya:

1. Ketika akan mudik, pastikan di rumah Anda sudah tidak ada lagi barang-barang berharga yang ditinggalkan di kamar atau di rumah. Kalaupun ada, pastikan barang berharga tersebut sudah dalam keadaan aman, baik aman karena disimpan di tempat tertentu atau aman karena kita titipkan kepada tetangga atau orang terdekat yang tidak mudik.

2. Pastikan semua jalan masuk menuju rumah terkunci rapat seperti jendela, pintu rumah, pintu pagar, dan pintu masuk lainnya. Apabila ada kunci yang rusak atau tidak berfungsi optimal, sebaiknya ganti atau diperbaiki sehingga penguncian lebih optimal.

3. Apabila Anda punya dana yang mencukupi, sebaiknya membeli peralatan CCTV atau lensa pemantau yang disambungkan dengan alat perekam televisi. Dengan demikian, kita bisa memutar ulang rekaman suasana rumah tatkala kita tinggalkan mudik selama beberapa hari. Kalaupun tidak ada CCTV atau lensa pemantau yang berfungsi baik, bisa saja menggunakan lensa pemantau yang harganya murah namun masih bisa berfungsi. Seandainya tetap tidak memiliki dana untuk membeli, bisa saja kita memanfaatkan lensa pemantau yang sudah rusak dengan tujuan sekadar “membuat ragu” calon pencuri.

4. Ketika rumah atau kamar kita tinggalkan mudik, bisa saja kita menyimpan sandal atau sepatu di depan kamar atau halaman rumah. Tujuannya adalah untuk mengecoh calon pencuri, seolah-olah di dalam rumah atau kamar tersebut masih ada orangnya.

5. Boleh juga, kita menghidupkan radio dan menyalakan lampu dalam rumah atau kamar. Tujuannya adalah untuk membuat “ragu” calon pencuri karena tentu mereka akan menduga kalau di rumah atau kamar tersebut ada penghuninya.

6. Seandainya kita punya tetangga dekat atau rekan yang tidak mudik, akan lebih baik bila kita meminta bantuannya untuk menghidupkan dan mematikan lampu penerangan halaman dan dalam rumah setiap hari. Cara ini jauh lebih baik daripada menghidupkannya non stop selama mudik. Karena, calon pencuri biasanya melakukan pemantauan pada siang hari. Bila melihat ada rumah yang masih menyala lampu penerangannya, berarti rumah tersebut tidak ada penghuninya.

7. Jika kita punya saudara, rekan, atau tetangga dekat yang tidak mudik, titipkanlah rumah atau kamar kita saat mudik. Mintalah agar mereka mengecekkan kondisi rumah atau kamar. Dengan begitu, mereka bisa turut membantu mengamankannya.

8. Bila Anda memiliki kebiasaan menaruh kunci cadangan di bawah karpet atau pot tanaman, pastikan kebiasaan tersebut Anda hentikan, jangan lagi menaruh kunci di tempat-tempat tersebut.

9. Yang terakhir, berpasrah diri dan berdoa pada Allah SWT. Titipkanlah seluruh harta benda yang merupakan rezeki dan karunia dari-Nya kepada Allah SWT. Mudah-mudahan dengan ikhtiar dan berdoa, kita bisa mudik secara tenang. Aamiin.

Semoga informasi dan tips aman meninggalkan rumah dan tips agar terhindar dari aksi pencurian di atas dapat bermanfaat.

Memasuki minggu terakhir berpuasa, momen istimewa seperti mudik dan bersilaturahmi dengan keluarga menjadi acara wajib yang tidak boleh dilewatkan. Namun, di musim lebaran seringkali rumah ditinggal dalam keadaan kosong, baik itu karena mudik, bersilaturahmi ke tempat tinggal kerabat, atau sekedar salat Ied di Masjid. Untuk membantu penghuni rumah melindungi keamanan rumah di saat musim Lebaran nanti, berikut rangkaian solusi smart home dari Schneider Electric :

1. Sensor Okupansi

Di tengah kerepotan saat mudik, seringkali penghuni rumah lupa mematikan lampu sehingga lampu terus menyala walaupun tidak dibutuhkan. Selain boros energi, kondisi lampu yang tetap menyala sepanjang hari justru akan memberi kesan bahwa rumah kita tidak berpenghuni dan akhirnya mengundang aksi kejahatan.

Untuk mengatasi hal ini, pemilik rumah dapat memanfaatkan sensor okupansi yang dapat menyalakan atau meredupkan lampu secara otomatis dengan mendeteksi gerakan dalam ruangan. Dengan penggunaan sensor okupansi, tidak perlu lagi meninggalkan ruangan terang-benderang saat cahaya tak dibutuhkan, sehingga dapat menghemat biaya listrik selama mudik.

2. Lighting control

Pada dasarnya, lighting control merupakan bagian dari rangkaian solusi automasi untuk perumahan yang memanfaatkan teknologi dan Internet of Things untuk menciptakan konektivitas antar perangkat rumah. Pada musim Lebaran, di saat pemilik rumah sedang pergi dan lupa mematikan lampu, maka mereka dapat mematikannya dari jarak jauh melalui gadget di manapun mereka berada.

Selain itu, pemilik rumah juga dapat menetapkan penjadwalan otomatis untuk menyalakan/mematikan lampu untuk menghindari pemborosan. Solusi lighting control ini juga dapat diperluas fungsinya untuk mengontrol TV dan AC di rumah.

3. CCTV

Untuk mencegah aksi kejahatan yang tidak mustahil menimpa rumah kita di musim Lebaran nanti, sistem keamanan yang canggih dan modern juga penting untuk ditambahkan ke dalam rumah, seperti CCTV yang dapat memantau rumah anda selama 24 jam non-stop dan yang terpenting dapat langsung kita monitor melalui gadget.